Salafy Palembang ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
5.86K subscribers
5.45K photos
445 videos
309 files
14.5K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Download Telegram
๐Ÿ”ฅ BENARKAH MUSYAWARAH ADALAH BID'AH DAN PERBUATAN HIZBIYYAH YANG MENYELISIHI PRINSIP-PRINSIP POKOK AHLUS SUNNAH?!! (3)

ORANG-ORANG YANG BERIMAN DIPUJI KARENA MELAKUKAN MUSYAWARAH

Al-Imam Abu Ja'far Muhammad bin Jarir ath-Thabari rahimahullah berkata:

"Karena orang-orang yang beriman jika mereka bermusyawarah dalam urusan agama mereka dengan mengikuti kebenaran dalam hal itu, maka Allah Azza wa Jalla tidak akan menelantarkan mereka dari kelembutan-Nya dan taufik-Nya untuk terarah kepada pendapat dan ucapan yang benar. Para ulama mengatakan bahwa hal itu sesuai dengan firman-Nya ketika memuji orang-orang yang beriman:

ูˆูŽุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ู’ ุดููˆุฑูŽู‰ูฐ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’.

"Dan urusan mereka diselesaikan dengan musyawarah diantara mereka."
(Asy-Syura: 38)

๐Ÿ“š Jami'ul Bayan, 6/190

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/jujurlahselamanya/811
๐Ÿ’ฝ๐Ÿ”Š Audio Rekaman
โ˜‘๏ธ Kajian Islam Ilmiah Kalibagor

๐Ÿ“† Rabu, 08 Jumadil Akhir 1440 H / 13 Februari 2019 M
๐Ÿ“• Praktek Tata Cara Pengurusan Jenazah
๐Ÿ’บ Pemateri :
Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู€๏ฎฏ
๐Ÿ•Œ Tempat : Masjid An Nuur [Komplek Ma'had Al Faruq As-Salafy Kalibagor - Banyumas]

๐Ÿ“‚ Sesi 1
http://bit.ly/2SLFUgs || 54.07
๐Ÿ“‚ Sesi 2
http://bit.ly/2UW2RuL || 44.52

๐ŸŒ http://alfaruq.net/audio-kajian-islam-ilmiah-kalibagor-praktek-tata-cara-pengurusan-jenazah/

------------------

ยฉ Tasjilat Al Faruq As-Salafy Purwokerto
๐ŸŒ www.alfaruq.net
๐Ÿ’ฝ Join Telegram @Tasjilat_Al_Faruq
๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

โฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธ
โœ”๏ธ๐Ÿ’คDAHULUKANLAH AKHERAT DIBANDING DUNIA

โ–ซ๏ธBerkata Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullahu:

ุฃูŠู‘ูู‡ุง ุงู„ู†ุงุณุŒ ุงุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ุŒ ูˆุงุนู…ู„ูˆุง ุฃู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุฎู„ู‚ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉุŒ ูˆุฎู„ู‚ ู‡ุฐุง ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูˆุงุจุชู„ุงู‡ ุจูŠู†ู‡ู…ุงุŒ ูุฅู†ู‘ูŽ ุขุซุฑ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุนู„ู‰ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุจุงุก ุจุบุถุจูŠ ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ูˆุนุฐุงุจู‡ุŒ ูˆุฅู†ู‘ูŽ ุขุซุฑ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูุฅู†ู‘ูŽู‡ ูŠูƒูˆู†ู ุฑุงุจุญุงู‹ ุจุฏูู†ูŠุงู‡ ูˆุขุฎุฑุชู‡.

๐Ÿ“‚Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Allah ta'ala...

โ—๏ธKetahuilah bahwa Allah menciptakan dunia dan akherat.

๐Ÿ’คDan Allah menciptakan manusia serta mengujinya dengan keduanya.

๐Ÿ’ฅApabia ia lebih mementingkan dunia atas akherat, maka ia akan mendapat kemurkaan dan adzab dari Allah subhanallahu wa ta'ala.

โœ”๏ธNamun apabila ia lebih mementingkan akheratnya, maka ia akan mendapatkan keberuntungan dunia dan akheratnya.

๐ŸŒSumber artikel:
https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/13667

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐Ÿ”ฐ๐ŸŒ  Forum Salafy Purbalingga
โ†— http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
๐Ÿ“š๐Ÿ“œ HUKUM MEMPELAJARI BAHASA INGGRIS DAN BAHASA ASING YANG LAIN

๐ŸŒด Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata,

"Pada saat ini, sebagian saudara-saudara kita dari kalangan kaum muslimin, karena lemah keimanan dalam hati, dan lemah kepribadian dalam diri-diri mereka, berbicara dengan bahasa Inggris. Kamu melihat mereka apabila mengajak berbicara temannya dengan bahasa Inggris, lalu temannya tersebut (juga) menjawabnya dengan bahasa Inggris dalam rangka menjawab. Ia merasa bangga, seakan-akan ia telah mendapatkan timur dan barat bumi, karena dia telah berbicara dengan bahasa Inggris.

โ˜‘ Dan ketika itu ia menyerupai ucapan seorang penyair,

ุฃู†ุง ุงุจู† ุงู„ุฌู„ุง ูˆุทู„ุงุน ุงู„ุซู†ุงูŠุง
ู…ุชู‰ ุฃุถุน ุงู„ุนู…ุงู…ุฉ ุชุนุฑููˆู†ูŠ

'Saya adalah anak orang yang mulia dan anak pendaki (peraih) kehormatan, kapan aku meletakan imamah, kalian mengetahuiku.'

Karena dia mengerti berbicara bahasa Inggris. Bahkan telah sampai kepadaku berita, bahwa sebagian orangโ€“kita berlindung kepada Allahโ€“mengajari anaknya bahasa Inggris. Jika ia ingin mengucapkan perpisahan atau mengucapkan salam kepadanya, dia menggunakan bahasa Inggris. Dia tidak mengucapkan (ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู…) atau (ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู…). Dan ini adalah perkara buruk dan tercela. Walaupun permasalahannya bukan permasalahan syar'i, namun minimalnya adalah masalah kebangsaan. Aku memilih bahasa negara lain sedangkan aku memiliki bahasa Arab?! Bahasa terfasih adalah bahasa Arab, dan aku malah memilih bahasa-bahasa yang lain?!!

Oleh karena itu, aku berpendapat orang yang mengajari anaknya bahasa Inggris dari kecil akan dihisab pada hari kiamat atas perbuatanya itu. Karena hal itu menyebabkan anak menyukai bahasa tersebut, lebih memilihnya daripada bahasa Arab, kemudian menyebabkan ia menyukai orang yang mengucapkannya dan mencela orang yang berbicara dengan selain bahasa (Inggris) ini.

โ˜‘ Adapun orang yang sudah dewasa lalu ia berkata, 'Aku ingin belajar bahasa Inggris atau bahasa asing yang lain untuk berdakwah kepada Allah dengannya.' Maka kita katakan kepadanya, 'Itu hal yang baik, kami membantu dan mendorongmu atas hal tersebut.'

โ˜‘ Atau ia berkata, 'Saya membutuhkan bahasa selain bahasa Arab, karena saya terbiasa berdagang dengan mereka (orang yang berbicara bahasa Inggrisโ€“pent). Aku ingin bisa berbicara (dengan selain bahasa Arab agar aku bisa menguasai pekerjaanku).' Maka kita katakan, "Itu tidak mengapa, itu adalah tindakan yang memiliki tujuan, dan tujuannya benar."

โ›” Adapun ia melakukan itu (belajar bahasa Inggris atau yang lainnya) karena mengagumi atau mencintainya, mengagumi orang-orangnya, dan lebih memilihnya daripada bahasa Arab, maka itu adalah sebuah kesalahan."

๐Ÿ“š [Dinukil dari kitab asy-Syarh al-Mumti', jilid 12, hlm. 43โ€“44]

Alih bahasa:
โœ’ Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡


๐Ÿ•Œ โ€œTetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.โ€

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐Ÿ“š telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
๐ŸŒŠHIKMAH DIJADIKANNYA AIR LAUTAN ITU ASIN

๐ŸƒAl Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

"Lautan di seluruh bumi itu dan semua aspek yang tumbuh darinya rasanya asin pahit. Sifat air laut yang seperti ini memiliki hikmah yang besar untuk kesehatan udara. Karena seandainya laut itu rasanya manis, akan bau dan rusak udara dikarenakan hewan-hewan yang mati di dalamnya sehingga akan mengakibatkan kematian manusia. Akan tetapi hikmah yang mendalam menetapkan lautan di atas sifat ini untuk suatu kemanfaatan. Oleh karenanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saat ditanya tentang laut. Beliau bersabda: air laut itu suci, dan halal bangkainya."

๐Ÿ“˜Juz 1 Kitab al Bidayah wa an Nihayah

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐Ÿ“ฑhttp://t.me/ukhwh

ุงู„ุญูƒู…ุฉ ู…ู† ุฌุนู„ ู…ุงุก ุจุญุฑ ุงู„ู…ุญูŠุท ู…ุงู„ุญุงู‹

ู‚ุงู„ ุงู„ุงู…ุงู… ุงู„ู‚ุฏูˆุฉ ุงู„ุญุงูุธ ุงุจูˆ ุงู„ูุฏุงุก ุงุณู…ุงุนูŠู„ ุจู† ูƒุซูŠุฑ - ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ - :
( ูุงู„ุจุญุฑ ุงู„ู…ุญูŠุท ุจุณุงุฆุฑ ุฃุฑุฌุงุก ุงู„ุฃุฑุถ ูˆู…ุง ูŠู†ุจุช ู…ู†ู‡ ููŠ ุฌูˆุงู†ุจู‡ุง ุงู„ุฌู…ูŠุน ู…ุงู„ุญ ุงู„ุทุนู… ู…ุฑ ูˆููŠ ู‡ุฐุง ุญูƒู…ุฉ ุนุธูŠู…ุฉ ู„ุตุญุฉ ุงู„ู‡ูˆุงุก ุฅุฐ ู„ูˆ ูƒุงู† ุญู„ูˆุงู„ุฃู†ุชู† ุงู„ุฌูˆ ูˆูุณุฏ ุงู„ู‡ูˆุงุก ุจุณุจุจ ู…ุง ูŠู…ูˆุช ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ุญูŠูˆุงู†ุงุช ููƒุงู† ูŠุคุฏูŠ ุฅู„ู‰ ุชูุงู†ูŠ ุจู†ูŠ ุขุฏู… ูˆู„ูƒู† ุงู‚ุชุถุช ุงู„ุญูƒู…ุฉ ุงู„ุจุงู„ุบุฉ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุตูุฉ ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุตู„ุญุฉ ูˆู„ู‡ุฐุง ู„ู…ุง ุณุฆู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู† ุงู„ุจุญุฑุŒ ู‚ุงู„:" ู‡ูˆ ุงู„ุทู‡ูˆุฑ ู…ุงุคู‡ ุงู„ุญู„ ู…ูŠุชุชู‡".ุงู‡ู€

------------------------

ู…ู† ุงู„ุฌุฒุก ุงู„ุงูˆู„ ู…ู† ูƒุชุงุจ : ุงู„ุจุฏุงูŠุฉ ูˆุงู„ู†ู‡ุงูŠุฉ
๐ŸŒท๐Ÿ JADILAH SEORANG
MUSLIM YANG PRODUKTIF,
TINGGALKAN HAL-HAL
YANG TIDAK BERMANFAAT


๐ŸŒฟ Dari Abu Huroiroh (rodhiyallohu 'anhu), ia berkata : Rosululloh (shollallohu 'alaihi wasallam) bersabda :

{ ู…ูู†ู’ ุญูุณู’ู†ู ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู
ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠู‡ู }

"Termasuk bagusnya Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna bagi dirinya."

(Shohih Ibni Maajah lil-Albaaniy, Hadits No. : 3211)

๐ŸŒต Asy-Syaikh Al-'Utsaimin (rohimahulloh) berkata :

"Kamu dapati orang yang tekun, yang perhatiannya tiada lain adalah untuk kebaikan (kesholihan) dan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya, kamu dapati dia sebagai orang yang produktif, membuahkan dan menghasilkan (kebaikan).

Diapun mendapatkan ketenangan pikiran, hati dan badan."

[Syarhu Riyaadhish-sholihiin, 1/269]

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
[โ€ข] https://telegram.me/KEUTAMAANILMU
[โ€ข] https://telegram.me/SERIAKHLAQULKARIMAH
JANGAN ENGKAU
SIA-SIAKAN
HIDUPMU
KAWAN..


#siasiakan
#hidupmu

Join Us
@salafypalembang
๐Ÿ’๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ต๐ŸŒน HARTAMU YANG SESUNGGUHNYA ADALAH YANG ENGKAU BELANJAKAN DI JALAN ALLAH

โœ๐Ÿผ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

ูุงู„ุฐูŠ ุฃุญุจ ู…ูู† ุฅุฎูˆุงู†ูŠ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุฃู„ุง ูŠุธู†ูˆุง ุฃู† ุงู„ุตุฏู‚ุงุช ุฃูˆ ุงู„ุฒูƒูˆุงุช ุชุฐู‡ุจ ุฌูุงุกู‹ุŒ ุจู„ ู‡ูŠ ุฎูŠุฑุŒ ูู„ูŠุณ ู„ูƒ ู…ู† ู…ุงู„ูƒ ุฅู„ุง ู…ุง ุฃู†ูู‚ุชู‡ ู„ู„ู‡ุŒ ูˆุงู„ุจุงู‚ูŠ ุณูŠูƒูˆู† ู„ุบูŠุฑูƒ.

"Yang saya inginkan dari saudara-saudara saya kaum muslimin adalah mereka jangan menyangka bahwa sedekah atau zakat akan hilang sia-sia. Hal itu justru merupakan kebaikan. Sebab, hartamu hanyalah yang engkau belanjakan di jalan Allah, sedangkan sisanya akan menjadi milik orang lain (ahli waris)."

๐Ÿ“ผ Liqa' Babil Maftuh, no. 22

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/forumsalafy
๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐Ÿ›๐Ÿš SIKAP YANG TEPAT JIKA MELIHAT KENALAN YANG MALAS SHALAT

โ–ซ Al Allamah Muhammad Al 'Utsaimin rahimahullah menyatakan,

ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ู…ู† ุฑุฃู‰ ุดุฎุตู‹ุง ู…ูุชู‡ุงูˆู†ู‹ุง ููŠู‡ุง ุฃู† ูŠู†ุตุญู‡ ุจุนุฒูŠู…ุฉ ูˆุฌุฏ

"Wajib bagi siapa saja yang melihat orang yang mengabaikan shalat; untuk menasihatinya secara serius dan sungguh-sungguh." (Syarah Riyadhus Shalihin, I/411)

Namun tetap dengan mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan kelemahan lembutan tentunya.

โœJalur Masjid Agung @ Kota Raja Hari Ahadi, (09:40) 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019
_____________

โ–ถ๏ธ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.

โ€ขโ€ขโ€ข
๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐Ÿ“ก https://t.me/nasehatetam
๐Ÿ–ฅ www.nasehatetam.net
๐ŸŒฟ๐ŸŒ MENGENAL SOSOK
ULAMA AHLUSSUNNAH
DI MASA KINI


[Biografi Ringkas Syaikh Rabiโ€™ bin Hadi โ€˜Umair Al-Madkhaliy
[hafidhohullohu ta'aala]


๐ŸŒฝ NAMA
DAN NASAB BELIAU


Beliau adalah Asy-Syaikh Al-โ€˜Allamah Al-Muhaddits Rabiโ€™ bin Hadi bin Muhammad โ€˜Umair Al-Madkhali, berasal dari suku Al-Madakhilah yang terkenal di Jaazaan, sebuah daerah di sebelah selatan Kerajaan Arab Saudi. Suku ini termasuk keluarga Bani Syubail, sedangkan Syubail adalah anak keturunan Yasyjub bin Qahthan.

๐ŸŒฝ KELAHIRAN BELIAU

Syaikh Rabiโ€™ dilahirkan di desa Al-Jaradiyah, sebuah desa kecil di sebelah barat kota Shamithah sejauh kurang lebih tiga kilometer dan sekarang telah terhubungkan dengan kota tersebut. Beliau dilahirkan pada akhir tahun 1351 H. Ayah beliau meninggal ketika beliau masih berumur sekitar satu setengah tahun, beliau tumbuh berkembang di pangkuan sang ibu -semoga Allah Taโ€™ala merahmatinya. Sang ibu membimbing dan mendidik beliau dengan sebaik-baiknya, mengajarkan kepada beliau akhlak yang terpuji, berupa kejujuran maupun sifat amanah, juga memotivasi putranya untuk menunaikan shalat dan meminta beliau menepati penunaian ibadah tersebut. Selain pengasuhan ibunya, beliau diawasi dan dibimbing pula oleh pamannya (dari pihak ayah).

๐ŸŒฝ PERKEMBANGAN
ILMU BELIAU


Perkembangan Keilmuan
Ketika Syaikh Rabiโ€™ berusia delapan tahun, beliau masuk sekolah yang ada di desanya. Di sekolah tersebut beliau belajar membaca dan menulis. Termasuk guru yang membimbing beliau dalam belajar menulis adalah Asy-Syaikh Syaiban Al-โ€˜Uraisyi, Al-Qadli Ahmad bin Muhammad Jabir Al-Madkhali dan dari seseorang yang bernama Muhammad bin Husain Makki yang berasal dari kota Shibyaโ€™. Syaikh Rabiโ€™ mempelajari Al Qur`an di bawah bimbingan Asy-Syaikh Muhammad bin Muhammad Jabir Al-Madkhali disamping belajar ilmu tauhid dan tajwid.


Setelah lulus, beliau melanjutkan studi ke Madrasah As-Salafiyyah di kota Shamithah. Termasuk guru beliau di madrasah tersebut adalah Asy-Syaikh Al-โ€˜Alim Al-Faqih Nashir Khalufah Thayyasy Mubaraki rahimahullah, seorang alim kenamaan yang termasuk salah satu murid besar Asy-Syaikh Al-Qarโ€™awi rahimahullah. Di bawah bimbingannya, Syaikh Rabiโ€™ mempelajari kitab Bulughul Maram dan Nuzhatun Nadhar karya Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah Taโ€™ala.
Kemudian beliau belajar di Maโ€™had Al-โ€˜Ilmi di Shamithah kepada sejumlah ulama terkemuka, yang paling terkenal adalah Asy-Syaikh Al-โ€˜Allamah Al-Masyhur Hafidh bin Ahmad Al-Hakami rahimahullah Taโ€™ala dan saudaranya Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Ahmad Al-Hakami, juga kepada Asy-Syaikh Al-โ€˜Allamah Al-Muhaddits Ahmad bin Yahya An-Najmi hafidhahullah. Di maโ€™had tersebut beliau belajar akidah kepada Asy-Syaikh Al-โ€™Allamah Doktor Muhammad Amman bin โ€˜Ali Al-Jami. Demikian pula kepada Asy-Syaikh Al-Faqih Muhammad Shaghir Khamisi, beliau mempelajari ilmu fikih dengan kitab Zaadul Mustaqniโ€™ dan kepada beberapa orang lagi selain mereka, di mana Syaikh mempelajari ilmu bahasa Arab, adab, ilmu Balaghah dan ilmu โ€˜Arudl (cabang-cabang ilmu bahasa Arab-pent.)


Tahun 1380 H seusai ujian penentuan akhir, beliau lulus dari Maโ€™had Al-โ€˜Ilmi di kota Shamithah dan di awal tahun 1381 H beliau masuk ke Fakultas Syariโ€™ah di Riyadl selama beberapa waktu lamanya, sekitar satu bulan, satu setengah atau dua bulan saja. Ketika Universitas Islam Madinah berdiri, beliau pindah ke sana dan bergabung di Fakultas Syariโ€™ah. Beliau belajar di Universitas tersebut selama empat tahun dan lulus darinya pada tahun 1384 H dengan predikat cumlaude.

Bersambung...

(Dinukil dari Mauqiโ€™ Asy-Syaikh Rabiโ€™ hafidzahullah dengan sedikit perubahan) >>>
(Dikutip dari terjemah buku karya Syaikh Abu โ€˜Abdillah Khalid bin Dlahwi Adz-Dzufairi, edisi Bahasa Indonesia Mengenal Lebih Dekat Asy Syaikh Rabiโ€™ Bin Haadi al Madkhali, Sosok Ulama Pembela Sunnah Nabi. Diterjemahkan Ummu Affan, penerbit Media Ahlus Sunnah, Purwokerto)


http://darussalaf.or.id/biografi/biografi-ringkas-syaikh-rabi-bin-hadi-umair-al-madkhali/

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐ŸŒฟ๐ŸŒ MENGENAL SOSOK
ULAMA AHLUSSUNNAH
DI MASA KINI


[Biografi Ringkas Syaikh Rabiโ€™ bin Hadi โ€˜Umair Al-Madkhaliy
[hafidhohullohu ta'aala]

Bagian 2

๐ŸŒฝ DIANTARA
GURU-GURU BELIAU


Diantara guru-guru beliau di Universitas Islam Madinah adalah:

โ€ข Mufti besar Kerajaan Arab Saudi, Samahatusy Syaikh Al-โ€˜Allamah โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdillah bin Baz rahimahullah Taโ€™ala, kepada beliau Syaikh Rabiโ€™ mempelajari Aqidah Thahawiyah.
โ€ข Fadlilatusy Syaikh Al-โ€˜Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani, mempelajari bidang ilmu hadits dan sanad.
โ€ข Fadlilatusy Syaikh Al-โ€˜Allamah โ€˜Abdul Muhsin Al-โ€˜Abbad, mempelajari ilmu fikih tiga tahun lamanya dengan kitab Bidayatul Mujtahid.
โ€ข Fadlilatusy Syaikh Al-โ€˜Allamah Al-Hafidh Al-Mufassir Al-Muhaddits Al-Ushuli An-Nahwi wal Lughawi Al-Faqih Al-Bariโ€™ Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi, penulis tafsir Adlwaul Bayan, kepada beliau Syaikh Rabiโ€™ mempelajari ilmu tafsir dan ushul fikih selama empat tahun.
โ€ข Asy-Syaikh Shalih Al-โ€˜Iraqi, belajar akidah.
โ€ข Asy-Syaikh Al-Muhaddits โ€˜Abdul Ghafar Hasan Al-Hindi, belajar ilmu hadits dan mushthalah.
Setelah lulus, beliau menjadi dosen di almamater beliau di Universitas Islam Madinah selama beberapa waktu, kemudian beliau melanjutkan studi ke tingkat pasca sarjana dan berhasil meraih gelar master di bidang ilmu hadits dari Universitas Al-Malik โ€˜Abdul โ€˜Aziz cabang Mekkah pada tahun 1397 H dengan disertasi beliau yang terkenal, berjudul Bainal Imamain Muslim wad Daruquthni. Pada tahun 1400 H beliau berhasil menyelesaikan program doktornya di Universitas yang sama, dengan predikat cum laude setelah beliau menyelesaikan tahqiq (penelitian, komentar โ€“pent.) atas kitab An-Nukat โ€˜ala Kitab Ibni Ash-Shalah, karya Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullahu Taโ€™ala.


Syaikh Rabiโ€™ kemudian kembali ke Universitas Islam Madinah dan menjadi dosen di Fakultas Hadits. Beliau mengajar ilmu hadits dengan segala bentuk dan cabangnya, serta berkali-kali menjadi ketua jurusan Qismus Sunnah pada program pasca sarjana dan sekarang beliau menjabat sebagai dosen tinggi.

Semoga Allah menganugerahkan kepada beliau kenikmatan berupa kesehatan dan penjagaan dalam beramal kebaikan.

๐ŸŒฝ SIFAT
DAN AKHLAK BELIAU


Syaikh Rabiโ€™ hafidzahullah Taโ€™ala memiliki keistimewaan berupa sifat sangat rendah hati dihadapan saudara-saudaranya, murid-muridnya maupun kepada para tamunya. Beliau seorang yang sangat sederhana dalam hal tempat tinggal, pakaian maupun kendaraan, beliau tidak menyukai kemewahan dalam semua urusan ini.

Beliau adalah seorang yang selalu ceria, berseri-seri wajahnya dan sangat ramah, membuat teman duduk beliau tidak merasa bosan dengan kata-kata. Majelis beliau senantiasa dipenuhi dengan pembacaan hadits dan Sunnah serta tahdzir (peringatan-pent.) dari kebidโ€™ahan dan para pelakunya, sehingga orang yang belum mengenal beliau akan menyangka bahwa tidak ada lagi kesibukan beliau selain hal tersebut.

Syaikh Rabiโ€™ sangat mencintai salafiyyin penuntut ilmu, beliau menghormati dan memuliakan mereka. Beliau berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sesuai kemampuan beliau, baik dengan diri sendiri maupun dengan harta. Rumah beliau selalu terbuka untuk para penuntut ilmu, sampai-sampai hampir tidak beliau menyantap sarapan pagi makan siang maupun makan malam sendirian, karena selalu saja ada pelajar yang mengunjungi beliau. Beliau menanyakan keadaan mereka dan membantu mereka.

Syaikh Rabiโ€™ termasuk ulama yang sangat bersemangat menyeru kepada Al-Kitab dan As-Sunnah serta akidah salaf, penuh semangat dalam mendakwahkannya dan beliau adalah pedang Sunnah dan akidah salaf yang amat tajam, yang amat sedikit bandingannya di masa sekarang. Beliau adalah pembela Sunnah dan kehormatan salafus salih di jaman kita ini, siang dan malam, secara rahasia maupun terang-terangan yang tidak terpengaruh oleh celaan orang-orang yang suka mencela.

Bersambung..
(Dinukil dari Mauqiโ€™ Asy-Syaikh Rabiโ€™ hafidzahullah dengan sedikit perubahan) >>>
(Dikutip dari terjemah buku karya Syaikh Abu โ€˜Abdillah Khalid bin Dlahwi Adz-Dzufairi, edisi Bahasa Indonesia Mengenal Lebih Dekat Asy Syaikh Rabiโ€™ Bin Haadi al Madkhali, Sosok Ulama Pembela Sunnah Nabi. Diterjemahkan Ummu Affan, penerbit Media Ahlus Sunnah, Purwokerto)


http://darussalaf.or.id/biografi/biografi-ringkas-syaikh-rabi-bin-hadi-umair-al-madkhali/

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐Ÿ’ฅโš โ›”๐Ÿ”ฅ KELEMBUTAN BUKAN BERARTI LEMBEK DENGAN MENELANTARKAN KEBENARAN DAN MENDIAMKAN KEBATILAN!!

โœ๐Ÿผ Asy-Syaikh Rabiโ€™ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

ูุงู„ู‘ู„ูŠู† ู„ุง ูŠู†ุงููŠ ุงู„ู‚ูŠุงู… ุจุงู„ุญู‚ ูˆุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุญูุฌู‘ุฉ ูˆุฏุญุถ ุงู„ุจุงุทู„ ุจุงู„ุญุฌุฌ ูˆุงู„ุจุฑุงู‡ูŠู†.

"Kelembutan tidaklah menafikan sikap menjalankan kebenaran, menegakkan hujjah (argumentasi ilmiah), serta membantah kebatilan dengan hujjah dan bukti."

๐Ÿ“š Al-Ijabat al-Jaliyyah, hlm. 72

Sumber :
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/forumsalafy

๐Ÿ“ก Turut mempublikasikan :
๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐Ÿ”ฌ๐Ÿ“œHIKMAH NABI ๏ทบ MENYEBUT NAMA MALAIKAT JIBRIL, MIKAIL DAN ISRAFIL DALAM DOA ISTIFTAH DAN HIKMAH PEMBERIAN TUGAS KEPADA MALAIKAT

โœSyaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata,

"Para ulama berkata: Tiga malaikat yang Nabi ๏ทบ membaca doa istiftah di saat shalat malam dengan Rububiyah Allah Ta'ala terhadap mereka dimana Beliau mengucapkan:_\

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽ ุฌูุจู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽุŒ ูˆูŽู…ููŠูƒูŽุงุฆููŠู„ูŽุŒ ูˆุฅุณู’ุฑูŽุงูููŠู„ูŽุŒ ููŽุงุทูุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃุฑู’ุถูุŒ ุนูŽุงู„ูู…ูŽ ุงู„ุบูŽูŠู’ุจู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉูุŒ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽุญู’ูƒูู…ู ุจูŠู’ู†ูŽ ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ูููŠู…ุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ููŠู‡ ูŠูŽุฎู’ุชูŽู„ููููˆู†ูŽุŒ ุงู‡ู’ุฏูู†ููŠ ู„ูู…ุง ุงุฎู’ุชูู„ูููŽ ููŠู‡ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุญูŽู‚ู‘ู ุจุฅุฐู’ู†ููƒูŽุŒ ุฅู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽู‡ู’ุฏููŠ ู…ูŽู† ุชูŽุดูŽุงุกู ุฅู„ู‰ ุตูุฑูŽุงุทู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ู.

โ€˜Ya Allah, rabb bagi Jibril, Mikail dan Israfil, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nampak, engkaulah yang menetapkan keputusan diantara para hamba dalam berbagai hal yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk untuk mengetahui kebenaran dalam hal hal yang diperselisihkan dengan izin-Mu sesungguhnya engkau itu memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki untuk menuju jalan yang lurusโ€™__
[Hadits riwayat Imam Muslim no. 770 dari hadits 'Aisyah radiyallahu 'anha].

๐ŸƒPara ulama berkata: Sesungguhnya Nabi๏ทบ membaca doa istiftah dengan menyebut ketiga malaikat ini karena masing-masingnya bertugas dengan hal yang mengandung kehidupan. Malaikat Jibril bertugas dengan hal yang terkandung padanya kehidupan hati yaitu wahyu. Israfil bertugas dengan hal yang terkandung padanya kehidupan badan yaitu akhir kehidupan dengan ia meniup sangkakalanya. Mikail bertugas dengan hal yang terkandung padanya kehidupan bumi yaitu menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman. Namun ini semua tidak berarti Allah 'Azza wa Jalla
dzat yang lemah. Allah 'Azza wa Jalla jika berkehendak tinggal mengucapkan: Jadilah, maka jadilah segala hal. Akan tetapi ini semua untuk menunjukkan kebijaksanaan dan kuatnya kekuasaan serta Ia 'Azza wa Jalla memiliki tentara-tentara yang hanya diketahui Allah 'Azza wa Jalla lalu Allah 'Azza wa Jalla memberitahukan kepada kita sesuai yang dikehendakinya."


๐ŸกLiqa' al Bab al Maftuh 96

๐ŸŒŽhttp://binothaimeen.net/content/3906

Sumber:
๐Ÿ“ฑhttp://t.me/ukhwh
๐Ÿ“ก Turut mempublikasikan:
๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

ูˆู‚ุงู„ูˆุง: ุฅู† ู‡ุคู„ุงุก ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ู‡ู… ุงู„ุฐูŠู† ูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุณุชูุชุญ ููŠ ุตู„ุงุฉ ุงู„ู„ูŠู„ ุจุฑุจูˆุจูŠุฉ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู„ู‡ู… ุญูŠุซ ูŠู‚ูˆู„: (ุงู„ู„ู‡ู… ุฑุจ ุฌุจุฑุงุฆูŠู„ ูˆู…ูŠูƒุงุฆูŠู„ ูˆุฅุณุฑุงููŠู„ ูุงุทุฑ ุงู„ุณู…ุงูˆุงุช ูˆุงู„ุฃุฑุถ ุนุงู„ู… ุงู„ุบูŠุจ ูˆุงู„ุดู‡ุงุฏุฉ ุฃู†ุช ุชุญูƒู… ุจูŠู† ุนุจุงุฏูƒ ููŠู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ููŠู‡ ูŠุฎุชู„ููˆู†ุŒ ุงู‡ุฏู†ูŠ ู„ู…ุง ุงุฎุชู„ู ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ุญู‚ ุจุฅุฐู†ูƒ ุฅู†ูƒ ุชู‡ุฏูŠ ู…ู† ุชุดุงุก ุฅู„ู‰ ุตุฑุงุท ู…ุณุชู‚ูŠู…) ู‚ุงู„ูˆุง: ุฅู†ู…ุง ูƒุงู† ูŠุณุชูุชุญ ุจู‡ุคู„ุงุก ุงู„ุซู„ุงุซุฉุ› ู„ุฃู† ูƒู„ ูˆุงุญุฏ ู…ูˆูƒู„ ุจู…ุง ููŠู‡ ุงู„ุญูŠุงุฉุŒ ูุฌุจุฑูŠู„ ู…ูˆูƒู„ ุจู…ุง ููŠู‡ ุญูŠุงุฉ ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ูˆู‡ูˆ ุงู„ูˆุญูŠุŒ ูˆุฅุณุฑุงููŠู„ ู…ูˆูƒู„ ุจู…ุง ููŠู‡ ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฃุจุฏุงู† ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ู†ู‡ุงุฆูŠุฉ ูˆู‡ูŠ ุงู„ู†ูุฎ ููŠ ุงู„ุตูˆุฑุŒ ูˆู…ูŠูƒุงุฆูŠู„ ู…ูˆูƒู„ ุจู…ุง ููŠู‡ ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู‚ุทุฑ ูˆุงู„ู†ุจุงุชุŒ ูˆู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุนู†ูŠ: ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุนุงุฌุฒุŒ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ู„ูˆ ุดุงุก ู„ู‚ุงู„: ูƒู† ููŠูƒูˆู† ููŠ ูƒู„ ุดูŠุกุŒ ู„ูƒู† ู‡ุฐุง ู„ุฅุธู‡ุงุฑ ุงู„ุญูƒู…ุฉ ูˆุฅุธู‡ุงุฑ ู‚ูˆุฉ ุงู„ุณู„ุทุงู† ูˆุฃู†ู‡ ุฌู„ ูˆุนู„ุง ู„ู‡ ุฌู†ูˆุฏ ู„ุง ูŠุนู„ู…ู‡ุง ุฅู„ุง ู‡ูˆ ุนุฒ ูˆุฌู„ ูˆูŠุนู„ู…ู†ุง ู…ุง ุดุงุก ู…ู†ู‡ุง
๐Ÿš‡PARA ULAMA KIBAR MENJADI TEMPAT KEMBALI (MENDAPATKAN BIMBINGAN) KETIKA TERJADI FITNAH

โฑ Faidah dari Al-Ustadz Abu Miqdad Novel Mas'ud hafizhahullah

Di dalam permasalahan-permasalahan (berbagai fitnah yang terjadi, ed) sekarang ini, maka wajib semua Ahlussunnah selalu mendengarkan bimbingan dari ulama-ulama kibar, karena:

{ ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽูƒูŽุงุจูุฑููƒูู…ู’ }

โ€œKeberkahan itu bersama Ulama-Ulama besar (senior) kalian.โ€
[HR al-Hakim, Ibnu Hibban, ed]

Baik kibar di dalam ilmunya (kokoh di dalam ilmu), begitu pula kibar dari sisi usia karena merasakan/melalui banyak pengalaman di dalam dakwah. Mulai di zaman muda, mereka sudah menghadapi keadaan-keadaan yang ada, melalui fitnah demi fitnah, mengetahui kelompok-kelompok atau ulama-ulama yang menyimpang, mereka sudah pengalaman.

Karena sesungguhnya aiyuhal ikhwah a'azzakumullah,

Ilmu (syar'iy, ed) yang kita pelajari semua ini, dalil-dalil (ayat, hadits, atsar Salaf, ed) yang ada ini, intinya adalah ibarat seperti obat. Karena al-Qur'an adalah obat, ilmu ini adalah obat dari kebodohan. Namun kalau kita tidak tahu mengaplikasikan obat ini, obat ini digunakan untuk penyakit apa kemudian kita langsung pergi ke apotik, ke tukang jual obat dengan memilih seenaknya, maka yang namanya obat itu bisa membinasakan orang kalau tidak kembali kepada ahlinya yaitu doktor.

Maka di sini pula aiyuhal ikhwah a'azzakumullah,

Dalam masalah agama, ketika terjadi fitnah, menerapkan dalil-dalil yang ada al-Quran mahupun as-Sunnah, maupun kalam dari para shahabat Nabi [๏ทบ], begitu pula ucapan daripada aimmah Salaf maka kita wajib mengembalikan kepada ulama-ulama kibar kita, dari zaman ini yang jelas-jelas telah ma'ruf di antara kita.

Diantaranya adalah Asy-Syaikh Rabi' hafizhahullahu ta'ala, begitu pula Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullahu ta'ala, kemudian Asy-Syaikh 'Ubaid hafizhahullahu ta'ala dan masyayikh yang lain yang mana mereka ini adalah marji' bagi kita, tempat kembali ketika masyakil-masyakil dakwah ini muncul. Maka kita akan menjadi tenang, karena mereka (ulama kibar) ini adalah orang-orang terpecaya di sisi ulama-ulama sebelumnya, dan orang-orang terpecaya dari penuntut ilmu di seluruh dunia ini.

Maka ketika fatwa-fatwa mereka berhubungan dengan fitnah-fitnah yang terjadi ini sudah muncul, maka janganlah goyah, janganlah tertipu ataupun terpengaruh informasi-informasi dari orang-orang yang ashoghir, yang masih kecil, tidak layak dikatakan ulama kibar, tidak layak dibandingkan dengan ulama-ulama (kibar, ed) tadi, karena pada hakekatnya merekalah ini yang wajib dijadikan tempat kembali ketika terjadi permasalahan-permasalahan yang ada.

Kemudian aiyuhal ikhwah a'azzakumullah,

Karena fitnah amatlah dahsyat, maka jangan coba-coba mendekati fitnah karena ketika kita mendekati fitnah, berusaha menyobek pintu fitnah tersebut, maka khawatir kita terkena arus fitnah tersebut, maka jangan kita dekati orang-orang yang sudah terfitnah, jangan kita dekati orang-orang yang di sisinya ada ilmu namun dia terfitnah ataupun dia adalah ahlil kalam iaitu ahli di dalam berbicara, argumen-argumennya luar biasa, namun hakekatnya dia terfitnah.

Maka kita cukupkan aiyuhal ikhwah a'azzakumullah dengan bimbingan ulama-ulama kibar, dengan bimbingan asatidzah yang dekat dengan ulama-ulama kibar sehingga kita ini menerima agama ini dengan tenang, dengan puas, dengan kemantapan, kekokohan bagaikan karang yang kokoh ketika terkena ombak yang dahsyat, maka ia tidak bergoyah, tidak berubah dari tempatnya.
Maka inilah aiyuhal ikhwah a'azzakumullah, sikap yang hendak kita miliki di zaman sekarang ini. Karena dahulu di zamannya Imam Ahmad rahimahullah, ketika fuqaha Baghdad sudah tidak sabar melihat pemimpin yang mengatakan "al-Qur'an adalah Makhluk", hampir-hampir mereka memberontak. Maka mereka kembali kepada Imam Ahmad. Begitulah Salaf dahulu. Dan ditahan/dihadang oleh Imam Ahmad, "Hati-hati darah kaum Muslimin..!!" "Hati-hati darah kaum Muslimin..!!" Begitu pula sekarang aiyuhal ikhwah a'azzakumullah, wajib seperti itu, wajib mencontoh seperti ini di dalam (menghadapi, ed) fitnah-fitnah yang ada.

๐Ÿ“š[Cuplikan dari audio bertema, โ€œMengambil Ibrah Dari Musibah Yang Melandaโ€ / Tele-Link Ikhwah Salafy ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ / Ahad, 12 Shafar 1440H ~ 21.10.2018M]

Url: http://bit.ly/Fw400214

[๐Ÿ“ฅ] Unduh di:
- http://bit.ly/Mp3k_1654 /
- https://t.me/Mp3_kajian/1654

๐Ÿ“ฎโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net

// Sumber: @IkhwahSalafyMalaysia

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com