✋🏻🌙🌓🌷 HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN BULAN SYA'BAN (02)
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
صيام يوم النصف بخصوصه وردت فيه أحاديث ضعيفة لا تصح عن النبي – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – ولا يُعمل بها ؛ لأن كل شيء لم يثبت عن رسول الله – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – فإنه لا يجوز للإنسان أن يتعبّد به لله ؛ وعلى هذا فلا يصام يوم النصف من شعبان بخصوصه
Puasa nishfu Sya'ban secara khusus, terdapat riwayat-riwayat hadits-hadits lemah, tidak shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tidak bisa diamalkan. Karena segala riwayat yang tidak tetap dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka tidak boleh seorang insan untuk beribadah kepada Allah dengannya. Oleh karena itu, tidak boleh berpuasa pada hari nishfu Sya'ban secara khusus.
لأن ذلك لم يرد عن رسول الله – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – وما لم يرد فإنه بدعة.
Karena hal itu tidak ada riwayatnya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dan segala yang tidak ada riwayatnya dari beliau, maka itu adalah bidah.
http://bit.ly/2IZGcYy
Sumber:
https://goo.gl/8he4TL
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
صيام يوم النصف بخصوصه وردت فيه أحاديث ضعيفة لا تصح عن النبي – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – ولا يُعمل بها ؛ لأن كل شيء لم يثبت عن رسول الله – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – فإنه لا يجوز للإنسان أن يتعبّد به لله ؛ وعلى هذا فلا يصام يوم النصف من شعبان بخصوصه
Puasa nishfu Sya'ban secara khusus, terdapat riwayat-riwayat hadits-hadits lemah, tidak shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tidak bisa diamalkan. Karena segala riwayat yang tidak tetap dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka tidak boleh seorang insan untuk beribadah kepada Allah dengannya. Oleh karena itu, tidak boleh berpuasa pada hari nishfu Sya'ban secara khusus.
لأن ذلك لم يرد عن رسول الله – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – وما لم يرد فإنه بدعة.
Karena hal itu tidak ada riwayatnya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dan segala yang tidak ada riwayatnya dari beliau, maka itu adalah bidah.
http://bit.ly/2IZGcYy
Sumber:
https://goo.gl/8he4TL
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📒 KEUTAMAAN BULAN SYA'BAN
Rasulullah shollallhu alaihi wa sallam pernah di tanya tentang banyaknya puasa beliau pada bulan Sya'ban, maka Rasulullah menjawab;
"Bulan tersebut adalah bulan antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan yang para manusia lalai darinya, dan bulan tersebut adalah bulan di angkatnya amalan-amalan kepada Rabbil alamin. Maka aku suka bilamana amalanku di angkat dalam keadaan aku berpuasa."
📚Riwayat Ahmad dan An-Nasaiy
☀ حديث الصباح ☀
{ فضل شهر شعبان (1) }
سُئل رسول الله صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم عن كثرة صيامه في شهر شعبان فقال :
( ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ ،
وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ
فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ )
رواه أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ.
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Rasulullah shollallhu alaihi wa sallam pernah di tanya tentang banyaknya puasa beliau pada bulan Sya'ban, maka Rasulullah menjawab;
"Bulan tersebut adalah bulan antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan yang para manusia lalai darinya, dan bulan tersebut adalah bulan di angkatnya amalan-amalan kepada Rabbil alamin. Maka aku suka bilamana amalanku di angkat dalam keadaan aku berpuasa."
📚Riwayat Ahmad dan An-Nasaiy
☀ حديث الصباح ☀
{ فضل شهر شعبان (1) }
سُئل رسول الله صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم عن كثرة صيامه في شهر شعبان فقال :
( ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ ،
وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ
فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ )
رواه أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ.
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌏 SERI TUNTUNAN MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA DAN LAINNYA
Alhamdulillah, artikel ke-12 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Kaidah Penting Memahami Hubungan Sebab dan Akibat dalam Islam
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/kaidah-penting-memahami-hubungan-sebab-dan-akibat-dalam-islam/
Alhamdulillah, artikel ke-12 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Kaidah Penting Memahami Hubungan Sebab dan Akibat dalam Islam
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/kaidah-penting-memahami-hubungan-sebab-dan-akibat-dalam-islam/
✋🏻🌙🌓🌸 HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN BULAN SYA'BAN (03)
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
● Adakah Keutamaan malam Nishfu Sya'ban?
فضل ليلة النصف من شعبان وردت فيه أحاديث ضعيفة لا تصح عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم ؛ وعلى هذا فليلة النصف من شعبان كليلة النصف من رجب أو من ربيع أو من جمادى أو من غيرهنّ من الشهور
Mengenai keutamaan malam nishfu Sya'ban itu ada beberapa hadits dha'if yang tidak shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Atas dasar ini, maka malam pertengahan sya'ban (nisfhu sya'ban) itu seperti malam pertengahan Rajab, atau pertengahan Bulan Rabi' atau pertengaan Bulan Jumada atau bulan-bulan selainnya.
لا تمتاز هذه الليلة – أعني: ليلة النصف من شعبان – بشيء بل هي كغيرها من الليالي ؛ لأن الأحاديث الواردة في ذلك ضعيفة.
Tidak ada keistimewaan bagi malam ini (yakni malam nishfu Sya'ban) dengan apapun, dan malam tersebut seperti malam-malam lainnya. Karena hadits-hadits yang berkaitan dengan (keutamaannya) itu lemah.
📚 http://bit.ly/AhkamSyaban
Sumber:
https://goo.gl/7BgbST
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
● Adakah Keutamaan malam Nishfu Sya'ban?
فضل ليلة النصف من شعبان وردت فيه أحاديث ضعيفة لا تصح عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم ؛ وعلى هذا فليلة النصف من شعبان كليلة النصف من رجب أو من ربيع أو من جمادى أو من غيرهنّ من الشهور
Mengenai keutamaan malam nishfu Sya'ban itu ada beberapa hadits dha'if yang tidak shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Atas dasar ini, maka malam pertengahan sya'ban (nisfhu sya'ban) itu seperti malam pertengahan Rajab, atau pertengahan Bulan Rabi' atau pertengaan Bulan Jumada atau bulan-bulan selainnya.
لا تمتاز هذه الليلة – أعني: ليلة النصف من شعبان – بشيء بل هي كغيرها من الليالي ؛ لأن الأحاديث الواردة في ذلك ضعيفة.
Tidak ada keistimewaan bagi malam ini (yakni malam nishfu Sya'ban) dengan apapun, dan malam tersebut seperti malam-malam lainnya. Karena hadits-hadits yang berkaitan dengan (keutamaannya) itu lemah.
📚 http://bit.ly/AhkamSyaban
Sumber:
https://goo.gl/7BgbST
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💥⚠⛔🔥 JANGAN SAMPAI MENYESAL SEPERTI ORANG-ORANG DI ALAM KUBUR!!
✍🏼 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:
غايةُ أمنيَّةِ الموتى في قبورِهم حياةُ ساعةٍ يستدركون فيها ما فاتهم من توبة وعملٍ صالحِ، وأهلُ الدنيا يفرِّطون في حياتِهم فتذهبُ أعمارُهم في الغفْلَّةَ ضياعًا، ومنهم من يقطَعُها بالمعاصي.
"Angan-angan terbesar orang-orang yang telah mati di alam kubur mereka adalah hidup sesaat untuk meraih taubat dan amal shalih yang luput dari mereka, sedangkan orang-orang yang masih hidup di dunia ini justru menyia-nyiakan hidup mereka sehingga umur mereka habis percuma dalam kelalaian, bahkan sebagian mereka ada yang menghabiskannya untuk maksiat."
📚 Lathaiful Ma’arif, hlm. 339
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:
غايةُ أمنيَّةِ الموتى في قبورِهم حياةُ ساعةٍ يستدركون فيها ما فاتهم من توبة وعملٍ صالحِ، وأهلُ الدنيا يفرِّطون في حياتِهم فتذهبُ أعمارُهم في الغفْلَّةَ ضياعًا، ومنهم من يقطَعُها بالمعاصي.
"Angan-angan terbesar orang-orang yang telah mati di alam kubur mereka adalah hidup sesaat untuk meraih taubat dan amal shalih yang luput dari mereka, sedangkan orang-orang yang masih hidup di dunia ini justru menyia-nyiakan hidup mereka sehingga umur mereka habis percuma dalam kelalaian, bahkan sebagian mereka ada yang menghabiskannya untuk maksiat."
📚 Lathaiful Ma’arif, hlm. 339
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💽 Audio Ringkas
🍒 UPAYA MENJAGA NIKMAT
Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Muhammad Afifudin Hafizhahullah
Durasi: 06:03 Menit (3.0 MB)
Sumber:
@GaleriAl_Ishlah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🍒 UPAYA MENJAGA NIKMAT
Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Muhammad Afifudin Hafizhahullah
Durasi: 06:03 Menit (3.0 MB)
Sumber:
@GaleriAl_Ishlah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🌏 SERI TUNTUNAN MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA DAN LAINNYA
Alhamdulillah, artikel ke-13 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Nasihat untuk Menjaga Lisan & Tulisan pada Masa Wabah
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/nasihat-untuk-menjaga-lisan-tulisan-pada-masa-wabah/
Alhamdulillah, artikel ke-13 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Nasihat untuk Menjaga Lisan & Tulisan pada Masa Wabah
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/nasihat-untuk-menjaga-lisan-tulisan-pada-masa-wabah/
✋🏻🌙🌓🌷 HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN BULAN SYA'BAN (04)
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
● Mengkhususkan Malam Nishfu Sya'ban dengan Shalat Malam Tidak ada Contohnya
تخصيصها بقيام بدعة لأنه لم يرد عن النبي – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – أنه كان يخصّص تلك الليلة بقيام بل هي كغيرها من الليالي.
Mengkhususkannya dengan shalat malam itu bidah, karena hal itu tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, kalau beliau dulu mengkhususkan malam tersebut dengan shalat malam. Bahkan malam tersebut seperti malam lainnya.
إن كان الإنسان قد اعتاد أن يقوم الليل فلْيقم تلك الليلة أسْوةً بغيرها من الليالي،
Jika seorang insan sudah biasa shalat malam, maka silahkan dia shalat malam pada nishfu sya'ban, mencontoh malam-malam lainnya.
وإن كان ليس من عادته أن يقوم الليل فإنه لا يخصّص ليلة النصف من شعبان بقيام ؛ لأن ذلك لم يرد عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم
Jika ia tidak terbiasa shalat malam, maka sesungguhnya dia jangan mengkhususkan shalat malam pada nishfu sya'ban. Karena hal itu tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.
وأبعد من ذلك أن بعض الناس يخصّها بقيام ركعات معدودة لم ترد عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم. إذنْ: لا نخصص ليلتها بقيام
Dan lebih parah dari hal itu, ada sebagian manusia yang mengkhususkannya dengan shalat malam dengan rakaat tertentu yang tidak pernah ada riwayatnya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kalau demikian kita tidak boleh mengkhususkan malam nishfu sya'ban dengan shalat malam.
📚 http://bit.ly/AhkamSyaban
Sumber:
https://goo.gl/VkxUy9
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
● Mengkhususkan Malam Nishfu Sya'ban dengan Shalat Malam Tidak ada Contohnya
تخصيصها بقيام بدعة لأنه لم يرد عن النبي – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – أنه كان يخصّص تلك الليلة بقيام بل هي كغيرها من الليالي.
Mengkhususkannya dengan shalat malam itu bidah, karena hal itu tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, kalau beliau dulu mengkhususkan malam tersebut dengan shalat malam. Bahkan malam tersebut seperti malam lainnya.
إن كان الإنسان قد اعتاد أن يقوم الليل فلْيقم تلك الليلة أسْوةً بغيرها من الليالي،
Jika seorang insan sudah biasa shalat malam, maka silahkan dia shalat malam pada nishfu sya'ban, mencontoh malam-malam lainnya.
وإن كان ليس من عادته أن يقوم الليل فإنه لا يخصّص ليلة النصف من شعبان بقيام ؛ لأن ذلك لم يرد عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم
Jika ia tidak terbiasa shalat malam, maka sesungguhnya dia jangan mengkhususkan shalat malam pada nishfu sya'ban. Karena hal itu tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.
وأبعد من ذلك أن بعض الناس يخصّها بقيام ركعات معدودة لم ترد عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم. إذنْ: لا نخصص ليلتها بقيام
Dan lebih parah dari hal itu, ada sebagian manusia yang mengkhususkannya dengan shalat malam dengan rakaat tertentu yang tidak pernah ada riwayatnya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kalau demikian kita tidak boleh mengkhususkan malam nishfu sya'ban dengan shalat malam.
📚 http://bit.ly/AhkamSyaban
Sumber:
https://goo.gl/VkxUy9
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻🌙🌓🌺 HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN BULAN SYA'BAN (05)
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📬 Pertanyaan:
هل يكون تقدير القضاء في ليلة النصف من شعبان ؟
Apakah penetapan takdir terjadi pada malan nishfu sya'ban?
🔓 Jawaban:
لا، ليست ليلة القدر؛ ليلة القدر في رمضان
Tidak, bukan lailatul Qadar, lailatul Qadar hanya pada Bulan Ramadhan.
Allah berfirman:
﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴾
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul Qadar. Tahukah kamu apa itu lailatul Qadar? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu Bulan. (QS. Al-Qadar 1-3)
Allah berfirman:
﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ﴾
Bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Quran.
(QS. Al-Baqarah 185)
وعلى هذا فتكون ليلة القدر في رمضان؛ لأنها الليلة التي أنزل الله فيها القرآن والقرآن نزل في شهر رمضان
Atas dasar itu, malam lailatul Qadar hanya terjadi di Bulan Ramadhan. Karena itu adalah malam dimana diturunkan Al-Quran, dan Al-Quran diturunkan di Bulan Ramadhan.
فيتعيّن أن تكون ليلة القدر في رمضان لا في غيره من الشهور ومن ذلك لليلة النصف من شعبان فإنها ليست ليلة القدر ولا يقدّر فيها شيء مِمّا يكون من تلك السنة بل هي كغيرها من الليالي.
Maka menjadi pasti, kalau lailatul Qadar itu hanya terjadi di Bulan Ramadhan, tidak di bulan-bulan lainnya. Termasuk hal itu adalah malam nishfu Sya'ban, maka sesungguhnya itu bukan lailatul Qadar.
Maka tidak ada penetapan takdir pada malam tersebut sedikitpun, dari apa yang terjadi di tahun itu, bahkan malam tersebut seperti malam yang lainnya.
📚http://bit.ly/AhkamSyaban
Sumber: http://forumsalafy.net/hukum-hukum-yang-berkaitan-dengan-bulan-syaban-05/
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📬 Pertanyaan:
هل يكون تقدير القضاء في ليلة النصف من شعبان ؟
Apakah penetapan takdir terjadi pada malan nishfu sya'ban?
🔓 Jawaban:
لا، ليست ليلة القدر؛ ليلة القدر في رمضان
Tidak, bukan lailatul Qadar, lailatul Qadar hanya pada Bulan Ramadhan.
Allah berfirman:
﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴾
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul Qadar. Tahukah kamu apa itu lailatul Qadar? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu Bulan. (QS. Al-Qadar 1-3)
Allah berfirman:
﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ﴾
Bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Quran.
(QS. Al-Baqarah 185)
وعلى هذا فتكون ليلة القدر في رمضان؛ لأنها الليلة التي أنزل الله فيها القرآن والقرآن نزل في شهر رمضان
Atas dasar itu, malam lailatul Qadar hanya terjadi di Bulan Ramadhan. Karena itu adalah malam dimana diturunkan Al-Quran, dan Al-Quran diturunkan di Bulan Ramadhan.
فيتعيّن أن تكون ليلة القدر في رمضان لا في غيره من الشهور ومن ذلك لليلة النصف من شعبان فإنها ليست ليلة القدر ولا يقدّر فيها شيء مِمّا يكون من تلك السنة بل هي كغيرها من الليالي.
Maka menjadi pasti, kalau lailatul Qadar itu hanya terjadi di Bulan Ramadhan, tidak di bulan-bulan lainnya. Termasuk hal itu adalah malam nishfu Sya'ban, maka sesungguhnya itu bukan lailatul Qadar.
Maka tidak ada penetapan takdir pada malam tersebut sedikitpun, dari apa yang terjadi di tahun itu, bahkan malam tersebut seperti malam yang lainnya.
📚http://bit.ly/AhkamSyaban
Sumber: http://forumsalafy.net/hukum-hukum-yang-berkaitan-dengan-bulan-syaban-05/
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⛔️🔥💦 HUKUM KELUAR DARI WILAYAH YANG TERKENA WABAH
💬 Al-Allamah Ibnu Ustaimin rahimahullah berkata,
لا تخرجون منها فرارا منه أما خروج الإنسان منها لا فرارا منه ولكن لإنه أتى إلى هذا البلد لحاجة ثم انقضت حاجته وأراد أن يرجع إلى بلده فلا بأس
"Janganlah kalian keluar dari wilayah yang telah terkena wabah karena ingin lari dari wabah itu. Adapun keluarnya seseorang dari wilayah yang terkena wabah bukan dalam rangka lari dari wabahnya, namun dia datang ke wilayah tersebut karena suatu kebutuhan dan kebutuhannya telah selesai lantas dia ingin kembali ke negerinya, maka hal ini tidak mengapa."
✍️ Syarah Riyadhus Shalihin 6/569
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
http://www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Al-Allamah Ibnu Ustaimin rahimahullah berkata,
لا تخرجون منها فرارا منه أما خروج الإنسان منها لا فرارا منه ولكن لإنه أتى إلى هذا البلد لحاجة ثم انقضت حاجته وأراد أن يرجع إلى بلده فلا بأس
"Janganlah kalian keluar dari wilayah yang telah terkena wabah karena ingin lari dari wabah itu. Adapun keluarnya seseorang dari wilayah yang terkena wabah bukan dalam rangka lari dari wabahnya, namun dia datang ke wilayah tersebut karena suatu kebutuhan dan kebutuhannya telah selesai lantas dia ingin kembali ke negerinya, maka hal ini tidak mengapa."
✍️ Syarah Riyadhus Shalihin 6/569
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
http://www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🚲🛵 YANG TERBAIK UNTUK KITA IALAH PADA YANG ALLAH TETAPKAN BUKAN PADA YANG KITA INGINKAN
Meski tentunya, bisa saja yang kita inginkan itu juga yang Allah tetapkan. Tapi ingat, saat yang Allah tetapkan untuk kita berbeda dengan yang kita inginkan itu bukan karena Allah semata ingin menggagalkannya. Tapi karena Allah tahu bahwa yang terbaik untuk kita bukan pada sesuatu yang kita inginkan itu, tapi pada hal yang Dia tetapkan.
▪️ Asy-Syaikh Muhammad Ali Adam al-Ityubi berkata,
فإن الله عز وجل هو قسّم الأرزاق، والمعيشة حسب مقتضى حكمته، فلا ينبغي للعبد النظر إلى غيره؛ لأنه يؤديه إلى ازدراء ما رزقه الله تعالى على مقتضى حكمته، وحكمه، قال الله تعالى: وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [البقرة : 216] وقال تعالى: فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا [النساء : 19]
"Sesungguhnya Allah ialah yang membagikan rizki dan penghidupan sesuai dengan tuntutan hikmah-Nya. Tidak layak seorang hamba melihat pada orang lain. Sebab akan membuatnya menganggap remeh rizki yang sudah Allah berikan kepadanya berdasarkan hikmah dan hukum-Nya. Allah ta'ala berfirman,
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Allah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
QS. Al-Baqarah: 216
• Dan Allah ta'ala berfirman,
فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
"Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."
QS. An-Nisa': 19 (Al-Bahr al-Muhith ats-Tsajjaaj, XLV/78)
Maka berhentilah membandingkan keadaan diri kita dengan orang lain. Karena Allah yang lebih paham apa yang paling pas buat kita.
✅ Artikel lengkapnya di sini: https://www.nasehatetam.net/jalan-hidup-tenang/
Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Meski tentunya, bisa saja yang kita inginkan itu juga yang Allah tetapkan. Tapi ingat, saat yang Allah tetapkan untuk kita berbeda dengan yang kita inginkan itu bukan karena Allah semata ingin menggagalkannya. Tapi karena Allah tahu bahwa yang terbaik untuk kita bukan pada sesuatu yang kita inginkan itu, tapi pada hal yang Dia tetapkan.
▪️ Asy-Syaikh Muhammad Ali Adam al-Ityubi berkata,
فإن الله عز وجل هو قسّم الأرزاق، والمعيشة حسب مقتضى حكمته، فلا ينبغي للعبد النظر إلى غيره؛ لأنه يؤديه إلى ازدراء ما رزقه الله تعالى على مقتضى حكمته، وحكمه، قال الله تعالى: وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [البقرة : 216] وقال تعالى: فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا [النساء : 19]
"Sesungguhnya Allah ialah yang membagikan rizki dan penghidupan sesuai dengan tuntutan hikmah-Nya. Tidak layak seorang hamba melihat pada orang lain. Sebab akan membuatnya menganggap remeh rizki yang sudah Allah berikan kepadanya berdasarkan hikmah dan hukum-Nya. Allah ta'ala berfirman,
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Allah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
QS. Al-Baqarah: 216
• Dan Allah ta'ala berfirman,
فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
"Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."
QS. An-Nisa': 19 (Al-Bahr al-Muhith ats-Tsajjaaj, XLV/78)
Maka berhentilah membandingkan keadaan diri kita dengan orang lain. Karena Allah yang lebih paham apa yang paling pas buat kita.
✅ Artikel lengkapnya di sini: https://www.nasehatetam.net/jalan-hidup-tenang/
Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💊💥📚 KEUTAMAAN
IBADAH DI MASA FITNAH
Asy-Syaikh Hamud bin Abdulloh At-Tuwaijiriy rohimahulloh berkata :
Dari Ma'qil bin Yasar rodhiyallohu 'anhu, sesungguhnya Rosululloh (shollallohu 'alaihi wasallam) bersabda :
(( العِبَادَةُ فِي الــْهَرْجِ كَـَـهِجْرَةٍ إِلَيَّ ))
"IBADAH DI SAAT TERJADI HURU-HARA (keutamaannya) SEPERTI HIJRAH KEPADAKU."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud Ath-Thoyaalisiy, Muslim, At-Tirmidziy dan Ibnu Majah. At-Tirmidziy berkata : ini hadits yang shohih ghorib.
Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad, dan lafadznya; beliau (shollallohu 'alaihi wasallam) bersabda: "Ibadah di masa fitnah seperti hijrah kepadaku."
Dan diriwayatkan pula oleh Ath-Thobroniy dalam "As-Shoghiir", dan lafadznya; beliau (shollallohu 'alaihi wasallam) bersabda: "Beramal di masa kekacauan dan fitnah seperti hijrah kepadaku." [Hadits dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam "Shohiihul-jaami' " no. 4119, pent.]
※ Al-Hafidz Ibnu Rojab (rohimahulloh) berkata :
"Sebab (keutamaan) tersebut, adalah karena di masa-masa fitnah banyak orang mengikuti hawa nafsunya dan tidak mengembalikan urusan kepada agamanya, sehingga keadaan mereka mirip seperti keadaan di masa jahiliyah.
Jika seseorang :
→sendirian berpegangteguh dengan agamanya di tengah-tengah mereka,
→beribadah kepada robb-nya,
→mengamalkan perkara yang diridhoi-Nya dan menjauhi perkara yang dimurkai-Nya, maka kedudukannya seperti orang yang berhijrah meninggalkan kaum jahiliyah dan menuju Rosululloh (shollallohu 'alaihi wasallam), mengimaninya, mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya." [selesai penukilan].
📚It-haaful-jamaa'ah, jilid 1/93-94
Sumber: @KEUTAMAANSUNNAH
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
IBADAH DI MASA FITNAH
Asy-Syaikh Hamud bin Abdulloh At-Tuwaijiriy rohimahulloh berkata :
Dari Ma'qil bin Yasar rodhiyallohu 'anhu, sesungguhnya Rosululloh (shollallohu 'alaihi wasallam) bersabda :
(( العِبَادَةُ فِي الــْهَرْجِ كَـَـهِجْرَةٍ إِلَيَّ ))
"IBADAH DI SAAT TERJADI HURU-HARA (keutamaannya) SEPERTI HIJRAH KEPADAKU."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud Ath-Thoyaalisiy, Muslim, At-Tirmidziy dan Ibnu Majah. At-Tirmidziy berkata : ini hadits yang shohih ghorib.
Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad, dan lafadznya; beliau (shollallohu 'alaihi wasallam) bersabda: "Ibadah di masa fitnah seperti hijrah kepadaku."
Dan diriwayatkan pula oleh Ath-Thobroniy dalam "As-Shoghiir", dan lafadznya; beliau (shollallohu 'alaihi wasallam) bersabda: "Beramal di masa kekacauan dan fitnah seperti hijrah kepadaku." [Hadits dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam "Shohiihul-jaami' " no. 4119, pent.]
※ Al-Hafidz Ibnu Rojab (rohimahulloh) berkata :
"Sebab (keutamaan) tersebut, adalah karena di masa-masa fitnah banyak orang mengikuti hawa nafsunya dan tidak mengembalikan urusan kepada agamanya, sehingga keadaan mereka mirip seperti keadaan di masa jahiliyah.
Jika seseorang :
→sendirian berpegangteguh dengan agamanya di tengah-tengah mereka,
→beribadah kepada robb-nya,
→mengamalkan perkara yang diridhoi-Nya dan menjauhi perkara yang dimurkai-Nya, maka kedudukannya seperti orang yang berhijrah meninggalkan kaum jahiliyah dan menuju Rosululloh (shollallohu 'alaihi wasallam), mengimaninya, mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya." [selesai penukilan].
📚It-haaful-jamaa'ah, jilid 1/93-94
Sumber: @KEUTAMAANSUNNAH
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻✍🏻📑⚠ PATUH DAN TAAT PADA PEMERINTAH DI SAAT WABAH MELANDA
Terkait kondisi sekarang, ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam katakan, “Patuh, taatlah kepada pemerintah kalian yang memimpin,
kita, terutama muslimin atau salafiyin secara khusus, diuji di saat-saat seperti ini, sejauh mana ketaatan kita kepada pemerintah.
Ketaatan, dalam keadaan kita senang atau terpaksa, dalam keadaan susah ataupun mudah. Senang, karena apa yang menjadi perintah dan ketetapan mereka mungkin menguntungkan kita, sesuai dengan yang kita inginkan. Terpaksa, karena keputusan pemerintah mungkin kita rasa merugikan kita, kita anggap itu tidak menguntungkan bagi kita, di situ kita diuji.
Ketaatan
Seperti yang Antum tahu, mungkin di banyak negeri, termasuk kita di Indonesia, Pemerintah menginginkan kemaslahatan bagi rakyatnya, mengawal kemaslahatan, kesehatan mereka.
Maka menetapkan beberapa ketentuan terkait shalat berjamaah di masjid, shalat Jumat, maka taati pemimpin kita.
Ini sekarang ujian, ujian amaliah bahwa selama ini kita belajar hanya sebatas teori, mudah.
Manhaj ahlus sunnah taat kepada pemerintahnya, manhaj khawarij menentang kepada pemerintahnya. Manhaj ahlus sunnah memuliakan, mengagungkan pemerintahnya, mencintai mereka, mendoakan baik. Khawarij mencela, membenci mereka, dan seterusnya.
Itu teori, mudah,
tinggal pengamalannya sekarang Di situ akan terlihat ahlus sunnah yang benar-benar jujur, dan siapa pula yang mengada-ada akan tersisihkan.
Perkaranya menuntut konsekuensi kita untuk jujur dan konsekuen terhadap apa yang kita pelajari selama ini.
khair, insyaAllah
📢 Kutipan al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Lc. hafizhahullah
Sumber: https://asysyariah.com/patuh-dan-taat-pada-pemerintah-di-saat-wabah-melanda/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Terkait kondisi sekarang, ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam katakan, “Patuh, taatlah kepada pemerintah kalian yang memimpin,
kita, terutama muslimin atau salafiyin secara khusus, diuji di saat-saat seperti ini, sejauh mana ketaatan kita kepada pemerintah.
Ketaatan, dalam keadaan kita senang atau terpaksa, dalam keadaan susah ataupun mudah. Senang, karena apa yang menjadi perintah dan ketetapan mereka mungkin menguntungkan kita, sesuai dengan yang kita inginkan. Terpaksa, karena keputusan pemerintah mungkin kita rasa merugikan kita, kita anggap itu tidak menguntungkan bagi kita, di situ kita diuji.
Ketaatan
Seperti yang Antum tahu, mungkin di banyak negeri, termasuk kita di Indonesia, Pemerintah menginginkan kemaslahatan bagi rakyatnya, mengawal kemaslahatan, kesehatan mereka.
Maka menetapkan beberapa ketentuan terkait shalat berjamaah di masjid, shalat Jumat, maka taati pemimpin kita.
Ini sekarang ujian, ujian amaliah bahwa selama ini kita belajar hanya sebatas teori, mudah.
Manhaj ahlus sunnah taat kepada pemerintahnya, manhaj khawarij menentang kepada pemerintahnya. Manhaj ahlus sunnah memuliakan, mengagungkan pemerintahnya, mencintai mereka, mendoakan baik. Khawarij mencela, membenci mereka, dan seterusnya.
Itu teori, mudah,
tinggal pengamalannya sekarang Di situ akan terlihat ahlus sunnah yang benar-benar jujur, dan siapa pula yang mengada-ada akan tersisihkan.
Perkaranya menuntut konsekuensi kita untuk jujur dan konsekuen terhadap apa yang kita pelajari selama ini.
khair, insyaAllah
📢 Kutipan al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Lc. hafizhahullah
Sumber: https://asysyariah.com/patuh-dan-taat-pada-pemerintah-di-saat-wabah-melanda/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com