Salafy Palembang 🇮🇩
5.89K subscribers
5.41K photos
445 videos
309 files
14.5K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
بسم الله الرحمن الرحيم

🔊Rekaman Kajian Ilmiyah Ma'had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor

🎙Bersama:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary hafizhahullah

Waktu:
Senin (Ba'da Shalat Shubuh) 12 Rabi'ul Akhir 1441H/09 Desember2019M

📕Materi:
Tanda Kebaikan Bagi
Seorang Hamba


Sumber:
@salafycileungsi
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🔥 ALLAH MEMERINTAHKAN AGAR KITA BERSIKAP ADIL

Allah Ta'ala berfirman:

وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ.

"Dan jika kalian berkata maka bersikaplah yang adil walaupun terhadap kerabat."
(Al-An'am: 152)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat ini:

"Hal ini seperti firman Allah Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ.

"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-orang yang menegakkan keadilan dan menjadi saksi-saksi karena Allah walaupun merugikan diri kalian sendiri." (Al-Maidah: 8)

Demikian juga ayat yang serupa dalam surat an-Nisa' ayat ke-135.

Allah memerintahkan untuk bersikap adil dalam perbuatan dan ucapan, baik kepada orang dekat maupun orang jauh. Dan Allah memerintahkan untuk bersikap adil untuk siapapun, pada setiap waktu, dan pada semua keadaan."

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat di atas:

"Jika kalian mengucapkan sebuah ucapan yang dengannya kalian mengadili manusia, memutuskan perkara diantara mereka, dan mengkritik ucapan-ucapan dan keadaan-keadaan, maka bersikaplah yang adil dalam ucapan kalian, yaitu dengan memperhatikan kejujuran, baik terhadap orang-orang yang kalian cintai mau terhadap orang-orang yang kalian benci, bersikap inshaf (tidak berat sebelah dan sportif), dan tidak menyembunyikan hal-hal yang harus dijelaskan, karena cenderung merugikan orang yang engkau benci dengan mencela dirinya atau ucapannya termasuk kezhaliman yang diharamkan. Bahkan jika seorang ulama membantah ucapan-ucapan ahli bid'ah, wajib atasnya untuk memberikan hak kepada setiap orang yang memiliki hak, menjelaskan yang benar dan yang batil dalam ucapan-ucapan tersebut, dan tidak mengabaikan jauh atau dekatnya ucapan-ucapan tersebut terhadap kebenaran. Dan para ulama ahli fikih menyebutkan bahwa seorang hakim wajib untuk bersikap adil diantara pihak-pihak yang bersengketa, baik dalam perhatiannya maupun dalam ucapannya."
Allah juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.

"Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian menjadi orang-orang yang selalu menegakkan keadilan dan menjadi saksi-saksi karena Allah, dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum menyeret kalian kepada sikap yang tidak adil. Bersikaplah yang adil karena hal itu lebih dekat kepada ketakwaan, dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa saja yang kalian perbuat." (Al-Maidah: 8)

Ketika menjelaskan ayat ini, asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah berkata:

"Maksudnya dengan semangatnya gerakan-gerakan kalian baik yang lahir maupun yang batin untuk menegakkan keadilan, dan yang mendorong upaya tersebut adalah semata-mata karena Allah, bukan karena salah satu dari kepentingan-kepentingan duniawi, dan kalian memang menginginkan keadilan, tanpa berlebihan dan tanpa meremehkan dalam ucapan dan perbuatan kalian. Dan lakukanlah hal itu baik terhadap orang dekat maupun terhadap orang yang jauh, kepada kawan maupun kepada lawan."

Beliau rahimahullah juga berkata di tempat yang sama:

"Sebagaimana kalian bersaksi yang menguntungkan orang yang kalian cintai, bersaksilah walaupun merugikan dirinya. Dan sebagaimana kalian bersaksi yang menguntungkan musuh kalian, bersaksilah walaupun menguntungkan dirinya. Sekalipun dia orang kafir atau ahli bid'ah (apalagi seorang muslim, apalagi salafy –pent), wajib untuk bersikap adil terhadapnya, dan menerima kebenaran yang dia bawa karena itu merupakan kebenaran, bukan karena dia yang mengucapkannya, dan kebenaran tidak boleh ditolak semata-mata karena dia yang mengucapkannya, karena hal semacam ini termasuk kezhaliman terhadap kebenaran."

Dan pada diri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terdapat teladan terbaik dalam segala kebaikan, termasuk dalam bersikap adil kepada siapapun. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ، وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا.

"Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah dahulu jika yang mencuri di kalangan mereka adalah seorang yang terpandang maka mereka tidak menghukumnya, namun jika yang mencuri di kalangan mereka adalah seorang yang lemah maka mereka menegakkan hukuman hadd terhadapnya. Demi Allah, seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya."
(Al-Bukhari no. 3475 dan Muslim no. 1688)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang menegakkan keadilan karena Allah, walaupun merugikan diri kita sendiri, karena keridhaan Allah lebih baik dari dunia seisinya, bahkan lebih baik dari kenikmatan surga.
‏ قال تعالى:
(وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى) [المائدة: 8].

قال شيخ الإسلام ابن تيميّة رحمه الله:

"وهذه الآية نزلت بسبب بغضهم للكفار، وهو بغض مأمور به، فإذا كان البغض الذي أمر الله به قد نُهي صاحبه أن يظلم من أبغضه، فكيف في بغض مسلم بتأويل أو شبهة أو بهوى نفس؟! فهو أحق أن لا يُظلَمَ، بل يعدل عليه"

منهاج السنة (126/ 5)

نتعاون على السنة
السنة سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها هلك

https://t.me/Nataouan
🔥 WAJIB BERSIKAP ADIL TERHADAP SEORANG MUSLIM YANG TERJATUH PADA KESALAHAN

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ.

"Dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum menyeret kalian kepada sikap yang tidak adil. Bersikaplah yang adil karena hal itu lebih dekat kepada ketakwaan." (Al-Maidah: 8)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan ayat ini:

"Ayat ini turun disebabkan kebencian terhadap orang-orang kafir, dan ini memang kebencian yang diperintahkan. Jika kebencian yang diperintahkan oleh Allah orang yang melakukannya dilarang untuk menzhalimi orang yang dia benci, maka bagaimana dengan kebencian terhadap seorang muslim yang (terjatuh kepada kesalahan) disebabkan oleh ta'wil (penafsiran yang keliru), atau syubhat, atau hawa nafsu?! Tentu dia lebih berhak untuk tidak dizhalimi, bahkan harus bersikap adil terhadapnya."
📖 Minhajus Sunnah, 5/126

Sumber:
@jujurlahselamanya/1665
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
"CINTA KARENA
ALLAH"


Bersama:
Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed Hafizhahullah

Sumber:
@salafiyyunid
t.me/salafypalembang
📢🖐🏻 JANGAN TINGGALKAN KEBENARAN MESKIPUN MENDAPATKAN GANGGUAN

🔊Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

"Sekian banyak manusia apabila disakiti karena mengikuti kebenaran, maka dia pun meninggalkan kebenaran tersebut."

📚 Jamiul Masaail jilid 8 halaman 232.

‏قال شیخ الإسلام ابن تیمیة رحمه الله:

کثیر من النّاس إذا أوذي علی الحقِّ ترکه٠

جامع المسائل ٢٣٢/٨


Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻🌹💐🌷 KUNCI KESUKSESAN

✍🏻 Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan,

ما أدرك عندنا من أدرك بكثرة الصلاة والصيام، وإنما أدرك عندنا بسخاء الأنفس، وسلامة الصدور، والنصح للأمة

"Kami menilai, belumlah dikatakan berhasil, orang yang banyak melakukan shalat dan puasa. Akan tetapi, menurut kami, kesuksesan hanyalah tercapai dengan jiwa yang dermawan, hati yang selamat, dan ketulusan terhadap umat."

📚 Jami'ul 'Ulum wal Hikam hlm. 152

Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢💐🌹 KEUTAMAAN SAHABAT YANG BAIK

✍🏻 Abu Darda` radhiallahu 'anhu berkata,

الصاحب الصالح خير من الوحدة، والوحدة خير من صاحب السوء، ومملى الخير خير من الساكت، والساكت خير من مملى الشر

Memiliki teman yang baik lebih baik daripada menyendiri. Sementara itu, menyendiri lebih baik daripada teman yang buruk.

Orang yang menyerukan kebaikan lebih baik daripada yang diam. Sementara itu, orang yang diam lebih baik daripada orang yang menyerukan kejelekan.

📚 Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 111

Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🕋 BERLINDUNGLAH KEPADA ALLAH JIKA ENGKAU MERASA INGIN DIPUJI

قال الشَّــيخُ العَلّامَــة رَبِــيعْ بن هَادِي عُمــيْر الــمدخلي حَـفظَهُ الله :

"فإذا أحسست من نفسك ميلا إلى مراءاة الناس وإلى المباهاة بالعلم فالجأ إلى الله،

🌅 Asy Syaikh Al 'Allamah Rabi' bin Hadi Umair Al Madkhali hafizhahullah berkata,

"Apabila engkau merasa pada dirimu ada kecenderungan untuk riya' (ingin dipuji manusia) dan berbangga diri dengan ilmu, maka segera berlindunglah kepada Allah.

وتضاءل بين يديه، وتذلل بين يديه، واسأله أن يرزقك الإخلاص، وأن ينقذك من هذا الشيطان ومن نزغه وكيده."

[ مرحبا يا طالب العلم ص٥٦ ].

Merasa hinalah engkau di hadapan Allah dan merendah dirilah di hadapan-Nya.

Mintalah kepada-Nya agar Dia memberikanmu rezeki berupa keikhlasan dan menyelamatkanmu dari setan jenis ini serta dari bisikan dan tipu dayanya."

📚 Marhaban Ya Thalibal Ilmi, hal: 56.

Sumber:
t.me/selefi_lilhaqq
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌅💎 SIAPAKAH ULAMA?

🎙Berkata al-Allamah Badruddin bin Jama'ah rahimahullah:

"Ketahuilah bahwasanya seluruh apa yang disebutkan dari keutamaan ilmu dan ulama hanyalah (berlaku) bagi ulama yang benar-benar mengamalkan ilmunya, yang benar-benar di atas kebajikan, dan benar-benar bertakwa, yang tujuan mereka hanyalah mengharap wajah Allah Yang Maha Bijaksana, dan tempat yang agung di sisi-Nya di Jannatun Na'im.

Bukan (disebut ulama) orang yang meraih ilmu dengan niat yang jelek, atau keinginan tersembunyi yang buruk, atau untuk tujuan-tujuan duniawi dari kekuasaan, harta, atau berbangga dengan banyaknya pengikut dan para penuntut ilmu (yang belajar di sisinya)."

📚 (Tadzkiratus Sami' wal Mutakallim fi Adabil Alim wal Muta'llim, 13)

من هم العلماء ؟

قال العلامة بدر الدّين بن جماعة رحمه الله:

و اعلم أنّ جميع ما ذُكر من فضيلة العلم و العلماء إنّما هو في حقّ العلماء العاملين الأبرار المتّقين الذين قصدوا به وجه الله الكريم، و الزلفى لديه في جنّات النّعيم،

لا من طلبه بسوء نيّة أو خبث طويّة أو لأغراض دنيويّة، من جاه أو مال أو مكاثرة في الأتباع و الطلاب.

📚 المصدر: تذكرة السّامع و المتكلّم في أدب العالم و المتعلّم / ١٣


Sumber:
WA Ashhaabus Sunnah
@hikmahsalafiyyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📝💦 KONDISI KALBU SANGAT MENENTUKAN KUALITAS AMAL IBADAH

💬 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh mengatakan,

"Sesungguhnya berbagai amalan itu tidaklah teristimewakan dengan jumlahnya yang banyak.

Namun hanya akan teristimewakan dengan apa yang ada dalam kalbu ketika beramal."

Majmu' Al Fatawa 25/282

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله:

إِن الأعمال لاتتفاضل بالكثرة
وإِنما تتفاضل بما يحصل
في القلوب حال العمل

مجموع الفتاوى (٢٨٢/٢٥)


Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
uhadharah

Tema:
Kebutuhan Menghadiri Majelis Ilmu

Bersama:
💺αl Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafizhahullah

📆 Jum'at, 9 Rabi'ul Tsani 1441 H / 6 Desember 2019 M

🕌 Masjid al Istiqamah Ponpes as Sunnah Junrejo Batu

∴ -------❖❐❖------ ∴

Kumpulan Audio Muhadharah
http://drive.google.com/drive/u/3/folders/0B96NKWQb9GSLbXgyM01WNGN4cVE

Sumber:
®adio Suara Sunnah salafymalangraya.blogspot.com
WA Salafy Malang Raya
@KEUTAMAANSUNNAH
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🔥DAHSYATNYA NERAKA
Bagian 1⃣

Iman tentang adanya surga dan neraka adalah satu prinsip dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Al-Imam Ahmad Rohimahullah berkata,
“Surga dan neraka adalah dua makhluk Allah ta'ala yang telah diciptakan, sebagaimana sabda Rasulullah :
“Aku masuk ke surga, aku pun melihat istana di sana. “Aku juga melihat al-Kautsar. “Aku melihat ke surga, ternyata kebanyakan penduduk surga adalah demikian (yakni orang-orang fakir). Aku juga melihat neraka dan ternyata kebanyakan penghuninya adalah demikian (yakni wanita –pent.).”

Barang siapa menganggap keduanya belum ada saat ini, berarti dia telah mendustakan al-Qur’an. Saya menduga, orang tersebut tidaklah mengimani adanya surga dan neraka.” (Lihat Ushulus Sunnah)

Al-Imam ath-Thahawi Rohimahullah berkata,
“Surga dan neraka adalah dua makhluk yang telah diciptakan, tidak akan punah, dan tidak akan hancur.”
(al-Aqidah ath-Thahawiyah)

Ibnu Abil ‘Izzi Rohimahullah berkata, “Ahlus Sunnah telah bersepakat bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang telah ada sekarang.” (Syarah al-Aqidah ath-Thahawiyah)

📜Dalil-Dalil Adanya Surga & Neraka

Dalil-dalil masalah ini dalam al-Qur’an dan as-Sunnah sangatlah banyak, di antaranya: Allah berfirman:
“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Rabb kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133)

Allah ta'ala juga berfirman tentang neraka:
"Jika kalian tidak dapat membuat(nya), dan pasti kalian tidak akan dapat membuat(nya), jagalah diri kalian dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”
(al-Baqarah: 24)

Allah ta'ala berfirman:
“Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (Yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.” (an-Najm: 13—15)

Adapun dalam sunnah Rasulullah, banyak hadits yang menerangkan masalah ini, di antaranya:
Dari Imran bin Hushain Rodhiyallohu ta'ala, dari Nabi Sholallohu 'alaihi Wasallam:

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ

“Aku melihat surga, ternyata kebanyakan penghuninya adalah fuqara. Aku pun melihat neraka dan ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (HR. al-Bukhari no. 3241 dan Muslim no. 2738)

Dari Abu Sa’id al-Khudri Rodhiyallohu 'anhu, Rasulullah bersabda:

أَبْرِدُوا بِالظُّهْرِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

"Tundalah pelaksanaan shalat zhuhur hingga cuaca dingin, karena panas yang sangat terik adalah panas dari neraka Jahannam.” (HR. al-Bukhari no. 3259)

Dari Anas bin Malik Rodhiyallohu 'anhu, Rasulullah bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَلَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا. قَالُوا: مَا رَأَيْتَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, kalau kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para sahabat berkata, “Apa yang engkau lihat, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Aku telah melihat surga dan neraka.”
(HR. Muslim no. 426)

Dalam tulisan ini, kami hanyalah membahas tentang neraka. Kita akan mencoba mengilmui sebagian pembahasan tentang neraka: sifat-sifatnya, macam-macam siksa di dalamnya, dan cara menyelamatkan diri dari neraka.

Bersambung...

📕Asy Syariah Edisi 073, 26 April 2012 (ditulis oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak) asysyariah.com

Sumber:
@FadhlulIslam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥DAHSYATNYA NERAKA
Bagian 2⃣

Sifat-Sifat Neraka

Telah banyak nash dalam al-Qur’an dan as-Sunnah yang menjelaskan sifat-sifat neraka. Kami hanya akan menyampaikan sebagian kecilnya, mudah-mudahan menjadi nasihat bagi kita semua.

1.Neraka memiliki tujuh pintu

Allah berfirman:
“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (al-Hijr: 44)

2.Malaikat penjaga neraka

Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(at-Tahrim: 6)

Dalam ayat lain:
“Mereka berseru, ‘Wahai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja.’ Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)’.” (az-Zukhruf: 77)

3.Besar neraka

Dari Ibnu Mas’ud Rodhiyallohu 'anhu, Nabi bersabda:

يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زَمَامٍ، مَعَ كُلِّ زَمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا

“Didatangkan neraka di hari itu, dalam keadaan ia memiliki 70.000 tali kekang, setiap tali kekang diseret 70.000 malaikat.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

4.Panas neraka

Allah berfirman:
Katakanlah, “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya),” jika mereka mengetahui. (at-Taubah: 81)

Rasulullah bersabda:

نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ

“Api kalian, yang dinyalakan bani Adam, adalah satu bagian dari tujuh bagian panasnya api neraka.” (HR. al-Bukhari no. 3265 dan Muslim no. 2843)

5.Kedalaman neraka

Ketika Rasulullah sedang bersama sahabatnya, tiba-tiba mereka mendengar suara. Beliau berkata:

تَدْرُونَ مَا هَذَا؟ قَالَ: قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

“Tahukah kalian, apakah itu?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau berkata, “Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam Jahanam sejak tujuh puluh musim yang lalu. Sekarang baru sampai dasarnya.” (HR. Muslim no. 2844)

6.Makanan dan minuman penduduk neraka

Allah berfirman:
“Kemudian sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, yang akan memenuhi perut kalian. Sesudah itu, kalian akan meminum air yang sangat panas. Maka kalian minum seperti unta yang sangat haus. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”
(al-Waqi’ah: 51—56)

Rasulullah berkata, “Seandainya satu tetes zaqqum menetes di dunia, niscaya akan merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana (kira-kira pengaruhnya) bagi orang yang memakannya.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i, lihat Shahih Jami’ no. 5126)

Allah berfirman:
“… Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (al-Kahfi: 29)

Allah berfirman:
“Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah.” (Ibrahim: 16)

Bersambung...

📕Asy Syariah Edisi 073, 26 April 2012 (ditulis oleh: Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak) asysyariah.com

Sumber:
@FadhlulIslam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
""FENOMENA ARTIS-ARTIS
MENGAKU BERHIJROH"


Bersama:
Al-Ustadz Abu Zainab Abdul Mu'thi Lc hafizhahullah

Sumber:
@matan_minhaj
t.me/salafypalembang