🚇 KEKELIRUAN DI HARI-HARI TERAKHIR RAMADHAN
MENCUKUPKAN MENCARI LAILATUL QADAR DI MALAM GANJIL SAJA
Diantaranya juga, kesalahan sebagian besar kaum muslimin di penghujung Ramadhan yakni mencukupkan mencari Lailatul Qadar hanya pada malam-malam ganjil saja (tanpa adanya udzur yang syar’i). Padahal Rasulullah ﷺ menghidupkan sepuluh malam terakhir seluruhnya tanpa memilah-milah ganjil atau tidaknya.
Walaupun telah datang dalil yang shahih akan jatuhnya Lailatul Qadar di malam ganjil, namun hal ini tidaklah menafikan bahwa Lailatul Qadar bisa turun di malam genap. Wallahu a'lam
TIMBUL PERASAAN SENANG AKAN BERAKHIRNYA BULAN RAMADHAN
Menahan makan dan minum seharian penuh, memang bukan perkara yang mudah. Apalagi bagi sebagian orang yang memang keimanannya kurang begitu kuat. Maka akan tampak perasaan senang ketika bulan Ramadhan ini akan segera berakhir.
Padahal para sahabat radhiallaahu 'anhum mereka bahkan sampai menangis ketika bulan Ramadhan akan berakhir. Dahulu sebagian salaf menampakkan kesedihannya ketika di hari 'Idul Fitri, maka dikatakan kepadanya: "Sesungguhnya hari tersebut adalah hari suka cita dan senang". Maka salaf tersebut berkata:
"Benar apa yang kalian katakan. Tetapi, aku hanya seorang hamba yang diperintah oleh Allah ﷻ, untuk aku beramal bagi-Nya sebuah amalan, yang aku tidak mengetahui apakah amalanku tersebut diterima oleh Allahﷻ atau tidak." [Lathaaiful Ma'arif hal. 209]
TERSIBUKKAN DENGAN PERENCANAAN MUDIK
Pulang ke kampung halaman, bertemu sanak saudara, merupakan hal yang sangat membahagiakan. Segenap persiapan pun dilakukan supaya tidak ada yang terlupa.
Hanya saja mereka lupa, kalau mereka justru melakukannya di hari-hari dimana terdapat banyak sekali keutamaan, yakni di penghujung Ramadhan. Yang mana di saat itu teladan kita yang mulia Rasulullah ﷺ justru menyibukkan diri dengan berbagai macam ibadah di masjid-masjid Allah ﷻ.
TERSIBUKKAN DENGAN PERSIAPAN IED
Hal ini juga merupakan kesalahan sebagian besar kaum muslimin dalam menghadapi hari-hari terakhir Ramadhan. Untuk menyambut hari kemenangan (baca: 'Idul Fitri), mereka justru tersibukkan dengan berbagai kesibukan duniawi, seperti: membuat kue, belanja baju baru dan lain sebagainya.
Padahal sejatinya, 'Idul Fitri ini adalah hari kemenangan bagi mereka yang telah melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya (sesuai apa yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ).
LUPA MEMBAYAR ZAKAT
Banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak peduli atau bahkan tidak mengetahui akan kewajiban zakat fitrah yang dibebankan kepadanya di penghujung Ramadhan ini.
Seandainya pun mereka tahu, namun banyak yang tidak mengetahui batas waktu penyerahannya, sehingga tidak sedikit pula yang akhirnya terlewat dari batas waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Padahal zakat fitrah ini adalah penyempurna ibadah-ibadah kita selama di bulan Ramadhan.
BERTAKBIR MEMAKAI ALAT MUSIK
Apabila Ramadhan telah berakhir, maka saatnya kita menyambut 'Idul Fitri. Sebagai seorang muslim, kita disunnahkan untuk mengucapkan takbir sebanyak-banyaknya, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allahﷻ akan segala kenikmatan yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita.
Terkhusus adalah nikmat kemudahan dalam kita menjalani ibadah-ibadah di bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan ini. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah kesalahan sebagian besar kaum muslimin dalam tata cara mengucapkan takbir.
Tidak sedikit dari kaum muslimin yang menggunakan alat-alat musik untuk mengiringi ucapan takbir mereka. Seperti bedug, kentongan, bahkan alat-alat musik modern. Padahal alat-alat musik ini adalah sesuatu yang diharamkan dalam agama Islam. Dan sekaligus juga hal ini tidak ada contohnya sama sekali dari Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak". [HR. Muslim]
📄 Buletin Al-Faidah Edisi 64
📂 Vol. 1 | Tahun-2 | 1437 H @BuletinAlFaidah
••••
Turut Mempublikasikan :
📲 https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
MENCUKUPKAN MENCARI LAILATUL QADAR DI MALAM GANJIL SAJA
Diantaranya juga, kesalahan sebagian besar kaum muslimin di penghujung Ramadhan yakni mencukupkan mencari Lailatul Qadar hanya pada malam-malam ganjil saja (tanpa adanya udzur yang syar’i). Padahal Rasulullah ﷺ menghidupkan sepuluh malam terakhir seluruhnya tanpa memilah-milah ganjil atau tidaknya.
Walaupun telah datang dalil yang shahih akan jatuhnya Lailatul Qadar di malam ganjil, namun hal ini tidaklah menafikan bahwa Lailatul Qadar bisa turun di malam genap. Wallahu a'lam
TIMBUL PERASAAN SENANG AKAN BERAKHIRNYA BULAN RAMADHAN
Menahan makan dan minum seharian penuh, memang bukan perkara yang mudah. Apalagi bagi sebagian orang yang memang keimanannya kurang begitu kuat. Maka akan tampak perasaan senang ketika bulan Ramadhan ini akan segera berakhir.
Padahal para sahabat radhiallaahu 'anhum mereka bahkan sampai menangis ketika bulan Ramadhan akan berakhir. Dahulu sebagian salaf menampakkan kesedihannya ketika di hari 'Idul Fitri, maka dikatakan kepadanya: "Sesungguhnya hari tersebut adalah hari suka cita dan senang". Maka salaf tersebut berkata:
"Benar apa yang kalian katakan. Tetapi, aku hanya seorang hamba yang diperintah oleh Allah ﷻ, untuk aku beramal bagi-Nya sebuah amalan, yang aku tidak mengetahui apakah amalanku tersebut diterima oleh Allahﷻ atau tidak." [Lathaaiful Ma'arif hal. 209]
TERSIBUKKAN DENGAN PERENCANAAN MUDIK
Pulang ke kampung halaman, bertemu sanak saudara, merupakan hal yang sangat membahagiakan. Segenap persiapan pun dilakukan supaya tidak ada yang terlupa.
Hanya saja mereka lupa, kalau mereka justru melakukannya di hari-hari dimana terdapat banyak sekali keutamaan, yakni di penghujung Ramadhan. Yang mana di saat itu teladan kita yang mulia Rasulullah ﷺ justru menyibukkan diri dengan berbagai macam ibadah di masjid-masjid Allah ﷻ.
TERSIBUKKAN DENGAN PERSIAPAN IED
Hal ini juga merupakan kesalahan sebagian besar kaum muslimin dalam menghadapi hari-hari terakhir Ramadhan. Untuk menyambut hari kemenangan (baca: 'Idul Fitri), mereka justru tersibukkan dengan berbagai kesibukan duniawi, seperti: membuat kue, belanja baju baru dan lain sebagainya.
Padahal sejatinya, 'Idul Fitri ini adalah hari kemenangan bagi mereka yang telah melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya (sesuai apa yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ).
LUPA MEMBAYAR ZAKAT
Banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak peduli atau bahkan tidak mengetahui akan kewajiban zakat fitrah yang dibebankan kepadanya di penghujung Ramadhan ini.
Seandainya pun mereka tahu, namun banyak yang tidak mengetahui batas waktu penyerahannya, sehingga tidak sedikit pula yang akhirnya terlewat dari batas waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Padahal zakat fitrah ini adalah penyempurna ibadah-ibadah kita selama di bulan Ramadhan.
BERTAKBIR MEMAKAI ALAT MUSIK
Apabila Ramadhan telah berakhir, maka saatnya kita menyambut 'Idul Fitri. Sebagai seorang muslim, kita disunnahkan untuk mengucapkan takbir sebanyak-banyaknya, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allahﷻ akan segala kenikmatan yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita.
Terkhusus adalah nikmat kemudahan dalam kita menjalani ibadah-ibadah di bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan ini. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah kesalahan sebagian besar kaum muslimin dalam tata cara mengucapkan takbir.
Tidak sedikit dari kaum muslimin yang menggunakan alat-alat musik untuk mengiringi ucapan takbir mereka. Seperti bedug, kentongan, bahkan alat-alat musik modern. Padahal alat-alat musik ini adalah sesuatu yang diharamkan dalam agama Islam. Dan sekaligus juga hal ini tidak ada contohnya sama sekali dari Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak". [HR. Muslim]
📄 Buletin Al-Faidah Edisi 64
📂 Vol. 1 | Tahun-2 | 1437 H @BuletinAlFaidah
••••
Turut Mempublikasikan :
📲 https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah
🌺🌅🌔📢 KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM SETELAH RAMADHAN BERLALU
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan iringilah kepergian Ramadhan ini dengan terus melakukan amalan kebaikan.
Sebab, termasuk tanda diterimanya amalan kebaikan (pada bulan Ramadhan) adalah seseorang dimudahkan beamal setelah Ramadhan.
Ramadhan ini tidak lain merupakan penyemangat untuk melakukan berbagai kebaikan. Ia juga menjadi awal dari sebuah tobat dan batu loncatan untuk beramal shalih (setelahnya). Sebab, akhir dari sebuah amalan adalah dengan berakhirnya umur, bukan dengan berakhirnya Ramadhan.
Di antara tanda diterimanya tobat dan diterimanya amalan pada bulan Ramadhan adalah seseorang bertambah baik dalam melakukan ketaatan, jauh lebih baik dari sebelum Ramadhan.
Adapun di antara tanda ditolaknya amalan dan bentuk kerendahan adalah setelah keluar dari bulan Ramadhan, amalan seseorang jauh lebih jelek daripada sebelum Ramadhan.
Maka dari itu, perhatikanlah diri-diri kalian, semoga Allah merahmati kalian. Perhatikan diri kalian setelah bulan Ramadhan berlalu.
Ketahuilah bahwa pintu tobat selalu terbuka, baik pada bulan Ramadhan maupun setelahnya.
Barang siapa yang terluput untuk bertobat pada bulan Ramadhan, dia jangan berputus asa dari rahmat Allah. Selayaknya dia bersegera untuk bertobat pada waktu kapan pun.
Sebab, Allah menerima tobat orang yang bertobat. Allah juga mengampuni dosa siapa saja yang mau kembali kepada-Nya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53)
وَأَنِيبُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَأَسۡلِمُواْ لَهُۥ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
“Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (Az-Zumar: 54)
وَٱتَّبِعُوٓاْ أَحۡسَنَ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ بَغۡتَةً وَأَنتُمۡ لَا تَشۡعُرُونَ
“Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya.” (Az-Zumar: 55)
⚠ Jagalah amalan-amalan shalih yang telah kalian lakukan pada bulan Ramadhan.
● Jangan kalian rusak dengan perbuatan kalian dengan kembali melakukan berbagai kemaksiatan. Dengan perbuatan itu, kalian telah merusak apa yang telah kalian bangun (selama Ramadhan).
● Dengan perbuatan itu pula, kalian membatalkan apa yang telah kalian persembahkan untuk Allah pada bulan Ramadhan.
● Sebab, kejelekan yang sering dilakukan oleh seseorang akan menghancurkan dirinya dan meringankan timbangan kebaikannya.
وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُم
“Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri.” (Al-A’raf: 9)
📚 Sumber || http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/13453
🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/kewajiban-seorang-muslim-setelah-ramadhan-berlalu/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan iringilah kepergian Ramadhan ini dengan terus melakukan amalan kebaikan.
Sebab, termasuk tanda diterimanya amalan kebaikan (pada bulan Ramadhan) adalah seseorang dimudahkan beamal setelah Ramadhan.
Ramadhan ini tidak lain merupakan penyemangat untuk melakukan berbagai kebaikan. Ia juga menjadi awal dari sebuah tobat dan batu loncatan untuk beramal shalih (setelahnya). Sebab, akhir dari sebuah amalan adalah dengan berakhirnya umur, bukan dengan berakhirnya Ramadhan.
Di antara tanda diterimanya tobat dan diterimanya amalan pada bulan Ramadhan adalah seseorang bertambah baik dalam melakukan ketaatan, jauh lebih baik dari sebelum Ramadhan.
Adapun di antara tanda ditolaknya amalan dan bentuk kerendahan adalah setelah keluar dari bulan Ramadhan, amalan seseorang jauh lebih jelek daripada sebelum Ramadhan.
Maka dari itu, perhatikanlah diri-diri kalian, semoga Allah merahmati kalian. Perhatikan diri kalian setelah bulan Ramadhan berlalu.
Ketahuilah bahwa pintu tobat selalu terbuka, baik pada bulan Ramadhan maupun setelahnya.
Barang siapa yang terluput untuk bertobat pada bulan Ramadhan, dia jangan berputus asa dari rahmat Allah. Selayaknya dia bersegera untuk bertobat pada waktu kapan pun.
Sebab, Allah menerima tobat orang yang bertobat. Allah juga mengampuni dosa siapa saja yang mau kembali kepada-Nya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53)
وَأَنِيبُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَأَسۡلِمُواْ لَهُۥ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
“Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (Az-Zumar: 54)
وَٱتَّبِعُوٓاْ أَحۡسَنَ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ بَغۡتَةً وَأَنتُمۡ لَا تَشۡعُرُونَ
“Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya.” (Az-Zumar: 55)
⚠ Jagalah amalan-amalan shalih yang telah kalian lakukan pada bulan Ramadhan.
● Jangan kalian rusak dengan perbuatan kalian dengan kembali melakukan berbagai kemaksiatan. Dengan perbuatan itu, kalian telah merusak apa yang telah kalian bangun (selama Ramadhan).
● Dengan perbuatan itu pula, kalian membatalkan apa yang telah kalian persembahkan untuk Allah pada bulan Ramadhan.
● Sebab, kejelekan yang sering dilakukan oleh seseorang akan menghancurkan dirinya dan meringankan timbangan kebaikannya.
وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُم
“Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri.” (Al-A’raf: 9)
📚 Sumber || http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/13453
🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/kewajiban-seorang-muslim-setelah-ramadhan-berlalu/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🚇 HUKUM MENJUAL DAN BERMAIN KEMBANG API/PETASAN?
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah
[Pertanyaan]
"Apa hukum jual beli kembang api/petasan? Apakah uang dari penjualan tersebut mengandung dosa?"
[Jawaban]
الألعاب النارية إذا كان فيها ضرر أو خطر أو ترويع للناس فلا يجوز بيعها ولا أكل ثمنها.
"Kembang api/petasan, jika di dalam memang mengandung kerugian, bahaya, dan meresahkan banyak orang, maka TIDAK BOLEH menjual dan memakan hasil dari penjualan tersebut."
Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14748
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 HUKUM MENJUAL DAN BERMAIN KEMBANG API/PETASAN
Asy-Syaikh-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
[Pertanyaan]
Apa hukum jual beli dan bermain kembang api ?
[Jawaban]
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
Menurut pendapatku, jual belinya DILARANG. Itu karena dua sisi :
الوَجْهُ الأَوَّلُ : أَنَّهَا إِضَاعَةٌ لِلْمَالِ ، وَ إِضَاعَةُ المَالِ مُحَرَّمَةٌ ، وَ لِنَهْيِ النَّبِيِّ ﷺَ عَنْ ذَلِكَ .
1⃣ Pertama : Hal itu adalah menyia-nyiakan harta, dan menyia-nyiakan harta hukumnya haram karena Nabi ﷺ melarangnya.
و الثَّانِي : أَنَّ فِيْهَا أَذِيَّةٌ لِلْنَّاسِ بِأَصْوَاتِهَا المُزْعِجَةِ ، وَ رُبَّمَا يَحْدُثُ مِنْهَا حَرَائِقُ إِذَا وَقَعَتْ عَلَى شَيْءٍ قَابِلٍ لِلْإِحْتِرَاقِ ، وَ هِيَ حَيَّةٌ لَمْ تُطْفَأْ .فَمِنْ أَجْلِ هَذَيْنِ الوَجْهَيْنِ نَرَى أَنَّهَا حَرَامٌ ، وَ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ بَيْعُهَا وَ لاَ شِرَاؤُهَا .
2⃣ Kedua : Karena di dalamnya terdapat gangguan terhadap manusia berupa suara yang mengagetkan, dan bisa jadi menyebabkan kebakaran jika menimpa sesuatu yang mudah terbakar dalam keadaan kembang api itu masih menyala, tidak bisa dipadamkan.
Oleh karena dua sebab itu kami memandang hal itu haram, dan tidak boleh dijual belikan.
Sumber : ( Pertemuan ke 3 bersama asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pada tanggal 5 Syawwal 1413 H) @ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah
[Pertanyaan]
"Apa hukum jual beli kembang api/petasan? Apakah uang dari penjualan tersebut mengandung dosa?"
[Jawaban]
الألعاب النارية إذا كان فيها ضرر أو خطر أو ترويع للناس فلا يجوز بيعها ولا أكل ثمنها.
"Kembang api/petasan, jika di dalam memang mengandung kerugian, bahaya, dan meresahkan banyak orang, maka TIDAK BOLEH menjual dan memakan hasil dari penjualan tersebut."
Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14748
◽️◽️◽️◽️◽️◽️◽️
🚇 HUKUM MENJUAL DAN BERMAIN KEMBANG API/PETASAN
Asy-Syaikh-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
[Pertanyaan]
Apa hukum jual beli dan bermain kembang api ?
[Jawaban]
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .
Menurut pendapatku, jual belinya DILARANG. Itu karena dua sisi :
الوَجْهُ الأَوَّلُ : أَنَّهَا إِضَاعَةٌ لِلْمَالِ ، وَ إِضَاعَةُ المَالِ مُحَرَّمَةٌ ، وَ لِنَهْيِ النَّبِيِّ ﷺَ عَنْ ذَلِكَ .
1⃣ Pertama : Hal itu adalah menyia-nyiakan harta, dan menyia-nyiakan harta hukumnya haram karena Nabi ﷺ melarangnya.
و الثَّانِي : أَنَّ فِيْهَا أَذِيَّةٌ لِلْنَّاسِ بِأَصْوَاتِهَا المُزْعِجَةِ ، وَ رُبَّمَا يَحْدُثُ مِنْهَا حَرَائِقُ إِذَا وَقَعَتْ عَلَى شَيْءٍ قَابِلٍ لِلْإِحْتِرَاقِ ، وَ هِيَ حَيَّةٌ لَمْ تُطْفَأْ .فَمِنْ أَجْلِ هَذَيْنِ الوَجْهَيْنِ نَرَى أَنَّهَا حَرَامٌ ، وَ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ بَيْعُهَا وَ لاَ شِرَاؤُهَا .
2⃣ Kedua : Karena di dalamnya terdapat gangguan terhadap manusia berupa suara yang mengagetkan, dan bisa jadi menyebabkan kebakaran jika menimpa sesuatu yang mudah terbakar dalam keadaan kembang api itu masih menyala, tidak bisa dipadamkan.
Oleh karena dua sebab itu kami memandang hal itu haram, dan tidak boleh dijual belikan.
Sumber : ( Pertemuan ke 3 bersama asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pada tanggal 5 Syawwal 1413 H) @ManhajulAnbiya
••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻🌅‼❌ PUASA ENAM HARI SYAWAL TIDAK DISYARATKAN HARUS BERURUTAN
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
📬 Pertanyaan:
هل يلزم صيام الست من شوال أن تكون متتابعة أم لا بأس من صيامها متفرقة خلال الشهر؟
Apakah puasa enam hari bulan Syawal harus dilakukan secara berurutan ataukah tidak mengapa terpisah-pisah harinya dalam bulan Syawal?
🔓 Jawaban:
صيام ست من شوال سنة ثابتة عن رسول الله ﷺ، ويجوز صيامها متتابعة ومتفرقة؛ لأن الرسول ﷺ أطلق صيامها ولم يذكر تتابعًا ولا تفريقًا، حيث قال ﷺ:
Puasa enam hari bulan Syawwal hukumnya sunnah yang tetap dari Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam. Puasa tersebut boleh dilakukan berurutan atau terpisah-pisah. Sebab, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menyebutkan puasa tersebut secara mutlak. Beliau tidak mempersyaratkan harus berturut-turut ataupun terpisah-pisah. Beliau shallahu ’alaihi wasallam bersabda,
من صام رمضان ثم أتبعه ستًا من شوال كان كصيام الدهر
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengiringkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, pahalanya seperti puasa setahun.” (Dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya)
وبالله التوفيق
Hanya Allahlah tempat meminta taufik.
📚 Sumber || https://bit.ly/3c54DC9
🌏 Kunjungi || https://forumsalafy.net/puasa-enam-hari-syawal-tidak-disyaratkan-harus-berurutan/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
📬 Pertanyaan:
هل يلزم صيام الست من شوال أن تكون متتابعة أم لا بأس من صيامها متفرقة خلال الشهر؟
Apakah puasa enam hari bulan Syawal harus dilakukan secara berurutan ataukah tidak mengapa terpisah-pisah harinya dalam bulan Syawal?
🔓 Jawaban:
صيام ست من شوال سنة ثابتة عن رسول الله ﷺ، ويجوز صيامها متتابعة ومتفرقة؛ لأن الرسول ﷺ أطلق صيامها ولم يذكر تتابعًا ولا تفريقًا، حيث قال ﷺ:
Puasa enam hari bulan Syawwal hukumnya sunnah yang tetap dari Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam. Puasa tersebut boleh dilakukan berurutan atau terpisah-pisah. Sebab, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menyebutkan puasa tersebut secara mutlak. Beliau tidak mempersyaratkan harus berturut-turut ataupun terpisah-pisah. Beliau shallahu ’alaihi wasallam bersabda,
من صام رمضان ثم أتبعه ستًا من شوال كان كصيام الدهر
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengiringkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, pahalanya seperti puasa setahun.” (Dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya)
وبالله التوفيق
Hanya Allahlah tempat meminta taufik.
📚 Sumber || https://bit.ly/3c54DC9
🌏 Kunjungi || https://forumsalafy.net/puasa-enam-hari-syawal-tidak-disyaratkan-harus-berurutan/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
binbaz.org.sa
هل يشترط التتابع في صيام ست شوال؟
الجواب: صيام ست من شوال سنة ثابتة عن رسول الله ﷺ، ويجوز صيامها متتابعة ومتفرقة؛ لأن الرسول
✋🏻🌅⁉🌕 APAKAH PUASA SYAWAL BISA MENGGANTIKAN UTANG PUASA RAMADHAN?
📬 Pertanyaan:
صيام ستة أيام من شوال يعتبر تطوعًا، فإذا صامت المرأة ستة أيام من شوال فهل يكفي هذا أو يجزئ عن صيام ما أفطرته في رمضان، أم عليها أن تصوم 12 يومًا منه قضاء ومنه تطوعًا وجزاكم الله خيرًا؟
Puasa enam hari bulan Syawal tergolong puasa sunnah. Apabila seorang wanita telah berpuasa enam hari bulan Syawal, apakah itu sudah mencukupi atau bisa membayar utang puasa Ramadhan? Ataukah dia tetap harus berpuasa dua belas hari, sebagian untuk mengqadha dan sebagiannya untuk puasa sunnahnya?
🔓 Jawaban:
لا يكفي من عليه قضاء من شهر رمضان أن يصوم ستًّا من شهر شوال عن القضاء تطوعًا، بل يجب أن يصوم ما عليه من القضاء ثم يصوم ستة أيام من شوال، إذا رغب في ذلك قبل انسلاخ الشهر
Orang yang punya utang puasa Ramadhan tidak cukup baginya (dibayar dengan) puasa sunnah enam hari pada bulan Syawal. Dia wajib membayar utang puasanya terlebih dahulu, kemudian berpuasa sunnah enam hari Syawal, jika dia ingin melakukannya sebelum bulan Syawal berakhir.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Hanya Allah lah tempat memohon taufik. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita, Muhammad, keluarga beliau, dan sahabat beliau.
📨 Fatwa Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa, soal kedua dari fatwa no. 11663 (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 1, 10/354)
🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/apakah-puasa-syawal-bisa-menggantikan-utang-puasa-ramadhan-2/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📬 Pertanyaan:
صيام ستة أيام من شوال يعتبر تطوعًا، فإذا صامت المرأة ستة أيام من شوال فهل يكفي هذا أو يجزئ عن صيام ما أفطرته في رمضان، أم عليها أن تصوم 12 يومًا منه قضاء ومنه تطوعًا وجزاكم الله خيرًا؟
Puasa enam hari bulan Syawal tergolong puasa sunnah. Apabila seorang wanita telah berpuasa enam hari bulan Syawal, apakah itu sudah mencukupi atau bisa membayar utang puasa Ramadhan? Ataukah dia tetap harus berpuasa dua belas hari, sebagian untuk mengqadha dan sebagiannya untuk puasa sunnahnya?
🔓 Jawaban:
لا يكفي من عليه قضاء من شهر رمضان أن يصوم ستًّا من شهر شوال عن القضاء تطوعًا، بل يجب أن يصوم ما عليه من القضاء ثم يصوم ستة أيام من شوال، إذا رغب في ذلك قبل انسلاخ الشهر
Orang yang punya utang puasa Ramadhan tidak cukup baginya (dibayar dengan) puasa sunnah enam hari pada bulan Syawal. Dia wajib membayar utang puasanya terlebih dahulu, kemudian berpuasa sunnah enam hari Syawal, jika dia ingin melakukannya sebelum bulan Syawal berakhir.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Hanya Allah lah tempat memohon taufik. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita, Muhammad, keluarga beliau, dan sahabat beliau.
📨 Fatwa Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa, soal kedua dari fatwa no. 11663 (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 1, 10/354)
🌎 Kunjungi || https://forumsalafy.net/apakah-puasa-syawal-bisa-menggantikan-utang-puasa-ramadhan-2/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
🌕💫 APA KEUTAMAAN PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWWAL? 💫🌕
📜 Dari Abu Ayub Al Anshori -radhiallahu'anhu-, ia berkata: bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
🌗 "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian setelah itu diikuti puasa 6 hari di bulan Syawal, maka seperti puasa setahun."
📚 (H.R Muslim 204-1164)
💬 Ibnu Utsaimin -rahimahullah- berkata :
🌓 "Puasa 6 hari di bulan Syawwal setelah mengerjakan puasa Ramadhan seperti puasa selama 1 tahun."
📘 Al Fatawa (17/20)
____
❈ ما فضل صيام الست من شوال؟
❉ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺃﻳﻮﺏ اﻷﻧﺼﺎﺭﻱ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ قال، ﺃﻥ رسول الله ﷺ قال:
*«ﻣﻦ ﺻﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺛﻢ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺳﺘﺎ ﻣﻦ ﺷﻮاﻝ، ﻛﺎﻥ ﻛﺼﻴﺎﻡ اﻟﺪﻫﺮ».*
❒ رواه ومسلم ٢٠٤ - (١١٦٤).
❉ قال ابن عثيمين:
صيام ستة أيام من شوال بعد صيام رمضان كصيام الدهر.
❒ الفتاوى ❪٢٠/١٧❫.
➖➖➖
Turut Mempublikasikan :
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
📜 Dari Abu Ayub Al Anshori -radhiallahu'anhu-, ia berkata: bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
🌗 "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian setelah itu diikuti puasa 6 hari di bulan Syawal, maka seperti puasa setahun."
📚 (H.R Muslim 204-1164)
💬 Ibnu Utsaimin -rahimahullah- berkata :
🌓 "Puasa 6 hari di bulan Syawwal setelah mengerjakan puasa Ramadhan seperti puasa selama 1 tahun."
📘 Al Fatawa (17/20)
____
❈ ما فضل صيام الست من شوال؟
❉ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺃﻳﻮﺏ اﻷﻧﺼﺎﺭﻱ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ قال، ﺃﻥ رسول الله ﷺ قال:
*«ﻣﻦ ﺻﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺛﻢ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﺳﺘﺎ ﻣﻦ ﺷﻮاﻝ، ﻛﺎﻥ ﻛﺼﻴﺎﻡ اﻟﺪﻫﺮ».*
❒ رواه ومسلم ٢٠٤ - (١١٦٤).
❉ قال ابن عثيمين:
صيام ستة أيام من شوال بعد صيام رمضان كصيام الدهر.
❒ الفتاوى ❪٢٠/١٧❫.
➖➖➖
Turut Mempublikasikan :
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
〰〰〰
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO]:
Berhati-Hati Dari Pengaruh Teman Yang Buruk
📢 Pemateri:
Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
🌎 Sumber:
https://forumsalafy.net/video-berhati-hati-dari-pengaruh-teman-yang-buruk/
Berhati-Hati Dari Pengaruh Teman Yang Buruk
📢 Pemateri:
Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah
🌎 Sumber:
https://forumsalafy.net/video-berhati-hati-dari-pengaruh-teman-yang-buruk/
🌘💎 APA HIKMAH PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWWAL? 💎🌒
💬 Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- berkata:
💎 "Puasa tersebut dimaksudkan untuk menyempurnakan amalan-amalan wajib, karena kedudukan puasa 6 hari di bulan Syawwal seperti shalat rawatib yang dikerjakan setelah shalat wajib untuk menyempurnakan kekurangan yang terdapat pada amalan wajib tersebut."
📘 Fatawa Nurun Alad Darb kaset (75)
____________
❈ مالحكمة من صيام الست من شوال؟
❉ قال ابن عثيمين:
لتُكمَّل بها الفرائض، فإن صيام ست من شوال بمنزلة الراتبة بالصلاة التي تكون بعدها ليكمل بها ما حصل من نقص في الفريضة.
❒ فتاوى نور على الدرب شريط ❪٧٥❫.
➖➖➖
Turut Mempublikasikan :
📲 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
💬 Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- berkata:
💎 "Puasa tersebut dimaksudkan untuk menyempurnakan amalan-amalan wajib, karena kedudukan puasa 6 hari di bulan Syawwal seperti shalat rawatib yang dikerjakan setelah shalat wajib untuk menyempurnakan kekurangan yang terdapat pada amalan wajib tersebut."
📘 Fatawa Nurun Alad Darb kaset (75)
____________
❈ مالحكمة من صيام الست من شوال؟
❉ قال ابن عثيمين:
لتُكمَّل بها الفرائض، فإن صيام ست من شوال بمنزلة الراتبة بالصلاة التي تكون بعدها ليكمل بها ما حصل من نقص في الفريضة.
❒ فتاوى نور على الدرب شريط ❪٧٥❫.
➖➖➖
Turut Mempublikasikan :
📲 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
💽 Rekaman Audio Khutbah IED
📆 Hari Ahad, 1 Syawwal 1441 H / 24 Mei 2020 M
🎙 Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafizhahullah
📙 SABAR DIKALA PANDEMI COVID 19
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
▫▫▫▫▫
💽 Unduh Audionya💽
💽 ⬇ 💽 ⬇ 💽 ⬇
📆 Hari Ahad, 1 Syawwal 1441 H / 24 Mei 2020 M
🎙 Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafizhahullah
📙 SABAR DIKALA PANDEMI COVID 19
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
▫▫▫▫▫
💽 Unduh Audionya💽
💽 ⬇ 💽 ⬇ 💽 ⬇
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📚 BERPIKIR DENGAN CERMAT SEBELUM MENUKIL ATAU SHARE
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia hanya berkata yang baik atau diam.” (HR. al-Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu)
📝 Imam asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan hadits di atas,
إِذَا أَرَادَ أَنْ يَتَكَلَّمَ فَلْيُفَكِّرْ؛ فَإِنْ ظَهَرَ لَهُ أَنَّهُ لَا ضَرَرَ عَلَيْهِ تَكَلَّمَ، إِنْ ظَهَرَ لَهُ فِيهِ ضَرَرٌ، أَوْ شَكَّ فِيهِ أَمْسَكَ
“(Makna hadits ini adalah) apabila seorang hamba ingin berbicara, hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Apabila telah tampak jelas baginya bahwa tidak ada kerugian/mudarat terhadap dirinya, baru dia mengatakannya. Namun, apabila tampak jelas baginya mudarat/efek negatif atau dia ragu (apakah menimbulkan mudarat atau tidak), hendaklah dia menahan diri (tidak menyampaikannya).” (Lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim Ibn al-Hajjaj, 1/222)
📝 An-Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits di atas,
وَهَذَا الْحَدِيثُ صَرِيحٌ فِي أَنَّهُ يَنْبَغِي أَنْ لاَ يَتَكَلَّمَ إِلاَّ إِذَا كَانَ الْكَلَامُ خَيْراً، وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَتْ مَصْلحَتُهُ، وَمَتَى شَكَّ فِي ظُهُورِ الْمَصْلَحَةِ، فَلَا يَتَكَلَّمُ
“Hadits ini mengandung dalil yang jelas/gamblang bahwa hendaklah seseorang tidak berbicara, kecuali apabila perkataan yang akan diucapkan adalah baik (yakni ketika tampak baginya maslahat perkataan tersebut).
Jika dia ragu, apakah perkataan yang akan dia ucapkan ada maslahatnya atau tidak, hendaklah dia menahan diri (tidak jadi berbicara).” (Riyadhush Shalihin pada keterangan hadits no. 1511)
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ
“Seorang hamba benar-benar mengucapkan sebuah kalimat, yang dia tidak memikirkannya terlebih dahulu, ternyata bisa membuatnya terlempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh daripada jarak antara barat dan timur.” (HR. al-Bukhari no. 6477, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu)
📝 An-Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits di atas,
وَمَعْنَى «يَتَبَيَّنُ» يَتَفَكَّرُ أَنَّهَا خَيْرٌ أَمْ لاَ.
“Makna يَتَبَيَّنُ adalah memikirkan perkataan yang akan diucapkan, apakah baik atau tidak.” (Riyadhush Shalihin pada keterangan hadits no. 1514)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/nasihat-untuk-menjaga-lisan-tulisan-pada-masa-wabah/
📲 https://t.me/asysyariah
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia hanya berkata yang baik atau diam.” (HR. al-Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu)
📝 Imam asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan hadits di atas,
إِذَا أَرَادَ أَنْ يَتَكَلَّمَ فَلْيُفَكِّرْ؛ فَإِنْ ظَهَرَ لَهُ أَنَّهُ لَا ضَرَرَ عَلَيْهِ تَكَلَّمَ، إِنْ ظَهَرَ لَهُ فِيهِ ضَرَرٌ، أَوْ شَكَّ فِيهِ أَمْسَكَ
“(Makna hadits ini adalah) apabila seorang hamba ingin berbicara, hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Apabila telah tampak jelas baginya bahwa tidak ada kerugian/mudarat terhadap dirinya, baru dia mengatakannya. Namun, apabila tampak jelas baginya mudarat/efek negatif atau dia ragu (apakah menimbulkan mudarat atau tidak), hendaklah dia menahan diri (tidak menyampaikannya).” (Lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim Ibn al-Hajjaj, 1/222)
📝 An-Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits di atas,
وَهَذَا الْحَدِيثُ صَرِيحٌ فِي أَنَّهُ يَنْبَغِي أَنْ لاَ يَتَكَلَّمَ إِلاَّ إِذَا كَانَ الْكَلَامُ خَيْراً، وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَتْ مَصْلحَتُهُ، وَمَتَى شَكَّ فِي ظُهُورِ الْمَصْلَحَةِ، فَلَا يَتَكَلَّمُ
“Hadits ini mengandung dalil yang jelas/gamblang bahwa hendaklah seseorang tidak berbicara, kecuali apabila perkataan yang akan diucapkan adalah baik (yakni ketika tampak baginya maslahat perkataan tersebut).
Jika dia ragu, apakah perkataan yang akan dia ucapkan ada maslahatnya atau tidak, hendaklah dia menahan diri (tidak jadi berbicara).” (Riyadhush Shalihin pada keterangan hadits no. 1511)
💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ
“Seorang hamba benar-benar mengucapkan sebuah kalimat, yang dia tidak memikirkannya terlebih dahulu, ternyata bisa membuatnya terlempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh daripada jarak antara barat dan timur.” (HR. al-Bukhari no. 6477, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu)
📝 An-Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits di atas,
وَمَعْنَى «يَتَبَيَّنُ» يَتَفَكَّرُ أَنَّهَا خَيْرٌ أَمْ لاَ.
“Makna يَتَبَيَّنُ adalah memikirkan perkataan yang akan diucapkan, apakah baik atau tidak.” (Riyadhush Shalihin pada keterangan hadits no. 1514)
🖥 Simak selengkapnya:
🌏 https://asysyariah.com/nasihat-untuk-menjaga-lisan-tulisan-pada-masa-wabah/
📲 https://t.me/asysyariah
📌 🤲 🌙 NASIHAT SYAIKH RABI' UNTUK KAUM MUSLIMIN IDUL FITRI 1441 H
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، أما بعد:
فإني أوصي نفسي وسائر المسلمين بتقوى الله تبارك وتعالى، والتمسك بكتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، والسير على منهج السلف الصالح، في العقائد والعبادات والمعاملات في كل سائر شؤون الحياة،
وأسأل الله أن يؤلف بين قلوبهم وأن يجمعهم على الحق وأن يبعد عنهم نزغ الشيطان وأن يكفيهم شر الفتن ما ظهر منها وما بطن، إن ربنا لسميع الدعاء.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.
(وأوصى الشيخ بتبليغ سلامه للجميع)
"Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi ALLAH dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga beliau, para sahabatnya dan orang yang mengikuti petunjuk beliau, adapun setelah itu,
Maka sesungguhnya aku mewasiatkan kepada diriku sendiri dan kaum muslimin agar bertakwa kepada ALLAH yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, agar berpegang teguh dengan al-Qur'an dan sunah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, berjalan di atas manhaj para pendahulu yang shalih dalam hal aqidah, ibadah dan muamalah dalam seluruh aspek kehidupan.
Dan aku memohon kepada ALLAH agar melembutkan hati-hati mereka dan menyatukan mereka di atas kebenaran, agar menjauhkan mereka dari gangguan setan, melindungi mereka dari kejelekan fitnah-fitnah yang nampak ataupun yang tersembunyi. Sesungguhnya Rabb kita Maha Mendengar doa.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah atas nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.
Kemudian Syaikh mewasiatkan untuk menyampaikan salam beliau untuk kita semua."
✍️ Rabee net
#nasehat #idulfitri #ulama #islam
▫️▫️▫️▫️▫️
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
➰➰➰➰➰➰➰
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، أما بعد:
فإني أوصي نفسي وسائر المسلمين بتقوى الله تبارك وتعالى، والتمسك بكتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، والسير على منهج السلف الصالح، في العقائد والعبادات والمعاملات في كل سائر شؤون الحياة،
وأسأل الله أن يؤلف بين قلوبهم وأن يجمعهم على الحق وأن يبعد عنهم نزغ الشيطان وأن يكفيهم شر الفتن ما ظهر منها وما بطن، إن ربنا لسميع الدعاء.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.
(وأوصى الشيخ بتبليغ سلامه للجميع)
"Dengan menyebut nama ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi ALLAH dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga beliau, para sahabatnya dan orang yang mengikuti petunjuk beliau, adapun setelah itu,
Maka sesungguhnya aku mewasiatkan kepada diriku sendiri dan kaum muslimin agar bertakwa kepada ALLAH yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, agar berpegang teguh dengan al-Qur'an dan sunah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, berjalan di atas manhaj para pendahulu yang shalih dalam hal aqidah, ibadah dan muamalah dalam seluruh aspek kehidupan.
Dan aku memohon kepada ALLAH agar melembutkan hati-hati mereka dan menyatukan mereka di atas kebenaran, agar menjauhkan mereka dari gangguan setan, melindungi mereka dari kejelekan fitnah-fitnah yang nampak ataupun yang tersembunyi. Sesungguhnya Rabb kita Maha Mendengar doa.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah atas nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.
Kemudian Syaikh mewasiatkan untuk menyampaikan salam beliau untuk kita semua."
✍️ Rabee net
#nasehat #idulfitri #ulama #islam
▫️▫️▫️▫️▫️
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
➰➰➰➰➰➰➰
🌸 IKHLAS DAN MUTABA'AH
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
❓ Pertanyaan:
Apa lawan dari keikhlasan dan mutaba'ah (sesuai tuntunan rasul ﷺ)?
🔑 Jawaban:
➡ Lawan dari ikhlas adalah kesyirikan
➡ Lawan dari mutaba'ah adalah kebid'ahan
📚 Asy Syarhul Mumti': 3/5
ما هو ضد الإخلاص؟ وما هو ضد المتابعة؟
● وضِدُّ الإِخلاصِ: الإِشراك.
● وضِدُّ المتابعةِ: البدعة.
📁 الشرح الممتع[3/5]
https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1204186546334662656
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Sumber :
@salafy_cirebon
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
❓ Pertanyaan:
Apa lawan dari keikhlasan dan mutaba'ah (sesuai tuntunan rasul ﷺ)?
🔑 Jawaban:
➡ Lawan dari ikhlas adalah kesyirikan
➡ Lawan dari mutaba'ah adalah kebid'ahan
📚 Asy Syarhul Mumti': 3/5
ما هو ضد الإخلاص؟ وما هو ضد المتابعة؟
● وضِدُّ الإِخلاصِ: الإِشراك.
● وضِدُّ المتابعةِ: البدعة.
📁 الشرح الممتع[3/5]
https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1204186546334662656
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Sumber :
@salafy_cirebon
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
Twitter
الشيخ ابن عثيمين
ما هو ضد الإخلاص؟ وما هو ضد المتابعة؟ ● وضِدُّ الإِخلاصِ: الإِشراك. ● وضِدُّ المتابعةِ: البدعة. الشرح الممتع[3/5]
🌸 IBADAH TANPA IKHLAS
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
❓ Pertanyaan:
Apakah ibadah tanpa keikhlasan akan diterima oleh Allah?
🔑 Jawaban:
Barang siapa (beribadah) sesuai tuntunan rasul, akan tetapi tanpa disertai keikhlasan, maka ibadahnya tidak sah.
Allah ta'ala berfirman di dalam hadits qudsi: (Aku tidak butuh terhadap sekutu-sekutu. Barang siapa melakukan suatu amalan yang padanya dia menyekutukan-Ku dengan selainku, niscaya akan Aku tinggalkan dia bersama sekutunya).
📚 Asy Syarhul Mumti': 3/5
هل تقبل العبادة بدون الإخلاص؟
من تابع الرسول بدون إخلاص لم تصح عبادته؛ قال الله في الحديث القدسي: «أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشركه»
📁 الشرح الممتع (3/5)
https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1204187116466401280
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
➰➰➰➰➰➰➰
Sumber :
@salafy_cirebon
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
❓ Pertanyaan:
Apakah ibadah tanpa keikhlasan akan diterima oleh Allah?
🔑 Jawaban:
Barang siapa (beribadah) sesuai tuntunan rasul, akan tetapi tanpa disertai keikhlasan, maka ibadahnya tidak sah.
Allah ta'ala berfirman di dalam hadits qudsi: (Aku tidak butuh terhadap sekutu-sekutu. Barang siapa melakukan suatu amalan yang padanya dia menyekutukan-Ku dengan selainku, niscaya akan Aku tinggalkan dia bersama sekutunya).
📚 Asy Syarhul Mumti': 3/5
هل تقبل العبادة بدون الإخلاص؟
من تابع الرسول بدون إخلاص لم تصح عبادته؛ قال الله في الحديث القدسي: «أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشركه»
📁 الشرح الممتع (3/5)
https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1204187116466401280
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Join Channel Telegram Salafy Palembang https://t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
➰➰➰➰➰➰➰
Sumber :
@salafy_cirebon
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
Twitter
الشيخ ابن عثيمين
هل تقبل العبادة بدون الإخلاص؟ من تابع الرسول بدون إخلاص لم تصح عبادته؛ قال الله في الحديث القدسي: «أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشركه» الشرح الممتع (3/5)