🔎📁MUHASABAH ITU SETIAP SAAT
▫️Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu ta'ala:
اعلموا أنه يجب علينا أن نحاسب أنفسنا في كل وقت وحين قال تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ)، (وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ) يعني: كل نفس، (مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ) يوم القيامة من الأعمال، فما كان من خير فإنه يحمد الله عليه ويزداد منه ويستمر عليه، وما كان غير ذلك فإنه يتوب إلى الله منه، ويستبدله بالعمل الصالح، فإن باب التوبة مفتوح دائماً وأبدا إلى أن تخرج الشمس من مغربها.
Ketahuilah, sesungguhnya yang wajib atas kita untuk senantiasa muhasabah (instrospeksi diri) setiap waktu dan setiap saat.
Allah ta'ala berfirman:
(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ)
"Wahai sekalian orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah. Dan hendaknya setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kalian kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha teliti atas apa yang kalian kerjakan."
(وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ)
Yakni setiap jiwa,
(مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ)
Yakni pada hari kiamat dari amalan-amalan.
Apabila itu dari amal kebaikan maka ia memuji Allah atasnya, dan ia menambahnya, serta terus menerus (istiqomah) dalam mengerjakannya.
Adapun kalau itu bukan pada kebaikan, maka hendaknya ia bertaubat kepada Allah dan menggantinya dengan amal shaleh.
Maka sesungguhnya pintu taubat senantiasa terbuka selamanya, sampai matahari terbit dari arah barat."
Sumber :
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14170
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▫️Berkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu ta'ala:
اعلموا أنه يجب علينا أن نحاسب أنفسنا في كل وقت وحين قال تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ)، (وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ) يعني: كل نفس، (مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ) يوم القيامة من الأعمال، فما كان من خير فإنه يحمد الله عليه ويزداد منه ويستمر عليه، وما كان غير ذلك فإنه يتوب إلى الله منه، ويستبدله بالعمل الصالح، فإن باب التوبة مفتوح دائماً وأبدا إلى أن تخرج الشمس من مغربها.
Ketahuilah, sesungguhnya yang wajib atas kita untuk senantiasa muhasabah (instrospeksi diri) setiap waktu dan setiap saat.
Allah ta'ala berfirman:
(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ)
"Wahai sekalian orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah. Dan hendaknya setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kalian kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha teliti atas apa yang kalian kerjakan."
(وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ)
Yakni setiap jiwa,
(مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ)
Yakni pada hari kiamat dari amalan-amalan.
Apabila itu dari amal kebaikan maka ia memuji Allah atasnya, dan ia menambahnya, serta terus menerus (istiqomah) dalam mengerjakannya.
Adapun kalau itu bukan pada kebaikan, maka hendaknya ia bertaubat kepada Allah dan menggantinya dengan amal shaleh.
Maka sesungguhnya pintu taubat senantiasa terbuka selamanya, sampai matahari terbit dari arah barat."
Sumber :
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14170
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢✏📑 KEADAAN MUKMIN SETELAH BERAMAL
Tentang firman Allah,
الَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ… (المؤمنون: 60
“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut….” (Al-Mu`minun: 60)
✍🏻 Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan,
كَانُوا يَعْمَلُونَ مَا يَعْمَلُونَ مِنْ أَعْمَالِ الْبِرِّ وَهُمْ مُشْفِقُونَ أَلَّا يُنْجِيَهُمْ ذَلِكَ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Mereka mengerjakan amalan-amalan kebajikan dalam keadaan khawatir bahwa amalan tersebut tidak menyelamatkan mereka dari azab Allah azza wa jalla.”
📕(az-Zuhd hlm. 230, karya al-Imam Ahmad)
Sumber: https://forumsalafy.net/keadaan-mukmin-setelah-beramal/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Tentang firman Allah,
الَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ… (المؤمنون: 60
“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut….” (Al-Mu`minun: 60)
✍🏻 Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan,
كَانُوا يَعْمَلُونَ مَا يَعْمَلُونَ مِنْ أَعْمَالِ الْبِرِّ وَهُمْ مُشْفِقُونَ أَلَّا يُنْجِيَهُمْ ذَلِكَ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Mereka mengerjakan amalan-amalan kebajikan dalam keadaan khawatir bahwa amalan tersebut tidak menyelamatkan mereka dari azab Allah azza wa jalla.”
📕(az-Zuhd hlm. 230, karya al-Imam Ahmad)
Sumber: https://forumsalafy.net/keadaan-mukmin-setelah-beramal/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢⚠❌ MERENUNGI KEMATIAN
✍🏻 Al-A’masy rahimahullah berkata
كنا نشهد الجنازة، ولا ندري من المعزى فيها لكثرة الباكين، وإنما بكاؤهم على أنفسهم لا على الميت
Kami pernah menghadiri pemakaman jenazah. Saat itu, kami tidak mengetahui kepada siapa kami bertakziah karena banyaknya orang yang menangis. Akan tetapi, tangisan mereka tertuju kepada mereka sendiri, bukan tertuju kepada jenazah.
📚 Al-Aqibah Fi Dzikril Mauti Wal Akhirah Lil Isybili, hlm. 15
Sumber: https://forumsalafy.net/merenungi-kematian/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-A’masy rahimahullah berkata
كنا نشهد الجنازة، ولا ندري من المعزى فيها لكثرة الباكين، وإنما بكاؤهم على أنفسهم لا على الميت
Kami pernah menghadiri pemakaman jenazah. Saat itu, kami tidak mengetahui kepada siapa kami bertakziah karena banyaknya orang yang menangis. Akan tetapi, tangisan mereka tertuju kepada mereka sendiri, bukan tertuju kepada jenazah.
📚 Al-Aqibah Fi Dzikril Mauti Wal Akhirah Lil Isybili, hlm. 15
Sumber: https://forumsalafy.net/merenungi-kematian/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌻🍂🥀 WAFAT DIATAS SUNNAH
Dari Ma’mar bin Sulaiman rahimahullah berkata :
Aku masuk kepada bapakku dalam keadaan bersedih.
Maka beliau ( bapaknya ) mengatakan : "Ada apa denganmu."
Aku berkata : "Temanku telah meninggal."
Bapaknya berkata : "Apakah dia meninggal diatas sunnah."
Aku mengatakan : "ya."
Bapaknya berkata : "Jangan menghawatirkannya."
📕 (Allaalikaaiy : 1/67/61)
● عن معتمر بن سليمان رحمه الله يقول:
دخلت على أبي وأنا منكسر فقال مالك قلت مات صديق لي قال مات على السنة قلت نعم قال فلا تخف عليه.
📚اللالكائي : (1/67/61)
Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
www.salafylampung.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari Ma’mar bin Sulaiman rahimahullah berkata :
Aku masuk kepada bapakku dalam keadaan bersedih.
Maka beliau ( bapaknya ) mengatakan : "Ada apa denganmu."
Aku berkata : "Temanku telah meninggal."
Bapaknya berkata : "Apakah dia meninggal diatas sunnah."
Aku mengatakan : "ya."
Bapaknya berkata : "Jangan menghawatirkannya."
📕 (Allaalikaaiy : 1/67/61)
● عن معتمر بن سليمان رحمه الله يقول:
دخلت على أبي وأنا منكسر فقال مالك قلت مات صديق لي قال مات على السنة قلت نعم قال فلا تخف عليه.
📚اللالكائي : (1/67/61)
Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
www.salafylampung.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏼📢💐🌹 PERISAI SEORANG MUSLIM (3)
Bacaan yang Diucapkan dalam Kondisi Sempit dan Terdesak
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ
"Doa Dzun-Nun (Nabi Yunus) ketika beliau berada di dalam perut ikan paus, beliau berdoa,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
LAA ILAA HA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZHZHAALIMIIN
“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”
فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ
“Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengan mengucapkan kalimat ini dalam keadaan segenting apa pun, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 3505. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3505)
Sumber: https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Bacaan yang Diucapkan dalam Kondisi Sempit dan Terdesak
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ
"Doa Dzun-Nun (Nabi Yunus) ketika beliau berada di dalam perut ikan paus, beliau berdoa,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
LAA ILAA HA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZHZHAALIMIIN
“Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”
فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ
“Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengan mengucapkan kalimat ini dalam keadaan segenting apa pun, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 3505. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 3505)
Sumber: https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌹🌻🌷💐 JALAN KESELAMATAN
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
«لزوم الجماعة، والسمع والطاعة، وتجنب البدع والمحدثات، ولزوم السنة؛ هذه هي سبل النجاة بإذن الله»
"Senantiasa bersama pemerintah, mendengar dan mentaati mereka (dalam perkara yang baik), menjauhi bid’ah dan perkara-perkara yang diada-adakan dalam urusan agama, selalu mengikuti sunnah nabi, ini semua merupakan jalan keselamatan dengan seizin Allah."
📼 Wasathiyyatul Islam, 02-03-1438
Sumber: https://twitter.com/SFawzaan/status/848178037120258048
WhatsApp Salafy Indonesia @ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
«لزوم الجماعة، والسمع والطاعة، وتجنب البدع والمحدثات، ولزوم السنة؛ هذه هي سبل النجاة بإذن الله»
"Senantiasa bersama pemerintah, mendengar dan mentaati mereka (dalam perkara yang baik), menjauhi bid’ah dan perkara-perkara yang diada-adakan dalam urusan agama, selalu mengikuti sunnah nabi, ini semua merupakan jalan keselamatan dengan seizin Allah."
📼 Wasathiyyatul Islam, 02-03-1438
Sumber: https://twitter.com/SFawzaan/status/848178037120258048
WhatsApp Salafy Indonesia @ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
👍🏻📢✅🌷 KEADAAN ORANG-ORANG SALEH DI MASA WABAH
Anas bin Sirin mengatakan, “Sampai berita kepada kami bahwa Masruq lari dari wabah penyakit tha’un di Kufah. Mendengar hal itu, Muhammad mengingkari berita tersebut seraya mengatakan, “Mari kita mendatangi keluarganya untuk meminta keterangan.”
Lalu, kami pun masuk menemui keluarganya dan kami bertanya tentang berita tersebut (bahwa Masruq lari dari wabah penyakit tha’un di Kufah).
Keluarganya pun menjawab, “Sekali-kali tidak. Sungguh, berita itu tidak benar. Masruq tidaklah lari dari wabah penyakit tersebut, (tetapi hanya berdiam diri di rumah).
Masruq menyatakan (tentang berdiam dirinya dia di dalam rumah di masa tha’un),
أيام تشاغل فأحب أن أخلو للعبادة ، فكان يتنحى فيخلو للعبادة
“Hari-hari ini adalah hari-hari yang menyibukkan (berat). Oleh sebab itu, aku ingin menyendiri beribadah.” Setelah itu, beliau menyendiri untuk beribadah.
✅ Istrinya berkata,
فربما جلست خلفه أبكي مما أراه يصنع بنفسه ، وكان يصلي حتى تورم قدماه
“Aku sering duduk di belakangnya, menangis melihat apa yang dilakukan kepada dirinya sendiri. Dia terus-menerus salat hingga kedua kakinya bengkak.”
✅ Istrinya juga berkata,
الطاعون والبطن والنفساء والغرق، من مات فيهن مسلما فهي له شهادة
“Aku mendengar Masruq mengatakan, 'Tha’un, penyakit perut, melahirkan, dan tenggelam; barang siapa meninggal karenanya dalam keadaan muslim, baginya (pahala) syahid.”
📚 Thabaqat Ibnu Sa’d, 6/81
Sumber: https://forumsalafy.net/keadaan-orang-orang-saleh-di-masa-wabah/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Anas bin Sirin mengatakan, “Sampai berita kepada kami bahwa Masruq lari dari wabah penyakit tha’un di Kufah. Mendengar hal itu, Muhammad mengingkari berita tersebut seraya mengatakan, “Mari kita mendatangi keluarganya untuk meminta keterangan.”
Lalu, kami pun masuk menemui keluarganya dan kami bertanya tentang berita tersebut (bahwa Masruq lari dari wabah penyakit tha’un di Kufah).
Keluarganya pun menjawab, “Sekali-kali tidak. Sungguh, berita itu tidak benar. Masruq tidaklah lari dari wabah penyakit tersebut, (tetapi hanya berdiam diri di rumah).
Masruq menyatakan (tentang berdiam dirinya dia di dalam rumah di masa tha’un),
أيام تشاغل فأحب أن أخلو للعبادة ، فكان يتنحى فيخلو للعبادة
“Hari-hari ini adalah hari-hari yang menyibukkan (berat). Oleh sebab itu, aku ingin menyendiri beribadah.” Setelah itu, beliau menyendiri untuk beribadah.
✅ Istrinya berkata,
فربما جلست خلفه أبكي مما أراه يصنع بنفسه ، وكان يصلي حتى تورم قدماه
“Aku sering duduk di belakangnya, menangis melihat apa yang dilakukan kepada dirinya sendiri. Dia terus-menerus salat hingga kedua kakinya bengkak.”
✅ Istrinya juga berkata,
الطاعون والبطن والنفساء والغرق، من مات فيهن مسلما فهي له شهادة
“Aku mendengar Masruq mengatakan, 'Tha’un, penyakit perut, melahirkan, dan tenggelam; barang siapa meninggal karenanya dalam keadaan muslim, baginya (pahala) syahid.”
📚 Thabaqat Ibnu Sa’d, 6/81
Sumber: https://forumsalafy.net/keadaan-orang-orang-saleh-di-masa-wabah/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💥💦💉 PENGARUH BURUK DOSA TERHADAP KALBU
🔊 Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah mengatakan,
فإن الذنوب تؤثر في القلوب بالمرض وقد يشتد ذلك حتى يختم عليها فتطغى وتغلف والعياذ بالله:
فلا ينفذ إليها موعظة ، ولا تتأثر بالقرآن .
ولا بتذكير .
"Sesungguhnya dosa-dosa berdampak buruk terhadap kalbu dengan munculnya penyakit (kalbu). Bahkan terkadang semakin parah sehingga kalbunya ditutup dan melampaui batas, kita berlindung kepada Allah darinya. Sehingga nasihat, ayat Al-Qur'an dan peringatan tidak berpengaruh terhadap kalbunya."
📚 Tashilul Ilmam 1/504
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
http://www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊 Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah mengatakan,
فإن الذنوب تؤثر في القلوب بالمرض وقد يشتد ذلك حتى يختم عليها فتطغى وتغلف والعياذ بالله:
فلا ينفذ إليها موعظة ، ولا تتأثر بالقرآن .
ولا بتذكير .
"Sesungguhnya dosa-dosa berdampak buruk terhadap kalbu dengan munculnya penyakit (kalbu). Bahkan terkadang semakin parah sehingga kalbunya ditutup dan melampaui batas, kita berlindung kepada Allah darinya. Sehingga nasihat, ayat Al-Qur'an dan peringatan tidak berpengaruh terhadap kalbunya."
📚 Tashilul Ilmam 1/504
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
http://www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌷🌸💐🌹 TIDAKKAH KITA INGIN MENJADI HAMBA YANG BERSYUKUR?
Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلَاهُ
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat (malam), beliau berdiri (begitu lama) hingga kedua kakinya terpecah-pecah.”
قَالَتْ عَائِشَةُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ ؟
^^Aisyah radhiyallahu ‘anha^^ bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa Engkau melakukan yang demikian ini? Bukankah dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni?”
فَقَالَ : ” يَا عَائِشَةُ، أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ؟ “
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Wahai Aisyah, tidakkah diriku ini ingin menjadi hamba yang bersyukur?”
📚 HR. Muslim no. 2820
Sumber: https://forumsalafy.net/tidakkah-kita-ingin-menjadi-hamba-yang-bersyukur/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلَاهُ
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat (malam), beliau berdiri (begitu lama) hingga kedua kakinya terpecah-pecah.”
قَالَتْ عَائِشَةُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ ؟
^^Aisyah radhiyallahu ‘anha^^ bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa Engkau melakukan yang demikian ini? Bukankah dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni?”
فَقَالَ : ” يَا عَائِشَةُ، أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ؟ “
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Wahai Aisyah, tidakkah diriku ini ingin menjadi hamba yang bersyukur?”
📚 HR. Muslim no. 2820
Sumber: https://forumsalafy.net/tidakkah-kita-ingin-menjadi-hamba-yang-bersyukur/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
KEPADA TENAGA MEDIS DAN SELURUH KAUM MUSLIMIN: MOHON TIDAK LUPA MEMBACA DOA DAN ZIKIR (1)
📝 Membaca ayat kursi sebanyak satu kali ketika pagi dan sore hari.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Milik-Nya segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin dari-Nya. Dia mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.” (al-Baqarah: 255)
🗓 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan dalam sunnah taqririyah beliau (dalam konteks kisah ini berupa pembenaran) ketika jin berkata kepada Ubay bin Ka’ab tentang Ayat Kursi,
*مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ. فلَمَّا أَصْبَحَ أتَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: صَدَقَ الْخَبِيثُ.*
“Barang siapa membacanya (ayat kursi) pada pagi hari, dia akan dilindungi dari (gangguan) kami (para jin) sampai sore. Barang siapa membacanya pada sore hari, akan dilindungi dari (gangguan) kami (para jin) hingga pagi.”
📊 Esoknya, Ubay mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam seraya menyebutkan kisahnya semalam, maka beliau besabda, "Makhluk khabis itu telah benar."
📚 (Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 662)
• Selain itu, ayat kursi juga disyariatkan dibaca setiap selesai shalat fardhu.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ
“Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian.”
(HR. an-Nasai dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 182, dari sahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 408 no. 478)
✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menceritakan, “Sampai berita kepadaku bahwa guru kami, Abul Abbas Ibnu Taimiyah (Syaikhul Islam) mengatakan, "Aku tidak pernah meninggalkan membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).”
(Zad al-Ma’ad 1/304)
• Ayat Kursi juga disyariatkan dibaca setiap akan tidur.
Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sunnah taqririyah beliau (dalam konteks kisah ini berupa pembenaran) ketika setan berkata kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu,
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ، ذَاكَ شَيْطَانٌ
“Apabila kamu menuju pembaringanmu, bacalah Ayat Kursi; niscaya kamu akan senantiasa bersama penjaga dari Allah dan setan tidak akan mendekatimu sampai datang waktu pagi.”
◼Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dia benar meski dia adalah seorang pendusta. Dia adalah setan.” (HR. al-Bukhari no. 3275)
📝 Membaca ayat kursi sebanyak satu kali ketika pagi dan sore hari.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Milik-Nya segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin dari-Nya. Dia mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.” (al-Baqarah: 255)
🗓 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan dalam sunnah taqririyah beliau (dalam konteks kisah ini berupa pembenaran) ketika jin berkata kepada Ubay bin Ka’ab tentang Ayat Kursi,
*مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ. فلَمَّا أَصْبَحَ أتَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: صَدَقَ الْخَبِيثُ.*
“Barang siapa membacanya (ayat kursi) pada pagi hari, dia akan dilindungi dari (gangguan) kami (para jin) sampai sore. Barang siapa membacanya pada sore hari, akan dilindungi dari (gangguan) kami (para jin) hingga pagi.”
📊 Esoknya, Ubay mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam seraya menyebutkan kisahnya semalam, maka beliau besabda, "Makhluk khabis itu telah benar."
📚 (Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 662)
• Selain itu, ayat kursi juga disyariatkan dibaca setiap selesai shalat fardhu.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ
“Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian.”
(HR. an-Nasai dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 182, dari sahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Muqbil dalam ash-Shahih al-Musnad Mimma Laisa fi ash-Shahihain jilid 1 hlm. 408 no. 478)
✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menceritakan, “Sampai berita kepadaku bahwa guru kami, Abul Abbas Ibnu Taimiyah (Syaikhul Islam) mengatakan, "Aku tidak pernah meninggalkan membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).”
(Zad al-Ma’ad 1/304)
• Ayat Kursi juga disyariatkan dibaca setiap akan tidur.
Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sunnah taqririyah beliau (dalam konteks kisah ini berupa pembenaran) ketika setan berkata kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu,
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ، ذَاكَ شَيْطَانٌ
“Apabila kamu menuju pembaringanmu, bacalah Ayat Kursi; niscaya kamu akan senantiasa bersama penjaga dari Allah dan setan tidak akan mendekatimu sampai datang waktu pagi.”
◼Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dia benar meski dia adalah seorang pendusta. Dia adalah setan.” (HR. al-Bukhari no. 3275)
⏰ Kesimpulan:
Ayat kursi disyariatkan dibaca setiap pagi dan sore, setiap selesai shalat waijb, dan sebelum tidur; dengan keutamaan masing-masing sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits di atas.
📲 Selengkapnya:
https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
@asysyariah
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Ayat kursi disyariatkan dibaca setiap pagi dan sore, setiap selesai shalat waijb, dan sebelum tidur; dengan keutamaan masing-masing sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits di atas.
📲 Selengkapnya:
https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
@asysyariah
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📝BARAKAH MENGAMALKAN SUNNAH
Fadhilatus Syaikh Al-'allamah Shalih Al Fauzan:
"Biasakanlah dirimu untuk mempraktekkan Sunnah, didalam Sunnah itulah terdapat kebarakahan."
قال العلامة صالح الفوزان -حفظه الله- :
"عوّد نفسك على تطبيق السنة ففيها البركة"
📚شرح كتاب إغاثة اللهفان (١/١١/١٤٣٦)
Sumber:
📚 @fawzaan https://www.fawaidsolo.com/barakah-mengamalkan-sunnah/
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Fadhilatus Syaikh Al-'allamah Shalih Al Fauzan:
"Biasakanlah dirimu untuk mempraktekkan Sunnah, didalam Sunnah itulah terdapat kebarakahan."
قال العلامة صالح الفوزان -حفظه الله- :
"عوّد نفسك على تطبيق السنة ففيها البركة"
📚شرح كتاب إغاثة اللهفان (١/١١/١٤٣٦)
Sumber:
📚 @fawzaan https://www.fawaidsolo.com/barakah-mengamalkan-sunnah/
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎧 AUDIO KUTIPAN KAJIAN
al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Lc. hafizhahullah
🎙 "PATUH DAN TAAT PADA PEMERINTAH SAAT WABAH MELANDA"
(durasi 3:07)
⬇️ 🔊Selengkapnya simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/patuh-dan-taat-pada-pemerintah-di-saat-wabah-melanda/
Sumber:
@asyasyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Lc. hafizhahullah
🎙 "PATUH DAN TAAT PADA PEMERINTAH SAAT WABAH MELANDA"
(durasi 3:07)
⬇️ 🔊Selengkapnya simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/patuh-dan-taat-pada-pemerintah-di-saat-wabah-melanda/
Sumber:
@asyasyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🕌📖🕋 APABILA WAFAT DI ATAS ISLAM DAN SUNNAH
Berkata Imam Ahmad rahimahullah :
"Siapa yang mati diatas islam dan sunnah ,berarti dia mati diatas kebaikan semua."
(Siyar : 11/296)
● قال الإمام أحمد:
مَنْ مَاتَ عَلَى الإِسْلاَمِ وَالسُّنَّةِ مَاتَ عَلَى الخَيْرِ كُلِّهِ
📚سير أعلام النبلاء (11/296)
Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
www.salafylampung.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Berkata Imam Ahmad rahimahullah :
"Siapa yang mati diatas islam dan sunnah ,berarti dia mati diatas kebaikan semua."
(Siyar : 11/296)
● قال الإمام أحمد:
مَنْ مَاتَ عَلَى الإِسْلاَمِ وَالسُّنَّةِ مَاتَ عَلَى الخَيْرِ كُلِّهِ
📚سير أعلام النبلاء (11/296)
Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
www.salafylampung.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com