Salafy Palembang ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
5.9K subscribers
5.39K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
๐Ÿ“น VIDEO FAEDAH

"BOLEHKAH MEREKAM CERAMAH DENGAN VIDEO (YANG DI DALAMNYA TERDAPAT MAKHLUK BERNYAWA)"

๐Ÿ“šBersama:
๐ŸŽ™๏ธ Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin 'Abdillah al-Fauzan Hafizhahullah

๐Ÿ“Š Durasi: [ 01:00 ]

๐ŸŒ Link Download: https://drive.google.com/file/d/1xYaW3wL5NPsb9hsj-1nRUHcEVH8zf9C7/view?usp=drivesdk

Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com

โฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธ
๐Ÿš˜๐Ÿข KAPAN KEWAJIBAN MENGHADIRI UNDANGAN RESEPSI PERNIKAHAN GUGUR?

Telah lalu, bahwa menghadiri resepsi pernikahan hukumnya wajib. Namun pada 7 keadaan berikut, hukum 'wajib' mendatangi undangan walimatul urs gugur.

โ€ข Pertama, jika di tempat undangan itu terdapat kemaksiatan, seperti musik, campur baur antara pria dan wanita, dihidangkannya minuman keras, dan lain-lain.

Kecuali kita sanggup untuk menghilangkan kemungkaran yang ada di sana. Al-Allamah Muhammad al-Utsaimin berkata,

"Apabila di suatu walimah terdapat perkara mungkar seperti nyanyian, lantunan musik dan alat-alatnya, atau pun perkara lain yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya maka kamu tidak boleh mendatanginya.

Kecuali jika dengan menghadirinya kamu sanggup menghilangkan kemungkaran yang ada; maka pada keadaan ini kamu wajib datang, dengan dua sebab, pertama karena dia sudah mengundang, kedua untuk menghilangkan kemungkaran.

Tapi jika kamu tidak bisa merubahnya maka jangan kamu hadir." (Asy-Syarh al-Mukhtashar 'ala Bulughil Maram, III/622)

โ€ข Kedua, bila yang mengundang bukan muslim atau pihak yang mesti diboikot. Jika orang kafir yang mengundang maka kondisinya ada dua;

- Undangan pernikahan atau yang terkait urusan dunia lainnya, hukum menghadirinya tidak wajib, sebatas boleh saja. Ini hukum asalnya, tapi tetap dengan memperhatikan ketentuan tidak adanya kemungkaran pada acara tersebut, jika ada, maka tidak boleh dihadiri.

- Undangan yang terkait ritual keagamaannya. Hukumnya haram untuk dihadiri. Karena menghadiri jenis acara seperti ini sama dengan meridhainya, dan meridhai acara mereka jelas hukumnya haram. (Baca: Asy-Syarh al-Mumti', XII/322)

โ€ข Ketiga, jika dihadiri bisa mengakibatkan terlantarnya amalan lain yang lebih wajib.

โ€ข Keempat, jika merugikan pihak yang diundang, seperti jaraknya yang sangat jauh.

โ€ข Kelima, saat dia memiliki udzur. Seperti sakit, hujan, bepergian jauh, dan yang semisal.

โ€ข Keenam, bila lebih dulu memiliki janji sebelum undangannya datang. Seumpama undangan tiba hari Rabu, sedang di hari Senin dia sudah membuat janji dengan orang lain yang bertepatan dengan waktu dan hari acara, yang demikian dia dapat udzur, sebab yang lebih dulu lebih diprioritaskan (baca: Asy-Syarh al-Mukhtashar 'ala Bulughil Maram, III/622).

โ€ข Ketujuh, bila undangannya bersifat umum, tidak tertuju langsung pada dirinya.

Pada 7 kondisi ini, gugur kewajiban menghadiri undangan walimatul urs.

FAEDAH
โ–ซ Al-Allamah Al-Utsaimin berkata,

"Yang paling utama dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan ialah jangan ada maksud untuk membanggakan acaranya dan saling bersaing (hebat-hebatan dengan acara orang lain). Yang utama walimah diadakan secara sederhana, tidak menyulitkan yang diundang dan yang mengundang."
(Asy-Syarh al-Mukhtashar 'ala Bulughil Maram, III/156)

*Sumber:**
@nasehatetam
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿญ๐Ÿ•Œ BEKERJA JANGAN SAMPAI MEMBUAT LUPA KEWAJIBAN IBADAH

โ–ซ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,

ู„ุง ูŠู†ุจุบูŠ ู„ู„ุนุงู‚ู„ ุฃู† ูŠุฑูƒู† ุฅู„ู‰ ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ุฃูˆ ูŠุบุชุฑ ุจู‡ุงุŒ ุฃูˆ ูŠู„ู‡ูˆ ุจู‡ุง ุนู† ุงู„ุขุฎุฑุฉ

"Tidak selayaknya orang yang berakal;
- condong hatinya kepada dunia dan terpedaya olehnya,
- sibuk dengan dunia lalu lalai akhirat."
๐Ÿ“•(Syarah Riyadhus Shalihin, III/356)

Sumber:
@nasehatetam
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
๐ŸŒน๐ŸŒธ๐ŸŒท๐Ÿ’ BERPRASANGKA BAIK

โœ๐Ÿป Qatadah rahimahullah berkata,

๏ปญุงู„ู„ู‘ูŽู€ู‡ูุŒ ๏ปŸูŽ๏ป˜ูŽ๏บช ๏ป‹ูŽ๏ปˆูŽู‘๏ปขูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู€ู‡ู ๏บฃู๏บฎ๏ปฃูŽ๏บ”ูŽ ๏บ๏ปŸ๏ปคู๏บ†๏ปฃู๏ปฆูุ› ๏บฃูŽ๏บ˜ู‘ูŽ๏ปฐ ๏ปงูŽ๏ปฌูŽ๏บŽ๏ป™ูŽ ๏บƒ๏ปฅ ๏บ—ูŽ๏ปˆู๏ปฆู‘ูŽ ๏บ‘ู๏บ„๏บงู๏ปด๏ปšูŽ ๏บ‡ู„ู‘ูŽุง ๏บงูŽ๏ปด๏บฎู‹๏บ

"Demi Allah, sungguh Allah telah mengagungkan kehormatan seorang muslim. Oleh karena itu, Allah melarangmu berprasangka kepada saudaramu kecuali dengan prasangka yang baik."

๐Ÿ“š At-Taubikh wa at-Tanbih hlm. 229

Sumber: https://forumsalafy.net/berprasangka-baik/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
โ“โ“ SIAPAKAH SI PENYENDIRI ITU?

โœ Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah berkata :

Kalian menyebutkan hadits :

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ุฐู‘ูุฆู’ุจู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุบูŽู†ูŽู…ู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุตููŠูŽุฉูŽ

Serigala itu hanya memangsa kambing yang menyendiri.

Lalu siapakah yang disebut penyendiri itu? Ia adalah orang yang tidak memiliki ikatan dengan ahli ilmu dan keutamaan yang sudah dikenal keluasannya di dalam menelaah, lurusnya manhaj, pemikiran, dan pengetahuannya di dalam berdakwah kepada Allah 'azza wa jalla.

Si penyendiri ini pasti akan didatangi berbagai syubhat satu demi satu.

โœ ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุนุจูŠุฏ ุงู„ุฌุงุจุฑูŠ -ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡- :
ุชุฐูƒุฑูˆู† ุงู„ุญุฏูŠุซ : ยซุงู„ุญุฏูŠุซยป ูู…ู† ุงู„ู‚ุงุตูŠ ู…ู†ุง ุŸ! ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠุฑุชุจุท ุจุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ูุถู„ ุงู„ู…ุนุฑูˆููŠู† ุจุณุนุฉ ุงู„ุฅุทู„ุงุนุŒ ูˆุณุฏุงุฏ ุงู„ู…ู†ู‡ุฌ ูˆุณุฏุงุฏ ุงู„ุฑุฃูŠ ูˆุงู„ุจุตูŠุฑุฉ ููŠ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ุŒ ู‡ุฐุง ู„ุงุจุฏูŽู‘ ุฃู† ุชุชูˆุงุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุดุจู‡ .
๐Ÿ“ผ ุดุฑูŠุท : [ ุฃุตูˆู„ ูˆู‚ูˆุงุนุฏ ููŠ ุงู„ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ุณู„ููŠ].


Sumber:
@Nataouan/991
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
๐Ÿ’พ Audio Rekaman

Tema:
"SEBAB-SEBAB PENYIMPANGAN DAN KETERGELINCIRAN"

Pemateri:
Al-Ustadz Muhammad bin Umar as Sewed Hafizhahullah (Pengasuh Ma'had Dhiya'us Sunnah Cirebon )

Sabtu, 06 Jumadil Akhir 1441 H / 01 Februari 2020 M
Masjid Agung Al Fathu Soreang
Jl. Al-Fathu, Pamekaran, Kec. Soreang, Kabupaten Bandung


Penyelenggara :
Yayasan Ali bin Abi Thalib Bandung

Download :
http://www.salafybandung.com/2020/01/muhadhoroh-ilmiyah-soreang-kab-bandung.html

Didukung Oleh :
RII (Radio Islam Indonesia):
https://play.google.com/store/apps/details?id=dev.oasemedia.radioislamindonesia

Sumber:
@salafybandung
Radio Salafy Bandung
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com

โฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ’ฝ Audio Ringkas

"NASEHAT BERHARGA DARI ASY SYAIKH RABI' BIN HADY AL MADKHALI HAFIZHAHULLAH"

Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah

Durasi: 02:07 Menit (499 KB)

Sumber:
@GaleriAl_Ishlah
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com

โฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธ
๐Ÿคฒ SELALU BERDOA AGAR DIBERIKAN KEIKHLASAN PADA SETIAP KEADAAN

โœ Fadhilatusy Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata :

Kita memohon kepada Allah tabaaraka wa ta'ala agar memberikan rizki kepada kita berupa keikhlasan di dalam :

๐Ÿ”…Ucapan maupun perbuatan,

๐Ÿ”…keyakinan maupun ibadah, serta

๐Ÿ”…Dalam setiap urusan hidup ini ...

๐Ÿ“š Pertemuan bersama Asy-Syaikh Rabi' pada musim haji tahun 1434 H (2)

Allahumma Aamiin ...

โœ ู‚ุงู„ ูุถูŠู„ุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุฑุจูŠุน ุจู† ู‡ุงุฏูŠ ุนู…ูŠุฑ ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ :
... ู†ุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ -ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰- ุฃู† ูŠุฑุฒู‚ู†ุง ูˆุฅูŠูŽู‘ุงูƒู… ุงู„ุฅุฎู„ุงุต ููŠ ุงู„ุฃู‚ูˆุงู„ ูˆุงู„ุฃุนู…ุงู„ุŒ ููŠ ุงู„ุนู‚ุงุฆุฏ ูˆุงู„ุนุจุงุฏุงุชุŒ ูˆููŠ ูƒู„ ุดุฃู† ู…ู† ุดุคูˆู† ุงู„ุญูŠุงุฉ ...
๐Ÿ“š ุงู„ู„ู‚ุงุกุงุช ู…ุน ุงู„ุดูŠุฎ ุฑุจูŠุน ููŠ ู…ูˆุณู… ุงู„ุญุฌ ุนุงู… ูกูคูฃูคู‡ู€ (ูข)
#ุงู„ู„ู‡ู…_ุขู…ูŠู†


Sumber: @SniperBenefits2/1126
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โœ๐Ÿ“‘๐ŸŒธ๐Ÿ’ TATA CARA SUJUD TILAWAH

๐Ÿ“ฌ Tanya:
Saya mau tanya tentang ayat yang ada kata โ€œsajadaโ€, apakah disunnahkan untuk sujud? Kalau ya, lalu bacaannya apakah tiap-tiap ayat berbeda? Cara melakukannya bagaimana? Terima kasih sebelumnya.

โœ๐Ÿป Dijawab oleh:
Ustadz Qomar Suaidi hafizhahullah

Menanggapi pertanyaan tersebut, kami sampaikan bahwa sujud tersebut dinamakan sujud tilawah. Tilawah artinya bacaan. Sujud tilawah disebut juga sujudul Qurโ€™an. Jadi, sujud tersebut adalah sujud yang disebabkan karena bacaan.

Bacaan yang dimaksud adalah bacaan pada ayat-ayat yang disebut ayat sajdah. Ayat sajdah bukanlah setiap ayat yang disebutkan padanya kata sajada (ุณุฌุฏ), melainkan ayat-ayat tertentu yang Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam atau para sahabatnya pernah melakukan sujud tilawah padanya. Ayat-ayat tersebut kemudian dikumpulkan oleh para ulama.

Ibnu Hazm rahimahullah menyimpulkan, jumlah ayat sajdah ada empat belas, yaitu:

1. Al-Aโ€™raf: 206
2. Ar-Raโ€™du: 15
3. An-Nahl: 49
4. Al-Isra: 107
5. Maryam: 58
6. Al-Hajj: 18
7. Al-Furqan: 60
8. An-Naml: 25โ€”26
9. As-Sajdah: 15
10. Shad: 24
11. Fushshilat: 37
12. An-Najm: 62
13. Al-Insyiqaq: 21
14. Al-โ€˜Alaq: 19

Terdapat beberapa perbedaan pendapat pada penentuan beberapa ayat, tetapi mayoritas yang tersebut di atas telah disepakati. Biasanya, dalam cetakan mushaf ada tanda pada tiap-tiap ayat sajdah tersebut.

Adapun bacaannya, terdapat sebuah riwayat yang menerangkannya. Aisyah radhiyallahu โ€˜anha mengatakan,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ููู‰ ุณูุฌููˆุฏู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ููู‰ ุงู„ุณูŽู‘ุฌู’ุฏูŽุฉู ู…ูุฑูŽุงุฑู‹ุง: ุณูŽุฌูŽุฏูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ููŠ ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽู‚ูŽู‘ ุณูŽู…ู’ุนูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽุตูŽุฑูŽู‡ู ุจูุญูŽูˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู‚ููˆูŽู‘ุชูู‡ู

โ€œDalam sujud al-Qurโ€™an pada malam hari, Rasulullah biasa membaca dalam sujud berulang-ulang,

ุณูŽุฌูŽุฏูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ููŠ ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽู‚ูŽู‘ ุณูŽู…ู’ุนูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽุตูŽุฑูŽู‡ู ุจูุญูŽูˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู‚ููˆูŽู‘ุชูู‡ู

โ€˜Telah sujud wajahku untuk yang menciptakannya dan membuka penglihatan serta pendengarannya dengan kemampuan dan kekuatan-Nyaโ€™.โ€ (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan yang lain; dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani)

Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma berkata,

ูƒูู†ู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ุจูŽุงุฑูุญูŽุฉูŽ ูููŠู…ูŽุง ูŠูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฆูู…ู ูƒูŽุฃูŽู†ูู‘ูŠ ุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุตู’ู„ู ุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ููŽู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชู ุงู„ุณูŽู‘ุฌู’ุฏูŽุฉูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏู’ุชู ููŽุณูŽุฌูŽุฏูŽุชู ุงู„ุดูŽู‘ุฌูŽุฑูŽุฉู ู„ูุณูุฌููˆุฏููŠ ููŽุณูŽู…ูุนู’ุชูู‡ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ู: ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุญู’ุทูุทู’ ุนูŽู†ูู‘ูŠ ุจูู‡ูŽุง ูˆูุฒู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุงูƒู’ุชูุจู’ ู„ููŠ ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ูŽุง ู„ููŠ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ ุฐูุฎู’ุฑู‹ุง.
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู: ููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุฌู’ุฏูŽุฉูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏูŽ ููŽุณูŽู…ูุนู’ุชูู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูููŠ ุณูุฌููˆุฏูู‡ู ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุนูŽู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุดูŽู‘ุฌูŽุฑูŽุฉู

โ€œAku pernah berada di sisi Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam. Seseorang datang lalu berkata, โ€˜Sesungguhnya semalam aku melihat seperti halnya orang yang bermimpi. Aku seakan-akan melakukan shalat menghadap pangkal sebuah pohon. Aku membaca ayat sajdah, lalu aku sujud dan pohon itu ikut sujud. Aku mendengar pohon itu mengucap,

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุญู’ุทูุทู’ ุนูŽู†ูู‘ูŠ ุจูู‡ูŽุง ูˆูุฒู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุงูƒู’ุชูุจู’ ู„ููŠ ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ูŽุง ู„ููŠ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ ุฐูุฎู’ุฑู‹ุง

โ€˜Ya Allah, gugurkanlah dariku dosaku dengan sujud ini, dan tulislah pahala bagiku dengan sujud ini, serta jadikanlah sujud ini tabungan untukku di sisi-Muโ€™.โ€ Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma berkata, โ€œLalu aku melihat Nabi membaca ayat sajdah kemudian beliau sujud. Aku mendengar beliau membaca dalam sujudnya seperti yang diberitakan oleh orang tersebut tentang apa yang dibaca oleh pohon itu.โ€

Sumber: https://asysyariah.com/sujud-tilawah/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com
๐Ÿ“น VIDEO FAEDAH

"BAKHIL DENGAN WAKTU JANGAN TERBUANG SIA-SIA"

Bersama:
๐ŸŽ™๏ธ Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed Hafizhahullah

๐Ÿ“Š Durasi: [ 01:53 ]
๐ŸŒ Link Download: http://bit.ly/3bdLLSd

Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com

โฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธ
โœ‹๐Ÿปโ‰โ˜๐Ÿป๐Ÿ’ APAKAH DIPERSYARATKAN TAKBIR DALAM SUJUD TILAWAH?

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, โ€œTidak disyariatkan padanya takbiratul ihram, tidak pula salam. Inilah sunnah yang dikenal dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam dan diamalkan oleh kebanyakan ulama salaf.โ€ (al-Fatawa al-Kubra, 5/340)

Akan tetapi, tampaknya ucapan beliau ini berlaku apabila sujud tilawah dilakukan di luar shalat.

Sebagian ulama seperti Abu Qilabah dan Ibnu Sirin rahimahumallah berpendapat bahwa sujud ini dimulai dengan takbir.

Adapun di dalam shalat, para ulama juga berbeda pendapat.

Syaikh al-Albani menyebutkan dalam kitabnya, Tamamul Minnah, sebuah riwayat dari Abu Hanifah yang berpendapat bahwa sujud ini tanpa takbir. Inilah yang beliau pegang.
Beliau mengatakan, "Sekelompok sahabat telah meriwayatkan sujud tilawah Nabi shallahu โ€˜alaihi wasallam dalam banyak ayat, dalam banyak kesempatan, tetapi tidak seorang pun dari mereka menyebutkan takbir untuk sujud. Oleh karena itu, kami condong pada pendapat tidak adanya takbir.โ€

Pendapat kedua menyebutkan adanya takbir pada saat sujud dan bangkit darinya.
Ini adalah pendapat mazhab Hanafi, Maliki, Syafiโ€™i, dan Hanbali. Hal ini berdasarkan keumuman hadits Nabi shalahu โ€˜alaihi wasallam dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu berikut.

ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุจูู‡ูู…ู’ุŒ ููŽูŠููƒูŽุจูู‘ุฑู ูƒูู„ูŽู‘ู…ูŽุง ุฎูŽููŽุถูŽ ูˆูŽุฑูŽููŽุนูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ุตูŽุฑูŽููŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุดู’ุจูŽู‡ููƒูู…ู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุจูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู

โ€œBeliau (Abu Hurairah radhiayallahu โ€˜anhu) shalat bersama mereka, lalu beliau mengucapkan takbir setiap kali turun dan setiap kali naik. Ketika selesai, beliau mengatakan, โ€˜Sesungguhnya aku adalah orang paling serupa shalatnya dengan Rasulullah di antara kalianโ€™.โ€ (Sahih, HR. al-Bukhari, โ€œKitabul Adzanโ€, Bab โ€œItmamut Takbir fir Rukuโ€)

Sumber : https://asysyariah.com/sujud-tilawah/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
๐Ÿ”ฐ WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
๐ŸŒ https://t.me/SalafyPalembang
๐Ÿ“ก www.salafypalembang.com