⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️
📹 VIDEO FAEDAH
📜 BERHIJABLAH DAN PERINTAHKAN KELUARGA BERHIJAB
📚Bersama:
🎙️ Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed Hafizhahullah
📊 Durasi: [ 02:51 ]
🌐 Link Download:
📈 http://bit.ly/3209WiC
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📹 VIDEO FAEDAH
📜 BERHIJABLAH DAN PERINTAHKAN KELUARGA BERHIJAB
📚Bersama:
🎙️ Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed Hafizhahullah
📊 Durasi: [ 02:51 ]
🌐 Link Download:
📈 http://bit.ly/3209WiC
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢💐🌸 TANDA BAIKNYA KEISLAMAN SESEORANG
Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
“Di antara (tanda) baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.”
(HR. at-Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976. at-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan.” Hadits dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2318)
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
أن من اشتغل بما لا يعنيه فإن إسلامه ليس بذاك الحسن، وهذا يقع كثيرة لبعض الناس فتجده يتكلم في أشياء لا تعنيه، أو يأتي لإنسان يسأله عن أشياء لا تعنيه ويتدخل فيما لا يعنيه ، وكل هذا يدل على ضعف الإسلام
“Barangsiapa yang menyibukkan dirinya dengan perkara yang tidak bermanfaat, hal ini menunjukkan tidak baiknya keislamannya.
Kondisi ini telah menimpa kebanyakan manusia. Engkau mendapatinya berbicara pada perkara yang tidak ada manfaat baginya atau ia mendatangi seseorang bertanya tentang perkara yang tidak ada manfaatnya, dan ia ikut nimbrung pada perkara yang tidak bermanfaat baginya tersebut. Semua ini menunjukkan lemahnya keislamannya.”
📕(Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah hal. 182. Cet. Daar ats-Tsuraya)
Sumber: https://forumsalafy.net/tanda-baiknya-keislaman-seseorang/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
“Di antara (tanda) baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.”
(HR. at-Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976. at-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan.” Hadits dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2318)
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
أن من اشتغل بما لا يعنيه فإن إسلامه ليس بذاك الحسن، وهذا يقع كثيرة لبعض الناس فتجده يتكلم في أشياء لا تعنيه، أو يأتي لإنسان يسأله عن أشياء لا تعنيه ويتدخل فيما لا يعنيه ، وكل هذا يدل على ضعف الإسلام
“Barangsiapa yang menyibukkan dirinya dengan perkara yang tidak bermanfaat, hal ini menunjukkan tidak baiknya keislamannya.
Kondisi ini telah menimpa kebanyakan manusia. Engkau mendapatinya berbicara pada perkara yang tidak ada manfaat baginya atau ia mendatangi seseorang bertanya tentang perkara yang tidak ada manfaatnya, dan ia ikut nimbrung pada perkara yang tidak bermanfaat baginya tersebut. Semua ini menunjukkan lemahnya keislamannya.”
📕(Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah hal. 182. Cet. Daar ats-Tsuraya)
Sumber: https://forumsalafy.net/tanda-baiknya-keislaman-seseorang/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜 PUNCAK KECINTAAN KEPADA ALLAH
Ada seseorang yang bertanya kepada Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah, ia berkata:
"يا أبا علي متى يبلغ الرجل غايته من حب الله تعالى؟"
"Wahai Abu Ali, kapan seseorang sampai pada puncak kecintaannya kepada Allah?"
Maka Fudhail berkata kepadanya:
"إذا كان عطاؤه ومنعه إياك عندك سواء، فقد بلغت الغاية من حبه"
"Ketika Allah memberi atau menahan (rezeki-Nya) kepadamu lalu engkau menganggapnya sama, berarti engkau telah sampai pada puncak kecintaanmu kepada-Nya."
📕Hilyatul Auliya' : 8/113
Sumber :
Majalah Qudwah Edisi 53
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Ada seseorang yang bertanya kepada Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah, ia berkata:
"يا أبا علي متى يبلغ الرجل غايته من حب الله تعالى؟"
"Wahai Abu Ali, kapan seseorang sampai pada puncak kecintaannya kepada Allah?"
Maka Fudhail berkata kepadanya:
"إذا كان عطاؤه ومنعه إياك عندك سواء، فقد بلغت الغاية من حبه"
"Ketika Allah memberi atau menahan (rezeki-Nya) kepadamu lalu engkau menganggapnya sama, berarti engkau telah sampai pada puncak kecintaanmu kepada-Nya."
📕Hilyatul Auliya' : 8/113
Sumber :
Majalah Qudwah Edisi 53
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📝 FANATIKLAH TERHADAP DALIL, BUKAN TERHADAP MANUSIA
Asy-Syaikh Fawwas Almadkholi Hafizhahullah.
Perkara penting yang tidak terbetik di benak kebanyakan manusia.
Asy-Syaikh Allamah Robi' Almadkholi Hafizhahullah taala.
Wajib bagi setiap muslim untuk instropeksi diri. Karena terkadang manusia condong kepada shohibul haq (orang yang benar), dilatarbelakangi oleh hawa nafsu.
Seperti seseorang yang berandai andai sebelum jelas atasnya alhaq. Agar supaya fulan, dia yang benar, tertolong (diatas hujjah dan dalil). Maka dia pun condong, karena dia fulan.
Walaupun seseorang berada diatas alhaq, tidak diperbolehkan sikap condong yang seperti ini.
Maka apabila ada kecondongan (yang tercela) ini, walaupun terhadap shohibul haq. Yang demikian itu termasuk diantara perkara jahiliyah.
Dan ini perkara yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan manusia.
{ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮ ﻻ ﻳﺨﻄﺮ ﺑﺎﻟﺒﺎﻝ ﻋﻨﺪ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ}
قال الشيخ العلامة ربيع بن هادي المدخلي - حفظه الله تعالى - :
ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻔﺘﺶ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻘﺪ ﻳﻤﻴﻞ ﺇﻧﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺤﻖ ﻟﻬﻮﻯ ،
ﻓﻘﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺘﺒﻴﻦ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻖ ﻳﺘﻤﻨﻰ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻼﻥ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻨﺘﺼﺮ ﺑﺎﻟﺤﺠﺔ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻓﺘﻤﻴﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﻷﻧﻪ ﻓﻼﻥ ،
ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﻮﺟﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻴﻞ،
ﻓﻴﻘﻮﻝ : ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻴﻞ ﻭﻟﻮ ﻣﻊ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺤﻖ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ، ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮ ﻻ ﻳﺨﻄﺮ ﺑﺎﻟﺒﺎﻝ ﻋﻨﺪ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ .
📓التعصب الذميم
(بمقدمة جديدة )
Sumber:
📚Attaa'shub Adzdzamim
@fawaz_almadkali
WhatsApp Fawaid Solo
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy-Syaikh Fawwas Almadkholi Hafizhahullah.
Perkara penting yang tidak terbetik di benak kebanyakan manusia.
Asy-Syaikh Allamah Robi' Almadkholi Hafizhahullah taala.
Wajib bagi setiap muslim untuk instropeksi diri. Karena terkadang manusia condong kepada shohibul haq (orang yang benar), dilatarbelakangi oleh hawa nafsu.
Seperti seseorang yang berandai andai sebelum jelas atasnya alhaq. Agar supaya fulan, dia yang benar, tertolong (diatas hujjah dan dalil). Maka dia pun condong, karena dia fulan.
Walaupun seseorang berada diatas alhaq, tidak diperbolehkan sikap condong yang seperti ini.
Maka apabila ada kecondongan (yang tercela) ini, walaupun terhadap shohibul haq. Yang demikian itu termasuk diantara perkara jahiliyah.
Dan ini perkara yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan manusia.
{ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮ ﻻ ﻳﺨﻄﺮ ﺑﺎﻟﺒﺎﻝ ﻋﻨﺪ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ}
قال الشيخ العلامة ربيع بن هادي المدخلي - حفظه الله تعالى - :
ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﺴﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻔﺘﺶ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻘﺪ ﻳﻤﻴﻞ ﺇﻧﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺤﻖ ﻟﻬﻮﻯ ،
ﻓﻘﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺘﺒﻴﻦ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻖ ﻳﺘﻤﻨﻰ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻼﻥ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻨﺘﺼﺮ ﺑﺎﻟﺤﺠﺔ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻓﺘﻤﻴﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﻷﻧﻪ ﻓﻼﻥ ،
ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﻮﺟﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻴﻞ،
ﻓﻴﻘﻮﻝ : ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻴﻞ ﻭﻟﻮ ﻣﻊ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺤﻖ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ، ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮ ﻻ ﻳﺨﻄﺮ ﺑﺎﻟﺒﺎﻝ ﻋﻨﺪ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ .
📓التعصب الذميم
(بمقدمة جديدة )
Sumber:
📚Attaa'shub Adzdzamim
@fawaz_almadkali
WhatsApp Fawaid Solo
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜 APA HUKUM TRANSGENDER ATAU MENGUBAH JENIS KELAMIN?
▪︎Pertanyaan:
Akhir-akhir ini marak sebuah perbuatan transgender, yaitu mengubah jenis kelamin.
Apa hukumnya, dan bagaimana cara kita menyikapi orang-orang yang melakukan hal tersebut?
▪︎Dijawab oleh al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc:
Ini jelas merupakan perbuatan yang sangat mungkar dalam Islam. Ini mengubah ciptaan Allah azza wa jalla.
Allah melaknat pengubahan yang lebih ringan daripada ini, seperti mencabut bulu alis untuk memperindah diri, mengikir gigi, dan semisalnya, serta menyebut pelakunya sebagai orang yang terlaknat.
Mengapa? Sebab, mereka mengubah ciptaan Allah.
Nah, bagaimana jika ia sampai mengubah kelamin; laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya?
Ini jelas lebih besar lagi (dosanya). Pelakunya jelas terlaknat. Orang yang melakukan hal tersebut hendaknya bertobat kepada Allah dan kembali ke ciptaan asalnya.
Terkait dengan sikap, tentu kita harus mengingkari. Apabila mampu, kita beri nasihat dan pengertian hukum syar’i. Jika dia mau menerima, artinya, dia adalah seorang muslim, bisa jadi ia benar-benar akan menerimanya. Allahul Musta’an
🌏 Dengarkan audionya di:
https://asysyariah.com/apa-hukumnya-transgender-atau-mengubah-jenis-kelamin/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▪︎Pertanyaan:
Akhir-akhir ini marak sebuah perbuatan transgender, yaitu mengubah jenis kelamin.
Apa hukumnya, dan bagaimana cara kita menyikapi orang-orang yang melakukan hal tersebut?
▪︎Dijawab oleh al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc:
Ini jelas merupakan perbuatan yang sangat mungkar dalam Islam. Ini mengubah ciptaan Allah azza wa jalla.
Allah melaknat pengubahan yang lebih ringan daripada ini, seperti mencabut bulu alis untuk memperindah diri, mengikir gigi, dan semisalnya, serta menyebut pelakunya sebagai orang yang terlaknat.
Mengapa? Sebab, mereka mengubah ciptaan Allah.
Nah, bagaimana jika ia sampai mengubah kelamin; laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya?
Ini jelas lebih besar lagi (dosanya). Pelakunya jelas terlaknat. Orang yang melakukan hal tersebut hendaknya bertobat kepada Allah dan kembali ke ciptaan asalnya.
Terkait dengan sikap, tentu kita harus mengingkari. Apabila mampu, kita beri nasihat dan pengertian hukum syar’i. Jika dia mau menerima, artinya, dia adalah seorang muslim, bisa jadi ia benar-benar akan menerimanya. Allahul Musta’an
🌏 Dengarkan audionya di:
https://asysyariah.com/apa-hukumnya-transgender-atau-mengubah-jenis-kelamin/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💦⏰💥 JIKA WAKTUMU TERBUANG PERCUMA SOBAT...
🎙Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan,
إذا رأيتَ من نفسكـ أن أوقاتكـ ضائعـــة بلا فائدة فيجب عليكـ أن تلاحظ قلبكـ ؛ فإن هذا لا يكــــون إلا مـن غفلـة القلب عن ذكر الله تعالى
"Apabila engkau melihat bahwa waktu-waktumu terbuang tanpa manfaat, maka engkau harus memperhatikan kalbumu. Karena sesungguhnya hal ini terjadi karena lalainya kalbu dari dzikir kepada Allah."
📖 Tafsir Surat al-Ahzab hal.499.
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan,
إذا رأيتَ من نفسكـ أن أوقاتكـ ضائعـــة بلا فائدة فيجب عليكـ أن تلاحظ قلبكـ ؛ فإن هذا لا يكــــون إلا مـن غفلـة القلب عن ذكر الله تعالى
"Apabila engkau melihat bahwa waktu-waktumu terbuang tanpa manfaat, maka engkau harus memperhatikan kalbumu. Karena sesungguhnya hal ini terjadi karena lalainya kalbu dari dzikir kepada Allah."
📖 Tafsir Surat al-Ahzab hal.499.
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☝🏻📢📑💐 DOA MEMOHON DILANGGENGKAN SEHAT DAN BERLINDUNG DARI PENYAKIT
Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu berkata,
"Di antara doa yang pernah dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salllam,
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بكَ مِن زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
ALLAAHUMMA INNII A 'UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI' MATIKA, WA TAHAWWULI 'AAFIYATIKA, WA FUJAA ATI NIQMATIKA, WA JAMII'I SAKHOTHIKA
"Ya Allah, sungguh aku memohon perlindungan kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau limpahkan, berubahnya al-'aafiyah yang telah Engkau karuniakan, hukuman-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala hal yang bisa menyebabkan kemurkaan-Mu." (HR. Muslim: 2739)
📝 Keterangan:
Makna berlindung dari
تَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ
TAHAWWULI 'AAFIYATIKA
Maksudnya adalah berlindung dari bergantinya kondisi sehat menjadi sakit dan kondisi kaya (kecukupan) menjadi fakir/miskin. Oleh karena itu, seseorang yang memanjatkan doa ini, maka dia telah meminta kelanggengan al-'aafiyah, yakni keselamatan dari setiap keburukan dan semua penyakit.
📚 (Lihat al-Bahru al-Muhiith ats-Tsajjaaj fii Syarhi Shahiihi al-Imam Muslim bin al-Hajjaj jilid 42 halaman 482-489)
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu berkata,
"Di antara doa yang pernah dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salllam,
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بكَ مِن زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
ALLAAHUMMA INNII A 'UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI' MATIKA, WA TAHAWWULI 'AAFIYATIKA, WA FUJAA ATI NIQMATIKA, WA JAMII'I SAKHOTHIKA
"Ya Allah, sungguh aku memohon perlindungan kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau limpahkan, berubahnya al-'aafiyah yang telah Engkau karuniakan, hukuman-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala hal yang bisa menyebabkan kemurkaan-Mu." (HR. Muslim: 2739)
📝 Keterangan:
Makna berlindung dari
تَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ
TAHAWWULI 'AAFIYATIKA
Maksudnya adalah berlindung dari bergantinya kondisi sehat menjadi sakit dan kondisi kaya (kecukupan) menjadi fakir/miskin. Oleh karena itu, seseorang yang memanjatkan doa ini, maka dia telah meminta kelanggengan al-'aafiyah, yakni keselamatan dari setiap keburukan dan semua penyakit.
📚 (Lihat al-Bahru al-Muhiith ats-Tsajjaaj fii Syarhi Shahiihi al-Imam Muslim bin al-Hajjaj jilid 42 halaman 482-489)
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📒 APA HUKUMNYA MENAHAN KENCING, UNTUK MENJAGA WUDHU AGAR SUPAYA TIDAK BATAL, KARENA SEBAB CUACANYA DINGIN
Di jawab oleh Fadhilatu Asy-Syekh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu
Pertanyaan :
Apa pendapat anda terkait orang yang menahan kencing karena sebab masih (waktu) shalat atau ingin menjaga wudhu agar tidak batal. Dan yang demikian itu karena sebab (cuaca) dingin atau karena sesuatu hal yang lain, maka apakah ada sesuatu (dosa) bagi orang tsb?
Jawaban :
Na'am, atas orang tsb ada dosa, karena membangkang terhadap nabi shollahu 'alaihi wa sallam karena beliau bersabda;
"Tidak ada shalat, ketika makanan sudah di hidangkan dan ketika dalam keadaan ia menahan dari kencing dan buang air besar."
Maka apabila seseorang shalat dalam keadaan ia menahan kencing atau buang air besar, berarti ia sungguh telah membangkang terhadap nabi shollahu 'alaihi wa sallam. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa tidak ada shalat sama sekali baginya dalam keadaan itu, dan wajib baginya untuk menghilangkannya yaitu dengan cara ia kencing atau buang air besar.
Lalu kami katakan ; "Jika di dapati air dan juga mampu menggunakan air tsb dengan tidak membahayakannya (meskipun cuacanya dingin), maka hendaknya ia melakukannya (yaitu buang air, lalu berwudhu kembali)".
Akan tetapi apabila tidak di dapati air atau ia takut akan membahayakannya (seperti karena cuacanya dingin, dan hal itu bisa berbahaya baginya) dengan menggunakannya air tsb, maka perkaranya luas (wa lillah al-hamdu), maka hendaknya ia bertayamum.
Dan shalatnya dengan tayamum, tanpa menahan kencing atau buang air besar lebih bagus daripada shalatnya dengan wudhu tetapi dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar, dan hendaknya ia mengingat ucapan nabi, apabila ia akan shalat dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar, yaitu ucapan nabi:
"Tidak ada shalat, ketika makanan sudah di hidangkan, dan ketika dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar."
Apabila ia mengingat hadits tsb, maka ia tidak kepikiran untuk shalat dalam keadaan ia menahan kencing atau buang air besar.
📕Fataawa Nuur Alaa Ad-Darbi
⛔ حكــم مــن يحبـس البــول حفاظــا علـى الوضـوء بسبـب البـرد ⛔
♻ الســــــــؤال:
👈🏽 ﻣﺎ ﺭﺃﻱ ﻓﻀﻴﻠﺘﻜﻢ ﻓﻴﻤﻦ ﻳﺤﺒﺲ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻦ اﻟﺒﻮﻝ ﻷﺟﻞ اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻟﺤﻔﺎﻅ ﻋﻠﻰ اﻟﻮﺿﻮء ﻭﺫﻟﻚ للبرﺩ ﺃﻭ ﻷﻱ ﺷﻲء ﺁﺧﺮ ﻓﻬﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺷﻲء؟
.
✅ﻓﺄﺟﺎﺏ الشيخ ابن عثـيمين ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ
👈🏽 ﻧﻌﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺷﻲء ﻷﻧﻪ ﻋﺼﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ (ﻻ ﺻﻼﺓ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﻃﻌﺎﻡ ﻭﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻌﻪ اﻷﺧﺒﺜﺎﻥ)
ﻓﺈﺫا ﺻﻠﻰ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻊ ﻣﺪاﻓﻌﺔ اﻟﺨﺒﺚ اﻟﺒﻮﻝ ﺃﻭ اﻟﻐﺎﺋﻂ ﻓﻘﺪ ﻋﺼﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻞ ﻗﺪ ﺫﻫﺐ ﺑﻌﺾ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺻﻼﺓ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺤﺎﻝ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﺨﻠﻰ ﺃﻱ ﺃﻥ ﻳﺒﻮﻝ ﺃﻭ ﻳﺘﻐﻮﻁ ﺛﻢ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻥ ﻭﺟﺪ اﻟﻤﺎء ﻭﻗﺪﺭ ﻋﻠﻰ اﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﺑﻼ ﺿﺮﺭ ﻓﻠﻴﻔﻌﻞ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ اﻟﻤﺎء ﺃﻭ ﻛﺎﻥ ﻳﺨﺎﻑ اﻟﻀﺮﺭ ﺑﺎﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻓﺎﻷﻣﺮ ﻭاﺳﻊ ﻭﻟﻠﻪ اﻟﺤﻤﺪ ﻓﻠﻴﺘﻴﻤﻢ ﻭﺻﻼﺗﻪ ﺑﺘﻴﻤﻢ ﺑﺪﻭﻥ ﻣﺪاﻓﻌﺔ اﻟﺒﻮﻝ ﺃﻭ اﻟﻐﺎﺋﻂ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺻﻼﺗﻪ ﺑﻮﺿﻮء ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﺪاﻓﻌﺎ ﻟﻠﺒﻮﻝ ﻭاﻟﻐﺎﺋﻂ ﻭﻟﻴﺴﺘﺤﻀﺮ ﺇﺫا ﺩﻋﺘﻪ ﻧﻔﺴﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻊ اﻷﺧﺒﺜﻴﻦ ﻗﻮﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
(ﻻ ﺻﻼﺓ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﻃﻌﺎﻡ ﻭﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻌﻪ اﻷﺧﺒﺜﺎﻥ) ﻓﺈﺫا اﺳﺘﺤﻀﺮ ﻫﺬا ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻦ ﻳﺬﻫﺐ ﻳﺼﻠﻰ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻊ اﻷﺧﺒﺜﻴﻦ.
.
📓[[] فتـاوى نـور علـى الــدرب []]
https://goo.gl/IoFp59
https://goo.gl/R6br7a
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Di jawab oleh Fadhilatu Asy-Syekh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu
Pertanyaan :
Apa pendapat anda terkait orang yang menahan kencing karena sebab masih (waktu) shalat atau ingin menjaga wudhu agar tidak batal. Dan yang demikian itu karena sebab (cuaca) dingin atau karena sesuatu hal yang lain, maka apakah ada sesuatu (dosa) bagi orang tsb?
Jawaban :
Na'am, atas orang tsb ada dosa, karena membangkang terhadap nabi shollahu 'alaihi wa sallam karena beliau bersabda;
"Tidak ada shalat, ketika makanan sudah di hidangkan dan ketika dalam keadaan ia menahan dari kencing dan buang air besar."
Maka apabila seseorang shalat dalam keadaan ia menahan kencing atau buang air besar, berarti ia sungguh telah membangkang terhadap nabi shollahu 'alaihi wa sallam. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa tidak ada shalat sama sekali baginya dalam keadaan itu, dan wajib baginya untuk menghilangkannya yaitu dengan cara ia kencing atau buang air besar.
Lalu kami katakan ; "Jika di dapati air dan juga mampu menggunakan air tsb dengan tidak membahayakannya (meskipun cuacanya dingin), maka hendaknya ia melakukannya (yaitu buang air, lalu berwudhu kembali)".
Akan tetapi apabila tidak di dapati air atau ia takut akan membahayakannya (seperti karena cuacanya dingin, dan hal itu bisa berbahaya baginya) dengan menggunakannya air tsb, maka perkaranya luas (wa lillah al-hamdu), maka hendaknya ia bertayamum.
Dan shalatnya dengan tayamum, tanpa menahan kencing atau buang air besar lebih bagus daripada shalatnya dengan wudhu tetapi dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar, dan hendaknya ia mengingat ucapan nabi, apabila ia akan shalat dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar, yaitu ucapan nabi:
"Tidak ada shalat, ketika makanan sudah di hidangkan, dan ketika dalam keadaan menahan kencing atau buang air besar."
Apabila ia mengingat hadits tsb, maka ia tidak kepikiran untuk shalat dalam keadaan ia menahan kencing atau buang air besar.
📕Fataawa Nuur Alaa Ad-Darbi
⛔ حكــم مــن يحبـس البــول حفاظــا علـى الوضـوء بسبـب البـرد ⛔
♻ الســــــــؤال:
👈🏽 ﻣﺎ ﺭﺃﻱ ﻓﻀﻴﻠﺘﻜﻢ ﻓﻴﻤﻦ ﻳﺤﺒﺲ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻦ اﻟﺒﻮﻝ ﻷﺟﻞ اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻟﺤﻔﺎﻅ ﻋﻠﻰ اﻟﻮﺿﻮء ﻭﺫﻟﻚ للبرﺩ ﺃﻭ ﻷﻱ ﺷﻲء ﺁﺧﺮ ﻓﻬﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺷﻲء؟
.
✅ﻓﺄﺟﺎﺏ الشيخ ابن عثـيمين ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ
👈🏽 ﻧﻌﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺷﻲء ﻷﻧﻪ ﻋﺼﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ (ﻻ ﺻﻼﺓ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﻃﻌﺎﻡ ﻭﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻌﻪ اﻷﺧﺒﺜﺎﻥ)
ﻓﺈﺫا ﺻﻠﻰ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻊ ﻣﺪاﻓﻌﺔ اﻟﺨﺒﺚ اﻟﺒﻮﻝ ﺃﻭ اﻟﻐﺎﺋﻂ ﻓﻘﺪ ﻋﺼﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻞ ﻗﺪ ﺫﻫﺐ ﺑﻌﺾ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺻﻼﺓ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺤﺎﻝ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﺨﻠﻰ ﺃﻱ ﺃﻥ ﻳﺒﻮﻝ ﺃﻭ ﻳﺘﻐﻮﻁ ﺛﻢ ﻧﻘﻮﻝ ﺇﻥ ﻭﺟﺪ اﻟﻤﺎء ﻭﻗﺪﺭ ﻋﻠﻰ اﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﺑﻼ ﺿﺮﺭ ﻓﻠﻴﻔﻌﻞ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺠﺪ اﻟﻤﺎء ﺃﻭ ﻛﺎﻥ ﻳﺨﺎﻑ اﻟﻀﺮﺭ ﺑﺎﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻓﺎﻷﻣﺮ ﻭاﺳﻊ ﻭﻟﻠﻪ اﻟﺤﻤﺪ ﻓﻠﻴﺘﻴﻤﻢ ﻭﺻﻼﺗﻪ ﺑﺘﻴﻤﻢ ﺑﺪﻭﻥ ﻣﺪاﻓﻌﺔ اﻟﺒﻮﻝ ﺃﻭ اﻟﻐﺎﺋﻂ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺻﻼﺗﻪ ﺑﻮﺿﻮء ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﺪاﻓﻌﺎ ﻟﻠﺒﻮﻝ ﻭاﻟﻐﺎﺋﻂ ﻭﻟﻴﺴﺘﺤﻀﺮ ﺇﺫا ﺩﻋﺘﻪ ﻧﻔﺴﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻊ اﻷﺧﺒﺜﻴﻦ ﻗﻮﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
(ﻻ ﺻﻼﺓ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﻃﻌﺎﻡ ﻭﻻ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻌﻪ اﻷﺧﺒﺜﺎﻥ) ﻓﺈﺫا اﺳﺘﺤﻀﺮ ﻫﺬا ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻦ ﻳﺬﻫﺐ ﻳﺼﻠﻰ ﻭﻫﻮ ﻳﺪاﻓﻊ اﻷﺧﺒﺜﻴﻦ.
.
📓[[] فتـاوى نـور علـى الــدرب []]
https://goo.gl/IoFp59
https://goo.gl/R6br7a
Sumber:
@faedahislamiyahslogohimo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Indonesia
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Menyiapkan Bekal Untuk Kehidupan Setelah Mati
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-menyiapkan-bekal-untuk-kehidupan-setelah-mati/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-menyiapkan-bekal-untuk-kehidupan-setelah-mati/
Ⓜ PENJELASAN RIBA (DALAM HUTANG PIUTANG/PINJAM MEMINJAM & DALAM AKAD JUAL BELI), BUNGA BANK DAN JENIS-JENIS BARANG RIBAWI
[Disertai contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari : Valas, Forex Trading, Money changer, Western Union, Penggadaian, dll]
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy hafidzahullah
📆 Dauroh Kitabul Buyu' dari Kitab Manhajus Salikin Ahad, 13 Dzulhijjah 1436H - 27/09/2015M Masjid Al-Khodamut Taqwa Tanjung Priok JAKUT | Link http://bit.ly/1L3wLUb (Versi Full)
📊 Durasi 36:18
Sumber:
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
@ForumBerbagiFaidah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
[Disertai contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari : Valas, Forex Trading, Money changer, Western Union, Penggadaian, dll]
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy hafidzahullah
📆 Dauroh Kitabul Buyu' dari Kitab Manhajus Salikin Ahad, 13 Dzulhijjah 1436H - 27/09/2015M Masjid Al-Khodamut Taqwa Tanjung Priok JAKUT | Link http://bit.ly/1L3wLUb (Versi Full)
📊 Durasi 36:18
Sumber:
🔍 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
@ForumBerbagiFaidah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
💡📢🔥📋 NASEHAT UNTUK DAI-DAI HIZBI
✒📁 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Sebagian manusia bersandar kepada buku-buku fikriyah dan tsaqafiyah (buku-buku tentang fikrah/pemikiran dan wawasan) dan membacanya. Kemudian setelah itu ia menyangka bahwa dirinya telah menjadi seorang yang 'alim (berilmu) dan seorang pendakwah, dalam keadaan sebenarnya ia lemah dalam fiqh (pemahaman) agama, dan ia tidak membaca kitab-kitab syar'iyah. Maka apakah arahan engkau Samahatusy Syaikh dalam permasalahan ini?
Jawaban:
Ilmu itu adalah firman Allah dan sabda Rasul-Nya, bukan perkataan fulan dan fulan. Ilmu itu adalah firman Allah dan sabda Rasul-Nya, setelah itu perkataan ahlul 'ilmi (ulama) yang menafsirkan dan menjelaskannya bagi manusia. Dan ulama adalah khalifah-khilafah (para penerus) Allah di antara hamba-hamba-Nya setelah rasul. Allah berfirman:
"Allah mempersaksikan bahwasanya tidak ada ilah melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)."
Dan ilmu adalah ilmu tentang Allah dan tentang agama-Nya. Allah berfirman:
"Hanyalah yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya itu para ulama."
Dan mereka adalah Ar-Rasul dan para pengikutnya ahlul bashirah, ahlud din, ahlul haq, ahlul Qur`an dan sunnah. Maka para ulama adalah penerus para rasul, merekalah yang menjelaskan dan menunjukkan kepada (jalan) Allah dan kepada agama-Nya.
Maka tidaklah seorang penuntut ilmu termasuk ahlul 'ilmi (ulama) kecuali dengan men-tadabburi dan mempelajari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, dan mengambil (ilmu) dari ulama sunnah.
Inilah jalan ilmu: menerima (ilmu) di atas ketaatan; men-tadabburi, memikirkan, dan mengambil faidah (ilmu); membaca bacaan yang memberikan manfaat/faidah; dan menuntut ilmu dari awal hingga akhirnya. Men-tadabburi, memikirkan, dan menelaah di dalam kitab-kitab tafsir yang terpercaya apa-apa yang isykal (samar/belum jelas), seperti tafsir Ibnu Katsir, Al-Baghawi, atau selain dari keduanya dari (kitab) tafsir-tafsir yang terpercaya. Demikian pula terhadap kitab-kitab hadits yang mulia.
Dan juga mengambil ilmu dari para ulama ahlus sunnah wal jama'ah dari kalangan ahlul bashirah, bukan dari ulama ahli ilmu kalam (filsafat), bukan dari ulama ahlul bid'ah, dan bukan pula dari orang-orang yang bodoh.
Maka ilmu yang tidak bersumber dari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya tidaklah disebut sebagai ilmu, tapi bahkan disebut sebagai kebodohan, sekalipun itu merupakan ilmu yang bermanfaat di dunia. Tapi yang dimaksud (di sini) adalah yang bermanfaat di akhirat, yang menyelamatkan dari kebodohan, yang dapat membuat manuasia mengerti akan agamanya, dan yang dengannya manusia dapat mengetahui apa-apa yang Allah wajibkan dan Allah haramkan atasnya. Inilah yang disebut sebagai ilmu syar'i.
Sumber:
http://tiny.cc/binbaz
http://forumsalafy.net/nasehat-untuk-dai-dai-hizbi/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✒📁 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
Pertanyaan:
Sebagian manusia bersandar kepada buku-buku fikriyah dan tsaqafiyah (buku-buku tentang fikrah/pemikiran dan wawasan) dan membacanya. Kemudian setelah itu ia menyangka bahwa dirinya telah menjadi seorang yang 'alim (berilmu) dan seorang pendakwah, dalam keadaan sebenarnya ia lemah dalam fiqh (pemahaman) agama, dan ia tidak membaca kitab-kitab syar'iyah. Maka apakah arahan engkau Samahatusy Syaikh dalam permasalahan ini?
Jawaban:
Ilmu itu adalah firman Allah dan sabda Rasul-Nya, bukan perkataan fulan dan fulan. Ilmu itu adalah firman Allah dan sabda Rasul-Nya, setelah itu perkataan ahlul 'ilmi (ulama) yang menafsirkan dan menjelaskannya bagi manusia. Dan ulama adalah khalifah-khilafah (para penerus) Allah di antara hamba-hamba-Nya setelah rasul. Allah berfirman:
"Allah mempersaksikan bahwasanya tidak ada ilah melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)."
Dan ilmu adalah ilmu tentang Allah dan tentang agama-Nya. Allah berfirman:
"Hanyalah yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya itu para ulama."
Dan mereka adalah Ar-Rasul dan para pengikutnya ahlul bashirah, ahlud din, ahlul haq, ahlul Qur`an dan sunnah. Maka para ulama adalah penerus para rasul, merekalah yang menjelaskan dan menunjukkan kepada (jalan) Allah dan kepada agama-Nya.
Maka tidaklah seorang penuntut ilmu termasuk ahlul 'ilmi (ulama) kecuali dengan men-tadabburi dan mempelajari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, dan mengambil (ilmu) dari ulama sunnah.
Inilah jalan ilmu: menerima (ilmu) di atas ketaatan; men-tadabburi, memikirkan, dan mengambil faidah (ilmu); membaca bacaan yang memberikan manfaat/faidah; dan menuntut ilmu dari awal hingga akhirnya. Men-tadabburi, memikirkan, dan menelaah di dalam kitab-kitab tafsir yang terpercaya apa-apa yang isykal (samar/belum jelas), seperti tafsir Ibnu Katsir, Al-Baghawi, atau selain dari keduanya dari (kitab) tafsir-tafsir yang terpercaya. Demikian pula terhadap kitab-kitab hadits yang mulia.
Dan juga mengambil ilmu dari para ulama ahlus sunnah wal jama'ah dari kalangan ahlul bashirah, bukan dari ulama ahli ilmu kalam (filsafat), bukan dari ulama ahlul bid'ah, dan bukan pula dari orang-orang yang bodoh.
Maka ilmu yang tidak bersumber dari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya tidaklah disebut sebagai ilmu, tapi bahkan disebut sebagai kebodohan, sekalipun itu merupakan ilmu yang bermanfaat di dunia. Tapi yang dimaksud (di sini) adalah yang bermanfaat di akhirat, yang menyelamatkan dari kebodohan, yang dapat membuat manuasia mengerti akan agamanya, dan yang dengannya manusia dapat mengetahui apa-apa yang Allah wajibkan dan Allah haramkan atasnya. Inilah yang disebut sebagai ilmu syar'i.
Sumber:
http://tiny.cc/binbaz
http://forumsalafy.net/nasehat-untuk-dai-dai-hizbi/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🏝️🏜️ MANFAAT YAKIN DENGAN ADANYA AKHIRAT
▫ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
من ثمرات الإيمان باليوم الآخر
أولا:الحرص على طاعة الله تعالى رغبة في ثواب ذلك اليوم والبعد عن معصيته خوفا من عقاب ذلك اليوم
ثانيا:تسلية المؤمن عما يفوته من نعيم الدنيا ومتاعها بما يرجوه من نعيم الآخرة وثوابها.
"Di antara manfaat mengimani hari akhir;
Pertama, akan jadi bersemangat untuk taat pada Allah karena mengharapkan pahalanya di akhirat. Dan akan menjauh dari maksiat karena takut dengan hukuman pada saat itu.
Kedua, akan menghibur seorang mu'min yang kehilangan atau tidak mendapatkan nikmat dan perhiasan dunia, yaitu dia berharap mendapatkan nikmat dan pahala di akhirat." (Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama'ah, hlm. 56)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
▫ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
من ثمرات الإيمان باليوم الآخر
أولا:الحرص على طاعة الله تعالى رغبة في ثواب ذلك اليوم والبعد عن معصيته خوفا من عقاب ذلك اليوم
ثانيا:تسلية المؤمن عما يفوته من نعيم الدنيا ومتاعها بما يرجوه من نعيم الآخرة وثوابها.
"Di antara manfaat mengimani hari akhir;
Pertama, akan jadi bersemangat untuk taat pada Allah karena mengharapkan pahalanya di akhirat. Dan akan menjauh dari maksiat karena takut dengan hukuman pada saat itu.
Kedua, akan menghibur seorang mu'min yang kehilangan atau tidak mendapatkan nikmat dan perhiasan dunia, yaitu dia berharap mendapatkan nikmat dan pahala di akhirat." (Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama'ah, hlm. 56)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💡📛📢🌷 BOLEHKAH MENYINGKAT SHALAWAT ATAS NABI SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALAM
Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
Apakah diperbolehkan menulis huruf (ص) atau (صلعم) sebagai singkatan dari صلى الله عليه وسلم ?
📬 Tanya:
Apakah diperbolehkan ketika menulis hadits, terkhusus pada kalimat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam untuk menuliskannya dengan huruf (ص) atau (صلعم) sebagai isyarat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم? Dan apakah kita harus menggerakkan kedua bibir ketika menulis kalimat صلى الله عليه وسلم?
🔓 Jawaban:
Yang wajib ialah dengan menulisnya صلى الله عليه وسلم (shallallahu ‘alaihi wa salam). Adapun (ص) atau (صلعم) (atau SAW versi indonesia -pent), maka ini tidak boleh. Ini keliru. Tetapi (yang benar) setelah menyebutkan nama beliau ialah dengan menuliskan shallallahu ‘alaihi wa salam (صلى الله عليه وسلم).
Dan yang afdhal (lebih utama) ialah sembari melafadzkannya, menggabungkan antara dua perkara shallallahu ‘alaihi wa salam.
Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/node/19350 http://forumsalafy.net/bolehkah-menyingkat-shalawat-atas-nabi-shalallahu-alaihi-wa-salam/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
Apakah diperbolehkan menulis huruf (ص) atau (صلعم) sebagai singkatan dari صلى الله عليه وسلم ?
📬 Tanya:
Apakah diperbolehkan ketika menulis hadits, terkhusus pada kalimat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam untuk menuliskannya dengan huruf (ص) atau (صلعم) sebagai isyarat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم? Dan apakah kita harus menggerakkan kedua bibir ketika menulis kalimat صلى الله عليه وسلم?
🔓 Jawaban:
Yang wajib ialah dengan menulisnya صلى الله عليه وسلم (shallallahu ‘alaihi wa salam). Adapun (ص) atau (صلعم) (atau SAW versi indonesia -pent), maka ini tidak boleh. Ini keliru. Tetapi (yang benar) setelah menyebutkan nama beliau ialah dengan menuliskan shallallahu ‘alaihi wa salam (صلى الله عليه وسلم).
Dan yang afdhal (lebih utama) ialah sembari melafadzkannya, menggabungkan antara dua perkara shallallahu ‘alaihi wa salam.
Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/node/19350 http://forumsalafy.net/bolehkah-menyingkat-shalawat-atas-nabi-shalallahu-alaihi-wa-salam/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com