💥💤HAKEKAT HASAD YANG MENJANGKITI KEBANYAKAN MANUSIA
Wahai saudaraku betapa seorang itu tidak menyadari, kalau terkadang dirinya jatuh pada perbuatan hasad, dikarenakan ketidaktahuannya tentang hakekat hasad.
Sementara hasad adalah sifat yang tercela, sifat yang rendah, yang kejelekannya akan kembali kepada pelakunya.
Maka mari simaklah penjelasan berikut, semoga bisa sebagai ilmu yang bermanfaat yang bisa kita amalkan.
Dan kita memohon kepada Allah ta'ala untuk menjauhkan kita dari sifat yang jelek ini.
▫️Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu:
↪️Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
«لا تحاسدوا» أي لا يحسد بعضکم بعضا.
وما هو الحسد؟
قال بعض أهل العلم : الحسد: تمني زوال نعمة الله عز وجل عل الغير، سواء كانت النعمة مالا أو جاها أو علما أو غير ذلك.
وقال شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه الله - الحسد: كراهة ما أنعم الله به على الغير وإن لم يتمن الزوال.
ومن المعلوم أن من لازم الكراهة أن يتمنى الزوال، لكن كلام الشيخ - رحمه الله - أدق، فمجرد ما تكره أن الله أنعم على هذا الرجل بنعمة فأنت حاسد
Yakni janganlah sebagian kalian berlaku hasad kepada sebagian yang lain.
Apa itu hasad?
Berkata sebagian ulama: Hasad adalah berangan-angan hilangnya nikmat Allah 'azza wa jalla atas orang lain.
Baik nikmat tersebut berupa harta, kedudukan, ilmu atau yang selainnya.
Dan berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu:
Hasad adalah seorang membenci dari apa-apa yang Allah anugerahkan pada orang lain, sekalipun orang tersebut tidak berangan-angan hilangnya nikmat.
Termasuk perkara yang diketahui, bahwa seorang yang senantiasa benci maka iapun akan berangan-angan hilangnya nikmat.
Akan tetapi ucapan Syaikhul Islam lebih dalam lagi, yaitu semata-mata engkau membenci kepada seseorang tatkala Allah berikan nikmat kepadanya, maka engkau seorang yang HASAD."
📚Syarah Al Arba'in An Nawawiyyah (hal. 368), cet. Daar At Tsuroya.
📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Wahai saudaraku betapa seorang itu tidak menyadari, kalau terkadang dirinya jatuh pada perbuatan hasad, dikarenakan ketidaktahuannya tentang hakekat hasad.
Sementara hasad adalah sifat yang tercela, sifat yang rendah, yang kejelekannya akan kembali kepada pelakunya.
Maka mari simaklah penjelasan berikut, semoga bisa sebagai ilmu yang bermanfaat yang bisa kita amalkan.
Dan kita memohon kepada Allah ta'ala untuk menjauhkan kita dari sifat yang jelek ini.
▫️Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu:
↪️Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
«لا تحاسدوا» أي لا يحسد بعضکم بعضا.
وما هو الحسد؟
قال بعض أهل العلم : الحسد: تمني زوال نعمة الله عز وجل عل الغير، سواء كانت النعمة مالا أو جاها أو علما أو غير ذلك.
وقال شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه الله - الحسد: كراهة ما أنعم الله به على الغير وإن لم يتمن الزوال.
ومن المعلوم أن من لازم الكراهة أن يتمنى الزوال، لكن كلام الشيخ - رحمه الله - أدق، فمجرد ما تكره أن الله أنعم على هذا الرجل بنعمة فأنت حاسد
Yakni janganlah sebagian kalian berlaku hasad kepada sebagian yang lain.
Apa itu hasad?
Berkata sebagian ulama: Hasad adalah berangan-angan hilangnya nikmat Allah 'azza wa jalla atas orang lain.
Baik nikmat tersebut berupa harta, kedudukan, ilmu atau yang selainnya.
Dan berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu:
Hasad adalah seorang membenci dari apa-apa yang Allah anugerahkan pada orang lain, sekalipun orang tersebut tidak berangan-angan hilangnya nikmat.
Termasuk perkara yang diketahui, bahwa seorang yang senantiasa benci maka iapun akan berangan-angan hilangnya nikmat.
Akan tetapi ucapan Syaikhul Islam lebih dalam lagi, yaitu semata-mata engkau membenci kepada seseorang tatkala Allah berikan nikmat kepadanya, maka engkau seorang yang HASAD."
📚Syarah Al Arba'in An Nawawiyyah (hal. 368), cet. Daar At Tsuroya.
📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
"ANTARA SIFAT WANITA AHLUL JANNAH"
📝 Sumber:
@KajianIslamBatam
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📝 Sumber:
@KajianIslamBatam
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🪟🪴 SIAPA SAJA YANG MEMPUNYAI RAMBUT & JENGGOT HENDAKLAH IA MEMULIAKANNYA
📜 Rasulullah ﷺ bersabda,
مَن كان له شَعْرٌ فَلْيُكْرِمْه
“Barang siapa yang memiliki rambut (pada kepala/jenggotnya), maka hendaklah ia memuliakannya.”
(📑 Asy-Syaikh al-Albani berkata, “Shahih” dalam Shahihul Jami' no. 6493.)
••••
✍🏻 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
” قوله : فليكرمه : أي فليزينه و لينظفه بالغشل و التدهين و الترجل ولا يتركه متفرقا فإن النظافة و حسن المنظر محبوب “
“Sabda Nabi ﷺ
'maka hendaklah ia memuliakannya'
maksudnya hendaklah ia memperindah rambutnya dan membersihkannya dengan mandi, meminyakinya serta menyisirnya, dan jangan membiarkan rambutnya berantakan karena sesungguhnya membersihkan diri dan eloknya penampilan adalah sesuatu yang disukai.”
📑 Hasyiyah 'Aunil Ma'bud 9/1183
📝 Sumber:
@salafymajalengka
www.salafymajalengka.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
📜 Rasulullah ﷺ bersabda,
مَن كان له شَعْرٌ فَلْيُكْرِمْه
“Barang siapa yang memiliki rambut (pada kepala/jenggotnya), maka hendaklah ia memuliakannya.”
(📑 Asy-Syaikh al-Albani berkata, “Shahih” dalam Shahihul Jami' no. 6493.)
••••
✍🏻 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
” قوله : فليكرمه : أي فليزينه و لينظفه بالغشل و التدهين و الترجل ولا يتركه متفرقا فإن النظافة و حسن المنظر محبوب “
“Sabda Nabi ﷺ
'maka hendaklah ia memuliakannya'
maksudnya hendaklah ia memperindah rambutnya dan membersihkannya dengan mandi, meminyakinya serta menyisirnya, dan jangan membiarkan rambutnya berantakan karena sesungguhnya membersihkan diri dan eloknya penampilan adalah sesuatu yang disukai.”
📑 Hasyiyah 'Aunil Ma'bud 9/1183
📝 Sumber:
@salafymajalengka
www.salafymajalengka.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔰🌐🔆 PENTINGNYA UNTUK MENGETAHUI SUNNAH RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM
🎙Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah ta'ala mengatakan :
"Telah diketahui bahwasanya kejelekan dunia dan akhirat adalah kebodohan terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dan melenceng dari jalannya .
Dan ini adalah bukti yang pasti bahwasanya tidak ada keselamatan dan kebahagiaan bagi seorang hamba melainkan dengan bersungguh-sungguh dalam mengetahui apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dengan mengilmuinya dan mengamalkannya ".
📚 (Ar-Risalah At-Tabukiyah : 44)
🌴قـ✑ــال الإمــام إبـن القـيــم
رحمـہ اللـہ تعالـﮯ :
فعلم أن شرور الدنيا والآخرة إنما هو الجهل ، بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم والخروج عنه ، وهذا برهان قاطع على أنه لا نجاة للعبد ولا سعادة إلا بالاجتهاد في معرفة ما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم ، علماً والقيام به عملاً .
📚 【 الرسالة التبوكية 】٤٤
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah ta'ala mengatakan :
"Telah diketahui bahwasanya kejelekan dunia dan akhirat adalah kebodohan terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dan melenceng dari jalannya .
Dan ini adalah bukti yang pasti bahwasanya tidak ada keselamatan dan kebahagiaan bagi seorang hamba melainkan dengan bersungguh-sungguh dalam mengetahui apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dengan mengilmuinya dan mengamalkannya ".
📚 (Ar-Risalah At-Tabukiyah : 44)
🌴قـ✑ــال الإمــام إبـن القـيــم
رحمـہ اللـہ تعالـﮯ :
فعلم أن شرور الدنيا والآخرة إنما هو الجهل ، بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم والخروج عنه ، وهذا برهان قاطع على أنه لا نجاة للعبد ولا سعادة إلا بالاجتهاد في معرفة ما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم ، علماً والقيام به عملاً .
📚 【 الرسالة التبوكية 】٤٤
📝 Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
JANGAN LUPA SENYUM HARI INI
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
🔊MEREKA PASTI ADA, MAKA WASPADALAH!
💬 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
لا بدّ لكلِّ نعمةٍ مِن حاسد، ولكلِّ حقٍّ مِن جاحدٍ ومعاند.
“Pada setiap kenikmatan pastilah ada orang yang hasad, dan pada setiap kebenaran pastilah ada orang yang mengingkari dan menentang.”
📚 Miftahu Daris Sa’adah, jilid 1, hal. 216
📝 Sumber:
@qoulussalaf
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
💬 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
لا بدّ لكلِّ نعمةٍ مِن حاسد، ولكلِّ حقٍّ مِن جاحدٍ ومعاند.
“Pada setiap kenikmatan pastilah ada orang yang hasad, dan pada setiap kebenaran pastilah ada orang yang mengingkari dan menentang.”
📚 Miftahu Daris Sa’adah, jilid 1, hal. 216
📝 Sumber:
@qoulussalaf
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📝💡📚
NASIHAT BAGI ORANG YANG KESIBUKANNYA MENYEBARKAN ISU DAN MEMBICARAKAN URUSAN ORANG LAIN
🎙Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
الإنسان إذا ابتلي بنقل الشائعات صارت هي ديدنه وهمه، وصدته عن كثير من مصالحه، وليس له هم إلا تتبع أحوال الناس، وماذا قال فلان، وماذا قالت فلانة، وهكذا.
"Jika seseorang ditimpa sifat suka menyebarkan isu-isu maka itu akan menjadi kesibukannya dan perhatian terbesarnya, dan itu akan menghalanginya dari banyak maslahatnya, dan dia tidak memiliki perhatian kecuali terus mengikuti keadaan orang lain, apa yang dikatakan fulan, dan apa yang dikatakan oleh fulanah, dan seterusnya."
📚 Fatawa Alath Thariq, hlm. 711
📝 Sumber:
@fawaidsolo
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
NASIHAT BAGI ORANG YANG KESIBUKANNYA MENYEBARKAN ISU DAN MEMBICARAKAN URUSAN ORANG LAIN
🎙Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
الإنسان إذا ابتلي بنقل الشائعات صارت هي ديدنه وهمه، وصدته عن كثير من مصالحه، وليس له هم إلا تتبع أحوال الناس، وماذا قال فلان، وماذا قالت فلانة، وهكذا.
"Jika seseorang ditimpa sifat suka menyebarkan isu-isu maka itu akan menjadi kesibukannya dan perhatian terbesarnya, dan itu akan menghalanginya dari banyak maslahatnya, dan dia tidak memiliki perhatian kecuali terus mengikuti keadaan orang lain, apa yang dikatakan fulan, dan apa yang dikatakan oleh fulanah, dan seterusnya."
📚 Fatawa Alath Thariq, hlm. 711
📝 Sumber:
@fawaidsolo
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
⚠️❌🌷FENOMENA DAYYUTS
▫️Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu:
من لا يغار (أي على أهله) فهو ديوث
Barangsiapa yang tidak memiliki rasa cemburu (terhadap keluarga), maka ia adalah dayyuts.
📚Al-Istiqomah (2/7).
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه, والمرأة المترجلة, والديوث…”
“Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan rahmat) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts…”
📚HR. An-Nasai, no. 2562, Ahmad, 2/134 dan dihasankan oleh syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaaditsish Shahihah, no. 284.
Makna (ad-dayyuts) adalah seorang suami atau bapak yang membiarkan terjadinya perbuatan buruk dalam keluarganya
📕 Lihat Fathul Baari, 10/406.
Seorang suami yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya.
📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
▫️Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu:
من لا يغار (أي على أهله) فهو ديوث
Barangsiapa yang tidak memiliki rasa cemburu (terhadap keluarga), maka ia adalah dayyuts.
📚Al-Istiqomah (2/7).
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه, والمرأة المترجلة, والديوث…”
“Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan rahmat) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts…”
📚HR. An-Nasai, no. 2562, Ahmad, 2/134 dan dihasankan oleh syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaaditsish Shahihah, no. 284.
Makna (ad-dayyuts) adalah seorang suami atau bapak yang membiarkan terjadinya perbuatan buruk dalam keluarganya
📕 Lihat Fathul Baari, 10/406.
Seorang suami yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya.
📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📝💡📚 APAKAH SEMUA MUSIBAH AKIBAT DOSA?
Pertanyaan:
Benarkah bahwa semua musibah yang menimpa seseorang menjadi penggugur dosa-dosanya?
Jawaban:
"Tidak benar. Bukankah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditimpa musibah, disakiti di jalan Allah, sakit dan lapar?!
Jadi musibah yang tidak menggugurkan dosa menjadi sebab ditinggikannya derajat."
📚 Fatawa Sualun Alal Hatif, no. 177 hlm. 122
📝 Sumber:
@fawaidsolo
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Pertanyaan:
Benarkah bahwa semua musibah yang menimpa seseorang menjadi penggugur dosa-dosanya?
Jawaban:
"Tidak benar. Bukankah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditimpa musibah, disakiti di jalan Allah, sakit dan lapar?!
Jadi musibah yang tidak menggugurkan dosa menjadi sebab ditinggikannya derajat."
📚 Fatawa Sualun Alal Hatif, no. 177 hlm. 122
📝 Sumber:
@fawaidsolo
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
JUMAT, 03 DZUL QA'DAH 1443H
03 JUNI 2022 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
03 JUNI 2022 M
🔄 Gabung • Simpan • Bagikan
➡️ https://t.me/galeri_pip
➡️ https://t.me/salafypalembang
🔊MANAKAH YANG LEBIH UTAMA BERSEGERA KE MASJID ATAU SHALAT SUNNAH RAWATIB QABLIYAH DI RUMAH SETELAH ADZAN❓
🎙Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahumahullah berkata:
"(Shalat seseorang yang paling utama adalah di rumahnya kecuali shalat wajib), shalat dhuha, tahajjud, dan rawatib; seluruhnya yang paling utama di rumah.
Pertanyaan: Sunnah rawatib qabliyah lebih utama shalat di masjid atau di rumah?
Syaikh: Seluruhnya umum, haditsnya umum. Jika dia telah shalat sunnah rawatib di rumah kemudian datang ke masjid, maka dia bisa shalat tahiyyatul masjid. Namun jika dia hendak segera pergi ke masjid, maka niatnya bersegera ini merupakan alasan dirinya mengerjakan shalat rawatib di masjid agar bisa mendapatkan shaff pertama atau agar dekat dengan imam. Perkara dalam hal ini longgar.
Ini semua niatan yang baik, agar dekat dengan imam atau mendapat shaff awal. Sebab sebagian masjid sudah penuh di awal waktu shalat karena banyaknya yang datang. Apabila dia datang ketika adzan atau sebelum adzan agar mendapat shaff pertama, barangkali dari sisi ini lebih utama dikarenakan bersegera untuk mendapat shaff pertama. Adapun rawatib ba'diyah yang utama di.rumah.
📔Fatawa Ad Durus
أفضل صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة، صلاة الضحى والتهجد والرواتب كلها في البيت أفضل، وإذا صلاها في المسجد فلا بأس.
س: الرواتب القبلية هل الأولى أن يصليها في المسجد أم في البيت؟
الشيخ: كله عام، الحديث عام، إذا صلاها في البيت ثم جاء يصلي تحية المسجد، وإذا أراد التبكير قصده التبكير هذا له وجه يصليها في المسجد؛ لأجل إدراك الصف الأول أو في قرب الإمام، الأمر فيه سعة، فإن هذا مقصد صالح في قرب الإمام أو في الصف الأول؛ لأن بعض المساجد قد تمتلئ في وقت مبكر لكثرة روادها، فإذا تقدم مع الأذان أو قبل الأذان ليدرك الصف الأول فلعله أفضل من هذه الحيثية؛ لأجل المسابقة للصف الأول، أما البعدية فالأفضل في البيت
📝 Sumber:
@ukhwh
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
🎙Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahumahullah berkata:
"(Shalat seseorang yang paling utama adalah di rumahnya kecuali shalat wajib), shalat dhuha, tahajjud, dan rawatib; seluruhnya yang paling utama di rumah.
Pertanyaan: Sunnah rawatib qabliyah lebih utama shalat di masjid atau di rumah?
Syaikh: Seluruhnya umum, haditsnya umum. Jika dia telah shalat sunnah rawatib di rumah kemudian datang ke masjid, maka dia bisa shalat tahiyyatul masjid. Namun jika dia hendak segera pergi ke masjid, maka niatnya bersegera ini merupakan alasan dirinya mengerjakan shalat rawatib di masjid agar bisa mendapatkan shaff pertama atau agar dekat dengan imam. Perkara dalam hal ini longgar.
Ini semua niatan yang baik, agar dekat dengan imam atau mendapat shaff awal. Sebab sebagian masjid sudah penuh di awal waktu shalat karena banyaknya yang datang. Apabila dia datang ketika adzan atau sebelum adzan agar mendapat shaff pertama, barangkali dari sisi ini lebih utama dikarenakan bersegera untuk mendapat shaff pertama. Adapun rawatib ba'diyah yang utama di.rumah.
📔Fatawa Ad Durus
أفضل صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة، صلاة الضحى والتهجد والرواتب كلها في البيت أفضل، وإذا صلاها في المسجد فلا بأس.
س: الرواتب القبلية هل الأولى أن يصليها في المسجد أم في البيت؟
الشيخ: كله عام، الحديث عام، إذا صلاها في البيت ثم جاء يصلي تحية المسجد، وإذا أراد التبكير قصده التبكير هذا له وجه يصليها في المسجد؛ لأجل إدراك الصف الأول أو في قرب الإمام، الأمر فيه سعة، فإن هذا مقصد صالح في قرب الإمام أو في الصف الأول؛ لأن بعض المساجد قد تمتلئ في وقت مبكر لكثرة روادها، فإذا تقدم مع الأذان أو قبل الأذان ليدرك الصف الأول فلعله أفضل من هذه الحيثية؛ لأجل المسابقة للصف الأول، أما البعدية فالأفضل في البيت
📝 Sumber:
@ukhwh
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🤲 MEMPERBANYAK BACAAN SHALAWAT DI HARI JUMAT
✒️ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta'ala berkata:
"Diantara kekhususan hari jumat ialah sepantasnya agar memperbanyak bacaan shalawat atas nabi ﷺ, karena beliau adalah manusia yang paling besar haknya atasmu. Haknya lebih besar daripada hak ibumu dan bapakmu. Engkau wajib menebusnya dengan jiwa dan hartamu.
Oleh karena itu, hendaknya memperbanyak bacaan shalawat atas nabi ﷺ di hari jumat, karena beliau ﷺ telah memerintahkan hal yang demikian".
📚 Majmu' Fatawa: 24/16
قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله تعالى :
ومن خصائص يوم الجمعة ، إنه ينبغي فيه إكثار الصلاة على النبيﷺ لإنه أعظم الخلق حقًّا عليك أعظم حقًّا من أمك وأبيك ويجب أن تفديه بنفسك ومالك فأكثر من الصلاة عليه يوم الجمعة لأن النبي ﷺ أمر بذلك .
مجموع فتاوى ١٦/٢٤
📝 Sumber:
@tele_salaf_step
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
✒️ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta'ala berkata:
"Diantara kekhususan hari jumat ialah sepantasnya agar memperbanyak bacaan shalawat atas nabi ﷺ, karena beliau adalah manusia yang paling besar haknya atasmu. Haknya lebih besar daripada hak ibumu dan bapakmu. Engkau wajib menebusnya dengan jiwa dan hartamu.
Oleh karena itu, hendaknya memperbanyak bacaan shalawat atas nabi ﷺ di hari jumat, karena beliau ﷺ telah memerintahkan hal yang demikian".
📚 Majmu' Fatawa: 24/16
قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله تعالى :
ومن خصائص يوم الجمعة ، إنه ينبغي فيه إكثار الصلاة على النبيﷺ لإنه أعظم الخلق حقًّا عليك أعظم حقًّا من أمك وأبيك ويجب أن تفديه بنفسك ومالك فأكثر من الصلاة عليه يوم الجمعة لأن النبي ﷺ أمر بذلك .
مجموع فتاوى ١٦/٢٤
📝 Sumber:
@tele_salaf_step
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🛡💥DIANTARA SEBAB TERJAGANYA KELUARGA DAN RUMAHMU DARI GANGGUAN SYAITAN
▫️Berkata Al 'Allamah Ibnu Baaz rahimahullahu:
"Maka tatkala penghuni rumah banyak membaca Al qur'an, banyak mempelajari hadits, banyak berdzikir kepada Allah baik itu tasbih atau tahlil (Laa Ilaha Illallahu),
Maka jadilah rumah itu tersebut, rumah yang selamat dari gangguan syaithan dan jauh darinya.
Namun tatkala sebuah rumah, penuh dengan perkara yang melalaikan, dan diantara sebab-sebabnya berupa nyanyian-nyanyian, perkara-perkara (dari permainan) yang melalaikan, menukil pembicaraan tanpa penjelasan, maka jadilah rumah itu paling dekat dengan adanya syaithan yang mendorong terhadap perkara kebatilan."
📚Al Fawaid al Ilmiyyah min ad Durusil Baziyyah : 1/142.
ﺣﺼﻦ ﺃﻫﻠﻚ ﻭﺑﻴﺘﻚ
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :
ﻓﻜﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺃﻛﺜﺮ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻟﻠﻘﺮﺁﻥ، ﻭﺃﻛﺜﺮ ﻣﺬﺍﻛﺮﺓ
ﻟﻸﺣﺎﺩﻳﺚ، ﻭﺃﻛﺜﺮ ﺫﻛﺮﺍً ﻟﻠﻪ ﻭﺗﺴﺒﻴﺤﺎً ﻭﺗﻬﻠﻴﻼً، ﻛﺎﻥ ﺃﺳﻠﻢ
ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻭﺃﺑﻌﺪ ﻣﻨﻬﺎ .
ﻭﻛﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻣﻤﻠﻮﺀًﺍ ﺑﺎﻟﻐﻔﻠﺔ، ﻭﺃﺳﺒﺎﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻷﻏﺎﻧﻲ
ﻭﺍﻟﻤﻼﻫﻲ ﻭﺍﻟﻘﻴﻞ ﻭﺍﻟﻘﺎﻝ، ﻛﺎﻥ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﻭﺟﻮﺩ
ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﺍﻟﻤﺸﺠﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ.
- ﺍﻟﻔﻮﺍﺋﺪ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ
ﻣﻦ ﺍﻟﺪﺭﻭﺱ ﺍﻟﺒﺎﺯﻳﺔ [ ١ / ١٤٢]
📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
▫️Berkata Al 'Allamah Ibnu Baaz rahimahullahu:
"Maka tatkala penghuni rumah banyak membaca Al qur'an, banyak mempelajari hadits, banyak berdzikir kepada Allah baik itu tasbih atau tahlil (Laa Ilaha Illallahu),
Maka jadilah rumah itu tersebut, rumah yang selamat dari gangguan syaithan dan jauh darinya.
Namun tatkala sebuah rumah, penuh dengan perkara yang melalaikan, dan diantara sebab-sebabnya berupa nyanyian-nyanyian, perkara-perkara (dari permainan) yang melalaikan, menukil pembicaraan tanpa penjelasan, maka jadilah rumah itu paling dekat dengan adanya syaithan yang mendorong terhadap perkara kebatilan."
📚Al Fawaid al Ilmiyyah min ad Durusil Baziyyah : 1/142.
ﺣﺼﻦ ﺃﻫﻠﻚ ﻭﺑﻴﺘﻚ
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﺑﻦ ﺑﺎﺯ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :
ﻓﻜﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺃﻛﺜﺮ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻟﻠﻘﺮﺁﻥ، ﻭﺃﻛﺜﺮ ﻣﺬﺍﻛﺮﺓ
ﻟﻸﺣﺎﺩﻳﺚ، ﻭﺃﻛﺜﺮ ﺫﻛﺮﺍً ﻟﻠﻪ ﻭﺗﺴﺒﻴﺤﺎً ﻭﺗﻬﻠﻴﻼً، ﻛﺎﻥ ﺃﺳﻠﻢ
ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻭﺃﺑﻌﺪ ﻣﻨﻬﺎ .
ﻭﻛﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻣﻤﻠﻮﺀًﺍ ﺑﺎﻟﻐﻔﻠﺔ، ﻭﺃﺳﺒﺎﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻷﻏﺎﻧﻲ
ﻭﺍﻟﻤﻼﻫﻲ ﻭﺍﻟﻘﻴﻞ ﻭﺍﻟﻘﺎﻝ، ﻛﺎﻥ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﻭﺟﻮﺩ
ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﺍﻟﻤﺸﺠﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ.
- ﺍﻟﻔﻮﺍﺋﺪ ﺍﻟﻌﻠﻤﻴﺔ
ﻣﻦ ﺍﻟﺪﺭﻭﺱ ﺍﻟﺒﺎﺯﻳﺔ [ ١ / ١٤٢]
📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
⌛📉 JIKA TIDAK SEMPAT MENYELESAIKAN PUASA ENAM-NYA DI BULAN SYAWAL KARENA ADA PENGHALANG
Ada beberapa hal yang harus kita ketahui di pembahasan ini;
• Pertama, mengqadha ibadah sunnah yang terlewatkan karena udzur ialah kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi umatnya.
Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
وكان إذا فاته من نوافله قضاه كما كان يقضي ما فاته من سنن الصلاة وما فاته من قيام الليل بالنهار فكان إذا دخل شعبان وعليه بقية من صيام تطوع لم يصمه قضاه في شعبان حتى يستكمل نوافله قبل دخول رمضان
"Apabila Nabi Muhammad ﷺ terlewatkan dari amalan-amalan sunnahnya, maka beliau menqadhanya, beliau pernah;
- mengqadha shalat-shalat sunnah yang terlewatkan,
- dan mengqadha shalat malam dan dilakukan di siang hari.
Apabila memasuki bulan Sya'ban dalam kondisi masih memiliki puasa sunnah yang belum dikerjakan, maka Nabi Muhammad ﷺ menqadhanya di bulan Sya'ban, sehingga sempurnalah seluruh puasa sunnah beliau sebelum masuknya Ramadhan." (Latha-if al-Ma'arif, hlm. 134)
• Contoh lainnya ialah;
- Nabi Muhammad ﷺ pernah terlewatkan dari ibadah iʼtikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan, sehingga di sepuluh hari pertama bulan Syawal beliau beri'tikaf sebagai qadha [H.R. Al-Bukhari (2033) dan Muslim (1173)].
- Apabila terlewatkan shalat malam (shalat malam beliau paling sering sebelas raka'at) karena sakit atau tertidur, maka beliau mengqadhanya di siang hari sejumlah dua belas raka'at [H.R. Muslim (746)].
• Maka dari sini, jika seseorang terlewatkan puasa enam karena suatu udzur atau halangan, disyariatkan baginya untuk mengqadhanya di bulan Dzulqaʼdah.
☑️ Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Siʼdi rahimahullah pernah ditanya,
إذا صام ستة أيام من شوال في ذي القعدة ، فهل يحصل له الأجر الخاص بها؟
“Apabila ada yang berpuasa 6 hari dibulan Syawal tapi pada bulan Dzulqaʼdah, apakah dia mendapatkan pahala khususnya [berpuasa setahun penuh]?”
Beliau menjawab,
أما إن كان له عذر من مرض أو حيض أو نفاس أو نحو ذلك من الأعذار التي بسببها أخر صيام قضائه أو أخر صيام الست ، فلا شك في إدراك الأجر الخاص ، وقد نصوا على ذلك. وأما إذا لم يكن له عذر أصلا ، بل أخر صيامها إلى ذي القعدة أو غيره فظاهر النص يدل على أنه لا يدرك الفضل الخاص ، وأنه سنة في وقت فات محله
“Apabila disebabkan udzur seperti sakit, haid, nifas, atau yang semisal sehingga puasa qadha atau puasa enamnya jadi terlambat, maka tidak diragukan bahwa dia mendapatkan keutamaan khusus tersebut [pahala berpuasa setahun]. Dan para ulama telah menegaskan hal ini.
Adapun jika tidak memiliki udzur dan dia menunda pelaksanaan puasa enam hingga bulan Dzulqaʼdah atau bulan lainnya; maka dari dalil yang ada, nampaknya ia tidak mendapatkan keutamaan khusus itu lagi, karena puasa enam adalah sunnah dan telah lewat waktunya.” (Al-Fatawa as-Siʼdiyyah, hlm. 230)
📝 Sumber:
“Catatan Fikih Puasa Sunnah”
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Ada beberapa hal yang harus kita ketahui di pembahasan ini;
• Pertama, mengqadha ibadah sunnah yang terlewatkan karena udzur ialah kebiasaan Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi umatnya.
Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
وكان إذا فاته من نوافله قضاه كما كان يقضي ما فاته من سنن الصلاة وما فاته من قيام الليل بالنهار فكان إذا دخل شعبان وعليه بقية من صيام تطوع لم يصمه قضاه في شعبان حتى يستكمل نوافله قبل دخول رمضان
"Apabila Nabi Muhammad ﷺ terlewatkan dari amalan-amalan sunnahnya, maka beliau menqadhanya, beliau pernah;
- mengqadha shalat-shalat sunnah yang terlewatkan,
- dan mengqadha shalat malam dan dilakukan di siang hari.
Apabila memasuki bulan Sya'ban dalam kondisi masih memiliki puasa sunnah yang belum dikerjakan, maka Nabi Muhammad ﷺ menqadhanya di bulan Sya'ban, sehingga sempurnalah seluruh puasa sunnah beliau sebelum masuknya Ramadhan." (Latha-if al-Ma'arif, hlm. 134)
• Contoh lainnya ialah;
- Nabi Muhammad ﷺ pernah terlewatkan dari ibadah iʼtikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan, sehingga di sepuluh hari pertama bulan Syawal beliau beri'tikaf sebagai qadha [H.R. Al-Bukhari (2033) dan Muslim (1173)].
- Apabila terlewatkan shalat malam (shalat malam beliau paling sering sebelas raka'at) karena sakit atau tertidur, maka beliau mengqadhanya di siang hari sejumlah dua belas raka'at [H.R. Muslim (746)].
• Maka dari sini, jika seseorang terlewatkan puasa enam karena suatu udzur atau halangan, disyariatkan baginya untuk mengqadhanya di bulan Dzulqaʼdah.
☑️ Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Siʼdi rahimahullah pernah ditanya,
إذا صام ستة أيام من شوال في ذي القعدة ، فهل يحصل له الأجر الخاص بها؟
“Apabila ada yang berpuasa 6 hari dibulan Syawal tapi pada bulan Dzulqaʼdah, apakah dia mendapatkan pahala khususnya [berpuasa setahun penuh]?”
Beliau menjawab,
أما إن كان له عذر من مرض أو حيض أو نفاس أو نحو ذلك من الأعذار التي بسببها أخر صيام قضائه أو أخر صيام الست ، فلا شك في إدراك الأجر الخاص ، وقد نصوا على ذلك. وأما إذا لم يكن له عذر أصلا ، بل أخر صيامها إلى ذي القعدة أو غيره فظاهر النص يدل على أنه لا يدرك الفضل الخاص ، وأنه سنة في وقت فات محله
“Apabila disebabkan udzur seperti sakit, haid, nifas, atau yang semisal sehingga puasa qadha atau puasa enamnya jadi terlambat, maka tidak diragukan bahwa dia mendapatkan keutamaan khusus tersebut [pahala berpuasa setahun]. Dan para ulama telah menegaskan hal ini.
Adapun jika tidak memiliki udzur dan dia menunda pelaksanaan puasa enam hingga bulan Dzulqaʼdah atau bulan lainnya; maka dari dalil yang ada, nampaknya ia tidak mendapatkan keutamaan khusus itu lagi, karena puasa enam adalah sunnah dan telah lewat waktunya.” (Al-Fatawa as-Siʼdiyyah, hlm. 230)
📝 Sumber:
“Catatan Fikih Puasa Sunnah”
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🌎https://t.me/SalafyPalembang
🎧https://t.me/RadioIbanah
🔘https://t.me/galeri_pip
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com