💽 Audio Ringkas
TENTANG SHOLAWAT NARIYAH
Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Muhammad Umar Assewed Hafizhahullah
Durasi: 01:36 Menit (283 KB)
Sumber:
@GaleriAl_Ishlah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
TENTANG SHOLAWAT NARIYAH
Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Muhammad Umar Assewed Hafizhahullah
Durasi: 01:36 Menit (283 KB)
Sumber:
@GaleriAl_Ishlah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
✋🏻⚠❌💐 IKHTILAT (CAMPUR BAUR) ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERMASUK SEBAB YANG MENGHANTARKAN PADA WABAH PENYAKIT DAN KEMATIAN MASSAL
✍🏻 Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
Tidak diragukan lagi bahwa membiarkan para wanita berbaur dengan laki-laki di suatu tempat merupakan sumber bencana dan kejelekan.
Hal tersebut juga termasuk (salah satu) sebab terbesar turunnya hukuman (azab) yang merata, sebagaimana hal itu juga penyebab banyak kerusakan dalam banyak perkara, baik umum maupun khusus.
Berbaurnya laki-laki dan wanita merupakan sebab terjadinya banyak fahisyah (perbuatan keji) dan perzinaan. Padahal, perzinaan merupakan sebab (terjadinya) kematian massal dan timbulnya wabah penyakit tha'un yang tak kunjung henti.
Dahulu, ketika para pelacur berbaur dengan pasukan Nabi Musa sehingga menyebabkan fahisyah (perbuatan keji) tersebar di antara mereka, Allah mengirim kepada mereka wabah penyakit tha'un yang menyebabkan tewasnya tujuh puluh ribu orang dalam sehari. Kisah ini sudah masyhur disebutkan dalam kitab-kitab tafsir.
Oleh karena itu, termasuk (di antara) sebab terbesar kematian massal adalah banyaknya perzinaan yang disebabkan (suatu kaum) membiarkan para wanita berbaur dengan para laki-laki dan membiarkan para wanita berjalan di antara laki-laki dalam keadaan berhias/bersolek dan berdandan.
Kalau seandainya para penguasa (pemerintah) mengetahui efek negatif dari berbaurnya wanita dan laki-laki berupa kerusakan urusan dunia dan rakyat -belum termasuk kerusakan yang utama: urusan agama-, tentu mereka akan sangat keras melarang perbuatan tersebut.
Sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Apabila perbuatan zina telah tampak terang-terangan tersebar di suatu negeri, berarti Allah telah mengizinkan kehancuran negeri tersebut."
📚 Ath-Thuruq Al-Hukmiyyah Fi as-Siyasah asy-Syar'iyyah hlm. 724
Sumber: https://forumsalafy.net/ikhtilat-antara-laki-laki-dan-perempuan-termasuk-sebab-yang-menghantarkan-pada-wabah-penyakit-dan-kematian-massal/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
Tidak diragukan lagi bahwa membiarkan para wanita berbaur dengan laki-laki di suatu tempat merupakan sumber bencana dan kejelekan.
Hal tersebut juga termasuk (salah satu) sebab terbesar turunnya hukuman (azab) yang merata, sebagaimana hal itu juga penyebab banyak kerusakan dalam banyak perkara, baik umum maupun khusus.
Berbaurnya laki-laki dan wanita merupakan sebab terjadinya banyak fahisyah (perbuatan keji) dan perzinaan. Padahal, perzinaan merupakan sebab (terjadinya) kematian massal dan timbulnya wabah penyakit tha'un yang tak kunjung henti.
Dahulu, ketika para pelacur berbaur dengan pasukan Nabi Musa sehingga menyebabkan fahisyah (perbuatan keji) tersebar di antara mereka, Allah mengirim kepada mereka wabah penyakit tha'un yang menyebabkan tewasnya tujuh puluh ribu orang dalam sehari. Kisah ini sudah masyhur disebutkan dalam kitab-kitab tafsir.
Oleh karena itu, termasuk (di antara) sebab terbesar kematian massal adalah banyaknya perzinaan yang disebabkan (suatu kaum) membiarkan para wanita berbaur dengan para laki-laki dan membiarkan para wanita berjalan di antara laki-laki dalam keadaan berhias/bersolek dan berdandan.
Kalau seandainya para penguasa (pemerintah) mengetahui efek negatif dari berbaurnya wanita dan laki-laki berupa kerusakan urusan dunia dan rakyat -belum termasuk kerusakan yang utama: urusan agama-, tentu mereka akan sangat keras melarang perbuatan tersebut.
Sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Apabila perbuatan zina telah tampak terang-terangan tersebar di suatu negeri, berarti Allah telah mengizinkan kehancuran negeri tersebut."
📚 Ath-Thuruq Al-Hukmiyyah Fi as-Siyasah asy-Syar'iyyah hlm. 724
Sumber: https://forumsalafy.net/ikhtilat-antara-laki-laki-dan-perempuan-termasuk-sebab-yang-menghantarkan-pada-wabah-penyakit-dan-kematian-massal/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Niatnya Ngaji Bukan Rayakan Nishfusy Sya’ban
Pertanyaan:
Apa hukumnya ustadz, kita mendatagi suatu majlis isra miraj, (perayaan maulid, perayaan Nishfusy Sya’ban) tetapi niatnya bukan untuk ikut merayakan isra miraj, kita datang untuk mendengar dakwahnya, syukron (uph xx@gmail.com)
Jawaban:
Perayaan Isra Mi’raj, Maulid Nabi, Nishfusy Sya’ban tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, tidak pernah pula dilakukan…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/niatnya-ngaji-bukan-rayakan-nishfusy-syaban/
@problematikaumat.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Pertanyaan:
Apa hukumnya ustadz, kita mendatagi suatu majlis isra miraj, (perayaan maulid, perayaan Nishfusy Sya’ban) tetapi niatnya bukan untuk ikut merayakan isra miraj, kita datang untuk mendengar dakwahnya, syukron (uph xx@gmail.com)
Jawaban:
Perayaan Isra Mi’raj, Maulid Nabi, Nishfusy Sya’ban tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, tidak pernah pula dilakukan…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/niatnya-ngaji-bukan-rayakan-nishfusy-syaban/
@problematikaumat.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💪INGIN SELALU ENERGIK SAAT BERAKTIVITAS
💎Syekh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata,
أن التسبيح والتحميد والتكبير سبب لنشاط الإنسان وقوته والسيطرة على عمله؛ ولهذا لما سأل علي بن أبي طالب رضي الله عنه وفاطمة النبي صلى الله عليه وسلم خادماً فقال: «ألا أدلكما على خير من ذلك». ثم أمرهما بأن يسبحا ويحمدا ويكبرا ثلاثاً وثلاثين.
Bahwasannya tasbih, tahmid, dan takbir adalah sebab semangatnya seseorang, kuatnya, dan kendali atas aktivitasnya. Oleh karenanya saat sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dan Fatimah meminta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pembantu, Beliau bersabda: (Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua yang lebih baik dari itu), kemudian Beliau memerintahkan mereka berdua untuk bertasbih,bertahmid, bertakbir 33 kali (*).
📑🌕Fatawa Nurun 'Ala ad Darb kaset nomor 86
(*)إذن يُعتمد الأن التكبير أربعا وثلاثين، والتسبيح والتحميد على ثلاثا وثلاثين، فالجميع؟ الجميع مائة
Dengan, demikian yang dijadikan pegangan sekarang takbir 34, tasbih dan tahmid 33, sehingga totalnya? totalnya 100.(Syarh Shahih al Bukhari Bab Takbir dan Tasbih Saat Hendak Tidur oleh Syekh 'Utsaimin)
Sumber:
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💎Syekh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata,
أن التسبيح والتحميد والتكبير سبب لنشاط الإنسان وقوته والسيطرة على عمله؛ ولهذا لما سأل علي بن أبي طالب رضي الله عنه وفاطمة النبي صلى الله عليه وسلم خادماً فقال: «ألا أدلكما على خير من ذلك». ثم أمرهما بأن يسبحا ويحمدا ويكبرا ثلاثاً وثلاثين.
Bahwasannya tasbih, tahmid, dan takbir adalah sebab semangatnya seseorang, kuatnya, dan kendali atas aktivitasnya. Oleh karenanya saat sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dan Fatimah meminta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pembantu, Beliau bersabda: (Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua yang lebih baik dari itu), kemudian Beliau memerintahkan mereka berdua untuk bertasbih,bertahmid, bertakbir 33 kali (*).
📑🌕Fatawa Nurun 'Ala ad Darb kaset nomor 86
(*)إذن يُعتمد الأن التكبير أربعا وثلاثين، والتسبيح والتحميد على ثلاثا وثلاثين، فالجميع؟ الجميع مائة
Dengan, demikian yang dijadikan pegangan sekarang takbir 34, tasbih dan tahmid 33, sehingga totalnya? totalnya 100.(Syarh Shahih al Bukhari Bab Takbir dan Tasbih Saat Hendak Tidur oleh Syekh 'Utsaimin)
Sumber:
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⛔🔥💯 JANGAN KAU CELA PENYAKIT!
💬 Al-Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,
• وأما من يلعن المرض، وما أصابه من فعل الله -عز وجل- فهذا من أعظم القبائح ـ والعياذ بالله ـ لأن لعنه للمرض الذي هو من تقدير الله تعالى، بمنزلة سب الله ـ سبحانه وتعالى ـ .
فعلى من قال مثل هذه الكلمة أن يتوب إلى الله.
"Adapun orang yang mencela penyakit dan apa yang menimpanya dari perbuatan (ketetapan) ALLAH Azza wa jalla, maka ini termasuk perbuatan yang paling buruk - kita berlindung kepada ALLAH -
Karena celaannya terhadap penyakit yang itu merupakan takdir ALLAH, maka itu sama saja dia mencela ALLAH subhaanahu wata'ala.
Maka siapa saja yang telah mengucapkan kalimat seperti ini, dia harus bertaubat kepada ALLAH."
✍ Majmu' Al-Fataawa 3/12
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Al-Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,
• وأما من يلعن المرض، وما أصابه من فعل الله -عز وجل- فهذا من أعظم القبائح ـ والعياذ بالله ـ لأن لعنه للمرض الذي هو من تقدير الله تعالى، بمنزلة سب الله ـ سبحانه وتعالى ـ .
فعلى من قال مثل هذه الكلمة أن يتوب إلى الله.
"Adapun orang yang mencela penyakit dan apa yang menimpanya dari perbuatan (ketetapan) ALLAH Azza wa jalla, maka ini termasuk perbuatan yang paling buruk - kita berlindung kepada ALLAH -
Karena celaannya terhadap penyakit yang itu merupakan takdir ALLAH, maka itu sama saja dia mencela ALLAH subhaanahu wata'ala.
Maka siapa saja yang telah mengucapkan kalimat seperti ini, dia harus bertaubat kepada ALLAH."
✍ Majmu' Al-Fataawa 3/12
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📝TERUS BERSABAR DAN YAKIN DENGAN KEBENARAN JANJI-JANJI ALLAH
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ (24) (السجدة)
تفسير السعدي
Dan kami mengangkat sebagian bani israil menjadi panutan, suri tauladan yang diikuti manusia.
Mereka mengajak manusia kepada kebaikan, ketaatan dan hidayah (petunjuk).
Mereka mendakwahkan tauhid (agar memurnikan ibadah hanya kepada Allah).
Sesungguhnya yang mengantarkan mereka mendapatkan kedudukan yang mulia ini adalah dikarenakan kesabaran mereka untuk melakukan perintah dan meninggalkan larangan. Demikian juga kesabaran mereka untuk terus mendakwahkan alhaq dan sabar atas gangguan yang didapatkan.
Dan mereka yaqin dengan (kebenaran) ayat -ayat dan hujjah-hujjah Allah Ta'ala.
وجعلنا من بني إسرائيل هداة ودعاة إلى الخير, يأتم بهم الناس, ويدعونهم إلى التوحيد وعبادة الله وحده وطاعته, وإنما نالوا هذه الدرجة العالية حين صبروا على أوامر الله, وترك زواجره, والدعوة إليه, وتحمل الأذى في سبيله, وكانوا بآيات الله وحججه يوقنون.
📚 Tafsir As Sidy
As-Sajdah 24
Sumber: https://www.fawaidsolo.com/terus-bersabar-dan-yaqin-dengan-kebenaran-janji-janji-allah/
WhatsApp Fawaid Solo
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ (24) (السجدة)
تفسير السعدي
Dan kami mengangkat sebagian bani israil menjadi panutan, suri tauladan yang diikuti manusia.
Mereka mengajak manusia kepada kebaikan, ketaatan dan hidayah (petunjuk).
Mereka mendakwahkan tauhid (agar memurnikan ibadah hanya kepada Allah).
Sesungguhnya yang mengantarkan mereka mendapatkan kedudukan yang mulia ini adalah dikarenakan kesabaran mereka untuk melakukan perintah dan meninggalkan larangan. Demikian juga kesabaran mereka untuk terus mendakwahkan alhaq dan sabar atas gangguan yang didapatkan.
Dan mereka yaqin dengan (kebenaran) ayat -ayat dan hujjah-hujjah Allah Ta'ala.
وجعلنا من بني إسرائيل هداة ودعاة إلى الخير, يأتم بهم الناس, ويدعونهم إلى التوحيد وعبادة الله وحده وطاعته, وإنما نالوا هذه الدرجة العالية حين صبروا على أوامر الله, وترك زواجره, والدعوة إليه, وتحمل الأذى في سبيله, وكانوا بآيات الله وحججه يوقنون.
📚 Tafsir As Sidy
As-Sajdah 24
Sumber: https://www.fawaidsolo.com/terus-bersabar-dan-yaqin-dengan-kebenaran-janji-janji-allah/
WhatsApp Fawaid Solo
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢🌕🌹 MEMPERSIAPKAN DIRI MENYAMBUT RAMADHAN
✍🏻 Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri hafizhahullah
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau.
Adapun setelah itu,
Tidak diragukan lagi, kita semua akan menyambut datangnya sebuah bulan yang mulia. Akan datang kepada kita musim kebaikan dan ketaatan. Musim itu adalah bulan Ramadhan yang diberkahi. Keutamaannya banyak disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Pada musim yang akan tiba ini -dengan izin Allah-, setiap muslim dan muslimah hendaknya mempersiapkan berbagai hal untuk menyambutnya, yaitu dengan mempersiapkan jiwa (untuk bersemangat) melakukan kebaikan di bulan ini.
Oleh karena itu, persiapkanlah dirimu untuk berpuasa, qiyamullail, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan amal kebaikannya lainnya.
Hendaknya kita menjadikan bulan yang penuh berkah ini sebagai kunci pembuka kebaikan bagi kita. Demikian pula kita buka lembaran baru bersama Allah, Al-Qur’an, dan taubat kepada Allah.
Hendaknya kita memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertobat dan kembali kepada Allah. Demikian pula hendaknya kita menjadi orang mendapati bulan Ramadhan dalam keadaan dosa-dosa diampuni.
Persiapkanlah dirimu untuk membebaskan diri dari seluruh dosa dan maksiat. Jadikanlah bulan Ramadhan sebagai pintu kebaikanmu dengan (membaca dan mentadaburi) Al-Qur’an.
Betapa banyak di antara kita orang-orang yang meninggalkan Al-Qur’an, tidak mengkhatamkannya kecuali di bulan Ramadhan -Itupun jika dia benar-benar mengkhatamkannya
Setiap bulan sekali, malaikat Jibril mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga pada tahun wafatnya Nabi, Jibril mengajarkan Al-Qur’an dua kali dalam sebulan.
Tidak diragukan lagi, disyariatkan qiyamullail secara berjamaah di bulan Ramadhan. Akan tetapi, seorang muslim tidak sepantasnya meninggalkannya dengan selesainya bulan Ramadhan.
Rabb bulan Ramadhan, juga merupakan Rabb bulan Syawwal dan bulan-bulan lainnya. Namun, shalat malam secara berjamaah (shalat tarawih berjamaah) tidak dilakukan (secara rutin) selain pada bulan Ramadhan.
Hendaknya kita menjadikan bulan ini sebagai langkah awal istiqamah kita dan bulan introspeksi diri.
Kita memohon kepada Allah agar Dia mengantarkan kita semua bertemu bulan ini.
Sumber: https://forumsalafy.net/mempersiapkan-diri-menyambut-ramadhan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri hafizhahullah
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau.
Adapun setelah itu,
Tidak diragukan lagi, kita semua akan menyambut datangnya sebuah bulan yang mulia. Akan datang kepada kita musim kebaikan dan ketaatan. Musim itu adalah bulan Ramadhan yang diberkahi. Keutamaannya banyak disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Pada musim yang akan tiba ini -dengan izin Allah-, setiap muslim dan muslimah hendaknya mempersiapkan berbagai hal untuk menyambutnya, yaitu dengan mempersiapkan jiwa (untuk bersemangat) melakukan kebaikan di bulan ini.
Oleh karena itu, persiapkanlah dirimu untuk berpuasa, qiyamullail, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan amal kebaikannya lainnya.
Hendaknya kita menjadikan bulan yang penuh berkah ini sebagai kunci pembuka kebaikan bagi kita. Demikian pula kita buka lembaran baru bersama Allah, Al-Qur’an, dan taubat kepada Allah.
Hendaknya kita memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertobat dan kembali kepada Allah. Demikian pula hendaknya kita menjadi orang mendapati bulan Ramadhan dalam keadaan dosa-dosa diampuni.
Persiapkanlah dirimu untuk membebaskan diri dari seluruh dosa dan maksiat. Jadikanlah bulan Ramadhan sebagai pintu kebaikanmu dengan (membaca dan mentadaburi) Al-Qur’an.
Betapa banyak di antara kita orang-orang yang meninggalkan Al-Qur’an, tidak mengkhatamkannya kecuali di bulan Ramadhan -Itupun jika dia benar-benar mengkhatamkannya
Setiap bulan sekali, malaikat Jibril mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hingga pada tahun wafatnya Nabi, Jibril mengajarkan Al-Qur’an dua kali dalam sebulan.
Tidak diragukan lagi, disyariatkan qiyamullail secara berjamaah di bulan Ramadhan. Akan tetapi, seorang muslim tidak sepantasnya meninggalkannya dengan selesainya bulan Ramadhan.
Rabb bulan Ramadhan, juga merupakan Rabb bulan Syawwal dan bulan-bulan lainnya. Namun, shalat malam secara berjamaah (shalat tarawih berjamaah) tidak dilakukan (secara rutin) selain pada bulan Ramadhan.
Hendaknya kita menjadikan bulan ini sebagai langkah awal istiqamah kita dan bulan introspeksi diri.
Kita memohon kepada Allah agar Dia mengantarkan kita semua bertemu bulan ini.
Sumber: https://forumsalafy.net/mempersiapkan-diri-menyambut-ramadhan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🛡✔️ALLAH MEMILIHKAN YANG TERBAIK UNTUK KITA
Allah ta'ala berfirman:
{وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ}
"Boleh jadi kalian tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagi kalian.
Dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kalian.
Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui."
Q.S Al Baqoroh: 216
Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Allah ta'ala berfirman:
{وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ}
"Boleh jadi kalian tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagi kalian.
Dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kalian.
Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui."
Q.S Al Baqoroh: 216
Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💎 SECERCAH NASIHAT
📜 DOA ADALAH KUNCI SEGALA KEBAIKAN
📚 Bersama:
🎙️ Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah
📟 Durasi: [ 03:31 ]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ الدُّعَاءِ
"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah Ta’ala dibandingkan doa."
(H.R atTirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Hakim, dihasankan al-Albaniy).
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📜 DOA ADALAH KUNCI SEGALA KEBAIKAN
📚 Bersama:
🎙️ Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah
📟 Durasi: [ 03:31 ]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ الدُّعَاءِ
"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah Ta’ala dibandingkan doa."
(H.R atTirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Hakim, dihasankan al-Albaniy).
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📢✋🏻✅📑 PENTINGNYA ISTIRJA' KETIKA MUSIBAH
Istirja’ adalah ucapan:
إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُونَ
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦ أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155—157)
Shahabiyah Ummu Salamah radhiallahu 'anha menyebutkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللهُ: إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا؛ إِلاَّ أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
“Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah lalu ia mengatakan apa yang diperintahkan Allah (yaitu): ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, wahai Allah, berilah aku pahala pada (musibah) yang menimpaku dan berilah ganti bagiku yang lebih baik darinya’; kecuali Allah memberikan kepadanya yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim no. 918)
Sumber: https://asysyariah.com/pelipur-lara-saat-musibah-dan-bencana/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Istirja’ adalah ucapan:
إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُونَ
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦ أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155—157)
Shahabiyah Ummu Salamah radhiallahu 'anha menyebutkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللهُ: إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا؛ إِلاَّ أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
“Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah lalu ia mengatakan apa yang diperintahkan Allah (yaitu): ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, wahai Allah, berilah aku pahala pada (musibah) yang menimpaku dan berilah ganti bagiku yang lebih baik darinya’; kecuali Allah memberikan kepadanya yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim no. 918)
Sumber: https://asysyariah.com/pelipur-lara-saat-musibah-dan-bencana/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com