✅ BERSAUDARA KARENA ALLAH DAN TIDAK FANATIK KECUALI KEPADA KEBENARAN (2)
🎙 Al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Dan saya menasehatkan kepada orang-orang yang terjun dalam mendidik dan mengajar; agar mereka mendidik murid-murid mereka di atas manhaj ini dan mencintai semua salafy di belahan bumi yang timur maupun yang barat, dan agar mereka tidak fanatik terhadap gurunya selama-lamanya.
Tidak boleh fanatik kepada kelompok tertentu atau pribadi tertentu kecuali pribadi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan tidak boleh fanatik kepada kelompok tertentu kecuali terhadap para shahabat Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.
Adapun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka boleh fanatik terhadap pribadi beliau, karena kebenaran selalu bersama beliau di manapun beliau berada. Demikian juga para shahabat boleh fanatik terhadap mereka karena kebenaran selalu bersama mereka di manapun mereka berada.
Adapun selain mereka dari kalangan tabi'in hingga tanggal kita sekarang ini maka engkau jangan fanatik terhadap pribadi atau kelompok tertentu kecuali terhadap kebenaran.
Dan jika engkau selalu mengikuti kebenaran maka engkau akan menjumpainya pada Ahlus Sunnah jika mereka bersatu dan membebaskan diri dari hawa nafsu.
Maka saya menasehatkan kepada para pemuda agar saling bersaudara, tidak ada perbedaan antara orang Riyadh, orang Madinah, orang Karachi, orang New Delhi, orang Amerika dan seterusnya. Mereka semua bersaudara karena Allah Tabaraka wa Ta'ala. Mereka diikat oleh Islam yang benar.
Saya menasehatkan kepada orang-orang yang terjun ke dalam tarbiyah para pemuda agar mereka mendidik para pemuda mereka di atas jiwa yang baik ini yang jauh dari fanatisme dan kekelompokan. Demi Allah yang tidak sesembahan yang benar selain Dia, di Madinah engkau tidak akan menjumpai para penuntut ilmu si A atau para penuntut ilmu si B. Mereka semua satu. Di Mekkah demikian juga, di Selatan demikian juga, engkau tidak menjumpai hal seperti ini. Hanya saja fenomena ini ada di Riyadh, dan mungkin ada di tempat-tempat yang lain.
Fenomena ini wajib untuk dihabisi oleh salafiyyun, baik oleh para gurunya maupun oleh para penuntut ilmunya. Karena mereka adalah bersaudara seperti satu tubuh, jika ada salah satu bagian tubuhnya yang merasakan sakit maka seluruh tubuhnya ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur. Inilah yang diinginkan oleh Allah dari kita.
Jika syaikhmu salah dan dia dikritik oleh syaikh yang lainnya, sementara kebenaran bersama syaikh yang lain tersebut, maka engkau hendaknya bersama syaikh yang lain ini, dan nasehatilah syaikhmu, jangan fanatik terhadapnya! Tidak boleh bagimu untuk fanatik terhadapnya.
Jika engkau fanatik terhadapnya hal itu diserupakan oleh Syaikhul Islam dengan orang-orang Tartar karena ini merupakan fanatisme jahiliyyah. Islam dan manhaj salaf berlepas diri darinya, dan kita mendidik di atas prinsip ini, dan kita berlepas diri kepada Allah dari tarbiyah yang menyelisihi tarbiyah yang diridhai oleh Allah untuk kita dan disyari'atkan untuk kita.
Seandainya Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah salah lalu dikritik oleh seseorang dengan benar, maka engkau jangan marah! Jika dia mengkritik dengan ilmu dan hujjah karena Allah Azza wa Jalla, maka –demi Allah– engkau tidak boleh mengatakan, "Orang ini mencela Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah." Jika dia mengkritik dengan benar, dengan adab dan memuliakan. Karena tujuannya adalah mengikat manusia dengan manhaj Allah, dan tidak mengikat mereka dengan kesalahan-kesalahan manusia siapapun mereka.
⚠ INSYAALLAH BERSAMBUNG
Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙 Al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Dan saya menasehatkan kepada orang-orang yang terjun dalam mendidik dan mengajar; agar mereka mendidik murid-murid mereka di atas manhaj ini dan mencintai semua salafy di belahan bumi yang timur maupun yang barat, dan agar mereka tidak fanatik terhadap gurunya selama-lamanya.
Tidak boleh fanatik kepada kelompok tertentu atau pribadi tertentu kecuali pribadi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan tidak boleh fanatik kepada kelompok tertentu kecuali terhadap para shahabat Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.
Adapun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka boleh fanatik terhadap pribadi beliau, karena kebenaran selalu bersama beliau di manapun beliau berada. Demikian juga para shahabat boleh fanatik terhadap mereka karena kebenaran selalu bersama mereka di manapun mereka berada.
Adapun selain mereka dari kalangan tabi'in hingga tanggal kita sekarang ini maka engkau jangan fanatik terhadap pribadi atau kelompok tertentu kecuali terhadap kebenaran.
Dan jika engkau selalu mengikuti kebenaran maka engkau akan menjumpainya pada Ahlus Sunnah jika mereka bersatu dan membebaskan diri dari hawa nafsu.
Maka saya menasehatkan kepada para pemuda agar saling bersaudara, tidak ada perbedaan antara orang Riyadh, orang Madinah, orang Karachi, orang New Delhi, orang Amerika dan seterusnya. Mereka semua bersaudara karena Allah Tabaraka wa Ta'ala. Mereka diikat oleh Islam yang benar.
Saya menasehatkan kepada orang-orang yang terjun ke dalam tarbiyah para pemuda agar mereka mendidik para pemuda mereka di atas jiwa yang baik ini yang jauh dari fanatisme dan kekelompokan. Demi Allah yang tidak sesembahan yang benar selain Dia, di Madinah engkau tidak akan menjumpai para penuntut ilmu si A atau para penuntut ilmu si B. Mereka semua satu. Di Mekkah demikian juga, di Selatan demikian juga, engkau tidak menjumpai hal seperti ini. Hanya saja fenomena ini ada di Riyadh, dan mungkin ada di tempat-tempat yang lain.
Fenomena ini wajib untuk dihabisi oleh salafiyyun, baik oleh para gurunya maupun oleh para penuntut ilmunya. Karena mereka adalah bersaudara seperti satu tubuh, jika ada salah satu bagian tubuhnya yang merasakan sakit maka seluruh tubuhnya ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur. Inilah yang diinginkan oleh Allah dari kita.
Jika syaikhmu salah dan dia dikritik oleh syaikh yang lainnya, sementara kebenaran bersama syaikh yang lain tersebut, maka engkau hendaknya bersama syaikh yang lain ini, dan nasehatilah syaikhmu, jangan fanatik terhadapnya! Tidak boleh bagimu untuk fanatik terhadapnya.
Jika engkau fanatik terhadapnya hal itu diserupakan oleh Syaikhul Islam dengan orang-orang Tartar karena ini merupakan fanatisme jahiliyyah. Islam dan manhaj salaf berlepas diri darinya, dan kita mendidik di atas prinsip ini, dan kita berlepas diri kepada Allah dari tarbiyah yang menyelisihi tarbiyah yang diridhai oleh Allah untuk kita dan disyari'atkan untuk kita.
Seandainya Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah salah lalu dikritik oleh seseorang dengan benar, maka engkau jangan marah! Jika dia mengkritik dengan ilmu dan hujjah karena Allah Azza wa Jalla, maka –demi Allah– engkau tidak boleh mengatakan, "Orang ini mencela Ibnu Baz dan Ibnu Taimiyyah." Jika dia mengkritik dengan benar, dengan adab dan memuliakan. Karena tujuannya adalah mengikat manusia dengan manhaj Allah, dan tidak mengikat mereka dengan kesalahan-kesalahan manusia siapapun mereka.
⚠ INSYAALLAH BERSAMBUNG
Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚡ Jeleknya Ghibah 2⃣
💎💎 SEDEKAH ADALAH OBAT BAGI GHIBAH
✍ Abdullah bin Wahb rahimahullah berkata :
Dulu aku bernazar untuk berpuasa sehari setiap kali aku mengghibah seseorang. Akhirnya, puasa itu memberatkanku, karena aku tetap melakukan ghibah dan akhirnya berpuasa.
Kemudian aku berniat untuk bersedekah satu dirham setiap kali aku mengghibah seseorang. Maka, karena kecintaan terhadap dirham, aku pun meninggalkan ghibah.
✍ Adz-Dzahabi rahimahullah mengomentari :
Demi Allah, demikianlah para ulama. Ini merupakan buah dari ilmu yang bermanfaat.
📚 Siyar A'lamin Nubala (9/228)
✍ قال عبد الله بن وهب :
نذرت أني كلما اغتبت إنسانا أن أصوم يوما، فأجهدني، فكنت أغتاب وأصوم، فنويت أني كلما اغتبت إنسانا أن أتصدق بدرهم، فمن حب الدراهم تركت الغيبة.
قال الذهبي معلقا: هكذا والله كان العلماء، وهذا هو ثمرة العلم النافع.
📚 سير أعلام النبلاء (٩ / ٢٢٨)
Sumber:
Nataouan/1152
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💎💎 SEDEKAH ADALAH OBAT BAGI GHIBAH
✍ Abdullah bin Wahb rahimahullah berkata :
Dulu aku bernazar untuk berpuasa sehari setiap kali aku mengghibah seseorang. Akhirnya, puasa itu memberatkanku, karena aku tetap melakukan ghibah dan akhirnya berpuasa.
Kemudian aku berniat untuk bersedekah satu dirham setiap kali aku mengghibah seseorang. Maka, karena kecintaan terhadap dirham, aku pun meninggalkan ghibah.
✍ Adz-Dzahabi rahimahullah mengomentari :
Demi Allah, demikianlah para ulama. Ini merupakan buah dari ilmu yang bermanfaat.
📚 Siyar A'lamin Nubala (9/228)
✍ قال عبد الله بن وهب :
نذرت أني كلما اغتبت إنسانا أن أصوم يوما، فأجهدني، فكنت أغتاب وأصوم، فنويت أني كلما اغتبت إنسانا أن أتصدق بدرهم، فمن حب الدراهم تركت الغيبة.
قال الذهبي معلقا: هكذا والله كان العلماء، وهذا هو ثمرة العلم النافع.
📚 سير أعلام النبلاء (٩ / ٢٢٨)
Sumber:
Nataouan/1152
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌷🔰📍JANGAN TERBURU-BURU MENINGGALKAN TEMPAT SHALATMU
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;
المـلائكة تصـلي عـلى أحـدكم، مـا دام فـي مـصلاه الـذي صـلى فـيه، مـا لـم يحـدث فـيه ، تقـول : اللـهم اغـفر لـه ، اللـهم ارحـمه 〙
〘صـحيح البخــاري 〘445〙
Malaikat mendoakan salah seorang dari kalian, selama dia tetap di tempat shalatnya dan tidak berhadats.
Mereka mendoakan, Ya Allah ampunilah ia. Ya Allah, rahmatilah ia.
[H.R. Al Bukhari no 445]
🎙Ibnu Baththal rahimahullah mengatakan;
Siapa yang banyak dosanya dan ingin Allah hapus tanpa susah payah, hendaknya dia memperbanyak menetapi tempat shalatnya setelah shalat. Supaya, malaikat banyak mendoakan dan memohonkan ampunan kepadanya.
[Syarh Shahih Al Bukhari karya Ibnu Baththal, jil. 2, hlm. 95]
Sumber:
Fawaid Salafy Wonogiri
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;
المـلائكة تصـلي عـلى أحـدكم، مـا دام فـي مـصلاه الـذي صـلى فـيه، مـا لـم يحـدث فـيه ، تقـول : اللـهم اغـفر لـه ، اللـهم ارحـمه 〙
〘صـحيح البخــاري 〘445〙
Malaikat mendoakan salah seorang dari kalian, selama dia tetap di tempat shalatnya dan tidak berhadats.
Mereka mendoakan, Ya Allah ampunilah ia. Ya Allah, rahmatilah ia.
[H.R. Al Bukhari no 445]
🎙Ibnu Baththal rahimahullah mengatakan;
Siapa yang banyak dosanya dan ingin Allah hapus tanpa susah payah, hendaknya dia memperbanyak menetapi tempat shalatnya setelah shalat. Supaya, malaikat banyak mendoakan dan memohonkan ampunan kepadanya.
[Syarh Shahih Al Bukhari karya Ibnu Baththal, jil. 2, hlm. 95]
Sumber:
Fawaid Salafy Wonogiri
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☝🛡🌹 PEGANG TEGUHLAH SUNNAH, NISCAYA ALLAH AKAN MENGANGKAT DERAJATMU DISISI-NYA
🎙Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah berkata,
Sungguh membuat aku kagum perkataanya Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : 'Sesungguhnya Allah ﷻ mengangkat derajat seseorang sesuai dengan kadar ia berpegang teguh dengan Sunnah ﷺ'.
قـال الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله:
وتعجبني كلمة لشيخ الاسلام ابن تيمية رحمه الله:
'إنما يرفع الله الشخص بقدر تمسكه بسنة ﷺ'.
تحفة المجيب صـ 339
Sumber:
https://twitter.com/alsunna_way/status/1199891466891530240?s=20
Whatsapp Ilmu Syari
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah berkata,
Sungguh membuat aku kagum perkataanya Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : 'Sesungguhnya Allah ﷻ mengangkat derajat seseorang sesuai dengan kadar ia berpegang teguh dengan Sunnah ﷺ'.
قـال الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله:
وتعجبني كلمة لشيخ الاسلام ابن تيمية رحمه الله:
'إنما يرفع الله الشخص بقدر تمسكه بسنة ﷺ'.
تحفة المجيب صـ 339
Sumber:
https://twitter.com/alsunna_way/status/1199891466891530240?s=20
Whatsapp Ilmu Syari
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Indonesia
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Dunia Sementara Akhirat Selamanya
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-dunia-sementara-akhirat-selamanya/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-dunia-sementara-akhirat-selamanya/
✋🏻📢🌹🌷 SERIBU KEBAIKAN DALAM SEHARI
Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu bercerita,
كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ
Kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau bertanya, “Apakah memberatkan salah seorang di antara kalian untuk melakukan seribu kebaikan dalam sehari?”
فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ
Kemudian salah seorang yang ada di dalam majelis bertanya, “Bagaimana caranya salah seorang di antara kami mampu melakukan seribu kebaikan dalam sehari?”
قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Seseorang bertasbih seratus kali, niscaya akan dicatat baginya seribu kebaikan atau dihapus darinya seribu kesalahan.”
📕(HR. Muslim no. 2698)
Sumber: https://forumsalafy.net/seribu-kebaikan-dalam-sehari/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu bercerita,
كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ
Kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau bertanya, “Apakah memberatkan salah seorang di antara kalian untuk melakukan seribu kebaikan dalam sehari?”
فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ
Kemudian salah seorang yang ada di dalam majelis bertanya, “Bagaimana caranya salah seorang di antara kami mampu melakukan seribu kebaikan dalam sehari?”
قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Seseorang bertasbih seratus kali, niscaya akan dicatat baginya seribu kebaikan atau dihapus darinya seribu kesalahan.”
📕(HR. Muslim no. 2698)
Sumber: https://forumsalafy.net/seribu-kebaikan-dalam-sehari/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚡ Jeleknya Ghibah 3⃣
🔥🔥🔥 GHIBAH MEMILIKI BAU BUSUK
✍ عن جابر قال كنا مع النبي ﷺ فارتفعت ريح جيفة منتنة فقال رسول الله ﷺ : أتدرون ما هذه الريح؟ هذه ريح الذين يغتابون المؤمنين".
📚 الحديث حسنه الالباني في غاية المرام (٤٢٩) وسبقه ابن حجر في الفتح (٤٧٠/١٠).
✍ Dari Jabir rahimahullah berkata :
Suatu saat, kami bersama Nabi ﷺَ. Kemudian tercium bau bangkai busuk. Lalu Rasulullah ﷺَ bersabda,
"Tahukah kalian bau apa ini? Ini adalah bau orang-orang yang suka mengghibahi kaum mukminin."
📚 Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani di dalam Ghayatul Maram (429). Ibnu Hajar telah lebih dahulu menghasankannya di dalam Al-Fath (10/470).
Sumber:
@Nataouan/1152
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥🔥🔥 GHIBAH MEMILIKI BAU BUSUK
✍ عن جابر قال كنا مع النبي ﷺ فارتفعت ريح جيفة منتنة فقال رسول الله ﷺ : أتدرون ما هذه الريح؟ هذه ريح الذين يغتابون المؤمنين".
📚 الحديث حسنه الالباني في غاية المرام (٤٢٩) وسبقه ابن حجر في الفتح (٤٧٠/١٠).
✍ Dari Jabir rahimahullah berkata :
Suatu saat, kami bersama Nabi ﷺَ. Kemudian tercium bau bangkai busuk. Lalu Rasulullah ﷺَ bersabda,
"Tahukah kalian bau apa ini? Ini adalah bau orang-orang yang suka mengghibahi kaum mukminin."
📚 Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani di dalam Ghayatul Maram (429). Ibnu Hajar telah lebih dahulu menghasankannya di dalam Al-Fath (10/470).
Sumber:
@Nataouan/1152
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✅ BERSAUDARA KARENA ALLAH DAN TIDAK FANATIK KECUALI KEPADA KEBENARAN (3)
🎙 Al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Bahkan seandainya seorang shahabat salah maka kita tidak boleh menerima kesalahannya. Salah seorang dari mereka ada yang salah dalam masalah tayammum dan dia berpendapat bahwa jika seseorang junub maka tidak boleh untuk mengerjakan shalat dengan tayammum sama sekali sampai dia mandi. Para salaf dari kalangan shahabat dan tabi'in mengatakan, "Tidak demikian." Dan mereka mengambil pendapat Ammar (bin Yasir) dan meninggalkan pendapat Umar dan Ibnu Mas'ud. Dan juga mereka meninggalkan banyak perkara yang salah pada shahabat, tabi'in, dan para imam.
Asy-Syafi'i sendiri membantah kesalahan gurunya, al-Imam Malik. Padahal tidak ada seorangpun yang menghormati Malik seperti yang dilakukan oleh asy-Syafi'i, dan dia pernah mengatakan, "Jika para ulama disebut maka Malik adalah bintang yang tembus cahayanya." Walaupun demikian dia mengkritik gurunya tersebut.
Al-Laits (bin Sa'ad al-Fahmi) mengkritik Malik dan mengirim surat kepadanya, padahal dia mencintai dan memuliakannya. Barakallah fikum.
Dan demikianlah mereka dahulu saling menasehati dan para pengikut mereka tidak ada yang marah. Kecuali pengikut Malik ada yang fanatik melawan asy-Syafi'i dan mereka terus fanatik membabibuta hingga hari ini. Sangat disayangkan ketika mulai muncul maka menyebar jiwa fanatisme.
Al-Bukhari dikritik oleh ad-Daruquthni dan yang lainnya, walaupun demikian tidak ada yang fanatik terhadap al-Bukhari, padahal beliau adalah Amirul Mu'minin dalam bidang hadits. Kenapa demikian? Karena ahli hadits sangat mencintai manhaj Rasulullah dan salaf yang shalih.
Abu Hatim dan Abu Zur'ah mengkritik al-Bukhari tentang sekitar 700 perawi dalam kitabnya at-Tarikh. Walaupun demikian engkau tidak menjumpai seorangpun yang fanatik menyerang Abu Hatim dan Abu Zur'ah. Demikian seterusnya...
Maka jika saudaramu mengkritikmu dengan benar, maka caranya pertama kali nasehatilah dia (yang bersalah) dan katakan padanya, "Jika engkau menerima tidak masalah, dan jika engkau tidak menerima maka berilah udzur kepada saya, saya akan menjelaskan kepada manusia karena engkau di atas kesalahan." Dan dia menjelaskan dengan adab dan memuliakan saudaranya. Barakallah fik.
Yang seperti ini nggak masalah, ini memerangi fanatisme jahiliyyah. Barakallah fikum. Hawa nafsu semacam ini ada. Barakallah fikum. Kita dahulu tidak mengenalnya, kita mengenalnya sekarang setelah kelompok-kelompok jahat menyusup ke negeri ini, jiwa fanatisme ini merayap hingga ke sebagian salafiyyun, sehingga engkau menjumpai hal semacam ini.
Maka kita katakan kepada mereka: Ini termasuk bentuk persaudaraan dan nasehat, dan karena mereka adalah para pemuda yang tidak mengetahui sejarah Ahlus Sunnah wal Jama'ah sampai di masa ini, barakallah fik.
Kalian mengetahui bagaimana dahulu al-Albani, Ibnu Baz, dan Ibnu Utsaimin saling mencintai dan bersaudara serta di waktu yang sama mereka saling membela dan saling menasehati.
Padahal al-Albani mengkritik Ibnu Baz dengan kritikan yang pahit tentang masalah meletakkan tangan di dada dan beliau menyebut meletakkan tangan di dada setelah bangkit dari rukuk sebagai bid'ah, walaupun demikian Ibnu Baz tidak marah dan mereka terus memegangi ijtihad mereka. Tetapi beliau (Ibnu Baz) tidak memerangi al-Albani dan tidak marah kepadanya, bahkan beliau menghormatinya, memuliakannya, menulis surat kepadanya, mencintainya, menolongnya dan membelanya.
Al-Albani juga demikian dan Ibnu Utsaimin juga demikian, barakallah fik. Mereka ini merupakan contoh yang paling dekat dengan kita. Dan para ulama salaf mereka dahulu lebih baik lagi dari keadaan ini. Maka pegangilah hal seperti itu, minimalnya seperti yang kalian rasakan di masa akhir-akhir ini.
⚠ INSYAALLAH BERSAMBUNG
Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙 Al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Bahkan seandainya seorang shahabat salah maka kita tidak boleh menerima kesalahannya. Salah seorang dari mereka ada yang salah dalam masalah tayammum dan dia berpendapat bahwa jika seseorang junub maka tidak boleh untuk mengerjakan shalat dengan tayammum sama sekali sampai dia mandi. Para salaf dari kalangan shahabat dan tabi'in mengatakan, "Tidak demikian." Dan mereka mengambil pendapat Ammar (bin Yasir) dan meninggalkan pendapat Umar dan Ibnu Mas'ud. Dan juga mereka meninggalkan banyak perkara yang salah pada shahabat, tabi'in, dan para imam.
Asy-Syafi'i sendiri membantah kesalahan gurunya, al-Imam Malik. Padahal tidak ada seorangpun yang menghormati Malik seperti yang dilakukan oleh asy-Syafi'i, dan dia pernah mengatakan, "Jika para ulama disebut maka Malik adalah bintang yang tembus cahayanya." Walaupun demikian dia mengkritik gurunya tersebut.
Al-Laits (bin Sa'ad al-Fahmi) mengkritik Malik dan mengirim surat kepadanya, padahal dia mencintai dan memuliakannya. Barakallah fikum.
Dan demikianlah mereka dahulu saling menasehati dan para pengikut mereka tidak ada yang marah. Kecuali pengikut Malik ada yang fanatik melawan asy-Syafi'i dan mereka terus fanatik membabibuta hingga hari ini. Sangat disayangkan ketika mulai muncul maka menyebar jiwa fanatisme.
Al-Bukhari dikritik oleh ad-Daruquthni dan yang lainnya, walaupun demikian tidak ada yang fanatik terhadap al-Bukhari, padahal beliau adalah Amirul Mu'minin dalam bidang hadits. Kenapa demikian? Karena ahli hadits sangat mencintai manhaj Rasulullah dan salaf yang shalih.
Abu Hatim dan Abu Zur'ah mengkritik al-Bukhari tentang sekitar 700 perawi dalam kitabnya at-Tarikh. Walaupun demikian engkau tidak menjumpai seorangpun yang fanatik menyerang Abu Hatim dan Abu Zur'ah. Demikian seterusnya...
Maka jika saudaramu mengkritikmu dengan benar, maka caranya pertama kali nasehatilah dia (yang bersalah) dan katakan padanya, "Jika engkau menerima tidak masalah, dan jika engkau tidak menerima maka berilah udzur kepada saya, saya akan menjelaskan kepada manusia karena engkau di atas kesalahan." Dan dia menjelaskan dengan adab dan memuliakan saudaranya. Barakallah fik.
Yang seperti ini nggak masalah, ini memerangi fanatisme jahiliyyah. Barakallah fikum. Hawa nafsu semacam ini ada. Barakallah fikum. Kita dahulu tidak mengenalnya, kita mengenalnya sekarang setelah kelompok-kelompok jahat menyusup ke negeri ini, jiwa fanatisme ini merayap hingga ke sebagian salafiyyun, sehingga engkau menjumpai hal semacam ini.
Maka kita katakan kepada mereka: Ini termasuk bentuk persaudaraan dan nasehat, dan karena mereka adalah para pemuda yang tidak mengetahui sejarah Ahlus Sunnah wal Jama'ah sampai di masa ini, barakallah fik.
Kalian mengetahui bagaimana dahulu al-Albani, Ibnu Baz, dan Ibnu Utsaimin saling mencintai dan bersaudara serta di waktu yang sama mereka saling membela dan saling menasehati.
Padahal al-Albani mengkritik Ibnu Baz dengan kritikan yang pahit tentang masalah meletakkan tangan di dada dan beliau menyebut meletakkan tangan di dada setelah bangkit dari rukuk sebagai bid'ah, walaupun demikian Ibnu Baz tidak marah dan mereka terus memegangi ijtihad mereka. Tetapi beliau (Ibnu Baz) tidak memerangi al-Albani dan tidak marah kepadanya, bahkan beliau menghormatinya, memuliakannya, menulis surat kepadanya, mencintainya, menolongnya dan membelanya.
Al-Albani juga demikian dan Ibnu Utsaimin juga demikian, barakallah fik. Mereka ini merupakan contoh yang paling dekat dengan kita. Dan para ulama salaf mereka dahulu lebih baik lagi dari keadaan ini. Maka pegangilah hal seperti itu, minimalnya seperti yang kalian rasakan di masa akhir-akhir ini.
⚠ INSYAALLAH BERSAMBUNG
Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📀 APAKAH SAH JIKA SAYA MENIKAH DIAM-DIAM ?
🎙 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed حفظه الله
💿 Durasi audio :
1.45 (422 KB)
Sumber:
@ukhuwah_anak_kuliah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🎙 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed حفظه الله
💿 Durasi audio :
1.45 (422 KB)
Sumber:
@ukhuwah_anak_kuliah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📚 Thalabul ilmi atau ngaji adalah ciri khasnya seorang yang mengaku salafy ahlussunnah wal jamaah, karena mereka tidak boleh ridha dengan kebodohan. Oleh karena itu, dia harus semangat untuk datang ke majelis taklim agar bisa mendengar ilmu dan tidak menjadi orang yang bodoh terhadap agamanya. Lihatlah para ulama salaf! Mereka adalah teladan di dalam mencari ilmu, karena semangat mereka bukan semangat kaleng-kaleng. Ini buktinya:
» Baca Selengkapnya di:
https://www.fawaidsolo.com/bukan-semangat-kaleng-kaleng/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
» Baca Selengkapnya di:
https://www.fawaidsolo.com/bukan-semangat-kaleng-kaleng/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⛔📝💯 LARANGAN LEWAT DI DEPAN ORANG YANG YANG SHALAT
💬 Dari Abu Juhaim bin Al Harits bin ash-Shimmah al-Anshari radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ ، خَيْراً لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ .
قَالَ أَبُو النَّضْرِ : لا أَدْرِي قَالَ : أَرْبَعِينَ يَوْماً ، أَوْ شَهْراً ، أوْ سَنَةً . متفق عليه
"Kalau sendainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui dosa yang akan ditanggungnya, niscaya dia berdiri selama empat puluh, lebih baik baginya daripada dia lewat di depan orang yang sedang shalat."
Abu Nashr berkata,
"Aku tidak mengetahui apakah beliau mengatakan empat puluh hari, bulan atau tahun."
✍ HR. al-Bukhari dan Muslim
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Dari Abu Juhaim bin Al Harits bin ash-Shimmah al-Anshari radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ ، خَيْراً لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ .
قَالَ أَبُو النَّضْرِ : لا أَدْرِي قَالَ : أَرْبَعِينَ يَوْماً ، أَوْ شَهْراً ، أوْ سَنَةً . متفق عليه
"Kalau sendainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui dosa yang akan ditanggungnya, niscaya dia berdiri selama empat puluh, lebih baik baginya daripada dia lewat di depan orang yang sedang shalat."
Abu Nashr berkata,
"Aku tidak mengetahui apakah beliau mengatakan empat puluh hari, bulan atau tahun."
✍ HR. al-Bukhari dan Muslim
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN : "AMIN" BAGI MAKMUM 1⃣
✍ عن أبي موسى مرفوعاً: «إذا صليتم فأقيموا صفوفكم ثم ليؤمكم أحدُكم فإذا كبر فكبروا وإذا قال:"غير المغضوب عليهم ولا الضالين"؛ فقولوا: آمين، يُجبكم الله»
📚 رواه مسلم (٤٠٤)
📌 قال النووي في شرح مسلم (١/٣٥٣) : قوله (يجبكم الله) أي يستجيب دعاكم، وهذا حث عظيم على التأمين.
✍ Dari Abu Musa secara marfu' :
Jika kalian ingin menegakkan shalat maka luruskanlah shaf-shaf kalian, kemudian hendaklah seorang dari kalian mengimami kalian.
Jika ia telah takbir maka segeralah kalian takbir. Jika ia mengucapkan,
غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ
Bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
maka katakanlah : "Amin", niscaya Allah akan menjawab kalian.
📚 HR. Muslim (404)
📌 An-Nawawi berkata di dalam Syarh Shahih Muslim (1/353) :
Sabda beliau : "Niscaya Allah akan menjawab kalian" maksudnya adalah Allah akan mengabulkan doa kalian.
Ini merupakan anjuran yang sangat ditekankan untuk mengucapkan : "Amin".
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134075992068096
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ عن أبي موسى مرفوعاً: «إذا صليتم فأقيموا صفوفكم ثم ليؤمكم أحدُكم فإذا كبر فكبروا وإذا قال:"غير المغضوب عليهم ولا الضالين"؛ فقولوا: آمين، يُجبكم الله»
📚 رواه مسلم (٤٠٤)
📌 قال النووي في شرح مسلم (١/٣٥٣) : قوله (يجبكم الله) أي يستجيب دعاكم، وهذا حث عظيم على التأمين.
✍ Dari Abu Musa secara marfu' :
Jika kalian ingin menegakkan shalat maka luruskanlah shaf-shaf kalian, kemudian hendaklah seorang dari kalian mengimami kalian.
Jika ia telah takbir maka segeralah kalian takbir. Jika ia mengucapkan,
غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ
Bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
maka katakanlah : "Amin", niscaya Allah akan menjawab kalian.
📚 HR. Muslim (404)
📌 An-Nawawi berkata di dalam Syarh Shahih Muslim (1/353) :
Sabda beliau : "Niscaya Allah akan menjawab kalian" maksudnya adalah Allah akan mengabulkan doa kalian.
Ini merupakan anjuran yang sangat ditekankan untuk mengucapkan : "Amin".
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134075992068096
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🛣🗑 KARENA KEIKHLASAN ITU MENJADIKAN IBADAH SANGAT BERARTI
Boleh jadi, amalan yang langsung kita lupakan [ karena dianggap hanya amalan sepele ] malah jadi sumber kebahagiaan abadi kita. Siapa yang tahu. Hadits berikut ini jadi bukti sahih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
"Sesungguhnya aku telah melihat seseorang yang bernikmat-nikmat di dalam surga disebabkan dia menyingkirkan pohon yang terbentang di tengah jalan yang mengganggu orang-orang."
📕HR. Muslim (1914)
Oleh sebab itu, sangat wajar jika Rasulullah ﷺ melarang kita meremehkan satupun kebaikan. Sebab memang, kita tidak pernah tahu mana di antara amal kita yang mendatangkan rahmat Allah hingga akhirnya kita dimasukkan ke surga.
Resapi pernyataan Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berikut ini, semoga kita bisa mengambil manfaatnya:
فلا ينبغي للمؤمن العاقل أن يحتقر شيئاً من أعمال البرّ، فربما غفر له بأقلّها،
"Tidak pantas bagi seorang mu'min yang berakal untuk ia meremehkan satu amal kebaikan pun. Boleh jadi ia dapat ampunan dengan sebab amalannya yang paling ringan." (At-Tamhid, XXII/12 melalui Al Bahr Al Muhith Ats-Tsajaj, XLI/104)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Boleh jadi, amalan yang langsung kita lupakan [ karena dianggap hanya amalan sepele ] malah jadi sumber kebahagiaan abadi kita. Siapa yang tahu. Hadits berikut ini jadi bukti sahih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
"Sesungguhnya aku telah melihat seseorang yang bernikmat-nikmat di dalam surga disebabkan dia menyingkirkan pohon yang terbentang di tengah jalan yang mengganggu orang-orang."
📕HR. Muslim (1914)
Oleh sebab itu, sangat wajar jika Rasulullah ﷺ melarang kita meremehkan satupun kebaikan. Sebab memang, kita tidak pernah tahu mana di antara amal kita yang mendatangkan rahmat Allah hingga akhirnya kita dimasukkan ke surga.
Resapi pernyataan Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berikut ini, semoga kita bisa mengambil manfaatnya:
فلا ينبغي للمؤمن العاقل أن يحتقر شيئاً من أعمال البرّ، فربما غفر له بأقلّها،
"Tidak pantas bagi seorang mu'min yang berakal untuk ia meremehkan satu amal kebaikan pun. Boleh jadi ia dapat ampunan dengan sebab amalannya yang paling ringan." (At-Tamhid, XXII/12 melalui Al Bahr Al Muhith Ats-Tsajaj, XLI/104)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN : "AMIN" BAGI MAKMUM 2⃣
✍ عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: (إذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه)
📚 رواه البخاري (٧٨٠) ومسلم (٤١٠)
📌 قال الحافظ ابن كثير في تفسيره (١/٤١): قيل من وافق تأمينه تأمين الملائكة في الزمان وقيل في الإجابة وقيل في الإخلاص.
✍ Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu' :
Jika telah tiba saatnya imam untuk mengucapkan "Amin", maka segeralah kalian mengucapkan "Amin", karena barang siapa yang ucapannya sesuai dengan ucapan "Amin" para malaikat, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lewat.
📚 HR. Bukhari (780) dan Muslim (410)
📌 Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata di dalam tafsirnya (1/41) :
Dikatakan maksudnya : orang yang ucapan "Amin"-nya bertepatan dengan ucapan "Amin" para malaikat. Dikatakan juga maksudnya : sama dalam pengucapannya. Dikatakan pula : sama dalam hal keikhlasannya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134346117812225
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: (إذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه)
📚 رواه البخاري (٧٨٠) ومسلم (٤١٠)
📌 قال الحافظ ابن كثير في تفسيره (١/٤١): قيل من وافق تأمينه تأمين الملائكة في الزمان وقيل في الإجابة وقيل في الإخلاص.
✍ Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu' :
Jika telah tiba saatnya imam untuk mengucapkan "Amin", maka segeralah kalian mengucapkan "Amin", karena barang siapa yang ucapannya sesuai dengan ucapan "Amin" para malaikat, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lewat.
📚 HR. Bukhari (780) dan Muslim (410)
📌 Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata di dalam tafsirnya (1/41) :
Dikatakan maksudnya : orang yang ucapan "Amin"-nya bertepatan dengan ucapan "Amin" para malaikat. Dikatakan juga maksudnya : sama dalam pengucapannya. Dikatakan pula : sama dalam hal keikhlasannya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134346117812225
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💥 SI DUKUN PEMBOHONG!!
Dalam Islam dikenal ada istilah al-'Arraaf, dan umumnya, mereka menjadi salah satu "alternatif" sebagian kalangan dalam mewujudkan tujuan mereka. Apapun itu. Ada yang bertujuan mencari barang yang dicuri, melihat nasib di masa depan, dll.
Dalam istilah kita, al-'Arraaf dikenal dengan beragam profesi, bisa paranormal, orang pintar, peramal, ahli nujum, dukun, dan istilah-istilah lain. Ciri pastinya, mereka ialah orang-orang yang mengaku tahu perkara gaib.
Kurangnya pemahaman terhadap Islam menjadikan banyak umat Islam sendiri yang justru terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran berbahaya yang bahkan menyentuh ranah aqidah ini.
👣 Mendatangi al-'Arraaf
Ada empat keadaan manusia yang datang ke tempat al-'Arraaf. Berikut rinciannya :
Ayoo baca artikel selengkapnya...!
👉 http://nasehatetam.com/read/152/si-dukun-pembohong
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dalam Islam dikenal ada istilah al-'Arraaf, dan umumnya, mereka menjadi salah satu "alternatif" sebagian kalangan dalam mewujudkan tujuan mereka. Apapun itu. Ada yang bertujuan mencari barang yang dicuri, melihat nasib di masa depan, dll.
Dalam istilah kita, al-'Arraaf dikenal dengan beragam profesi, bisa paranormal, orang pintar, peramal, ahli nujum, dukun, dan istilah-istilah lain. Ciri pastinya, mereka ialah orang-orang yang mengaku tahu perkara gaib.
Kurangnya pemahaman terhadap Islam menjadikan banyak umat Islam sendiri yang justru terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran berbahaya yang bahkan menyentuh ranah aqidah ini.
👣 Mendatangi al-'Arraaf
Ada empat keadaan manusia yang datang ke tempat al-'Arraaf. Berikut rinciannya :
Ayoo baca artikel selengkapnya...!
👉 http://nasehatetam.com/read/152/si-dukun-pembohong
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com