⛔📝💯 LARANGAN LEWAT DI DEPAN ORANG YANG YANG SHALAT
💬 Dari Abu Juhaim bin Al Harits bin ash-Shimmah al-Anshari radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ ، خَيْراً لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ .
قَالَ أَبُو النَّضْرِ : لا أَدْرِي قَالَ : أَرْبَعِينَ يَوْماً ، أَوْ شَهْراً ، أوْ سَنَةً . متفق عليه
"Kalau sendainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui dosa yang akan ditanggungnya, niscaya dia berdiri selama empat puluh, lebih baik baginya daripada dia lewat di depan orang yang sedang shalat."
Abu Nashr berkata,
"Aku tidak mengetahui apakah beliau mengatakan empat puluh hari, bulan atau tahun."
✍ HR. al-Bukhari dan Muslim
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Dari Abu Juhaim bin Al Harits bin ash-Shimmah al-Anshari radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ ، خَيْراً لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ .
قَالَ أَبُو النَّضْرِ : لا أَدْرِي قَالَ : أَرْبَعِينَ يَوْماً ، أَوْ شَهْراً ، أوْ سَنَةً . متفق عليه
"Kalau sendainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui dosa yang akan ditanggungnya, niscaya dia berdiri selama empat puluh, lebih baik baginya daripada dia lewat di depan orang yang sedang shalat."
Abu Nashr berkata,
"Aku tidak mengetahui apakah beliau mengatakan empat puluh hari, bulan atau tahun."
✍ HR. al-Bukhari dan Muslim
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN : "AMIN" BAGI MAKMUM 1⃣
✍ عن أبي موسى مرفوعاً: «إذا صليتم فأقيموا صفوفكم ثم ليؤمكم أحدُكم فإذا كبر فكبروا وإذا قال:"غير المغضوب عليهم ولا الضالين"؛ فقولوا: آمين، يُجبكم الله»
📚 رواه مسلم (٤٠٤)
📌 قال النووي في شرح مسلم (١/٣٥٣) : قوله (يجبكم الله) أي يستجيب دعاكم، وهذا حث عظيم على التأمين.
✍ Dari Abu Musa secara marfu' :
Jika kalian ingin menegakkan shalat maka luruskanlah shaf-shaf kalian, kemudian hendaklah seorang dari kalian mengimami kalian.
Jika ia telah takbir maka segeralah kalian takbir. Jika ia mengucapkan,
غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ
Bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
maka katakanlah : "Amin", niscaya Allah akan menjawab kalian.
📚 HR. Muslim (404)
📌 An-Nawawi berkata di dalam Syarh Shahih Muslim (1/353) :
Sabda beliau : "Niscaya Allah akan menjawab kalian" maksudnya adalah Allah akan mengabulkan doa kalian.
Ini merupakan anjuran yang sangat ditekankan untuk mengucapkan : "Amin".
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134075992068096
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ عن أبي موسى مرفوعاً: «إذا صليتم فأقيموا صفوفكم ثم ليؤمكم أحدُكم فإذا كبر فكبروا وإذا قال:"غير المغضوب عليهم ولا الضالين"؛ فقولوا: آمين، يُجبكم الله»
📚 رواه مسلم (٤٠٤)
📌 قال النووي في شرح مسلم (١/٣٥٣) : قوله (يجبكم الله) أي يستجيب دعاكم، وهذا حث عظيم على التأمين.
✍ Dari Abu Musa secara marfu' :
Jika kalian ingin menegakkan shalat maka luruskanlah shaf-shaf kalian, kemudian hendaklah seorang dari kalian mengimami kalian.
Jika ia telah takbir maka segeralah kalian takbir. Jika ia mengucapkan,
غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ
Bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
maka katakanlah : "Amin", niscaya Allah akan menjawab kalian.
📚 HR. Muslim (404)
📌 An-Nawawi berkata di dalam Syarh Shahih Muslim (1/353) :
Sabda beliau : "Niscaya Allah akan menjawab kalian" maksudnya adalah Allah akan mengabulkan doa kalian.
Ini merupakan anjuran yang sangat ditekankan untuk mengucapkan : "Amin".
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134075992068096
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🛣🗑 KARENA KEIKHLASAN ITU MENJADIKAN IBADAH SANGAT BERARTI
Boleh jadi, amalan yang langsung kita lupakan [ karena dianggap hanya amalan sepele ] malah jadi sumber kebahagiaan abadi kita. Siapa yang tahu. Hadits berikut ini jadi bukti sahih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
"Sesungguhnya aku telah melihat seseorang yang bernikmat-nikmat di dalam surga disebabkan dia menyingkirkan pohon yang terbentang di tengah jalan yang mengganggu orang-orang."
📕HR. Muslim (1914)
Oleh sebab itu, sangat wajar jika Rasulullah ﷺ melarang kita meremehkan satupun kebaikan. Sebab memang, kita tidak pernah tahu mana di antara amal kita yang mendatangkan rahmat Allah hingga akhirnya kita dimasukkan ke surga.
Resapi pernyataan Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berikut ini, semoga kita bisa mengambil manfaatnya:
فلا ينبغي للمؤمن العاقل أن يحتقر شيئاً من أعمال البرّ، فربما غفر له بأقلّها،
"Tidak pantas bagi seorang mu'min yang berakal untuk ia meremehkan satu amal kebaikan pun. Boleh jadi ia dapat ampunan dengan sebab amalannya yang paling ringan." (At-Tamhid, XXII/12 melalui Al Bahr Al Muhith Ats-Tsajaj, XLI/104)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Boleh jadi, amalan yang langsung kita lupakan [ karena dianggap hanya amalan sepele ] malah jadi sumber kebahagiaan abadi kita. Siapa yang tahu. Hadits berikut ini jadi bukti sahih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
"Sesungguhnya aku telah melihat seseorang yang bernikmat-nikmat di dalam surga disebabkan dia menyingkirkan pohon yang terbentang di tengah jalan yang mengganggu orang-orang."
📕HR. Muslim (1914)
Oleh sebab itu, sangat wajar jika Rasulullah ﷺ melarang kita meremehkan satupun kebaikan. Sebab memang, kita tidak pernah tahu mana di antara amal kita yang mendatangkan rahmat Allah hingga akhirnya kita dimasukkan ke surga.
Resapi pernyataan Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berikut ini, semoga kita bisa mengambil manfaatnya:
فلا ينبغي للمؤمن العاقل أن يحتقر شيئاً من أعمال البرّ، فربما غفر له بأقلّها،
"Tidak pantas bagi seorang mu'min yang berakal untuk ia meremehkan satu amal kebaikan pun. Boleh jadi ia dapat ampunan dengan sebab amalannya yang paling ringan." (At-Tamhid, XXII/12 melalui Al Bahr Al Muhith Ats-Tsajaj, XLI/104)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN : "AMIN" BAGI MAKMUM 2⃣
✍ عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: (إذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه)
📚 رواه البخاري (٧٨٠) ومسلم (٤١٠)
📌 قال الحافظ ابن كثير في تفسيره (١/٤١): قيل من وافق تأمينه تأمين الملائكة في الزمان وقيل في الإجابة وقيل في الإخلاص.
✍ Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu' :
Jika telah tiba saatnya imam untuk mengucapkan "Amin", maka segeralah kalian mengucapkan "Amin", karena barang siapa yang ucapannya sesuai dengan ucapan "Amin" para malaikat, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lewat.
📚 HR. Bukhari (780) dan Muslim (410)
📌 Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata di dalam tafsirnya (1/41) :
Dikatakan maksudnya : orang yang ucapan "Amin"-nya bertepatan dengan ucapan "Amin" para malaikat. Dikatakan juga maksudnya : sama dalam pengucapannya. Dikatakan pula : sama dalam hal keikhlasannya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134346117812225
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: (إذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه)
📚 رواه البخاري (٧٨٠) ومسلم (٤١٠)
📌 قال الحافظ ابن كثير في تفسيره (١/٤١): قيل من وافق تأمينه تأمين الملائكة في الزمان وقيل في الإجابة وقيل في الإخلاص.
✍ Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu' :
Jika telah tiba saatnya imam untuk mengucapkan "Amin", maka segeralah kalian mengucapkan "Amin", karena barang siapa yang ucapannya sesuai dengan ucapan "Amin" para malaikat, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lewat.
📚 HR. Bukhari (780) dan Muslim (410)
📌 Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata di dalam tafsirnya (1/41) :
Dikatakan maksudnya : orang yang ucapan "Amin"-nya bertepatan dengan ucapan "Amin" para malaikat. Dikatakan juga maksudnya : sama dalam pengucapannya. Dikatakan pula : sama dalam hal keikhlasannya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134346117812225
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💥 SI DUKUN PEMBOHONG!!
Dalam Islam dikenal ada istilah al-'Arraaf, dan umumnya, mereka menjadi salah satu "alternatif" sebagian kalangan dalam mewujudkan tujuan mereka. Apapun itu. Ada yang bertujuan mencari barang yang dicuri, melihat nasib di masa depan, dll.
Dalam istilah kita, al-'Arraaf dikenal dengan beragam profesi, bisa paranormal, orang pintar, peramal, ahli nujum, dukun, dan istilah-istilah lain. Ciri pastinya, mereka ialah orang-orang yang mengaku tahu perkara gaib.
Kurangnya pemahaman terhadap Islam menjadikan banyak umat Islam sendiri yang justru terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran berbahaya yang bahkan menyentuh ranah aqidah ini.
👣 Mendatangi al-'Arraaf
Ada empat keadaan manusia yang datang ke tempat al-'Arraaf. Berikut rinciannya :
Ayoo baca artikel selengkapnya...!
👉 http://nasehatetam.com/read/152/si-dukun-pembohong
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dalam Islam dikenal ada istilah al-'Arraaf, dan umumnya, mereka menjadi salah satu "alternatif" sebagian kalangan dalam mewujudkan tujuan mereka. Apapun itu. Ada yang bertujuan mencari barang yang dicuri, melihat nasib di masa depan, dll.
Dalam istilah kita, al-'Arraaf dikenal dengan beragam profesi, bisa paranormal, orang pintar, peramal, ahli nujum, dukun, dan istilah-istilah lain. Ciri pastinya, mereka ialah orang-orang yang mengaku tahu perkara gaib.
Kurangnya pemahaman terhadap Islam menjadikan banyak umat Islam sendiri yang justru terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran berbahaya yang bahkan menyentuh ranah aqidah ini.
👣 Mendatangi al-'Arraaf
Ada empat keadaan manusia yang datang ke tempat al-'Arraaf. Berikut rinciannya :
Ayoo baca artikel selengkapnya...!
👉 http://nasehatetam.com/read/152/si-dukun-pembohong
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢🌷🌸 MENGERASKAN BACAAN SAAT SHALAT JAHRIYYAH SENDIRIAN
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ditanya:
Apakah boleh bagi orang yang shalat sendirian untuk mengeraskan bacaan (surat al-Fatihah dan surat setelahnya pada rakaat pertama dan kedua -pent.) dalam shalat-shalat jahriyah (Shubuh, Maghrib dan Isya’ -pent.) ?
Jawaban:
يشرع له ذلك كما يشرع للإمام و ذلك سنة لكن لا يرفع رفعا يؤذي من حوله من المصلين أو الذاكرين أو النائمين لأحاديث وردت في ذلك
Disyariatkan baginya untuk mengeraskan bacaan sebagaimana disyariatkan bagi imam. Dan itu hukumnya sunnah. Akan tetapi janganlah ia mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya yang sedang shalat, berdzikir atau tidur, karena ada hadits-hadits yang datang menjelaskan (larangan) hal tersebut.
📕(Majmu’ Fatawa asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, jilid ke-11 halaman 237)
Sumber: https://forumsalafy.net/mengeraskan-bacaan-saat-shalat-jahriyyah-sendirian/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ditanya:
Apakah boleh bagi orang yang shalat sendirian untuk mengeraskan bacaan (surat al-Fatihah dan surat setelahnya pada rakaat pertama dan kedua -pent.) dalam shalat-shalat jahriyah (Shubuh, Maghrib dan Isya’ -pent.) ?
Jawaban:
يشرع له ذلك كما يشرع للإمام و ذلك سنة لكن لا يرفع رفعا يؤذي من حوله من المصلين أو الذاكرين أو النائمين لأحاديث وردت في ذلك
Disyariatkan baginya untuk mengeraskan bacaan sebagaimana disyariatkan bagi imam. Dan itu hukumnya sunnah. Akan tetapi janganlah ia mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya yang sedang shalat, berdzikir atau tidur, karena ada hadits-hadits yang datang menjelaskan (larangan) hal tersebut.
📕(Majmu’ Fatawa asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, jilid ke-11 halaman 237)
Sumber: https://forumsalafy.net/mengeraskan-bacaan-saat-shalat-jahriyyah-sendirian/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌹💐🌸🌷 SIWAK BISA DIGANTI DENGAN SIKAT DAN PASTA GIGI
Bersiwak adalah hal yang disyariatkan oleh agama Islam pada kondisi-kondisi tertentu.
Di antaranya:
• saat bangun dari tidur,
• ketika aroma mulut mulai berubah, dan
• ketika akan melakukan ibadah, seperti shalat dan membaca Al-Qur’an.
( Majmu’ al-Fatawa, 21/110)
Pada praktiknya, tidak sedikit dari kaum muslimin yang kerepotan bersiwak dengan siwak yang dipakai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu potongan kayu dari akar pohon arak . Sebab, pohon tersebut hanya ada di daerah tertentu.
Maka dari itu, seorang muslim boleh mengganti siwak dengan sikat dan pasta gigi atau dengan alat lainnya. Intinya, alat tersebut bisa digunakan untuk membersihkan gigi dari kotoran.
Al-'Iraqi menyatakan, inti dari sunnah bersiwak bisa diwujudkan dengan menggunakan sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran, seperti potongan kain atau kayu. ( Tharhut Tatsrib, 1/67)
An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/143) mengatakan, “Disenangi bersiwak menggunakan akar basah dari pohon arak atau segala sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran/aroma tidak sedap.”
Beliau juga menjelaskan bolehnya bersiwak dengan selain akar pohon arak, akar pohon lainnya, atau dengan segala sesuatu yang bisa digunakan untuk membersihkan kotoran di gigi. (Lihat at-Tibyan hlm. 89)
Lebih jelas lagi adalah fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ketika ditanya, "Apakah pasta gigi bisa menggantikan siwak?"
Beliau menjawab,
“Ya, menggunakan sikat dan pasta gigi bisa menggantikan siwak. Bahkan, ia lebih bersih. Jadi, apabila seseorang menggosok giginya, dia telah melakukan amalan sunnah (yakni bersiwak).”
( Fatawa Nurun ‘alad Darb )
Jika kita kebingungan tidak mendapatkan akar pohon arak untuk bersiwak, janganlah bersedih. Sebab, membersihkan gigi dengan sikat dan pasta gigi ternyata termasuk bersiwak dan mendapatkan pahala, insya Allah.
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Bersiwak adalah hal yang disyariatkan oleh agama Islam pada kondisi-kondisi tertentu.
Di antaranya:
• saat bangun dari tidur,
• ketika aroma mulut mulai berubah, dan
• ketika akan melakukan ibadah, seperti shalat dan membaca Al-Qur’an.
( Majmu’ al-Fatawa, 21/110)
Pada praktiknya, tidak sedikit dari kaum muslimin yang kerepotan bersiwak dengan siwak yang dipakai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu potongan kayu dari akar pohon arak . Sebab, pohon tersebut hanya ada di daerah tertentu.
Maka dari itu, seorang muslim boleh mengganti siwak dengan sikat dan pasta gigi atau dengan alat lainnya. Intinya, alat tersebut bisa digunakan untuk membersihkan gigi dari kotoran.
Al-'Iraqi menyatakan, inti dari sunnah bersiwak bisa diwujudkan dengan menggunakan sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran, seperti potongan kain atau kayu. ( Tharhut Tatsrib, 1/67)
An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/143) mengatakan, “Disenangi bersiwak menggunakan akar basah dari pohon arak atau segala sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran/aroma tidak sedap.”
Beliau juga menjelaskan bolehnya bersiwak dengan selain akar pohon arak, akar pohon lainnya, atau dengan segala sesuatu yang bisa digunakan untuk membersihkan kotoran di gigi. (Lihat at-Tibyan hlm. 89)
Lebih jelas lagi adalah fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ketika ditanya, "Apakah pasta gigi bisa menggantikan siwak?"
Beliau menjawab,
“Ya, menggunakan sikat dan pasta gigi bisa menggantikan siwak. Bahkan, ia lebih bersih. Jadi, apabila seseorang menggosok giginya, dia telah melakukan amalan sunnah (yakni bersiwak).”
( Fatawa Nurun ‘alad Darb )
Jika kita kebingungan tidak mendapatkan akar pohon arak untuk bersiwak, janganlah bersedih. Sebab, membersihkan gigi dengan sikat dan pasta gigi ternyata termasuk bersiwak dan mendapatkan pahala, insya Allah.
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📢💥❌📑 KEWAJIBAN MENGINGKARI PERIBADATAN KEPADA SELAIN ALLAH
Dari Thariq bin Asyyam al-Asyja'i radhiyallahu 'anhu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ
Siapa yang berkata (bersaksi) la Ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar selain Allah) dan dia mengingkari peribadatan kepada selain Allah, maka harta dan darahnya terlindungi. Adapun perhitungannya kembali kepada Allah." (HR. Muslim)
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
"Tidaklah cukup seorang berkata, " La ilaha illallah dan aku tidak menyembah berhala." Kemudian dengan kalimat itu dia dinyatakan telah mengingkari berhala dan beribadah hanya kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
Akan tetapi, hendaknya (setelah itu) dia mengatakan, "Aku mengingkari berhala yang disembah selain Allah. Aku mengingkari peribadatan kepada berhala tersebut."
Sebagai contoh, tidak cukup seorang mengatakan, " La ilaaha illallah dan aku tidak menyembah Latta."
Namun, dia harus mengingkarinya dan mengatakan bahwa ibadah kepada Latta tidak dibenarkan. Jika tidak demikian, berarti dia telah dianggap menyetujui perbuatan kekafiran.
📚 al-Qaulul Mufid 1/162--163
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari Thariq bin Asyyam al-Asyja'i radhiyallahu 'anhu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ
Siapa yang berkata (bersaksi) la Ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar selain Allah) dan dia mengingkari peribadatan kepada selain Allah, maka harta dan darahnya terlindungi. Adapun perhitungannya kembali kepada Allah." (HR. Muslim)
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
"Tidaklah cukup seorang berkata, " La ilaha illallah dan aku tidak menyembah berhala." Kemudian dengan kalimat itu dia dinyatakan telah mengingkari berhala dan beribadah hanya kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
Akan tetapi, hendaknya (setelah itu) dia mengatakan, "Aku mengingkari berhala yang disembah selain Allah. Aku mengingkari peribadatan kepada berhala tersebut."
Sebagai contoh, tidak cukup seorang mengatakan, " La ilaaha illallah dan aku tidak menyembah Latta."
Namun, dia harus mengingkarinya dan mengatakan bahwa ibadah kepada Latta tidak dibenarkan. Jika tidak demikian, berarti dia telah dianggap menyetujui perbuatan kekafiran.
📚 al-Qaulul Mufid 1/162--163
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜 TANYA JAWAB
SEPUTAR WUDHU
(bagian 1)
1- Tata Cara Berwudhu
https://problematikaumat.com/tata-cara-berwudhu/
2- Baca ayat kursi sebelum tidur tanpa wudhu
https://problematikaumat.com/hukum-membaca-ayat-kursi-sebelum-tidur-tanpa-wudhu/
3- Minum Susu Membatalkan Wudhu?
https://problematikaumat.com/minum-susu-membatalkan-wudhu/
4- Satu Wudhu untuk beberapa sholat
https://problematikaumat.com/satu-wudhu-untuk-beberapa-shalat/
5- Wudhu Memakai Jam Tangan
https://problematikaumat.com/hukum-berwudhu-memakai-jam-tangan/
6- Doa khusus ketika mencuci Anggota Wudhu ?
https://problematikaumat.com/doa-khusus-ketika-mencuci-anggota-wudhu/
7- Wudhu di Kamar Mandi
https://problematikaumat.com/wudhu-di-kamar-mandi/
8- Berwudhu Setelah Makan Daging
https://problematikaumat.com/berwudhu-setelah-makan-daging/
Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
SEPUTAR WUDHU
(bagian 1)
1- Tata Cara Berwudhu
https://problematikaumat.com/tata-cara-berwudhu/
2- Baca ayat kursi sebelum tidur tanpa wudhu
https://problematikaumat.com/hukum-membaca-ayat-kursi-sebelum-tidur-tanpa-wudhu/
3- Minum Susu Membatalkan Wudhu?
https://problematikaumat.com/minum-susu-membatalkan-wudhu/
4- Satu Wudhu untuk beberapa sholat
https://problematikaumat.com/satu-wudhu-untuk-beberapa-shalat/
5- Wudhu Memakai Jam Tangan
https://problematikaumat.com/hukum-berwudhu-memakai-jam-tangan/
6- Doa khusus ketika mencuci Anggota Wudhu ?
https://problematikaumat.com/doa-khusus-ketika-mencuci-anggota-wudhu/
7- Wudhu di Kamar Mandi
https://problematikaumat.com/wudhu-di-kamar-mandi/
8- Berwudhu Setelah Makan Daging
https://problematikaumat.com/berwudhu-setelah-makan-daging/
Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN : "AMIN" BAGI MAKMUM 3⃣
✍ عن عائشة رضي الله عنه مرفوعاً: «ما حسدتكم اليهود على شيء ما حسدتكم على السلام والتأمين»
📚 رواه ابن ماجه (٨٤٦)
📘 صححه البوصيري في الزوائد (١/١٠٦) والألباني في صحيح الجامع (٥٦١٣)
📌 يعني أن اليهود لما علموا فضل قول (أمين) في الصلاة، حسدوا المسلمين عليها.
✍ Dari Aisyah radhiyallahu 'anha secara marfu' :
Tidaklah Yahudi hasad kepada kalian pada suatu perkara seperti hasad mereka kepada kalian pada perkara salam dan ucapan "Amin".
📚 HR. Ibnu Majah (846)
Dishahihkan oleh Al-Bushiri di dalam Az-Zawaid (1/106) dan Al-Albani di dalam Shahihul Jami (5613)
Maksudnya : bahwa Yahudi ketika mengetahui keutamaan ucapan "Amin" di dalam shalat, maka merekapun hasad kepada kaum muslimin karenanya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134853628682241
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ عن عائشة رضي الله عنه مرفوعاً: «ما حسدتكم اليهود على شيء ما حسدتكم على السلام والتأمين»
📚 رواه ابن ماجه (٨٤٦)
📘 صححه البوصيري في الزوائد (١/١٠٦) والألباني في صحيح الجامع (٥٦١٣)
📌 يعني أن اليهود لما علموا فضل قول (أمين) في الصلاة، حسدوا المسلمين عليها.
✍ Dari Aisyah radhiyallahu 'anha secara marfu' :
Tidaklah Yahudi hasad kepada kalian pada suatu perkara seperti hasad mereka kepada kalian pada perkara salam dan ucapan "Amin".
📚 HR. Ibnu Majah (846)
Dishahihkan oleh Al-Bushiri di dalam Az-Zawaid (1/106) dan Al-Albani di dalam Shahihul Jami (5613)
Maksudnya : bahwa Yahudi ketika mengetahui keutamaan ucapan "Amin" di dalam shalat, maka merekapun hasad kepada kaum muslimin karenanya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134853628682241
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✅ BERSAUDARA KARENA ALLAH DAN TIDAK FANATIK KECUALI KEPADA KEBENARAN (4)
🎙 Al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Saya katakan dan saya ulang-ulang kepada kalian: Tinggalkan fanatisme membabibuta ini. Saya tahu sebagian orang di negara-negara Teluk –saya tidak ingin menyebutkan nama negaranya– jika murid-muridnya safar ke ulama negeri ini dia marah dan mengatakan, "Bagaimana kalian meninggalkan aku dan pergi, kalian ragu kepadaku?!" Dan seterusnya. Wahai orang yang membabibuta, dahulu satu orang imam ahli hadits memiliki 1000 atau 2000 guru. Ibnu Hibban seingat saya memiliki 2000 guru dari Asia Timur hingga Asia Barat. Jadi memperbanyak guru semacam ini merupakan tanda keikhlasan karena Allah dan mencari kebenaran.
Guru-guru beliau tidak ada seorangpun yang merendahkan ulama yang lain, bahkan memberi beliau bekal agar bisa sampai dan pergi ke saudaranya yang lain. Dia tidak mengatakan, "Jangan pergi ke masyayikh yang lain karena engkau meragukan keilmuanku!" Yang semacam ini merupakan fanatisme dan jahiliyyah membabibuta yang wajib untuk diperangi dan wajib untuk dijatuhkan orang-orangnya jika mereka enggan kembali ke jalan yang benar. Barakallah fikum.
Saya wasiatkan kepada kalian agar bersaudara karena Allah Tabaraka wa Ta'ala, saling mencintai karena-nya, saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, dan menghabisi fenomena buruk yang disusupkan ke barisan Ahlus Sunnah dan menceraiberaikan mereka. Barakallah fikum. Hendaknya mereka memerangi fenomena ini.
Ahlus Sunnah dibidik oleh semua kelompok sesat dan dari semua golongan jahat untuk memecahbelah mereka, karena mereka menjumpai tidak ada yang menjelaskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperingatkan umat dari bahayanya selain Ahlus Sunnah. Mereka menjumpai Ahlus Sunnah di belahan bumi yang timur dan barat di atas manhaj yang satu. Maka mereka berusaha untuk memecah belah mereka dan menekan mereka. Sampai-sampai engkau menjumpai fenomena ini ada pada orang Arab dan selain Arab karena adanya perang pemikiran, makar, agenda, dan rencana-rencana jahat dari orang-orang yang memusuhi manhaj ini.
Maka waspadalah, ambillah pelajaran dari apa yang telah terjadi, sadarlah dan kembalilah ke jalan yang benar, dan didiklah diri kalian. Dan jika kalian telah menjadi ulama maka didiklah para pemuda kalian dengan jiwa ini, yaitu jiwa cinta dan bersaudara dengan kaum muslimin yang terdahulu, sekarang, dan yang akan datang.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ.
"Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang lebih dahulu beriman, dan jangan Engkau letakkan di dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Penyayang." (Al-Hasyr: 10)
Sekarang ini salafiyyun saling mendengki. Dengan sebab kelakuan siapa? Dengan sebab kelakuan orang-orang yang memusuhi manhaj ini. Dan sebagian orang-orang yang lemah akalnya terpengaruh dengan makar jahat ini, tunduk kepadanya, dan ikut-ikutan melakukannya, sehingga engkau melihat pengaruh-pengaruhnya ini.
Maka siapa saja yang terjatuh pada sebagian sifat ini wajib untuk sadar –barakallah fik– dan bertaubat kepada Allah. Dan hendaknya kita semua kembali ke jalan yang benar dan berjalan di jalan yang sama untuk meninggikan manhaj yang sama dan panji yang sama demi agama Allah Tabaraka wa Ta'ala.
Saya memohon kepada Allah agar memberi taufik kepada kami dan kalian kepada hal-hal yang Dia cintai dan Dia ridhai.
⚠ TAMMAT
Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙 Al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Saya katakan dan saya ulang-ulang kepada kalian: Tinggalkan fanatisme membabibuta ini. Saya tahu sebagian orang di negara-negara Teluk –saya tidak ingin menyebutkan nama negaranya– jika murid-muridnya safar ke ulama negeri ini dia marah dan mengatakan, "Bagaimana kalian meninggalkan aku dan pergi, kalian ragu kepadaku?!" Dan seterusnya. Wahai orang yang membabibuta, dahulu satu orang imam ahli hadits memiliki 1000 atau 2000 guru. Ibnu Hibban seingat saya memiliki 2000 guru dari Asia Timur hingga Asia Barat. Jadi memperbanyak guru semacam ini merupakan tanda keikhlasan karena Allah dan mencari kebenaran.
Guru-guru beliau tidak ada seorangpun yang merendahkan ulama yang lain, bahkan memberi beliau bekal agar bisa sampai dan pergi ke saudaranya yang lain. Dia tidak mengatakan, "Jangan pergi ke masyayikh yang lain karena engkau meragukan keilmuanku!" Yang semacam ini merupakan fanatisme dan jahiliyyah membabibuta yang wajib untuk diperangi dan wajib untuk dijatuhkan orang-orangnya jika mereka enggan kembali ke jalan yang benar. Barakallah fikum.
Saya wasiatkan kepada kalian agar bersaudara karena Allah Tabaraka wa Ta'ala, saling mencintai karena-nya, saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, dan menghabisi fenomena buruk yang disusupkan ke barisan Ahlus Sunnah dan menceraiberaikan mereka. Barakallah fikum. Hendaknya mereka memerangi fenomena ini.
Ahlus Sunnah dibidik oleh semua kelompok sesat dan dari semua golongan jahat untuk memecahbelah mereka, karena mereka menjumpai tidak ada yang menjelaskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperingatkan umat dari bahayanya selain Ahlus Sunnah. Mereka menjumpai Ahlus Sunnah di belahan bumi yang timur dan barat di atas manhaj yang satu. Maka mereka berusaha untuk memecah belah mereka dan menekan mereka. Sampai-sampai engkau menjumpai fenomena ini ada pada orang Arab dan selain Arab karena adanya perang pemikiran, makar, agenda, dan rencana-rencana jahat dari orang-orang yang memusuhi manhaj ini.
Maka waspadalah, ambillah pelajaran dari apa yang telah terjadi, sadarlah dan kembalilah ke jalan yang benar, dan didiklah diri kalian. Dan jika kalian telah menjadi ulama maka didiklah para pemuda kalian dengan jiwa ini, yaitu jiwa cinta dan bersaudara dengan kaum muslimin yang terdahulu, sekarang, dan yang akan datang.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ.
"Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang lebih dahulu beriman, dan jangan Engkau letakkan di dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Penyayang." (Al-Hasyr: 10)
Sekarang ini salafiyyun saling mendengki. Dengan sebab kelakuan siapa? Dengan sebab kelakuan orang-orang yang memusuhi manhaj ini. Dan sebagian orang-orang yang lemah akalnya terpengaruh dengan makar jahat ini, tunduk kepadanya, dan ikut-ikutan melakukannya, sehingga engkau melihat pengaruh-pengaruhnya ini.
Maka siapa saja yang terjatuh pada sebagian sifat ini wajib untuk sadar –barakallah fik– dan bertaubat kepada Allah. Dan hendaknya kita semua kembali ke jalan yang benar dan berjalan di jalan yang sama untuk meninggikan manhaj yang sama dan panji yang sama demi agama Allah Tabaraka wa Ta'ala.
Saya memohon kepada Allah agar memberi taufik kepada kami dan kalian kepada hal-hal yang Dia cintai dan Dia ridhai.
⚠ TAMMAT
Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💽 Audio Ringkas
"MERENUNGI KEMATIAN"
Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf حفظه الله
Durasi: 08:19 Menit (1.4 MB)
Sumber:
@AKSI_AudioKajianSalafyIndonesia
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
"MERENUNGI KEMATIAN"
Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf حفظه الله
Durasi: 08:19 Menit (1.4 MB)
Sumber:
@AKSI_AudioKajianSalafyIndonesia
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
✋🏻📢💦🌹 KEADAAN MANUSIA TATKALA MENGHADAPI MUSIBAH
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:
إن الإنسان عند حلول المصيبة له اربع حالات
الحال الاولى:. ان يتسخط
الحال الثانيه . إن يصبر
الحال الثالثة ان يرضى
الحال الرابعة:أن يشكر
Tatkala menghadapi musibah, manusia ada 4 keadaan:
1. Ada orang yang berkeluh kesah.
2. Ada yang bersabar.
3. Ada yang rela (ridha).
4. Ada yang bersyukur.
📚 (Syarh Riyadhush Shalihin 1/63)
Dalam lanjutan penjelasan beliau rahimahullah, diperoleh kesimpulan bahwa berkeluh kesah tidak sepantasnya dilakukan karena:
• Tetap tidak akan menyelamatkannya dari musibah tersebut,
• Terancam diharamkan dari pahala dan bahkan berdosa.
Semoga kita diberikan taufik untuk bersikap dengan tiga keadaan selain itu.
Sumber: https://forumsalafy.net/keadaan-manusia-tatkala-menghadapi-musibah/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:
إن الإنسان عند حلول المصيبة له اربع حالات
الحال الاولى:. ان يتسخط
الحال الثانيه . إن يصبر
الحال الثالثة ان يرضى
الحال الرابعة:أن يشكر
Tatkala menghadapi musibah, manusia ada 4 keadaan:
1. Ada orang yang berkeluh kesah.
2. Ada yang bersabar.
3. Ada yang rela (ridha).
4. Ada yang bersyukur.
📚 (Syarh Riyadhush Shalihin 1/63)
Dalam lanjutan penjelasan beliau rahimahullah, diperoleh kesimpulan bahwa berkeluh kesah tidak sepantasnya dilakukan karena:
• Tetap tidak akan menyelamatkannya dari musibah tersebut,
• Terancam diharamkan dari pahala dan bahkan berdosa.
Semoga kita diberikan taufik untuk bersikap dengan tiga keadaan selain itu.
Sumber: https://forumsalafy.net/keadaan-manusia-tatkala-menghadapi-musibah/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊HENDAK MENGULANGI JIMA' DISURUH ISTRI BERWUDHU
Soal:
Benarkah orang yang hendak Mengulangi Jima’ dengan istrinya diwajibkan wudhu dulu ? Benarkah permintaan istri kepada suaminya untuk berwudhu sebelum mengulangi Jima’ ?
Jawab:
Landasan beramal bagi seorang muslim adalah Al Kitab dan As Sunnah. Dalam riwayat shahih disebutkan bahwa Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam mengajarkan umatnya berwudhu ketika hendak…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/hendak-mengulangi-jima-disuruh-istri-berwudhu/
Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Soal:
Benarkah orang yang hendak Mengulangi Jima’ dengan istrinya diwajibkan wudhu dulu ? Benarkah permintaan istri kepada suaminya untuk berwudhu sebelum mengulangi Jima’ ?
Jawab:
Landasan beramal bagi seorang muslim adalah Al Kitab dan As Sunnah. Dalam riwayat shahih disebutkan bahwa Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam mengajarkan umatnya berwudhu ketika hendak…
Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/hendak-mengulangi-jima-disuruh-istri-berwudhu/
Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📚 KEDUDUKAN AS-SUNNAH (*)
✍🏻 Sahl bin ’Abdillah rahimahullah berkata :
“Permisalan sunnah di dunia seperti permisalan Jannah (surga) di akhirat, barangsiapa yang masuk ke dalam Jannah di akhirat maka dia selamat, dan barangsiapa yang masuk ke dalam Sunnah di dunia maka dia selamat.”
📚 Dzammul Kalaam (4/384)
(*) As-Sunnah yang dimaksud adalah ajaran Nabi ﷺ, baik itu akhlak dan adab, muamalah, suluk (perangai), aqidah dan manhaj (prinsip-prinsip agama) dan seluruh ajaran agama Islam.
Sumber:
@majalengka_mengaji
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Sahl bin ’Abdillah rahimahullah berkata :
“Permisalan sunnah di dunia seperti permisalan Jannah (surga) di akhirat, barangsiapa yang masuk ke dalam Jannah di akhirat maka dia selamat, dan barangsiapa yang masuk ke dalam Sunnah di dunia maka dia selamat.”
📚 Dzammul Kalaam (4/384)
(*) As-Sunnah yang dimaksud adalah ajaran Nabi ﷺ, baik itu akhlak dan adab, muamalah, suluk (perangai), aqidah dan manhaj (prinsip-prinsip agama) dan seluruh ajaran agama Islam.
Sumber:
@majalengka_mengaji
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⏰📖WAKTU YANG PALING UTAMA UNTUK MEMBACA SURAT AL KAHFI DI HARI JUM'AT
✏️Asy Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin Rahimahullohu
Pertanyaan :
Fadhilatusy Syaikh. Seseorang yang membaca surat al Kahfi pada malam jum'at, apakah ada keutamaannya tersendiri?
Jawaban :
TIDAK, membaca surat Al Kahfi pada hari jum'atnya, dan yang paling bagus adalah setelah matahari terbit.
Maka boleh bagimu untuk membacanya dari mulai terbitnya matahari sampai waktu terbenam.
Namun apabila engkau membacanya kapanpun waktunya, selama itu waktu antara terbitnya matahari sampai terbenam, maka ini sudah mencukupi.
📚 Silsilah Liqa'usy Syahri (Liqa 69).
Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✏️Asy Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin Rahimahullohu
Pertanyaan :
Fadhilatusy Syaikh. Seseorang yang membaca surat al Kahfi pada malam jum'at, apakah ada keutamaannya tersendiri?
Jawaban :
TIDAK, membaca surat Al Kahfi pada hari jum'atnya, dan yang paling bagus adalah setelah matahari terbit.
Maka boleh bagimu untuk membacanya dari mulai terbitnya matahari sampai waktu terbenam.
Namun apabila engkau membacanya kapanpun waktunya, selama itu waktu antara terbitnya matahari sampai terbenam, maka ini sudah mencukupi.
📚 Silsilah Liqa'usy Syahri (Liqa 69).
Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com