HUKUM MENCELA PENYAKIT CORONA
Syaikh Doktor Khalid bin Dhahwi azh-Azhafiri hafizhahullahu Ta'ala berkata:
"Hamba-hamba Allah, wajib atas seorang muslim mengetahui bahwa penyakit dan wabah itu termasuk bala tentara Allah Ta'ala
وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ
"Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri." (Al Muddatstsir: 31)
Bala tentara Allah itu tunduk diatur dengan perintahnya-- Subhanahu--tidak keluar dari kerajaan-Nya, kekuatan-Nya, keagungan-Nya, kekuasaan-Nya, dan kehendak-Nya.
Oleh karenanya tidak boleh mencelanya dan melaknatnya. Nabi kita Muhammad ﷺ melarang dari mencela demam dan melaknatnya.
Dalam Sahih Muslim (nomor 2575) dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ , menjenguk Ummu As-Saaib atau Ummul Musayyib Rasulullah ﷺ berkata kepadanya,
مَا لَكِ؟ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيِّبِ تُزَفْزِفِينَ؟
“Ada apa denganmu, Ummu as Saib atau Ummul Musayyib, badanmu bergetar (karena demam!).”
Ummu as Saib berkata,
الْحُمَّى، لَا بَارَكَ اللهُ فِيهَا
“(Ini karena) demam, semoga Allah tidak memberikan keberkahan kepadanya.”
Maka Rasulullah ﷺ mengatakan,
لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
“Janganlah Engkau mencela demam. Karena demam itu bisa menghilangkan kesalahan-kesalahan (dosa) manusia, sebagaimana kiir (alat yang dipakai pandai besi) bisa menghilangkan karat besi.”
Allah Ta'ala menimpakan di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki perkara yang ditakdirkan atasnya sesuai yang Dia kehendaki. Semuanya ini dengan sebab dosa seorang hamba dan pengabaiannya terhadap hak Allah.
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ
"Dan apasaja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Asy Syura: 30).
http://aldhafiri.net/?audio=1725
🇸🇦 Teks Bahasa Arab
عباد الله: يجب على المسلم أن يعلم أن الأمراض والأوبئة من جنود الله تعالى، (وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ)، مسخرة مدبرة بأمره سبحانه لا تخرج عن ملكه وقوته وجبروته وسلطانه وإرادته، لذلك لا يجوز سبها ولعنها، ونبينا ﷺ نهى عن سب الحمى ولعنها، ففي "صحيح مسلم"
من حديث جابر رضي الله عنه: "أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل على أم السائب - أو أم المسيب - فقال: (ما لك يا أم السائب - أو أم المسيب - تزفزفين!)، قالت: الحمى، لا بارك الله فيها، فقال: (لا تسبي الحمى؛ فإنها تذهب خطايا بني آدم، كما يذهب الكير خبث الحديد)، فالله تعالى يصيب من يشاء من عباده بما شاء مما يقدره الله عليه، وكل ذلك بسبب ذنوب العبد وتقصيره في حق ربه، (وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ)،
Sumber:
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Syaikh Doktor Khalid bin Dhahwi azh-Azhafiri hafizhahullahu Ta'ala berkata:
"Hamba-hamba Allah, wajib atas seorang muslim mengetahui bahwa penyakit dan wabah itu termasuk bala tentara Allah Ta'ala
وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ
"Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri." (Al Muddatstsir: 31)
Bala tentara Allah itu tunduk diatur dengan perintahnya-- Subhanahu--tidak keluar dari kerajaan-Nya, kekuatan-Nya, keagungan-Nya, kekuasaan-Nya, dan kehendak-Nya.
Oleh karenanya tidak boleh mencelanya dan melaknatnya. Nabi kita Muhammad ﷺ melarang dari mencela demam dan melaknatnya.
Dalam Sahih Muslim (nomor 2575) dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ , menjenguk Ummu As-Saaib atau Ummul Musayyib Rasulullah ﷺ berkata kepadanya,
مَا لَكِ؟ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيِّبِ تُزَفْزِفِينَ؟
“Ada apa denganmu, Ummu as Saib atau Ummul Musayyib, badanmu bergetar (karena demam!).”
Ummu as Saib berkata,
الْحُمَّى، لَا بَارَكَ اللهُ فِيهَا
“(Ini karena) demam, semoga Allah tidak memberikan keberkahan kepadanya.”
Maka Rasulullah ﷺ mengatakan,
لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
“Janganlah Engkau mencela demam. Karena demam itu bisa menghilangkan kesalahan-kesalahan (dosa) manusia, sebagaimana kiir (alat yang dipakai pandai besi) bisa menghilangkan karat besi.”
Allah Ta'ala menimpakan di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki perkara yang ditakdirkan atasnya sesuai yang Dia kehendaki. Semuanya ini dengan sebab dosa seorang hamba dan pengabaiannya terhadap hak Allah.
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ
"Dan apasaja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (Asy Syura: 30).
http://aldhafiri.net/?audio=1725
🇸🇦 Teks Bahasa Arab
عباد الله: يجب على المسلم أن يعلم أن الأمراض والأوبئة من جنود الله تعالى، (وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ)، مسخرة مدبرة بأمره سبحانه لا تخرج عن ملكه وقوته وجبروته وسلطانه وإرادته، لذلك لا يجوز سبها ولعنها، ونبينا ﷺ نهى عن سب الحمى ولعنها، ففي "صحيح مسلم"
من حديث جابر رضي الله عنه: "أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل على أم السائب - أو أم المسيب - فقال: (ما لك يا أم السائب - أو أم المسيب - تزفزفين!)، قالت: الحمى، لا بارك الله فيها، فقال: (لا تسبي الحمى؛ فإنها تذهب خطايا بني آدم، كما يذهب الكير خبث الحديد)، فالله تعالى يصيب من يشاء من عباده بما شاء مما يقدره الله عليه، وكل ذلك بسبب ذنوب العبد وتقصيره في حق ربه، (وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ)،
Sumber:
@ukhwh
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌏 SERI TUNTUNAN MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA DAN LAINNYA
Alhamdulillah, artikel ke-2 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit.
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/di-antara-sebab-wabah-musibah-adalah-dosa-maksiat/
📲 http://t.me/asysyariah
Alhamdulillah, artikel ke-2 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit.
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/di-antara-sebab-wabah-musibah-adalah-dosa-maksiat/
📲 http://t.me/asysyariah
⬆️ PETUAH ULAMA : Sebab Munculnya Penyakit Langka
Asy-Syaikh Kholid bin Dhohwy Azh-Zhofiry Hafizhahullah mengatakan :
وقد بيّن نبينا ﷺ أن من عقوبات الله تعالى لمن أضاع أمره انتشار أمراض فيهم لم تكن فيما مضى من سابقين،فعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: أقبل علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال :
"Dan sungguh Nabi kita ﷺ telah menjelaskan bahwasannya termasuk diantara hukuman dari Allah terhadap siapa saja yang mengabaikan perintah-Nya ialah dengan tersebarnya berbagai macam penyakit pada diri-diri mereka yang mana tidak pernah terjadi(muncul) di masa lampau dari orang-orang terdahulu. Dari 'Abdillah bin 'Umar Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ menemui kami lalu beliau bersabda :
يا معشر المهاجرين خمس إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ :
"Wahai sekalian kaum Muhajirin, lima hal, jika kalian diberi cobaan dengannya dan aku berlindung kepada Allah agar kalian (tidak) mendapatinya :
لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا.
1️⃣ Tidaklah muncul perbuatan keji(zina) pada suatu kaum, sampai mereka menampakannya secara terang-terangan kecuali (dengannya menyebabkan) tersebarnya wabah, serta berbagai penyakit pada diri mereka, yang tidak pernah menjangkiti orang-orang sebelum mereka yang telah berlalu,
لَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ.
2️⃣ Dan tidaklah mereka mengurangi-ngurangi takaran serta timbangan kecuali (menjadikan) mereka mendapatkan masa-masa(sulit), sedikitnya persediaan makanan serta kekejaman penguasa atas mereka,
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا .
3️⃣ dan tidaklah mereka menahan (tidak membayarkan) zakat dari harta-harta mereka kecuali ditahan bagi mereka tetesan hujan dari langit, dan kalau bukan karena(sebab) keberadaan hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan diturunkan hujan,
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ.
4️⃣ dan tidaklah mereka melanggar perjanjian Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari selain mereka, sehingga (musuh tersebut) akan mengambil sebagian dari apa-apa yang ada pada tangan-tangan mereka.
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ”.
5️⃣ dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan untuk berhukum dengan Kitabullah(Al-Qur'an) serta memilah-milah (sesuai hawa nafsu mereka) dari apa-apa yang Allah turunkan (syari'at Islam) kecuali Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka."
(Diriwayatkan Ibnu Majah dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albany)
فارتكاب الفواحش بأنواعها من الزنا والتبرج والسفور والغناء والخمور وإعلانها والمجاهرة بها من أسباب فشو الأمراض وانتشارها، عافانا الله وإياكم.
Sehingga melakukan perbuatan-perbuatan keji dengan berbagai jenisnya dari perzinaan, tabarruj(memamerkan keindahan dan kecantikan), as-sufuur(menanggalkan hijab), musik, khamr, serta menampakannya serta menyebarkannya secara terang-terangan termasuk diantara sebab-sebab merajalelanya serta menyebarnya berbagai penyakit."
🎙 [ Khutbah Jum'ah : Intisyarul Amrodhil Kuruna, 06 Jumadats Tsani 1441 H ]
Sumber :
http://bit.ly/3993QPw
📃 Muroja'ah : Al-Ustadz Abu Muhammad Musa hafizhahullah
@BuletinAlFaidah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy-Syaikh Kholid bin Dhohwy Azh-Zhofiry Hafizhahullah mengatakan :
وقد بيّن نبينا ﷺ أن من عقوبات الله تعالى لمن أضاع أمره انتشار أمراض فيهم لم تكن فيما مضى من سابقين،فعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: أقبل علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال :
"Dan sungguh Nabi kita ﷺ telah menjelaskan bahwasannya termasuk diantara hukuman dari Allah terhadap siapa saja yang mengabaikan perintah-Nya ialah dengan tersebarnya berbagai macam penyakit pada diri-diri mereka yang mana tidak pernah terjadi(muncul) di masa lampau dari orang-orang terdahulu. Dari 'Abdillah bin 'Umar Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ menemui kami lalu beliau bersabda :
يا معشر المهاجرين خمس إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ :
"Wahai sekalian kaum Muhajirin, lima hal, jika kalian diberi cobaan dengannya dan aku berlindung kepada Allah agar kalian (tidak) mendapatinya :
لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا.
1️⃣ Tidaklah muncul perbuatan keji(zina) pada suatu kaum, sampai mereka menampakannya secara terang-terangan kecuali (dengannya menyebabkan) tersebarnya wabah, serta berbagai penyakit pada diri mereka, yang tidak pernah menjangkiti orang-orang sebelum mereka yang telah berlalu,
لَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ.
2️⃣ Dan tidaklah mereka mengurangi-ngurangi takaran serta timbangan kecuali (menjadikan) mereka mendapatkan masa-masa(sulit), sedikitnya persediaan makanan serta kekejaman penguasa atas mereka,
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا .
3️⃣ dan tidaklah mereka menahan (tidak membayarkan) zakat dari harta-harta mereka kecuali ditahan bagi mereka tetesan hujan dari langit, dan kalau bukan karena(sebab) keberadaan hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan diturunkan hujan,
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ.
4️⃣ dan tidaklah mereka melanggar perjanjian Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari selain mereka, sehingga (musuh tersebut) akan mengambil sebagian dari apa-apa yang ada pada tangan-tangan mereka.
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ”.
5️⃣ dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan untuk berhukum dengan Kitabullah(Al-Qur'an) serta memilah-milah (sesuai hawa nafsu mereka) dari apa-apa yang Allah turunkan (syari'at Islam) kecuali Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka."
(Diriwayatkan Ibnu Majah dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albany)
فارتكاب الفواحش بأنواعها من الزنا والتبرج والسفور والغناء والخمور وإعلانها والمجاهرة بها من أسباب فشو الأمراض وانتشارها، عافانا الله وإياكم.
Sehingga melakukan perbuatan-perbuatan keji dengan berbagai jenisnya dari perzinaan, tabarruj(memamerkan keindahan dan kecantikan), as-sufuur(menanggalkan hijab), musik, khamr, serta menampakannya serta menyebarkannya secara terang-terangan termasuk diantara sebab-sebab merajalelanya serta menyebarnya berbagai penyakit."
🎙 [ Khutbah Jum'ah : Intisyarul Amrodhil Kuruna, 06 Jumadats Tsani 1441 H ]
Sumber :
http://bit.ly/3993QPw
📃 Muroja'ah : Al-Ustadz Abu Muhammad Musa hafizhahullah
@BuletinAlFaidah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📒📒 APAKAH DUA RAKAAT SHALAT DHUHA ATAU SHALAT RAWATIB MENCUKUPI AGAR TIDAK PERLU LAGI SHALAT TAHIYATUL MASJID
Di jawab oleh :
Asy-Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan :
Dua rakaat shalat dhuha, apakah masuk padanya shalat tahiyatul masjid
Jawaban :
Semisal, seseorang masuk masjid pada waktu dhuha, lalu shalat dengan niat shalat sunnah dhuha, maka shalat tsb mencukupi dari shalat tahiyatul masjid, demikian pula shalat rawatib juga mencukupi dari shalat tahiyatul masjid, seandainya seseorang masuk masjid (misalnya), lalu ia shalat rawatib sebelum subuh atau sebelum dzuhur, maka shalat tsb mencukupi dari shalat tahiyatul masjid.
Namun shalat tahiyatul masjid tidaklah mencukupi dari ini, maksudnya ; sekiranya seseorang masuk masjid setelah adzan berkumandang, lalu ia berniat shalat dua rakaat tahiyatul masjid, maka hal itu tidaklah mencukupi dari shalat rawatib.
📕Silsilatu Liqoatil Babil Maftuh 108
🖌من فتاوى سماحة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله
🕌 ركعتي الضحى والسنن الرواتب تغني عن تحية المسجد
✏السؤال: فضيلة الشيخ بالنسبة لركعتي الضحى هل تدخل فيها تحية المسجد؟
✍🏼 الجواب: مثلاً: إنسان دخل المسجد وقت الضحى, وصلى بنية سنة الضحى فتكفي عن تحية المسجد. وكذلك الراتبة تكفي عن تحية المسجد. لو دخل إنسان -مثلاً- وصلى راتبة الفجر أو راتبة الظهر الأولى كفت عن تحية المسجد,
لكن تحية المسجد لا تكفي عن هذا; يعني: لو دخل بعد أذان الظهر ونوى بالركعتين تحية المسجد ما أجزأت عن الراتبة.
📙 المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح
📕لقاء الباب المفتوح [108]القربات عند الله،
📕للشيخ ابن عثيمين رحمه الله
🌴للاشتراك بتيليجرام
قناة أبن عثيمين والالباني رحمهما الله 📺
📒 https://t.me/atymn
🔸بالاضافة لسلسلة الاحاديث الصحيحة🔸
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Di jawab oleh :
Asy-Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan :
Dua rakaat shalat dhuha, apakah masuk padanya shalat tahiyatul masjid
Jawaban :
Semisal, seseorang masuk masjid pada waktu dhuha, lalu shalat dengan niat shalat sunnah dhuha, maka shalat tsb mencukupi dari shalat tahiyatul masjid, demikian pula shalat rawatib juga mencukupi dari shalat tahiyatul masjid, seandainya seseorang masuk masjid (misalnya), lalu ia shalat rawatib sebelum subuh atau sebelum dzuhur, maka shalat tsb mencukupi dari shalat tahiyatul masjid.
Namun shalat tahiyatul masjid tidaklah mencukupi dari ini, maksudnya ; sekiranya seseorang masuk masjid setelah adzan berkumandang, lalu ia berniat shalat dua rakaat tahiyatul masjid, maka hal itu tidaklah mencukupi dari shalat rawatib.
📕Silsilatu Liqoatil Babil Maftuh 108
🖌من فتاوى سماحة الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله
🕌 ركعتي الضحى والسنن الرواتب تغني عن تحية المسجد
✏السؤال: فضيلة الشيخ بالنسبة لركعتي الضحى هل تدخل فيها تحية المسجد؟
✍🏼 الجواب: مثلاً: إنسان دخل المسجد وقت الضحى, وصلى بنية سنة الضحى فتكفي عن تحية المسجد. وكذلك الراتبة تكفي عن تحية المسجد. لو دخل إنسان -مثلاً- وصلى راتبة الفجر أو راتبة الظهر الأولى كفت عن تحية المسجد,
لكن تحية المسجد لا تكفي عن هذا; يعني: لو دخل بعد أذان الظهر ونوى بالركعتين تحية المسجد ما أجزأت عن الراتبة.
📙 المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح
📕لقاء الباب المفتوح [108]القربات عند الله،
📕للشيخ ابن عثيمين رحمه الله
🌴للاشتراك بتيليجرام
قناة أبن عثيمين والالباني رحمهما الله 📺
📒 https://t.me/atymn
🔸بالاضافة لسلسلة الاحاديث الصحيحة🔸
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌏 SERI TUNTUNAN MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA DAN LAINNYA
Alhamdulillah, artikel ke-3 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Bencana Bukan Akibat Dosa?
Silakan simak pada tautan berikut:
http://asysyariah.com/bencana-bukan-akibat-dosa
📲 http://t.me/asysyariah
Alhamdulillah, artikel ke-3 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Bencana Bukan Akibat Dosa?
Silakan simak pada tautan berikut:
http://asysyariah.com/bencana-bukan-akibat-dosa
📲 http://t.me/asysyariah
Forwarded from Salafy Indonesia
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Ancaman Azab Allah Di Dunia Sebelum Di Akhirat
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-ancaman-azab-allah-di-dunia-sebelum-di-akhirat/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-ancaman-azab-allah-di-dunia-sebelum-di-akhirat/
✋🏻📢⚠📑 SEBAB TERKIKISNYA SEMANGAT BERISLAM
✍🏻 Ibnu Muflih Al-Hanbali rahimahullah berkata,
من عجيب ما نقدت من أحوال الناس:كثرة ما ناحوا على خراب الديار وموت الأقارب والأسلاف، والتحسر على الأرزاق بذم الزمان، وأهله،وذكر نكد العيش فيه! وقد رأوا من انهدام الإسلام، وشعث الأديان، وموت السنن، وظهور البدع، وارتكاب المعاصي فلا أجد منهم من ناح على دينه، ولا بكى على فارط عمره، ولا آسى على فائت دهره وما أرى لذلك سبباً، إلا قلة مبالاتهم بالأديان، وعظم الدنيا في عيونهم
Di antara kritikanku terhadap perkara yang mengherankan dari umat manusia adalah:
Kebanyakannya, mereka meratapi hancurnya rumah dan kematian kerabat. Mereka juga merasa sedih dengan kurangnya rezeki dengan mencela zaman dan orang-orang yang ada di dalamnya. Mereka mengeluhkan sulitnya kehidupan dunianya.
Di saat yang sama, mereka menyaksikan runtuhnya (nilai-nilai) keislaman, tercerai-berainya urusan agama, matinya sunnah, munculnya bid'ah, dan maksiat merajalela. Akan tetapi, aku tidak mendapati mereka meratapi nasib agamanya, tidak menangisi umur yang berlalu sia-sia, dan tidak bersedih atas waktu yang terbuang begitu saja.
Aku tidak memandang ada sebab terjadinya itu semua melainkan karena mereka tidak peduli dengan agamanya dan karena dunia terlalu besar di mata mereka.
📕(Al-Adab Asy-Syar’iyyah (3/240)
Sumber: https://forumsalafy.net/sebab-terkikisnya-semangat-berislam/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Ibnu Muflih Al-Hanbali rahimahullah berkata,
من عجيب ما نقدت من أحوال الناس:كثرة ما ناحوا على خراب الديار وموت الأقارب والأسلاف، والتحسر على الأرزاق بذم الزمان، وأهله،وذكر نكد العيش فيه! وقد رأوا من انهدام الإسلام، وشعث الأديان، وموت السنن، وظهور البدع، وارتكاب المعاصي فلا أجد منهم من ناح على دينه، ولا بكى على فارط عمره، ولا آسى على فائت دهره وما أرى لذلك سبباً، إلا قلة مبالاتهم بالأديان، وعظم الدنيا في عيونهم
Di antara kritikanku terhadap perkara yang mengherankan dari umat manusia adalah:
Kebanyakannya, mereka meratapi hancurnya rumah dan kematian kerabat. Mereka juga merasa sedih dengan kurangnya rezeki dengan mencela zaman dan orang-orang yang ada di dalamnya. Mereka mengeluhkan sulitnya kehidupan dunianya.
Di saat yang sama, mereka menyaksikan runtuhnya (nilai-nilai) keislaman, tercerai-berainya urusan agama, matinya sunnah, munculnya bid'ah, dan maksiat merajalela. Akan tetapi, aku tidak mendapati mereka meratapi nasib agamanya, tidak menangisi umur yang berlalu sia-sia, dan tidak bersedih atas waktu yang terbuang begitu saja.
Aku tidak memandang ada sebab terjadinya itu semua melainkan karena mereka tidak peduli dengan agamanya dan karena dunia terlalu besar di mata mereka.
📕(Al-Adab Asy-Syar’iyyah (3/240)
Sumber: https://forumsalafy.net/sebab-terkikisnya-semangat-berislam/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💽 Audio Ringkas
AGAR BISA MENDAPATKAN SHOLAT YANG KHUSYU'
Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Muhammad Umar Assewed Hafizhahullah
Durasi: 00:56 Menit (112 KB)
Sumber:
@GaleriAl_Ishlah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
AGAR BISA MENDAPATKAN SHOLAT YANG KHUSYU'
Disampaikan Oleh:
Al Ustadz Muhammad Umar Assewed Hafizhahullah
Durasi: 00:56 Menit (112 KB)
Sumber:
@GaleriAl_Ishlah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🌏 SERI TUNTUNAN MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA DAN LAINNYA
Alhamdulillah, artikel ke-4 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Memperbanyak Doa Meminta Perlindungan dari Segala Penyakit
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/memperbanyak-doa-meminta-perlindungan-dari-segala-penyakit/
📲 http://t.me/asysyariah
Alhamdulillah, artikel ke-4 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Memperbanyak Doa Meminta Perlindungan dari Segala Penyakit
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/memperbanyak-doa-meminta-perlindungan-dari-segala-penyakit/
📲 http://t.me/asysyariah
بسم الله الرحمن الرحيم
Beberapa Bacaan yang Bermanfaat Untuk Dihafalkan Ketika Musim Hujan
1. Doa ketika hujan turun
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
"Allaahumma Shayyiban Naafi’an”
Artinya:
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat. ( HR. Bukhari no. 1032)
2. Doa ketika ada angin kencang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
“Allaahumma Inni As aluka Khairahaa Wa Khaira Maa Fiihaa Wa Khaira Maa Ursilat Bihii Wa A’uudzu Bika Min Syarrihaa Wa Syarri Maa Fiihaa Wa Syarri Maa Ursilat Bihi”
Artinya: Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan yang angin ini diutus untuk bertiup kepadanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan yang angin ini diutus untuk bertiup kepadanya. ( HR. Muslim no. 899)
3. Disunnahkan seusai hujan turun membaca:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
“Muthirnaa Bi Fadhlillaahi Wa Rahmatihi”
Artinya: Kami telah diberi hujan dengan karunia Allah (semata) dan rahmat-Nya. ( HR. Bukhari no. 1038 dan Muslim no. 71)
4. Dzikir ketika mendengar petir
Apabila Sahabat Abdullah bin Zubair radhiyallahu 'anhumaa mendengar petir, beliau mengucapkan:
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلآئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
"Subhaanalladzii Yusabbihurra'du Bihamdihii wal Malaaikatu min Khiifatihi."
Artinya: Mahasuci Allah yang telah menjadikan petir itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat, karena takut kepada-Nya. ( HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 723, Syaikh Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang sahih dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 556)
Atau bisa memilih bacaan yang lebih pendek sebagaimana dalam riwayat berikut:
Apabila Sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhumaa mendengar petir, beliau mengucapkan:
سُبْحَانَ الَّذِيْ سَبَّحْتَ لَهُ
"Subhaanalladzii Sabbahta Lahu."
Artinya: Mahasuci Allah yang engkau (petir) bertasbih untuk-Nya. ( HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 722, Syaikh Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang hasan dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 555)
Sumber: https://forumsalafy.net/bacaan-yang-bermanfaat-untuk-dihafalkan-ketika-musim-hujan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Beberapa Bacaan yang Bermanfaat Untuk Dihafalkan Ketika Musim Hujan
1. Doa ketika hujan turun
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
"Allaahumma Shayyiban Naafi’an”
Artinya:
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat. ( HR. Bukhari no. 1032)
2. Doa ketika ada angin kencang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
“Allaahumma Inni As aluka Khairahaa Wa Khaira Maa Fiihaa Wa Khaira Maa Ursilat Bihii Wa A’uudzu Bika Min Syarrihaa Wa Syarri Maa Fiihaa Wa Syarri Maa Ursilat Bihi”
Artinya: Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan yang angin ini diutus untuk bertiup kepadanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan yang angin ini diutus untuk bertiup kepadanya. ( HR. Muslim no. 899)
3. Disunnahkan seusai hujan turun membaca:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
“Muthirnaa Bi Fadhlillaahi Wa Rahmatihi”
Artinya: Kami telah diberi hujan dengan karunia Allah (semata) dan rahmat-Nya. ( HR. Bukhari no. 1038 dan Muslim no. 71)
4. Dzikir ketika mendengar petir
Apabila Sahabat Abdullah bin Zubair radhiyallahu 'anhumaa mendengar petir, beliau mengucapkan:
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلآئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
"Subhaanalladzii Yusabbihurra'du Bihamdihii wal Malaaikatu min Khiifatihi."
Artinya: Mahasuci Allah yang telah menjadikan petir itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat, karena takut kepada-Nya. ( HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 723, Syaikh Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang sahih dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 556)
Atau bisa memilih bacaan yang lebih pendek sebagaimana dalam riwayat berikut:
Apabila Sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhumaa mendengar petir, beliau mengucapkan:
سُبْحَانَ الَّذِيْ سَبَّحْتَ لَهُ
"Subhaanalladzii Sabbahta Lahu."
Artinya: Mahasuci Allah yang engkau (petir) bertasbih untuk-Nya. ( HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 722, Syaikh Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang hasan dalam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 555)
Sumber: https://forumsalafy.net/bacaan-yang-bermanfaat-untuk-dihafalkan-ketika-musim-hujan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Indonesia
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Introspeksi Diri Ketika Tertimpa Musibah
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-introspeksi-diri-ketika-tertimpa-musibah/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-introspeksi-diri-ketika-tertimpa-musibah/
💐🌹🌷🌸 BUAH DOA DIJAMIN OLEH ALLAH
✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إثْمٌ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ؛ إِلاَّ أَعْطَاهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ
"Tidaklah seorang muslim berdoa dengan sesuatu pun, selama (doanya) tidak mengandung dosa atau memutus silaturahmi; kecuali Alah akan memberinya salah satu dari tiga hal:
• disegerakan baginya pengabulannya,
• atau disimpan baginya di akhirat,
• atau dihindarkan darinya bencana atau keburukan yang semisal dengannya.”
(Ketika mendengar hadits ini) para sahabat bertanya, “Kalau demikian (yakni setiap orang yang berdoa pasti akan mendapatkan salah satu dari tiga hal tersebut), kami akan memperbanyak doa.”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sungguh, pengabulan Allah subhanahu wa ta’ala lebih banyak daripada doa kalian.”
(HR. Ahmad no. 11133, dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 1633)
Sumber: https://asysyariah.com/pentingnya-doa-dalam-menghadapi-wabah-penyakit/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إثْمٌ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ؛ إِلاَّ أَعْطَاهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا. قَالُوا: إذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ
"Tidaklah seorang muslim berdoa dengan sesuatu pun, selama (doanya) tidak mengandung dosa atau memutus silaturahmi; kecuali Alah akan memberinya salah satu dari tiga hal:
• disegerakan baginya pengabulannya,
• atau disimpan baginya di akhirat,
• atau dihindarkan darinya bencana atau keburukan yang semisal dengannya.”
(Ketika mendengar hadits ini) para sahabat bertanya, “Kalau demikian (yakni setiap orang yang berdoa pasti akan mendapatkan salah satu dari tiga hal tersebut), kami akan memperbanyak doa.”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sungguh, pengabulan Allah subhanahu wa ta’ala lebih banyak daripada doa kalian.”
(HR. Ahmad no. 11133, dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 1633)
Sumber: https://asysyariah.com/pentingnya-doa-dalam-menghadapi-wabah-penyakit/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌏 SERI TUNTUNAN MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA DAN LAINNYA
Alhamdulillah, artikel ke-5 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Wirid Rutin Harian Sebagai Perlindungan dari Penyakit
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
📲 http://t.me/asysyariah
Alhamdulillah, artikel ke-5 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Wirid Rutin Harian Sebagai Perlindungan dari Penyakit
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
📲 http://t.me/asysyariah
🌷🌸🌹💐 KETERASINGAN
✍🏻 Al-Hasan rahimahullah berkata,
المؤ من في الدنيا كالغريب، لا ينفس في عزها، ولا يجزع من ذلها، للناس حال وله حال، الناس منه في راحة، ونفسه منه في شغل
“Seorang mukmin, di dunia, bagaikan orang asing.
Ia tidak akan berambisi meraih kemuliaannya; tidak pula khawatir akan terhina olehnya (dunia).
Setiap orang memiliki urusan; dia pun memiliki urusannya sendiri.
Ketika manusia merasa nyaman berada di dalamnya, ia justru sibuk/ gelisah dengannya.”
📕( Mawaizh lil Imam Hasan al-Bashri, hal. 84)
Simber: https://forumsalafy.net/keterasingan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Hasan rahimahullah berkata,
المؤ من في الدنيا كالغريب، لا ينفس في عزها، ولا يجزع من ذلها، للناس حال وله حال، الناس منه في راحة، ونفسه منه في شغل
“Seorang mukmin, di dunia, bagaikan orang asing.
Ia tidak akan berambisi meraih kemuliaannya; tidak pula khawatir akan terhina olehnya (dunia).
Setiap orang memiliki urusan; dia pun memiliki urusannya sendiri.
Ketika manusia merasa nyaman berada di dalamnya, ia justru sibuk/ gelisah dengannya.”
📕( Mawaizh lil Imam Hasan al-Bashri, hal. 84)
Simber: https://forumsalafy.net/keterasingan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌏 SERI TUNTUNAN MENGHADAPI WABAH VIRUS CORONA DAN LAINNYA
Alhamdulillah, artikel ke-6 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Wirid Rutin Harian Sebagai Perlindungan dari Penyakit
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
Alhamdulillah, artikel ke-6 dari Seri Tuntunan Islam Menghadapi Wabah Virus Corona dan Lainnya telah terbit dengan judul:
Wirid Rutin Harian Sebagai Perlindungan dari Penyakit
Silakan simak pada tautan berikut:
https://asysyariah.com/wirid-rutin-harian-sebagai-perlindungan-dari-penyakit/
🍃 HUKUM MEMBERI NASEHAT SETELAH PENGUBURAN JENAZAH
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Apa hukum memberi nasehat setelah penguburan jenazah?
Jawaban:
Aku tidak mengetahui dalam hal ini hadits dari nabi ﷺ bila jenazah telah dikubur, beliau berdiri memberi nasehat kepada manusia. Akan tetapi yang ada adalah beliau ﷺ apabila telah selesai penguburan jenazah, berdiri dan berkata: (Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian ini dan mintakanlah baginya kekokohan hati).
📚 Fatawa Nur Ala' Ad Darb: 165
ما حكم الموعظة بعد الدفن؟
لا أعلم في هذا سنة عن النبي ﷺ، إذا دفن الميت قام يعظ الناس، ولكنه ﷺ إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه، وقال: «استغفروا لأخيكم، واسألوا له التثبيت».
📁 فتاوى نور على الدرب [165]
https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1203090808968073216
Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✒ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Apa hukum memberi nasehat setelah penguburan jenazah?
Jawaban:
Aku tidak mengetahui dalam hal ini hadits dari nabi ﷺ bila jenazah telah dikubur, beliau berdiri memberi nasehat kepada manusia. Akan tetapi yang ada adalah beliau ﷺ apabila telah selesai penguburan jenazah, berdiri dan berkata: (Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian ini dan mintakanlah baginya kekokohan hati).
📚 Fatawa Nur Ala' Ad Darb: 165
ما حكم الموعظة بعد الدفن؟
لا أعلم في هذا سنة عن النبي ﷺ، إذا دفن الميت قام يعظ الناس، ولكنه ﷺ إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه، وقال: «استغفروا لأخيكم، واسألوا له التثبيت».
📁 فتاوى نور على الدرب [165]
https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1203090808968073216
Sumber:
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com