💧🛏 🍛 JUNUB? BERWUDHULAH SEBELUM TIDUR DAN MAKAN
Apabila orang yang junub belum sempat mandi atau ingin menunda mandinya, sementara ia hendak tidur, disenangi untuk dia berwudhu terlebih dahulu.
Hal ini dipahami dari riwayat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma ketika mengisahkan tentang ayahnya, ‘Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu yang junub pada suatu malam. ‘Umar menyebutkan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersabda,
تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ ثُمَّ نَمْ
“Berwudhulah dan (sebelumnya) cucilah kemaluanmu, kemudian tidurlah.”
📚 (HR. al-Bukhari no. 290 dan Muslim no. 702)
Demikian pula ketika orang yang junub tersebut hendak makan dan minum, disenangi untuk dia berwudhu menurut kesepakatan ulama.
📖 al-Majmu’ 2/178, ar-Raudhul Murbi’ 1/63, Subulus Salam 1/138, Nailul Authar 1/304, dan asy-Syarhul Mumti’ 1/238
Hal ini ditunjukkan oleh perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang disebutkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha,
كاَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَّأْكُلَ أَوْ يَنَامَ، تَوَضَّأَ وُضُوْءَهُ لِلصَّلاَةِ
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam junub kemudian hendak makan atau tidur, beliau berwudhu seperti wudhu untuk mengerjakan shalat.”
📚 (HR. Muslim no. 689)
Wudhu dalam keadaan ini hukumnya sunnah/mustahab menurut pendapat jumhur ulama. Inilah pendapat yang rajih, insya Allah.
Pendapat ini menyelisihi pendapat mazhab Zhahiriyah yang mewajibkan wudhu ketika seorang yang junub hendak tidur.
📖 Fathul Bari 1/511, al-Minhaj 3/208—209, Subulus Salam 1/138, Nailul Authar 1/303, asy-Syarhul Mumti’ 1/239, Taudhihul Ahkam 1/393
Sumber:
https://is.gd/8duAYB
@ukhuwah_anak_kuliah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Apabila orang yang junub belum sempat mandi atau ingin menunda mandinya, sementara ia hendak tidur, disenangi untuk dia berwudhu terlebih dahulu.
Hal ini dipahami dari riwayat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma ketika mengisahkan tentang ayahnya, ‘Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu yang junub pada suatu malam. ‘Umar menyebutkan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersabda,
تَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ ثُمَّ نَمْ
“Berwudhulah dan (sebelumnya) cucilah kemaluanmu, kemudian tidurlah.”
📚 (HR. al-Bukhari no. 290 dan Muslim no. 702)
Demikian pula ketika orang yang junub tersebut hendak makan dan minum, disenangi untuk dia berwudhu menurut kesepakatan ulama.
📖 al-Majmu’ 2/178, ar-Raudhul Murbi’ 1/63, Subulus Salam 1/138, Nailul Authar 1/304, dan asy-Syarhul Mumti’ 1/238
Hal ini ditunjukkan oleh perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang disebutkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha,
كاَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَّأْكُلَ أَوْ يَنَامَ، تَوَضَّأَ وُضُوْءَهُ لِلصَّلاَةِ
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam junub kemudian hendak makan atau tidur, beliau berwudhu seperti wudhu untuk mengerjakan shalat.”
📚 (HR. Muslim no. 689)
Wudhu dalam keadaan ini hukumnya sunnah/mustahab menurut pendapat jumhur ulama. Inilah pendapat yang rajih, insya Allah.
Pendapat ini menyelisihi pendapat mazhab Zhahiriyah yang mewajibkan wudhu ketika seorang yang junub hendak tidur.
📖 Fathul Bari 1/511, al-Minhaj 3/208—209, Subulus Salam 1/138, Nailul Authar 1/303, asy-Syarhul Mumti’ 1/239, Taudhihul Ahkam 1/393
Sumber:
https://is.gd/8duAYB
@ukhuwah_anak_kuliah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊PRANK BUKAN
AKHLAK ISLAM
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ حَدَّثَنَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّهُمْ كَانُوا يَسِيرُونَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَامَ رَجُلٌ مِنْهُمْ فَانْطَلَقَ بَعْضُهُمْ إِلَى حَبْلٍ مَعَهُ فَأَخَذَهُ فَفَزِعَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
Dari Abdurrahman bin Abi Laila, "Telah menceritakan kepada kami para shahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya mereka pernah berjalan (safar) bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian tidurlah seseorang laki-laki.
Kemudian sebagian dari mereka pergi mengambil tali yang ada pada orang yang tidur tadi. Maka, dia pun menjadi terkejut (takut). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain."
📚 H.R. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا
"Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mengambil (menyembunyikan) barang saudaranya secara main-main atau sungguhan."
📚 H.R. Abu Dawud, dihasankan oleh Syaikh Al Albani
Baca Ulasan Selengkapnya dalam Tashfiyah edisi 94 "Catatan Penting Saat Chatting"
Dalam artikel "Merekatkan Hubungan Bukan Menjauhkan" halaman 17
Sumber:
@majalahtashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
AKHLAK ISLAM
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ حَدَّثَنَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّهُمْ كَانُوا يَسِيرُونَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَامَ رَجُلٌ مِنْهُمْ فَانْطَلَقَ بَعْضُهُمْ إِلَى حَبْلٍ مَعَهُ فَأَخَذَهُ فَفَزِعَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
Dari Abdurrahman bin Abi Laila, "Telah menceritakan kepada kami para shahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya mereka pernah berjalan (safar) bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian tidurlah seseorang laki-laki.
Kemudian sebagian dari mereka pergi mengambil tali yang ada pada orang yang tidur tadi. Maka, dia pun menjadi terkejut (takut). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain."
📚 H.R. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا
"Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mengambil (menyembunyikan) barang saudaranya secara main-main atau sungguhan."
📚 H.R. Abu Dawud, dihasankan oleh Syaikh Al Albani
Baca Ulasan Selengkapnya dalam Tashfiyah edisi 94 "Catatan Penting Saat Chatting"
Dalam artikel "Merekatkan Hubungan Bukan Menjauhkan" halaman 17
Sumber:
@majalahtashfiyah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
HUKUM MEMBACA
AYAT KURSI SEBELUM
TIDUR TANPA WUDHU
Soal: Bismillah, afwan mau tanya apa hukum membaca ayat kursi ketika hendak tidur tanpa wudhu?
Jawab: Membaca Ayat Kursi sebelum tidur disunnahkan sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah dalam shahih Al Bukhori. Demikian pula berwudhu sebelum tidur salah satu adab dari adab yang diajarkan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam. Seandainya anda lakukan keduanya maka sungguhlah anda telah…
Baca Selengkapnya di: https://problematikaumat.com/hukum-membaca-ayat-kursi-sebelum-tidur-tanpa-wudhu/
Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
AYAT KURSI SEBELUM
TIDUR TANPA WUDHU
Soal: Bismillah, afwan mau tanya apa hukum membaca ayat kursi ketika hendak tidur tanpa wudhu?
Jawab: Membaca Ayat Kursi sebelum tidur disunnahkan sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah dalam shahih Al Bukhori. Demikian pula berwudhu sebelum tidur salah satu adab dari adab yang diajarkan Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam. Seandainya anda lakukan keduanya maka sungguhlah anda telah…
Baca Selengkapnya di: https://problematikaumat.com/hukum-membaca-ayat-kursi-sebelum-tidur-tanpa-wudhu/
Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔎📖💦 PERBAIKI MUAMALAHMU DENGAN ALLAH TA'ALA
🔊 Al Imam As Syafi'i rahimahullah berkata,
قال الإمام الشافعي رحمه الله:
إنك لاتقدر أن ترضي الناس كلهم ،فأصلح ما بينك وبين الله ، ولاتبال بالناس
[ طبقات الشافعية ١٨٤/٢ ]
"Sungguh engkau tidak akan mampu untuk membuat semua manusia ridha, maka perbaikilah hubungan antara dirimu dengan Allah, dan jangan engkau pedulikan manusia."
📚 Thobaqat Asy Syafi'iyah 2/184
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊 Al Imam As Syafi'i rahimahullah berkata,
قال الإمام الشافعي رحمه الله:
إنك لاتقدر أن ترضي الناس كلهم ،فأصلح ما بينك وبين الله ، ولاتبال بالناس
[ طبقات الشافعية ١٨٤/٢ ]
"Sungguh engkau tidak akan mampu untuk membuat semua manusia ridha, maka perbaikilah hubungan antara dirimu dengan Allah, dan jangan engkau pedulikan manusia."
📚 Thobaqat Asy Syafi'iyah 2/184
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📝⚠ KOREKSI AKIDAH ANDA TENTANG MAYIT
🔈🗓 Audio Kajian Islam Ilmiyyah || 22 Jumadil Ula 1441 H / 18 Januari 2020 M
Bersama:
🎙 AL-USTADZ MUHAMMAD AFIFUDDIN Hafizhahullah
(Pengasuh Ponpes Darul Hadits al-Bayyinah - Gresik)
🕌 Masjid Ponpes Darussalam as-Salafy.
Gadungan RT 02/RW 03, Nambangan, Selogiri, Wonogiri (https://goo.gl/maps/xr6vY6B4xkA2).
⏲ Pukul 09.00 WIB - menjelang zhuhur.
📥 Link unduh 32 kbps (25 MB): https://bit.ly/2Gbklhb
Sumber:
Tasjilat Radio Islam Wonogiri http://radioislamwonogiri.com
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🔈🗓 Audio Kajian Islam Ilmiyyah || 22 Jumadil Ula 1441 H / 18 Januari 2020 M
Bersama:
🎙 AL-USTADZ MUHAMMAD AFIFUDDIN Hafizhahullah
(Pengasuh Ponpes Darul Hadits al-Bayyinah - Gresik)
🕌 Masjid Ponpes Darussalam as-Salafy.
Gadungan RT 02/RW 03, Nambangan, Selogiri, Wonogiri (https://goo.gl/maps/xr6vY6B4xkA2).
⏲ Pukul 09.00 WIB - menjelang zhuhur.
📥 Link unduh 32 kbps (25 MB): https://bit.ly/2Gbklhb
Sumber:
Tasjilat Radio Islam Wonogiri http://radioislamwonogiri.com
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
ANCAMAN KERAS BAGI ORANG YG MENINGGALKAN SHALAT JUMAT
Dari Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu anhum keduanya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda di atas mimbar beliau :
"Sungguh suatu kaum mau berhenti dari perbuatan meninggalkan shalat jumat, atau Allah akan mengunci mati hati mereka sehingga sungguh mereka akan menjadi orang-orang yg lalai."
HR. Muslim 865
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan :
"Pada hadits ini ada faedah kalau shalat jumat itu hukumnya fardhu 'ain.
Dan makna "khatama" adalah akan dikunci mati dan ditutup hatinya."
Syarh Shahih Muslim 7/119
Sumber:
@ahlussunnahposo
@anNajiyahBali/14734
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu anhum keduanya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda di atas mimbar beliau :
"Sungguh suatu kaum mau berhenti dari perbuatan meninggalkan shalat jumat, atau Allah akan mengunci mati hati mereka sehingga sungguh mereka akan menjadi orang-orang yg lalai."
HR. Muslim 865
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan :
"Pada hadits ini ada faedah kalau shalat jumat itu hukumnya fardhu 'ain.
Dan makna "khatama" adalah akan dikunci mati dan ditutup hatinya."
Syarh Shahih Muslim 7/119
Sumber:
@ahlussunnahposo
@anNajiyahBali/14734
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢💐🌷 SEMPURNAKANLAH WUDHU DAN SHALATMU!
✍🏻 Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاَةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلاَّ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ
"Tidaklah datang waktu shalat pada seorang muslim kemudian dia menyempurnakan wudhunya, khusyuknya, dan rukuknya; kecuali hal itu akan menjadi kaffarah bagi dosa sebelumnya, selama ia tidak melakukan dosa besar. Yang demikian itu berlangsung sepanjang masa."
(HR. Muslim no. 228, dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu)
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاَةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلاَّ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ
"Tidaklah datang waktu shalat pada seorang muslim kemudian dia menyempurnakan wudhunya, khusyuknya, dan rukuknya; kecuali hal itu akan menjadi kaffarah bagi dosa sebelumnya, selama ia tidak melakukan dosa besar. Yang demikian itu berlangsung sepanjang masa."
(HR. Muslim no. 228, dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu)
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜 Faedah Ringkas
-----------------------------------
💣 Mengenal Tokoh Teroris Dan Pemikirannya
Bagian. 5
💣🗡 Sayyid Quthb (Tokoh Teroris) Salah Satu Rujukan Ikhwanul Muslimin
🎙Di sampaikan oleh :
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah
-----------------------------------
Sumber:
Whatsapp Ilmu Syari // WA IS
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
-----------------------------------
💣 Mengenal Tokoh Teroris Dan Pemikirannya
Bagian. 5
💣🗡 Sayyid Quthb (Tokoh Teroris) Salah Satu Rujukan Ikhwanul Muslimin
🎙Di sampaikan oleh :
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah
-----------------------------------
Sumber:
Whatsapp Ilmu Syari // WA IS
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🚇 BERAMAL IBADAH NAMUN BID'AH, KENAPA AHLUSSUNNAH MENOLAKNYA?
[ Kajian Hadits: Syarh Arbain an-Nawawiyyah, Hadits ke-5 ]
Dari Ibunda kaum mukminin, Ummu Abdillah Aisyah -semoga Allah meridlainya- beliau berkata: Rasulullah [ﷺ] bersabda:
{ مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ }
“Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu hal yang baru dalam perkara kami ini yang tidak ada (perintahnya dari kami) maka tertolak.”
[HR al-Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat Muslim:
{ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْه ِأَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ }
“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintah kami, maka tertolak.”
▶️ Penjelasan;
※ Hadits ini adalah patokan lahiriah untuk menentukan sah atau tidaknya suatu amalan. Jika suatu amalan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah [ﷺ], maka tertolak. Meski pelakunya mengamalkan dengan ikhlas hanya karena Allah.
※ Karena itu, syarat diterimanya amalan ada 2:
▸ [1] Ikhlas karena Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits pertama yang lalu.
▸ [2] Mengikuti tuntunan Rasulullah [ﷺ].
Perbuatan yang diada-adakan dalam Dienul Islam, yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah [ﷺ] disebut dengan bid’ah
▶️ Definisi Bid’ah;
※ Bid’ah secara bahasa _artinya adalah sesuatu yang diada-adakan tanpa ada contoh sebelumnya.__
Dalam al-Qur’an ada penyebutan lafadz bid’ah secara bahasa tersebut, di antaranya:
{ بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ }
“Allahlah yang mengadakan langit dan bumi (tanpa contoh sebelumnya).” [QS al-Baqarah:117]
※ Makna bid’ah secara istilah adalah
▸ jalan yang ditempuh dalam Dien,
▸ yang diada-adakan,
▸ menandingi syariat,
▸ yang niat melaksanakannya adalah sebagaimana niat seseorang menjalankan syariat.
📚[al-I’tishom karya al-Imam asy-Syathiby]
▶️ Penjelasan Definisi Bid’ah;
※ Beberapa karakteristik sesuatu hal dikatakan sebagai bid’ah:
▸ [1] Telah menjadi sebuah ‘jalan’
— Bukan sesuatu hal yang sekedar ‘pernah’ dilakukan, tapi berulang-ulang dan menjadi kebiasaan, sehingga menjadi ‘jalan’.
▸ [2] Dalam urusan Dien (bukan duniawi)
— Dalam urusan duniawi dipersilakan berinovasi seluas-luasnya selama tidak ada larangan dari al-Qur’an maupun Sunnah Rasul [ﷺ].
{ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ }
“Kalian lebih tahu tentang urusan duniawi kalian.”
[HR Muslim]
▸ [3] Diada-adakan, tidak ada dalilnya
— Tidak ada dalil shahih yang menjadi landasannya. Jika ada dalil, bisa berupa hadits lemah atau hadits palsu, atau ayat yang ditafsirkan tidak pada tempatnya.
▸ [4] Menandingi syariat
— Tidaklah seseorang melakukan sesuatu bid’ah kecuali Sunnah yang semisalnya akan mati.
Rasulullah [ﷺ] bersabda:
{ مَا أَحْدَثَ قَوْمٌ بِدْعَةً إِلَّا رُفِعَ مِثْلُهَا مِنَ السُّنَّةِ }
“Tidaklah suatu kaum melakukan suatu bid’ah, kecuali akan terangkat Sunnah yang semisal dengannya.” [HR Ahmad dari Ghudhaif bin al-Haarits, dan Ibnu Hajar menyatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (baik) dalam Fathul Baari, 13/253]
❏ Contoh:
Bacaan-bacaan setelah selesai sholat fardlu banyak disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih. Namun, ada seseorang yang karena merasa mendapatkan ijazah bacaan dari gurunya (meski tidak ada dalilnya dari hadits Nabi), selalu mengulang-ulang bacaan yang diajarkan tersebut setelah selesai sholat. Misalkan, membaca Laa Ilaaha Illallaah 333 kali, disertai keyakinan keutamaan-keutamaannya (memperlancar rezeki, kewibawaan, dsb). Akibatnya, ia akan tersibukkan dengan amalan dari gurunya tersebut dan meninggalkan Sunnah Nabi yang sebenarnya.
▸ [5] Niat melakukannya adalah sebagaimana orang berniat dalam melakukan syariat (untuk mendekatkan diri kepada Allah)
📚[Penjelasan ini disarikan dari Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Aalusy Syaikh ketika mensyarh hadits ini]
[ Kajian Hadits: Syarh Arbain an-Nawawiyyah, Hadits ke-5 ]
Dari Ibunda kaum mukminin, Ummu Abdillah Aisyah -semoga Allah meridlainya- beliau berkata: Rasulullah [ﷺ] bersabda:
{ مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ }
“Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu hal yang baru dalam perkara kami ini yang tidak ada (perintahnya dari kami) maka tertolak.”
[HR al-Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat Muslim:
{ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْه ِأَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ }
“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintah kami, maka tertolak.”
▶️ Penjelasan;
※ Hadits ini adalah patokan lahiriah untuk menentukan sah atau tidaknya suatu amalan. Jika suatu amalan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah [ﷺ], maka tertolak. Meski pelakunya mengamalkan dengan ikhlas hanya karena Allah.
※ Karena itu, syarat diterimanya amalan ada 2:
▸ [1] Ikhlas karena Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits pertama yang lalu.
▸ [2] Mengikuti tuntunan Rasulullah [ﷺ].
Perbuatan yang diada-adakan dalam Dienul Islam, yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah [ﷺ] disebut dengan bid’ah
▶️ Definisi Bid’ah;
※ Bid’ah secara bahasa _artinya adalah sesuatu yang diada-adakan tanpa ada contoh sebelumnya.__
Dalam al-Qur’an ada penyebutan lafadz bid’ah secara bahasa tersebut, di antaranya:
{ بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ }
“Allahlah yang mengadakan langit dan bumi (tanpa contoh sebelumnya).” [QS al-Baqarah:117]
※ Makna bid’ah secara istilah adalah
▸ jalan yang ditempuh dalam Dien,
▸ yang diada-adakan,
▸ menandingi syariat,
▸ yang niat melaksanakannya adalah sebagaimana niat seseorang menjalankan syariat.
📚[al-I’tishom karya al-Imam asy-Syathiby]
▶️ Penjelasan Definisi Bid’ah;
※ Beberapa karakteristik sesuatu hal dikatakan sebagai bid’ah:
▸ [1] Telah menjadi sebuah ‘jalan’
— Bukan sesuatu hal yang sekedar ‘pernah’ dilakukan, tapi berulang-ulang dan menjadi kebiasaan, sehingga menjadi ‘jalan’.
▸ [2] Dalam urusan Dien (bukan duniawi)
— Dalam urusan duniawi dipersilakan berinovasi seluas-luasnya selama tidak ada larangan dari al-Qur’an maupun Sunnah Rasul [ﷺ].
{ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ }
“Kalian lebih tahu tentang urusan duniawi kalian.”
[HR Muslim]
▸ [3] Diada-adakan, tidak ada dalilnya
— Tidak ada dalil shahih yang menjadi landasannya. Jika ada dalil, bisa berupa hadits lemah atau hadits palsu, atau ayat yang ditafsirkan tidak pada tempatnya.
▸ [4] Menandingi syariat
— Tidaklah seseorang melakukan sesuatu bid’ah kecuali Sunnah yang semisalnya akan mati.
Rasulullah [ﷺ] bersabda:
{ مَا أَحْدَثَ قَوْمٌ بِدْعَةً إِلَّا رُفِعَ مِثْلُهَا مِنَ السُّنَّةِ }
“Tidaklah suatu kaum melakukan suatu bid’ah, kecuali akan terangkat Sunnah yang semisal dengannya.” [HR Ahmad dari Ghudhaif bin al-Haarits, dan Ibnu Hajar menyatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (baik) dalam Fathul Baari, 13/253]
❏ Contoh:
Bacaan-bacaan setelah selesai sholat fardlu banyak disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih. Namun, ada seseorang yang karena merasa mendapatkan ijazah bacaan dari gurunya (meski tidak ada dalilnya dari hadits Nabi), selalu mengulang-ulang bacaan yang diajarkan tersebut setelah selesai sholat. Misalkan, membaca Laa Ilaaha Illallaah 333 kali, disertai keyakinan keutamaan-keutamaannya (memperlancar rezeki, kewibawaan, dsb). Akibatnya, ia akan tersibukkan dengan amalan dari gurunya tersebut dan meninggalkan Sunnah Nabi yang sebenarnya.
▸ [5] Niat melakukannya adalah sebagaimana orang berniat dalam melakukan syariat (untuk mendekatkan diri kepada Allah)
📚[Penjelasan ini disarikan dari Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Aalusy Syaikh ketika mensyarh hadits ini]
📜 Faedah Ringkas
-----------------------------------
💣 Mengenal Tokoh Teroris Dan Pemikirannyap
Bagian. 6
💣🗡 Sayyid Quthb (Tokoh Teroris) Menganggap Sholat Jumat saat Sekarang Tidak Wajib / Gugur Hukum Wajibnya
🎙Di sampaikan oleh :
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah
------------------------------
Sumber:
Whatsapp Ilmu Syari // WA IS
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
-----------------------------------
💣 Mengenal Tokoh Teroris Dan Pemikirannyap
Bagian. 6
💣🗡 Sayyid Quthb (Tokoh Teroris) Menganggap Sholat Jumat saat Sekarang Tidak Wajib / Gugur Hukum Wajibnya
🎙Di sampaikan oleh :
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah
------------------------------
Sumber:
Whatsapp Ilmu Syari // WA IS
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📢✋🏻🌹💐 TELADAN DALAM MEMENUHI SERUAN AZAN
✍🏻 Ibnu Ma’in rahimahullah menuturkan tentang Ibrahim bin Maimun al-Marwazi rahimahullah,
إذا رفع المطرقة فسمع النداء لم يردّها
“Apabila beliau mengangkat palu lalu mendengar azan, beliau tidak memukulkan ketukan palunya (beliau letakkan palunya dan bergegas bersiap ke masjid).”
📕(Tahdzib at-Tahdzib, 1/173)
Sumber: https://forumsalafy.net/teladan-dalam-memenuhi-seruan-azan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Ibnu Ma’in rahimahullah menuturkan tentang Ibrahim bin Maimun al-Marwazi rahimahullah,
إذا رفع المطرقة فسمع النداء لم يردّها
“Apabila beliau mengangkat palu lalu mendengar azan, beliau tidak memukulkan ketukan palunya (beliau letakkan palunya dan bergegas bersiap ke masjid).”
📕(Tahdzib at-Tahdzib, 1/173)
Sumber: https://forumsalafy.net/teladan-dalam-memenuhi-seruan-azan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
"ALLAH YANG
MENCUKUPI KITA"
Bersama:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin Hafizhahullah
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
t.me/salafypalembang
MENCUKUPI KITA"
Bersama:
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin Hafizhahullah
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
t.me/salafypalembang
💎 SECERCAH NASIHAT
🗒 BERSEGERALAH DALAM MELAKUKAN AMAL KEBAIKAN JANGAN MENUNDA-NUNDA
📚 Bersama:
🎙 Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah
📊 Durasi: [ 02:00 ]
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🗒 BERSEGERALAH DALAM MELAKUKAN AMAL KEBAIKAN JANGAN MENUNDA-NUNDA
📚 Bersama:
🎙 Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhahullah
📊 Durasi: [ 02:00 ]
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📝 KAPAN BARU MEMULAI
Di antara sejumlah nikmat Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita ialah Dia memberi kecukupan rizki dan juga sedikit kelebihan harta pada kita dan keluarga.
Dan apa yang Allah ta'ala telah lebihkan akan kian bermanfaat dan langgeng kepemilikannya ketika kelebihan harta itu diinfakkan pada jalur-jalur kebaikan. Sedang harta yang tetap bersama kita (tidak diinfakkan, sebatas dipakai untuk urusan dunia) akan hangus.
1⃣ Yang Diinfakkan Akan Jadi Harta Kita Dunia Akhirat
Allah ta'ala berfirman :
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ
"Apa yang ada pada kalian akan sirna dan apa yang ada di sisi Allah (yang diinfakkan) akan kekal selamanya."
(QS. An-Nahl : 96)
Maka seorang yang cerdas tentu lebih memilih hartanya bertahan di sisi Allah daripada terhabiskan dengan begitu cepat.
Dan penting pula untuk kita mengingat, bahwa banyak keutamaan yang bakal didapat oleh seseorang ketika dia berinfak di jalan Allah. Lebih-lebih lagi kaitannya dengan kemaslahatan dakwah. Meski sedikit harta yang kita keluarkan, namun kita lakukan dengan ikhlas alangkah besarnya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.
2⃣ Sekecil Apapun Sedekah yang Dikeluarkan; Niscaya Allah akan Mengelolanya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
إن العبد إذا تصدق من طيب تقبلها الله منه وأخذها بيمينه فرباها كما يربي أحدكم مهره أو فصيله
"Sesungguhnya apabila seseorang bersedekah dari harta yang halal; niscaya Allah akan menerimanya dan menyambutnya dengan Tangan kanan-Nya, kemudian Allah akan mengelola sedekah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian mengelola bibit tanaman."
Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan :
وإن الرجل ليتصدق باللقمة فتربو في يد الله أو قال في كف الله حتى تكون مثل الجبل فتصدقوا
"Dan sungguh, ada seseorang yang bersedekah hanya dengan seukuran sesuap makanan; namun ia menjadi berkembang di Tangan Allah hingga sedekah kecil yang dia keluarkan menjadi besar laksana gunung. Maka bersedekahlah kalian!!. (Shahih at-Targhiib, 856)
Alangkah besar keutamaan Allah subhanahu wa ta'ala ini. Dia persiapkan bagi hamba yang bersedekah. Yang kecil saja ukuran sedekahnya demikian besar jadinya ketika Allah kelola. Bagaimana lagi apabila sedekah yang dia berikan lebih daripada seukuran sesuap makanan.
Dalam riwayat lainnya Rasulullah ﷺ bersabda :
إن الله ليربي لاحدكم التمرة واللقمة كما يربي أحدكم فلوه أو فصيله حتى تكون مثل أحد
"Sesungguhnya Allah benar-benar mengelola sedekah yang kalian lakukan meski itu hanya sebutir kurma dan sesuap makanan; sebagaimana kalian mengelola bibit tanaman. Hingga sedekah kecil tersebut menjadi besar laksana gunung Uhud." (Shahih at-Targhiib, 857)
Apabila kita tarik pada ayat tadi, maka maknanya : Di samping harta yang kita miliki akan bertahan hingga akhirat nanti, harta tersebut juga akan jadi berkembang semakin besar dan berlipat ganda.
3⃣ Yang Berinfak Dapat Doa Kebaikan Dari Malaikat
Rasulullah ﷺ menyatakan :
ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان، فيقول أحدهما: اللهم أعط منفقا خلفا، ويقول الآخر: اللهم أعط ممسكا تلفا
"Tidak satu hari pun yang dilewati oleh para hamba; melainkan akan turun dua malaikat. Salah satunya berkata; 'Ya Allah berikanlah harta pengganti bagi orang yang menafkahkan hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata; 'Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)'". Muttafaqun 'alaihi
4⃣ Menahan-nahan Kelebihan Harta ialah Keburukan
Dalam salah satu kesempatan, Nabi Muhammad ﷺ pernah menyatakan pada para sahabatnya :
يا ابن آدم، إنك أن تبذل الفضل خير لك، وأن تمسكه شر لك، ولا تلام على كفاف، وابدأ بمن تعول، واليد العليا خير من اليد السفلى)). رواه مسلم.
"Wahai manusia! Sesungguhnya jika kamu menginfakkan kelebihan hartamu maka itu jauh lebih baik untukmu. Sedang jika kamu simpan maka itu buruk untukmu. Namun tidak ada celaan bagi orang yang pas-pasan."
HR. Muslim
Di antara sejumlah nikmat Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita ialah Dia memberi kecukupan rizki dan juga sedikit kelebihan harta pada kita dan keluarga.
Dan apa yang Allah ta'ala telah lebihkan akan kian bermanfaat dan langgeng kepemilikannya ketika kelebihan harta itu diinfakkan pada jalur-jalur kebaikan. Sedang harta yang tetap bersama kita (tidak diinfakkan, sebatas dipakai untuk urusan dunia) akan hangus.
1⃣ Yang Diinfakkan Akan Jadi Harta Kita Dunia Akhirat
Allah ta'ala berfirman :
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ
"Apa yang ada pada kalian akan sirna dan apa yang ada di sisi Allah (yang diinfakkan) akan kekal selamanya."
(QS. An-Nahl : 96)
Maka seorang yang cerdas tentu lebih memilih hartanya bertahan di sisi Allah daripada terhabiskan dengan begitu cepat.
Dan penting pula untuk kita mengingat, bahwa banyak keutamaan yang bakal didapat oleh seseorang ketika dia berinfak di jalan Allah. Lebih-lebih lagi kaitannya dengan kemaslahatan dakwah. Meski sedikit harta yang kita keluarkan, namun kita lakukan dengan ikhlas alangkah besarnya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala.
2⃣ Sekecil Apapun Sedekah yang Dikeluarkan; Niscaya Allah akan Mengelolanya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
إن العبد إذا تصدق من طيب تقبلها الله منه وأخذها بيمينه فرباها كما يربي أحدكم مهره أو فصيله
"Sesungguhnya apabila seseorang bersedekah dari harta yang halal; niscaya Allah akan menerimanya dan menyambutnya dengan Tangan kanan-Nya, kemudian Allah akan mengelola sedekah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian mengelola bibit tanaman."
Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan :
وإن الرجل ليتصدق باللقمة فتربو في يد الله أو قال في كف الله حتى تكون مثل الجبل فتصدقوا
"Dan sungguh, ada seseorang yang bersedekah hanya dengan seukuran sesuap makanan; namun ia menjadi berkembang di Tangan Allah hingga sedekah kecil yang dia keluarkan menjadi besar laksana gunung. Maka bersedekahlah kalian!!. (Shahih at-Targhiib, 856)
Alangkah besar keutamaan Allah subhanahu wa ta'ala ini. Dia persiapkan bagi hamba yang bersedekah. Yang kecil saja ukuran sedekahnya demikian besar jadinya ketika Allah kelola. Bagaimana lagi apabila sedekah yang dia berikan lebih daripada seukuran sesuap makanan.
Dalam riwayat lainnya Rasulullah ﷺ bersabda :
إن الله ليربي لاحدكم التمرة واللقمة كما يربي أحدكم فلوه أو فصيله حتى تكون مثل أحد
"Sesungguhnya Allah benar-benar mengelola sedekah yang kalian lakukan meski itu hanya sebutir kurma dan sesuap makanan; sebagaimana kalian mengelola bibit tanaman. Hingga sedekah kecil tersebut menjadi besar laksana gunung Uhud." (Shahih at-Targhiib, 857)
Apabila kita tarik pada ayat tadi, maka maknanya : Di samping harta yang kita miliki akan bertahan hingga akhirat nanti, harta tersebut juga akan jadi berkembang semakin besar dan berlipat ganda.
3⃣ Yang Berinfak Dapat Doa Kebaikan Dari Malaikat
Rasulullah ﷺ menyatakan :
ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان، فيقول أحدهما: اللهم أعط منفقا خلفا، ويقول الآخر: اللهم أعط ممسكا تلفا
"Tidak satu hari pun yang dilewati oleh para hamba; melainkan akan turun dua malaikat. Salah satunya berkata; 'Ya Allah berikanlah harta pengganti bagi orang yang menafkahkan hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata; 'Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)'". Muttafaqun 'alaihi
4⃣ Menahan-nahan Kelebihan Harta ialah Keburukan
Dalam salah satu kesempatan, Nabi Muhammad ﷺ pernah menyatakan pada para sahabatnya :
يا ابن آدم، إنك أن تبذل الفضل خير لك، وأن تمسكه شر لك، ولا تلام على كفاف، وابدأ بمن تعول، واليد العليا خير من اليد السفلى)). رواه مسلم.
"Wahai manusia! Sesungguhnya jika kamu menginfakkan kelebihan hartamu maka itu jauh lebih baik untukmu. Sedang jika kamu simpan maka itu buruk untukmu. Namun tidak ada celaan bagi orang yang pas-pasan."
HR. Muslim
Jika menunggu benar-benar longgar, kapankah akan tiba waktu itu?? Dan apakah akan tiba?? Semoga sejumlah riwayat di atas bisa mengetuk hati kita untuk bisa sedikit perhatian dengan salah satu pintu dari pintu-pintu kebaikan ini..
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com