💡📛📢🌷 BOLEHKAH MENYINGKAT SHALAWAT ATAS NABI SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALAM
Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
Apakah diperbolehkan menulis huruf (ص) atau (صلعم) sebagai singkatan dari صلى الله عليه وسلم ?
📬 Tanya:
Apakah diperbolehkan ketika menulis hadits, terkhusus pada kalimat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam untuk menuliskannya dengan huruf (ص) atau (صلعم) sebagai isyarat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم? Dan apakah kita harus menggerakkan kedua bibir ketika menulis kalimat صلى الله عليه وسلم?
🔓 Jawaban:
Yang wajib ialah dengan menulisnya صلى الله عليه وسلم (shallallahu ‘alaihi wa salam). Adapun (ص) atau (صلعم) (atau SAW versi indonesia -pent), maka ini tidak boleh. Ini keliru. Tetapi (yang benar) setelah menyebutkan nama beliau ialah dengan menuliskan shallallahu ‘alaihi wa salam (صلى الله عليه وسلم).
Dan yang afdhal (lebih utama) ialah sembari melafadzkannya, menggabungkan antara dua perkara shallallahu ‘alaihi wa salam.
Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/node/19350 http://forumsalafy.net/bolehkah-menyingkat-shalawat-atas-nabi-shalallahu-alaihi-wa-salam/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
Apakah diperbolehkan menulis huruf (ص) atau (صلعم) sebagai singkatan dari صلى الله عليه وسلم ?
📬 Tanya:
Apakah diperbolehkan ketika menulis hadits, terkhusus pada kalimat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam untuk menuliskannya dengan huruf (ص) atau (صلعم) sebagai isyarat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم? Dan apakah kita harus menggerakkan kedua bibir ketika menulis kalimat صلى الله عليه وسلم?
🔓 Jawaban:
Yang wajib ialah dengan menulisnya صلى الله عليه وسلم (shallallahu ‘alaihi wa salam). Adapun (ص) atau (صلعم) (atau SAW versi indonesia -pent), maka ini tidak boleh. Ini keliru. Tetapi (yang benar) setelah menyebutkan nama beliau ialah dengan menuliskan shallallahu ‘alaihi wa salam (صلى الله عليه وسلم).
Dan yang afdhal (lebih utama) ialah sembari melafadzkannya, menggabungkan antara dua perkara shallallahu ‘alaihi wa salam.
Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/node/19350 http://forumsalafy.net/bolehkah-menyingkat-shalawat-atas-nabi-shalallahu-alaihi-wa-salam/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊MENINGGALKAN SHALAT BERJAMA'AH CIRI MUNAFIK
Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu berkata,
"Adapun siapa (dari laki-laki) yang shalat di rumahnya dan meninggalkan shalat berjamaah atau dia mengakhir-akhirkan shalat dari waktunya, maka orang ini tersifati dengan sifat orang-orang munafik".
📕(Al Khuthabul Minbariyyah, jil. 2 hal. 54, cet. Maktabah Taubatil Islamiyyah 2014).
Sumber: @faidahringancatatankajianku
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu berkata,
"Adapun siapa (dari laki-laki) yang shalat di rumahnya dan meninggalkan shalat berjamaah atau dia mengakhir-akhirkan shalat dari waktunya, maka orang ini tersifati dengan sifat orang-orang munafik".
📕(Al Khuthabul Minbariyyah, jil. 2 hal. 54, cet. Maktabah Taubatil Islamiyyah 2014).
Sumber: @faidahringancatatankajianku
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
📝 KAPAN BARU MEMULAI
Di antara sejumlah nikmat Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita ialah Dia memberi kecukupan rizki dan juga sedikit kelebihan harta pada kita dan keluarga.
Dan apa yang Allah ta'ala telah lebihkan akan kian bermanfaat dan langgeng kepemilikannya ketika kelebihan harta itu diinfakkan pada jalur-jalur kebaikan. Sedang harta yang tetap bersama kita (tidak diinfakkan, sebatas dipakai untuk urusan dunia) akan hangus.
1⃣ Yang Diinfakkan Akan Jadi Harta Kita Dunia Akhirat
Allah ta'ala berfirman :
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ
"Apa yang ada pada kalian akan sirna dan apa yang ada di sisi Allah (yang diinfakkan) akan kekal selamanya."
(QS. An-Nahl : 96)
Maka seorang yang cerdas tentu lebih memilih hartanya bertahan di sisi Allah daripada terhabiskan dengan begitu cepat.
Dan penting pula untuk kita mengingat, bahwa banyak keutamaan yang bakal didapat oleh seseorang ketika dia berinfak di jalan Allah. Lebih-lebih lagi kaitannya dengan kemaslahatan dakwah. Meski sedikit harta yang kita keluarkan, namun kita lakukan dengan ikhlas alangkah besarnya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.
2⃣ Sekecil Apapun Sedekah yang Dikeluarkan; Niscaya Allah akan Mengelolanya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
إن العبد إذا تصدق من طيب تقبلها الله منه وأخذها بيمينه فرباها كما يربي أحدكم مهره أو فصيله
"Sesungguhnya apabila seseorang bersedekah dari harta yang halal; niscaya Allah akan menerimanya dan menyambutnya dengan Tangan kanan-Nya, kemudian Allah akan mengelola sedekah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian mengelola bibit tanaman."
Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan :
وإن الرجل ليتصدق باللقمة فتربو في يد الله أو قال في كف الله حتى تكون مثل الجبل فتصدقوا
"Dan sungguh, ada seseorang yang bersedekah hanya dengan seukuran sesuap makanan; namun ia menjadi berkembang di Tangan Allah hingga sedekah kecil yang dia keluarkan menjadi besar laksana gunung. Maka bersedekahlah kalian!!. (Shahih at-Targhiib, 856)
Alangkah besar keutamaan Allah subhanahu wa ta'ala ini. Dia persiapkan bagi hamba yang bersedekah. Yang kecil saja ukuran sedekahnya demikian besar jadinya ketika Allah kelola. Bagaimana lagi apabila sedekah yang dia berikan lebih daripada seukuran sesuap makanan.
Dalam riwayat lainnya Rasulullah ﷺ bersabda :
إن الله ليربي لاحدكم التمرة واللقمة كما يربي أحدكم فلوه أو فصيله حتى تكون مثل أحد
"Sesungguhnya Allah benar-benar mengelola sedekah yang kalian lakukan meski itu hanya sebutir kurma dan sesuap makanan; sebagaimana kalian mengelola bibit tanaman. Hingga sedekah kecil tersebut menjadi besar laksana gunung Uhud." (Shahih at-Targhiib, 857)
Apabila kita tarik pada ayat tadi, maka maknanya : Di samping harta yang kita miliki akan bertahan hingga akhirat nanti, harta tersebut juga akan jadi berkembang semakin besar dan berlipat ganda.
3⃣ Yang Berinfak Dapat Doa Kebaikan Dari Malaikat
Rasulullah ﷺ menyatakan :
ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان، فيقول أحدهما: اللهم أعط منفقا خلفا، ويقول الآخر: اللهم أعط ممسكا تلفا
"Tidak satu hari pun yang dilewati oleh para hamba; melainkan akan turun dua malaikat. Salah satunya berkata; 'Ya Allah berikanlah harta pengganti bagi orang yang menafkahkan hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata; 'Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)'". Muttafaqun 'alaihi
4⃣ Menahan-nahan Kelebihan Harta ialah Keburukan
Dalam salah satu kesempatan, Nabi Muhammad ﷺ pernah menyatakan pada para sahabatnya :
يا ابن آدم، إنك أن تبذل الفضل خير لك، وأن تمسكه شر لك، ولا تلام على كفاف، وابدأ بمن تعول، واليد العليا خير من اليد السفلى)). رواه مسلم.
"Wahai manusia! Sesungguhnya jika kamu menginfakkan kelebihan hartamu maka itu jauh lebih baik untukmu. Sedang jika kamu simpan maka itu buruk untukmu. Namun tidak ada celaan bagi orang yang pas-pasan."
HR. Muslim
Di antara sejumlah nikmat Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita ialah Dia memberi kecukupan rizki dan juga sedikit kelebihan harta pada kita dan keluarga.
Dan apa yang Allah ta'ala telah lebihkan akan kian bermanfaat dan langgeng kepemilikannya ketika kelebihan harta itu diinfakkan pada jalur-jalur kebaikan. Sedang harta yang tetap bersama kita (tidak diinfakkan, sebatas dipakai untuk urusan dunia) akan hangus.
1⃣ Yang Diinfakkan Akan Jadi Harta Kita Dunia Akhirat
Allah ta'ala berfirman :
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ
"Apa yang ada pada kalian akan sirna dan apa yang ada di sisi Allah (yang diinfakkan) akan kekal selamanya."
(QS. An-Nahl : 96)
Maka seorang yang cerdas tentu lebih memilih hartanya bertahan di sisi Allah daripada terhabiskan dengan begitu cepat.
Dan penting pula untuk kita mengingat, bahwa banyak keutamaan yang bakal didapat oleh seseorang ketika dia berinfak di jalan Allah. Lebih-lebih lagi kaitannya dengan kemaslahatan dakwah. Meski sedikit harta yang kita keluarkan, namun kita lakukan dengan ikhlas alangkah besarnya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.
2⃣ Sekecil Apapun Sedekah yang Dikeluarkan; Niscaya Allah akan Mengelolanya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
إن العبد إذا تصدق من طيب تقبلها الله منه وأخذها بيمينه فرباها كما يربي أحدكم مهره أو فصيله
"Sesungguhnya apabila seseorang bersedekah dari harta yang halal; niscaya Allah akan menerimanya dan menyambutnya dengan Tangan kanan-Nya, kemudian Allah akan mengelola sedekah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian mengelola bibit tanaman."
Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan :
وإن الرجل ليتصدق باللقمة فتربو في يد الله أو قال في كف الله حتى تكون مثل الجبل فتصدقوا
"Dan sungguh, ada seseorang yang bersedekah hanya dengan seukuran sesuap makanan; namun ia menjadi berkembang di Tangan Allah hingga sedekah kecil yang dia keluarkan menjadi besar laksana gunung. Maka bersedekahlah kalian!!. (Shahih at-Targhiib, 856)
Alangkah besar keutamaan Allah subhanahu wa ta'ala ini. Dia persiapkan bagi hamba yang bersedekah. Yang kecil saja ukuran sedekahnya demikian besar jadinya ketika Allah kelola. Bagaimana lagi apabila sedekah yang dia berikan lebih daripada seukuran sesuap makanan.
Dalam riwayat lainnya Rasulullah ﷺ bersabda :
إن الله ليربي لاحدكم التمرة واللقمة كما يربي أحدكم فلوه أو فصيله حتى تكون مثل أحد
"Sesungguhnya Allah benar-benar mengelola sedekah yang kalian lakukan meski itu hanya sebutir kurma dan sesuap makanan; sebagaimana kalian mengelola bibit tanaman. Hingga sedekah kecil tersebut menjadi besar laksana gunung Uhud." (Shahih at-Targhiib, 857)
Apabila kita tarik pada ayat tadi, maka maknanya : Di samping harta yang kita miliki akan bertahan hingga akhirat nanti, harta tersebut juga akan jadi berkembang semakin besar dan berlipat ganda.
3⃣ Yang Berinfak Dapat Doa Kebaikan Dari Malaikat
Rasulullah ﷺ menyatakan :
ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان، فيقول أحدهما: اللهم أعط منفقا خلفا، ويقول الآخر: اللهم أعط ممسكا تلفا
"Tidak satu hari pun yang dilewati oleh para hamba; melainkan akan turun dua malaikat. Salah satunya berkata; 'Ya Allah berikanlah harta pengganti bagi orang yang menafkahkan hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata; 'Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)'". Muttafaqun 'alaihi
4⃣ Menahan-nahan Kelebihan Harta ialah Keburukan
Dalam salah satu kesempatan, Nabi Muhammad ﷺ pernah menyatakan pada para sahabatnya :
يا ابن آدم، إنك أن تبذل الفضل خير لك، وأن تمسكه شر لك، ولا تلام على كفاف، وابدأ بمن تعول، واليد العليا خير من اليد السفلى)). رواه مسلم.
"Wahai manusia! Sesungguhnya jika kamu menginfakkan kelebihan hartamu maka itu jauh lebih baik untukmu. Sedang jika kamu simpan maka itu buruk untukmu. Namun tidak ada celaan bagi orang yang pas-pasan."
HR. Muslim
Jika menunggu benar-benar longgar, kapankah akan tiba waktu itu?? Dan apakah akan tiba?? Semoga sejumlah riwayat di atas bisa mengetuk hati kita untuk bisa sedikit perhatian dengan salah satu pintu dari pintu-pintu kebaikan ini..
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊 SEKILAS INFO
~~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan... Untuk kajian Rutin ahad besok, 29 Jumadil Akhirah 1441H/ 23 Februari 2020M,..
~~~~~
LIBUR
~~~~~
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
~~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan... Untuk kajian Rutin ahad besok, 29 Jumadil Akhirah 1441H/ 23 Februari 2020M,..
~~~~~
LIBUR
~~~~~
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
📛🌴🌷❌ HARAM MEMBERI SUSU BUATAN KEPADA BAYI TANPA ALASAN SYAR’I
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa dalam mimpi beliau melihat azab sebagian pelaku maksiat. Di antara yang beliau lihat,
“Kemudian aku dibawa pergi. Tiba-tiba aku melihat para wanita yang buah dadanya dilahap oleh ular-ular. Aku bertanya, ‘Ada apa dengan mereka itu?’ Dijawab, ‘Mereka adalah para wanita yang menghalangi anak-anak mereka dari air susu mereka’.”
📁 Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan sahih oleh al-Allamah al-Albani dalam Shahihul Mawarid (no. 1509).
Al-Albani memberi keterangan,
“Dalam hadits ini ada peringatan yang keras tentang haramnya perbuatan sebagian ibu yang memberi susu kepada anak mereka dengan susu buatan, tanpa ada alasan yang syar’i. Mereka melakukan hal itu untuk menjaga buah dada mereka agar tetap kencang. Hal ini mereka lakukan karena tasyabbuh (menyerupai) perbuatan para wanita kafir dan fasik.”—selesai keterangan beliau—
Oleh karena itu, hendaknya para wanita bersemangat menyusui anak-anak mereka dengan ASI, semampu mereka.
Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152370#entry712365 http://forumsalafy.net/haram-memberi-susu-buatan-kepada-bayi-tanpa-alasan-syari/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa dalam mimpi beliau melihat azab sebagian pelaku maksiat. Di antara yang beliau lihat,
“Kemudian aku dibawa pergi. Tiba-tiba aku melihat para wanita yang buah dadanya dilahap oleh ular-ular. Aku bertanya, ‘Ada apa dengan mereka itu?’ Dijawab, ‘Mereka adalah para wanita yang menghalangi anak-anak mereka dari air susu mereka’.”
📁 Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan sahih oleh al-Allamah al-Albani dalam Shahihul Mawarid (no. 1509).
Al-Albani memberi keterangan,
“Dalam hadits ini ada peringatan yang keras tentang haramnya perbuatan sebagian ibu yang memberi susu kepada anak mereka dengan susu buatan, tanpa ada alasan yang syar’i. Mereka melakukan hal itu untuk menjaga buah dada mereka agar tetap kencang. Hal ini mereka lakukan karena tasyabbuh (menyerupai) perbuatan para wanita kafir dan fasik.”—selesai keterangan beliau—
Oleh karena itu, hendaknya para wanita bersemangat menyusui anak-anak mereka dengan ASI, semampu mereka.
Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=152370#entry712365 http://forumsalafy.net/haram-memberi-susu-buatan-kepada-bayi-tanpa-alasan-syari/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📒 HUKUM MEWARNAI RAMBUT YANG SUDAH MEMUTIH (UBAN)
Di jawab oleh:
Asy-Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan :
Apabila rambut jenggot sudah memutih. Dan telah datang riwayat bahwa Ar-Rasuul shollahu 'alaihi wa salam menganjurkan untuk merubah warnanya dengan hina' (atau inai yaitu sejenis tumbuhan untuk mewarnai kuku atau rambut -pen) atau selain darinya. Maka pertanyaanku adalah manakah yang lebih utama antara merubah warnanya (uban) atau membiarkannya seperti apa adanya?
Jawaban :
Yang lebih utama adalah merubahnya (mewarnainya), karena Nabi shollahu 'alaihi wa salam memerintahkan yang demikian itu.
Beliau berkata:
"Rubahlah (warnailah) uban ini, akan tetapi jahuilah warna hitam."
Simak audionya:
http://binothaimeen.net/upload/ftawamp3/od_019_17.mp3
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Di jawab oleh:
Asy-Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan :
Apabila rambut jenggot sudah memutih. Dan telah datang riwayat bahwa Ar-Rasuul shollahu 'alaihi wa salam menganjurkan untuk merubah warnanya dengan hina' (atau inai yaitu sejenis tumbuhan untuk mewarnai kuku atau rambut -pen) atau selain darinya. Maka pertanyaanku adalah manakah yang lebih utama antara merubah warnanya (uban) atau membiarkannya seperti apa adanya?
Jawaban :
Yang lebih utama adalah merubahnya (mewarnainya), karena Nabi shollahu 'alaihi wa salam memerintahkan yang demikian itu.
Beliau berkata:
"Rubahlah (warnailah) uban ini, akan tetapi jahuilah warna hitam."
Simak audionya:
http://binothaimeen.net/upload/ftawamp3/od_019_17.mp3
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✅ PROYEK YANG TIDAK MENGENAL KATA "GAGAL"
Sesungguhnya menghafal al-Qur'an adalah "proyek yang tidak mengenal kegagalan."
Seandainya Anda selama 10 tahun terus menghafal namun belum mampu, maka Anda tidak gagal.
Bayangkan saja pahala membacanya selama kurun waktu tersebut!!
✒️ Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhali hafizhahullah
Sumber:
@jujurlahselamanya/2172
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Sesungguhnya menghafal al-Qur'an adalah "proyek yang tidak mengenal kegagalan."
Seandainya Anda selama 10 tahun terus menghafal namun belum mampu, maka Anda tidak gagal.
Bayangkan saja pahala membacanya selama kurun waktu tersebut!!
✒️ Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhali hafizhahullah
Sumber:
@jujurlahselamanya/2172
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌹📚💊 AL QUR'AN SEBAGAI OBAT DAN RAHMAT BAGI ORANG YANG BERIMAN
Berkata Imam Ibnul Qoyyim al Jauziyah Rahimahullah
Sungguh Nabi ﷺ telah menjadikan kebodohan sebagai penyakit.Dan menjadikan obatnya adalah bertanya kepada ulama. Sebagaimana di dalam firman Alloh Ta'ala :
وَنُنَزِّلُ مِنَ القُرْآنِ مَا هُو شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ( الإسراء :٨٢ )
( الداء و الدواء ص :٥ )
"Dan kami menurunkan Al quran sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman" (Al isro’ : 82 )
( Ad Da’ wad Dawa hal : 5 )
Beliau Rahimahullah juga berkata :
فَلَمْ يُنَزِّلِ اللهُ تعالي مِنَ السَّمَاءِ شِفَاءً قَطْ أَعَمُّ وَلاَ أَنْفَعُ وَلاَ أَنْجَعُ ,أَبْلَغُ فِي إِزَالَةِ الدَّاءِ مِنَ القُرْآن . ( الداء و الدواء ص :٦ )
Tidaklah Alloh menurunkan obat dari langit yang paling bermanfaat dan paling mujarob untuk menghilangkan penyakit daripada Al quran.
( Ad Da’ wad Dawa hal : 6 )
Beliau Rahimahullah juga berkata :
وَلَوْ أَحْسَنَ العَبْدُ التَدَاوِي بِالْفَاتِحَةِ لَرَأَي لَهَا تَأْثِيْرًا عَجِيْبًا فِ الشِفَاءِ ( الداء و الدواء ص :٨ )
Kalau seandainya seorang hamba memperbagus dalam berobat dengan surat Al-fatihah ,pasti dia akan melihat bahwa surat al-fatihah obat yang memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan. ( Ad Da’ wad Dawa hal : 8 )
قال الإمام ابن القيم الجوزية - رحمه اللّٰه - :
"و قد جعل النبي ﷺ الجهل داء، و جعل دواءه سؤال العلماء"
(الداء والدواء، ص ه)
كما قال تعالى : وَ يُنَزِّلُ مِنَ القُرْآنِ مَا هُو شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ( الإسراء : ٨٢)
"فلم ينزل الله تعالى من السماء شفاء قط أعم و لا أنفع و لا أعظم و لا أنجع في إزالة الداء من القرآن"
(الداء و الدواء، ص ٦)
"و لو أحسن العبد التداوي بالفاتحة لرأى لها تأثيرا عجيبا في الشفاء"
(الداء و الدواء، ص ٨)
Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Berkata Imam Ibnul Qoyyim al Jauziyah Rahimahullah
Sungguh Nabi ﷺ telah menjadikan kebodohan sebagai penyakit.Dan menjadikan obatnya adalah bertanya kepada ulama. Sebagaimana di dalam firman Alloh Ta'ala :
وَنُنَزِّلُ مِنَ القُرْآنِ مَا هُو شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ( الإسراء :٨٢ )
( الداء و الدواء ص :٥ )
"Dan kami menurunkan Al quran sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman" (Al isro’ : 82 )
( Ad Da’ wad Dawa hal : 5 )
Beliau Rahimahullah juga berkata :
فَلَمْ يُنَزِّلِ اللهُ تعالي مِنَ السَّمَاءِ شِفَاءً قَطْ أَعَمُّ وَلاَ أَنْفَعُ وَلاَ أَنْجَعُ ,أَبْلَغُ فِي إِزَالَةِ الدَّاءِ مِنَ القُرْآن . ( الداء و الدواء ص :٦ )
Tidaklah Alloh menurunkan obat dari langit yang paling bermanfaat dan paling mujarob untuk menghilangkan penyakit daripada Al quran.
( Ad Da’ wad Dawa hal : 6 )
Beliau Rahimahullah juga berkata :
وَلَوْ أَحْسَنَ العَبْدُ التَدَاوِي بِالْفَاتِحَةِ لَرَأَي لَهَا تَأْثِيْرًا عَجِيْبًا فِ الشِفَاءِ ( الداء و الدواء ص :٨ )
Kalau seandainya seorang hamba memperbagus dalam berobat dengan surat Al-fatihah ,pasti dia akan melihat bahwa surat al-fatihah obat yang memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan. ( Ad Da’ wad Dawa hal : 8 )
قال الإمام ابن القيم الجوزية - رحمه اللّٰه - :
"و قد جعل النبي ﷺ الجهل داء، و جعل دواءه سؤال العلماء"
(الداء والدواء، ص ه)
كما قال تعالى : وَ يُنَزِّلُ مِنَ القُرْآنِ مَا هُو شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ( الإسراء : ٨٢)
"فلم ينزل الله تعالى من السماء شفاء قط أعم و لا أنفع و لا أعظم و لا أنجع في إزالة الداء من القرآن"
(الداء و الدواء، ص ٦)
"و لو أحسن العبد التداوي بالفاتحة لرأى لها تأثيرا عجيبا في الشفاء"
(الداء و الدواء، ص ٨)
Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✈️🚇 BERDOALAH WAHAI MUSAFIR DALAM PERJALANANMU
▫ Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin mengatakan,
المسافر إذا دعا الله عز وجل أن ييسر سفره وأن يعينه عليه أو غير ذلك من الدعوات فإن الله تعالى يستجيب له ولهذا ينبغي للإنسان أن يغتنم فرصة الدعاء في السفر وإذا كان السفر طاعة كسفر عمرة أو حج فإنه يزداد ذلك قوة في إجابة الدعاء.
"Seorang yang melakukan perjalanan jauh, jika dia berdoa pada Allah agar dimudahkan perjalanannya, dibantu urusannya, atau doa doa lainnya maka Allah akan mengabulkannya.
Oleh karena itu, sepantasnya bagi seseorang untuk mengambil kesempatan berdoa di waktu perjalanannya. Terlebih lagi jika itu perjalanan dalam rangka ibadah, seperti umrah atau haji, akan bertambah kuat untuk dikabulkan doanya." (Syarah Riyadhus Shalihin, IV/616)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▫ Asy-Syaikh Muhammad al-Utsaimin mengatakan,
المسافر إذا دعا الله عز وجل أن ييسر سفره وأن يعينه عليه أو غير ذلك من الدعوات فإن الله تعالى يستجيب له ولهذا ينبغي للإنسان أن يغتنم فرصة الدعاء في السفر وإذا كان السفر طاعة كسفر عمرة أو حج فإنه يزداد ذلك قوة في إجابة الدعاء.
"Seorang yang melakukan perjalanan jauh, jika dia berdoa pada Allah agar dimudahkan perjalanannya, dibantu urusannya, atau doa doa lainnya maka Allah akan mengabulkannya.
Oleh karena itu, sepantasnya bagi seseorang untuk mengambil kesempatan berdoa di waktu perjalanannya. Terlebih lagi jika itu perjalanan dalam rangka ibadah, seperti umrah atau haji, akan bertambah kuat untuk dikabulkan doanya." (Syarah Riyadhus Shalihin, IV/616)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💡🔥 INILAH KAIDAH AGAR ANDA TAHU APA SAJA BIDAH ITU
✍🏻 Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan,
إن البدعة المنصوص على ضلالتها من الشارع هي:
أ - كل ما عارض السنة من الاقوال أو الافعال أو العقائد ولو كانت عن اجتهاد.
ب - كل أمر يتقرب إلى الله به، وقد نهى عنه رسول الله (ص).
ج - كل أمر لا يمكن أن يشرع إلا بنص أو توقيف، ولا نص عليه، فهو بدعة إلا ما كان عن صحابي.
د - ما ألصق بالعبادة من عادات الكفار.
ه - ما نص على استحبابه بعض العلماء سيما المتأخرين منهم ولا دليل عليه.
و - كل عبادة لم تأت كيفيتها إلا في حديث ضعيف أو موضوع.
ز - الغلو في العبادة.
ح - كل عبادة أطلقها الشارع وقيدها الناس ببعض القيود مثل المكان أو الزمان أو صفة أو عدد.
"Bid'ah yang ditetapkan kesesatannya oleh peletak syariat adalah berikut:
▶️ A. Setiap hal yang menyelisihi sunnah (ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) baik dalam ucapan, perbuatan, atau akidah, meskipun merupakan ijtihad.
▶️ B. Setiap hal untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun dilarang oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
▶️ C. Setiap hal yang tidak mungkin disyariatkan kecuali dengan dalil atau tauqifiyah, dan tidak ada dalil tentangnya, maka ini adalah bid'ah. Kecuali, apa yang dilakukan oleh seorang sahabat.
▶️ D. Kebiasaan orang kafir yang ditambahkan pada ibadah [yang asalnya disyariatkan].
▶️ E. Apa yang dikatakan oleh sebagian ulama —khususnya yang belakangan— sebagai perkara sunnah, namun tanpa dalil.
▶️ F. Setiap ibadah yang tidak dijelaskan tata caranya kecuali dalam hadis lemah atau palsu.
▶️ G. Berlebih-lebihan dalam ibadah.
▶️ H. Setiap ibadah yang disebutkan secara mutlak oleh peletak syariat. Namun orang-orang memberikan taqyid, seperti di tempat tertentu, waktu tertentu, tata cara tertentu, atau jumlah tertentu."
📚 Ahkamul Janaiz hlm. 242
Sumber:
@tashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan,
إن البدعة المنصوص على ضلالتها من الشارع هي:
أ - كل ما عارض السنة من الاقوال أو الافعال أو العقائد ولو كانت عن اجتهاد.
ب - كل أمر يتقرب إلى الله به، وقد نهى عنه رسول الله (ص).
ج - كل أمر لا يمكن أن يشرع إلا بنص أو توقيف، ولا نص عليه، فهو بدعة إلا ما كان عن صحابي.
د - ما ألصق بالعبادة من عادات الكفار.
ه - ما نص على استحبابه بعض العلماء سيما المتأخرين منهم ولا دليل عليه.
و - كل عبادة لم تأت كيفيتها إلا في حديث ضعيف أو موضوع.
ز - الغلو في العبادة.
ح - كل عبادة أطلقها الشارع وقيدها الناس ببعض القيود مثل المكان أو الزمان أو صفة أو عدد.
"Bid'ah yang ditetapkan kesesatannya oleh peletak syariat adalah berikut:
▶️ A. Setiap hal yang menyelisihi sunnah (ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) baik dalam ucapan, perbuatan, atau akidah, meskipun merupakan ijtihad.
▶️ B. Setiap hal untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun dilarang oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
▶️ C. Setiap hal yang tidak mungkin disyariatkan kecuali dengan dalil atau tauqifiyah, dan tidak ada dalil tentangnya, maka ini adalah bid'ah. Kecuali, apa yang dilakukan oleh seorang sahabat.
▶️ D. Kebiasaan orang kafir yang ditambahkan pada ibadah [yang asalnya disyariatkan].
▶️ E. Apa yang dikatakan oleh sebagian ulama —khususnya yang belakangan— sebagai perkara sunnah, namun tanpa dalil.
▶️ F. Setiap ibadah yang tidak dijelaskan tata caranya kecuali dalam hadis lemah atau palsu.
▶️ G. Berlebih-lebihan dalam ibadah.
▶️ H. Setiap ibadah yang disebutkan secara mutlak oleh peletak syariat. Namun orang-orang memberikan taqyid, seperti di tempat tertentu, waktu tertentu, tata cara tertentu, atau jumlah tertentu."
📚 Ahkamul Janaiz hlm. 242
Sumber:
@tashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚠🔥🌱💡 MAKAN DI RUMAH ORANG YANG BEKERJA DI BANK RIBAWI
✒📂 Asy Syaikh Rabi’ bin Hady al Madkhaly hafizhahullah
📬 Pertanyaan:
Apakah boleh memakan di rumah orang yang bekerja di bank ribawi?
🔓 Jawaban:
Apabila kebanyakan harta mereka adalah dari harta yang haram, bahkan seluruh hartanya dari yang haram. MAKA TIDAK BOLEH MEMAKAN DARINYA.
Adapun kalau kebanyakannya halal, MAKA TIDAK MENGAPA.Barokallahu fikum.
Apabila sama antara harta dari hasil yang haram dan halal, MAKA DITINGGALKAN JUGA.
Namun apabila seluruh hartanya dari perkara yang haram, maka perkaranya lebih berat. Hukumnya seperti ia memakan harta riba :
((لعن الله آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه))
“Allah melanat pemakan harta riba, orang yang menyerahkannya (nasabah), pencatat transaksinya dan dua saksinya.”
Maka keadaannya seperti pemakan harta riba.
📕Dari kaset: “Ar Radd ‘ala Ahlil Bida’ Jihad” (Membantah Ahlul Bid’ah adalah Jihad)
Sumber : http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=50&id=435
WhatsApp Salafy Indonesia
http://forumsalafy.net/makan-di-rumah-orang-yang-bekerja-di-bank-ribawi/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✒📂 Asy Syaikh Rabi’ bin Hady al Madkhaly hafizhahullah
📬 Pertanyaan:
Apakah boleh memakan di rumah orang yang bekerja di bank ribawi?
🔓 Jawaban:
Apabila kebanyakan harta mereka adalah dari harta yang haram, bahkan seluruh hartanya dari yang haram. MAKA TIDAK BOLEH MEMAKAN DARINYA.
Adapun kalau kebanyakannya halal, MAKA TIDAK MENGAPA.Barokallahu fikum.
Apabila sama antara harta dari hasil yang haram dan halal, MAKA DITINGGALKAN JUGA.
Namun apabila seluruh hartanya dari perkara yang haram, maka perkaranya lebih berat. Hukumnya seperti ia memakan harta riba :
((لعن الله آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه))
“Allah melanat pemakan harta riba, orang yang menyerahkannya (nasabah), pencatat transaksinya dan dua saksinya.”
Maka keadaannya seperti pemakan harta riba.
📕Dari kaset: “Ar Radd ‘ala Ahlil Bida’ Jihad” (Membantah Ahlul Bid’ah adalah Jihad)
Sumber : http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=50&id=435
WhatsApp Salafy Indonesia
http://forumsalafy.net/makan-di-rumah-orang-yang-bekerja-di-bank-ribawi/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢💐🌸 KITA AKAN WAFAT, DIKUBURKAN, DAN DIHISAB
✍🏻 Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan,
رحمه الله رجلا لم يغره كثرة ما يرى من كثرة الناس
ابن آدم، إنك تموت وحدك، وتدخل القبر وحدك، وتبعث وحدك، وتحاسب وحدك، وأنت المعني
“Semoga Allah merahmati orang yang tidak tertipu dengan banyaknya pengikutnya.
Ketauhilah, wahai anak Adam.
Engkau akan mati, dalam keadaan seorang diri.
Engkau akan dimasukkan ke dalam kubur, juga seorang diri.
Engkau akan dihisab, seorang diri.
Engkaulah sendiri yang akan menjalani semua itu.
📚 ( Mawaizh lil imam al-Hasan al-Bashri, hal. 48)
Sumber: https://forumsalafy.net/kita-akan-wafat-dikuburkan-dan-dihisab/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan,
رحمه الله رجلا لم يغره كثرة ما يرى من كثرة الناس
ابن آدم، إنك تموت وحدك، وتدخل القبر وحدك، وتبعث وحدك، وتحاسب وحدك، وأنت المعني
“Semoga Allah merahmati orang yang tidak tertipu dengan banyaknya pengikutnya.
Ketauhilah, wahai anak Adam.
Engkau akan mati, dalam keadaan seorang diri.
Engkau akan dimasukkan ke dalam kubur, juga seorang diri.
Engkau akan dihisab, seorang diri.
Engkaulah sendiri yang akan menjalani semua itu.
📚 ( Mawaizh lil imam al-Hasan al-Bashri, hal. 48)
Sumber: https://forumsalafy.net/kita-akan-wafat-dikuburkan-dan-dihisab/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
Ⓜ AMALAN DI BULAN RAJAB: HUKUM MENGKHUSUSKAN PUASA RAJAB, SHAUM RAJAB, SHOLAT RAGHAIB/ROGHOIB, SEDEKAH RAJAB, DLL
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
🗓 Khutbah Jum'at 6 Rajab 1439 H / 23 Maret 2018 M di Masjid Muthaharun, Klayatan-Malang
➰ (5 MB) - Durasi [00:21:34]
____________
◾️Dalam riwayat Thabrani sebagaimana dalam al-Mu’jam al-Ausath 7636: Kharasyah bin al-Hurri berkata:
رَأَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، يَضْرِبُ أَكُفَّ الرِّجَالِ فِي صَوْمِ رَجَبَ، حَتَّى يَضَعُونَهَا فِي الطَّعَامِ
Aku pernah melihat Umar bin al-Khaththab memukul orang yang paling bersemangat dalam puasa bulan Rajab, sampai dihidangkan untuk mereka piring-piring penuh makanan.
Lalu beliau berkata
رَجَبُ وَمَا رَجَبُ؟ إِنَّمَا رَجَبُ شَهْرٌ كَانَ يُعَظِّمُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ تُرِكَ
“Bulan Rajab, apa itu bulan Rajab? Sesungguhnya bulan Rajab itu adalah bulan yang diagungkan oleh orang-orang jahiliyah. Maka tatkala datang Islam hal ini ditinggalkan.”
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🎙Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
🗓 Khutbah Jum'at 6 Rajab 1439 H / 23 Maret 2018 M di Masjid Muthaharun, Klayatan-Malang
➰ (5 MB) - Durasi [00:21:34]
____________
◾️Dalam riwayat Thabrani sebagaimana dalam al-Mu’jam al-Ausath 7636: Kharasyah bin al-Hurri berkata:
رَأَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، يَضْرِبُ أَكُفَّ الرِّجَالِ فِي صَوْمِ رَجَبَ، حَتَّى يَضَعُونَهَا فِي الطَّعَامِ
Aku pernah melihat Umar bin al-Khaththab memukul orang yang paling bersemangat dalam puasa bulan Rajab, sampai dihidangkan untuk mereka piring-piring penuh makanan.
Lalu beliau berkata
رَجَبُ وَمَا رَجَبُ؟ إِنَّمَا رَجَبُ شَهْرٌ كَانَ يُعَظِّمُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ تُرِكَ
“Bulan Rajab, apa itu bulan Rajab? Sesungguhnya bulan Rajab itu adalah bulan yang diagungkan oleh orang-orang jahiliyah. Maka tatkala datang Islam hal ini ditinggalkan.”
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📶 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com