MWC NU Jepara
142 subscribers
8 photos
3 files
31 links
Majlis Wakil Cabang NU Jepara Kota
Download Telegram
to view and join the conversation
Revisi
Ngaji Kitab Aqidatul Awam 29

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
مولده بمكة الأمينة # وفاته بطيبة المدينة
اتم قبل الوحي اربعين # وعمره قدجاوزالستينا
"Tempat kelahiran Beliau (nabi Muhammad) di Makkah yang aman dan wafatnya di Thoibah al Madinah.
Umur Nabi sebelun menerima wahyu itu 40th dan (sempurnanya wahyu) umur beliau melampaui 60 tahun".

Penjelasan
As Syaikh Ahmad al Marzuki menjelaskan, wajib bagi seorang muslim meyakini bahwa nabi Muhammad dilahirkan di kota Makkah dan wafat di kota al Madinah al Munawwarah.
Dalam Al Qur'an Makkah disebut dengan Bakkah. Allah ta'ala berfirman:
إِنَّ أَوَّلَ بَیۡت وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِی بِبَكَّةَ مُبَارَكا وَهُدى لِّلۡعَـٰلَمِینَ
[Surat Ali 'Imran 96]
"Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun untuk manusia adalah yang ada di Bakkah yang diberkahi dan petunjuk bagi alam semesta".

Makkah disifati dengan al Amiinah (yang penuh dengan keamanan), karena keberkahan do'a nabi Ibrahim 'alayhissam.
Allah ta'ala juga berfirman:
وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَاهِـۧمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَـٰذَا بَلَدًا ءَامِنا وَٱرۡزُقۡ أَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَاتِ مَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُم بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِۚ
[Surat Al-Baqarah 126]
"Dan ketika Ibrahim berdo'a, wahai Tuhanku jadikanlah daerah ini daerah yang aman dan berilah rizki penduduknya dengan buah-buahan, yaitu orang-orang yang beriman dari mereka kepada Allah dan akhir".

Tempat kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada saat ini dirubah menjadi perpustakaan oleh pemerintah Saudi Arabia dengan nama Perpustakaan Makkah al Mukarromah. Tempat tersebut masyhur dengan sebutan Maulid Nabi.

Nabi pertama kali menerima wahyu sudah berusia 40 tahun di Gua Hiro. Dan menerima semua wahyu umur 63 tahun saat sebelum wafat.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam wafat di al Madinah al Munawwarah.
Nama lain dari al Madinah adalah Thoybah dan Yatsrib.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dimakamkan di kamar sayyidah Aisyah, istrinya. Karena ketika beliau sakit menjelang wafatnya, beliau meminta izin kepada para istrinya untuk berada di rumah sayyidah Aisyah. Sehingga beliau wafat di sana dan di makamkan di sana.
Karena seorang nabi dikuburkan di tempat wafatnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
الأنبياء يدفنون حيث يموتون
"Para nabi itu dikuburkan di mana mereka meninggal dunia".

Ketika ada perluasan masjid Nabawi makam Rasulullah saat ini menjadi berada di dalam masjid nabawi, tepatnya berada di bawah al Qubbah al Khodlro' (kubah masjid nabawi yang berwarna hijau) di dekat Raudloh.

Para ulama sepakat bahwa tanah haram (Makkah dan Madinah) adalah tempat yang paling mulia di bumi ini. Tetapi mereka berbeda pendapat tentang yang lebih mulia di antara keduanya.
Namun seluruh ulama sepakat bahwa bagian tanah yang digunakan untuk mengubur jasad mulia Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah tanah yang paling mulia.

Catatan
Disunnahkan berziarah ke makam Rasulullah shallallahu alaihi wasallam baik dengan safar (perjalanan jauh) atau tidak.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
من زار قبري وجبت له شفاعتي
"Barang siapa yang berziarah ke kuburku maka wajib baginya syafaat (surga)"

Waspadalah terhadap Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya (kaum Wahhabi) yang mengharamkan melakukan safar (perjalanan jauh) untuk berziarah ke makam Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

والله أعلم بالصواب
Ngaji Kitab Aqidatul Awam (32-2)

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
عن تسع نسوة وفاة المصطفى # خيرن فاخترن النبي المقتفى
عائشة وحفصة وسودة # صفية ميمونة ورمله
هند وزينب كذا جويرية # للمؤمنين أمهات مرضية
"wafatnya Rasulullah meninggalkan 9 istri, mereka pernah diminta memilih antara kesenangan dunia dan surga, tetapi mereka memilih mengikuti Nabi"
"Aisyah, Hafshoh, Saudah, Shofiyyah, Maimunah dan Romlah"
"Hindun dan Zainab juga Juwairiyah, semuanya adalah para ibunya orang-orang beriman yang diridloi".

Penjelasan
Adapun 9 istri yang masih hidup ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam wafat adalah:
3. Saudah binti Zam'ah. Nabi menikah dengan Saudah setelah wafatnya Khodijah. Suami pertamanya adalah al Sakran, yaitu orang yg pernah hijrah ke Habsyah. Sakran meninggal saat setelah pulanh dari Habsyah. Dan Rosulullaah menjadikan Istri untuk memberikan perlinduangan kepadanya dan memberi penghargaan yg tinggi kepada Sakran.

4. Shofiyyah binti Huyay. Huyay adalah ketua suku Bani Nadhir, yg tinggal di sekitar Madinah. Shofiyyah meninggal tahun 50 H.

5. Maymunah binti Al Harits bin Hazn bin Bujair bin Al Harm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal. Rosulullaah menikahinya di tempat yg bernama Sarif, suatu tempat mata air yg berada di 9 mil dari kota makkah. Ia wanita terakhir yg dinikah Rosulullaah. Maymunah wafat di Sarif tahun 63 H.

6. Ramlah binti Abu Sufyan. Romlah disebut ummu Habibah yg seorang janda. Suami pertamanya Ubaidillah bin Jahsyin al Asadiy.

والله أعلم بالصواب
Ngaji Kitab Aqidatul Awam (32-3)

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
عن تسع نسوة وفاة المصطفى # خيرن فاخترن النبي المقتفى
عائشة وحفصة وسودة # صفية ميمونة ورمله
هند وزينب كذا جويرية # للمؤمنين أمهات مرضية
"wafatnya Rasulullah meninggalkan 9 istri, mereka pernah diminta memilih antara kesenangan dunia dan surga, tetapi mereka memilih mengikuti Nabi"
" Aisyah, Hafshoh, Saudah, Shofiyyah, Maimunah dan Romlah"
"Hindun dan Zainab juga Juwairiyah, semuanya adalah para ibunya orang-orang beriman yang diridloi".

Penjelasan
As Syaikh Ahmad al Marzuki menyebutkan nama istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang masih hidup ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam wafat.

7. Hindun bintu Abi Umayyah Suhail bin al Mughiroh bin Abdullah.
Beliau dikenal dengan nama Ummu Salamah.
Ketika dinikahi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau adalah seorang janda. Suami sebelumnya bernama Abu Salamah Abdullah bin Abdi al Asad bin Hilal.
Beliau dinikahi oleh Nabi pada bulan Syawal tahun 4 Hijriyah. Beliau wafat pada bulan Dzul Qo'dah tahun 59 H, pada usia 84 tahun, disholati oleh Abu Hurairah dan dimakamkan di al Baqi'.

Di antara keistimewaan ummu Salamah, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang beliau:
انك من اهلي
"Kamu adalah bagian dari keluargaku (yang dikatakan oleh nabi akan masuk surga)”

8. Zainab binti Jahsy bin Ri'aab bin Ya'mur bin Shobroh bin Murroh.
Beliau dinikahi oleh Nabi pada bulan Dzulqo'dah tahun 5 H, pada usia 35 tahun.
Beliau wafat pada usia 53 tahun, disholati oleh Umar bin Khothtob dan dimakamkan di pemakaman al Baqi'.
Beliau adalah istri Nabi yang pertama wafat setelah wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Di antara keistimewaan Zainab binti Jahsy bahwa pernikahan beliau dengan Rasulullah dilakukan tanpa wali, karena pernikahan keduanya telah tertulis di lauh al mahfudz dengan catatan khusus. Karena pada dasarnya semua pernikahan sudah dicatat di lauh al mahfudz, tetapi dengan catatan umum tidak dengan catatan khusus sebagaimana pernikahan Rasulullah dan Zainab binti Jahsy.

Perhatian
Selain Zainab binti Jahsy, ada istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang juga bernama Zainab, yaitu Zainab bintu Khuzaimah bin al Haarits bin Abdullah bin Amr bin Abdi Manaf.
Beliau wafat sebelum wafatnya Rasulullah, sehingga tidak dimasukkan oleh as Syaikh Ahmad al Marzuki bagian dari 9 istri nabi yang ditinggalkan oleh Nabi.
Beliau dikenal dengan Ummu al Masaakiin.
Ketika dinikahi oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam beliau adalah seorang janda. Suami sebelumnya adalah at Thufail bin al Haarits bin al Muththolib bin Abdi Manaf, setalah diceraikan suami pertama kemudian dinikahi oleh Ubaidah ibn al Haarits yang mati syahid dalam perang Badar.
Beliau dinikahi oleh Nabi 31 bulan setelah hijrah.
Setelah dinikahi oleh Nabi selama 8 bulan beliau wafat. Janazahnya disholati oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan dimakamkan di pemakaman al Baqi'. Beliau wafat pada umur 30 tahun.

9. Juwairiyah bintu al Haarits bin Abi Dlirar.
Status beliau ketika dinikahi oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah janda dari Malik bin Shofwan.
Beliau dinikahi oleh Nabi pada usia 20 tahun setelah dimerdekakan oleh Nabi.
Beliau wafat pada usia 65 tahun pada bulan Rabiul Awwal tahun 57 H, pada masa khilafah Mu'awiyah bin Abi Sufyan, disholati oleh Marwan bin al Hakam, gubernur Madinah.

والله أعلم بالصواب
Ngaji Kitab Aqidatul Awam 33

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
حمزة عمه وعباس كذا # عمته صفية ذات احتذى
"Hamzah adalah pamannya Nabi demikian juga Abbas, bibi nabi adalah Shofiyyah yang memiliki sifat penurut"

Penjelasan
As Syaikh Ahmad al Marzuki menyebutkan nama-nama paman dan bibi nabi dari sebelah ayah.
Paman nabi dari sebelah ayah berjumlah 12 orang. Sedangkan bibi dari sebelah ayah berjumlah 6 orang.

Nama-nama paman Nabi adalah Hamzah, al Abbas, az Zubair, al Haarits, Jahal, Qutsam, Dlirar, al Ghoidaq, al Muqowwam, Abu Tholib (abdu Manaf), Abdul Ka'bah, Abu Lahab (Abdul Uzza).
Sebagian mereka telah meninggal dunia sebelum Rasulullah diangkat menjadi Nabi, sebagain ada yang menemui Islam seperti Abu Lahab dan Abu Tholib tetapi tetap dalam kekafirannya, sebagian masuk Islam seperti Hamzah dan al Abbas

Nama-nama bibi nabi adalah Shofiyyah, Atikah, Ummu Hakim (al Baidlo'), Barroh, Umaimah dan Arwa.
Dari enam bibi beliau hanya satu yang masuk Islam yaitu Shofiyyah.

As Syaikh Ahmad al Marzuki menyebutkan hanya dua nama paman Nabi dan satu bibinya, yaitu:
1. Hamzah bin Abdul Muththolib
Beliau bergelar Asadullah (singanya Allah) dan Asadu Rasulillah (singanya Rasulullah).
Beliau adalah saudara sesusuan dengan Rasulullah. Beliau juga disusui oleh Tsuwaibah.
Beliau lebih muda 4 tahun dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Beliau ikut dalam perang Badar dan wafat dalam perang Uhud, dibunuh oleh Wahsyi.
Ketika wafat, ditubuh beliau ditemukan 87 luka baik luka pedang atau tombak serta anak panah.
Beliau adalah sayyidu as Syuhada' (pemimpin orang-orang yang mati syahid) dan Khoir as Syuhada (sebaik-baik orang yang mati syahid)

2. Al Abbas bin Abdul Muththolib
Beliau adalah paman nabi yang paling muda. Dalam perang Badar dia masih kafir bersama orang-orang kafir Quraisy.
Beliau masuk Islam sebelum perang Khoibar dan merahasiakan keislamannya sampai Fathu Makkah.
Beliau adalah orang yang keislamannya membuat orang-orang kafir Quraisy gundah, dan menambah kekuatan, kemuliaan dan semakin banyak para pembela Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Beliau adalah kakek dari para Khalifah Abbasiyyah.
Beliau wafat pada usia 88 tahun, disholati oleh Utsman bin Affan pada tahun 32 H.

3. Shofiyyah binti Abdul Muththolib
Beliau adalah ibu dari az Zubair ibn al Awwam, beliau telah masuk Islam dan ikut hijrah ke Madinah.
Beliau wafat pada masa khilafah Umar bin Khothtob pada tahun 20 H di usia 73 tahun, dimakamkan di al Baqi'.

Catatan
Menurut pendapat yang benar, Abu Tholib mati dalam keadaan kafir.
Sebenarnya Abu Tholib mengetahui bahwa Muhammad adalah Rasulullah, karenanya dia selalu membela dan melindungi dakwah Nabi.
Tetapi pengetahuan dan keyakinan terhadap kebenaran Rasulullah tidak cukup untuk dihukumi sebagai seorang muslim jika tidak diiringi dengan pengakuan dengan lisan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Rasulullah sangat ingin pamannya ini masuk ke dalam Islam, tetapi Allah tidak berkehendak Abu Tholib masuk ke dalam Islam, sehingga dia tetap mati kafir
Allah ta'ala berfirman:
إِنَّكَ لَا تَهۡدِی مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ یَهۡدِی مَن یَشَاۤءُۚ
[Surat Al-Qashash 56]
"Sesungguhnya Engkau tidak bisa menciptakan hidayah pada orang yang kamu inginkan mendapatkan hidayah, tetapi Allah menciptakan hidayah pada orang yang Ia kehendaki".

والله اعلم بالصواب
Ngaji Kitab Aqidatul Awam 34

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
وقبل هجرة النبي الاسراء # من مكة ليلا لقدس يدرى
"Dan sebelum hijrahnya Nabi ada peristiwa Isra' dari Makkah pada suatu malam ke Baitul Maqdis yang diketahui"

Penjelasan
As Syaikh Ahmad al Marzuki menjelaskan tentang salah satu mu'jizat nabi yang terbesar yaitu Isra' dan Mi'raj.
Isra' adalah diperjalankannya nabi Muhammad shallallahu alayhi wasallam pada sebagian dari suatu malam dari al masjid al Haram menuju al Masjid al Aqsho.
Allah ta'ala berfirman:
سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِیۤ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَیۡلا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِی بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِیَهُۥ مِنۡ ءَایَـٰتِنَاۤۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡبَصِیرُ
[Surat Al-Isra' 1]
"Maha suci Allah yang memperjalankan hamba-Nya di sebagian malam dari al Masjid al Haram ke al Masjid al Aqsho yang Kami berkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasanKu, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat"

Perjalanan Isra' dilakukan tidak sampai memakan waktu semalam penuh, tetapi hanya pada sebagian malam saja.
Al Masjid al Haram berada di Makkah al Mukarromah, disebut al Haram karena kemuliaan yang dimilikinya melebihi seluruh masjid yang lainnya. Ia memiliki hukum-hukum khusus, sholat di dalamnya pahalanya dilipatgandakan sampai seratus ribu kali lipat.
Al Masjid al Aqsho berada di Palestina, disebut dengan al Aqsho karena jauhnya jarak antara masjid ini dengan al masjid al Haram.

Dalam perjalanan Isra', Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditemani oleh malaikat Jibril 'alayhissalam dengan mengendarai seekor binatang bernama Buroq.
Buroq adalah binatang surga yang berwarna putih, postur tubuhnya lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghl (peranakan kuda dan keledai).
Dalam berjalan, Buroq mampu melangkahkan kakinya sejauh matanya memandang.
Perjalanan Isra' dimulai dari rumah Ummu Hani'. Pada malam itu Rasulullah tidur bersama Hamzah dan Ja'far bin Abi Tholib.
Sebelum berangkat Isra', Malaikat Jibril membedah dada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, hati Rasulullah dicuci dengan air zamzam dan diisi dengan kesempurnaan iman dan hikmah.

والله أعلم بالصواب
Ngaji Kitab Aqidatul Awam 35

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
وبعد إسراء عروج للسماء # حتى رأى النبي ربا كلما
من غير كيف وانحصار وافترض # عليه خمسا بعد خمسين فرض
"Dan setelah Isra' naik ke langit (Mi'raj) sampai Nabi melihat Tuhan dan Dia memperdengarkan kalam-Nya,
tanpa disifati dengan sifat makhluk dan tanpa meliputi dan Allah mewajibkan kepada beliau sholat lima waktu setelah Allah mewajibkan lima puluh kali sholat".

Penjelasan
As Syaikh Ahmad al Marzuki menjelaskan tentang mu'jizat Mi'raj.
Mi'raj adalah dinaikkannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari Baitul maqdis sampai ke tempat yang lebih tinggi dari langit ketujuh.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dinaikkan ke atas langit dengan menggunakan tangga, satu tangga terbuat dari perak dan satu tangga terbuat dari emas.
Tujuan dari Mi'raj adalah Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam atas (di atas langit).
Allah ta'ala berfirman:
لَقَدۡ رَأَىٰ مِنۡ ءَایَـٰتِ رَبِّهِ ٱلۡكُبۡرَىٰۤ
[Surat An-Najm 18]
"Dan benar-benar dia telah melihat tanda-tanda kebesaran Tuhannya yang agung".

Perhatian
Tujuan Mi'raj bukanlah untuk berjumpa secara fisik dengan Allah yang disangkanya berada di atas langit.
Karena Ahlussunnah wal Jama’ah meyakini bahwa *Allah ada tanpa tempat*. Allah tidak berada di langit, bumi, Arsy atau di semua tempat.
Karena Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya
Karena Allah ada sebelum terciptanya langit tanpa langit, Allah ada sebelum terciptanya bumi tanpa bumi, Allah ada sebelum terciptanya tempat tanpa tempat. Demikian juga setelah terciptanya langit, bumi, Arsy dan tempat yang lain tetap seperti semula, ada tanpa tempat.

Sayyidina Ali bin Abi Tholib Radliyallahu anhu berkata:
كان الله ولا مكان وهو الآن على ما عليه كان
"Pada azal Allah ada dan belum ada tempat dan dia sekarang (setelah terciptanya tempat) tetap seperti semula (ada tanpa tempat) ".

Di setiap langit Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disambut oleh para nabi. Di langit pertama di sambut oleh nabi Adam, di langit kedua disambut oleh nabi Isa dan Nabi Yahya, di langit ketiga disambut oleh nabi Yusuf, di langit keempat disambut oleh nabi Idris, di langit kelima disambut oleh nabi Harun, di langit keenam disambut oleh nabi Musa dan di langit ketujuh disambut oleh nabi Ibrahim.

Dalam peristiwa Mi'raj, Rasulullah shallallahu alaihi melihat Allah, sebagian ulama mengatakan beliau melihat Dzat Allah dengan mata kepala dan sebagian mengatakan, beliau melihat Allah dengan hatinya. Tetapi yang unggul adalah pendapat kedua.
Allah memberi kekuatan pada hati beliau untuk bisa melihat Dzat Allah ta'ala yang bukan berupa benda dan tidak disifati dengan sifat-sifat benda, ada tanpa tempat dan arah.
Karena di dunia, Allah tidak dilihat dengan mata kepala. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَنْ تَرَوْا رَبَّكُمْ حَتَّى تَمُوتُوا
"Kalian tidak akan melihat Tuhan kalian sampai kalian mati" HR Ahmad

Perhatian
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melihat Allah dengan hatinya di atas langit ke tujuh tidak menunjukkan bahwa Allah ada di atas langit ke tujuh.
Sebagaimana orang-orang mukmin melihat Allah di akhirat dengan mata kepala mereka. Orang-orang mukmin berada di dalam surga, tetapi Allah tidak bertempat dan berarah, Allah tidak di dalam atau di luar surga, Allah tidak di depan, belakang, kanan, kiri, atas atau arah bawah mereka.

Al Imam Abu Hanifah Radliyallahu anhu berkata:
والله تعالى يُرى في الآخرة يراه المؤمنون وهم في الجنة بأعين رؤوسهم بلا تشبيه ولا كيفية ولا كمية ولا يكون بينه وبين خلقه مسافة.
"Dan Allah ta'ala dilihat di akhirat, orang-orang mukmin melihat-Nya dan mereka berada di dalam surga dengan mata kepala mereka dengan tanpa tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk), tanpa kaifiyah (mensifati Allah dengan sifat makhluk) dan tanpa kammiyah (mensifati Allah dengan memiliki ukuran) serta tidak ada jarak di antara Allah dan makhluk-Nya ".
Dalam peristiwa Mi'raj Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diperdengarkan kalam Allah yang azali dan abadi, bukan berupa bahasa, huruf dan suara.
Tetapi ini tidak menunjukkan bahwa Allah ada di atas langit, sebagaimana nabi Musa yang juga diperdengarkan kalam Allah yang azali dan abadi di bumi (di bukit Thursaina), tidak menunjukkan bahwa Allah ada di bumi.
Karena itu nabi Musa dan nabi Muhammad disebut Kaliimullah.

Beberapa perkara yang dipahami oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari kalam Allah yang azali dan abadi:
1. Kewajiban shalat lima waktu (Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Shubuh)
Pada awalnya umat Islam diwajibkan melaksanakan 50 kali sholat dalam sehari semalam. Namun nabi Musa 'alayhissalam meminta Rasulullah untuk kembali ke tempat beliau mendengar kalam Allah dan bermunajat meminta keringanan, sehingga diringankan menjadi 5 kali sholat dalam sehari semalam.
Namun pahala lima kali sholat tersebut sama dengan pahala melaksanakan 50 kali shalat.

Perhatian
Perkataan nabi Musa kepada Nabi Muhammad:
ارجع الى ربك واسأل التخفيف
Bukan berarti: "kembalilah ke tempat tuhanmu dan mintalah keringanan"
tetapi maknanya yang benar:
"*kembalilah ke tempat di mana kamu mendengar kalam Allah dan mintalah keringanan*".
Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa *Allah ada tanpa tempat*.

2. Dosa-dosa besar sebagian orang mukmin yang dikehendaki oleh Allah akan diampuni.
3. (1) Orang yang melakukan satu kebaikan akan dicatat untuknya sepuluh kali lipat dan
(2) orang yang berkeinginan melakukan satu kebaikan lalu tidak mengerjakannya maka dihitung satu kebaikan dan
(3)Barang siapa berkeinginan melakukan keburukan dan mengerjakannya maka dicatat sebagai satu keburukan.

والله أعلم بالصواب
Ngaji Kitab Aqidatul Awam 36

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
وبلغ الأمة بالاسراء # وفرض خمسة بلا امتراء
قد فاز صديق بتصديق له # وبالعروج الصدق وافى اهله
"Nabi menyampaikan peristiwa Isra pada umatnya dan juga kewajiban shalat lima waktu dengan tanpa ada keraguan"
"Abu Bakr benar-benar beruntung karena membenarkan Nabi dan membenarkan peristiwa Isra' Mi'raj dan bahwa nabi adalah orang yang telah melakukan Isra dan Mi'raj.''

Penjelasan
As Syaikh Ahmad al Marzuki menjelaskan tentang peristiwa yang terjadi setelah peristiwa Isra' dan Mi'raj. Bahwa Nabi menyampaikan peristiwa tersebut kepada umatnya dan memberitahukan kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan mereka melakukan shalat lima waktu (Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Shubuh).

Mendengar kisah Isra' dan Mi'raj Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, orang-orang kafir Quraisy datang kepada Abu Bakr as Shiddiq, mereka menganggap Abu Bakr akan meragukan kebenaran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, Abu Bakr mengatakan: "Aku bersaksi jika dia (Muhammad) berkata seperti itu, maka dia benar".

Orang-orang kafir mempertanyakannya kembali, Abu Bakr pun dengan tegas menjawab: "Ya aku membenarkannya lebih dari itu, aku membenarkan semua berita dari langit".
Karena inilah Abu Bakr diberi laqob (julukan) dengan as Shiddiq yang berarti orang yang selalu membenarkan setiap yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Abu Bakr as Shiddiq adalah sahabat Nabi yang paling mulia, bahkan beliau adalah wali termulia sejak wali-wali sebelum nabi Muhammad sampai nanti pada hari kiamat.

Orang-orang kafir Quraisy meminta kepada nabi Muhammad untuk menggambarkan tentang al Masjid al Aqsho, karena mereka tahu bahwa Muhammad belum pernah pergi ke sana.
Selanjutnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggambarkan sifat-sifat al Masjid al Aqsho. Orang-orang yang pernah pergi ke sana berkata: "Demi Allah gambaran tentang al Masjid al Aqsho yang dia katakan itu adalah benar".

Perhatian
Pengingkaran orang-orang kafir Quraisy terhadap kisah Isra' Mi'raj yang disampaikan oleh Rasulullah adalah bukti bahwa Isra dan Mi'raj dilakukan dengan ruh dan jasad dan dalam keadaan sadar, tidak dalam mimpi.
Secara akal, seandainya Isra' dan Mi'raj dilakukan dalam keadaan mimpi atau dengan ruh saja pastilah orang-orang musyrik Quraisy tidak mengingkari dan tidak mendustakan Isra' dan Mi'raj. Namun faktanya, mereka mendustakan dan mengolok-ngolok Nabi setelah beliau menceritakan peristiwa Isra' Mi'raj yang dialaminya kepada mereka.

والله أعلم بالصواب
Ngaji Kitab Aqidatul Awam 37 - Selesai

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
وهذه عقيدة مختصرة # وللعوام سهلة ميسرة
ناظم تلك أحمد المرزوقي # من ينتمي للصادق المصدوق
والحمد لله وصلى سلما # على النبي خير من قد علما
والآل والصحب وكل مرشد # وكل من بخير هدى يقتدي
واسأل الكريم إخلاص العمل # ونفع كل من بها قد اشتغل
ابياتها ميز بعد الجمل # تاريخها لي حي غر جمل
سميتهاعقيدة العوام # من واجب فى الدين بالتمام

"Ini adalah akidah yang ringkas, mudah dan memudahkan untuk orang awam"
"Orang yang menadzamkannya adalah Ahmad al Marzuki, orang yang nasabnya sampai pada as Shadiq al Mashduq (nabi Muhammad)".
"Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tetap pada Nabi, guru yang maling baik".
"(sholawat dan salam semoga tetap) juga pada keluarga dan sahabat (Nabi) setiap orang yang menunjukan jalan petunjuk, serta setiap orang yang mengikuti petunjuk yang terbaik"
"Aku meminta kepada Allah al Karim keikhlasan dalam beramal dan juga kemanfaatan untuk setiap orang yang telah tersibukkan untuk mempelajarinya"
"Bait-bait (Aqidatul Awam) itu 57 dengan hitungan abajadun, masa selesai penulisannya 1258".
"Aku menamakan ini dengan Aqidatul Awam, yg wajib dipelajari dengan sempurna"

Penjelasan
Dalam menutup kitab Aqidatul Awam, as Syaikh Ahmad al Marzuki menjelaskan tentang beberapa hal, yaitu:
1. Kitab ini adalah kitab Mukhtashor (ringkasan) dalam Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
Mukhtashor di sini berarti kitab yang bentuknya kecil dan ringkas. Karena Mukhtashor juga memiliki pengertian kitab yang diringkas dari kitab lain.
Keistimewaan kitab Mukhtashor adalah mudah dipahami dan mudah untuk dihafal bagi para pemula dalam belajar ilmu agama.
2. Penulis kitab ini adalah Ahmad al Marzuki yang nasabnya sampai kepada Rasulullah.
Nasab beliau adalah Ahmad bin Ramadhan bin Manshur bin Muhammad bin Syamsuddin Muhammad bin Rais bin Zainuddin bin Nashibuddin bin Nashiruddin bin Muhammad bin Qasim bin Muhammad bin Rais Ibrahim bin Muhammad bin Marzuq al Kafafi bin Musa bin Abdullah al Mahdli bin Hasan al Matsanniy bin al Hasan bin Ali bin Abi Tholib suami Fathimah binti Rasulullah.

3. Beliau mengucapkan hamdalah, sholawat dan salam pada nabi Muhammad, keluarga, para sahabat dan semua orang yang mengikuti nabi Muhammad.
4. Beliau berdo'a kepada Allah, meminta keikhlasan dalam beramal dan kemanfaatan untuk semua orang yang mempelajari kitab Aqidatul Awam ini.
Karena Allah ta'ala hanya menerima amal sholih yang disertai dengan niat ikhlas, yakni semata-mata karena Allah.

5. Beliau menjelaskan bahwa jumlah bait nadzam yang telah beliau tulis adalah 57 dan bait itu selesai ditulis pada tahun 1258.
Jumlah 57 dipahami dari penjumlahan perkataan beliau ميز (mim = 40, ya' = 10 dan za' = 7)
Tahun 1258 dipahami dari penjumlahan perkataan beliau لي حي غر جمل (lam = 30, ya' = 10, ha' = 8, ya' = 10, ghoin = 1000, ra' = 200)

6. Beliau menamakan bait-bait ini dengan Bait Aqidatul Awam yg merupakan bagian dari pelajaran yg dipelajari dalam agama dengan sempurna oleh orang mukallaf.

والله أعلم بالصواب

تمت
Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 01

قال المؤلف رحمه الله تعالى :
مقدمة
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ شُكْرًا عَلَى نَوَالِهِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَﺁلِهِ وَبَعْدُ، فَهَذَا كِتَابٌ أَوْدَعْتُ فِيْهِ شَيْئًا مِنْ حَدِيْثِ الْمَوْتَى وَأَشْرَاطِ السَّاعَةِ، وَشَيْئًا مِنَ الْكَلاَمِ عَلَى بَيَانِ السُّنَّةِ وَالْبِدْعَةِ وَشَيْئًا مِنَ الأَحَادِيْثِ بِقَصْدِ النَّصِيْحَةِ وَالَى اللهِ الْكَرِيْمِ أَمُدُّ اَكُفَّ الْاِبْتِهَالِ أَنْ يَنْفَعَ بِهِ نَفْسِيْ وَأَمْثَالِيْ مِنَ الْجُهَّالِ وَأَنْ يَجْعَلَ عَمَلِيْ خَالِصًا لِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ إِنَّهُ جَوَادٌ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ، وَهَذَا أَوَانُ الشُّرُوْعِ فِي الْمَقْصُوْدِ بِعَوْنِ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدِ .
"Pengantar, dengan nama Allah, ar Rohmah dan ar Rohim. Segala puji bagi Allah sebagai sebuah ungkapan rasa syukur atas segala anugerahNya. Shalawat dan salam mudah-mudahan terlimpahcurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu alayhi wasallam dan seluruh keluarga beliau.
Setelah basmalah, hamdalah dan shalawat, Ini adalah kitab yang aku titipkan di dalamnya Hadits-hadits tentang orang-orang yang mati tanda-tanda hari kiamat penjelasan tentang sunnah dan bid’ah dan beberapa hadits dengan tujuan memberi nasehat-nasehat,
Kepada Allah Dzat Yang Maha Mulia kutengadahkan telapak tangan kuberdoa dengan sepenuh hati kumohonkan agar kitab ini memberikan manfaat untuk diri kami dan orang-orang bodoh semisal kami. Mudah-mudahan Allah menjadikan amal kami ikhlas karena Allah, Dzat Yang Maha Pemurah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan segala pertolongan Allah Dzat yang disembah penyusunan kitab ini dimulai.

والله اعلم بالصواب
MWC NU Jepara pinned «Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 01 قال المؤلف رحمه الله تعالى : مقدمة بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ شُكْرًا عَلَى نَوَالِهِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَﺁلِهِ…»
Ngaji Kitab Risalah Ahlissunnah Wal Jama’ah karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 02

قال المؤلف رحمه الله تعالى :
فَصْلٌ فِيْ بَيَانِ السُّنَّةِ وَالْبِدْعَةِ
اَلسُّنَّةُ بِالضَّمِّ وَالتَّشْدِيْدِ كَمَا قَالَ أَبُو الْبَقَاءِ فِيْ كُلِّيَّتِهِ: لُغَةً اَلطَّرِيْقَةُ وَلَوْ غَيْرَ مَرْضِيَّةٍ. وَشَرْعًا اِسْمٌ لِلطَّرِيْقَةِ الْمَرْضِيَّةِ الْمَسْلُوْكَةِ فِي الدِّيْنِ سَلَكَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَوْ غَيْرُهُ مِمَّنْ عُلِمَ فِي الدِّيْنِ كَالصَّحَابَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ. وَعُرْفًا مَا وَاظَبَ عَلَيْه مُقْتَدًى نَبِيًّا كَانَ اَوْ وَلِيًّا. وَالسُّنِّيُّ مَنْسُوْبٌ اِلَى السُّنَّةِ حُذِفَ التَّاءُ لِلنِّسْبَةِ.

Pasal Menjelaskan Tentang Sunnah dan Bid’ah

Lafadz as-Sunnah dengan dibaca dhammah (sin-nya) dan tasydid sebagaimana dituturkan oleh Imam al-Baqa’ dalam kitab Kulliyat-nya secara etimologi adalah thariqah (jalan) sekalipun yang tidak diridhai.
Menurut terminologi syara’ as-Sunnah merupakan thariqah (jalan) yang diridhai yang ditempuh dalam agama sebagaimana yang telah ditempuh oleh Rasulullahshallallahu ‘alayhiwasallam atau selain beliau yakni mereka yang memiliki otoritas sebagai panutan di dalam masalah agama seperti para sahabat Radliyallahu ‘anhum.
Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alayhiwasallam: “Tetaplah kalian untuk berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin setelahku.”
Sedangkan menurut terminologi ‘urf, sunnah adalah apa yang dipegangi secara konsisten oleh tokoh yang menjadi panutan apakah ia sebagai nabi ataupun wali. Adapun istilah as-Sunni merupakan bentuk penisbatan dari lafadz as-Sunnah dengan membuang ta’ untuk penisbatan.

والله اعلم بالصواب
Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah wa al Jama'ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 03

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
وَالْبِدْعَةُ كَمَا قَالَ الشَّيْخُ زَرُوْقٌ فِيْ عُدَّةِ الْمُرِيْدِ : شَرْعًا إِحْدَاثُ اَمْرٍ فِي الدِّيْنِ يُشْبِهُ اَنْ يَكُوْنَ مِنْهُ وَلَيْسَ مِنْهُ سَوَاءٌ كَانَ بِالصُّوْرَةِ اَوْ بِالْحَقِيْقَةِ. لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَحْدَثَ فِيْ اَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. وَقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :" وَكُلُّ مُحْدَثٍ بِدْعَةٌ "
وَقَدْ بَيَّنَ الْعُلَمَاءُ رَحِمَهُمُ اللهُ أَنَّ الْمَعْنَى فِي الْحَدِيْثَيْنِ الْمَذْكُوْرَيْنِ رَاجِعٌ لِتَغْيِيْرِ الْحُكْمِ بِاعْتِقَادِ مَا لَيْسَ بِقُرْبَةٍ قُرْبَةً لَا مُطْلَقِ الْإِحْدَاثِ اِذْ قَدْ تَنَاوَلَتْهُ الشَّرِيْعَةُ بِأُصُوْلِهَا فَيَكُوْنُ رَاجِعًا اِلَيْهَا اَوْ بِفُرُوْعِهَا فَيَكُوْنُ مَقِيْسًا عَلَيْهَا.

Bid’ah sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Zaruq di dalam kitab ‘Iddat al-Murid menurut terminologi syara’ adalah: “Mengadakan perkara baru dalam agama seolah-olah ia merupakan bagian dari urusan agama padahal sebenarnya bukan, baik dalam bentuk maupun hakikatnya.”
Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam: “Barangsiapa mengadakan perkara baru di dalam agama kita padahal bukan merupakan bagian daripadanya maka hal itu ditolak.”
Dan sabda Nabi shallallahu ‘alayhiwasallam: “Dan kebanyakan perkara yang baru adalah bid’ah.”
Para ulama rahimahullaah menjelaskan bahwa makna dua hadits tersebut di atas kembali kepada merubah suatu hukum dengan meyakini sesuatu yang sebenarnya bukan merupakan ibadah sebagai konsepsi ibadah. Jadi bukanlah segala bentuk pembaharuan yang bersifat umum. Karena kadang-kadang bisa jadi perkara baru itu berlandaskan dasar-dasar syari’ah secara asal sehingga ia menjadi bagian dari syari’at itu sendiri atau berlandaskan furu’us syari’ah sehingga ia dapat dianalogikan kepada syari’at.

والله اعلم بالصواب
Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 04

قال المؤلف رحمه الله تعالى :
وَقَالَ الْعَلاَّمَةُ مُحَمَّدٌ وَلِيُّ الدِّيْنِ اَلشِّبْثِيْرِيُّ فِيْ شَرْحِ اْلأَرْبَعِيْنَ النَّوَوِيَّةِ عَلَى قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا اَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَدَخَلَ فِي الْحَدِيْثِ اَلْعُقُوْدُ الْفَاسِدَةُ، وَالْحُكْمُ مَعَ الْجَهْلِ وَالْجَوْرِ وَنَحْوُ ذَلِكَ مِمَّا لاَ يُوَافِقُ الشَّرْعَ. وَخَرَجَ عَنْهُ مَا لَا يَخْرُجُ عَنْ دَلِيْلِ الشَّرْعِ كَالْمَسَائِلِ اْلاِجْتِهَادِيَّةِ الَّتِيْ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اَدِلَّتِهَا رَابِطٌ اِلَّا ظَنُّ الْمُجْتَهِدِ وَكِتَابَةِ الْمُصْحَفِ وَتَحْرِيْرِ الْمَذَاهِبِ وَكُتُبِ النَّحْوِ وَالْحِسَابِ

Al-‘Allamah Muhammad Waliyuddin asy-Syibtsiri dalam Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah memberikan komentar atas sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alayhiwasallam: “Barangsiapa membuat persoalan baru atau mengayomi seseorang yang membuat pembaharuan maka ditimpakan kepadanya laknat Allah.”
Masuk dalam kerangka interpretasi hadits ini yaitu berbagai bentuk akad-akad fasidah, menghukumi dengan kebodohan dan ketidakadilan dan lain-lain dari berbagai bentuk penyimpangan terhadap ketentuan syara’.
Keluar dari bingkai pemahaman terhadap hadits ini yakni segala hal yang tidak keluar dari dalil syara’ terutama yang berkaitan dengan masalah-masalah ijtihadiyah di mana tidak terdapat korelasi yang tegas antara masalah-masalah tersebut dengan dalil-dalilnya kecuali sebatas persangkaan mujtahid. Dan seperti menulis Mushaf, membukukan pendapat-pendapat imam madzhab, menyusun kitab nahwu dan ilmu hisab.

والله اعلم بالصواب
Ngaji Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 05

Bid'ah Terbagi Menjadi Lima: Wajib, Haram, Sunnah, Makruh, Mubah

وَلِذَا قَسَّمَ ابْنُ عَبْدِ السَّلَامِ اَلْحَوَادِثَ اِلَى الْأَحْكَامِ الْخَمْسَةِ فَقَالَ : اَلْبِدْعَةُ فِعْلُ مَالَمْ يُعْهَدْ فِيْ عَصْرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاجِبَةً كَتَعَلُّمِ النَّحْوِ وَغَرِيْبِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ مِمَّا يُتَوَقَّفُ فَهْمُ الشَّرِيْعَةِ عَلَيْهِ، وَمُحَرَّمَةً كَمَذْهَبِ الْقَدَرِيَّةِ وَالْجَبَرِيَّةِ وَالْمُجَسِّمَةِ، وَمَنْدُوْبَةً كَإِحْدَاثِ الرُّبُطِ وَالْمَدَارِسِ وَكُلِّ إِحْسَانٍ لَمْ يُعْهَدْ فِي الْعَصْرِ الْأَوَّلِ، وَمَكْرُوْهَةً كَزُخْرُفَةِ الْمَسَاجِدِ وَتَزْوِيْقِ الْمَصَاحِفِ، وَمُبَاحَةً كَالْمُصَافَحَةِ عَقِبَ صَلَاةِ الصُّبْحِ وَالْعَصْرِ وَالتَّوَسُّعِ فِي الْمَأْكَلِ وَالْمَشْرَبِ وَالْمَلْبَسِ وَغَيْرِ ذَلِكَ .
فَإِذَا عَرَفْتَ مَا ذُكِرَ تَعْلَمُ اَنَّ مَا قِيْلَ: إِنَّهُ بِدْعَةٌ كَاتِّخَاذِ السُّبْحَةِ وَالتَّلَفُّظِ بِالنِّيَّةِ وَالتَّهْلِيْلِ عِنْدَ التَّصَدُّقِ عَنِ الْمَيِّتِ مَعَ عَدَمِ الْمَانِعِ عَنْهُ وَزِيَارَةِ الْقُبُوْرِ وَنَحْوِ ذَلِكَ لَيْسَ بِبِدْعَةٍوَإِنَّ مَا أُحْدِثَ مِنْ أَخْذِ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْأَسْوَاقِ اللَّيْلِيَّةِ وَاللَّعِبِ بِالْكُوْرَةِ وَغَيْرَ ذَلِكَ مِنْ شَرِّ الْبِدَعِ
Karena itulah Imam Ibnu Abdis Salam membagi perkara-perkara yang baru itu ke dalam hukum-hukum yang lima. Beliau berkata:
Bid’ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasulullah shallallahu alayhi wasallam. Bid’ah tersebut adakalanya:
1⃣ Bid’ah Wajibah: seperti mempelajari ilmu nahwu dan mempelajari lafadz-lafadz yang gharib baik yang terdapat di dalam al-Quran ataupun as-Sunnah dimana pemahaman terhadap syari’ah menjadi tertangguhkan pada sejauhmana seseorang dapat memahami maknanya.

2⃣ Bid’ah Muharramah: seperti aliran Qadariyah Jabariyah dan Mujassimah.

3⃣ Bid’ah Mandubah: seperti memperbaharui sistem pendidikan pondok pesantren dan madrasah-madrasah juga segala bentuk kebaikan yang tidak dikenal pada zaman generasi pertama Islam.

4⃣ Bid’ah Makruhah: seperti berlebih-lebihan menghiasai masjid menghiasi mushaf dan lain sebagainya.

5⃣ Bid’ah Mubahah: seperti bersalaman selesai shalat Shubuh dan Ashar membuat lebih dalam makanan dan minuman pakaian dan lain sebagainya.

Setelah kita mengetahui apa yang telah dituturkan di muka maka diketahui bahwa adanya klaim bahwa berikut ini adalah bid’ah seperti memakai tasbih melafadzkan niat membaca tahlil ketika bersedekah setelah kematian dengan catatan tidak adanya perkara yang mencegah untuk bersedekah tersebut menziarahi makam dan lain-lain maka kesemuanya bukanlah merupakan bid’ah.

Dan sesungguhnya perkara-perkara baru seperti penghasilan manusia yang diperoleh dari pasar-pasar malam bermain undian pertunjukan gulat dan lain-lain adalah termasuk seburuk-buruknya bid’ah.

والله اعلم بالصواب
Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jam’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 06

قال المؤلف رحمه الله تعالى :
فَإِذَا عَرَفْتَ مَا ذُكِرَ تَعْلَمُ اَنَّ مَا قِيْلَ: إِنَّهُ بِدْعَةٌ كَاتِّخَاذِ السُّبْحَةِ وَالتَّلَفُّظِ بِالنِّيَّةِ وَالتَّهْلِيْلِ عِنْدَ التَّصَدُّقِ عَنِ الْمَيِّتِ مَعَ عَدَمِ الْمَانِعِ عَنْهُ وَزِيَارَةِ الْقُبُوْرِ وَنَحْوِ ذَلِكَ لَيْسَ بِبِدْعَةٍوَإِنَّ مَا أُحْدِثَ مِنْ أَخْذِ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْأَسْوَاقِ اللَّيْلِيَّةِ وَاللَّعِبِ بِالْكُوْرَةِ وَغَيْرَ ذَلِكَ مِنْ شَرِّ الْبِدَعِ
"Setelah kita mengetahui apa yang telah dituturkan di muka maka diketahui bahwa apa yang dikatakan bid’ah seperti memakai tasbih, melafadzkan niat, membaca tahlil ketika bersedekah setelah kematian dengan tidak adanya perkara yang mencegah untuk bersedekah tersebut, menziarahi makam dan lain-lain maka kesemuanya bukanlah merupakan bid’ah.
Dan sesungguhnya perkara-perkara baru seperti penghasilan manusia yang diperoleh dari pasar-pasar malam, bermain undian, pertunjukan gulat dan lain-lain adalah termasuk seburuk-buruknya bid’ah.

والله اعلم بالصواب
Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jam’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 07

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
(فصل) في بيان تمسك أهل جاوى بمذهب أهل السنة والجماعة، وبيان ابتداء ظهور البدع وانتشارها في أرض جاوى، وبيان أنواع المبتدعين الموجودين في هذا الزمان.
Pasal menjelaskan tentang berpegang teguhnya penduduk Jawa (Nusantara) pada madzhab Ahlussunnah Wal Jama’ah, dan penjelasan tentang permulaan munculnya bid’ah dan penyebarannya di tanah Jawa (Nusantara) dan penjelasan tentang macam-macam ahli bid’ah yang ada pada zaman ini.
قد كان مسلموا الأقطار الجاوية في الأزمان السالفة الخالية متفقى الآراء والمذهب، متحدى المأخذ والمشرب، فكلهم في الفقه على المذهب النفيس مذهب الإمام محمد بن إدريس، وفي أصول الدين على مذهب الإمام أبي الحسن الأشعري، وفي التصوف على مذهب الإمام الغزالي والإمام أبي الحسن الشاذلي رضي الله عنهم أجمعين.

Masyarakat Muslim di pulau Jawa tempo dulu memiliki pandangan dan madzhab yang sama, memiliki satu referensi dan kecenderungan yang sama. Semuanya dalam bidang fiqih mengikuti madzhab yang baik yakni madzhabnya Imam Muhammad bin Idris Al- Syafi’i dan di dalam masalah teologi atau aqidahnya mengikuti madzhab Imam Abu Hasan al – Asy’ari dan di bidang Tasawuf mengikuti madzhab Imam al – Ghazali dan Imam Abi al –Hasan al – Syadili, Rodiallahu ‘Anhum ‘Ajma’in-

Catatan:
✔️Maksud dari Jawa dalam perkataan di atas bukan terbatas pada pulau Jawa saja tetapi seluruh Nusantara
✔️ Pernyataan di atas adalah persaksian Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari bahwa umat Islam sejak Islam masuk di Nusantara adalah menganut madzhab Ahlussunnah Wal Jama’ah, baik dalam bidang Aqidah, fiqih maupun akhlak Tasawuf.

والله اعلم بالصواب
Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jam’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 08

قال المؤلف رحمه الله تعالى :
ثم إنه حدث في عام ألف وثلاثمائة وثلاثين أحزاب متنوعة، وآراء متدافعة، وأقوال متضاربة، ورجال متجاذبة. فمنهم سلفيون قائمون على ما عليه أسلافهم من التمذهب بالمذهب المعين والتمسك بالكتب المعتبرة المتداولة، ومحبة أهل البيت والأولياء والصالحين، والتبرك بهم أحياء وأمواتا، وزيارة القبور، وتلقين الميت، والصدقة عنه، واعتقاد الشفاعة ونفع الدعاء والتوسل وغير ذلك.
Kemudian pada tahun 1330 H muncul kelompok yang bermacam-macam, pendapat yang saling bertentangan, perkataan yang saling bertabrakan dan tokoh-tokoh yang saling tarik menarik. Di antara mereka (kelompok yg selamat) adalah salafiyyun yang berpegang teguh pada ajaran yang diajarkan oleh para pendahulu mereka yaitu:
1⃣ Menganut sebuah madzhab tertentu
2⃣ berpegang teguh pada kitab-kitab yang muktabaroh yang banyak digunakan
3⃣ mencintai ahlul bait, para wali dan orang-orang shalih
4⃣ bertabarruk dengan para wali dan orang-orang shalih, baik ketika mereka hidup maupun ketika mereka mati
6⃣ berziarah kubur,
7⃣ mentalqin mayit
8⃣ bershodaqoh untuk mayit
9⃣ meyakini adanya syafaat dan bermanfaatnya doa, tawassul dan selain itu.

Catatan:
✔️ Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari menjelaskan tentang awal mula munculnya aliran-aliran dalam Islam di Nusantara.
✔️Sebelum menyebutkan beberapa kelompok menyimpang, beliau menyebutkan kelompok yang selamat yang beliau sebut salafiyyun.
✔️Beliau menyebutkan 9 ajaran dan karakteristik salafiyyun yang merupakan ajaran Ahlussunnah wal Jam’ah.

Jika ada kelompok menamakan diri dengan salafi, tetapi ajarannya bertentangan dengan ajaran-ajaran salaf di sebagaimana disebutkan mbah Hasyim di atas maka sesungguhnya mereka telah berbohong dengan pengakuan mereka. Mereka adalah kelompok Talafi (perusak) bukan salafi.

والله اعلم بالصواب
Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jam’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 09

قال المؤلف رحمه الله تعالى:
ومنهم فرقة يتبعون رأي محمد عبده ورشيد رضا
"Di antara mereka adalah sebuah kelompok yang mengikuti pendapat Muhammad Abduh dan Rasyid Ridlo"

Catatan
🍎Muhammad Abduh dan Rasyid adalah guru dan murid yang mengaku sebagai seorang pembaharu, namun pendapat-pendapatnya banyak bertentangan dengan Islam
🍎Di antara penyimpangan Rasyid Ridlo dan M Abduh adalah:
1⃣ Mencela para ulama dan menyatakan tidak boleh taqlid pada mereka
2⃣ Menganjurkan kepada siapa saja untuk berijtihad meskipun tidak memenuhi syarat sebagai seorang mujtahid
3⃣ Menghalalkan daging babi jika sudah direbus dalam air yang sangat mendidih
4⃣ Menafsirkan malaikat dengan kekuatan alam
5⃣ Menafsirkan jin dengan bakteri dan kuman
6⃣ Mendukung teori darwin yang mengatakan asal manusia adalah kera

Syekh Yusuf an Nabhani berkata:
وأما رشيد ذو المنار فإنه # اقلهم عقلا وأكثرهم شرا
"Sedangkan Rasyid penulis al Manar sesungguhnya dia orang yang paling picik akalnya dan paling banyak keburukannya"

والله اعلم بالصواب
Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jam’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari 10

قال المؤلف رحمه الله تعالى :
ويأخذون من بدعة محمد بن عبد الوهاب النجدي
"Dan mereka mengambil ajaran dari bid'ahnya Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi"

*Catatan:*
Kelompok yang mengikuti *Muhammad bin Abdul Wahhab* disebut Wahhabi.
Mereka mengaku-ngaku sebagai salafi secara dusta, karena orang yang mereka ikuti bukan ulama salaf dan Akidah mereka bertentangan dengan Akidah ulama salaf.

Di antara kesesatan Wahhabi adalah:
1⃣ Mereka menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, mereka meyakini bahwa Allah beranggotakan badan, memiliki bentuk dan ukuran serta bertempat di atas Arsy
2⃣ Mereka memusyrikkan orang yang tawassul, tabarruk dan istighotsah dengan nabi dan wali
3⃣ Mereka memusyrikkan orang yang memakai hirz
4⃣ Mereka mengkafirkan orang yang menganut madzhab empat
5⃣ Mereka menyesatkan tashawwuf dan thoriqoh
6⃣ Mereka membid'ah sesatkan peringatan Mawlid Nabi dan Amaliah umat Islam semacamnya.
7⃣ Dan ratusan penyimpangan lainnya.


والله اعلم بالصواب
MWCNU JEPARA
http://t.me/mwcnujepara