💤💥JANGAN BERANGAN-ANGAN MATI
▫️Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
((لا يَتمنَّينَّ أحدُكمُ الموتَ مِن ضُرٍّ أصابَهُ ، فإن كانَ لا بدَّ فاعِلًا ، فليقُلْ اللَّهُمَّ أحيِني ما كانتِ الحياةُ خَيرًا لي ، وتوفَّني إذا كانتِ الوفاةُ خَيرًا لي))
“Janganlah salah seorang kalian berangan-angan mati, karena sakit (bahaya) yang menimpanya.
Jika memang itu harus ia lakukan, maka katakanlah:
اللَّهُمَّ أحيِني ما كانتِ الحياةُ خَيرًا لي ، وتوفَّني إذا كانتِ الوفاةُ خَيرًا لي
"Ya Allah hidupkan aku jika memang hidup itu lebih baik untukku. dan matikanlah aku jika memang mati itu baik untukku”
📚HR. Al Bukhari no. 5671.
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
▫️Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
((لا يَتمنَّينَّ أحدُكمُ الموتَ مِن ضُرٍّ أصابَهُ ، فإن كانَ لا بدَّ فاعِلًا ، فليقُلْ اللَّهُمَّ أحيِني ما كانتِ الحياةُ خَيرًا لي ، وتوفَّني إذا كانتِ الوفاةُ خَيرًا لي))
“Janganlah salah seorang kalian berangan-angan mati, karena sakit (bahaya) yang menimpanya.
Jika memang itu harus ia lakukan, maka katakanlah:
اللَّهُمَّ أحيِني ما كانتِ الحياةُ خَيرًا لي ، وتوفَّني إذا كانتِ الوفاةُ خَيرًا لي
"Ya Allah hidupkan aku jika memang hidup itu lebih baik untukku. dan matikanlah aku jika memang mati itu baik untukku”
📚HR. Al Bukhari no. 5671.
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
💐🌷🌻🌹 DIANJURKAN UNTUK MENANYAKAN SEBUAH MASALAH WALAUPUN TELAH MENGETAHUINYA, AGAR DIKETAHUI OLEH ORANG LAIN
✍🏼 Al-Imam an-Nawawy rahimahullahu berkata:
ينبغي لمن حضر مجلس العالم إذا علم بأهل المجلس حاجةً إلى مسألة لا يسألون عنها أن يسأل هو عنها ليحصل الجواب للجميع.
"Siapa saja yang menghadiri majelis seorang ulama jika dia mengetahui bahwa orang-orang yang berada di majelis tersebut butuh untuk mengetahui sebuah masalah yang mereka tidak menanyakannya, sepantasnya dia yang menanyakannya agar jawabannya bisa diketahui oleh semua pihak."
📚 Syarh Shahih Muslim, jilid 1 hlm. 114
🌍 Sumber || https://twitter.com/alrohaily1437/status/911688239874011137
Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✍🏼 Al-Imam an-Nawawy rahimahullahu berkata:
ينبغي لمن حضر مجلس العالم إذا علم بأهل المجلس حاجةً إلى مسألة لا يسألون عنها أن يسأل هو عنها ليحصل الجواب للجميع.
"Siapa saja yang menghadiri majelis seorang ulama jika dia mengetahui bahwa orang-orang yang berada di majelis tersebut butuh untuk mengetahui sebuah masalah yang mereka tidak menanyakannya, sepantasnya dia yang menanyakannya agar jawabannya bisa diketahui oleh semua pihak."
📚 Syarh Shahih Muslim, jilid 1 hlm. 114
🌍 Sumber || https://twitter.com/alrohaily1437/status/911688239874011137
Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
💥⚠⛔🔥 KEADAAN MAYORITAS MANUSIA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN ALLAH
✍🏼 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
إذا تأملت حال أكثر الناس وجدتهم ينظرون في حقهم على الله وﻻ ينظرون في حق الله عليهم.
"Jika engkau memperhatikan keadaan mayoritas manusia engkau akan menjumpai mereka hanya melihat hak mereka terhadap Allah dan tidak melihat hak Allah atas mereka."
📚 Ighatsatul Lahafan, jilid 1 hlm. 89
Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✍🏼 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
إذا تأملت حال أكثر الناس وجدتهم ينظرون في حقهم على الله وﻻ ينظرون في حق الله عليهم.
"Jika engkau memperhatikan keadaan mayoritas manusia engkau akan menjumpai mereka hanya melihat hak mereka terhadap Allah dan tidak melihat hak Allah atas mereka."
📚 Ighatsatul Lahafan, jilid 1 hlm. 89
Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📣 📣
Yuk simak kajian:
*Al-Ustadz Qomar Suaidi Za*
di 📻 *Radio Al-Ibanah*
Silakan klik link berikut:
http://radioislam.id/RadioAlIbanah
Yuk simak kajian:
*Al-Ustadz Qomar Suaidi Za*
di 📻 *Radio Al-Ibanah*
Silakan klik link berikut:
http://radioislam.id/RadioAlIbanah
radioislam.id
RII :: Radio Al-Ibanah
Simak kajian-kajian Islam ilmiah di aplikasi RII
✒📓 JANGAN MENCELA BERLEBIHAN BILA JATUH DALAM DOSA
▫Aun bin Abdillah rahimahullah mengatakan,
إذا أزرى أحدكم على نفسه، فلا يقول: ما في خير، فإنّ فينا الوحيد، ولكن ليقل: قد خشيت أن يهلكني ما في من
الشر
"Jika salah satu di antara kalian mencela diri sendiri¹, janganlah dia mengucapkan, 'Saya tidak ada baiknya!'
Disebabkan kita masih memiliki tauhid. Tapi hendaklah dia mengucapkan, 'Saya khawatir binasa disebabkan kejelekan yang ada padaku'."
(Syu'ab Al Iman, 7109)
¹ Jika pada diri sendiri pun jangan; apalagi kepada orang lain.
✍ Tepian Mahakam @ Kota Raja Hari Ahadi, (10:40) 23 Jumadil Akhir 1440 / 28 Februari 2019
_________
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
Sumber:
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.net
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafyPalembang.com
▫Aun bin Abdillah rahimahullah mengatakan,
إذا أزرى أحدكم على نفسه، فلا يقول: ما في خير، فإنّ فينا الوحيد، ولكن ليقل: قد خشيت أن يهلكني ما في من
الشر
"Jika salah satu di antara kalian mencela diri sendiri¹, janganlah dia mengucapkan, 'Saya tidak ada baiknya!'
Disebabkan kita masih memiliki tauhid. Tapi hendaklah dia mengucapkan, 'Saya khawatir binasa disebabkan kejelekan yang ada padaku'."
(Syu'ab Al Iman, 7109)
¹ Jika pada diri sendiri pun jangan; apalagi kepada orang lain.
✍ Tepian Mahakam @ Kota Raja Hari Ahadi, (10:40) 23 Jumadil Akhir 1440 / 28 Februari 2019
_________
▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.
Sumber:
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.net
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafyPalembang.com
📚✅⁉ HUKUM MENYEMBUNYIKAN TANDA ONLINE DI WA
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
❓ Pertanyaan:
Bismillah
Izin bertanya tentang tanda online dan centang biru di WA, jika seseorang menyembunyikan itu dari orang lain, apa hukumnya seperti berdusta?
Karena keadaanya kita online, tapi tidak kelihatan online. Terus kita sudah baca chat tapi kelihatannya tidak baca chat. Tanpa ada udzur, hanya ingin menjaga privasi dan tidak ingin orang lain tahu. Apakah ini suatu bentuk kedustaan atau tidak?
💡 Jawaban :
✔ Kalau ada udzur tidak mengapa.
☝ Namun jika tidak, sikap semacam itu kurang memenuhi hak saudaranya.
Wallahu a'lam
📬 Sumber Pertanyaan Via Instagram : @qowwamussunnah
Sumber:
⏩ http://t.me/qowwamussunnah
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafyPalembang
✍ Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah
❓ Pertanyaan:
Bismillah
Izin bertanya tentang tanda online dan centang biru di WA, jika seseorang menyembunyikan itu dari orang lain, apa hukumnya seperti berdusta?
Karena keadaanya kita online, tapi tidak kelihatan online. Terus kita sudah baca chat tapi kelihatannya tidak baca chat. Tanpa ada udzur, hanya ingin menjaga privasi dan tidak ingin orang lain tahu. Apakah ini suatu bentuk kedustaan atau tidak?
💡 Jawaban :
✔ Kalau ada udzur tidak mengapa.
☝ Namun jika tidak, sikap semacam itu kurang memenuhi hak saudaranya.
Wallahu a'lam
📬 Sumber Pertanyaan Via Instagram : @qowwamussunnah
Sumber:
⏩ http://t.me/qowwamussunnah
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafyPalembang
::
🚇KADAR UPAH UNTUK MAKELAR
🎙Al-Lajnah Ad-Daaimah lil Buhuts wal Iftaa
PERTANYAAN:
“Banyak terjadi perdebatan seputar kadar fee(bayaran upah) yang diambil oleh dallaal(makelar). Suatu waktu disebut 2,5% dan dalam kesempatan lain dikatakan 5%, sehungga mana (jumlah) bayaran yang syar’i? Atau itu sesuai kesepakatan antara penjual dengan makelar tersebut?”
JAWABAN:
“Apabila sepakat antara makelar dengan penjual dan pembeli untuk ia mengambil dari pembeli atau dari penjual atau dari keduanya berupa upah (jasa makelar) dengan nilai yang diketahui maka hal itu boleh.
✍🏻 Dan tidak ada batasan berapa upah itu dalam persentase tertentu.
❗Namun apa yang didapatkan berupa kesepakatan dan saling ridha dari orang yang membayar upah itu, maka boleh.
👉🏻Akan tetapi, merupakan hal yang sepantasnya untuk dijadikan (nilai upah makelar itu) dalam batasan-batasan yang sejalan dengan kebiasaan manusia; yang dihasilkan dengannya :
◾️Manfaat untuk si makelar sebagai timbal-balik dari upayanya memperantarai dan usaha untuk menyempurnakan proses jual-beli antara penjual dan pembeli,
◾️dan tidak terjadi dharar(kerugian) atas pembeli dan penjual dengan tambahan yang di atas batas normal.
Allah semata pemberi taufik. Shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, keluarga, dan Shahabatnya."
📖 Fataawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 13/ 129 – 130.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇KADAR UPAH UNTUK MAKELAR
🎙Al-Lajnah Ad-Daaimah lil Buhuts wal Iftaa
PERTANYAAN:
“Banyak terjadi perdebatan seputar kadar fee(bayaran upah) yang diambil oleh dallaal(makelar). Suatu waktu disebut 2,5% dan dalam kesempatan lain dikatakan 5%, sehungga mana (jumlah) bayaran yang syar’i? Atau itu sesuai kesepakatan antara penjual dengan makelar tersebut?”
JAWABAN:
“Apabila sepakat antara makelar dengan penjual dan pembeli untuk ia mengambil dari pembeli atau dari penjual atau dari keduanya berupa upah (jasa makelar) dengan nilai yang diketahui maka hal itu boleh.
✍🏻 Dan tidak ada batasan berapa upah itu dalam persentase tertentu.
❗Namun apa yang didapatkan berupa kesepakatan dan saling ridha dari orang yang membayar upah itu, maka boleh.
👉🏻Akan tetapi, merupakan hal yang sepantasnya untuk dijadikan (nilai upah makelar itu) dalam batasan-batasan yang sejalan dengan kebiasaan manusia; yang dihasilkan dengannya :
◾️Manfaat untuk si makelar sebagai timbal-balik dari upayanya memperantarai dan usaha untuk menyempurnakan proses jual-beli antara penjual dan pembeli,
◾️dan tidak terjadi dharar(kerugian) atas pembeli dan penjual dengan tambahan yang di atas batas normal.
Allah semata pemberi taufik. Shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, keluarga, dan Shahabatnya."
📖 Fataawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 13/ 129 – 130.
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
☝⛔ HATI-HATI DARI BERFATWA TANPA ILMU
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
📌 Syaikh:
Sudah semestinya bagi seseorang baik dari kalangan laki-laki ataupun perempuan, hendaknya bertakwa kepada Allah atas apa yang dia ucapkan tentang syariat-Nya.
Orang yang berfatwa, dia sedang menyampaikan dari Allah. Maka wajib dia untuk bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla pada apa yang dia ucapkan dan hendaklah dia tidak berfatwa kecuali dengan ilmu atau persangkaan yang kuat setelah berijtihad.
📚 Liqo Al Bab Al Maftuh: 11
📁 الشيخ:
لابد للإنسان من رجل، أو امرأة أن يتقي الله فيما يقول عن شريعة الله، والمفتي يتحدث عن الله، فالواجب أن يتقي الله -عز وجل- فيما يتكلم به، وألا يفتي إلا عن علم، أو عن غلبة ظن بعد الاجتهاد.
📁 المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [11]
💽 http://t.ne/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
📌 Syaikh:
Sudah semestinya bagi seseorang baik dari kalangan laki-laki ataupun perempuan, hendaknya bertakwa kepada Allah atas apa yang dia ucapkan tentang syariat-Nya.
Orang yang berfatwa, dia sedang menyampaikan dari Allah. Maka wajib dia untuk bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla pada apa yang dia ucapkan dan hendaklah dia tidak berfatwa kecuali dengan ilmu atau persangkaan yang kuat setelah berijtihad.
📚 Liqo Al Bab Al Maftuh: 11
📁 الشيخ:
لابد للإنسان من رجل، أو امرأة أن يتقي الله فيما يقول عن شريعة الله، والمفتي يتحدث عن الله، فالواجب أن يتقي الله -عز وجل- فيما يتكلم به، وألا يفتي إلا عن علم، أو عن غلبة ظن بعد الاجتهاد.
📁 المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [11]
💽 http://t.ne/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
👍🕋✅📌ALLAH TA'ALA & RASUL-NYA MENDUSTAKAN PROPAGANDA TIDAK BOLEHNYA MENGATAKAN KAFIR KEPADA NON MUSLIM
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya:** (bagaimana pendapat beliau) tentang perkataan seorang penceramah di salah satu masjid di Eropa bahwa (kita) tidak boleh mengkafirkan Yahudi dan Nashrani?__
Beliau menjawab:
Ucapan yang keluar dari orang ini adalah ucapan sesat. Bahkan bisa jadi ia merupakan kekafiran, karena Allah telah mengkafirkan orang Yahudi dan Nashrani dalam kitab-Nya:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30) اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (31)
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah’, dan orang Nashrani berkata: ‘Al Masih itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
(At-Taubah: 30-31)
Ayat ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang musyrik (menyekutukan Allah) dan Allah menerangkan dalam banyak ayat lain yang dengan tegas mengkafirkan mereka.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam.”
(Al-Maidah: 17, 72)
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwa Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.”
(Al-Maidah: 73)
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ
“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan ‘Isa putera Maryam.”
(Al-Maidah: 78)
Ayat-ayat lain dalam masalah ini jumlahnya cukup banyak, demikian pula hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang mengingkari kafirnya Yahudi dan Nashrani yang tidak beriman kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebaliknya malah mendustakannya, berarti ia mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan mendustakan Allah adalah kekafiran. Barangsiapa yang ragu terhadap kekafiran Yahudi dan Nashrani maka tidak ada keraguan tentang kafirnya dia.
Subhanallah, bagaimana orang ini merasa ridha untuk mengatakan bahwa kita tidak boleh mengatakan kafir kepada Yahudi dan Nashrani, padahal mereka mengatakan bahwa Allah itu adalah tuhan ketiga dari tuhan yang (jumlahnya) tiga?! Padahal Pencipta mereka telah mengkafirkan Yahudi dan Nashrani.
Bagaimana ia tidak mau mengkafirkan Yahudi dan Nashrani padahal mereka mengatakan bahwa Al-Masih adalah putra Allah dan mengatakan tangan Allah itu terbelenggu? Juga mengatakan bahwa Allah faqir dan mereka kaya. Bagaimana ia tidak mau mengkafirkan Yahudi dan Nasrani padahal mereka mensifati Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat-sifat jelek yang semuanya adalah aib, celaan dan cercaan?
Selengkapnya || https://salafy.or.id/blog/2005/12/13/kafirnya-nasrani-yahudi/
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.con
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya:** (bagaimana pendapat beliau) tentang perkataan seorang penceramah di salah satu masjid di Eropa bahwa (kita) tidak boleh mengkafirkan Yahudi dan Nashrani?__
Beliau menjawab:
Ucapan yang keluar dari orang ini adalah ucapan sesat. Bahkan bisa jadi ia merupakan kekafiran, karena Allah telah mengkafirkan orang Yahudi dan Nashrani dalam kitab-Nya:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30) اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (31)
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah’, dan orang Nashrani berkata: ‘Al Masih itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
(At-Taubah: 30-31)
Ayat ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang musyrik (menyekutukan Allah) dan Allah menerangkan dalam banyak ayat lain yang dengan tegas mengkafirkan mereka.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam.”
(Al-Maidah: 17, 72)
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwa Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.”
(Al-Maidah: 73)
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ
“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan ‘Isa putera Maryam.”
(Al-Maidah: 78)
Ayat-ayat lain dalam masalah ini jumlahnya cukup banyak, demikian pula hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang mengingkari kafirnya Yahudi dan Nashrani yang tidak beriman kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebaliknya malah mendustakannya, berarti ia mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan mendustakan Allah adalah kekafiran. Barangsiapa yang ragu terhadap kekafiran Yahudi dan Nashrani maka tidak ada keraguan tentang kafirnya dia.
Subhanallah, bagaimana orang ini merasa ridha untuk mengatakan bahwa kita tidak boleh mengatakan kafir kepada Yahudi dan Nashrani, padahal mereka mengatakan bahwa Allah itu adalah tuhan ketiga dari tuhan yang (jumlahnya) tiga?! Padahal Pencipta mereka telah mengkafirkan Yahudi dan Nashrani.
Bagaimana ia tidak mau mengkafirkan Yahudi dan Nashrani padahal mereka mengatakan bahwa Al-Masih adalah putra Allah dan mengatakan tangan Allah itu terbelenggu? Juga mengatakan bahwa Allah faqir dan mereka kaya. Bagaimana ia tidak mau mengkafirkan Yahudi dan Nasrani padahal mereka mensifati Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat-sifat jelek yang semuanya adalah aib, celaan dan cercaan?
Selengkapnya || https://salafy.or.id/blog/2005/12/13/kafirnya-nasrani-yahudi/
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.con
🔐💽 Waspada Faham Sesat
🔴💥📕 JIL DAN JIN (*) MENGGIRING UMMAT ISLAM KEPADA AJARAN KEKUFURAN DAN PELECEHAN TERHADAP KITABULLAH DAN SUNNAH RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
(*) JIL (Jema'at Islam Liberal) dan JIN (Jema'at Islam Nusantara) meyakini Yahudi dan Nasrani sebagai Agama yang benar selain Islam. JIL dan JIN juga mengedepankan akal (Aqliyun) dan Ragam Budaya untuk melecehkan Ajaran Islam seperti: Cara menafsirkan Al-Qur'an dan Al-Hadits dengan akal dan perasaan (hawa nafsu) mereka, kemudian Cara membaca Al-Qur'an dengan mengikuti alunan nada budaya lokal, serta cara membaca Shalawat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam yang mengikuti intonasi dan nada lagu ibadahnya kaum kafir nasrani
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifudin as-Sidawy hafizhahullahu
💾 Koleksi Kajian Islam Ilmiah l Kesesatan Faham Sinkritisme dan Pluralisme l Tasjilat Ahlussunnah wal Jama'ah l 1437 H ll 2016 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/fMIKDw
(671 KB) - Durasi [05:43]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
t.me/ManhajulAnbiya
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🔴💥📕 JIL DAN JIN (*) MENGGIRING UMMAT ISLAM KEPADA AJARAN KEKUFURAN DAN PELECEHAN TERHADAP KITABULLAH DAN SUNNAH RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
(*) JIL (Jema'at Islam Liberal) dan JIN (Jema'at Islam Nusantara) meyakini Yahudi dan Nasrani sebagai Agama yang benar selain Islam. JIL dan JIN juga mengedepankan akal (Aqliyun) dan Ragam Budaya untuk melecehkan Ajaran Islam seperti: Cara menafsirkan Al-Qur'an dan Al-Hadits dengan akal dan perasaan (hawa nafsu) mereka, kemudian Cara membaca Al-Qur'an dengan mengikuti alunan nada budaya lokal, serta cara membaca Shalawat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam yang mengikuti intonasi dan nada lagu ibadahnya kaum kafir nasrani
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifudin as-Sidawy hafizhahullahu
💾 Koleksi Kajian Islam Ilmiah l Kesesatan Faham Sinkritisme dan Pluralisme l Tasjilat Ahlussunnah wal Jama'ah l 1437 H ll 2016 M
🅾 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/fMIKDw
(671 KB) - Durasi [05:43]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
t.me/ManhajulAnbiya
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🌎 Waspada Islam Nusantara
⚡⚫ JARINGAN ISLAM NUSANTARA (JIN) BUKAN MENCARI RIDHONYA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA TAPI MENCARI RIDHONYA ORANG KAFIR YAHUDI DAN NASHARA
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin 'Umar As-Sewed hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah l Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq l Ma'had Al-Manshuroh Tolana l Poso ll Sulteng l 24-26 Muharram 1437 H l 6-8 November 2015 M
📄 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/ZilEvj
(367 KB) - Durasi [03:07]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
t.me/ManhajulAnbiya
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
⚡⚫ JARINGAN ISLAM NUSANTARA (JIN) BUKAN MENCARI RIDHONYA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA TAPI MENCARI RIDHONYA ORANG KAFIR YAHUDI DAN NASHARA
💺 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Ibrahim Muhammad bin 'Umar As-Sewed hafizhahullahu
📅 Kajian Islam Ilmiah l Masjid Abu Bakr Ash-Shiddiq l Ma'had Al-Manshuroh Tolana l Poso ll Sulteng l 24-26 Muharram 1437 H l 6-8 November 2015 M
📄 Silahkan unduh di link:
https://goo.gl/ZilEvj
(367 KB) - Durasi [03:07]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
t.me/ManhajulAnbiya
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🌍💥📄 JANGAN MENGATAKAN 'PEMIKIRAN ISLAMI'
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah mengatakan,
وأيضا مما يحذر عنه كلمة ( فكر إسلامي ) ؛ إذ معنى هذا أننا جعلنا الإسلام عبارة عن أفكار قابلة للأخذ والرد ، وهذا خطر عظيم أدخله علينا أعداء الإسلام من حيث لا نشعر ، والإسلام شرع من عند الله وليس فكرا لمخلوق .
"Demikian pula, yang diwaspadai adalah kata 'pemikiran Islami'. Karena maknanya bahwa kita menjadikan Islam sebagai pemikiran, bisa diterima atau ditolak. Ini merupakan bahaya besar yang dimasukkan oleh musuh-musuh Islam dalam kondisi kita tidak menyadarinya. Islam adalah syariat dari sisi Allah, bukan merupakan pemikiran makhluk."
📖 Majmu' Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 10/828
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
bit.ly/telegram_tashfiyah
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah mengatakan,
وأيضا مما يحذر عنه كلمة ( فكر إسلامي ) ؛ إذ معنى هذا أننا جعلنا الإسلام عبارة عن أفكار قابلة للأخذ والرد ، وهذا خطر عظيم أدخله علينا أعداء الإسلام من حيث لا نشعر ، والإسلام شرع من عند الله وليس فكرا لمخلوق .
"Demikian pula, yang diwaspadai adalah kata 'pemikiran Islami'. Karena maknanya bahwa kita menjadikan Islam sebagai pemikiran, bisa diterima atau ditolak. Ini merupakan bahaya besar yang dimasukkan oleh musuh-musuh Islam dalam kondisi kita tidak menyadarinya. Islam adalah syariat dari sisi Allah, bukan merupakan pemikiran makhluk."
📖 Majmu' Fatawa wa Rasail Ibni Utsaimin 10/828
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
bit.ly/telegram_tashfiyah
💐🌷🌻🌹 MENOLONG ORANG LAIN HAKEKATNYA MENOLONG DIRI SENDIRI
✍ Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
كان شيخ الإسلام ابن تيمية يسعى في حوائج الناس سعيًا شديدًا، لأنه يعلم أنه كلما أعان غيره أعانه اللّٰه.
"Dahulu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah sangat semangat dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Karena beliau meyakini bahwa setiap kali beliau membantu orang lain maka Allah pasti akan menolong beliau."
📚 Raudhatul Muhibbin, jilid 1 hlm. 168
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
✍ Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
كان شيخ الإسلام ابن تيمية يسعى في حوائج الناس سعيًا شديدًا، لأنه يعلم أنه كلما أعان غيره أعانه اللّٰه.
"Dahulu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah sangat semangat dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Karena beliau meyakini bahwa setiap kali beliau membantu orang lain maka Allah pasti akan menolong beliau."
📚 Raudhatul Muhibbin, jilid 1 hlm. 168
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
🍂💥KESUDAHAN DARI PENENTANG JALAN RASULULLAH
💡Allah ta'ala berfirman:
{وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا}
"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin.
Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu.
Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."
QS. An Nisa: 115.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
💡Allah ta'ala berfirman:
{وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا}
"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin.
Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu.
Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."
QS. An Nisa: 115.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
🏷📂BERPINDAH TEMPAT UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT SUNNAH
▫️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu:
Pertanyaan:
Apakah ada dalil yang menyebutkan berpindah tempat saat akan melaksanakan shalat sunnah, setelah shalat fardhu?
🔐Jawaban:
Iya, datang dalil dari hadits Mu'awiyyah Radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan:
((إن النبي صلى الله عليه وسلم أمرنا أن لا توصل صلاة بصلاة حتى نتكلم، أو نخرج))
"Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk tidak menyambung shalat dengan shalat yang lainnya, sampai kami berbicara atau keluar."
HR. Muslim no. 883.
Maka diambil dari hadits ini, bahwasanya seyogianya untuk memisahkan antara shalat fardhu dengan shalat sunnah.
Baik (memisahnya) dengan ucapan, atau berpindah dari tempat semula.
Sumber artikel:
📚Majmu Fatawa wa Ar Rasail hal. 291, Cet. Dar Tsuraya.
السؤال: هل ورد دليل على تغيير المكان لأداء السُنة بعد صلاة الفريضة؟
الإجابة: نعم، ورد في حديث معاوية رضي الله عنه أنه قال: "إن النبي صلى الله عليه وسلم أمرنا أن لا توصل صلاة بصلاة حتى نتكلم، أو نخرج"، فأخذ من هذا أهل العلم أنه ينبغي الفصل بين الفرض وسنته، إما بكلام، أو بانتقال عن مكانه.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
▫️Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu:
Pertanyaan:
Apakah ada dalil yang menyebutkan berpindah tempat saat akan melaksanakan shalat sunnah, setelah shalat fardhu?
🔐Jawaban:
Iya, datang dalil dari hadits Mu'awiyyah Radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan:
((إن النبي صلى الله عليه وسلم أمرنا أن لا توصل صلاة بصلاة حتى نتكلم، أو نخرج))
"Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk tidak menyambung shalat dengan shalat yang lainnya, sampai kami berbicara atau keluar."
HR. Muslim no. 883.
Maka diambil dari hadits ini, bahwasanya seyogianya untuk memisahkan antara shalat fardhu dengan shalat sunnah.
Baik (memisahnya) dengan ucapan, atau berpindah dari tempat semula.
Sumber artikel:
📚Majmu Fatawa wa Ar Rasail hal. 291, Cet. Dar Tsuraya.
السؤال: هل ورد دليل على تغيير المكان لأداء السُنة بعد صلاة الفريضة؟
الإجابة: نعم، ورد في حديث معاوية رضي الله عنه أنه قال: "إن النبي صلى الله عليه وسلم أمرنا أن لا توصل صلاة بصلاة حتى نتكلم، أو نخرج"، فأخذ من هذا أهل العلم أنه ينبغي الفصل بين الفرض وسنته، إما بكلام، أو بانتقال عن مكانه.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga