📘KISAH SYAIKH AL BAKRI DI NEGERI INDIA
⏩ Sebuah kisah nyata diceritakan oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdul Lathif alu Syaikh dalam Kitab Majmu’ Fatawa wa Rasail.
Kitab ini merupakan hasil karya yang dikumpulkan oleh Muhammad bin Abdurrahman bin Qasim. Beliau menyampaikan kisah ini dua kali, sebagaimana disebutkan dalam catatan kaki.
Kisah selengkapnya sebagai berikut, Sekarang saya (Syaikh Muhammad) akan menceritakan kisah Abdurrahman al-Bakri, seorang penduduk Nejed. Beliau dahulu adalah seorang penuntut ilmu di hadapan paman saya, Syaikh Abdullah (bin Abdul Lathif) dan ulama lainnya. Setelah itu, beliau memutuskan untuk membuka madrasah di wilayah Oman dari jerih payah beliau sendiri. Di sana, Abdurrahman al-Bakri mengajarkan tauhid kepada para muridnya. Apabila uangnya habis, al-Bakri bekerja sama dengan pemilik barang dagangan lalu ia menjualkannya ke India.
Syaikh al-Bakri berkisah, Dahulu aku tinggal di dekat masjid di India. Di masjid tersebut ada seorang pengajar, apabila ia selesai dari pelajaran yang diajarkan, ia melaknat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Setiap keluar dari masjid, ia datang menemuiku. Ia berkata, “Saya bisa berbahasa arab dengan baik namun saya ingin mendengarkannya dari orang Arab asli,” sambil ia meminum air dingin di dekatku. Kalimat-kalimatnya di saat ia menyampaikan pelajaran membuatku gelisah.
Syaikh al-Bakri melanjutkan kisahnya, aku lalu menyiapkan siasat untuknya dengan mengundangnya ke rumahku. Aku ambil kitab Tauhid, kulepaskan sampulnya lalu kuletakkan di rak rumah sebelum kedatangan pengajar tadi. Saat ia hadir di rumah, kukatakan kepadanya, “Aku minta izin mengambil semangka.” Lantas akupun pergi meninggalkannya. Tatkala aku kembali kepadanya, tiba tiba ia sedang membaca buku dan mengangguk-anggukkan kepalanya seraya berkata, “Siapa penulis kitab ini? Judul-judul bab yang ada pada kitab ini mirip dengan judul-judul bab dalam Shahih al-Bukhari. Metodologi penulisan kitab ini, demi Allah sama persis dengan Shahih al-Bukhari.” “Aku tidak tahu,” jawab Syaikh al-Bakri. “Tidakkah kita pergi ke Syaikh al-Ghazawi, kita tanyakan kepadanya siapa penulis kitab ini?” kata Syaikh al-Bakri lagi.
Syaikh al-Ghazawi adalah pemilik perpustakaan. Beliau memiliki kitab bantahan terhadap Jami-ul Bayan. Kami pun pergi ke sana dan menemui Syaikh al-Ghazawi. Syaikh al-Bakri berkata kepada Syaikh al-Ghazawi, “Saya memiliki kumpulan kertas yang penulisnya ditanyakan oleh syaikh pengajar? Namun saya tidak mengetahuinya.” Syaikh al-Ghazawi memahami maksud dan tujuan kami. Beliau lalu memanggil petugas, “Siapa yang bisa membawakan kitab Majmu’ah Tauhid?” Kemudian didatangkanlah kitab tersebut. Beliau membandingkan isi kumpulan kertas dengan kitab Majmu’ah Tauhid. Syaikh al-Ghazawi berkata, “Kumpulan kertas ini karya Muhammad bin Abdul Wahhab.” Seketika itu juga, si pengajar sekaligus alim India itu marah seraya meninggikan suaranya, “Si kafir.” Mendengar itu kami terdiam. Alim India itupun diam sejenak hingga kemarahannya mereda hingga ia mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Kemudian ia berkata, “Jika kitab ini adalah karyanya sungguh kami telah menzhaliminya.”
Akhirnya, setiap selesai pelajaran, ia mendoakan kebaikan bagi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Demikian pula para muridnya, mereka ikut mendoakan kebaikan untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Selanjutnya, murid-murid sang alim India itu tersebar di berbagai wilayah India. Apabila mereka selesai menyampaikan pelajaran, mereka semua mendoakan kebaikan untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. (Sumber Majmu’ Fatawa wa Rasail Jilid Pertama) —selesai penukilan— Renungkanlah! Seandainya Syaikh al-Bakri rahimahullah sejak awal menyertakan sampul Kitab Tauhid secara lengkap dengan nama penulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, sangat mungkin alim India itu akan enggan membacanya. Ia akan antipati terhadapnya dan tetap dalam pendiriannya memvonis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sebagai kafir dan melaknatnya sebagaimana yang ia lakukan setiap
⏩ Sebuah kisah nyata diceritakan oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdul Lathif alu Syaikh dalam Kitab Majmu’ Fatawa wa Rasail.
Kitab ini merupakan hasil karya yang dikumpulkan oleh Muhammad bin Abdurrahman bin Qasim. Beliau menyampaikan kisah ini dua kali, sebagaimana disebutkan dalam catatan kaki.
Kisah selengkapnya sebagai berikut, Sekarang saya (Syaikh Muhammad) akan menceritakan kisah Abdurrahman al-Bakri, seorang penduduk Nejed. Beliau dahulu adalah seorang penuntut ilmu di hadapan paman saya, Syaikh Abdullah (bin Abdul Lathif) dan ulama lainnya. Setelah itu, beliau memutuskan untuk membuka madrasah di wilayah Oman dari jerih payah beliau sendiri. Di sana, Abdurrahman al-Bakri mengajarkan tauhid kepada para muridnya. Apabila uangnya habis, al-Bakri bekerja sama dengan pemilik barang dagangan lalu ia menjualkannya ke India.
Syaikh al-Bakri berkisah, Dahulu aku tinggal di dekat masjid di India. Di masjid tersebut ada seorang pengajar, apabila ia selesai dari pelajaran yang diajarkan, ia melaknat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Setiap keluar dari masjid, ia datang menemuiku. Ia berkata, “Saya bisa berbahasa arab dengan baik namun saya ingin mendengarkannya dari orang Arab asli,” sambil ia meminum air dingin di dekatku. Kalimat-kalimatnya di saat ia menyampaikan pelajaran membuatku gelisah.
Syaikh al-Bakri melanjutkan kisahnya, aku lalu menyiapkan siasat untuknya dengan mengundangnya ke rumahku. Aku ambil kitab Tauhid, kulepaskan sampulnya lalu kuletakkan di rak rumah sebelum kedatangan pengajar tadi. Saat ia hadir di rumah, kukatakan kepadanya, “Aku minta izin mengambil semangka.” Lantas akupun pergi meninggalkannya. Tatkala aku kembali kepadanya, tiba tiba ia sedang membaca buku dan mengangguk-anggukkan kepalanya seraya berkata, “Siapa penulis kitab ini? Judul-judul bab yang ada pada kitab ini mirip dengan judul-judul bab dalam Shahih al-Bukhari. Metodologi penulisan kitab ini, demi Allah sama persis dengan Shahih al-Bukhari.” “Aku tidak tahu,” jawab Syaikh al-Bakri. “Tidakkah kita pergi ke Syaikh al-Ghazawi, kita tanyakan kepadanya siapa penulis kitab ini?” kata Syaikh al-Bakri lagi.
Syaikh al-Ghazawi adalah pemilik perpustakaan. Beliau memiliki kitab bantahan terhadap Jami-ul Bayan. Kami pun pergi ke sana dan menemui Syaikh al-Ghazawi. Syaikh al-Bakri berkata kepada Syaikh al-Ghazawi, “Saya memiliki kumpulan kertas yang penulisnya ditanyakan oleh syaikh pengajar? Namun saya tidak mengetahuinya.” Syaikh al-Ghazawi memahami maksud dan tujuan kami. Beliau lalu memanggil petugas, “Siapa yang bisa membawakan kitab Majmu’ah Tauhid?” Kemudian didatangkanlah kitab tersebut. Beliau membandingkan isi kumpulan kertas dengan kitab Majmu’ah Tauhid. Syaikh al-Ghazawi berkata, “Kumpulan kertas ini karya Muhammad bin Abdul Wahhab.” Seketika itu juga, si pengajar sekaligus alim India itu marah seraya meninggikan suaranya, “Si kafir.” Mendengar itu kami terdiam. Alim India itupun diam sejenak hingga kemarahannya mereda hingga ia mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Kemudian ia berkata, “Jika kitab ini adalah karyanya sungguh kami telah menzhaliminya.”
Akhirnya, setiap selesai pelajaran, ia mendoakan kebaikan bagi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Demikian pula para muridnya, mereka ikut mendoakan kebaikan untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Selanjutnya, murid-murid sang alim India itu tersebar di berbagai wilayah India. Apabila mereka selesai menyampaikan pelajaran, mereka semua mendoakan kebaikan untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. (Sumber Majmu’ Fatawa wa Rasail Jilid Pertama) —selesai penukilan— Renungkanlah! Seandainya Syaikh al-Bakri rahimahullah sejak awal menyertakan sampul Kitab Tauhid secara lengkap dengan nama penulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, sangat mungkin alim India itu akan enggan membacanya. Ia akan antipati terhadapnya dan tetap dalam pendiriannya memvonis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sebagai kafir dan melaknatnya sebagaimana yang ia lakukan setiap
selesai menyampaikan pelajaran. Benar, alim India itu melakukannya karena terbawa isu-isu negatif dan pembunuhan karakter yang ditebarkan musuh-musuh dakwah tauhid. Walhamdulillah, dengan hidayah dari Allah semata kemudian kecerdikan Syaikh al-Bakri, seorang yang semula membenci menjadi seorang yang dengan mudah mendoakan kebaikan untuk Syaikh Muhammad rahimahullah. Dari kisah di atas, dengan izin Allah kemudian dengan cara ini, dakwah tauhid dan sunnah akhirnya diterima, walhamdulillah.
Continue reading at https://mahad-assalafy.com/kisah-syaikh-al-bakri-di-negeri-india/ | Ma'had As-Salafy
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Continue reading at https://mahad-assalafy.com/kisah-syaikh-al-bakri-di-negeri-india/ | Ma'had As-Salafy
-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🚇JIKA SESEORANG MENCELA AHLUS SUNNAH & AHLUL HADITS
Al-‘Allamah Rabi' bin Hadi 'Umair hafidzahullah berkata:
“Jika engkau melihat seorang insan mencela Ahlus Sunnah dan Ahlul Hadits,
maka tidaklah dia mencela mereka melainkan dia itu
menyelisihi mereka dan merendahkan terhadap apa yang ada pada mereka, tidak ada keraguan dalam hal itu.”
[Al-Majmu', 2/311]
📝 Sumber:
@ukhuwahsalaf
www.alfawaaid.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Al-‘Allamah Rabi' bin Hadi 'Umair hafidzahullah berkata:
“Jika engkau melihat seorang insan mencela Ahlus Sunnah dan Ahlul Hadits,
maka tidaklah dia mencela mereka melainkan dia itu
menyelisihi mereka dan merendahkan terhadap apa yang ada pada mereka, tidak ada keraguan dalam hal itu.”
[Al-Majmu', 2/311]
📝 Sumber:
@ukhuwahsalaf
www.alfawaaid.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🧭🍂 KARENA HATI TIDAK BISA BOHONG...
Nikmat-nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala limpahkan kepada umat manusia tidaklah bisa dihitung jumlah dan jenisnya.
Salah satu nikmat paling agung yang Allah subhanahu wa ta’ala limpahkan adalah diciptakannya mereka di atas fitrah yang mulia,
sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,
فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ
"(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”
(Q.S. ar-Rum: 30)
Salah satu fitrah yang Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan bagi umat manusia adalah sikap mencintai kebenaran dan usaha untuk mencarinya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Hati adalah makhluk yang mencintai kebenaran, menginginkan, dan mencarinya.”
(Majmu’ Fatawa, 10/88)
📝 Sumber:
🔎 Isi artikel ini dinukil dari :
https://is.gd/5xcZix
@ukhuwah_anak_kuliah
http://simpellink.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Nikmat-nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala limpahkan kepada umat manusia tidaklah bisa dihitung jumlah dan jenisnya.
Salah satu nikmat paling agung yang Allah subhanahu wa ta’ala limpahkan adalah diciptakannya mereka di atas fitrah yang mulia,
sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,
فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ
"(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”
(Q.S. ar-Rum: 30)
Salah satu fitrah yang Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan bagi umat manusia adalah sikap mencintai kebenaran dan usaha untuk mencarinya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Hati adalah makhluk yang mencintai kebenaran, menginginkan, dan mencarinya.”
(Majmu’ Fatawa, 10/88)
📝 Sumber:
🔎 Isi artikel ini dinukil dari :
https://is.gd/5xcZix
@ukhuwah_anak_kuliah
http://simpellink.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚠️ AKIBAT BERAMAL DAN BERSIKAP TANPA ILMU‼️
▪️Umar bin Abdulaziz rahimahullahu (seorang tabi'in) berkata,
مَنْ عَمِلَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ وَمَنْ لَمْ يُعِدَّ كَلَامَهُ مِنْ عَمَلِهِ كَثُرَتْ خَطَايَاهُ وَمَنْ كَثُرَتْ خُصُومَاتُهُ لَمْ يَزَلْ يَتَنَقَّلُ مِنْ دِينٍ إِلَى دِينٍ
📚[ابن بطة في الإبانة (٥٧٠)]
"Barangsiapa yang beramal tanpa ilmu maka ia lebih banyak merusak daripada memperbaiki, siapa yang menganggap ucapannya bukan bagian dari amalannya banyak kesalahannya, barangsiapa suka bermusuhan ia akan selalu berpindah dari satu agama ke agama yang lain."
📚 [Al Ibanah 570]
______________________________
🌐 https://t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
▪️Umar bin Abdulaziz rahimahullahu (seorang tabi'in) berkata,
مَنْ عَمِلَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ وَمَنْ لَمْ يُعِدَّ كَلَامَهُ مِنْ عَمَلِهِ كَثُرَتْ خَطَايَاهُ وَمَنْ كَثُرَتْ خُصُومَاتُهُ لَمْ يَزَلْ يَتَنَقَّلُ مِنْ دِينٍ إِلَى دِينٍ
📚[ابن بطة في الإبانة (٥٧٠)]
"Barangsiapa yang beramal tanpa ilmu maka ia lebih banyak merusak daripada memperbaiki, siapa yang menganggap ucapannya bukan bagian dari amalannya banyak kesalahannya, barangsiapa suka bermusuhan ia akan selalu berpindah dari satu agama ke agama yang lain."
📚 [Al Ibanah 570]
______________________________
🌐 https://t.me/salafypalembang
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💺🎙🔥NASIHAT BAGI SIAPA SAJA YANG KALBUNYA TERBAKAR OLEH PENYAKIT HASAD
💫Fadhilatus Syaikh Al Utsaimin rahimahullah berkata,
Nasihat kami hendaknya mereka bertakwa kepada ALLAH dan mewaspadai hasad.
Karena sungguh hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.
Hasad hanya akan menyebabkan kesedihan dan kegundahan pelakunya.
Karena setiap kali nikmat ALLAH bertambah pada orang yang didengki semakin berkobar pula hasad dan penyesalan dalam kalbunya.
Sementara dia sendiri tidak mampu untuk menjadi seperti orang yang didengki.
Kemudian hasad merupakan suatu bentuk protes terhadap takdir ALLAH dan ketentuan-Nya.
Karena dia membenci kenikmatan yang ALLAH berikan kepada orang lain.
Hasad adalah tindak kejahatan terhadap orang yang didengki karena biasanya orang yang hasad berusaha untuk menutupi-nutupi nikmat orang yang didengki, mengghibahi dan menjatuhkan kehormatannya.
Bahkan hasad adalah akhlaknya orang-orang Yahudi sebagaimana ALLAH firmankan dalam ayat-Nya.
Maka hasad adalah akhlak yang tercela lagi hina.
Tidaklah hasad muncul melainkan karena lemahnya jiwa dan prasangka yang buruk kepada ALLAH azza wa jalla serta kedengkian kepada kaum muslimin.
Sumber :
Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb. kaset nomor 336
نصيحة لمن يحسد آخاه على ما آتاه الله من فضله
توجيهنا لهؤلاء أن يتقوا الله عز وجل، وأن يحذروا الحسد؛ فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب، والحسد لا يفيد الحاسد إلا هماً وغماً؛ لأنه كلما تجددت نعمة الله على المحسود اشتعلت نار الحسد في قلبه واستحسر، وعجز عن أن يحاول أن يكون مثل هذا المحسود، ثم إن الحسد اعتراض على قضاء الله وقدره؛ لأنه كره ما أنعم الله به على غيره، ثم إن الحسد عدوان على المحسودين؛ لأن الغالب أن الحاسد يسعى لكتم النعمة عن المحسود وإخفائها، وغيبة المحسود والنيل من عرضه، ثم إن الحسد من أخلاق اليهودكما قال تعالى. فالحسد لا يحصل إلا من ضعف نفس وسوء ظن بالله عز وجل وحقد على المسلمين.
المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [336]
Sumber: @KajianIslamTemanggung
-----------------------------------
🔰 *WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang*
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Menebarkan Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
✳️ Mendakwahkan Al Haq dengan artikel dan audio kajian ilmiyah serta poster fatawa dan bimbingan Ulama'.
💫Fadhilatus Syaikh Al Utsaimin rahimahullah berkata,
Nasihat kami hendaknya mereka bertakwa kepada ALLAH dan mewaspadai hasad.
Karena sungguh hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.
Hasad hanya akan menyebabkan kesedihan dan kegundahan pelakunya.
Karena setiap kali nikmat ALLAH bertambah pada orang yang didengki semakin berkobar pula hasad dan penyesalan dalam kalbunya.
Sementara dia sendiri tidak mampu untuk menjadi seperti orang yang didengki.
Kemudian hasad merupakan suatu bentuk protes terhadap takdir ALLAH dan ketentuan-Nya.
Karena dia membenci kenikmatan yang ALLAH berikan kepada orang lain.
Hasad adalah tindak kejahatan terhadap orang yang didengki karena biasanya orang yang hasad berusaha untuk menutupi-nutupi nikmat orang yang didengki, mengghibahi dan menjatuhkan kehormatannya.
Bahkan hasad adalah akhlaknya orang-orang Yahudi sebagaimana ALLAH firmankan dalam ayat-Nya.
Maka hasad adalah akhlak yang tercela lagi hina.
Tidaklah hasad muncul melainkan karena lemahnya jiwa dan prasangka yang buruk kepada ALLAH azza wa jalla serta kedengkian kepada kaum muslimin.
Sumber :
Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb. kaset nomor 336
نصيحة لمن يحسد آخاه على ما آتاه الله من فضله
توجيهنا لهؤلاء أن يتقوا الله عز وجل، وأن يحذروا الحسد؛ فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب، والحسد لا يفيد الحاسد إلا هماً وغماً؛ لأنه كلما تجددت نعمة الله على المحسود اشتعلت نار الحسد في قلبه واستحسر، وعجز عن أن يحاول أن يكون مثل هذا المحسود، ثم إن الحسد اعتراض على قضاء الله وقدره؛ لأنه كره ما أنعم الله به على غيره، ثم إن الحسد عدوان على المحسودين؛ لأن الغالب أن الحاسد يسعى لكتم النعمة عن المحسود وإخفائها، وغيبة المحسود والنيل من عرضه، ثم إن الحسد من أخلاق اليهودكما قال تعالى. فالحسد لا يحصل إلا من ضعف نفس وسوء ظن بالله عز وجل وحقد على المسلمين.
المصدر: سلسلة فتاوى نور على الدرب > الشريط رقم [336]
Sumber: @KajianIslamTemanggung
-----------------------------------
🔰 *WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang*
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Menebarkan Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
✳️ Mendakwahkan Al Haq dengan artikel dan audio kajian ilmiyah serta poster fatawa dan bimbingan Ulama'.
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💥🔎📖 BIMBINGAN SALAF DI MASA FITNAH
🔊 Syaikh Shalih Alu Syaikh hafidzahulla berkata,
"كان السلف في الفتن: يُكثرون الصمت، ويُقلّون الكلام، ولهذا كانت كلماتهم تُحفظ فتنقل."
"Dahulu para ulama salaf dalam berbagai fitnah, banyak diam dan mempersedikit bicara. Oleh sebab itu ucapan- ucapan mereka bisa dihafal lantas dinukilkan."
📚 An-Nubugh al-Ilmi 309.
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊 Syaikh Shalih Alu Syaikh hafidzahulla berkata,
"كان السلف في الفتن: يُكثرون الصمت، ويُقلّون الكلام، ولهذا كانت كلماتهم تُحفظ فتنقل."
"Dahulu para ulama salaf dalam berbagai fitnah, banyak diam dan mempersedikit bicara. Oleh sebab itu ucapan- ucapan mereka bisa dihafal lantas dinukilkan."
📚 An-Nubugh al-Ilmi 309.
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📢🔇💢 ST⛔P BANYAK BICARA FITNAH
Berkata Imam Ibnu Hibban rahimahullah
Wajib bagi orang yang berakal untuk lebih banyak diam dibandingkan banyak bicara.
Betapa banyak orang yang menyesal karena banyak bicara
dan sedikit orang yang menyesal karena diam.”
📝 (Raudhatul ‘Uqala, hal. 45).
•••┈••••○❁🌹❁○••••┈•••
قال الإمام ابن حبان رحمه الله:
الواجب على العاقل أن يلزم الصمت إلى أن يلزمه التكلم، فما أكثر من ندم إذا نطق، وأقل من يندم إذا سكت .
✍ (روضة العقلاء :رقم: ٤٥ )
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Berkata Imam Ibnu Hibban rahimahullah
Wajib bagi orang yang berakal untuk lebih banyak diam dibandingkan banyak bicara.
Betapa banyak orang yang menyesal karena banyak bicara
dan sedikit orang yang menyesal karena diam.”
📝 (Raudhatul ‘Uqala, hal. 45).
•••┈••••○❁🌹❁○••••┈•••
قال الإمام ابن حبان رحمه الله:
الواجب على العاقل أن يلزم الصمت إلى أن يلزمه التكلم، فما أكثر من ندم إذا نطق، وأقل من يندم إذا سكت .
✍ (روضة العقلاء :رقم: ٤٥ )
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📄☕ KEUTAMAAN BANYAK KETURUNAN
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
وقال سبحانه: {ولا تقتلوا أولادكم من إملاق نحن نرزقكم وإياهم} [الأنعام: ١٥١] .
فدل هذا على أن الرزق بيد الله سبحانه وتعالى وأن كل نفس يقدر لها الله الرزق، وبكثرة النسل تكثر الأرزاق، ويكثر الإنتاج ويكثر العاملون.
"Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
Jangan kalian bunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kami yang memberi rezeki kepada kalian dan mereka. (al-An'am: 151)
Hal ini menunjukkan bahwa rezeki itu di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan setiap jiwa, Allah yang menentukan rezekinya. Disebabkan banyaknya keturunan, menjadi banyak pula rezeki, produksi, dan yang membantu dalam bekerja."
📖 Majmū' al-Fatāwā, jilid 2, hlm. 575.
📝 Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,
وقال سبحانه: {ولا تقتلوا أولادكم من إملاق نحن نرزقكم وإياهم} [الأنعام: ١٥١] .
فدل هذا على أن الرزق بيد الله سبحانه وتعالى وأن كل نفس يقدر لها الله الرزق، وبكثرة النسل تكثر الأرزاق، ويكثر الإنتاج ويكثر العاملون.
"Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
Jangan kalian bunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kami yang memberi rezeki kepada kalian dan mereka. (al-An'am: 151)
Hal ini menunjukkan bahwa rezeki itu di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan setiap jiwa, Allah yang menentukan rezekinya. Disebabkan banyaknya keturunan, menjadi banyak pula rezeki, produksi, dan yang membantu dalam bekerja."
📖 Majmū' al-Fatāwā, jilid 2, hlm. 575.
📝 Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📱📻💻 AKIBAT MEMBUAT HOAX📢🚫
☝🏻 Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:
رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي قَالَا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Aku melihat tadi malam dua laki-laki yang datang dan berkata, 'Sesungguhnya yang engkau lihat tentang seseorang yang dirobek-robek ujung mulutnya adalah seorang tukang dusta yang berdusta satu kedustaan, dinukil terus hingga mencapai ufuk (penjuru dunia), maka demikianlah dia disisiksa hingga hari kiamat."
📚 Shahih Al Bukhari
Baca Ulasan Selengkapnya dalam Tashfiyah edisi 94 "Catatan Penting Saat Chatting"
Dalam artikel "Selektif Dalam Mencerna dan Menyebarkan Berita"
Sumber:
@majalahtashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☝🏻 Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:
رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي قَالَا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Aku melihat tadi malam dua laki-laki yang datang dan berkata, 'Sesungguhnya yang engkau lihat tentang seseorang yang dirobek-robek ujung mulutnya adalah seorang tukang dusta yang berdusta satu kedustaan, dinukil terus hingga mencapai ufuk (penjuru dunia), maka demikianlah dia disisiksa hingga hari kiamat."
📚 Shahih Al Bukhari
Baca Ulasan Selengkapnya dalam Tashfiyah edisi 94 "Catatan Penting Saat Chatting"
Dalam artikel "Selektif Dalam Mencerna dan Menyebarkan Berita"
Sumber:
@majalahtashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔖 PERKARA SUNNAH KETIKA SEORANG PRIA MENDATANGI ISTRINYA DI MALAM PENGANTIN
🎓 Fadhilatus syaikh Sholeh Al-'Utsaimin rahimahullah:
📝 PERTANYAAN:
◤ Apa batasan sunnah dalam perkara mendatangi istri di malam pengantin; karena hal itu telah menjadi problema bagi sebagian besar dari manusia bahwasanya dia membaca surat Al-Baqoroh dan shalat, dan ini merupakan kebiasaan yang telah menyebar sekarang pada kebanyakan manusia? ◢
✍ JAWABAN:
Apabila seseorang menemui istrinya untuk pertama kali maka:
▪️ hendaknya dia memegang ubun-ubun istrinya -yakni bagian depan kepalanya- dan berdoa:
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan apa yang telah Engkau tetapkan baginya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang telah Engkau tetapkan baginya,"
Akan tetapi apabila dikhawatirkan bahwa wanita tersebut berontak apabila dipegang ubun-ubunnya, dan ketika dibacakan doa ini; maka jika memungkinkan untuk memegangnya seakan-akan hendak menciumnya, dan mengucapkan doa ini antara dirinya dengan hatinya dengan tanpa memperdengarkan, dia ucapkan dengan lisannya dan mengucapkannya akan tetapi tanpa diperdengarkan; agar dia tidak berontak,
Namun jika wanita tersebut adalah seorang penuntut ilmu yang mengerti bahwa ini disyariatkan maka tidak mengapa melakukan itu dengan diperdengarkan kepadanya.
Adapun shalat 2 raka'at ketika memasuki kamar yang disana terdapat mempelai wanita
maka telah teriwayatkan (yang demikian) dari sebagian Salaf bahwasanya mereka melakukan hal itu, sehingga jika seseorang melakukan hal itu maka baik, dan jika tidak melakukannya juga tidak mengapa,
Adapun membaca surat Al-Baqoroh, atau surat lainnya, maka aku tidak mengetahui adanya dalil akan hal tersebut.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
📚 Silsilah Liqoat Al-Bab Al-Maftuh > Liqo Al-Bab Al-Maftuh [52]
🔊 Audio:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_052_06.mp3
——————————————————
السنة في دخول الرجل على أهله ليلة العرس
السؤال:
ما هو ضابط السنة في الدخول على الأهل ليلة الفرح؛ لأنه أشكل على كثير من الناس أنه يقرأ سورة البقرة ويصلي، وهذه عادة منتشرة الآن عند كثير من الناس؟
الجواب:
إذا دخل الرجل على زوجته أول ما يدخل فإنه يأخذ بناصيتها -يعني: مقدم رأسها- ويقول: «اللهم إني أسألك خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه» ،ولكن إذا كان يخشى أن المرأة تنزعج إذا أخذ بناصيتها، وقال هذا الدعاء؛ فإن بإمكانه أن يأخذ بناصيتها كأنما يريد أن يقبلها، ويقول هذا الذكر بينه وبين نفسه من غير أن تسمع، يقول بلسانه وينطق به لكن من غير أن تسمع؛ لئلا تنزعج، وإذا كانت المرأة طالبة علم تعرف أن هذا مشروع فلا حرج عليه أن يفعل ويسمعها إياه. وأما صلاة ركعتين عند دخوله الغرفة التي فيها الزوجة فقد ورد عن بعض السلف أنه كان يفعل ذلك، فإن فعله الإنسان فحسن، وإن لم يفعله فلا حرج عليه، وأما قراءة البقرة، أو غيرها من السور، فلا أعلم له أصلاً.
المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [52]
النكاح والطلاق > عشرة النساء والحقوق الزوجية
رابط المقطع الصوتي
📝 Sumber:
@salafysolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎓 Fadhilatus syaikh Sholeh Al-'Utsaimin rahimahullah:
📝 PERTANYAAN:
◤ Apa batasan sunnah dalam perkara mendatangi istri di malam pengantin; karena hal itu telah menjadi problema bagi sebagian besar dari manusia bahwasanya dia membaca surat Al-Baqoroh dan shalat, dan ini merupakan kebiasaan yang telah menyebar sekarang pada kebanyakan manusia? ◢
✍ JAWABAN:
Apabila seseorang menemui istrinya untuk pertama kali maka:
▪️ hendaknya dia memegang ubun-ubun istrinya -yakni bagian depan kepalanya- dan berdoa:
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan apa yang telah Engkau tetapkan baginya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang telah Engkau tetapkan baginya,"
Akan tetapi apabila dikhawatirkan bahwa wanita tersebut berontak apabila dipegang ubun-ubunnya, dan ketika dibacakan doa ini; maka jika memungkinkan untuk memegangnya seakan-akan hendak menciumnya, dan mengucapkan doa ini antara dirinya dengan hatinya dengan tanpa memperdengarkan, dia ucapkan dengan lisannya dan mengucapkannya akan tetapi tanpa diperdengarkan; agar dia tidak berontak,
Namun jika wanita tersebut adalah seorang penuntut ilmu yang mengerti bahwa ini disyariatkan maka tidak mengapa melakukan itu dengan diperdengarkan kepadanya.
Adapun shalat 2 raka'at ketika memasuki kamar yang disana terdapat mempelai wanita
maka telah teriwayatkan (yang demikian) dari sebagian Salaf bahwasanya mereka melakukan hal itu, sehingga jika seseorang melakukan hal itu maka baik, dan jika tidak melakukannya juga tidak mengapa,
Adapun membaca surat Al-Baqoroh, atau surat lainnya, maka aku tidak mengetahui adanya dalil akan hal tersebut.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
📚 Silsilah Liqoat Al-Bab Al-Maftuh > Liqo Al-Bab Al-Maftuh [52]
🔊 Audio:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_052_06.mp3
——————————————————
السنة في دخول الرجل على أهله ليلة العرس
السؤال:
ما هو ضابط السنة في الدخول على الأهل ليلة الفرح؛ لأنه أشكل على كثير من الناس أنه يقرأ سورة البقرة ويصلي، وهذه عادة منتشرة الآن عند كثير من الناس؟
الجواب:
إذا دخل الرجل على زوجته أول ما يدخل فإنه يأخذ بناصيتها -يعني: مقدم رأسها- ويقول: «اللهم إني أسألك خيرها وخير ما جبلتها عليه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه» ،ولكن إذا كان يخشى أن المرأة تنزعج إذا أخذ بناصيتها، وقال هذا الدعاء؛ فإن بإمكانه أن يأخذ بناصيتها كأنما يريد أن يقبلها، ويقول هذا الذكر بينه وبين نفسه من غير أن تسمع، يقول بلسانه وينطق به لكن من غير أن تسمع؛ لئلا تنزعج، وإذا كانت المرأة طالبة علم تعرف أن هذا مشروع فلا حرج عليه أن يفعل ويسمعها إياه. وأما صلاة ركعتين عند دخوله الغرفة التي فيها الزوجة فقد ورد عن بعض السلف أنه كان يفعل ذلك، فإن فعله الإنسان فحسن، وإن لم يفعله فلا حرج عليه، وأما قراءة البقرة، أو غيرها من السور، فلا أعلم له أصلاً.
المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [52]
النكاح والطلاق > عشرة النساء والحقوق الزوجية
رابط المقطع الصوتي
📝 Sumber:
@salafysolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💐🌻🌷 UKHTI....
TAHUKAH KAMU?
Bahwa seorang wanita dilarang berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
📝 Abdullah bin 'Abbas radhiallahu 'anhuma berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
«لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ»
"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan wanita, kecuali wanita tersebut ditemani mahramnya. Dan janganlah sekali-kali seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya." (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341)
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,
"Apabila seorang laki-laki berduaan dengan wanita tanpa ditemani orang ketiga (sebagai mahramnya), maka hal itu adalah haram dengan kesepakatan ulama.
Demikian pula jika keduanya bersama seseorang yang kehadirannya tidak membuat malu/sungkan, seperti anak kecil yang berumur dua atau tiga tahun, dan yang semisalnya. Karena keberadaan anak kecil itu sama saja seperti tidak ada.
Demikian pula berkumpulnya beberapa pria dengan seorang wanita yang bukan mahram, hal itu juga diharamkan."
📕Al-Minhaj 9/109, Syabakah Baynoona
📝 Sumber:
@warisansalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
TAHUKAH KAMU?
Bahwa seorang wanita dilarang berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
📝 Abdullah bin 'Abbas radhiallahu 'anhuma berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
«لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ»
"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan wanita, kecuali wanita tersebut ditemani mahramnya. Dan janganlah sekali-kali seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya." (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341)
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,
"Apabila seorang laki-laki berduaan dengan wanita tanpa ditemani orang ketiga (sebagai mahramnya), maka hal itu adalah haram dengan kesepakatan ulama.
Demikian pula jika keduanya bersama seseorang yang kehadirannya tidak membuat malu/sungkan, seperti anak kecil yang berumur dua atau tiga tahun, dan yang semisalnya. Karena keberadaan anak kecil itu sama saja seperti tidak ada.
Demikian pula berkumpulnya beberapa pria dengan seorang wanita yang bukan mahram, hal itu juga diharamkan."
📕Al-Minhaj 9/109, Syabakah Baynoona
📝 Sumber:
@warisansalaf
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📝📚 NAMA SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB DISAMARKAN
▪️Insyaallah kita juga tidak asing dengan seorang ulama dari negeri Maroko, Syaikh Muhammad Taqiyyuddin al-Hilali rahimahullah. Di dalam kitab ad-Da’wah fi Aqthar Mukhtalifah hlm. 47–48, disebutkan bahwa beliau melakukan tadlis (penyamaran nama) terhadap nama Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Syaikhul lslam lbnu Taimiyah rahimahullah.
Kenapa beliau melakukan hal ini?
Sebab, banyak ulama suu’ dan orang-orang dari Daulah Utsmaniyah yang menjelek-jelekkan kedua ulama sunnah tersebut. Mereka melakukan propaganda dusta dan penggiringan opini jelek terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Tujuannya, agar dakwah sunnah dan dakwah tauhid dibenci oleh masyarakat. Begitu hebatnya tadlis yang dilakukan oleh Syaikh al-Hilaliy rahimahullah, sampai-sampai ada seorang syaikh yang dikenal memiliki pengetahuan luas tentang kitab-kitab tidak mengetahui kitab yang dimaksud dan penulisnya. Dia betul-betul kesulitan mencari maklumat tentang kitab tersebut berikut jati diri penulisnya. Hingga akhirnya, ia menyerah dan bertanya kepada Syaikh Taqiyyudin al-Hilali rahimahullah.
Continue reading at https://mahad-assalafy.com/nama-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab-disamarkan/ | Ma'had As-Salafy
-------------------------------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Menebarkan Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
✳️ Mendakwahkan Al Haq dengan artikel dan audio kajian ilmiyah serta poster fatawa dan bimbingan Ulama'.
▪️Insyaallah kita juga tidak asing dengan seorang ulama dari negeri Maroko, Syaikh Muhammad Taqiyyuddin al-Hilali rahimahullah. Di dalam kitab ad-Da’wah fi Aqthar Mukhtalifah hlm. 47–48, disebutkan bahwa beliau melakukan tadlis (penyamaran nama) terhadap nama Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Syaikhul lslam lbnu Taimiyah rahimahullah.
Kenapa beliau melakukan hal ini?
Sebab, banyak ulama suu’ dan orang-orang dari Daulah Utsmaniyah yang menjelek-jelekkan kedua ulama sunnah tersebut. Mereka melakukan propaganda dusta dan penggiringan opini jelek terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Tujuannya, agar dakwah sunnah dan dakwah tauhid dibenci oleh masyarakat. Begitu hebatnya tadlis yang dilakukan oleh Syaikh al-Hilaliy rahimahullah, sampai-sampai ada seorang syaikh yang dikenal memiliki pengetahuan luas tentang kitab-kitab tidak mengetahui kitab yang dimaksud dan penulisnya. Dia betul-betul kesulitan mencari maklumat tentang kitab tersebut berikut jati diri penulisnya. Hingga akhirnya, ia menyerah dan bertanya kepada Syaikh Taqiyyudin al-Hilali rahimahullah.
Continue reading at https://mahad-assalafy.com/nama-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab-disamarkan/ | Ma'had As-Salafy
-------------------------------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com
Menebarkan Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
✳️ Mendakwahkan Al Haq dengan artikel dan audio kajian ilmiyah serta poster fatawa dan bimbingan Ulama'.
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💡📖 ISLAM AGAMA TOLERAN, BUKAN BERARTI TURUT PERAYAAN AGAMA MUSYRIKIN
Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.
Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.
Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin. Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.
Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.
لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)
Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.
Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.
Sumber:
www.asysyariah.com
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.
Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.
Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin. Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.
Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.
لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)
Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.
Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.
Sumber:
www.asysyariah.com
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🚪⛱️ OBAT PENENANG BAGI PEMUDA DAN PEMUDI YANG SEDANG GALAU
📑 Sobat pembaca budiman yang mulia.
Di antara sekian pengobatan yang paling ampuh dari kegalauan, kesimpitan hati dalam hidup, gundah gulanah bagi seorang pria dan juga wanita yang masih bersendirian adalah dengan segera menikah, karena dengan menikah inilah di antara sekian sebab segala urusan bisa menjadi cair kembali.
📑 Sobat pembaca budiman yang mulia.
Menikah dengan wanita yang salihah atau wanita menikah dengan pria yang saleh, tentunya sangatlah banyak keutamaanya, di antaranya adalah:
1.Mereka sama-sama bisa kerja sama dalam urusan dunia dan juga akhirat.
2.Keduanya akan lebih terasa nikmat, manakala keduanya saling tafaahum (adanya saling pengertian), kecocokan di atas sunah dalam menjalani kehidupan.
"Subhaanallaah".
📑 قال العلامة صالح الفوزان ـ حفظه الله ـ :
" المرأة بلا رجل تكون معذَّبة، والرجل بلا امرأة يكون معذّباً، أما إذا اجتمع زوجان متناسِبان فهذا من تمام النِّعمة" .
📚 [[ إعانة المستفيد : ٢٠٦/٢ ]].
📑Fadhilatusy-Syaikh al-'Allaamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
"Seorang wanita yang (normal) hidup tanpa suami, maka baginya seakan hidupnya menjadi terasa tersiksa (terasa sempit dalam hidup).
Begitu juga bagi seorang pria normal) yang hidup membujang (tanpa beristri); maka juga baginya ia akan merasakan ketersiksaan batin (dalam hidupnya).
Adapun, apabila berkumpul pasangan suami istri yang keduanya sama-sama serasi, cocok (sesuai sunah), maka yang demikian ini termasuk bagian dari kesempurnaan nikmat (dalam menjalani kehidupan)."
📚 I'aanatul Mustafiid: 2/206
____________
📝 Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📑 Sobat pembaca budiman yang mulia.
Di antara sekian pengobatan yang paling ampuh dari kegalauan, kesimpitan hati dalam hidup, gundah gulanah bagi seorang pria dan juga wanita yang masih bersendirian adalah dengan segera menikah, karena dengan menikah inilah di antara sekian sebab segala urusan bisa menjadi cair kembali.
📑 Sobat pembaca budiman yang mulia.
Menikah dengan wanita yang salihah atau wanita menikah dengan pria yang saleh, tentunya sangatlah banyak keutamaanya, di antaranya adalah:
1.Mereka sama-sama bisa kerja sama dalam urusan dunia dan juga akhirat.
2.Keduanya akan lebih terasa nikmat, manakala keduanya saling tafaahum (adanya saling pengertian), kecocokan di atas sunah dalam menjalani kehidupan.
"Subhaanallaah".
📑 قال العلامة صالح الفوزان ـ حفظه الله ـ :
" المرأة بلا رجل تكون معذَّبة، والرجل بلا امرأة يكون معذّباً، أما إذا اجتمع زوجان متناسِبان فهذا من تمام النِّعمة" .
📚 [[ إعانة المستفيد : ٢٠٦/٢ ]].
📑Fadhilatusy-Syaikh al-'Allaamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
"Seorang wanita yang (normal) hidup tanpa suami, maka baginya seakan hidupnya menjadi terasa tersiksa (terasa sempit dalam hidup).
Begitu juga bagi seorang pria normal) yang hidup membujang (tanpa beristri); maka juga baginya ia akan merasakan ketersiksaan batin (dalam hidupnya).
Adapun, apabila berkumpul pasangan suami istri yang keduanya sama-sama serasi, cocok (sesuai sunah), maka yang demikian ini termasuk bagian dari kesempurnaan nikmat (dalam menjalani kehidupan)."
📚 I'aanatul Mustafiid: 2/206
____________
📝 Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBU
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma mengatakan,
إنِّي لا أعلَمُ عَمَلًا أقرَبَ إلى الله - عز وجل - من بِرِّ الوَالِدَةِ! .
"Sungguh aku tidak mengetahui suatu amalan yang lebih bisa mendekatkan kepada Allah azza wa jalla daripada berbakti kepada ibu."
📚 Shahih al-Adabul Mufrad nomor 4.
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma mengatakan,
إنِّي لا أعلَمُ عَمَلًا أقرَبَ إلى الله - عز وجل - من بِرِّ الوَالِدَةِ! .
"Sungguh aku tidak mengetahui suatu amalan yang lebih bisa mendekatkan kepada Allah azza wa jalla daripada berbakti kepada ibu."
📚 Shahih al-Adabul Mufrad nomor 4.
📝 Sumber:
@KajianIslamTemanggung
www.salafytemanggung.com
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🚞🚨 SAFAR WANITA SEORANG DIRI
Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
وَلَا تُسَافِرِ المَرْأَةُ إلَّا مع ذِي مَحْرَمٍ
"Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama dengan mahramnya."
HR. Muslim (1341)
Seluruh ulama berpendapat bahwa haram hukumnya wanita melakukan safar tanpa mahram, kecuali di pembahasan safar untuk berangkat haji yang pertama.
Al-Qadhi Iyadh al-Yahshubi rahimahullah berkata,
ولم يختلفوا أنه ليس لها أن تخرج فى غير فرض الحج إلا مع ذى محرم
"Ulama tidak berbeda pendapat bahwa wanita tidak boleh melakukan safar tanpa didampingi oleh mahram, kecuali dalam masalah kewajiban haji."
(Ikmal al-Mu'lim, IV/446)
Khusus dalam masalah safar untuk menjalankan ibadah haji, sebagian ulama berpendapat boleh wanita berangkat tanpa mahram selama keamanannya terjamin. Adapun selain masalah ini, maka seluruh ulama sepakat bahwa hukumnya terlarang wanita safar tanpa mahram.
Dan jika melihat dalam dalil di atas yang tidak merincikan safar untuk apa saja, bahkan bepergian untuk melakukan ibadah haji sekalipun seorang wanita harus bersama dengan mahramnya.
Imam Ibnul Mundzir rahimahullah berkata,
ظاهر الحديث أولى، ولا يعلم مع هؤلاء حجة توجب ما قالوا
"Lahiriah hadits lebih berhak dipilih. Dan tidak diketahui ada dalil yang mendukung pendapat ulama yang membolehkan safar haji tanpa mahram."
(Al-Isyraf, III/176)
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
وَلَا تُسَافِرِ المَرْأَةُ إلَّا مع ذِي مَحْرَمٍ
"Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama dengan mahramnya."
HR. Muslim (1341)
Seluruh ulama berpendapat bahwa haram hukumnya wanita melakukan safar tanpa mahram, kecuali di pembahasan safar untuk berangkat haji yang pertama.
Al-Qadhi Iyadh al-Yahshubi rahimahullah berkata,
ولم يختلفوا أنه ليس لها أن تخرج فى غير فرض الحج إلا مع ذى محرم
"Ulama tidak berbeda pendapat bahwa wanita tidak boleh melakukan safar tanpa didampingi oleh mahram, kecuali dalam masalah kewajiban haji."
(Ikmal al-Mu'lim, IV/446)
Khusus dalam masalah safar untuk menjalankan ibadah haji, sebagian ulama berpendapat boleh wanita berangkat tanpa mahram selama keamanannya terjamin. Adapun selain masalah ini, maka seluruh ulama sepakat bahwa hukumnya terlarang wanita safar tanpa mahram.
Dan jika melihat dalam dalil di atas yang tidak merincikan safar untuk apa saja, bahkan bepergian untuk melakukan ibadah haji sekalipun seorang wanita harus bersama dengan mahramnya.
Imam Ibnul Mundzir rahimahullah berkata,
ظاهر الحديث أولى، ولا يعلم مع هؤلاء حجة توجب ما قالوا
"Lahiriah hadits lebih berhak dipilih. Dan tidak diketahui ada dalil yang mendukung pendapat ulama yang membolehkan safar haji tanpa mahram."
(Al-Isyraf, III/176)
📝 Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com