Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
🌕🌖🌗🌘🌑🌒🌓🌔🌕
🌒 KAPAN SHOLAT GERHANA DIKERJAKAN?
🎙 Asy Syaikh Al 'Allaamah Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin -rahimahullah- berkata:
⏳ Ada permasalahan :
📡Apabila ahli astronomi berkata :
" Bahwasannya akan terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan "
✋🏻🚫 Maka kita tidak akan sholat gerhana sampai kita melihatnya dengan pandangan mata normal
🕹Karena Rosulullah ﷺ bersabda :
" Apabila kalian melihat (gerhana) terjadi maka tegakkanlah sholat"
[ HR. Al Bukhori (1057) dan Muslim (901) dari 'Aisyah Radhiallahu 'anha ]
☝🏻Adapun apabila Allah mengaruniakan kepada kita sehingga gerhana tidak terlihat di negeri kita kecuali dengan
🔭 teleskop atau teropong
maka kita tidak menegakkan sholat gerhana . "
📚 Asy syarhu al mumti' 'ala zaadi al mustaqni' jilid 5 hal. 180
قال الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى :
مسألة :
إذا قال الفلكيون :
*إنه سيقع كسوف أو خسوف ،**
*فلا نصلي حتى نراه رؤية عادية؛**
لأن الرسول -ﷺ- قال:
《 إذا رأيتم ذلك فصلوا ))**
[ أخرجه البخاري ( ١٠٥٨ )، ومسلم ( ٩٠١ ) عن عائشة رضي الله عنها ]
أما إذا منّ الله علينا بأن صار لا يرى في بلدنا إلا بمكبر أو نظارات فلا نصلي".
[الشرح الممتع على زاد المستقنع ( ٥/ ١٨٠ ) ]
Sumber:
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌒 KAPAN SHOLAT GERHANA DIKERJAKAN?
🎙 Asy Syaikh Al 'Allaamah Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin -rahimahullah- berkata:
⏳ Ada permasalahan :
📡Apabila ahli astronomi berkata :
" Bahwasannya akan terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan "
✋🏻🚫 Maka kita tidak akan sholat gerhana sampai kita melihatnya dengan pandangan mata normal
🕹Karena Rosulullah ﷺ bersabda :
" Apabila kalian melihat (gerhana) terjadi maka tegakkanlah sholat"
[ HR. Al Bukhori (1057) dan Muslim (901) dari 'Aisyah Radhiallahu 'anha ]
☝🏻Adapun apabila Allah mengaruniakan kepada kita sehingga gerhana tidak terlihat di negeri kita kecuali dengan
🔭 teleskop atau teropong
maka kita tidak menegakkan sholat gerhana . "
📚 Asy syarhu al mumti' 'ala zaadi al mustaqni' jilid 5 hal. 180
قال الشيخ العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى :
مسألة :
إذا قال الفلكيون :
*إنه سيقع كسوف أو خسوف ،**
*فلا نصلي حتى نراه رؤية عادية؛**
لأن الرسول -ﷺ- قال:
《 إذا رأيتم ذلك فصلوا ))**
[ أخرجه البخاري ( ١٠٥٨ )، ومسلم ( ٩٠١ ) عن عائشة رضي الله عنها ]
أما إذا منّ الله علينا بأن صار لا يرى في بلدنا إلا بمكبر أو نظارات فلا نصلي".
[الشرح الممتع على زاد المستقنع ( ٥/ ١٨٠ ) ]
Sumber:
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌸💐🌹🌷 SAHABAT NABI YANG KITA IKUTI
✍🏻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah menyatakan,
أن الإقتداء بالصحابة فيه النجاة، هو سفينة النجاة، لأنهم شاهدوا نزول الوحي، وتلقوا فقه القرآن والسنة وتطبيق ذلك من رسول الله عليه الصلاة والسلام، فهم قدوة.
"Meneladani para sahabat merupakan keselamatan. Ia bagaikan sebuah bahtera keselamatan.
Sebab, para sahabat dahulu benar-benar menyaksikan proses turunnya wahyu. Mereka juga menerima pemahaman Al-Qur'an dan sunnah serta cara penerapannya langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka benar-benar menjadi teladan (yang baik)."
📚 Syarah Ushul as-Sunnah, hlm. 9
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah menyatakan,
أن الإقتداء بالصحابة فيه النجاة، هو سفينة النجاة، لأنهم شاهدوا نزول الوحي، وتلقوا فقه القرآن والسنة وتطبيق ذلك من رسول الله عليه الصلاة والسلام، فهم قدوة.
"Meneladani para sahabat merupakan keselamatan. Ia bagaikan sebuah bahtera keselamatan.
Sebab, para sahabat dahulu benar-benar menyaksikan proses turunnya wahyu. Mereka juga menerima pemahaman Al-Qur'an dan sunnah serta cara penerapannya langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka benar-benar menjadi teladan (yang baik)."
📚 Syarah Ushul as-Sunnah, hlm. 9
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜↔️🌿 PERMISALAN SUNNAH DENGAN SURGA
🎙 Sahl bin Abdillah rahimahullah mengatakan,
قال سهل بن عبد الله رحمه الله,
" مثلُ السنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرة ، من دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم ، ومن دخـل السنَّة في الدنيا سَلِم ".
[ذم الكلام (٣٨٤/٤)]
"Permisalan sunnah di dunia seperti keberadaan surga di akhirat. Siapa yang masuk surga di akhirat, maka dia akan selamat. Dan siapa yang masuk ke dalam Sunnah di dunia, dia juga akan selamat."
📙 Dzammul Kalaam (4/384)
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙 Sahl bin Abdillah rahimahullah mengatakan,
قال سهل بن عبد الله رحمه الله,
" مثلُ السنَّة في الدنيا مثل الجنة في الآخرة ، من دخـل الجـَنّة في الآخـرة سَلِم ، ومن دخـل السنَّة في الدنيا سَلِم ".
[ذم الكلام (٣٨٤/٤)]
"Permisalan sunnah di dunia seperti keberadaan surga di akhirat. Siapa yang masuk surga di akhirat, maka dia akan selamat. Dan siapa yang masuk ke dalam Sunnah di dunia, dia juga akan selamat."
📙 Dzammul Kalaam (4/384)
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Indonesia
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Batilnya Konsep ADIL Menurut Komunis
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-batilnya-konsep-adil-menurut-komunis/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-batilnya-konsep-adil-menurut-komunis/
🔥 SEDIKITNYA ORANG YANG MAU BERSAKSI DENGAN ADIL DAN BENAR, APALAGI JIKA AKAN MERUGIKAN DIRINYA SENDIRI
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"Keadilan adalah al-qisth. Orang yang bersaksi wajib untuk menegakkan persaksiannya dengan penuh kejujuran, adil, inshaf, dan amanah. Dia siap bersaksi walaupun merugikan dirinya sendiri. Allah mewajibkan para hamba agar mereka bersaksi walaupun merugikan diri mereka sendiri, orang tua, dan kerabat. Dan saya kira contoh untuk ini sangat disayangkan benar-benar langka. Sampai pada orang yang mengaku-aku salafy jika fitnah datang dia sangat disayangkan lupa untuk bersaksi karena Allah. Yang saya maksud adalah orang yang mengaku-aku salafy. Adapun seorang salafy yang jujur maka dia akan menunaikan persaksian untuk Allah Tabaraka wa Ta'ala, mengatakan yang benar, membela kebenaran, dan bersaksi dengan kebenaran."
📖 Nafahatul Huda wal Iman, hlm. 128
Sumber:
@jujurlahselamanya/1771
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"Keadilan adalah al-qisth. Orang yang bersaksi wajib untuk menegakkan persaksiannya dengan penuh kejujuran, adil, inshaf, dan amanah. Dia siap bersaksi walaupun merugikan dirinya sendiri. Allah mewajibkan para hamba agar mereka bersaksi walaupun merugikan diri mereka sendiri, orang tua, dan kerabat. Dan saya kira contoh untuk ini sangat disayangkan benar-benar langka. Sampai pada orang yang mengaku-aku salafy jika fitnah datang dia sangat disayangkan lupa untuk bersaksi karena Allah. Yang saya maksud adalah orang yang mengaku-aku salafy. Adapun seorang salafy yang jujur maka dia akan menunaikan persaksian untuk Allah Tabaraka wa Ta'ala, mengatakan yang benar, membela kebenaran, dan bersaksi dengan kebenaran."
📖 Nafahatul Huda wal Iman, hlm. 128
Sumber:
@jujurlahselamanya/1771
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
❌⚠💥📢 HINANYA MENGAMBIL KEMBALI SUATU PEMBERIAN
Wahai Saudaraku, jangan kau ambil kembali pemberianmu walaupun dengan cara membelinya.
Dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, beliau berkata,
حَمَلْتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَأَضَاعَهُ الَّذِي كَانَ عِنْدَهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِيَهُ مِنْهُ، وَظَنَنْتُ أَنَّهُ بَائِعُهُ بِرُخْصٍ
"Aku menyedekahkan seekor kuda kepada seseorang untuk digunakan berjihad di jalan Allah. Lalu orang itu menyia-nyiakannya. Aku pun ingin membeli kuda itu darinya dan aku yakin bahwa dia akan menjualnya dengan harga murah.
Aku pun bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenai hal itu.
Beliau bersabda,
" لَا تَشْتَرِهِ، وَإِنْ أَعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ وَاحِدٍ ؛ فَإِنَّ الْعَائِدَ فِي صَدَقَتِهِ كَالْكَلْبِ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ"
"Jangan kau beli kuda itu walaupun dia menjualnya kepadamu dengan harga satu dirham.
Sesungguhnya, orang yang mengambil kembali sedekahnya sama seperti anjing yang menelan kembali muntahannya."
(HR. al-Bukhari no. 2623)
Ketika Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ditanya tentang hukum mengambil kembali hadiah yang sudah diberikan, beliau menjawab,
حكمه أنه آثم وعليه التوبة من ذلك ورد الهبة إلى صاحبها
"Pelakunya berdosa. Dia harus bertobat dan mengembalikan hadiahnya kepada orang yang diberi." ( Majmu' Fatawa wa Maqalat Syaikh Ibnu Baz 20/67)
Sumber: https://forumsalafy.net/hinanya-mengambil-kembali-suatu-pemberian/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Wahai Saudaraku, jangan kau ambil kembali pemberianmu walaupun dengan cara membelinya.
Dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, beliau berkata,
حَمَلْتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَأَضَاعَهُ الَّذِي كَانَ عِنْدَهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِيَهُ مِنْهُ، وَظَنَنْتُ أَنَّهُ بَائِعُهُ بِرُخْصٍ
"Aku menyedekahkan seekor kuda kepada seseorang untuk digunakan berjihad di jalan Allah. Lalu orang itu menyia-nyiakannya. Aku pun ingin membeli kuda itu darinya dan aku yakin bahwa dia akan menjualnya dengan harga murah.
Aku pun bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenai hal itu.
Beliau bersabda,
" لَا تَشْتَرِهِ، وَإِنْ أَعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ وَاحِدٍ ؛ فَإِنَّ الْعَائِدَ فِي صَدَقَتِهِ كَالْكَلْبِ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ"
"Jangan kau beli kuda itu walaupun dia menjualnya kepadamu dengan harga satu dirham.
Sesungguhnya, orang yang mengambil kembali sedekahnya sama seperti anjing yang menelan kembali muntahannya."
(HR. al-Bukhari no. 2623)
Ketika Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ditanya tentang hukum mengambil kembali hadiah yang sudah diberikan, beliau menjawab,
حكمه أنه آثم وعليه التوبة من ذلك ورد الهبة إلى صاحبها
"Pelakunya berdosa. Dia harus bertobat dan mengembalikan hadiahnya kepada orang yang diberi." ( Majmu' Fatawa wa Maqalat Syaikh Ibnu Baz 20/67)
Sumber: https://forumsalafy.net/hinanya-mengambil-kembali-suatu-pemberian/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌏🔥🚘 BAHAYA KALBU YANG SELALU BERGANTUNG KEPADA CINTA DUNIA
🎙Yahya bin Mu'adz rahimahullah mengatakan,
قال يحيى بن معاذ رحمه الله,
"يَا ابْنَ آدَمَ لا يَزَالُ دِينُكَ مُتَمَزِّقًا مَا دَامَ الْقَلْبُ بِحُبِّ الدُّنْيَا مُتَعَلِّقًا"
(الحلية [10/53])
"Duhai anak Adam, sungguh agamamu akan selalu tercabik-cabik selama kalbumu terus bergantung dengan cinta dunia."
📕 Al-Hilyah, 53/10
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙Yahya bin Mu'adz rahimahullah mengatakan,
قال يحيى بن معاذ رحمه الله,
"يَا ابْنَ آدَمَ لا يَزَالُ دِينُكَ مُتَمَزِّقًا مَا دَامَ الْقَلْبُ بِحُبِّ الدُّنْيَا مُتَعَلِّقًا"
(الحلية [10/53])
"Duhai anak Adam, sungguh agamamu akan selalu tercabik-cabik selama kalbumu terus bergantung dengan cinta dunia."
📕 Al-Hilyah, 53/10
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙JIKA UBAN SUDAH MULAI TERLIHAT
Inilah yang boleh kita lakukan.
Sebagian merasa; dengan banyaknya uban, dirinya terlihat lebih tua. Berikut ini bimbingan Islam dalam memperlakukan uban:
1️⃣ Membiarkannya; yakni tidak mencabutnya.
Bersabar dengan kondisinya itu. Kemudian berharap kebaikan dari sisi Allah Ta’ala.
Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda,
«لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً وَكَفَّرَ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً»
”Janganlah kalian mencabut uban-uban tersebut, karena ia adalah cahaya seorang muslim. Siapa saja yang beruban dalam keadaan beragama Islam, Allah Ta’ala dengan sebab itu akan tetapkan satu kebaikan untuknya, akan dihapuskan satu dosa darinya, serta mengangkat satu derajatnya; dengan sebab itu.”
📚 [ HR. Ahmad no.6962, Abu Dawud no.4202, dan Al-Baihaqi dalam "Al-Kubro" no.14829, dan "Syu’abil Iman" no.5969, 5970; Dari shahabat Abdullah bin ‘Amr -rodhiyallahu ‘anhuma- ]
📌 Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam kitab "Al-Misykah" no.4458, "Ash-Shohihah" no.1243.
2️⃣ Menyemirnya dengan warna selain hitam Karena menyemir rambut dengan warna hitam dilarang dalam agama Islam.
Dari shahabat Jabir bin Abdillah -rodhiyallahu ‘anhu- beliau mengabarkan: ”Didatangkan Abu Quhafah (yakni ayah Abu Bakr Ash-Shiddiq) -rodhiyallahu ‘anhuma- pada hari Fathu Mekkah dalam keadaan (rambut) kepala dan janggutnya mirip seperti “Tsaghom” berwarna putih ( Tsaghom adalah nama pohon yang bunga dan buahnya berwarna putih, pen.);
Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- mengatakan:
«غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ، وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ»
”Rubahlah (warna uban-uban) ini dengan suatu (warna), namun jauhilah warna hitam.”
📚 [ HR. Muslim no.2102-(79) ]
〰〰〰
📌 Al-Imam An-Nawawi rohimahullah menjelaskan: “Dalam madzhab kami; dianjurkan untuk mewarnai uban dengan warna kuningan, atau warna kemerah-merahan, serta diharamkannya mewarnai uban dengan warna hitam, berdasarkan pendapat yang paling benar.” [ Syarah Shohih Muslim (14/80) ]
Wallahul Muwaffiq (AH)
Sumber:
@yookngaji
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Inilah yang boleh kita lakukan.
Sebagian merasa; dengan banyaknya uban, dirinya terlihat lebih tua. Berikut ini bimbingan Islam dalam memperlakukan uban:
1️⃣ Membiarkannya; yakni tidak mencabutnya.
Bersabar dengan kondisinya itu. Kemudian berharap kebaikan dari sisi Allah Ta’ala.
Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda,
«لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً وَكَفَّرَ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً»
”Janganlah kalian mencabut uban-uban tersebut, karena ia adalah cahaya seorang muslim. Siapa saja yang beruban dalam keadaan beragama Islam, Allah Ta’ala dengan sebab itu akan tetapkan satu kebaikan untuknya, akan dihapuskan satu dosa darinya, serta mengangkat satu derajatnya; dengan sebab itu.”
📚 [ HR. Ahmad no.6962, Abu Dawud no.4202, dan Al-Baihaqi dalam "Al-Kubro" no.14829, dan "Syu’abil Iman" no.5969, 5970; Dari shahabat Abdullah bin ‘Amr -rodhiyallahu ‘anhuma- ]
📌 Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam kitab "Al-Misykah" no.4458, "Ash-Shohihah" no.1243.
2️⃣ Menyemirnya dengan warna selain hitam Karena menyemir rambut dengan warna hitam dilarang dalam agama Islam.
Dari shahabat Jabir bin Abdillah -rodhiyallahu ‘anhu- beliau mengabarkan: ”Didatangkan Abu Quhafah (yakni ayah Abu Bakr Ash-Shiddiq) -rodhiyallahu ‘anhuma- pada hari Fathu Mekkah dalam keadaan (rambut) kepala dan janggutnya mirip seperti “Tsaghom” berwarna putih ( Tsaghom adalah nama pohon yang bunga dan buahnya berwarna putih, pen.);
Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- mengatakan:
«غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ، وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ»
”Rubahlah (warna uban-uban) ini dengan suatu (warna), namun jauhilah warna hitam.”
📚 [ HR. Muslim no.2102-(79) ]
〰〰〰
📌 Al-Imam An-Nawawi rohimahullah menjelaskan: “Dalam madzhab kami; dianjurkan untuk mewarnai uban dengan warna kuningan, atau warna kemerah-merahan, serta diharamkannya mewarnai uban dengan warna hitam, berdasarkan pendapat yang paling benar.” [ Syarah Shohih Muslim (14/80) ]
Wallahul Muwaffiq (AH)
Sumber:
@yookngaji
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻✏📢📑 PASTI ADA HIKMAH DI SETIAP KETETAPAN ALLAH
Tatkala Allah hendak menciptakan manusia dan menjadikannya sebagai penghuni bumi, Allah berkata kepada para malaikat,
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ
“Aku akan menciptakan manusia dan menjadikannya sebagai khalifah di muka bumi (yang saling menggantikan dalam memakmurkannya)."
Para malaikat pun bertanya tentang hikmah penciptaan manusia, padahal menurut mereka manusia hanya akan berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka mengatakan,
أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ
"Wahai Rabb kami, apa hikmah di balik penciptaan manusia ini (dan dijadikannya mereka penguasa di muka bumi) padahal di antara mereka ada yang berbuat kerusakan dan suka menumpahkan darah sesama mereka. Apabila yang dimaukan adalah peribadatan kepada-Mu, kami selalu memuji-Mu dan menyucikan-Mu (dengan ibadah-ibadah dan tidak pernah bermaksiat kepada-Mu)?”
Allah menjawab,
إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya Aku lebih tahu tentang mereka sesuatu yang tidak kalian ketahui. (Aku tahu bahwa kebaikan dari penciptaan mereka jauh berkali-kali lipat dibanding kejelekan yang muncul dari mereka).”
Di antara hikmahnya adalah Allah akan memunculkan dari mereka:
• para rasul,
• ash-shiddiqun (orang-orang yang mengetahui kebenaran, membenarkannya dengan keyakinan mereka dan mengamalkan konsekuensinya baik lisan maupun perbuatan),
• asy-syuhada’ (orang-orang yang berjuang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat-Nya dan terbunuh di atasnya), dan
• ash-shalihin (orang-orang yang baik lahir dan batinnya sehingga baik pula amalannya).
📚 QS. Al-Baqarah: 30 beserta Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir as-Sa’di
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Tatkala Allah hendak menciptakan manusia dan menjadikannya sebagai penghuni bumi, Allah berkata kepada para malaikat,
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ
“Aku akan menciptakan manusia dan menjadikannya sebagai khalifah di muka bumi (yang saling menggantikan dalam memakmurkannya)."
Para malaikat pun bertanya tentang hikmah penciptaan manusia, padahal menurut mereka manusia hanya akan berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka mengatakan,
أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ
"Wahai Rabb kami, apa hikmah di balik penciptaan manusia ini (dan dijadikannya mereka penguasa di muka bumi) padahal di antara mereka ada yang berbuat kerusakan dan suka menumpahkan darah sesama mereka. Apabila yang dimaukan adalah peribadatan kepada-Mu, kami selalu memuji-Mu dan menyucikan-Mu (dengan ibadah-ibadah dan tidak pernah bermaksiat kepada-Mu)?”
Allah menjawab,
إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya Aku lebih tahu tentang mereka sesuatu yang tidak kalian ketahui. (Aku tahu bahwa kebaikan dari penciptaan mereka jauh berkali-kali lipat dibanding kejelekan yang muncul dari mereka).”
Di antara hikmahnya adalah Allah akan memunculkan dari mereka:
• para rasul,
• ash-shiddiqun (orang-orang yang mengetahui kebenaran, membenarkannya dengan keyakinan mereka dan mengamalkan konsekuensinya baik lisan maupun perbuatan),
• asy-syuhada’ (orang-orang yang berjuang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat-Nya dan terbunuh di atasnya), dan
• ash-shalihin (orang-orang yang baik lahir dan batinnya sehingga baik pula amalannya).
📚 QS. Al-Baqarah: 30 beserta Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir as-Sa’di
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Indonesia
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Muslimah Yang Baik Senang Dibimbing
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-muslimah-yang-baik-senang-dibimbing/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-muslimah-yang-baik-senang-dibimbing/