📢✋🏻✅📑 PENTINGNYA ISTIRJA' KETIKA MUSIBAH
Istirja’ adalah ucapan:
إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُونَ
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦ أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155—157)
Shahabiyah Ummu Salamah radhiallahu 'anha menyebutkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللهُ: إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا؛ إِلاَّ أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
“Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah lalu ia mengatakan apa yang diperintahkan Allah (yaitu): ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, wahai Allah, berilah aku pahala pada (musibah) yang menimpaku dan berilah ganti bagiku yang lebih baik darinya’; kecuali Allah memberikan kepadanya yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim no. 918)
Sumber: https://asysyariah.com/pelipur-lara-saat-musibah-dan-bencana/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Istirja’ adalah ucapan:
إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُونَ
INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.”
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦ أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’ Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155—157)
Shahabiyah Ummu Salamah radhiallahu 'anha menyebutkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللهُ: إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا؛ إِلاَّ أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
“Tiada seorang muslim yang ditimpa musibah lalu ia mengatakan apa yang diperintahkan Allah (yaitu): ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, wahai Allah, berilah aku pahala pada (musibah) yang menimpaku dan berilah ganti bagiku yang lebih baik darinya’; kecuali Allah memberikan kepadanya yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim no. 918)
Sumber: https://asysyariah.com/pelipur-lara-saat-musibah-dan-bencana/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
👆🏻📖🏠📖 BERDIAM DIRI #DIRUMAHAJA, BUKAN BERARTI TIDAK TAKLIM
✍🏻 Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (agama), Allah akan memudahkan baginya dengan ilmu tersebut, jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699 dari sahabat Abu Hurairah _radhiyallahu 'anhu)_
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ menjelaskan,
Penggunaan kata "jalan" yang menyampaikan kepada ilmu (agama), mencakup jalan _hissi_ (riil/nyata) yang ditempuh dengan kaki (fisik); demikian pula mencakup jalan maknawi, yang dijangkau dengan pemahaman.
Adapun jalan _hissi_ (riil/nyata) yang ditempuh oleh kaki (fisik); seperti seseorang menempuh perjalanan dari rumah ke madrasah, dari rumah ke masjid, dan dari masjid ke halakah-halakah ilmu; di mana pun tempatnya.
Adapun jalan maknawi yang dijangkau oleh pemahaman; seperti talaki (berguru ilmu agama langsung) kepada orang yang berilmu, menelaah kitab-kitab, menyimak rekaman-rekaman (kajian ilmiah), dan semisal itu.
📚 _Syarh al-Arba'in an-Nawawiyyah Li al-Utsaimin_ hlm. 363
ﺇﻃﻼﻕ اﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﻤﻮﺻﻞ ﻟﻠﻌﻠﻢ، ﻓﻴﺸﻤﻞ اﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﺤﺴﻲ اﻟﺬﻱ ﺗﻄﺮﻗﻪ اﻷﻗﺪاﻡ، ﻭاﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﻤﻌﻨﻮﻱ اﻟﺬﻱ ﺗﺪﺭﻛﻪ اﻷﻓﻬﺎﻡ.
اﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﺤﺴﻲ اﻟﺬﻱ ﺗﻄﺮﻗﻪ اﻷﻗﺪاﻡ: ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﺄﺗﻲ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺑﻴﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﺪﺭﺳﺘﻪ، ﺃﻭ ﻣﻦ ﺑﻴﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﺴﺠﺪﻩ، ﺃﻭ ﻣﻦ ﺑﻴﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﺣﻠﻘﺔ ﻋﻠﻢ ﻓﻲ ﺃﻱ ﻣﻜﺎﻥ.
ﺃﻣﺎ اﻟﺬﻱ ﺗﺪﺭﻛﻪ اﻷﻓﻬﺎﻡ: ﻓﻤﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﺘﻠﻘﻰ اﻟﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ، ﺃﻭ ﻳﻄﺎﻟﻊ اﻟﻜﺘﺐ، ﺃﻭﺃﻥ ﻳﺴﺘﻤﻊ ﺇﻟﻰ اﻷﺷﺮﻃﺔ ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ.
📝Sumber:
www.radioislam.or.id
t.me/radioislam
t.me/radioislamindonesia
Turut Mempublikasikan :
📌WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Channel Telegram || https://t.me/salafypalembang
🌏 Website www.salafypalembang.com
✍🏻 Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (agama), Allah akan memudahkan baginya dengan ilmu tersebut, jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699 dari sahabat Abu Hurairah _radhiyallahu 'anhu)_
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ menjelaskan,
Penggunaan kata "jalan" yang menyampaikan kepada ilmu (agama), mencakup jalan _hissi_ (riil/nyata) yang ditempuh dengan kaki (fisik); demikian pula mencakup jalan maknawi, yang dijangkau dengan pemahaman.
Adapun jalan _hissi_ (riil/nyata) yang ditempuh oleh kaki (fisik); seperti seseorang menempuh perjalanan dari rumah ke madrasah, dari rumah ke masjid, dan dari masjid ke halakah-halakah ilmu; di mana pun tempatnya.
Adapun jalan maknawi yang dijangkau oleh pemahaman; seperti talaki (berguru ilmu agama langsung) kepada orang yang berilmu, menelaah kitab-kitab, menyimak rekaman-rekaman (kajian ilmiah), dan semisal itu.
📚 _Syarh al-Arba'in an-Nawawiyyah Li al-Utsaimin_ hlm. 363
ﺇﻃﻼﻕ اﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﻤﻮﺻﻞ ﻟﻠﻌﻠﻢ، ﻓﻴﺸﻤﻞ اﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﺤﺴﻲ اﻟﺬﻱ ﺗﻄﺮﻗﻪ اﻷﻗﺪاﻡ، ﻭاﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﻤﻌﻨﻮﻱ اﻟﺬﻱ ﺗﺪﺭﻛﻪ اﻷﻓﻬﺎﻡ.
اﻟﻄﺮﻳﻖ اﻟﺤﺴﻲ اﻟﺬﻱ ﺗﻄﺮﻗﻪ اﻷﻗﺪاﻡ: ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﺄﺗﻲ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺑﻴﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﺪﺭﺳﺘﻪ، ﺃﻭ ﻣﻦ ﺑﻴﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﺴﺠﺪﻩ، ﺃﻭ ﻣﻦ ﺑﻴﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﺣﻠﻘﺔ ﻋﻠﻢ ﻓﻲ ﺃﻱ ﻣﻜﺎﻥ.
ﺃﻣﺎ اﻟﺬﻱ ﺗﺪﺭﻛﻪ اﻷﻓﻬﺎﻡ: ﻓﻤﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﺘﻠﻘﻰ اﻟﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ، ﺃﻭ ﻳﻄﺎﻟﻊ اﻟﻜﺘﺐ، ﺃﻭﺃﻥ ﻳﺴﺘﻤﻊ ﺇﻟﻰ اﻷﺷﺮﻃﺔ ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ.
📝Sumber:
www.radioislam.or.id
t.me/radioislam
t.me/radioislamindonesia
Turut Mempublikasikan :
📌WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Channel Telegram || https://t.me/salafypalembang
🌏 Website www.salafypalembang.com
Miris, Tolak Jenazah Corona
Pertanyaan:
Ditengah rasa khawatir terus mewabahnya virus Corona, dan terus bertambahnya pasien Corona yang meninggal, kita dibuat sedih dengan berita penolakan pemakaman pasien covid-19 oleh sebagian warga. Sungguh malang jenazah seorang muslim yang harus diangkat ke sana kemari mencari pemakaman yang penduduknya tidak menolak. Apa nasehat bagi kaum muslimin secara khusus menghadapi kejadian seperti ini?
Jawab:
Bagi anda yang melakukan penolakan atau memprovokasi warga melakukan penolakan jenazah covid-19, barangkali sejenak anda jawab pertanyaan berikut:
Apabila kejadian itu menimpa orang tua anda, atau istri dan suami anda, anak dan kerabat anda, kemudian anda kesana kemari mencari pemakaman dari satu desa ke desa lain atau bahkan dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya, relakah anda mendapatkan perlakuan seperti itu ?
Sungguh balasan Alloh setimpal dan sesuai dengan perbuatan hamba-Nya.
Demi Allah, saya dan anda pasti tidak akan rela hal itu menimpa diri kita atau keluarga kita.
Maka dengarlah nasehat Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam:
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
“Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian sehingga dia suka untuk saudaranya apa yang dia suka untuk dirinya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Shahabat Anas bin Malik).
Maknanya, kalau kita suka jenazah kita dimuliakan sebagaimana mestinya, sudah seharusnya kita memuliakan jenazah saudara kita.
KEWAJIBAN KITA ATAS JENAZAH
Ketahuilah, kewajiban kita saat mengetahui kematian seorang muslim adalah menyegerakan penyelenggaraan jenazahnya. Kita bersegera memandikannya, mengafaninya, menyolati dan memakamkannya. Rosululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah:
أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنَّهَا إنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا إلَيْهِ ، وَإِنْ تَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ .
“Bersegeralah kalian dalam menyelenggarakan (dan memakamkan) jenazah, jika ia adalah jenazah yang saleh sungguh (dengan segera memakamkan) kalian menyegerakan kebaikan untuknya, namun jika jenazah itu tidak baik, kalian bersegera meletakkan kejelekan dari pundak-pundak kalian.” (HR. Al Bukhori no. 1315, Muslim 944)
Perhatikan betapa kasih sayangnya Rosululloh shallallahu’alaihi, beliau mewajibkan kita untuk menyegerakan pemakaman saudara kita, bukan menundanya apalagi menghalanginya hingga rusak jasadnya, bukan menolak pemakamannya hingga membuat sedih keluarganya, hati mereka tercabik cabik sebagaimana penolakan yang terjadi atas pemakaman jenazah covid-19. Allohul Musta’an.
Masih adakah kasih sayang yang tersisa dalam hati kita ?
KHAWATIR TULARKAN VIRUS CORONA, NAMUN JENAZAH MUSLIM TERHORMAT
Benar, jenazah penderita covid-19 dikhawatirkan akan menularkan virus kepada orang yang bersinggungan dengannya, biidznillah.
Namun apakah maknanya kemudian membuang jenazah muslim ke tempat-tempat sampah, dihinakan dan tidak terhormat ?
Apakah maknanya jika anda “yang menolak pemakaman seorang muslim” jasad anda ingin ditolak pemakamannya kemusdian dibuang begitu saja tidak terhormat, menjadi makanan anjing dan hewan hewan buas serta cacing cacing tanah ?
Sungguh, jenazah muslim terhormat dan harus dimuliakan sebagaimana dia dimasa hidupnya. Rasulullah shollallohu’alaihi bersabda:
كسر عظم الميت ككسره حيا
“Mematahkan tulang mayit (saudaramu muslim) seperti mematahkannya ketika hidup” (HR. Abu Dawud no. 3207 dan Dishahihkan Syaikh Al Albani)
Berkata Asy Syaikh binbaz:
فالمقصود أن هذا الحديث الصَّحيح يدل على تحريم كسر عظم الميت، وأن كسره ميتًا ككسره حيًّا، يعني: إيذاء الميت وتقطيعه وتكسير عظامه كالحي، فلا يجوز، فالمسلم محترم حيًّا وميتًا، فالواجب عدم التَّعرض له بما يُؤذيه ويُشوه خلقتَه.
Maksud dari hadits shahih ini, menunjukkan haramnya mematahkan tulang mayit, dan sesungguhnya mematahkannya dalam keadaan meninggal sama ketika masih hidup, yakni menyakiti jenazah, memotongnya dan mematahkan tulangnya sama dengan ketika hidupnya, tidak boleh. Sesungguhnya seorang muslim terhormat baik saat hidupnya atau ketika meninggalnya, sehingga wajib untuk tidak melakukan
hal
Pertanyaan:
Ditengah rasa khawatir terus mewabahnya virus Corona, dan terus bertambahnya pasien Corona yang meninggal, kita dibuat sedih dengan berita penolakan pemakaman pasien covid-19 oleh sebagian warga. Sungguh malang jenazah seorang muslim yang harus diangkat ke sana kemari mencari pemakaman yang penduduknya tidak menolak. Apa nasehat bagi kaum muslimin secara khusus menghadapi kejadian seperti ini?
Jawab:
Bagi anda yang melakukan penolakan atau memprovokasi warga melakukan penolakan jenazah covid-19, barangkali sejenak anda jawab pertanyaan berikut:
Apabila kejadian itu menimpa orang tua anda, atau istri dan suami anda, anak dan kerabat anda, kemudian anda kesana kemari mencari pemakaman dari satu desa ke desa lain atau bahkan dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya, relakah anda mendapatkan perlakuan seperti itu ?
Sungguh balasan Alloh setimpal dan sesuai dengan perbuatan hamba-Nya.
Demi Allah, saya dan anda pasti tidak akan rela hal itu menimpa diri kita atau keluarga kita.
Maka dengarlah nasehat Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam:
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
“Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian sehingga dia suka untuk saudaranya apa yang dia suka untuk dirinya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Shahabat Anas bin Malik).
Maknanya, kalau kita suka jenazah kita dimuliakan sebagaimana mestinya, sudah seharusnya kita memuliakan jenazah saudara kita.
KEWAJIBAN KITA ATAS JENAZAH
Ketahuilah, kewajiban kita saat mengetahui kematian seorang muslim adalah menyegerakan penyelenggaraan jenazahnya. Kita bersegera memandikannya, mengafaninya, menyolati dan memakamkannya. Rosululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah:
أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنَّهَا إنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا إلَيْهِ ، وَإِنْ تَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ .
“Bersegeralah kalian dalam menyelenggarakan (dan memakamkan) jenazah, jika ia adalah jenazah yang saleh sungguh (dengan segera memakamkan) kalian menyegerakan kebaikan untuknya, namun jika jenazah itu tidak baik, kalian bersegera meletakkan kejelekan dari pundak-pundak kalian.” (HR. Al Bukhori no. 1315, Muslim 944)
Perhatikan betapa kasih sayangnya Rosululloh shallallahu’alaihi, beliau mewajibkan kita untuk menyegerakan pemakaman saudara kita, bukan menundanya apalagi menghalanginya hingga rusak jasadnya, bukan menolak pemakamannya hingga membuat sedih keluarganya, hati mereka tercabik cabik sebagaimana penolakan yang terjadi atas pemakaman jenazah covid-19. Allohul Musta’an.
Masih adakah kasih sayang yang tersisa dalam hati kita ?
KHAWATIR TULARKAN VIRUS CORONA, NAMUN JENAZAH MUSLIM TERHORMAT
Benar, jenazah penderita covid-19 dikhawatirkan akan menularkan virus kepada orang yang bersinggungan dengannya, biidznillah.
Namun apakah maknanya kemudian membuang jenazah muslim ke tempat-tempat sampah, dihinakan dan tidak terhormat ?
Apakah maknanya jika anda “yang menolak pemakaman seorang muslim” jasad anda ingin ditolak pemakamannya kemusdian dibuang begitu saja tidak terhormat, menjadi makanan anjing dan hewan hewan buas serta cacing cacing tanah ?
Sungguh, jenazah muslim terhormat dan harus dimuliakan sebagaimana dia dimasa hidupnya. Rasulullah shollallohu’alaihi bersabda:
كسر عظم الميت ككسره حيا
“Mematahkan tulang mayit (saudaramu muslim) seperti mematahkannya ketika hidup” (HR. Abu Dawud no. 3207 dan Dishahihkan Syaikh Al Albani)
Berkata Asy Syaikh binbaz:
فالمقصود أن هذا الحديث الصَّحيح يدل على تحريم كسر عظم الميت، وأن كسره ميتًا ككسره حيًّا، يعني: إيذاء الميت وتقطيعه وتكسير عظامه كالحي، فلا يجوز، فالمسلم محترم حيًّا وميتًا، فالواجب عدم التَّعرض له بما يُؤذيه ويُشوه خلقتَه.
Maksud dari hadits shahih ini, menunjukkan haramnya mematahkan tulang mayit, dan sesungguhnya mematahkannya dalam keadaan meninggal sama ketika masih hidup, yakni menyakiti jenazah, memotongnya dan mematahkan tulangnya sama dengan ketika hidupnya, tidak boleh. Sesungguhnya seorang muslim terhormat baik saat hidupnya atau ketika meninggalnya, sehingga wajib untuk tidak melakukan
hal
hal yang menyakitinya atau merusak jasadnya. (Syarah Bulughul Maram Syaikh Bin Baz, sumber: binbaz.org.sa )
Dan Alhamdulillah, pemerintah kita telah banyak berbuat untuk kemaslahatan umum -jazahumullohukhoiron- dengan menetapkan protokol kesehatan yang sangat ketat terkait jenazah covid-19, sehingga biidznillah, dimakamkannya jenazah covid-19 disebuah tempat tidak akan memudaratkan orang disekitarnya.
Marilah kita kembali kepada syari’at Islam dan bimbingan Rasululloh sholallohu’alaihi yang Alloh utus Rohmatin lil’alamin, dan janganlah anda menjadi penyeru penyeru kedzaliman karena sesungguhnya kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.
(Ditulis oleh: Abu Ismail, Muhammad Rijal ghofarollohu lahu wa liwalidaihi wa lisaairil muslimin)
Sumber: https://problematikaumat.com/miris-tolak-jenazah-corona/
_____
Bersama Cegah Covid-19
Tawakal kepada Allah dengan Ikhtiar Maksimal
_
#corona #covid-19 #jangan tolak jenazah pasien Corona
Turut Mempublikasikan :
📲 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Channel Telegram || https://t.me/salafypalembang
🌏 Website www.salafypalembang.com
🛡KKM KISWAH
kkmkiswah.info@gmail.com
TG : t.me/kkmkiswah
Dan Alhamdulillah, pemerintah kita telah banyak berbuat untuk kemaslahatan umum -jazahumullohukhoiron- dengan menetapkan protokol kesehatan yang sangat ketat terkait jenazah covid-19, sehingga biidznillah, dimakamkannya jenazah covid-19 disebuah tempat tidak akan memudaratkan orang disekitarnya.
Marilah kita kembali kepada syari’at Islam dan bimbingan Rasululloh sholallohu’alaihi yang Alloh utus Rohmatin lil’alamin, dan janganlah anda menjadi penyeru penyeru kedzaliman karena sesungguhnya kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.
(Ditulis oleh: Abu Ismail, Muhammad Rijal ghofarollohu lahu wa liwalidaihi wa lisaairil muslimin)
Sumber: https://problematikaumat.com/miris-tolak-jenazah-corona/
_____
Bersama Cegah Covid-19
Tawakal kepada Allah dengan Ikhtiar Maksimal
_
#corona #covid-19 #jangan tolak jenazah pasien Corona
Turut Mempublikasikan :
📲 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 Channel Telegram || https://t.me/salafypalembang
🌏 Website www.salafypalembang.com
🛡KKM KISWAH
kkmkiswah.info@gmail.com
TG : t.me/kkmkiswah
Problematika Umat
Miris, Tolak Jenazah Corona - Problematika Umat
Miris, Tolak Jenazah Corona Pertanyaan: Ditengah rasa khawatir terus mewabahnya virus Corona, dan terus bertambahnya pasien Corona yang meninggal, kita dibuat sedih dengan berita penolakan pemakaman pasien covid-19 oleh sebagian warga. Sungguh malang jenazah…
Forwarded from Salafy Indonesia
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Mewaspadai Bisikan Setan
📢 Pemateri: Al-Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed _hafizhahullah_
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-mewaspadai-bisikan-setan-yang-menipu/
📢 Pemateri: Al-Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed _hafizhahullah_
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-mewaspadai-bisikan-setan-yang-menipu/
☝🏻📢✏✅ BERDOA KETIKA LAPANG
✍🏻 Adh-Dhahhak bin Qais rahimahullah berkata,
“Ingatlah Allah dalam keadaan senang, Dia akan mengingat kalian dalam keadaan susah. Sungguh, Yunus ‘alaihissalam dahulu berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika beliau masuk ke dalam perut ikan, Allah ‘azza wa jalla berfirman:
فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ ١٤٣ لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ١٤٤
“Kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (ash-Shaffat: 143—144)
Di sisi lain, Fir’aun adalah orang yang melampaui batas dan melupakan zikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika akan tenggelam, ia berkata, “Aku beriman.” Allah subhanahu wa ta’ala pun berfirman:
ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٩١
“Apakah sekarang (baru kamu beriman), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?!” (Yunus: 91)
📚 (Jami’ul Ulum wal Hikam, hlm. 254)
Sumber: https://asysyariah.com/berdoa-ketika-lapang/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Adh-Dhahhak bin Qais rahimahullah berkata,
“Ingatlah Allah dalam keadaan senang, Dia akan mengingat kalian dalam keadaan susah. Sungguh, Yunus ‘alaihissalam dahulu berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika beliau masuk ke dalam perut ikan, Allah ‘azza wa jalla berfirman:
فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ ١٤٣ لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ١٤٤
“Kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (ash-Shaffat: 143—144)
Di sisi lain, Fir’aun adalah orang yang melampaui batas dan melupakan zikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika akan tenggelam, ia berkata, “Aku beriman.” Allah subhanahu wa ta’ala pun berfirman:
ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٩١
“Apakah sekarang (baru kamu beriman), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?!” (Yunus: 91)
📚 (Jami’ul Ulum wal Hikam, hlm. 254)
Sumber: https://asysyariah.com/berdoa-ketika-lapang/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💎 SECERCAH NASIHAT
📜 PERMISALAN DUNIA BAGAIKAN AIR
📚 Bersama:
🎙 Ustadz Usamah bin Faishol Mahri Hafizjahullah
📟 Durasi: [ 04:18 ]
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📜 PERMISALAN DUNIA BAGAIKAN AIR
📚 Bersama:
🎙 Ustadz Usamah bin Faishol Mahri Hafizjahullah
📟 Durasi: [ 04:18 ]
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
📝YANG HARUS DILAKUKAN SESEORANG, KETIKA INGIN KEADAAN DAN AMALANNYA DIPETBAIKI OLEH ALLAH
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ
تفسير السعدي
Apabila kalian bertaqwa kepada Allah, dan mengucapkan ucapan yang benar (jujur)...
👉 Allah pasti akan memperbaiki amalan (keadaan) kalian.
👉 Dan juga mengampuni dosa-dosa kalian.
إذا اتقيتم الله وقلتم قولا سديدا أصلح الله لكم أعمالكم, وغفر ذنوبكم.
📚Tafsir As Si'dy
Surat Al-Ahzab 70-71
Sumber: https://www.fawaidsolo.com/yang-harus-dilakukan-seseorang-ketika-ingin-keadaannya-dan-amalannya-diperbaiki-oleh-allah/
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ
تفسير السعدي
Apabila kalian bertaqwa kepada Allah, dan mengucapkan ucapan yang benar (jujur)...
👉 Allah pasti akan memperbaiki amalan (keadaan) kalian.
👉 Dan juga mengampuni dosa-dosa kalian.
إذا اتقيتم الله وقلتم قولا سديدا أصلح الله لكم أعمالكم, وغفر ذنوبكم.
📚Tafsir As Si'dy
Surat Al-Ahzab 70-71
Sumber: https://www.fawaidsolo.com/yang-harus-dilakukan-seseorang-ketika-ingin-keadaannya-dan-amalannya-diperbaiki-oleh-allah/
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💎 SECERCAH NASIHAT
📜 PENENTUAN AWAL DAN AKHIR BULAN RAMADHAN
📚 Narasumber:
🎙 Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi adz-Zhafiri حفظه الله
📚 Penerjemah:
🎙 Ustadz Usamah bin Faishol Mahri, Lc حفظه الله
📟 Durasi: [ 05:34 ]
📈 Link Download: https://bit.ly/2xrzZEr
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📜 PENENTUAN AWAL DAN AKHIR BULAN RAMADHAN
📚 Narasumber:
🎙 Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi adz-Zhafiri حفظه الله
📚 Penerjemah:
🎙 Ustadz Usamah bin Faishol Mahri, Lc حفظه الله
📟 Durasi: [ 05:34 ]
📈 Link Download: https://bit.ly/2xrzZEr
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
www.riyadhussalafiyyin.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
☝🏻✅🌹🌷📑 KEWAJIBAN BERTAUBAT KEPADA ALLAH DAN MERENDAHKAN DIRI DI HADAPAN-NYA KETIKA DATANG MUSIBAH
Allah subhanahu wa ta'ala dengan hikmah-Nya yang mendalam menguji hamba-Nya dengan kesenangan dan penderitaan untuk menguji kesabaran dan syukur mereka.
Barangsiapa bersabar ketika mendapat musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat serta bersimpuh di hadapan-Nya saat mendapat cobaan, dengan mengadu kepada-Nya akan dosa dan kekurangannya serta memohon rahmat dan ampunan-Nya, sungguh ia telah beruntung dan meraih kesudahan yang baik.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَبَلَوۡنَٰهُم بِٱلۡحَسَنَٰتِ وَٱلسَّئَِّاتِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ
“Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang jelek-jelek agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (Al-A’raf: 168)
Dan firman-Nya:
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Ruum: 41)
Yang dimaksud dengan kebaikan di sini adalah nikmat seperti kesuburan, kemakmuran, kesehatan, dimenangkan atas musuh dan semisalnya.
Sedangkan yang dimaksud dengan kejelekan adalah musibah seperti penyakit, dikuasai oleh musuh, gempa, angin topan, banjir yang menghancurkan dan semisalnya.
Allah subhanahu wa ta'ala menguji dengan itu semua agar manusia kembali ke jalan yang benar, segera bertaubat dari dosa dan bergegas menuju ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Karena kekufuran dan maksiat adalah sumber segala bencana di dunia dan di akhirat. Adapun beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala menaati Rasul-Nya dan berpegang teguh dengan syariat-Nya adalah sumber kemuliaan dunia dan akhirat. Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk bertaubat kepada-Nya di saat turunnya musibah.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبۡلِكَ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ٤٢ فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٤٣
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Al-An’am: 42—43)
Telah shahih riwayat dari Amirul Mukminin Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah bahwa beliau menulis surat kepada para gubernurnya ketika terjadi gempa di zamannya.
Beliau menyuruh mereka untuk memerintahkan kaum muslimin supaya bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, merendahkan diri di hadapan-Nya, dan beristighfar dari dosa-dosa.
(Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, 2/126—129)
Sumber: https://asysyariah.com/pelipur-lara-saat-musibah-dan-bencana/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Allah subhanahu wa ta'ala dengan hikmah-Nya yang mendalam menguji hamba-Nya dengan kesenangan dan penderitaan untuk menguji kesabaran dan syukur mereka.
Barangsiapa bersabar ketika mendapat musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat serta bersimpuh di hadapan-Nya saat mendapat cobaan, dengan mengadu kepada-Nya akan dosa dan kekurangannya serta memohon rahmat dan ampunan-Nya, sungguh ia telah beruntung dan meraih kesudahan yang baik.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَبَلَوۡنَٰهُم بِٱلۡحَسَنَٰتِ وَٱلسَّئَِّاتِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ
“Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang jelek-jelek agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (Al-A’raf: 168)
Dan firman-Nya:
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Ruum: 41)
Yang dimaksud dengan kebaikan di sini adalah nikmat seperti kesuburan, kemakmuran, kesehatan, dimenangkan atas musuh dan semisalnya.
Sedangkan yang dimaksud dengan kejelekan adalah musibah seperti penyakit, dikuasai oleh musuh, gempa, angin topan, banjir yang menghancurkan dan semisalnya.
Allah subhanahu wa ta'ala menguji dengan itu semua agar manusia kembali ke jalan yang benar, segera bertaubat dari dosa dan bergegas menuju ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Karena kekufuran dan maksiat adalah sumber segala bencana di dunia dan di akhirat. Adapun beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala menaati Rasul-Nya dan berpegang teguh dengan syariat-Nya adalah sumber kemuliaan dunia dan akhirat. Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk bertaubat kepada-Nya di saat turunnya musibah.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبۡلِكَ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ٤٢ فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٤٣
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Al-An’am: 42—43)
Telah shahih riwayat dari Amirul Mukminin Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah bahwa beliau menulis surat kepada para gubernurnya ketika terjadi gempa di zamannya.
Beliau menyuruh mereka untuk memerintahkan kaum muslimin supaya bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, merendahkan diri di hadapan-Nya, dan beristighfar dari dosa-dosa.
(Lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu Baz, 2/126—129)
Sumber: https://asysyariah.com/pelipur-lara-saat-musibah-dan-bencana/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📄🖥️ PESAN ASY-SYAIKH MUHAMMAD AL-UTSAIMIN KEPADA PARA PENGGUNA INTERNET
▪️ Beliau rahimahullah berkata,
فنصيحتي لإخواني: بالنسبة للإنترنت أو للقنوات الفضائية أن يتقوا الله في أنفسهم، وأن يعلموا أنهم ما خلقوا لهذا وإنما خلقوا لعبادة الله عز وجل، وأنهم إذا نزلوا بأنفسهم إلى ما يشبه الحيوانات وهو إشباع الرغبات والشهوات فقد خسروا الدنيا والآخرة والعياذ بالله.... فعلى إخواني المسلمين أن يحفظوا دينهم، وأن يحفظوا أوقاتهم، وألا يضيعوا هذا العمر الثمين الثمين الثمين، والله لدقيقة واحدة أعز من ألف درهم، احفظ العمر يا أخي، والله إنه لأغلى من الذهب والفضة، وإذا كان الإنسان لا يضيع درهماً من الدراهم فكيف يضيع هذا العمر الذي عليه مدار السعادة أو الشقاء، اللهم اجعلنا من السعداء، اللهم اجعلنا من السعداء، اللهم اجعلنا من السعداء يا رب العالمين.
"Nasihat kepada saudara-saudaraku berkaitan dengan internet dan siaran-siaran tv, hendaklah mereka;
▪️bertakwa kepada Allah,
▪️ semestinya mereka sadar bahwa mereka dicipta bukan untuk hal-hal itu, mereka diciptakan untuk beribadah kepada Allah
▪️hendaknya mereka ingat, apabila mereka menempatkan diri mereka seperti hewan, yaitu hanya untuk memenuhi keinginan dan syahwat maka sungguh rugi dunia akhirat.
Maka wajib bagi saudara-saudaraku kaum muslimin agar mereka menjaga agama mereka, menjaga waktu mereka, jangan mereka menyia-nyiakan umur yang sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat berharga ini, demi Allah, 1 menit jauh lebih mahal daripada 1000 Dirham...
Jagalah umur wahai saudaraku saudaraku [dengan tidak melakukan kegiatan yang sia-sia], demi Allah umur lebih berharga daripada emas dan perak! Apabila seseorang tidak mau menyia-nyiakan satu Dirham lalu bagaimana dia bisa menyia-nyiakan umurnya?! Yang merupakan penentu bahagia dan sengsaranya dia.
Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang-orang yang berbahagia.. Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang-orang yang berbahagia.. Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang-orang yang berbahagia ya Robbal 'Alamin."
📕Al-Liqa' asy-Syahri, no. 72
Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▪️ Beliau rahimahullah berkata,
فنصيحتي لإخواني: بالنسبة للإنترنت أو للقنوات الفضائية أن يتقوا الله في أنفسهم، وأن يعلموا أنهم ما خلقوا لهذا وإنما خلقوا لعبادة الله عز وجل، وأنهم إذا نزلوا بأنفسهم إلى ما يشبه الحيوانات وهو إشباع الرغبات والشهوات فقد خسروا الدنيا والآخرة والعياذ بالله.... فعلى إخواني المسلمين أن يحفظوا دينهم، وأن يحفظوا أوقاتهم، وألا يضيعوا هذا العمر الثمين الثمين الثمين، والله لدقيقة واحدة أعز من ألف درهم، احفظ العمر يا أخي، والله إنه لأغلى من الذهب والفضة، وإذا كان الإنسان لا يضيع درهماً من الدراهم فكيف يضيع هذا العمر الذي عليه مدار السعادة أو الشقاء، اللهم اجعلنا من السعداء، اللهم اجعلنا من السعداء، اللهم اجعلنا من السعداء يا رب العالمين.
"Nasihat kepada saudara-saudaraku berkaitan dengan internet dan siaran-siaran tv, hendaklah mereka;
▪️bertakwa kepada Allah,
▪️ semestinya mereka sadar bahwa mereka dicipta bukan untuk hal-hal itu, mereka diciptakan untuk beribadah kepada Allah
▪️hendaknya mereka ingat, apabila mereka menempatkan diri mereka seperti hewan, yaitu hanya untuk memenuhi keinginan dan syahwat maka sungguh rugi dunia akhirat.
Maka wajib bagi saudara-saudaraku kaum muslimin agar mereka menjaga agama mereka, menjaga waktu mereka, jangan mereka menyia-nyiakan umur yang sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangat berharga ini, demi Allah, 1 menit jauh lebih mahal daripada 1000 Dirham...
Jagalah umur wahai saudaraku saudaraku [dengan tidak melakukan kegiatan yang sia-sia], demi Allah umur lebih berharga daripada emas dan perak! Apabila seseorang tidak mau menyia-nyiakan satu Dirham lalu bagaimana dia bisa menyia-nyiakan umurnya?! Yang merupakan penentu bahagia dan sengsaranya dia.
Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang-orang yang berbahagia.. Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang-orang yang berbahagia.. Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang-orang yang berbahagia ya Robbal 'Alamin."
📕Al-Liqa' asy-Syahri, no. 72
Sumber:
@nasehatetam
www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com