This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📹 VideoFawaid
BOLEHKAH SEORANG AKHWAT...
#selfie #mudharat
#videofawaidtic
Al-Ustadz Muhammad bin Umar Assewed hafidzahullah
Follow :
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Instagram : @galeritic
Telegram : t.me/galeri_tic
BOLEHKAH SEORANG AKHWAT...
#selfie #mudharat
#videofawaidtic
Al-Ustadz Muhammad bin Umar Assewed hafidzahullah
Follow :
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Instagram : @galeritic
Telegram : t.me/galeri_tic
🌷NILAI KEMULIAN SEORANG WANITA
✨Al Allamah Muhmmad al Amin asy Syinqithiy rahimahullah berkata:
💐 "Seorang wanita jika kehormatan dan kemuliaanya sudah hilang maka perut bumi lebih baik baginya dari permukaanya"
[al Adzbu an Namir 4/402]
Alih bahasa:
Abul Abbas Shalih bin Zainal abidin
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/waratsatul_anbiya
✨Al Allamah Muhmmad al Amin asy Syinqithiy rahimahullah berkata:
💐 "Seorang wanita jika kehormatan dan kemuliaanya sudah hilang maka perut bumi lebih baik baginya dari permukaanya"
[al Adzbu an Namir 4/402]
Alih bahasa:
Abul Abbas Shalih bin Zainal abidin
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/waratsatul_anbiya
::
🚇 CARA WUDHU' DAN SHALAT BAGI YANG SERING DAN TIDAK BISA MENAHAN BUANG ANGIN
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
PERTANYAAN :
"Saya tertimpa musibah sering mengeluarkan angin, apakah hukum bagi saya seperti hukum seorang yang terkena sulusul baul (kencing terus-menerus/menetes) atau tidak? Dan mohon doakan kesembuhan bagi saya."
JAWABAN :
"Kita memohon kepada Allah agar memberi kesembuhan untukmu.
Saya katakan :
Gas ini, yang kamu tertimpa dengannya, jika tidak mampu untuk menahannya maka ia sama semisal dengan sulusul baul.
◾️Dan atas kondisi ini, maka kamu jangan berwudhu' untuk shalat KECUALI setelah masuk waktu.
◾️Apabila kamu telah wudhu' dan keluar sesuatu (angin) darimu maka itu tidak membatalkan wudhu'mu sampai datang waktu shalat berikutnya.
◾️Lalu jika telah masuk waktu shalat berikutnya maka berwudhu'lah setelah masuk waktunya.
👉🏻Dan saya sarankan untuk menyampaikan perihal dirimu kepada dokter spesialis, semoga Allah memberi kesembuhan melaluinya."
Sumber:
🌏 binothaimeen.net/content/166
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafyPalembang.com
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🚇 CARA WUDHU' DAN SHALAT BAGI YANG SERING DAN TIDAK BISA MENAHAN BUANG ANGIN
🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah
PERTANYAAN :
"Saya tertimpa musibah sering mengeluarkan angin, apakah hukum bagi saya seperti hukum seorang yang terkena sulusul baul (kencing terus-menerus/menetes) atau tidak? Dan mohon doakan kesembuhan bagi saya."
JAWABAN :
"Kita memohon kepada Allah agar memberi kesembuhan untukmu.
Saya katakan :
Gas ini, yang kamu tertimpa dengannya, jika tidak mampu untuk menahannya maka ia sama semisal dengan sulusul baul.
◾️Dan atas kondisi ini, maka kamu jangan berwudhu' untuk shalat KECUALI setelah masuk waktu.
◾️Apabila kamu telah wudhu' dan keluar sesuatu (angin) darimu maka itu tidak membatalkan wudhu'mu sampai datang waktu shalat berikutnya.
◾️Lalu jika telah masuk waktu shalat berikutnya maka berwudhu'lah setelah masuk waktunya.
👉🏻Dan saya sarankan untuk menyampaikan perihal dirimu kepada dokter spesialis, semoga Allah memberi kesembuhan melaluinya."
Sumber:
🌏 binothaimeen.net/content/166
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah
••••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafyPalembang.com
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com
🌍 SALAFIYAH TIDAK AKAN BAIK TANPA MENJARH PENYIMPANGAN
Al-‘Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah
Pertanyaan:
بعض من يدَّعون أنَّهم سلفيون يقولون: نحن سلفيون، ولكنَّا لا نتكلم فيمن أخطأ ولا نجرح أحدًا ؟
Sebagian orang, yang mereka mengaku sebagai salafiyun mengatakan: Kita ini salafi, tetapi kita tidak membicarakan orang yang berbuat salah dan tidak pula menjarh (mencela) seorangpun?
Jawaban:
قل لهم: لا تصلح سلفيةٌ بدون ما يجرح أحد، فالحب في الله، والبغض في الله، والموالاة في الله، والمعاداة في الله إذا خلى الإنسان من هذه الأربعة معناه إسلامه ضعيف
Katakan kepada mereka: Salafiyah tidak akan baik tanpa menjarh seorangpun. Maka cinta karena Allah, benci karena Allah, loyalitas karena Allah, dan memusuhi karena Allah. Bila seorang insan meninggalkan salah satu di antara empat perkara ini maka berarti keislamannya lemah.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
من رأى منكم منكرا فليغيره بيده, فإن لم يستطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان
“Barang siapa di antara kalian melihat sebuah kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Bila tidak mampu, maka dengan lisannya, dan bila tidak mampu, maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman.”
أضعف الإيْمان أن تكره الباطل بقلبك؛ لكن الذي لا يكره الباطل بقلبه أين الإيْمان الذي في قلبه؟!! يعني إيْمانه ضعيف لا ينفع،
Selemah-lemah iman ialah engkau mengingkari kebatilan dengan hatimu. Dan orang yang tidak membenci kebatilan dengan hatinya, maka di mana iman yang ada di hatinya? yakni imannya lemah tidak bermanfaat.
ونسأل الله العفو والعافية، وحسبنا الله ونعم الوكيل
Hanya kepada Allah kita memohon ampunan dan keselamatan. Hasbunallahu wa ni’mal wakil.
(al-Fatawa al-Jalliyah ‘anil Manahijd Da’awiyah (1/76))
🌐 Sumber:
https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=113367 || http://bit.ly/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Al-‘Allamah Ahmad bin Yahya an-Najmi rahimahullah
Pertanyaan:
بعض من يدَّعون أنَّهم سلفيون يقولون: نحن سلفيون، ولكنَّا لا نتكلم فيمن أخطأ ولا نجرح أحدًا ؟
Sebagian orang, yang mereka mengaku sebagai salafiyun mengatakan: Kita ini salafi, tetapi kita tidak membicarakan orang yang berbuat salah dan tidak pula menjarh (mencela) seorangpun?
Jawaban:
قل لهم: لا تصلح سلفيةٌ بدون ما يجرح أحد، فالحب في الله، والبغض في الله، والموالاة في الله، والمعاداة في الله إذا خلى الإنسان من هذه الأربعة معناه إسلامه ضعيف
Katakan kepada mereka: Salafiyah tidak akan baik tanpa menjarh seorangpun. Maka cinta karena Allah, benci karena Allah, loyalitas karena Allah, dan memusuhi karena Allah. Bila seorang insan meninggalkan salah satu di antara empat perkara ini maka berarti keislamannya lemah.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
من رأى منكم منكرا فليغيره بيده, فإن لم يستطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان
“Barang siapa di antara kalian melihat sebuah kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Bila tidak mampu, maka dengan lisannya, dan bila tidak mampu, maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman.”
أضعف الإيْمان أن تكره الباطل بقلبك؛ لكن الذي لا يكره الباطل بقلبه أين الإيْمان الذي في قلبه؟!! يعني إيْمانه ضعيف لا ينفع،
Selemah-lemah iman ialah engkau mengingkari kebatilan dengan hatimu. Dan orang yang tidak membenci kebatilan dengan hatinya, maka di mana iman yang ada di hatinya? yakni imannya lemah tidak bermanfaat.
ونسأل الله العفو والعافية، وحسبنا الله ونعم الوكيل
Hanya kepada Allah kita memohon ampunan dan keselamatan. Hasbunallahu wa ni’mal wakil.
(al-Fatawa al-Jalliyah ‘anil Manahijd Da’awiyah (1/76))
🌐 Sumber:
https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=113367 || http://bit.ly/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
☑️💤PERBAIKILAH BISIKAN JIWA-JIWA KITA
▫️Allah ta'ala berfirman:
🔘﴿ وَنَعـْلَمُ مَـا تُوَسـْوِسُ بِهِ نَفـْسُهُ ﴾
📂"Dan Kami (Allah) mengetahui apa yang dibisikan oleh jiwanya."
Qaaf: 16
▫️Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu:
❍ فـهذا العــلم يــوجب لنا مراقــبة الله سبـحانه وتـعالى، وأن لا نــحدث أنفــسنا بما يغــضبه وبما يــكره ، فعــلينا أن يـكون حديث نــفوسـنا كـله بما يـرضيـه ؛ لأنـه يعـلم ذلـك.
☜ أفـلا يليـق بنا أن نسـتحـيا من ربــنا -عــز وجل- أن توســوس نــفوسـنا بــما لا يــرضاه ؟!
🔎"Maka ilmu (Allah) ini mewajibkan kepada kita untuk memiliki sifat muroqobah (senantiasa merasa diawasi) oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.
❌Dan janganlah kita membisiki jiwa-jiwa kita dengan sesuatu yang mengandung murka Allah dan perkara yang dibenci-Nya.
☑️ Maka wajib atas kita pula, agar bisikan jiwa kita seluruhnya dari perkara yang Allah ridhoi, dikarenakan Allah Maha Mengetahui itu semua.
💤Apakah tidak sepantasnya bagi kita untuk merasa malu dari Rabb kita -'azza wa Jalla-, untuk jiwa-jiwa kita membisiki dari perkara yang Allah tidak meridhoinya??.
📚Tafsir Al-Qur'anul Kariim hal. 89.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
▫️Allah ta'ala berfirman:
🔘﴿ وَنَعـْلَمُ مَـا تُوَسـْوِسُ بِهِ نَفـْسُهُ ﴾
📂"Dan Kami (Allah) mengetahui apa yang dibisikan oleh jiwanya."
Qaaf: 16
▫️Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu:
❍ فـهذا العــلم يــوجب لنا مراقــبة الله سبـحانه وتـعالى، وأن لا نــحدث أنفــسنا بما يغــضبه وبما يــكره ، فعــلينا أن يـكون حديث نــفوسـنا كـله بما يـرضيـه ؛ لأنـه يعـلم ذلـك.
☜ أفـلا يليـق بنا أن نسـتحـيا من ربــنا -عــز وجل- أن توســوس نــفوسـنا بــما لا يــرضاه ؟!
🔎"Maka ilmu (Allah) ini mewajibkan kepada kita untuk memiliki sifat muroqobah (senantiasa merasa diawasi) oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.
❌Dan janganlah kita membisiki jiwa-jiwa kita dengan sesuatu yang mengandung murka Allah dan perkara yang dibenci-Nya.
☑️ Maka wajib atas kita pula, agar bisikan jiwa kita seluruhnya dari perkara yang Allah ridhoi, dikarenakan Allah Maha Mengetahui itu semua.
💤Apakah tidak sepantasnya bagi kita untuk merasa malu dari Rabb kita -'azza wa Jalla-, untuk jiwa-jiwa kita membisiki dari perkara yang Allah tidak meridhoinya??.
📚Tafsir Al-Qur'anul Kariim hal. 89.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
📁ISTIQOMAH DALAM BERAMAL
▫️Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ)) ((قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا عَمِلَتْ الْعَمَلَ لَزِمَتْهُ))
🌷✔"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit."
Al Qasim berkata;
↪ Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya.”
📚HR Muslim, no : 1306
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
▫️Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ)) ((قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا عَمِلَتْ الْعَمَلَ لَزِمَتْهُ))
🌷✔"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit."
Al Qasim berkata;
↪ Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya.”
📚HR Muslim, no : 1306
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga
↗ http://telegram.me/ForumSalafyPurbalingga
💥⚠⛔🔇 NIAT YANG BAIK TIDAK AKAN MERUBAH KESALAHAN MENJADI SESUATU YANG BENAR
✍🏻 Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry hafizhahullah berkata:
فالخطأ خطأ وإن صلحت نيّة صاحبه، بل علامة صلاح النيّة الرجوع عن الخطأ
"Kesalahan tetap merupakan kesalahan walaupun niat pelakunya baik, bahkan tanda baiknya niat adalah bertaubat dari kesalahan."
📚 Tanbih Dzawil Uqulis Salimah, hlm. 33
🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/832067747773308929
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry hafizhahullah berkata:
فالخطأ خطأ وإن صلحت نيّة صاحبه، بل علامة صلاح النيّة الرجوع عن الخطأ
"Kesalahan tetap merupakan kesalahan walaupun niat pelakunya baik, bahkan tanda baiknya niat adalah bertaubat dari kesalahan."
📚 Tanbih Dzawil Uqulis Salimah, hlm. 33
🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/832067747773308929
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
.:
🚇 SEKUNTUM SURAT BUAT KAWANKU
Syukur dan tahmid terbingkai indah dalam sanjungan hamba untuk Dzat Yang Maha Pemurah. Dia-lah, dengan taufik dan hikmah-Nya, yang memilihkan derajat tinggi untuk hamba atau hina berkepanjangan.
Shalawat serta salam terangkai elok dalam doa hamba kepada baginda agung, Muhammad bin Abdillah. Beliaulah, dengan penuh kasih dan sayang, yang telah mengarahkan jalan-jalan mudah menuju keabadian surga.
Kawan…
Lama sudah rasanya kita tidak berjumpa. Ada rindu yang mengejar sebenarnya, jika sekian waktu berpisah. Sebab, engkau adalah kawan dekatku. Karena kita pernah berjalan dan hidup bersahabat.
Namun, itu dahulu kala…
Saat kita masih disatukan oleh Majlis ilmu. Saat semangatku dan semangatmu dalam thalabul ilmi bagai banjir bandang yang tak terbendung. Ya, momen-momen indah kita dalam suka-duka belajar agama.
Kawan…
Masihkah teringat olehmu? Saat orangtua kita terlihat marah karena cara berpakaian kita yang berubah. Apalagi ketika kita mulai senang dan gemar menilai segala sesuatu dengan pandangan agama?
Dan, orang tua kita pun akhirnya memaklumi. Sebab, kita masih berdarah muda. Suka dengan hal-hal baru dan menantang.
Masihkah pula engkau teringat? Saat nama-nama kita }♡dipanggil dalam sebuah dewan guru. Karena kita terlambat masuk kelas demi menegakkan shalat dzuhur berjama’ah?
Dan, akhirnya kita pun menang. Sebab sebagian guru pun mendukung. Sekali lagi, sebab kita msih muda. Semangat dan sikap idealis kita begitu tinggi.
Kawan…
Masihkah engkau seperti yang dulu? Bersemangat membara untuk fokus belajar ilmu-ilmu agama?
Kawan…
◾️Engkau begitu cerdas. Daripada menghafal rumus dan aksioma dalam ilmu matematika, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal ayat-ayat suci Al Qur’an? Aku yakin engkau pasti mampu menjadi seorang penghafal Al Qur’an.
◾️Engkau sungguh pintar. Daripada menghafal nama-nama latin tumbuhan lengkap dengan ordo dan familianya, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal hadits-hadits Nabi lengkap dengan sanadnya? Aku yakin engkau pasti bisa menjadi seorang penghafal hadits.
◾️Engkau benar-benar pandai. Daripada engkau menghafal vocabulary dan rumus-rumus tense dalam bahasa inggris, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal mufradat bahasa arab dan menguasai tata bahasa arab? Aku yakin engkau dapat menjadi seorang ahli nahwu dan sharaf.
◾️Engkau memiliki kekuatan mengingat yang tinggi. Daripada engkau meghafal tahun dan peristiwa yang terjadi dalam lintasan sejarah romawi dan daratan eropa, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal tahun dan peristiwa yang terjadi dalam sejarah kehidupan Nabi? Aku yakin engkau mampu menjadi seorang ahli tentang sejarah islam.
Kawan…
Dengan kemampuan, kecerdasan dan kemauan juga tentu dengan pertolongan dari Allah, aku yakin engkau bisa menjadi seorang pembimbing agama.
Namun…
Dimana engkau sekarang?
Kemana engkau pergi?
Apalagi yang sedang engkau kejar?
Kawan…
Sedih rasanya saat mendengar tentangmu kini. Cahaya ilmu di wajahmu telah tertukar dengan gelapnya dosa. Sujud dan rukukmu yang lalu telah berubah menjadi langkah-langkah cela. Doa dan dzikirmu telah berganti nada dan lagu.
Engkau bukan yang dahulu lagi.
Kawan…
Sekuntum surat ini aku rangkaikan untukmu. Moga-moga engkau teringat kembali akan tekad dan cita-citamu untuk menjadi seorang ulama’, penerang umat manusia. Sungguh, do’aku selalu ada untukmu.
••••
Dikutip dari buku “PEMUDA DI WARNA WARNI THALABUL ‘ILMI” Karya Ustadz Abu Nashim Mukhtar “Iben” Rifai La Firlaz.) @happyislam
🚇 SEKUNTUM SURAT BUAT KAWANKU
Syukur dan tahmid terbingkai indah dalam sanjungan hamba untuk Dzat Yang Maha Pemurah. Dia-lah, dengan taufik dan hikmah-Nya, yang memilihkan derajat tinggi untuk hamba atau hina berkepanjangan.
Shalawat serta salam terangkai elok dalam doa hamba kepada baginda agung, Muhammad bin Abdillah. Beliaulah, dengan penuh kasih dan sayang, yang telah mengarahkan jalan-jalan mudah menuju keabadian surga.
Kawan…
Lama sudah rasanya kita tidak berjumpa. Ada rindu yang mengejar sebenarnya, jika sekian waktu berpisah. Sebab, engkau adalah kawan dekatku. Karena kita pernah berjalan dan hidup bersahabat.
Namun, itu dahulu kala…
Saat kita masih disatukan oleh Majlis ilmu. Saat semangatku dan semangatmu dalam thalabul ilmi bagai banjir bandang yang tak terbendung. Ya, momen-momen indah kita dalam suka-duka belajar agama.
Kawan…
Masihkah teringat olehmu? Saat orangtua kita terlihat marah karena cara berpakaian kita yang berubah. Apalagi ketika kita mulai senang dan gemar menilai segala sesuatu dengan pandangan agama?
Dan, orang tua kita pun akhirnya memaklumi. Sebab, kita masih berdarah muda. Suka dengan hal-hal baru dan menantang.
Masihkah pula engkau teringat? Saat nama-nama kita }♡dipanggil dalam sebuah dewan guru. Karena kita terlambat masuk kelas demi menegakkan shalat dzuhur berjama’ah?
Dan, akhirnya kita pun menang. Sebab sebagian guru pun mendukung. Sekali lagi, sebab kita msih muda. Semangat dan sikap idealis kita begitu tinggi.
Kawan…
Masihkah engkau seperti yang dulu? Bersemangat membara untuk fokus belajar ilmu-ilmu agama?
Kawan…
◾️Engkau begitu cerdas. Daripada menghafal rumus dan aksioma dalam ilmu matematika, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal ayat-ayat suci Al Qur’an? Aku yakin engkau pasti mampu menjadi seorang penghafal Al Qur’an.
◾️Engkau sungguh pintar. Daripada menghafal nama-nama latin tumbuhan lengkap dengan ordo dan familianya, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal hadits-hadits Nabi lengkap dengan sanadnya? Aku yakin engkau pasti bisa menjadi seorang penghafal hadits.
◾️Engkau benar-benar pandai. Daripada engkau menghafal vocabulary dan rumus-rumus tense dalam bahasa inggris, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal mufradat bahasa arab dan menguasai tata bahasa arab? Aku yakin engkau dapat menjadi seorang ahli nahwu dan sharaf.
◾️Engkau memiliki kekuatan mengingat yang tinggi. Daripada engkau meghafal tahun dan peristiwa yang terjadi dalam lintasan sejarah romawi dan daratan eropa, apakah tidak sebaiknya engkau menghafal tahun dan peristiwa yang terjadi dalam sejarah kehidupan Nabi? Aku yakin engkau mampu menjadi seorang ahli tentang sejarah islam.
Kawan…
Dengan kemampuan, kecerdasan dan kemauan juga tentu dengan pertolongan dari Allah, aku yakin engkau bisa menjadi seorang pembimbing agama.
Namun…
Dimana engkau sekarang?
Kemana engkau pergi?
Apalagi yang sedang engkau kejar?
Kawan…
Sedih rasanya saat mendengar tentangmu kini. Cahaya ilmu di wajahmu telah tertukar dengan gelapnya dosa. Sujud dan rukukmu yang lalu telah berubah menjadi langkah-langkah cela. Doa dan dzikirmu telah berganti nada dan lagu.
Engkau bukan yang dahulu lagi.
Kawan…
Sekuntum surat ini aku rangkaikan untukmu. Moga-moga engkau teringat kembali akan tekad dan cita-citamu untuk menjadi seorang ulama’, penerang umat manusia. Sungguh, do’aku selalu ada untukmu.
••••
Dikutip dari buku “PEMUDA DI WARNA WARNI THALABUL ‘ILMI” Karya Ustadz Abu Nashim Mukhtar “Iben” Rifai La Firlaz.) @happyislam
💢💥✅ BODOH, TETAPI LANCANG
⚫ Kaum JIL (Jaringan Islam Liberal) berbicara tentang Islam, namun tidak mau kembali kepada pemahaman sahabat dan pemahaman ulama Islam yang alim dan saleh. Mereka hanya menggunakan tinjauan-tinjauan akal yang dangkal. Mungkin saja mereka memosisikan akal mereka sejajar dengan wahyu syariat (al-Qur’an dan hadits), atau bahkan lebih tinggi, sehingga mereka bebas menggugat dan merendahkan wahyu.
Lihatlah bagaimana seorang dosen universitas kenamaan, UI, dengan lancangnya mengatakan bahwa hadits-hadits (Sunnah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu menggelikan. Ia mencontohkan tentang hadits anjuran makan dan minum dengan tangan kanan. Dia berkata, “Apa salahnya makan dengan tangan kiri, dan masak sih hanya setan yang makan dengan tangan kiri?”
Ada juga di antara mereka yang mengelu-elukan komunis sebagai ideologi yang bagus. Umat tidak boleh lengah tentang bahaya mereka karena sebagian mereka adalah tokoh sentral dalam ormas keagamaan, dosen di perguruan tinggi (Islam), tokoh masyarakat, bahkan pejabat di pemerintahan.
📜 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِمَّا أَتَخَوَّفُ مِنْهُ عَلَى أُمَّتِي أَئِمَّةً مُضِلِّينَ
“Sesungguhnya di antara yang saya khawatirkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan.”
(Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3207)
Membentengi umat dari bahaya mereka lebih penting daripada berperang melawan orang kafir. Sebab, hal ini merupakan upaya untuk menjaga modal, yaitu menjaga umat Islam agar tetap kokoh di atas Islamnya dan tidak ragu tentang agamanya.
🔸 Al-Imam Yahya an-Naisaburi rahimahullah berkata:
“Membela Sunnah (agama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) lebih utama dari jihad.”
(Manhaju Ahlis Sunnah fi Naqdi ar-Rijal, hlm. 191)
✍🏼 al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc hafizhahullah - Asy Syariah, Sekelumit Akhlak Kaum Liberal
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📑 WA Ashhaabus Sunnah
📝💻 https://t.me/hikmahsalafiyyah
⚫ Kaum JIL (Jaringan Islam Liberal) berbicara tentang Islam, namun tidak mau kembali kepada pemahaman sahabat dan pemahaman ulama Islam yang alim dan saleh. Mereka hanya menggunakan tinjauan-tinjauan akal yang dangkal. Mungkin saja mereka memosisikan akal mereka sejajar dengan wahyu syariat (al-Qur’an dan hadits), atau bahkan lebih tinggi, sehingga mereka bebas menggugat dan merendahkan wahyu.
Lihatlah bagaimana seorang dosen universitas kenamaan, UI, dengan lancangnya mengatakan bahwa hadits-hadits (Sunnah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu menggelikan. Ia mencontohkan tentang hadits anjuran makan dan minum dengan tangan kanan. Dia berkata, “Apa salahnya makan dengan tangan kiri, dan masak sih hanya setan yang makan dengan tangan kiri?”
Ada juga di antara mereka yang mengelu-elukan komunis sebagai ideologi yang bagus. Umat tidak boleh lengah tentang bahaya mereka karena sebagian mereka adalah tokoh sentral dalam ormas keagamaan, dosen di perguruan tinggi (Islam), tokoh masyarakat, bahkan pejabat di pemerintahan.
📜 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِمَّا أَتَخَوَّفُ مِنْهُ عَلَى أُمَّتِي أَئِمَّةً مُضِلِّينَ
“Sesungguhnya di antara yang saya khawatirkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan.”
(Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3207)
Membentengi umat dari bahaya mereka lebih penting daripada berperang melawan orang kafir. Sebab, hal ini merupakan upaya untuk menjaga modal, yaitu menjaga umat Islam agar tetap kokoh di atas Islamnya dan tidak ragu tentang agamanya.
🔸 Al-Imam Yahya an-Naisaburi rahimahullah berkata:
“Membela Sunnah (agama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) lebih utama dari jihad.”
(Manhaju Ahlis Sunnah fi Naqdi ar-Rijal, hlm. 191)
✍🏼 al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc hafizhahullah - Asy Syariah, Sekelumit Akhlak Kaum Liberal
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📑 WA Ashhaabus Sunnah
📝💻 https://t.me/hikmahsalafiyyah
✋🏻⚠💥⛔ ALLAH MEMERANGI HASAD SOMBONG DAN HAWA NAFSU
✍🏻 Al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"قاتل الله الحسد والكبر والهوى؛ فإن هذه الخصال الذميمة تقود من استحكمت فيهم إلى المهالك، وإلى حرب أهل الحق وتشويههم، وصد الناس عن سبيل الله الذي يتبعونه ويدعون إليه ويذبون عنه، وتقودهم إلى زخرفة الباطل وتزيينه."
Allah memerangi sifat hasad, sombong, dan hawa nafsu, karena berbagai sifat tercela ini akan menggiring siapa saja yang dikuasai olehnya menuju jurang kebinasaan, menggiring mereka untuk memerangi para pembawa kebenaran dan menjelek-jelekkan mereka, menghalangi manusia dari jalan Allah yang mereka mengikutinya, menyeru kepadanya, dan membelanya. Sifat tercela tersebut juga akan menggiring mereka kepada upaya untuk menghias-hiasi suatu kebatilan.
['Umdatul Abiy hal. 136]
🌏 Sumber || https://telegram.me/ImamRabee
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"قاتل الله الحسد والكبر والهوى؛ فإن هذه الخصال الذميمة تقود من استحكمت فيهم إلى المهالك، وإلى حرب أهل الحق وتشويههم، وصد الناس عن سبيل الله الذي يتبعونه ويدعون إليه ويذبون عنه، وتقودهم إلى زخرفة الباطل وتزيينه."
Allah memerangi sifat hasad, sombong, dan hawa nafsu, karena berbagai sifat tercela ini akan menggiring siapa saja yang dikuasai olehnya menuju jurang kebinasaan, menggiring mereka untuk memerangi para pembawa kebenaran dan menjelek-jelekkan mereka, menghalangi manusia dari jalan Allah yang mereka mengikutinya, menyeru kepadanya, dan membelanya. Sifat tercela tersebut juga akan menggiring mereka kepada upaya untuk menghias-hiasi suatu kebatilan.
['Umdatul Abiy hal. 136]
🌏 Sumber || https://telegram.me/ImamRabee
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌴🌴🌴 MURU'AH YANG SEBENARNYA
• كان فتى من طيء يجلس إلى الأحنف، وكان يعجبه فقال له: يا فتى هل تزين نفسك بشيء؟
🤝 Seorang pemuda dari kabilah Thayyi' datang kepada Al Ahnaf rahimahullah. Beliau merasa kagum dengan pemuda tersebut, lalu berkata, "Wahai pemuda, apakah engkau menghiasi dirimu dengan sesuatu?"
◾️ فقال: نعم؛ إذا حدثت صدقت، وإذا حُدِّثت استمعت، وإذا عاهدت وفيت، وإذا وعدت أنجزت، وإذا أؤتمنت لم أخن .
💫 Pemuda tersebut menjawab, "Iya. Apabila aku berbicara, aku berkata jujur. Apabila aku diajak bicara, aku mendengarkan. Apabila aku berjanji bagi diriku untuk melakukan amal shalih, aku laksanakan. Apabila aku berjanji kepada orang lain, aku tunaikan. Apabila aku diberi amanah (kepercayaan), aku tidak berkhianat."
◾️فقال الأحنف: هذه المروؤة حقاً.
✅ Berkatalah Al Ahnaf rahimahullah, "Inilah muru'ah (kehormatan) yang sebenarnya."
http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=18865
https://t.me/ekhlakelmeslim
💽 http://t.me/SalafyPalembang.xom
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
• كان فتى من طيء يجلس إلى الأحنف، وكان يعجبه فقال له: يا فتى هل تزين نفسك بشيء؟
🤝 Seorang pemuda dari kabilah Thayyi' datang kepada Al Ahnaf rahimahullah. Beliau merasa kagum dengan pemuda tersebut, lalu berkata, "Wahai pemuda, apakah engkau menghiasi dirimu dengan sesuatu?"
◾️ فقال: نعم؛ إذا حدثت صدقت، وإذا حُدِّثت استمعت، وإذا عاهدت وفيت، وإذا وعدت أنجزت، وإذا أؤتمنت لم أخن .
💫 Pemuda tersebut menjawab, "Iya. Apabila aku berbicara, aku berkata jujur. Apabila aku diajak bicara, aku mendengarkan. Apabila aku berjanji bagi diriku untuk melakukan amal shalih, aku laksanakan. Apabila aku berjanji kepada orang lain, aku tunaikan. Apabila aku diberi amanah (kepercayaan), aku tidak berkhianat."
◾️فقال الأحنف: هذه المروؤة حقاً.
✅ Berkatalah Al Ahnaf rahimahullah, "Inilah muru'ah (kehormatan) yang sebenarnya."
http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=18865
https://t.me/ekhlakelmeslim
💽 http://t.me/SalafyPalembang.xom
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
📚📜 CIRI-CIRI ORANG YANG BODOH
🔐Abu Darda radhiyallahu 'anhu berkata,
⚠️ Ciri-ciri orang bodoh ada 3:
☑ Ujub (bangga diri),
☑ Banyak berbicara dalam hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya,
☑ Dan ia melarang sesuatu yang ia sendiri justru melakukanya.
📖 ('Uyunul Akhbar, jilid 2, hlm. 47)
Alih bahasa:
✒️ Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin حفظه الله
➖ ➖ ➖ ➖ ➖
🕌 “Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🔐Abu Darda radhiyallahu 'anhu berkata,
⚠️ Ciri-ciri orang bodoh ada 3:
☑ Ujub (bangga diri),
☑ Banyak berbicara dalam hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya,
☑ Dan ia melarang sesuatu yang ia sendiri justru melakukanya.
📖 ('Uyunul Akhbar, jilid 2, hlm. 47)
Alih bahasa:
✒️ Ustadz Abul Abbas Shalih bin Zainal Abidin حفظه الله
➖ ➖ ➖ ➖ ➖
🕌 “Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🌻🚘 MEMBACA SURAH-SURAH PENDEK KETIKA SAFAR
🗒️ Dari al-Ma'rur bin Suwaid rahimahullah, beliau berkata,
خَرَجْنَا مَعَ عُمَرَ حُجَّاجًا «فَصَلَّى بِنَا الْفَجْرَ يَقْرَأُ بِـ أَلَمْ تَرَ كَيْفَ، وَلِإِيلَافِ قُرَيْشٍ»
"Kami pernah safar untuk menunaikan ibadah haji bersama Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu. Beliau mengimami shalat subuh dengan membaca surah Al-Fiil dan Al-Quraisy."
( Sahih, diriwayatkan dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, no. 3721)
🗒️ Dan datang dari Amr bin Maimun rahimahullah, beliau mengisahkan,
صَلَّى بِنَا عُمَرُ الْفَجْرَ فِي السَّفَرِ، فَقَرَأَ بِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
"Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah mengimami kami saat shalat subuh ketika sedang safar. Beliau membaca surah Al-Kafirun dan surah Al-Ikhlash."
( Sahih, ibid, no. 3722)
🗒️ Dan dari Abu Wa'il rahimahullah, beliau berkata,
صَلَّى بِنَا ابْنُ مَسْعُودٍ الْفَجْرَ فِي السَّفَرِ، فَقَرَأَ بِآخِرِ بَنِي إِسْرَائِيلَ {الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا} [الإسراء: ١١١] إِلَخِ، ثُمَّ رَكَعَ
"Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu menjadi imam shalat subuh kami ketika safar. Dan beliau membaca ayat terakhir surah Al-Isra' (ayat ke-111),
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
Dan katakanlah, 'Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan, dan agungkanlah Diadengan pengagungan yang sebesar-besarnya.' Kemudian beliau pun rukuk."
( Hasan, ibid, no. 3725)
📚 Bahan bacaan:
Al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, cet. Daar Kunuz Isybiliya
🕌 “Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🗒️ Dari al-Ma'rur bin Suwaid rahimahullah, beliau berkata,
خَرَجْنَا مَعَ عُمَرَ حُجَّاجًا «فَصَلَّى بِنَا الْفَجْرَ يَقْرَأُ بِـ أَلَمْ تَرَ كَيْفَ، وَلِإِيلَافِ قُرَيْشٍ»
"Kami pernah safar untuk menunaikan ibadah haji bersama Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu. Beliau mengimami shalat subuh dengan membaca surah Al-Fiil dan Al-Quraisy."
( Sahih, diriwayatkan dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, no. 3721)
🗒️ Dan datang dari Amr bin Maimun rahimahullah, beliau mengisahkan,
صَلَّى بِنَا عُمَرُ الْفَجْرَ فِي السَّفَرِ، فَقَرَأَ بِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
"Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah mengimami kami saat shalat subuh ketika sedang safar. Beliau membaca surah Al-Kafirun dan surah Al-Ikhlash."
( Sahih, ibid, no. 3722)
🗒️ Dan dari Abu Wa'il rahimahullah, beliau berkata,
صَلَّى بِنَا ابْنُ مَسْعُودٍ الْفَجْرَ فِي السَّفَرِ، فَقَرَأَ بِآخِرِ بَنِي إِسْرَائِيلَ {الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا} [الإسراء: ١١١] إِلَخِ، ثُمَّ رَكَعَ
"Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu menjadi imam shalat subuh kami ketika safar. Dan beliau membaca ayat terakhir surah Al-Isra' (ayat ke-111),
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
Dan katakanlah, 'Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan, dan agungkanlah Diadengan pengagungan yang sebesar-besarnya.' Kemudian beliau pun rukuk."
( Hasan, ibid, no. 3725)
📚 Bahan bacaan:
Al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, cet. Daar Kunuz Isybiliya
🕌 “Tetap hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan berkah lebih banyak dan lebih besar, insyaallah.”
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
🔥 BENARKAH MUSYAWARAH ADALAH BID'AH DAN PERBUATAN HIZBIYYAH YANG MENYELISIHI PRINSIP-PRINSIP POKOK AHLUS SUNNAH?!! (1) 🔥
✅ AL-IMAM AHMAD TIDAK MENINGGALKAN MUSYAWARAH
Al-Imam Ibnu Muflih menukil dari al-Imam al-Marrudzi yang menceritakan tentang al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah:
"Abu Abdillah (al-Imam Ahmad) tidak meninggalkan musyawarah jika beliau sedang dalam sebuah urusan, bahkan sungguh beliau pernah bermusyawarah dengan orang yang di bawah beliau, dan jika ada orang yang beliau percaya atau orang yang tidak beliau curigai dari orang-orang yang baik agamanya memberi saran kepada beliau tanpa beliau minta maka beliau menerima sarannya."
📚 Al-Adab asy-Syar’iyyah, 1/323
💽 htt://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/jujurlahselamanya/804
✅ AL-IMAM AHMAD TIDAK MENINGGALKAN MUSYAWARAH
Al-Imam Ibnu Muflih menukil dari al-Imam al-Marrudzi yang menceritakan tentang al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah:
"Abu Abdillah (al-Imam Ahmad) tidak meninggalkan musyawarah jika beliau sedang dalam sebuah urusan, bahkan sungguh beliau pernah bermusyawarah dengan orang yang di bawah beliau, dan jika ada orang yang beliau percaya atau orang yang tidak beliau curigai dari orang-orang yang baik agamanya memberi saran kepada beliau tanpa beliau minta maka beliau menerima sarannya."
📚 Al-Adab asy-Syar’iyyah, 1/323
💽 htt://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/jujurlahselamanya/804
🔥 BENARKAH MUSYAWARAH ADALAH BID'AH DAN PERBUATAN HIZBIYYAH YANG MENYELISIHI PRINSIP-PRINSIP POKOK AHLUS SUNNAH?!! (2) 🔥
MUSYAWARAH ADALAH WASIAT SALAF YANG BERDASARKAN AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH
Al-Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
"Demi Allah, tidaklah suatu kaum bermusyawarah kecuali mereka akan ditunjukkan kepada urusan yang terbaik yang sedang mereka hadapi."
Kemudian beliau membaca firman Allah Ta'ala:
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ.
"Dan urusan mereka diselesaikan dengan musyawarah diantara mereka."
(Asy-Syura: 38)
📚 Al-Adab al-Mufrad, no. 258
Lalu yang aneh datang sang jongos bayaran (Khalid al-Mishri) yang menyebut musyawarah yang dilakukan oleh para ulama sebagai penyimpangan!!
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/jujurlahselamanya/806
MUSYAWARAH ADALAH WASIAT SALAF YANG BERDASARKAN AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH
Al-Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
"Demi Allah, tidaklah suatu kaum bermusyawarah kecuali mereka akan ditunjukkan kepada urusan yang terbaik yang sedang mereka hadapi."
Kemudian beliau membaca firman Allah Ta'ala:
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ.
"Dan urusan mereka diselesaikan dengan musyawarah diantara mereka."
(Asy-Syura: 38)
📚 Al-Adab al-Mufrad, no. 258
Lalu yang aneh datang sang jongos bayaran (Khalid al-Mishri) yang menyebut musyawarah yang dilakukan oleh para ulama sebagai penyimpangan!!
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
https://t.me/jujurlahselamanya/806
✒️📑 PEMBELAAN TERHADAP AL-ALLAMAH RABI' BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH
1⃣ Pembelaan Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri hafizhahullah
📄 Baca disini: https://t.me/jujurlahselamanya/780
2⃣ Pembelaan Asy-Syaikh Abu Ammar Ali al-Huzhaifi hafizhahullah
📄 Baca disini: https://t.me/jujurlahselamanya/784
3⃣ Pembelaan Asy-Syaikh Raid bin Abdul Jabbar al-Mahdawi hafizhahullah
📄 Baca disini: https://t.me/jujurlahselamanya/800
1⃣ Pembelaan Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri hafizhahullah
📄 Baca disini: https://t.me/jujurlahselamanya/780
2⃣ Pembelaan Asy-Syaikh Abu Ammar Ali al-Huzhaifi hafizhahullah
📄 Baca disini: https://t.me/jujurlahselamanya/784
3⃣ Pembelaan Asy-Syaikh Raid bin Abdul Jabbar al-Mahdawi hafizhahullah
📄 Baca disini: https://t.me/jujurlahselamanya/800
🔏🔥🕯 MEMPERINGATKAN MANUSIA DARI KESESATAN
💦 Tatkala kami memperingatkan kalian dari orang-orang yang menyelisihi syariat dan menyimpang darinya, itu adalah karena kami mencintai kalian.
☝💬 Dan telah di katakan kepada Yusuf bin Asbath, tatkala beliau memperingatkan dari penyimpangan seseorang,
"Tidakkah anda takut kalau perbuatan ini termasuk perbuatan ghibah (menggunjing orang lain)❗
💬 Maka beliau pun menimpali perkatan orang tersebut :
💥 Wahai orang dungu ❗ Saya masih lebih baik bagi mereka ini dari pada bapak-bapak dan ibu-ibu mereka. Saya melarang manusia melakukan apa yang mereka telah ada-adakan, sehingga mereka akan mendapatkan dosa dari para pengikutnya.
☔ Maka siapa saja yang memuji mereka, justru dialah yang akan membahayakan mereka.
✍ Sumber :
Tahdibul Kamal (182/6)
👈 ﻋﻨﺪﻣﺎ ﻧﺤﺬﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻔﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﻨﺤﺮﻓﻴﻦ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﺤﺒﻜﻢ. ⛔️
.
🔹ﻓﻘﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻴﻮﺳﻒ ﺑﻦ ﺃﺳﺒﺎﻁ ﻟﻤﺎ ﺗﻜﻠﻢ ﻓﻲ ﺭﺟﻞ :- ﺃﻣﺎ ﺗﺨﺎﻑ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻫﺬﻩ ﻏﻴﺒﺔ !!!
ﻓﻘﺎﻝ :( ﻟﻤﺎ ﻳﺎ ﺃﺣﻤﻖ !!! ﺃﻧﺎ ﺧﻴﺮ ﻟﻬﺆﻻﺀ ﻣﻦ ﺁﺑﺎﺋﻬﻢ ﻭﺃﻣﻬﺎﺗﻬﻢ , ﺃﻧﺎ ﺃﻧﻬﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻥ ﻳﻌﻤﻠﻮﺍ ﺑﻤﺎ ﺃﺣﺪﺛﻮﺍ ﻓﺘﺘﺒﻌﻬﻢ ﺃﻭﺯﺍﺭﻫﻢ , ﻭﻣﻦ ﺃﻃﺮﺍﻫﻢ ﻛﺎﻥ ﺃﺿﺮ ﻋﻠﻴﻬﻢ )
🔻【ﺗﻬـﺬﻳـﺐ ﺍﻟﻜﻤــﺎﻝ【182/6】🔻
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌐 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
💦 Tatkala kami memperingatkan kalian dari orang-orang yang menyelisihi syariat dan menyimpang darinya, itu adalah karena kami mencintai kalian.
☝💬 Dan telah di katakan kepada Yusuf bin Asbath, tatkala beliau memperingatkan dari penyimpangan seseorang,
"Tidakkah anda takut kalau perbuatan ini termasuk perbuatan ghibah (menggunjing orang lain)❗
💬 Maka beliau pun menimpali perkatan orang tersebut :
💥 Wahai orang dungu ❗ Saya masih lebih baik bagi mereka ini dari pada bapak-bapak dan ibu-ibu mereka. Saya melarang manusia melakukan apa yang mereka telah ada-adakan, sehingga mereka akan mendapatkan dosa dari para pengikutnya.
☔ Maka siapa saja yang memuji mereka, justru dialah yang akan membahayakan mereka.
✍ Sumber :
Tahdibul Kamal (182/6)
👈 ﻋﻨﺪﻣﺎ ﻧﺤﺬﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻔﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﻨﺤﺮﻓﻴﻦ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﺤﺒﻜﻢ. ⛔️
.
🔹ﻓﻘﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻴﻮﺳﻒ ﺑﻦ ﺃﺳﺒﺎﻁ ﻟﻤﺎ ﺗﻜﻠﻢ ﻓﻲ ﺭﺟﻞ :- ﺃﻣﺎ ﺗﺨﺎﻑ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻫﺬﻩ ﻏﻴﺒﺔ !!!
ﻓﻘﺎﻝ :( ﻟﻤﺎ ﻳﺎ ﺃﺣﻤﻖ !!! ﺃﻧﺎ ﺧﻴﺮ ﻟﻬﺆﻻﺀ ﻣﻦ ﺁﺑﺎﺋﻬﻢ ﻭﺃﻣﻬﺎﺗﻬﻢ , ﺃﻧﺎ ﺃﻧﻬﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻥ ﻳﻌﻤﻠﻮﺍ ﺑﻤﺎ ﺃﺣﺪﺛﻮﺍ ﻓﺘﺘﺒﻌﻬﻢ ﺃﻭﺯﺍﺭﻫﻢ , ﻭﻣﻦ ﺃﻃﺮﺍﻫﻢ ﻛﺎﻥ ﺃﺿﺮ ﻋﻠﻴﻬﻢ )
🔻【ﺗﻬـﺬﻳـﺐ ﺍﻟﻜﻤــﺎﻝ【182/6】🔻
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌐 https://t.me/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2