Salafy Palembang 🇮🇩
5.9K subscribers
5.35K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
════════════════════

🔬 FAIDAH ILMIAH 🔬

════════════════════

💯🕌 RAHASIA KEUTAMAAN PAHALA PADA HARI TASYRIQ

☝️💬
Ibnu Jamrah rahimahullah mengatakan,

Rahasia ibadah pada hari-hari tasyriq lebih utama dari yang lain ialah, ibadah pada saat keumuman manusia sedang lalai lebih utama daripada waktu yang lain. Dan pada hari-hari tasyriq, keumuman manusia sedang lalai. Sehingga seseorang yang beribadah di waktu tersebut lebih utama dari waktu yang lain. Seperti seseorang yang menegakkan shalat di pertengahan malam dalam keadaan manusia yang lain sedang tidur.

✍️ Fathul Bari karya Ibni Hajar 2/459

أيام التشريق

قال ابن أبي جمرة رحمه الله:
" وسِرُّ كون العبادة فيها أفضل من غيرها،
أنَّ العبادة في أوقات الغفلة فاضلة على غيرها،
وأيام التشريق أيام غفلة في الغالب،
فصار للعابد فيها مزيد فضل على العابد في غيرها،
كمن قام في جوف الليل وأكثر الناس نيام ".

فتح الباري لابن حجر (٤٥٩/٢)

#faidahilmiah #ibnujamrah #tasrik #pahala
@KajianIslamTemanggung

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🗓 BERDZIKIR KEPADA ALLAH -AZZA WA JALLA- DI HARI-HARI TASYRIQ

📖 Allah -Azza wa Jalla- berfirman :

((واذكروا الله في أيام معدودات ..... الآية)).سورة البقرة.

"Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari tertentu..." _**(Al Baqarah).**

💬 Ibnu Abbas -radhiallahu anhu- berkata: "Firman Allah Ta'ala, "Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari tertentu." Yang dimaksud hari-hari tertentu adalah hari-hari tasyriq yaitu 3 hari setelah Iedul Adha." **(Tafsir Ath Thabari/ Tafsir surat Al Baqarah)**

📜 Nabi ﷺ bersabda : "Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan dzikir kepada Allah." (H.R Muslim)

💬 Imam Ibnu Rajab -rahimahullah- berkata :
"Allah Ta'ala telah memerintahkan untuk berdzikir kepada-Nya pada hari-hari tertentu ini, sebagaimana sabda Nabi ﷺ : "Sesungguhnya hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum dan dzikir kepada Allah Azza wa Jalla."

✍🏻 Dzikirullah yang diperintahkan pada hari-hari tasyriq ada beberapa macam, di antaranya :
Dzikirullah yang dikerjakan langsung setelah shalat 5 waktu dengan mengucapkan takbir pada akhirnya...(sampai ucapan beliau): Juga di antaranya dzikir mutlak. Sesungguhnya itu dianjurkan untuk diperbanyak pada hari-hari tasyriq." (Lathoiful Ma'arif halaman 501-502)

_________________

#ذكر الله عزوجل في أيام التشريق

قال الله عزوجل :
((واذكروا الله في أيام معدودات ..... الآية)).سورة البقرة.

قال ابن عباس رضي الله عنهما :
قوله "واذكروا الله في أيام معدودات" يعني الأيام المعدودات أيامَ التشريق، وهي ثلاثة أيام بعد النحر.
#تفسير الطبري/تفسير سورة البقرة.

وقال النبي صلى الله عليه وسلم :
((أيام التشريق ايام أكل وشرب وذكر الله)).رواه مسلم.

قال الإمام إبن رجب رحمه الله :
وقد أمر الله تعالى بذكره في هذه الأيام المعدودات كما قال النبي صلى الله عليه وسلم: ((إنها أيام التشريق ايام أكل وشرب وذكر الله عزوجل)).
وذكر الله عزوجل المأمور به في الأيام التشريق أنواع متعددة، منها: ذكر الله عزوجل عقب الصلوات المكتوبات بالتكبير في آخرها.... الى ان قال :
ومنها ذكر الله تعالى المطلق، فإنه يستحب الإكثار منه في أيام التشريق.
#لطائف المعارف ص (502-501).

نتعاون على السنة
السنة سفينة نوح من ركبها نجا ومن تخلف عنها هلك
https://t.me/Nataouan

@salafy_cirebon

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✋🏻🍃🌷 FAEDAH PENTING ZIKIR PAGI & PETANG

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan dan mencontohkan zikir untuk mengingatkan jiwa akan kebesaran dan keagungan Allah di setiap pagi dan petang. Kalimat tauhid terangkai indah dengan doa. Permohonan terlantun dari lisan, menuntun jiwa untuk menghayatinya.

Simak keterangan Ibnul Qayyim berikut ini.

“Ketika seorang hamba di pagi dan petang harinya tidak memiliki tekad kecuali Allah semata, maka Dia akan menanggung semua kebutuhannya. Dia akan menjamin dari segala hal yang menyedihkannya, melapangkan kalbunya untuk mencintai-Nya, menuntun lisannya untuk berzikir menyebut-Nya, dan membimbing badannya dalam ketaatan kepada-Nya.

Adapun jika seorang hamba di pagi dan sore harinya hanya bertekad untuk dunia, Allah akan menyerahkan padanya kesedihan dunia, kegundahan, dan kesulitannya. Allah menyerahkannya kepada dirinya sendiri (Allah tidak akan menolongnya). Kalbunya pun akan terpenuhi dengan kecintaan terhadap makhluk. Tidak ada ruang lagi untuk cinta kepada Allah. Tidak sempat lisan berzikir karena terus menyebut tentang mereka. Sibuk badannya untuk berkhidmat melayani mereka daripada untuk beribadah pada Allah.

Siapa saja yang berpaling dari penghambaan kepada Allah, ketaatan pada-Nya, dan kecintaan-Nya, dia akan tertimpa musibah berupa penghambaan kepada makhluk, melayani mereka, dan cinta kepadanya. Allah berfirman,

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ ٱلرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطَٰنًا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌ

“Barang siapa yang berpaling dari mengingat Ar-Rahman, Kami jadikan baginya setan menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Az-Zukhruf: 36)

📚 (Al-Fawaid hlm. 81, Faidah Jalilah no. 43)
@ForumSalafy

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 MENGAKU SALAH ITU MULIA, TIDAK HINA

✍️ Al Allamah Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan,

والواجب أن يرجع الإنسان للحق حيثما وجده، حتى لو خالف قوله فليرجع إليه، فإن هذا أعز له عند الله، وأعز له عند الناس، وأسلم لذمته وأبرأ .
فلا تظن أنك إذا رجعت عن قولك إلى الصواب أن ذلك يضع منزلتك عند الناس، بل هذا يرفع منزلتك، ويعرف الناس أنك لا تتبع إلا الحق، أما الذي يعاند ويبقى على ما هو عليه ويرد الحق، فهذا متكبر والعياذ بالله .

"Yang wajib, seorang insan rujuk pada kebenaran, dimanapun dia temui. Meski kebenaran itu menyelisihi pendapatnya, rujuklah kepada kebenaran. Ini akan membuatnya lebih MULIA di sisi Allah dan pandangan manusia. Selain itu, ini lebih selamat dan lebih bersih dari tanggungan.

Jangan engkau sangka, bahwa jika engkau rujuk dari pendapatmu menuju kebenaran, hal itu akan membuatmu turun derajat di mata manusia. Justru hal itu akan mengangkat derajatmu. Orang akan tahu bahwa engkau hanya mengikuti kebenaran.

Adapun orang yang membangkang (tahu kebenaran namun tidak mengikutinya), bersikeras pada pendapatnya, dan menolak kebenaran, dialah orang yang sombong. Semoga Allah melindungi kita."

📚 Syarh Riyadhis Shalihin | @majalahtashfiyah

#rujuk #alhaq #kebenaran #sombong #membangkang #derajat #kedudukan

••••
@ForumBerbagiFaidah

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🔊 SEKILAS INFO
~~~~

Bismillah...

Afwan...
Untuk TA'LIM ONLINE #diRumahAja Hari SENIN , 13 Dzulhijjah 1441 / 3 Agustus 2020

~~
MASIH LIBUR
~~

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...

Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
☝️🏼🔥📚 SIFAT-SIFAT NERAKA


📝 Telah banyak nas dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjelaskan sifat-sifat neraka. Kami hanya akan menyampaikan sebagian kecilnya, mudah-mudahan menjadi nasihat bagi kita semua.

1️⃣ Neraka memiliki tujuh pintu

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٰبٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنۡهُمۡ جُزۡءٌ مَّقۡسُومٌ

“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (al-Hijr: 44)

2️⃣ Malaikat penjaga neraka

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(at-Tahrim: 6)

Dalam ayat lain,

وَنَادَوۡاْ يَٰمَٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ

“Mereka berseru, ‘Wahai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja.’ Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)’.” (az-Zukhruf: 77)

3️⃣ Besarnya neraka

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زَمَامٍ، مَعَ كُلِّ زَمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا

“Didatangkan neraka di hari itu, dalam keadaan ia memiliki 70.000 tali kekang. Setiap tali kekang diseret oleh 70.000 malaikat.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

4️⃣ Panasnya neraka

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قُلۡ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّاۚ لَّوۡ كَانُواْ يَفۡقَهُونَ

Katakanlah, “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya),” jika mereka mengetahui. (at-Taubah: 81)

💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ

“Api kalian, yang dinyalakan bani Adam, adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka.” (HR. al-Bukhari no. 3265 dan Muslim no. 2843)

5️⃣ Kedalaman neraka

Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sedang bersama sahabatnya, tiba-tiba mereka mendengar suara.

💡Beliau shallallahu alaihi wa sallam berkata,

تَدْرُونَ مَا هَذَا؟ قَالَ: قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

“Tahukah kalian, apakah itu?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau berkata, “Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam Jahanam sejak tujuh puluh musim yang lalu. Sekarang baru sampai dasarnya.” (HR. Muslim no. 2844)

6️⃣ Makanan dan minuman penduduk neraka

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلۡمُكَذِّبُونَ ٥١ لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٍ مِّن زَقُّومٍ ٥٢ فَمَالِ‍ُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ٥٣ فَشَٰرِبُونَ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡحَمِيمِ ٥٤ فَشَٰرِبُونَ شُرۡبَ ٱلۡهِيمِ ٥٥ هَٰذَا نُزُلُهُمۡ يَوۡمَ ٱلدِّينِ ٥٦

“Kemudian sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, yang akan memenuhi perut kalian. Sesudah itu, kalian akan meminum air yang sangat panas. Maka kalian minum seperti unta yang sangat haus. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”
(al-Waqi’ah: 51—56)

💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata,

لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا لأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ، فَكَيْفَ بِمَنْ يَكُونُ طَعَامَهُ؟

Seandainya satu tetes zaqqum menetes di dunia, niscaya akan merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana (kira-kira pengaruhnya) bagi orang yang memakannya?!” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan an-Nasai, lihat Shahih al-Jami’ no. 5126)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلظَّٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمۡ سُرَادِقُهَاۚ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَ
آءٍ ك

َٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتۡ مُرۡتَفَقًا

“Sesungguhnya Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (al-Kahfi: 29)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

مِّن وَرَآئِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسۡقَىٰ مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ

“Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah.” (Ibrahim: 16)


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/dahsyatnya-neraka/

📲 Join t.me/salafypalembang
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✋🏻⚠️💥 SYIRIK MERUPAKAN SUMBER KERUSAKAN

Allah azza wa jalla berfirman,

لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Sekiranya di langit dan di bumi ada tuhan selain Allah, tentulah keduanya (langit dan bumi) telah rusak binasa. Mahasuci Allah yang memiliki Arsy dari apa yang mereka sifatkan.” (Al-Anbiya: 22)

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,

“Sesungguhnya tegaknya langit dan bumi serta seluruh makhluk, bertumpu pada penghambaan kepada Allah Yang Mahatunggal. Kalau mereka menyembah selain Allah, akan timbul kerusakan pada diri mereka.”

📚 (Thariqul Hijratain hlm. 70)

@ForumSalafy

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻⚠️💥 ANCAMAN BAGI YANG BERBUAT MAKSIAT TERANG-TERANGAN

✍🏻 Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ أُمَّتِـي مُعَافًى إِلاَّ الْـمُجَاهِرِيْنَ وَإِنَّ مِنَ الْـمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحُ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ فَيَقُولُ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا؛ وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ

“Seluruh umatku akan dimaafkan oleh Allah, kecuali orang-orang yang berbuat (maksiat) secara terang-terangan.

Di antara bentuk menampakkan maksiat adalah ketika seseorang melakukan dosa di malam hari, dan Allah telah menutupinya. Namun, pagi harinya ia malah berkata, ‘Wahai Fulan! Semalam aku telah melakukan ini dan itu.’

Sungguh, pada malam itu Rabbnya telah menutupi aibnya, namun di pagi hari ia justru membeberkan sendiri apa yang telah Allah subhanahu wa ta’ala tutupi.”

📚 (HR. al-Bukhari, no. 6069, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu)

@ForumSalafy

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✋🏻🔓📢 GAMBARAN DAHSYATNYA HARI KIAMAT

Diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

تُحْشَرُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا قَالَتْ عَائِشَةُ: فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ، الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ؟ فَقَالَ: الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يُهِمَّهُمْ ذَاكِ

“Kalian akan dikumpulkan pada hari kiamat nanti dalam keadaan tidak memakai alas kaki, tidak berpakaian, dan belum dikhitan.”

Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, kaum pria dan wanita sebagian mereka akan melihat yang lainnya?”

Rasulullah berkata, “Keadaan ketika itu lebih dahsyat. Mereka tidak lagi memikirkan hal itu.”

📚 (HR. al-Bukhari no. 6572 dan Muslim no. 2859)

@ForumSalafy

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻💥⚠️ ORANG BERIMAN PASTI DIUJI

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

الٓمٓ ١ أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan untuk mengatakan, ‘Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (al-Ankabut: 1—3)

Saad bin Abi Waqqash radhiallahu anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً؟

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujiannya?”

قَالَ: اْلأَنْبِيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى اْلأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Beliau menjawab, “Para nabi. Kemudian yang mengikuti mereka (orang-orang mulia). Kemudian yang mengikuti mereka (orang-orang mulia). Seseorang diuji sesuai dengan kadar keimanannya. Kalau imannya kokoh, berat pula ujiannya. Apabila imannya lemah, dia diuji sesuai dengan kadar imannya. Dan senantiasa ujian itu menimpa seorang hamba sampai membiarkannya berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak lagi mempunyai dosa.” (HR. Shahih at-Tirmidzi no 2398)

@ForumSalafy

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📚 MENGHADIAHKAN PAHALA MEMBACA AL-QUR’AN


Pertanyaan:
Bolehkah saya mengkhatamkan Al-Qur’an, lalu saya menghadiahkan (niatkan) kepada ayah dan ibu saya? Perlu diketahui, keduanya tidak bisa baca-tulis.
Bolehkah saya mengkhatamkan Al-Qur’an untuk saya hadiahkan kepada orang yang bisa baca-tulis? Saya memang bermaksud menghadiahkannya kepadanya.
Demikian pula, bolehkah saya mengkhatamkan Al-Qur’an untuk saya hadiahkan kepada lebih dari satu orang?

✔️ Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah menjawab,

❗️Tidak terdapat dalam Al-Qur’an yang mulia, hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan tidak pula dari para sahabatnya yang mulia; sesuatu yang menunjukkan disyariatkannya menghadiahkan (pahala) bacaan Al-Qur’an al-Karim kepada kedua orang tua atau orang lain.

Allah subhanahu wa ta’ala mensyariatkan membaca Al-Qur’an untuk diambil manfaatnya, faedahnya, serta agar bisa dipahami maknanya lalu diamalkan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (Shad: 29)

إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِي لِلَّتِي هِيَ أَقۡوَمُ

“Sungguh, Al-Qur’an ini memberikan petunjuk ke (jalan) yang paling lurus.” (al-Isra: 9)

قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدًى وَشِفَآءٌۚ

Katakanlah, ‘Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman.’” (Fushshilat: 44)

💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya (amalan membaca) Al-Qur’an itu akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (Sahih, HR. Muslim no. 804)

📝 Dengan demikian, tujuan diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk diamalkan, dipahami, diniatkan untuk ibadah ketika membacanya, serta agar seseorang memperbanyak membacanya; bukan untuk menghadiahkan (pahala)nya kepada orang-orang yang telah wafat atau selainnya.

❗️Aku tidak mengetahui ada dasar yang bisa dijadikan argumen, dalam hal menghadiahkan (pahala) bacaan Al-Qur’an kepada kedua orang tua atau selain mereka.

💡Sungguh, Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang bukan berasal dari ajaran kami, maka amalan itu tertolak.” (Sahih, HR. Muslim)


🌏 https://asysyariah.com/menghadiahkan-pahala-membaca-al-quran/

📲 Join t.me/salafypalembang

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
☝️🏼💯 📚 SEDEKAH JARIYAH, ILMU YANG BERMANFAAT, ANAK YANG SALEH; TERMASUK HASIL USAHA HAMBA


Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (an-Najm: 39)

📝 Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

"Maksudnya, sebagaimana dosa orang lain tidak akan dibebankan kepadanya, ia pun hanya akan mendapatkan ganjaran dari apa yang telah dia usahakan sendiri.

✔️ Dari ayat ini, Imam asy-Syafi’i rahimahullah dan orang-orang yang mengikuti pendapat beliau, mengambil kesimpulan bahwa pahala bacaan Al-Qur’an seseorang yang dihadiahkannya, tidak akan sampai kepada mayit. Sebab, ia bukan amalan dan usaha si mayit.

Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak menganjurkan, mengajak, atau membimbing umatnya untuk melakukan hal itu, baik dengan nash (teks) yang jelas maupun isyarat. Tidak ada pula satu pernyataan pun yang dinukilkan dari para sahabat. Seandainya hal itu memang baik, tentu mereka telah lebih dahulu mengamalkannya. Padahal, dalam perkara ibadah, kita harus berpatokan pada nas (ayat dan hadits); tidak boleh diberlakukan berbagai analogi dan pendapat akal padanya.

✔️ Sedekah dan doa, hal ini telah disepakati bahwa (pahala) keduanya bisa sampai kepada si mayit; dan telah disebutkan pula (bolehnya) oleh Pembuat syariat.

💡Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلَاثَةٍ؛ إِلَّا مِنْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ، أَوْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ

“Jika seorang anak Adam telah meninggal, terputuslah amalannya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

💡 Tiga perkara ini, pada hakikatnya adalah bagian dari usaha, jerih payah, dan amalannya; sebagaimana yang terdapat dalam hadits,

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَإِنَّ وَلَدَهُ مِن كَسْبِهِ

“Hal terbaik yang diperoleh seseorang adalah apa yang ia peroleh dari hasil usahanya sendiri. Dan sungguh, anaknya itu termasuk dari usahanya.”

▪️Sedekah jariyah, seperti wakaf dan yang sejenisnya, juga termasuk bagian dari amalannya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّا نَحۡنُ نُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَنَكۡتُبُ مَا قَدَّمُواْ وَءَاثَٰرَهُم

“Sungguh, Kami-lah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami-lah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan).” (Yasin: 12)

▪️ Ilmu yang ia sebarkan di tengah manusia sehingga mereka bisa mengambil manfaatnya sepeninggalnya, itu juga termasuk dari usahanya.

💡Dalam sebuah hadits dalam kitab Sahih, disebutkan,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa menunjukkan jalan hidayah (kepada seseorang), dia akan mendapatkan pahala sebesar pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (Tafsir Ibnu Katsir, surah an-Najm: 39)


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/menghadiahkan-pahala-membaca-al-quran/

📲 Join t.me/salafypalembang

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️