Salafy Palembang ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
5.89K subscribers
5.38K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
๐Ÿ“๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฏ CARILAH TEMAN YANG MENGINGATKAN KEPADA AKHIRAT

๐Ÿ’ฌ Bilal bin Sa'd rahimahullah mengatakan,

ุฃุฎูŒ ู„ูƒ ูƒู„ู…ุง ู„ู‚ูŠูƒ ุฐูƒูŽู‘ุฑูƒ ุจุญุธูู‘ูƒ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ุŒุฎูŠุฑูŒ ู„ูƒ ู…ูู† ุฃุฎู ูƒู„ู…ุง ู„ู‚ูŠูƒ ูˆุถุน ููŠ ูƒููƒ ุฏูŠู†ุงุฑู‹ุง.

"Saudaramu yang setiap kali bertemu mengingatkanmu tentang nasibmu dihadapan ALLAH, itu lebih baik daripada seorang saudara yang setiap kali bertemu meletakkan satu dinar ditelapak tanganmu."

โœ Hilyatul Auliya' 5/225

Sumber:
@KajianIslamTemanggung
๐Ÿ“ป๐Ÿ“ก Dengarkanโ€ขโ€ขโ€ข [ VERSI BARUโ— ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
Antara Covid-19 dan Ulat Yaโ€™juj Wa Maโ€™Juj

Pertanyaan:
Apa hikmah mewabahnya Covid-19 ?

Jawaban:
Kita yakin bahwa semua apa yang terjadi di muka bumi tidak lepas dari hikmah Allah yang demikian sempurna. Tidak luput pula Covid-19 atau Corona virus yang menggoncang china dan menggemparkan Dunia ada di dalamnya hikmah yang sangat banyak. Sebagian kita ketahuiโ€ฆ

Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/antara-covid-19-dan-ulat-yajuj-wa-majuj/

Sumber:
๐Ÿท @problematikaumat
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โฌ†๏ธโฌ†๏ธโฌ†๏ธโฌ†๏ธโฌ†๏ธโฌ†๏ธโฌ†๏ธ

๐Ÿ’๐Ÿ’ฌAPAKAH PERKATAAN ISTRI KEPADA SUAMINYA: 'SAYA TIDAK BISA HIDUP TANPAMU' TERMASUK KECINTAAN KEPADA SELAIN ALLAHโ“

๐Ÿ’ŽSyekh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah

Pertanyaan:
Fadhilatusy Syekh, semoga Allah memberi taufik kepada Anda, penanya berkata: apakah kecintaan istri terhadap suaminya dengan ia mengatakan kepada suami: 'saya tidak bisa hidup tanpamu', tergolong kecintaan kepada selain Allah?

Jawaban:
Ini sebuah tabiat. Kecintaan tabiat. Allah Ta'ala berfirman:

ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ู…ูŽูˆูŽุฏูŽู‘ุฉู‹ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹

Dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. (Ar Rum:21)

Kecintaan tabiat dan bukan kecintaan ibadah. Jadi, tidak mengapa.


๐ŸŽ™ู„ู„ุดูŠุฎ ุตุงู„ุญ ุงู„ููˆุฒุงู† ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡
ุงู„ุณุคุงู„:
ูุถูŠู„ุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุŒูˆูู‚ูƒู… ุงู„ู„ู„ู‡ ูŠู‚ูˆู„: ู‡ู„ ู…ุญุจุฉ ุงู„ุฒูˆุฌุฉ ู„ุฒูˆุฌู‡ุง ูˆู‚ูˆู„ู‡ุง ู„ู‡ (( ุฃู†ุง ู„ุง ุฃุณุชุทูŠุน ุงู„ุนูŠุด ุจุฏูˆู†ูƒ )) ุชุนุชุจุฑ ู…ู† ุงู„ู…ุญุจู‡ ู„ุบูŠุฑ ุงู„ู„ู‡ ุŸ

ุงู„ุฌูˆุงุจ :
ู‡ุฐู‡ ุทุจูŠุนูŠุฉ ู…ุญุจุฉ ุทุจูŠุนูŠุฉ ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ { ูˆุฌุนู„ ุจูŠู†ูƒู… ู…ูˆุฏุฉ ูˆุฑุญู…ุฉ}
ู…ุญุจุฉ ุทุจูŠุนูŠุฉ ูˆู„ูŠุณุช ู…ุญุจุฉ ุนุจุงุฏุฉ ูู„ุงุจุฃุณ ุจู‡ุง


Sumber:
@ukhwh
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โœ‹๐Ÿป๐Ÿ“ข๐Ÿ’๐ŸŒท DI ANTARA PERANGAI SEORANG MUSLIM YANG MULIA

Sahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu bertanya,

ูŠุง ุฑูŽุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฃูŠู‘ู ุงู„ุฅุณู’ู„ุงู…ู ุฃูู’ุถูŽู„ูุŸ

"Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling utama dalam berislam?"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,

ู…ูŽู† ุณูŽู„ูู…ูŽ ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ู…ูู† ู„ูุณุงู†ูู‡ู ูˆูŠูŽุฏูู‡ู

"Muslim yang paling utama adalah sosok yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan perbuatannya."

๐Ÿ“š HR. Muslim no. 42

Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
โฐ๐Ÿ•ฐ๏ธ JANGAN TAKUT HIDUP SUSAH KARENA BANYAK ANAK

โ–ซ Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah menasihatkan,

ู…ุง ูŠุชูˆู‡ู…ู‡ ุจุนุถ ุงู„ู†ุณุงุก ู…ู† ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ูƒุซุฑ ุงู„ุฃูˆู„ุงุฏ ูƒุซุฑ ุงู„ุชุนุจ ูˆุดู‚ุช ุงู„ุชุฑุจูŠุฉ ูˆุถุงู‚ ุงู„ุฑุฒู‚ ูˆู‡ู… ู„ุง ุญู‚ูŠู‚ุฉ ู„ู‡.
ู„ุฃู†ู‡ ู…ุง ู…ู† ุฏุงุจุฉ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ ุฅู„ุง ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฑุฒู‚ู‡ุง ูˆูƒู„ู…ุง ูˆู„ุฏ ู„ู„ุฅู†ุณุงู† ูˆู„ุฏ ูุชุญ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุจุงุจ ุงู„ุฑุฒู‚ ู„ูˆู„ุง ุงู„ูˆู„ุฏ ู…ุง ุญุตู„ ู„ู‡ ุฐู„ูƒ ู„ุฃู† ุฑุฒู‚ ุงู„ูˆู„ุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„

"Sangkaan sebagian wanita bahwa jika banyak anak maka banyak juga kepenatan, akan rusak pendidikan anak, dan rizki jadi sempit, ini semata-mata sangkaan belaka tanpa realita. Karena tidak ada satu makhluk pun di muka bumi kecuali Allah yang menanggung rizkinya.

Tiap kali ada anak yang terlahir maka Allah pasti membukakan suatu pintu rizki bagi ayahnya yang jika bukan karena lahirnya anak itu maka pintu rizki itu tidak akan ada. Karena yang menanggung rizki anak ialah Allah." (Fatawa Nuur 'alad Darb, XI/289)

Sumber:
@nasehatetam
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
๐Ÿ’Ž SECERCAH NASIHAT

๐Ÿ—’ KEUTAMAAN MEMPERBANYAK SHOLAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD ๏ทบ

Bersama:
๐ŸŽ™ Ustadz Abu Hamzah Yusuf ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“Ÿ Durasi: [ 01:33 ]

Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com

โฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ“ขโœ‹๐Ÿป๐ŸŒท๐Ÿ’ TIGA JENIS DOA YANG MUSTAJAB

โœ๐Ÿป Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ุซูŽู„ูŽุงุซู ุฏูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽุงุช ู„ุงูŽ ุดูŽูƒูŽู‘ ูููŠู’ู‡ูู†ูŽู‘: ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑูุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู

โ€œAda tiga jenis doa yang mustajab (dikabulkan) dan tidak ada keraguan di dalamnya:

1. Doa orang tua.
2. Doa seorang musafir.
3. Doa orang yang terzalimi."

๐Ÿ“š HR. Abu Dawud no. 1536. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 1536

Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
๐Ÿ–โŒโญ•๏ธ โ“DAโ€™I-DAโ€™I RODJAIYYUN (RADIO & TV RODJA) DENGAN DAโ€™I-DAโ€™I SALAFY, APA SIH BEDANYA?

๐Ÿ“ [Tanya]
[โ—] Afwan ustadz semoga Allah merahmati ustadz, memberikan keberkahan pada umur Ustadz, ana minta bimbingannya ustadz, ana sebelumnya taklim ke Rodja namun udah satu bulan ini ana berhenti taklim bersama mareka karena dikasih tahu sama keluarga bahwa Rodja menyimpang. Dan akhir-akhir ini orang Rodja tersebut bilang "kok sekarang nggak taklim lagi?" Ana bingung mau jawab apa dan bagaimana menjelaskan kepada mereka, disisi lain ana masih fakir. Mohon jawaban & nasehat. Jazakallahu khairan ustadz.

โœ๐Ÿป [JAWAB]
Ana mau cerita saja pengalaman ana. Mudah-mudahan ada faedah yang bisa diambil.

Saya kenal manhaj salaf sekitar tahun 1996-1997, waktu itu saya masih SMA kelas 1. Dikenalkan oleh ustadz-ustadz "Ponpes As-Sunnah Cirebon" (sekarang termasuk linknya rodjajiyyun).

Baru 1 tahun mengenal manhaj salaf, saya dihadapkan adanya perpecahan antara grup Pondok Degolan, Jogja (Ja'far Umar Thalib, Ustadz Muhammad Assewed dan yang
bersamanya) dengan grup pondok Tengaran al-Irsyad, Salatiga
(Yusuf 'Utsman Baisa, Fariq Ghosim Anuz, Yazid Jawwas, Abdul Hakim bin Amir Abdat dan yang bersamanya yang kemudian hari menjadi
para da'i rodja).


Karena yang mengenalkan pada saya adalah orang-orang Ponpes As-Sunnah Cirebon, dan di Cirebon yang ada hanya pondoknya As-Sunnah, sayapun tetap ngaji pada mereka. Dengan tetap mencoba bersikap ilmiyah, siapa diantara keduanya yang berada diatas kebenaran.

Diantara poin yang dituduhkan kelompok Degolan pada Tengaran, Salatiga adalah berkaitan dengan adanya penerimaan dana dari Ihya' Atturots Kuwait, dan manhaj mereka yang terpengaruh al-Ikhwanul muslimin (IM).

Kelas 2 SMA saya masih ngaji seperti biasa seminggu sekali, ustadznya dari Ponpes As-Sunnah Cirebon ngisi kajian di masjid sekolah. Sayapun paling ke pondok As-Sunnah Cirebon sekedar sholat jum'at atau kalau ada dauroh.

Dan saat itu saya tidak mendapati apa yang dituduhkan oleh kelompok Degolan, Jogja. Saya merasa apa yang didakwahkan ustadz-ustadz Degolan, Jogja sama dengan apa yang didakwahkan ustadz-ustadz Tengaran, Salatiga atau As-Sunnah Cirebon.

Sampai ketika saya naik kelas 3. Sayapun lebih intensif taklim. Saya lebih sering pergi ke Pondok As-Sunnah, bahkan kadang sampai malam, sayapun mengenal lebih dekat ustadz-ustadznya seperti ustadz Fariq Ghosim Anuz (selevel dengan Yazid Jawwas atau Abdul Hakim Abdat). Dan juga para pengurus ma'had.

Hampir 1 tahun saya banyak menghabiskan waktu dipondok tersebut. Sampai akhirnya, saya baru merasa ada beberapa perkara yang aneh.

Seperti ustadz yang biasa ngisi taklim disekolah saya pernah bertanya pada saya: "antum sore ini mau ke Pondok As-Sunnah?" Saya jawab: "insya Allah"

๐Ÿ‘‰๐Ÿป Ustadz tersebut bilang: "Saya titip pesan buat ustadz Ali (maksudnya Ali Hijrah rahimahullah - ketua yayasan Assunnah, sekarang sudah meninggal) kalau dana iftor dari ihya at turots sudah datang, ada ikhwan Cideng yang minta"

๐Ÿ’ฅโ—๏ธDeg! Berarti benar, mereka punya hubungan dengan Ihya At turots Kuwait

Kemudian, ketika suatu hari saya masuk ke maktabah pondok di lantai 2 masjid, dan itu pertama kalinya saya masuk maktabah, saya kaget ternyata di dalamnya banyak buku-buku terjemahan Hasan Albana, Sayyid Quthub, Fathi Yakan, Said Hawwa dll. (Nama-nama tersebut adalah tokoh al-Ikhwanul Muslimin yang tidak berjalan diatas dakwah salafush shalih)

Saya pun mengingkari hal ini, dan bertanya pada salah satu pengurus senior: "Kenapa ada buku-buku orang IM, kenapa tidak dibakar saja?" Beliau menjawab: "Jangan dibakar, kan bisa sebagai bukti, kalau membantah mereka, dan untuk mengetahui kesesatan mereka."

Ooooh, tapi kenapa dipajang ditempat umum (dalam hati saya)โ‰๏ธ
Kemudian perkara yang lainnya, takala suatu hari saya mendapati buku saku PK (Partai Keadilan PKS zaman dulu), banyak bertebaran di kusen jendela masjid. Saya merasa aneh, kenapa buku saku sebuah partai banyak berada di masjid seolah-olah sengaja agar dibaca???

Sampai akhirnya pada bulan Ramadhan, saya merasa kaget ketika hendak berbuka di Pondok As-Sunnah Cirebon, yang didahului taklim ustadz Fariq Ghasim Anuz, ternyata banyak sekali yang hadir akan tetapi dengan penampilan yang berbeda, bukan orang-orang yang berjubah atau memelihara jenggot, tapi berkoko dan lihyahnya dirapihkan. Yang lebih mengagetkan lagi, salah satu yang hadir adalah orang yang saya kenal yg sering datang ke kontrakan dan mengisi taklim sebagian teman-teman di kosan. Dia adalah lulusan STAIN Jakarta sekaligus jadi da'i IM.Kok dia ada disini?

... Beberapa bulan kemudian, saya lulus sekolah dan pindah dari Cirebon dan saya tidak pernah lagi menginjakan kaki di Ponpes As-Sunnah Cirebon
kecuali setelah kurang lebih 13 tahun karena ada suatu keperluan (bukan ke pondoknya). Dalam keadaan semuanya telah berubah.


๐Ÿ“ Saya ingin mengambil pelajaran bagi diri saya pribadi dari beberapa kejadian tersebut. Mudah-mudahan yang lain mendapatkan faidah:

[Pertama]: Apa yang kita tidak tahu belum tentu tidak terjadi.

Sebagian saudara kita sering mengeluh:

"Saya kok tidak pernah mendapati pada ustadz-ustadz rodja apa yang dituduhkan oleh ustadz-ustadz salafy!?"

"Katanya ustadz-ustadz rodja suka bermuamalah dengan ahlu bid'ah, saya tidak pernah melihat, bahkan sering memperingatkan dari ahlu bid'ah!?"

"Katanya ustadz-ustadz rodja, bermain dalam politik praktis, saya tidak pernah melihat!?"

"Katanya ustadz-ustadz rodja terbiasa bermu'amalah dengan Bank, saya melihat mereka justeru memperingatkan dari riba!?" dan...dan....

Maka saya ambil pelajaran:

"Tidak semua yang saya tidak tahu pada mereka, tidak terjadi pada mereka".
Artinya apa? Belajar mempercayai orang yang mengkhabarkan suatu
berita, selama orang tersebut kita kenal adalah orang yang jujur dan tepercaya.


Berapa banyak orang-orang yang mengkhabarkan tentang penyimpangan mereka...
Atau muncul ucapan dari saudara kita "beda sedikit saja".

Perbedaan tidak sekedar dilihat dari banyak atau sedikitnya. Tapi dilihat juga akibat perbedaan apa yg diperselisihkan.

Para pengikut Musailamah Al Kadzab dengan para tabi'in apa perbedaanya? Apakah mereka menyembah lata dan uzza? Apakah mereka menolak sifat Allah seperti jahmiyah?
Apakah mereka berpendapat kafirnya pelaku dosa besar seperti khowarij?
Apakah tatacara ibadah mereka sholat, shaum, haji menyelisihi Cara Nabi? Atau apakah mereka tidak beriman bahwa Muhammad shalallahu alaihi salam seorang nabi dan Rasul?
Jawabannya tidak, bahkan sebagian dari mereka belajar pada sahabat Nabi, mereka hidup pada kurun mufadholah.
Perbedaan para pengikut musailamah dengan kaum muslimin "beda dikit"
tetapi menyebabkan kehancuran yang besar dan abadi. Yaitu keyakinan
mereka bahwa Musailamah adalah seorang nabi.


Justeru yang "beda dikit" tapi memang beda justeru lebih berbahaya.Karena akan lebih samar.

Para Nabi dan Rosul adalah sebaik-baik manusia, maka para nabi palsu adalah sejelek-jelek manusia.

Salafiyun adalah sebaik-baik kaum. Maka orang-orang yg mengaku-ngaku salafy adalah sejelek-jelek kaum.

Kalau mau jujur silahkan bandingkan, apakah da'i rodja beda dikit dengan salafy atau beda dikit dengan Ikhwanul Muslimin

Sebagai contoh dari da'i salafy, da'i rodja dan da'i IM
Ust. Usamah da'i salafy
Firanda/badrussalam dari da'i rodja Hidayat Nurwahid dari IM
Ke 3 nya pernah belajar di Univ. Madinah.

Dalam penyikapan terhadap demokrasi Apakah firanda lebih dekat dengan sikap ust. Usamah ataukah dengan Hidayat?

Dalam masalah muamalah dengan ahlul bid'ah Apakah Firanda lebih dekat dengan ust. Usamah ataukah dengan Hidayat?

Dalam masalah metode dakwah Apakah Firanda lebih dekat dengan metode ust. Usamah atau Hidayat?
Dalam masalah hukum gambar, tampil di TV, ikhtilath dalam dakwah Apakah Firanda lebih dekat dengan ust. Usamah atau Hidayat.

Dalam masalah pakaian Apakah firanda lebih mencocoki ust. Usamah ataukah Hidayat

Dalam masalah sikap terhadap pemerintah Apakah Firanda lebih dekat sikapnya dengan sikap ust. Usamah ataukah Hidayat

Dalam gaya hidup Apakah lebih dekat dengan gaya ust. Usamah atau Hidayat
Dan yg lainnya.


Silahkan kalau mau jujur

Apakah da'i rodja tersebut lebih mendekati salafy atau lebih mirip dengan da'i IM?

Allahu a'lam bishowab

๐Ÿ“š Selesai.

โœ๐Ÿป Ditulis oleh:
Akhukum Abu Abdirrahman Abdullah (Majalengka)
Yang dahulu ikut duduk dan ngaji dengan mereka

Semoga bisa diambil pelajaran.

Sumber:
Grup WA "As-salafiyyah"
@salafytabalong
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM