Kemarin, Anda ke mana saja? Atau nggak ke mana-mana, di rumah saja bercengkrama bersama keluarga?
Mbak Misna, asisten rumah tangga saya, kemarin menikah. Syukuran pun berlangsung di rumahnya di #Jalupang (Banten), sekitar 3 jam dari BSD. Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir bersama keluarga dan tim.
Kami berangkat dari rumah jam 4 pagi. Konvoi 3 mobil. Dengan izin Allah, kami tiba di Jalupang jam 8.30 pagi. Sempat berhenti sejenak di jalan untuk Sholat Subuh (di Rest Area) dan Sholat Id (di Pandeglang).
Begitu tiba di lokasi, kami pun mendoakan, "Semoga pernikahan ini langgeng, bahagia, dan berkah. Aamiin."
Ketika pulang, kami diberi berbagai hadiah dari keluarga dan tetangga Mbak Misnah. Mulai dari jajanan sampai buah-buahan. Saya pun berbisik kepada istri saya, "Mungkin dari segi harta, mereka tidak kaya. Tapi, mental mereka kaya." Mental kaya, ini lebih utama.
Sehari sebelumnya saya pun mendengar kabar bahwa mantan karyawan saya berjanji untuk memberi hadiah umrah untuk ibu saya dan mertua saya. Alhamdulillah. Saya bersyukur sekali dikelilingi oleh orang-orang baik yang bermental kaya. Terima kasih ya Allah.
Memberi hadiah, traktiran, oleh-oleh, tips, dan tidak menawar pada pedagang kecil, ini semua bagian dari mental kaya. Konsep luas dari sedekah. Sudah sepantasnya kita memiliki mental ini.
Satu lagi. Diberi, terima. Nggak diberi, jangan minta-minta. Begitulah, biasakan memberi. Dan jangan menolak kalau suatu saat kita diberi. Semoga berkah berlimpah.
Mbak Misna, asisten rumah tangga saya, kemarin menikah. Syukuran pun berlangsung di rumahnya di #Jalupang (Banten), sekitar 3 jam dari BSD. Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir bersama keluarga dan tim.
Kami berangkat dari rumah jam 4 pagi. Konvoi 3 mobil. Dengan izin Allah, kami tiba di Jalupang jam 8.30 pagi. Sempat berhenti sejenak di jalan untuk Sholat Subuh (di Rest Area) dan Sholat Id (di Pandeglang).
Begitu tiba di lokasi, kami pun mendoakan, "Semoga pernikahan ini langgeng, bahagia, dan berkah. Aamiin."
Ketika pulang, kami diberi berbagai hadiah dari keluarga dan tetangga Mbak Misnah. Mulai dari jajanan sampai buah-buahan. Saya pun berbisik kepada istri saya, "Mungkin dari segi harta, mereka tidak kaya. Tapi, mental mereka kaya." Mental kaya, ini lebih utama.
Sehari sebelumnya saya pun mendengar kabar bahwa mantan karyawan saya berjanji untuk memberi hadiah umrah untuk ibu saya dan mertua saya. Alhamdulillah. Saya bersyukur sekali dikelilingi oleh orang-orang baik yang bermental kaya. Terima kasih ya Allah.
Memberi hadiah, traktiran, oleh-oleh, tips, dan tidak menawar pada pedagang kecil, ini semua bagian dari mental kaya. Konsep luas dari sedekah. Sudah sepantasnya kita memiliki mental ini.
Satu lagi. Diberi, terima. Nggak diberi, jangan minta-minta. Begitulah, biasakan memberi. Dan jangan menolak kalau suatu saat kita diberi. Semoga berkah berlimpah.