Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
Faedah Ringkas
🍽️🌱 Dari sisi manakah Sahur di katakan Barokah ?
🎙Di sampaikan Oleh :
Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifudin Hafizhahullah
Sumber:
WhatsApp Ilmu Syari
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🍽️🌱 Dari sisi manakah Sahur di katakan Barokah ?
🎙Di sampaikan Oleh :
Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifudin Hafizhahullah
Sumber:
WhatsApp Ilmu Syari
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📒 DOAKAN ORANG TUAMU SAAT SHALAT TARAWIH
Berkata Asy-Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah
Doamu untuk kedua orang tuamu saat shalat tahajud atau shalat tarawih lebih utama di bandingkan kamu menyembelih 10 ekor unta untuknya (atas namanya).
Liqo' Al-Bab Al-Maftuh 115
🇸🇦 Lihat teks arab ;
https://twitter.com/j_al3ilm/status/997826428879212544?s=09
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Berkata Asy-Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah
Doamu untuk kedua orang tuamu saat shalat tahajud atau shalat tarawih lebih utama di bandingkan kamu menyembelih 10 ekor unta untuknya (atas namanya).
Liqo' Al-Bab Al-Maftuh 115
🇸🇦 Lihat teks arab ;
https://twitter.com/j_al3ilm/status/997826428879212544?s=09
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
TARAWIH AKHIR MALAM DI MASA WABAH CORONA
Pertanyaan:
Bismillah tanya ustadz, dalam kondisi wabah Corona saat ini, kita sholat tarawih di mana ? Di rumah atau masjid ? Kalau di rumah mana yang lebih afdhol bagi kami, shalat tarawih di akhir malam atau langsung ba’da shalat Isya’ ?
Jawaban:
الحمد لله والصلاۃ و السلام علی رسول ﷲ
Terkait dengan shalat tarawih di masa wabah Corona, shalatlah tarawih di rumah masing masing, baik sendiri atau berjamaah bersama keluarga.
Taati perintah pemerintah, waliyyul Amr, ikutilah himbauan pemerintah untuk shalat di rumah dimasa wabah corona, dan ini termasuk udzur untuk tidak shalat berjamaah lima waktu di masjid, apalagi tarawih.
Terkait shalat tarawih di rumah, anda bisa melakukan dengan berjamaah atau sendiri, bisa di awal waktu setelah anda berjamaah shalat isya, atau di pertengahan malam atau di akhir malam. Semua pernah dilakukan oleh Rasululloh shalallahu’alaihi wasallam.
Tentu ini salah satu kemudahan dalam shalat malam, baik dari sisi waktunya; bisa awal, tengah atau akhir, dan dari sisi berjamaah atau sendiri.
Adapun mana yang paling afdhol di awal malam atau di akhir malam ?
Jika anda mampu untuk bangun di akhir malam dan melakukannya di sepertiga malam terakhir, maka inilah yang afdhol bagi anda dan keluarga anda. Setelah shalat isya berjamaah hendaknya anda tidur di awal waktu, untuk bangun di akhir malam.
Namun apabila anda khawatir tidak bisa shalat di akhir malam, maka shalatlah setelah isya, sebelum anda tidur bersama keluarga dan anak-anak anda.
Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam pernah berwasiat kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur. Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata:
أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام” متفق عليه.
Kekasihku (yakni Nabi) shollallohu’alaihi wasallam mewasiatkan tiga perkara kepadaku; berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat Dhuha dan agar aku shalat witir sebelum aku tidur (Muttafaqun ‘Alaihi).
Sebagian para ulama diantaranya Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahulloh mencoba menyebutkan alasan dibalik wasiat Nabi shallallahu’alaihi wasallam kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur, disebutkan karena Abu Hurairah telah menghabiskan awal waktunya dengan ilmu, mengulang-ulang hadits yang beliau hafalkan dari Nabi shollallohu’alaihi, oleh karenanya Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam berwasiat kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur.
Walhasil, shalat malam di awal waktu adalah bagi yang khawatir kesulitan bangun di akhir malam. Adapun bagi yang punya harapan untuk bangun di akhir malam, yang afdhol baginya adalah shalat di akhir malam sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut,
فعن جابر رضي الله عنه قال: قال رسول الله عليه وسلم: (من خاف أن لا يقوم آخر الليل فليوتر أوله، ومن طمع أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل، فإن صلاة آخر الليل مشهودة، وذلك أفضل) رواه مسلم.
Dari shahabat Jabir Radhiyallahu’anhu: Rosululloh shalallahu’alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa khawatir tidak bangun di akhir malam maka shalat witirlah di awal malam, dan siapa yang berharap bangun di akhir malam maka shalat witirlah di akhirnya, karena shalat di akhir malam dipersaksikan, dan itu lebih afdhol (utama).
(HR. Muslim)
Semoga Alloh Ta’ala memudahkan kita semua untuk mengisi bulan Ramadhan dengan amalan sholih. Perbanyaklah doa agar Alloh selamatkan kaum muslimin dari segala kejelekan, di dunia dan di akhirat.
Simber:
https://problematikaumat.com/tarawih-akhir-malam-di-masa-wabah-corona/
@Tholibul Ilmi Cikarang ( TIC ) http://t.me/tholibulilmicikarang simak siaran online kami di www.almuwahhidiin.com/player
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Pertanyaan:
Bismillah tanya ustadz, dalam kondisi wabah Corona saat ini, kita sholat tarawih di mana ? Di rumah atau masjid ? Kalau di rumah mana yang lebih afdhol bagi kami, shalat tarawih di akhir malam atau langsung ba’da shalat Isya’ ?
Jawaban:
الحمد لله والصلاۃ و السلام علی رسول ﷲ
Terkait dengan shalat tarawih di masa wabah Corona, shalatlah tarawih di rumah masing masing, baik sendiri atau berjamaah bersama keluarga.
Taati perintah pemerintah, waliyyul Amr, ikutilah himbauan pemerintah untuk shalat di rumah dimasa wabah corona, dan ini termasuk udzur untuk tidak shalat berjamaah lima waktu di masjid, apalagi tarawih.
Terkait shalat tarawih di rumah, anda bisa melakukan dengan berjamaah atau sendiri, bisa di awal waktu setelah anda berjamaah shalat isya, atau di pertengahan malam atau di akhir malam. Semua pernah dilakukan oleh Rasululloh shalallahu’alaihi wasallam.
Tentu ini salah satu kemudahan dalam shalat malam, baik dari sisi waktunya; bisa awal, tengah atau akhir, dan dari sisi berjamaah atau sendiri.
Adapun mana yang paling afdhol di awal malam atau di akhir malam ?
Jika anda mampu untuk bangun di akhir malam dan melakukannya di sepertiga malam terakhir, maka inilah yang afdhol bagi anda dan keluarga anda. Setelah shalat isya berjamaah hendaknya anda tidur di awal waktu, untuk bangun di akhir malam.
Namun apabila anda khawatir tidak bisa shalat di akhir malam, maka shalatlah setelah isya, sebelum anda tidur bersama keluarga dan anak-anak anda.
Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam pernah berwasiat kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur. Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata:
أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام” متفق عليه.
Kekasihku (yakni Nabi) shollallohu’alaihi wasallam mewasiatkan tiga perkara kepadaku; berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat Dhuha dan agar aku shalat witir sebelum aku tidur (Muttafaqun ‘Alaihi).
Sebagian para ulama diantaranya Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahulloh mencoba menyebutkan alasan dibalik wasiat Nabi shallallahu’alaihi wasallam kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur, disebutkan karena Abu Hurairah telah menghabiskan awal waktunya dengan ilmu, mengulang-ulang hadits yang beliau hafalkan dari Nabi shollallohu’alaihi, oleh karenanya Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam berwasiat kepada Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur.
Walhasil, shalat malam di awal waktu adalah bagi yang khawatir kesulitan bangun di akhir malam. Adapun bagi yang punya harapan untuk bangun di akhir malam, yang afdhol baginya adalah shalat di akhir malam sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut,
فعن جابر رضي الله عنه قال: قال رسول الله عليه وسلم: (من خاف أن لا يقوم آخر الليل فليوتر أوله، ومن طمع أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل، فإن صلاة آخر الليل مشهودة، وذلك أفضل) رواه مسلم.
Dari shahabat Jabir Radhiyallahu’anhu: Rosululloh shalallahu’alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa khawatir tidak bangun di akhir malam maka shalat witirlah di awal malam, dan siapa yang berharap bangun di akhir malam maka shalat witirlah di akhirnya, karena shalat di akhir malam dipersaksikan, dan itu lebih afdhol (utama).
(HR. Muslim)
Semoga Alloh Ta’ala memudahkan kita semua untuk mengisi bulan Ramadhan dengan amalan sholih. Perbanyaklah doa agar Alloh selamatkan kaum muslimin dari segala kejelekan, di dunia dan di akhirat.
Simber:
https://problematikaumat.com/tarawih-akhir-malam-di-masa-wabah-corona/
@Tholibul Ilmi Cikarang ( TIC ) http://t.me/tholibulilmicikarang simak siaran online kami di www.almuwahhidiin.com/player
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
🚇 PEMBATAL-PEMBATAL PUASA YANG PALING BANYAK DITANYAKAN TENTANG (HUKUM) NYA
1. SUPPOSITORIA (OBAT BERBENTUK PELURU YANG DIMASUKKAN KE DALAM ANUS ATAU YANG SEMISALNYA).
Tidak membatalkan puasa. [Menurut pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.]
2. TETES MATA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh].
3. CELAK
Tidak membatalkan puasa
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin].
4. TETES TELINGA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh]
5. TETES HIDUNG
✋🏽Jika sampai masuk ke lambung maka membatalkan puasa.[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
📝 Adapun asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung TIDAK BOLEH bagi orang yang berpuasa. Dan barangsiapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya, maka wajib baginya untuk mengqodho'
(yakni batal puasanya).
6. SPRAYER (SEMPROT) ASMA.
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh].
7. SUNTIKAN NUTRISI
✋🏽Membatalkan puasa. 👉🏽Adapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
8. SUNTIK PENICILLIN
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
9. SUNTIKAN INSULIN BAGI PENDERITA DIABETES
Tidak membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah].
10. SUNTIK BIUS (ANAESTESI) PADA GIGI, MENAMBAL DAN MEMBERSIHKANNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh].
11. MENGHIRUP BUKHUR (ASAP GAHARU) DENGAN SENGAJA DALAM KEADAAN TAHU
✋🏽Membatalkan puasa.
)*Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka TIDAK membatalkan. [asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
12. MEMAKAI MINYAK WANGI DAN MENGHIRUPNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
13. PELEMBAB BIBIR
Tidak membatalkan puasa,
👉 Dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
14. MAKE-UP
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
15. MUNTAH DENGAN SENGAJA
✋🏽Membatalkan puasa.
)*Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
16. EPISTAKSIS (MIMISAN), CABUT GERAHAM DISERTAI KELUARNYA DARAH
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
17. DIAMBIL DARAH UNTUK DIPERIKSA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
18. IHTILAM (MIMPI BASAH)
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
19. BERENANG DAN MENYELAM
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
20. OBAT KUMUR (SEMISAL LISTERINE)
Tidak membatalkan puasa.
👉🏽Dengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya.[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
21. SIWAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
22. PASTA GIGI (GOSOK GIGI)
Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai Ke lambung.
👉🏽(Akan tetapi) yang lebih baik utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.
23. MENELAN DAHAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
👉🏽adapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (النخامة) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).
24. MENCICIPI MAKANAN
Tidak membatalkan puasa,
👉🏽 akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.
25. KOYO NIKOTIN
✋🏽Membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah]
1. SUPPOSITORIA (OBAT BERBENTUK PELURU YANG DIMASUKKAN KE DALAM ANUS ATAU YANG SEMISALNYA).
Tidak membatalkan puasa. [Menurut pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.]
2. TETES MATA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh].
3. CELAK
Tidak membatalkan puasa
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin].
4. TETES TELINGA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh]
5. TETES HIDUNG
✋🏽Jika sampai masuk ke lambung maka membatalkan puasa.[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
📝 Adapun asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung TIDAK BOLEH bagi orang yang berpuasa. Dan barangsiapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya, maka wajib baginya untuk mengqodho'
(yakni batal puasanya).
6. SPRAYER (SEMPROT) ASMA.
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh].
7. SUNTIKAN NUTRISI
✋🏽Membatalkan puasa. 👉🏽Adapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
8. SUNTIK PENICILLIN
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
9. SUNTIKAN INSULIN BAGI PENDERITA DIABETES
Tidak membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah].
10. SUNTIK BIUS (ANAESTESI) PADA GIGI, MENAMBAL DAN MEMBERSIHKANNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh].
11. MENGHIRUP BUKHUR (ASAP GAHARU) DENGAN SENGAJA DALAM KEADAAN TAHU
✋🏽Membatalkan puasa.
)*Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka TIDAK membatalkan. [asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
12. MEMAKAI MINYAK WANGI DAN MENGHIRUPNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
13. PELEMBAB BIBIR
Tidak membatalkan puasa,
👉 Dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
14. MAKE-UP
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
15. MUNTAH DENGAN SENGAJA
✋🏽Membatalkan puasa.
)*Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
16. EPISTAKSIS (MIMISAN), CABUT GERAHAM DISERTAI KELUARNYA DARAH
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
17. DIAMBIL DARAH UNTUK DIPERIKSA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
18. IHTILAM (MIMPI BASAH)
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
19. BERENANG DAN MENYELAM
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
20. OBAT KUMUR (SEMISAL LISTERINE)
Tidak membatalkan puasa.
👉🏽Dengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya.[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
21. SIWAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].
22. PASTA GIGI (GOSOK GIGI)
Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai Ke lambung.
👉🏽(Akan tetapi) yang lebih baik utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.
23. MENELAN DAHAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
👉🏽adapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (النخامة) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).
24. MENCICIPI MAKANAN
Tidak membatalkan puasa,
👉🏽 akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.
25. KOYO NIKOTIN
✋🏽Membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah]
✍🏽 Alih Bahasa : Al-Ustadz Syafi'i al Idrus Hafizhohulloh
📇 Dari kitab
"Tanbiihaat Syahri Ramadhon"
Faidah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan
Sumber:
Forum Ahlussunnah Ngawi
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📇 Dari kitab
"Tanbiihaat Syahri Ramadhon"
Faidah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan
Sumber:
Forum Ahlussunnah Ngawi
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🏹🎯 MELATIH ANAK-ANAK UNTUK PUASA IALAH KEBIASAAN PARA SAHABAT NABI
Sebelum puasa Ramadhan diwajibkan, puasa yang wajib atas umat Islam adalah puasa Asyura (10 al-Muharram). Pada waktu informasi diwajibkannya puasa Asyura sampai kepada para sahabat, Rubayyi' bintu Mu'awwidz radhiyallahu 'anha mengatakan,
فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الْإِفْطَارِ
"Maka kami pun berpuasa dan kami mengajak anak-anak untuk juga berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan maka kami berikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka." HR. Al-Bukhari (1960) dan Muslim (1136)
Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Sebelum puasa Ramadhan diwajibkan, puasa yang wajib atas umat Islam adalah puasa Asyura (10 al-Muharram). Pada waktu informasi diwajibkannya puasa Asyura sampai kepada para sahabat, Rubayyi' bintu Mu'awwidz radhiyallahu 'anha mengatakan,
فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الْإِفْطَارِ
"Maka kami pun berpuasa dan kami mengajak anak-anak untuk juga berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan maka kami berikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka." HR. Al-Bukhari (1960) dan Muslim (1136)
Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📊📉 USIA BERAPA ANAK MULAI DILATIH UNTUK PUASA?
Tidak ada batasan usia tertentu sebagaimana yang diterangkan oleh Asy-Syaikh al-Utsaimin di atas. Intinya saat dia mulai sanggup untuk menjalani puasa maka mulai dibiasakan, satu anak dengan anak lain berbeda-beda, ada yang sanggup di usia 6 tahun, ada yang 7 tahun, dan ada juga yang lebih dari usia ini.
Urwah bin Zubair ialah salah satu dari 7 pakar fikih kota Madinah. Diceritakan oleh putra beliau, Hisyam,
كَانَ أَبِي يَأْمُرُ الصِّبْيَانَ بِالصَّلَاةِ إِذَا عَقَلُوهَا، وَالصِّيَامِ إِذَا أَطَاقُوهُ
"Ayahku menyuruh anak-anak shalat ketika mereka mengerti tentang shalat dan beliau memerintah mereka berpuasa ketika sudah mampu." SANADNYA SHAHIH- (Mushannaf Abdurrozzaq, 7293)
▪️ Shahih dari Ibnu Sirin, az-Zuhri, dan Qatadah, bahwa mereka berkata,
يُؤْمَرُ الصَّبِيُّ بِالصَّلَاةِ إِذَا عَرَفَ يَمِينَهُ مِنْ شِمَالْهِ، وَبِالصَّوْمِ إِذَا أَطَاقَهُ
"Anak kecil mulai disuruh shalat ketika sudah bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri serta diperintah untuk puasa bila dia sudah sanggup." (Mushannaf Abdurrozzaq, 7290-7292)
Karena mereka belum wajib berpuasa jadi ketika mereka sangat kehausan atau dikhawatirkan mereka sakit maka tidak masalah bila puasanya dibatalkan. Tidak ada bedanya dalam hal ini antara anak laki-laki atau perempuan.
▪️ Asy-Syaikh al-Utsaimin berkata,
إذا كان صغيراً لم يبلغ فإنه لا يلزمه الصوم ، ولكن إذا كان يستطيعه دون مشقة فإنه يؤمر به ، وكان الصحابة رضي الله عنهم يُصوِّمون أولادهم ، حتى إن الصغير منهم ليبكي فيعطونه اللعب يتلهى بها ، ولكن إذا ثبت أن هذا يضره فإنه يمنع منه
"Anak kecil yang belum baligh tidak wajib berpuasa. Namun jika dia sudah bisa puasa dengan tanpa kesulitan; maka saat itu dia mulai diperintah. Dan dahulu para sahabat, mereka biasa melatih anak-anaknya puasa saat masih kecil. Bahkan di antara anak-anak mereka ada yang sampai menangis, lalu diberi mainan [ agar pikirannya teralihkan ] . Tapi jika dilatih puasa itu bakal membahayakan kondisi anak maka jangan." (Majmu' Fatawa wa Rasa'il, XIX/83)
Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Tidak ada batasan usia tertentu sebagaimana yang diterangkan oleh Asy-Syaikh al-Utsaimin di atas. Intinya saat dia mulai sanggup untuk menjalani puasa maka mulai dibiasakan, satu anak dengan anak lain berbeda-beda, ada yang sanggup di usia 6 tahun, ada yang 7 tahun, dan ada juga yang lebih dari usia ini.
Urwah bin Zubair ialah salah satu dari 7 pakar fikih kota Madinah. Diceritakan oleh putra beliau, Hisyam,
كَانَ أَبِي يَأْمُرُ الصِّبْيَانَ بِالصَّلَاةِ إِذَا عَقَلُوهَا، وَالصِّيَامِ إِذَا أَطَاقُوهُ
"Ayahku menyuruh anak-anak shalat ketika mereka mengerti tentang shalat dan beliau memerintah mereka berpuasa ketika sudah mampu." SANADNYA SHAHIH- (Mushannaf Abdurrozzaq, 7293)
▪️ Shahih dari Ibnu Sirin, az-Zuhri, dan Qatadah, bahwa mereka berkata,
يُؤْمَرُ الصَّبِيُّ بِالصَّلَاةِ إِذَا عَرَفَ يَمِينَهُ مِنْ شِمَالْهِ، وَبِالصَّوْمِ إِذَا أَطَاقَهُ
"Anak kecil mulai disuruh shalat ketika sudah bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri serta diperintah untuk puasa bila dia sudah sanggup." (Mushannaf Abdurrozzaq, 7290-7292)
Karena mereka belum wajib berpuasa jadi ketika mereka sangat kehausan atau dikhawatirkan mereka sakit maka tidak masalah bila puasanya dibatalkan. Tidak ada bedanya dalam hal ini antara anak laki-laki atau perempuan.
▪️ Asy-Syaikh al-Utsaimin berkata,
إذا كان صغيراً لم يبلغ فإنه لا يلزمه الصوم ، ولكن إذا كان يستطيعه دون مشقة فإنه يؤمر به ، وكان الصحابة رضي الله عنهم يُصوِّمون أولادهم ، حتى إن الصغير منهم ليبكي فيعطونه اللعب يتلهى بها ، ولكن إذا ثبت أن هذا يضره فإنه يمنع منه
"Anak kecil yang belum baligh tidak wajib berpuasa. Namun jika dia sudah bisa puasa dengan tanpa kesulitan; maka saat itu dia mulai diperintah. Dan dahulu para sahabat, mereka biasa melatih anak-anaknya puasa saat masih kecil. Bahkan di antara anak-anak mereka ada yang sampai menangis, lalu diberi mainan [ agar pikirannya teralihkan ] . Tapi jika dilatih puasa itu bakal membahayakan kondisi anak maka jangan." (Majmu' Fatawa wa Rasa'il, XIX/83)
Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌙🍽BOLEHKAH TIDAK PUASA RAMADHAN KARENA PEKERJAAN
📑Ulama Lajnah Daimah berkata,
" لا يجوز للمكلف أن يفطر في نهار رمضان لمجرد كونه عاملا ، لكن إن لحق به مشقة عظيمة اضطرته إلى الإفطار في أثناء النهار فإنه يفطر بما يدفع المشقة ثم يمسك إلى الغروب ويفطر مع الناس ويقضي ذلك اليوم الذي أفطره."
"Tidak boleh bagi seorang mukallaf (telah mendapat beban syariat) tidak berpuasa di siang hari Ramadhan hanya karena ia sebagai pekerja, akan tetapi ketika ia mengalami kesulitan yang berat, sehingga mengharuskan berbuka di siang Ramadhan, maka hendaknya ia membatalkan puasanya untuk menghilangkan kesulitan yang dialaminya, setelah itu dia menahan diri sampai matahari terbenam lalu ia berbuka bersama manusia. Tetapi dia wajib mengqadha puasanya pada hari itu di hari lain”.
💎Al Lajnah ad Daimah Lilbuhutsil Ilmiyyah wal Ifta' 233/10
Sumber:
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📑Ulama Lajnah Daimah berkata,
" لا يجوز للمكلف أن يفطر في نهار رمضان لمجرد كونه عاملا ، لكن إن لحق به مشقة عظيمة اضطرته إلى الإفطار في أثناء النهار فإنه يفطر بما يدفع المشقة ثم يمسك إلى الغروب ويفطر مع الناس ويقضي ذلك اليوم الذي أفطره."
"Tidak boleh bagi seorang mukallaf (telah mendapat beban syariat) tidak berpuasa di siang hari Ramadhan hanya karena ia sebagai pekerja, akan tetapi ketika ia mengalami kesulitan yang berat, sehingga mengharuskan berbuka di siang Ramadhan, maka hendaknya ia membatalkan puasanya untuk menghilangkan kesulitan yang dialaminya, setelah itu dia menahan diri sampai matahari terbenam lalu ia berbuka bersama manusia. Tetapi dia wajib mengqadha puasanya pada hari itu di hari lain”.
💎Al Lajnah ad Daimah Lilbuhutsil Ilmiyyah wal Ifta' 233/10
Sumber:
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🍂 KEBAIKAN DOAMU ADA PADA PILIHAN ALLAH
🍇 Al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:
Bila engkau terjatuh dalam cobaan yang sangat sulit untuk melepaskan diri darinya, maka tak ada jalan lain untukmu kecuali berdoa dan meminta perlindungan Allah setelah engkau mendahuluinya dengan taubat dari dosa. Karena kesalahan itu memang mendatangkan hukuman. Bila kesalahan telah hilang dengan taubat dari dosa, maka penyebab datangnya cobaan pun menjadi hilang.
Bila engkau telah bertaubat dan berdoa tapi belum juga melihat ada tanda dikabulkan, maka periksalah dirimu.Mungkin saja taubatmu tidaklah benar, karena itu luruskanlah taubatmu, kemudian berdoalah.
Jangan jemu untuk berdoa, karena mungkin saja kemaslahatanmu ada pada ditundanya pengabulan doamu, atau mungkin bisa juga maslahatmu bukan pada dikabulkannya doamu tersebut. Engkaupun akan mendapat pahala dan diberi apa-apa yang bermanfaat untukmu. Di antara manfaat untukmu adalah manakala engkau tidak diberi apa yang engkau minta, namun diberi ganti dengan lainnya.
Dan manakala Iblis datang menggodamu: "Berapa banyak kamu harus berdoa padaNya sedangkan hasilnya tak pernah kau rasa?"
Maka tepislah godaan itu dengan berkata: "Aku adalah orang yang yakin dengan terkabulnya doa,kalaulah tidak dijawab sekarang pasti tetap akan dikabulkan oleh Allah di waktu yang lain dengan berbagai maslahat.Doaku akan dibalas di waktu yang tepat.Kalaupun belum terkabul di dunia,setidaknya aku sudah mengerjakan suatu ibadah dan memurnikan ketundukan padaNya."
قال ابن الجوزي :
إذا وَقَعْتَ في مِحنة يَصعب الخلاص منها ، فليس لك إلاَّ الدعـاء واللجأ إلى الله بعد أن تُقدّم التوبة من الذنوب ، فإن الزلل يُوجب العقوبة ، فإذا زال الزلل بالتوبة من الذنوب ارتفع السبب ، فإذا تُبتَ ودعوتَ ، ولم ترَ للإجابة أثراً فتفقّد أمرك ، فربما كانت التوبة ما صحّت فصححها ، ثم ادعُ ، ولا تملَّ من الدعاء ، فربما كانت المصلحة في تأخير الإجابة ، وربـما لم تكن المصلحة في الإجـابة ، فأنت تُثاب وتُجاب إلى منافعك ، ومن منافعك أن لا تُعطى ما طلبت بل تُعوّض غيره ، فإذا جاء إبليس فقال : كم تدعوه ولا ترى إجابة ؟ فقل : أنا أتعبّد بالدعاء ، وأنا مُوقِن أن الجواب حاصل ، غير أنه ربما كان تأخيره لبعض المصالح فهو يجيء في وقت مناسب ، ولو لم يحصل حصل التعبد و التذلل.
صيد الخاطر ٣٤٣ ::
Sumber:
WA AN NASHOOIH AS SALAFIYYAH
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🍇 Al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:
Bila engkau terjatuh dalam cobaan yang sangat sulit untuk melepaskan diri darinya, maka tak ada jalan lain untukmu kecuali berdoa dan meminta perlindungan Allah setelah engkau mendahuluinya dengan taubat dari dosa. Karena kesalahan itu memang mendatangkan hukuman. Bila kesalahan telah hilang dengan taubat dari dosa, maka penyebab datangnya cobaan pun menjadi hilang.
Bila engkau telah bertaubat dan berdoa tapi belum juga melihat ada tanda dikabulkan, maka periksalah dirimu.Mungkin saja taubatmu tidaklah benar, karena itu luruskanlah taubatmu, kemudian berdoalah.
Jangan jemu untuk berdoa, karena mungkin saja kemaslahatanmu ada pada ditundanya pengabulan doamu, atau mungkin bisa juga maslahatmu bukan pada dikabulkannya doamu tersebut. Engkaupun akan mendapat pahala dan diberi apa-apa yang bermanfaat untukmu. Di antara manfaat untukmu adalah manakala engkau tidak diberi apa yang engkau minta, namun diberi ganti dengan lainnya.
Dan manakala Iblis datang menggodamu: "Berapa banyak kamu harus berdoa padaNya sedangkan hasilnya tak pernah kau rasa?"
Maka tepislah godaan itu dengan berkata: "Aku adalah orang yang yakin dengan terkabulnya doa,kalaulah tidak dijawab sekarang pasti tetap akan dikabulkan oleh Allah di waktu yang lain dengan berbagai maslahat.Doaku akan dibalas di waktu yang tepat.Kalaupun belum terkabul di dunia,setidaknya aku sudah mengerjakan suatu ibadah dan memurnikan ketundukan padaNya."
قال ابن الجوزي :
إذا وَقَعْتَ في مِحنة يَصعب الخلاص منها ، فليس لك إلاَّ الدعـاء واللجأ إلى الله بعد أن تُقدّم التوبة من الذنوب ، فإن الزلل يُوجب العقوبة ، فإذا زال الزلل بالتوبة من الذنوب ارتفع السبب ، فإذا تُبتَ ودعوتَ ، ولم ترَ للإجابة أثراً فتفقّد أمرك ، فربما كانت التوبة ما صحّت فصححها ، ثم ادعُ ، ولا تملَّ من الدعاء ، فربما كانت المصلحة في تأخير الإجابة ، وربـما لم تكن المصلحة في الإجـابة ، فأنت تُثاب وتُجاب إلى منافعك ، ومن منافعك أن لا تُعطى ما طلبت بل تُعوّض غيره ، فإذا جاء إبليس فقال : كم تدعوه ولا ترى إجابة ؟ فقل : أنا أتعبّد بالدعاء ، وأنا مُوقِن أن الجواب حاصل ، غير أنه ربما كان تأخيره لبعض المصالح فهو يجيء في وقت مناسب ، ولو لم يحصل حصل التعبد و التذلل.
صيد الخاطر ٣٤٣ ::
Sumber:
WA AN NASHOOIH AS SALAFIYYAH
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
ISTRI DAN IBU YANG TERSIBUKKAN DI BULAN RAMADHAN DENGAN MEMASAK MAKANAN, APAKAH MENDAPAT PAHALA?
Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Seorang saudari bertanya tentang wanita muslimah yang menghabiskan mayoritas waktunya di dapur karena sibuk mempersiapkan berbagai jenis makanan, sehingga luput atasnya memanfaatkan kesempatan baik waktu bulan Ramadhan wahai Syaikh, apa arahan Anda untuknya? Apakah dia mendapat pahala dalam menyiapkan makanan ini?
Jawaban:
Ya, dia mendapat pahala dalam hal ini karena dia menyiapkan makanan untuk orang yang puasa dan ini termasuk tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketakwaan, sehingga dia mendapat pahala dalam hal ini. Namun memasak dan pekerjaan rumah tangganya ini tidak menghalanginya untuk bertasbih, bertahlil, bertakbir, dan membaca apa yang dia hafal dari al-Qur'an.
Jadi janganlah kegiatan memasaknya ini menghalanginya dari berdzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla.
Sumber:
Join channel:
@anNajiyahBali
Http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
الزوجة والأم التي تنشغل في رمضان بطبخ الفطور هل تؤجر ؟؟
للعلامه صالح بن فوزان الفوزان - حفظه الله -
...............
الاخت تقول تقضي المرأة المسلمة غالباً كثير من الوقت في المطبخ مشغولة بإعداد الانواع من الأطعمة فيفوت عليها إغتنام اوقات الشهر ياشيخ ، هل من توجيه لها ؟ وهل تؤجر في إعداد هذه الاطعمة ؟
- نعم هي مؤجورة في هذا ، لأنها تعد الطعام للصائمين وهذا من التعاون على البر والتقوى ، فهي مؤجورةٌ في هذا ولا يمنعها الطبخ والعمل من التسبيح والتهليل والتكبير وتلاوة ماتحفظه من القران لا يمنعها هذا الطبخ من ذكر الله - عز وجل - .
صوتي ..
http://www.ajurry.com/vb/attachment....3&d=1402605618
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Seorang saudari bertanya tentang wanita muslimah yang menghabiskan mayoritas waktunya di dapur karena sibuk mempersiapkan berbagai jenis makanan, sehingga luput atasnya memanfaatkan kesempatan baik waktu bulan Ramadhan wahai Syaikh, apa arahan Anda untuknya? Apakah dia mendapat pahala dalam menyiapkan makanan ini?
Jawaban:
Ya, dia mendapat pahala dalam hal ini karena dia menyiapkan makanan untuk orang yang puasa dan ini termasuk tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketakwaan, sehingga dia mendapat pahala dalam hal ini. Namun memasak dan pekerjaan rumah tangganya ini tidak menghalanginya untuk bertasbih, bertahlil, bertakbir, dan membaca apa yang dia hafal dari al-Qur'an.
Jadi janganlah kegiatan memasaknya ini menghalanginya dari berdzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla.
Sumber:
Join channel:
@anNajiyahBali
Http://bit.ly/Al-Ukhuwwah
الزوجة والأم التي تنشغل في رمضان بطبخ الفطور هل تؤجر ؟؟
للعلامه صالح بن فوزان الفوزان - حفظه الله -
...............
الاخت تقول تقضي المرأة المسلمة غالباً كثير من الوقت في المطبخ مشغولة بإعداد الانواع من الأطعمة فيفوت عليها إغتنام اوقات الشهر ياشيخ ، هل من توجيه لها ؟ وهل تؤجر في إعداد هذه الاطعمة ؟
- نعم هي مؤجورة في هذا ، لأنها تعد الطعام للصائمين وهذا من التعاون على البر والتقوى ، فهي مؤجورةٌ في هذا ولا يمنعها الطبخ والعمل من التسبيح والتهليل والتكبير وتلاوة ماتحفظه من القران لا يمنعها هذا الطبخ من ذكر الله - عز وجل - .
صوتي ..
http://www.ajurry.com/vb/attachment....3&d=1402605618
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Indonesia
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Berpuasa di Dasari Keimanan
✍🏻 Pemateri: Al-Ustadz Qomar Su'aidi lc hafizhahullah
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-berpuasa-di-dasari-keimanan/
✍🏻 Pemateri: Al-Ustadz Qomar Su'aidi lc hafizhahullah
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-berpuasa-di-dasari-keimanan/
🌙✔️BULAN RAMADHAN ADALAH BULAN PERLOMBAAN UNTUK BERAMAL
◻Berkata al-Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullahu:
"Sesungguhnya Allah menjadikan bulan Ramadhan, sebagai ajang untuk perlombaan dalam beramal bagi hamba-hamba-Nya.
Yang mereka saling berlomba dalam ketaatan kepada Allah untuk mendapatkan ridho-Nya.
Maka ada sekelompok orang yang mereka berlomba, maka mereka pun mendapatkan keberuntungan.
Dan ada juga sekelompok yang lain, yang mereka tertinggal, maka merekapun merugi.
Maka sungguh aneh, seorang yang banyak bermain, banyak tertawa pada hari dimana orang yang berbuat baik akan mendapatkan keberuntungan.
Sementara akan merugi seorang yang merusak amalannya."
📚Lathaiful Ma'arif hal. 209-210.
🔘 شهـر رمـضان مـضمار سبـاق
✍ قـال الحـسن البـصري -رحـمه الله-:
" إن الله جــعل شـهر رمـضان مضـماراً لخـلقه يستـبقون فيه بـطاعـته إلى مرضـاته
❍ فــسبق قــوم فــفازوا
❍ وتخـلف آخـرون فخـابوا
☜ فـالعـجب من اللاعـب الضـاحك في اليـوم الـذي يـفوز فيه المحـسنون ويخـسر فيه المـبطلـون."
📄•|[ لـطائـف المـعارف (٢٠٩-٢١٠) ]|•
Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
◻Berkata al-Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullahu:
"Sesungguhnya Allah menjadikan bulan Ramadhan, sebagai ajang untuk perlombaan dalam beramal bagi hamba-hamba-Nya.
Yang mereka saling berlomba dalam ketaatan kepada Allah untuk mendapatkan ridho-Nya.
Maka ada sekelompok orang yang mereka berlomba, maka mereka pun mendapatkan keberuntungan.
Dan ada juga sekelompok yang lain, yang mereka tertinggal, maka merekapun merugi.
Maka sungguh aneh, seorang yang banyak bermain, banyak tertawa pada hari dimana orang yang berbuat baik akan mendapatkan keberuntungan.
Sementara akan merugi seorang yang merusak amalannya."
📚Lathaiful Ma'arif hal. 209-210.
🔘 شهـر رمـضان مـضمار سبـاق
✍ قـال الحـسن البـصري -رحـمه الله-:
" إن الله جــعل شـهر رمـضان مضـماراً لخـلقه يستـبقون فيه بـطاعـته إلى مرضـاته
❍ فــسبق قــوم فــفازوا
❍ وتخـلف آخـرون فخـابوا
☜ فـالعـجب من اللاعـب الضـاحك في اليـوم الـذي يـفوز فيه المحـسنون ويخـسر فيه المـبطلـون."
📄•|[ لـطائـف المـعارف (٢٠٩-٢١٠) ]|•
Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🏷️📋PDF:
10 KESALAHAN DI MASA WABAH COVID-19
↪️Disertai pula:
5 Kaidah Penting Dalam Menyikapi Wabah Covid-19.
✒️Ditulis oleh:
Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin as-Sidawy حفظه الله تعالى.
📥📥📥
10 KESALAHAN DI MASA WABAH COVID-19
↪️Disertai pula:
5 Kaidah Penting Dalam Menyikapi Wabah Covid-19.
✒️Ditulis oleh:
Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin as-Sidawy حفظه الله تعالى.
📥📥📥
✋🏻📢✅🌹 SABAR KUNCI KEBERHASILAN
Sabar dalam agama ini kedudukannya seperti kepala bagi tubuh. Apabila kepala itu hilang, mungkinkah seseorang itu hidup?!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Tidaklah seorang diberi (oleh Allah subhanahu wa ta’ala ) sebuah pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (Muttafaqun ‘alaih)
Sabar dengan tiga macamnya yait bersabar menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, bersabar meninggalkan larangan Allah subhanahu wa ta’ala, serta bersabar menghadapi musibah dan cobaan merupakan kunci kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat.
Allah subhanahu wa ta’ala telah memberi janji-janji yang mulia bagi orang yang bersabar. Di antara janji tersebut ialah orang yang sabar akan dibantu dalam segala urusannya, Allah subhanahu wa ta’ala mencintainya, mengokohkan hati dan kakinya, memberikan ketenteraman, memudahkannya untuk berbuat ketaatan, dijaga dari dosa, ditinggikan derajatnya dan beragam janji mulia dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Bahkan, derajat kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan kepemimpinan dalam agama didapat dengan kesabaran, sebagaimana firman-Nya subhanahu wa ta’ala,
وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ أَئِمَّةٗ يَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا لَمَّا صَبَرُواْۖ وَكَانُواْ بَِٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ ٢٤
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (as-Sajdah: 24)
Apabila seseorang telah menghiasi dirinya dengan tiga bentuk kesabaran, ia akan istiqamah di atas jalan kebenaran. Amal ketaatan akan dia kerjakan, apa pun keadaannya. Kemaksiatan akan dia jauhi, sebesar apa pun dorongan hawa nafsunya. Musibah dunia akan dihadapinya dengan ketabahan, sepahit apa pun rasanya.
Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila Umar radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Kita dapatkan sebaik-baik kehidupan kita dalam kesabaran.”
Ali radhiallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya kedudukan sabar terhadap iman seperti kepala bagi tubuh. Tidak ada iman bagi yang tidak punya sifat sabar.” (Nurul Iqtibas karya al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah)
Sumber: https://asysyariah.com/meraih-keberkahan-hidup-dengan-tawakal/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Sabar dalam agama ini kedudukannya seperti kepala bagi tubuh. Apabila kepala itu hilang, mungkinkah seseorang itu hidup?!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Tidaklah seorang diberi (oleh Allah subhanahu wa ta’ala ) sebuah pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (Muttafaqun ‘alaih)
Sabar dengan tiga macamnya yait bersabar menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, bersabar meninggalkan larangan Allah subhanahu wa ta’ala, serta bersabar menghadapi musibah dan cobaan merupakan kunci kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat.
Allah subhanahu wa ta’ala telah memberi janji-janji yang mulia bagi orang yang bersabar. Di antara janji tersebut ialah orang yang sabar akan dibantu dalam segala urusannya, Allah subhanahu wa ta’ala mencintainya, mengokohkan hati dan kakinya, memberikan ketenteraman, memudahkannya untuk berbuat ketaatan, dijaga dari dosa, ditinggikan derajatnya dan beragam janji mulia dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Bahkan, derajat kemuliaan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan kepemimpinan dalam agama didapat dengan kesabaran, sebagaimana firman-Nya subhanahu wa ta’ala,
وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ أَئِمَّةٗ يَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا لَمَّا صَبَرُواْۖ وَكَانُواْ بَِٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ ٢٤
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (as-Sajdah: 24)
Apabila seseorang telah menghiasi dirinya dengan tiga bentuk kesabaran, ia akan istiqamah di atas jalan kebenaran. Amal ketaatan akan dia kerjakan, apa pun keadaannya. Kemaksiatan akan dia jauhi, sebesar apa pun dorongan hawa nafsunya. Musibah dunia akan dihadapinya dengan ketabahan, sepahit apa pun rasanya.
Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila Umar radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Kita dapatkan sebaik-baik kehidupan kita dalam kesabaran.”
Ali radhiallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya kedudukan sabar terhadap iman seperti kepala bagi tubuh. Tidak ada iman bagi yang tidak punya sifat sabar.” (Nurul Iqtibas karya al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah)
Sumber: https://asysyariah.com/meraih-keberkahan-hidup-dengan-tawakal/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻✅📢🌸 MERASA CUKUP DENGAN PEMBERIAN ALLAH
Menurut agama, orang yang kaya bukan yang melimpah hartanya. Orang yang kaya adalah yang hatinya merasa cukup dengan pemberian Allah subhanahu wa ta’ala (qana’ah).
Orang yang hatinya selalu rakus dengan dunia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Ia selalu melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya dalam urusan dunia. Akhirnya, ia meremehkan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam kalbunya tumbuh rasa hasad dan iri terhadap orang lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ
“Barang siapa yang akhirat menjadi tujuannya, Allah subhanahu wa ta’ala jadikan rasa kecukupannya dalam hatinya. Allah subhanahu wa ta’ala akan kumpulkan baginya urusan-urusannya yang berceceran. Dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina dan mudah didapat. Sebaliknya, barang siapa yang dunia menjadi tujuannya, Allah subhanahu wa ta’ala jadikan kefakirannya terpampang di hadapan kedua matanya; Allah subhanahu wa ta’ala cerai-beraikan urusannya, dan dunia tidaklah sampai kepadanya kecuali apa yang telah ditakdirkan untuknya.” (HR. at-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Asy-Syaikh al-Albani menyatakan sahih dalam Shahih al-Jami’ no. 6510)
Orang yang kefakirannya selalu terpampang di hadapannya, bagaimana akan merasa bahagia? Orang yang tidak pernah puas dengan pemberian Allah subhanahu wa ta’ala, bagaimana ia tidak tersiksa?
Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Apabila Anda memiliki hati yang merasa puas dengan pemberian Allah subhanahu wa ta’ala, Anda sama dengan raja dunia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كثُرَ وَأَلْهَى
“Sesungguhnya yang sedikit dan mecukupi lebih baik daripada yang banyak namun melalaikan.” (HR. Abu Ya’la dan adh-Dhiya. Lihat Shahih al-Jami’ no. 5653)
Sumber: https://asysyariah.com/meraih-keberkahan-hidup-dengan-tawakal/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Menurut agama, orang yang kaya bukan yang melimpah hartanya. Orang yang kaya adalah yang hatinya merasa cukup dengan pemberian Allah subhanahu wa ta’ala (qana’ah).
Orang yang hatinya selalu rakus dengan dunia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Ia selalu melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya dalam urusan dunia. Akhirnya, ia meremehkan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam kalbunya tumbuh rasa hasad dan iri terhadap orang lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ
“Barang siapa yang akhirat menjadi tujuannya, Allah subhanahu wa ta’ala jadikan rasa kecukupannya dalam hatinya. Allah subhanahu wa ta’ala akan kumpulkan baginya urusan-urusannya yang berceceran. Dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina dan mudah didapat. Sebaliknya, barang siapa yang dunia menjadi tujuannya, Allah subhanahu wa ta’ala jadikan kefakirannya terpampang di hadapan kedua matanya; Allah subhanahu wa ta’ala cerai-beraikan urusannya, dan dunia tidaklah sampai kepadanya kecuali apa yang telah ditakdirkan untuknya.” (HR. at-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Asy-Syaikh al-Albani menyatakan sahih dalam Shahih al-Jami’ no. 6510)
Orang yang kefakirannya selalu terpampang di hadapannya, bagaimana akan merasa bahagia? Orang yang tidak pernah puas dengan pemberian Allah subhanahu wa ta’ala, bagaimana ia tidak tersiksa?
Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Apabila Anda memiliki hati yang merasa puas dengan pemberian Allah subhanahu wa ta’ala, Anda sama dengan raja dunia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كثُرَ وَأَلْهَى
“Sesungguhnya yang sedikit dan mecukupi lebih baik daripada yang banyak namun melalaikan.” (HR. Abu Ya’la dan adh-Dhiya. Lihat Shahih al-Jami’ no. 5653)
Sumber: https://asysyariah.com/meraih-keberkahan-hidup-dengan-tawakal/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com