Salafy Palembang 🇮🇩
5.91K subscribers
5.34K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
🕌 UPDATE HIMBAUAN TA'AWUN PEMBANGUNAN LANTAI DUA MASJID AR RISALAH PONPES IMAM SYAFI'I SUMBAWA, NTB

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Melalui kesempatan ini kami selaku Panitia Pembangunan Pondok Pesantren Imam Syafi'i Sumbawa - NTB mengajak saudara kami semuanya untuk berpartisipasi dalam rangka “Ta’awun ‘AlalBirri WatTaqwa” dengan menginfakan sebagian dari harta yang Allah berikan kepada kita untuk mewujudkan kelangsungan Pembangunan Lantai 2 Masjid Ar Risalah Ponpes Imam Syafi'i Sumbawa yang akan digunakan sebagai asrama dan ruang belajar santri.

Allah Ta'ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضاعِفُ لِمَنْ يَشاءُ وَاللَّهُ واسِعٌ عَلِيم

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261).

🗒Adapun perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk kelanjutan pembangunan tersebut sebesar Rp. 480.000.000- (Empat ratus delapan puluh juta rupiah).

Panitia Pembangunan menerima bantuan berupa semen dan Dana Ta'awun

Material dapat diantar langsung ke alamat Pondok Pesantren setelah berkomunikasi melalui panitia.

Dana ta'awun bisa dikirim melalui transfer rekening:
☑️ BNI Cabang Sumbawa Besar
no.0303433907
An. M. Ikhsan

Mohon konfirmasi dana ta'awun yang ditransfer melalui SMS/WA:

📲 +6282341173558
(Abu Jarir)

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala menerima infak yang kita keluarkan sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan memberikan balasan dengan balasan yang lebih baik.

Jazaakumullah Khoiron wa Baarokallohufiikum.

Telah diketahui dan disetujui penyebarannya oleh :
▪️Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok حفظه الله
▪️ Al Ustadz Abul Hasan Imron حفظه الله


Keadaan Kas Sementara
Tanggal 12 Jumadil Awal 1442 H / 27 Desember 2020


Estimasi biaya
Rp. 480.000.000
(Empat ratus delapan puluh juta rupiah)

Total Dana yang masuk
Rp. 102.174.000
(Seratus dua juta seratus tujuh puluh empat ribu rupiah)

Kekurangan dana
Rp. 377.826.000
(Tiga ratus tujuh puluh tujuh juta delapan ratus dua puluh enam ribu rupiah)

Tanbih :
Dimohon himbauan ini tidak disebarkan di facebook.

Dipublikasi oleh
🌐 Channel Telegram
https://t.me/radioislamNTB
JADWAL SIARAN
Kajian ilmiah Radio
Linggamas FM 105.3 MHz
Hari Senin,
13Jumadal Ula 1442/
28 Desember 2020
🖋📱💻 LOMBA POSTER SALAFY NGAPAK PERIODE KE-2

TUJUAN LOMBA:
Mencetak desainer Salafy yang memiliki kemampuan desain yang handal dan mumpuni, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah melalui media visual grafis.

HADIAH LOMBA:
1. Rp 1.000.000,-
2. Rp 750.000,-
3. Rp 500.000,-

PERSYARATAN PESERTA LOMBA:
1. Ikhwah Salafy.
2. Mempunyai kemampuan dalam membuat poster fawaid.
3. Telah berkecimpung dalam membuat poster dakwah maksimal 1 (satu) tahun.
4. Pemenang lomba poster Salafy Ngapak Periode Pertama dilarang mengikuti lomba.
5. Bukan termasuk anggota
dalam kepanitiaan lomba ini.

PERATURAN LOMBA POSTER SALAFY NGAPAK:

1. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (Satu) poster. Dan dilarang menyematkan logo dan footnote dari salah satu akun poster dakwah.

2. Poster yang diikutsertakan dalam lomba ini belum pernah ditayangkan di sosial media manapun.

3. Ukuran poster dalam bentuk square (1:1)

4. Wajib mencantumkan nama font, sumber pengambilan font, dan sumber pengambilan background yang berjenis free commercial use dengan mencantumkannya di link Google Form yang telah ditetapkan (https://bit.ly/LOMBAPOSTERSALAFYNGAPAK2). Apabila tidak menggunakan font dan background berjenis free commercial use maka peserta dinyatakan gugur.

5. Materi dan judul poster ditentukan oleh panitia dan tidak boleh dirubah.

6. Materi dan judul posternya adalah:

BUAH KESABARAN TATKALA DITIMPA MUSIBAH
(Sumber: https://t.me/ForumSalafyPurbalingga/7895)

7. Desain poster dilarang menyelisihi syariat baik dalam bentuk maupun dalam proses pembuatannya (menggunakan aplikasi bajakan).

8. Seluruh poster yang disetorkan kepada panitia lomba merupakan hak milik dari akun Salafy Ngapak.

9. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

10. Poster yang dinyatakan menang insyaa allah akan dishare di akun Salafy Ngapak.

KRITERIA PENILAIAN POSTER:
1. Layout.
2. Alur baca.
3. Keseimbangan.
5. Keserasian warna.
6. Ukuran font.
7. Jenis font.
8. Background.

PENGIRIMAN POSTER MELALUI LINK GOOGLE FORM: https://bit.ly/LOMBAPOSTERSALAFYNGAPAK2

WAKTU PENYETORAN POSTER:
Sampai dengan tanggal: 7 Jumadil 'Ula-1 Jumadil Akhir 1442 (1-14 Januari 2021)


PENGUMUMAN PEMENANG:
Insyaa allah akan diumumkan pada tanggal: *19 Jumadil Akhir 1442 H (1 Februari 2021)*.

Narahubung:
Abu Ramiza: +62895379023005

Tertanda:
PANITIA LOMBA POSTER SALAFY NGAPAK

Mengetahui Asatidzah Pembimbing Salafy Ngapak:
1. Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc, hafidzahullah.
2. Al-Ustadz Muhammad Taufiq, hafidzahullah.
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
✋🏻💥📝🌷 SEBUAH RENUNGAN, PERAYAAN TAHUN BARU

✍🏻 Ditulis Oleh:
Al Ustadz Qomar ZA, Lc

Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?

Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, beberapa umat melakukan. Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari.

Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.

Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: 'Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر

“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.
[Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]

Para pensyarah hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih].
Di samping majusi, ternya orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.

Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini.
[Bida’ Hauliiyyah]

Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyembah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.

Jadi siapa yang anda ikuti dalam perayaan tahun baru ini?

🌏 Kunjungi Selengkapnya
http://forumsalafy.net/sebuah-renungan-perayaan-tahun-baru/

📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📁🏷TIGA WASIAT AGUNG

▫️Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ : صَوْمِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara, agar jangan aku tinggalkan hingga mati;

Puasa tiga hari setiap bulan (puasa ayamul bidh, tanggal 13,14,15),

shalat Dhuha,

dan tidur dalam keadaan sudah melakukan shalat Witir."

📚HR. Bukhari (no. 1178), dan Muslim (no. 721).

📝 Sumber:
@ForumSalafyPurbalingga

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💎🌅 KEUTAMAAN EMPAT RAKAAT SHOLAT DHUHA

Jumlah rakaat sholat dhuha paling sedikit adalah dua rakaat. Boleh dikerjakan empat rakaat, enam rakaat atau delapan rakaat. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah shalat dhuha delapan rakaat sebagaimana dalam hadits Ummu Hani.

Adapun shalat dhuha empat rakaat dan keutamaannya, terdapat dalam riwayat Imam Ath-Thabarani, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:

من صلى الضحى أربعا وقبل الأولى أربعا بني له بيت في الجنة . وفي رواية : بنى الله له بيتا في الجنة .

"Barangsiapa shalat empat rakaat Dhuha, dan sebelum shalat yang pertama juga empat rakaat maka akan dibangunkan untuknya rumah di Jannah."

📌 (Dalam sebagian riwayat : Maka Alloh akan membangunkan untuknya sebuah rumah di Jannah)

📚 Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam Mu’jam Al Ausath dari shahabat Abu Musa Al-‘Asy’ari dan dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah (5/461 no. 2349)

📝 Sumber:
@ukhuwah_anak_kuliah

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌿🍀🌱 CINTAI DIA KARENA ALLAH SEMATA!

🔅Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata,

أن المتحابين في الله لا يقطع محبتهم في الله شيء من أمور الدنيا وإنما هم متحابون في الله لا يفرقهم إلا الموت حتى لو أن بعضهم أخطأ على بعض أو قصر في حق بعض فإن هذا لا يهمهم لأنه إنما أحبه لله عز وجل ولكنه يصحح خطأه ويبين تقصيره لأن هذا من تمام النصيحة فنسأل الله أن يجعلنا والمسلمين من المتحابين فيه والمتعاونين على البر والتقوى إنه جواد كريم

"Sesungguhnya para pecinta karena Allah tidaklah akan terputus kecintaan mereka hanya karena sesuatu dari urusan dunia. Hal itu karena memang dasar kecintaan mereka adalah karena Allah yang tidak akan mungkin terpisah kecuali dengan kematian.
Meskipun jika sebagian dari mereka berbuat salah terhadap saudaranya yang lain atau kurang menunaikan hak sebagian yang lain maka yang demikian tidaklah mereka perhitungkan karena kecintaannya kepada saudaranya memang karena Allah.
Namun tetap dia memperbaiki kesalahan saudaranya tersebut dan menjelaskan kekurangannya, karena yang demikian ini merupakan kesempurnaan nasehat. Semoga Allah menjadikan kita dan kaum muslimin saling mencintai karenaNya dan saling membantu diatas kebaikan dan ketakwaan. Sesungguhnya Dia Jawadun Karimun."

🍃🍂🍃🍂🍃🍂

📕 [Syarah Riyadhush Shalihin 376]
📡Sumber || @nasehatilmiah
________________________
🔅Ayo Bergabung dan Bagikan ||
🔰 https://t.me/salafypalembang

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
‌‌🚦🏜🛩 SELALU BERDZIKIR DI TEMPAT MANAPUN, AKAN MEMPERBANYAK SAKSI PEMBELA DI HARI KIAMAT.

🎙Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullah

Sesungguhnya dalam terus-menerus berdzikir, baik di jalan, di rumah, apakah ketika mukim ataukah ketika Safar, atau di manapun, akan memperbanyak saksi bagi seorang hamba nanti pada hari kiamat. Karena setiap tempat, rumah, gunung, dan bumi akan bersaksi untuk orang-orang yang berdzikir pada hari kiamat. Allah ta’ala berfirman :

إِذَا زُلۡزِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ زِلۡزَالَهَا.
وَأَخۡرَجَتِ ٱلۡأَرۡضُ أَثۡقَالَهَا
وَقَالَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا لَهَا
يَوۡمَئِذٖ تُحَدِّثُ أَخۡبَارَهَا
بِأَنَّ رَبَّكَ أَوۡحَىٰ لَهَا.

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya.
karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.

QS. Az-Zalzalah 1-5

Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam kitab Jami’-nya dari hadits Said Al-Maqbari dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu berkata Rasulullah membaca ayat ini :

يَوۡمَئِذٖ تُحَدِّثُ أَخۡبَارَهَا.

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya.”
(QS. Az-Zalzalah 4)

"Lalu Beliau bersabda :
Tahukah kalian apa kabar-kabar bumi? Mereka menjawab : Allah dan RasulNya lebih tahu.
Maka beliau bersabda :
Maka sesungguhnya kabar-kabarnya adalah bumi akan bersaksi atas setiap hamba laki-laki atau perempuan, terhadap apa yang telah dia amalkan di punggung bumi.Bumi akan berkata : Pada waktu demikian dan demikian, dia melakukan demikian demikian."

HR. Tirmidzi Berkata Imam Tirmidzi : ini hadits Hasan Shahih.

Maka seorang yang berdzikir mengingat Allah dalam setiap tempat dia telah memperbanyak saksi-saksinya.
Dan semoga mereka (para saksi) atau kebanyakan mereka diterima kesaksian-kesaksiannya, dan menunaikan persaksiannya, kemudian mereka (yang berdzikir) akan berbahagia dan senang dengan persaksian mereka semua.

📑 Al-Wabil Ash-Shayyib 197-198

📝 Sumber:
@ahlussunnahposo https://mahad-arridhwan.com/doa/2851

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌺 SEPATAH KATA UNTUK BUNDA TERCINTA

✍🏻 Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifa'i Hafizhahullah

Ibunda tercinta,

Hati Ananda terasa terombang-ambing oleh rasa bersalah yang tak bertepian. Gelombang dan arus perasaan berdosa membuat Ananda terpuruk dalam pusaran sesal disertai kisaran-kisaran angin kesedihan. Jiwa Ananda bagai remuk redam. Bagaimana tidak demikian perasaan Ananda Sementara di hadapan Ananda termaktub sebuah rangkaian sabda Nabi Muhammad ﷺ yang membuat Ananda bergetar kencang.

Rasulullah ﷺ bersabda di dalam sebuah hadits:

رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ. قِيْلَ: مَنْ يَارَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِأَحَدَ هُمَا أَوْكِلَيْهِمَافَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ

“Celakalah dia Celakalah diaCelakalah dia” Ada shahabat yang bertanya, “Siapakah yang Anda maksudkan, wahai Rasulullah” Beliau menjelaskan, “Seseorang yang masih berkesempatan untuk menemui kedua orang tuanya ketika telah lanjut usia, atau salah seorang dari mereka, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan dirinya masuk ke dalam surga.’’
[H.R. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu]

أستغفر الله العظيم

Semoga Ananda tidak termasuk dalam golongan manusia yang disebutkan dengan kejelekan oleh Rasulullah ﷺ di dalam hadits di atas. Ananda bertekad untuk masuk surga dengan menjadi anak yang berbakti selagi kesempatan masih tersisa. Nabi Muhammad ﷺ secara khusus menerangkan bakti anak kepada orang tuanya pada saat telah lanjut usia karena semakin bertambah lanjut usia orang tua, maka pada umumnya semakin berkurang pula perhatian seorang anak untuk mereka.

Ibunda sayang,

Jika Ananda mencoba untuk membayangkan betapa susah dan sulitnya hari-hari Ibunda pada saat mengandung dalam masa sembilan bulan lebih, terasa sekali jika Ananda belum bisa membalas perjuangan Ibunda walaupun hanya setitik. Apalagi jika Ananda membayangkan pengorbanan Ibunda tatkala mempertaruhkan nyawa agar Ananda terlahir di dunia fana ini. Sungguh luar biasa pengorbanan Ibunda.

Ananda tidak mampu membayangkan kesabaran dan ketabahan Ibunda selama dua tahun untuk menggendong dan menyusui Ananda. Setiap saat, setiap waktu, Ananda selalu merepotkan Ibunda dengan tangisan dan rengekan. Malam-malam Ibunda selalu terusik oleh tangisan Ananda yang memecah kesunyian malam. Belum lagi sepanjang siang yang membuat Ibunda tak mampu tenang beristirahat karena kenakalan Ananda. Ibunda memang sungguh-sungguh hebat

Maha Benar Allah dalam firman-Nya:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ #  وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
[Q.S. Luqman: 14-15]

Ibunda tercinta,

Maafkanlah Ananda yang terlambat untuk merasakan keindahan dan keluhuran ajaran-ajaran Islam. Selama ini Ananda menganggap Ibunda hanyalah seperti orang lain yang biasa-biasa saja di mata Ananda. Telah berapa banyak petuah-petuah Ibunda yang Ananda abaikan begitu saja. Bahkan, tidak jarang Ananda ditegur Allah karena tidak mengindahkan petuah-petuah Ibunda. Sekali lagi, maafkanlah Ananda.

📝 Sumber:
@Majalah_Qudwah

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
*🌺🌑 BOLEHKAH ANAK-ANAK YANG TELAH BALIGH TIDUR BERSAMA IBUNYA ATAU SAUDARA PEREMPUANNYA?

📪 Pertanyaan:
Apakah anak laki-laki yang telah baligh boleh tidur bersama ibunya atau saudara perempuannya?

🔓 Jawab:

Anak-anak laki-laki yang telah baligh atau telah mencapai usia sepuluh tahun, tidak boleh lagi tidur bersama ibu atau saudara perempuan mereka di kamar tidur atau di kasur mereka. Hal ini demi menjaga kemaluan dan menjauhkan dari kobaran fitnah serta menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintah umatnya untuk memisah tempat tidur anak-anak mereka apabila usia mereka telah genap sepuluh tahun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْر سِنِيْنَ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka bila enggan mengerjakannya pada usia sepuluh tahun. Dan pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya.” [1]

Dalam al-Qur’an, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar anak-anak yang belum baligh meminta izin ketika masuk rumah/kamar pada tiga waktu yang aurat biasanya tersingkap dan tampak. Allah subhanahu wa ta’ala menekankan hal tersebut dengan menamakan tiga waktu itu adalah aurat.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak yang kalian miliki dan anak-anak yang belum baligh di antara kalian, meminta izin kepada kalian (bila hendak masuk ke tempat kalian) tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian luar kalian di tengah hari dan setelah shalat Isya. Itulah tiga aurat bagi kalian.”
(an-Nur: 58)

Anak yang telah baligh diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk meminta izin setiap akan masuk rumah/kamar.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, hendaklah mereka meminta izin (di setiap waktu ketika hendak masuk ke tempat kalian) seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.” (an-Nur: 59)

Semua itu dimaksudkan untuk mecegah gangguan/godaan, menjaga kehormatan, dan menutup celah yang mengantarkan kepada kejelekan.
Adapun anak laki-laki yang berusia di bawah sepuluh tahun masih boleh tidur bersama ibu atau saudara perempuannya di tempat tidurnya, karena adanya kebutuhan untuk menjaganya dan mencegah bahaya darinya bersamaan dengan aman dari fitnah. Ketika aman dari fitnah, mereka boleh tidur sama-sama di satu tempat/kamar walaupun sudah mencapai usia baligh, hanya saja masing-masing tidur di kasurnya sendiri. Wa billahi at-taufiq.

📚 Fatwa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta.

📝 Sumber : http://asysyariah.com/tidur-bersama-ibu/
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙HUKUM WANITA MENGENAKAN PAKAIAN PENDEK ATAU TIPIS DI DEPAN MAHRA

Fatwa al-Imam Ibnu Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Bolehkah wanita mengenakan pakaian pendek atau tipis di hadapan mahramnya?

Jawaban:

Tidak semestinya ia melakukan yang demikian. Seharusnya seorang wanita menjauh dari sebab-sebab fitnah(cobaan terhadap agama seseorang), memakai pakaian yang menutup dan panjang, hingga ia tidak terjatuh dalam fitnah dan tidak menjatuhkan orang lain ke dalam fitnah.

Dikarenakan terkadang mahram pun saling memberikan fitnah dengan perkara ini. Terkadang terjadi berbagai kerusakan dikarenakan pakaian.

Jadi wanita tidak boleh bermudah-mudah di dalam hal ini. Sepantasnya ia menjaga rasa malunya di antara saudara-saudara laki-lakinya, paman-pamannya baik dari garis ayah maupun ibu, dan juga anak-anak laki-lakinya.

Hendaknya ia menjaga rasa malu dan memakai pakaian yang layak, menutup, dan tidak pendek, untuk menjauhi sebab-sebab fitnah.

Tidak mengapa bila mahramnya melihat bagian dari kepalanya, atau ia menyingkapkan wajah, kedua tangan dan kedua kakinya, namun disertai menutupi seluruh bagian tubuh lainnya, untuk menjauh dari bahaya dan fitnah, terutama di masa ini, masa yang keadaannya sedikit ilmu dan lemah keimanan pada manusia kecuali orang yang dikehendaki Allah- dan banyak di dalamnya berbagai sebab fitnah.

Semestinya seorang wanita beriman bersemangat menutup tubuhnya dan menjaga rasa malunya meski di hadapan mahramnya sekali pun, agar ia tidak terjatuh ke dalam fitnah dan agar ia tidak menjatuhkan mereka ke dalam fitnah.

Semoga Allah memberikan taufik dan keselamatan kepada semuanya.

Jazakumullah khairan.


*🌹حكم لبس المرأة ثوباً قصيراً أو خفيفاً أمام محارمها؟*
الإمامُ ابنُ باز رَحِمهُ الله

https://www.binbaz.org.sa/noor/9368 .
http://ibnbaz.org.sa/audio/noor/056208.mp3 .


*()* هل يجوز للمرأة أن تلبس ثوباً قصيراً أو خفيفاً أمام محارمها؟

*(🔵)* لا ينبغي لها ذلك،
ينبغي أن تكون بعيدة عن أسباب الفتنة،
تلبس ثوباً ساتراً طويلاً حتى لا تقع في فتنة، ولا توقع غيرها في فتنة،
لأن المحارم قد يفتن بعضهم بذلك،
قد يكون فيه مفاسد، فلا يجوز لها التساهل في هذا الأمر،
ينبغي لها أن تكون محتشمة، بين محارمها من إخوة وأعمام وأخوال وأبناء،
محتشمة تلبس الملابس الجيدة الحسنة الساترة غير القصيرة، ابتعاداً عن أسباب الفتنة، ولا مانع من أن يروا شيئاً من رأسها، تكشف وجهها ويديها وقدمها لا بأس، لكن مع التستر في بقية البدن، بعداً عن الخطر والفتنة، ولاسيما في هذا العصر الذي قل فيه العلم، وضعف فيه الإيمان، إلا من شاء الله، وكثرت فيه أسباب الفتنة .

فينبغي للمؤمنة أن تكون حريصة على التستر والحشمة، حتى مع محارمها، لئلا تقع في فتنة، أو توقعهم في فتنة،

رزق الله الجميع للتوفيق والسلامة.

جزاكم الله خيراً.

📝 Sumber:
@majalahqonitah

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📢 BERSIAPLAH MENGHADAPI KEMATIAN

✍🏻 Al-Imam al-Hasan al-Bashry rahimahullah berkata ketika menyaksikan sebuah jenazah:

رَحِم الله امرءاً عمل لمثل هذا اليوم؛ إنكم اليوم تقدرون على ما لا يقدر عليه إخوانكم هؤلاء من أهل القبور، فاغتنموا الصحة والفراغ قبل يوم الفزع والحساب»

"Semoga Allah merahmati orang yang beramal untuk menghadapi hari semacam ini. Sesungguhnya kalian pada hari ini mampu untuk melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh saudara-saudara kalian di alam kubur, maka manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesehatan dan waktu luang, sebelum datangnya hari penuh ketakutan dan hisab."

📚 Qashur Amal, karya Ibnu Abid Dunya, hlm. 141

📝 Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com