Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Gagal atau berhasil itu biasa. Tak perlu disikapi berlebihan... Steve Jobs sempat mendirikan Apple. Tapi kemudian ia dipecat. Akhirnya ia masuk kembali dan membuat Apple panen besar!
Istri, jangan meminta.
Suami, mestinya memberi.

Istri, jangan boros.
Suami, mestinya mencukupi.

Imbang tho?

Jangan memanjakan istri semata-mata dengan harta. Itu betul. Tapi, sudah tugas suami untuk membuat istri lebih nyaman. Dengan apa? Yah dengan semuanya. Perhatian, sentuhan, waktu, ilmu, harta, dll. Jangan salah satunya saja.

Misal, Anda mengajak istri berlibur. Di situ terlibat berbagai komponen. Mulai dari perhatian, sentuhan, waktu, sampai harta. Dan sekiranya istri ingin berlibur di Raja Ampat terus Anda mampu, yah apa salahnya? Boleh, insya Allah.

Menjadikan harta sebagai komponen utama dalam memanjakan keluarga, jelas itu pilihan dan keputusan yang keliru. Ya, ke-li-ru. Tapi kita mesti paham, kadang harta memang dilibatkan. Sebagai pendukung.

Kalau kita belajar ilmu penafkahan (di mana ini sepenuhnya tanggung-jawab suami), maka kita akan dipahamkan bahwa memang ada komponen harta di sana. Nggak bisa nggak. Jadi, jangan risih kalau bicara soal harta.

Bantu share ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apapun agama Anda, tulisan ini perlu Anda baca.

Islam merupakan agama tercepat pertumbuhannya dalam lima tahun di Australia, dengan peningkatan 39,9 persen. Fakta tersebut terungkap dalam laporan International Centre for Muslim and non-Muslim Understanding.

Itu yang terjadi di Australia. Bagaimana dengan di Indonesia? Kali ini saya tidak ingin bicara soal jumlah penganutnya. Saya lebih tertarik bicara soal tingkat kesalehannya. Penelitian Riaz Hassan dari Flinders University, Australia mengungkapkan bahwa muslim Indonesia mempunyai kesalehan ritual tinggi.

Sewaktu saya diundang Pak Chairul Tanjung di rumahnya, ia menyampaikan bahwa mahasiswi berjilbab jumlahnya meningkat pesat selama 5 tahun terakhir. Ini menurut pengalaman dan pengamatannya saat sharing ilmu di Universitas Indonesia untuk sekian tahun terakhir.

Apa implikasinya?

Sebagai entrepreneur dan marketer, kita harus peka dengan fenomena ini. Mengabaikan faktor agama bisa membuat customer terusik dan meninggalkan bisnis kita. Setuju atau tidak, Aksi 411 dan Aksi 212 menunjukkan bahwa agama beserta nilai-nilainya adalah hal yang teramat penting bagi umat Muslim di Indonesia.

Kajian demi kajian, sekarang bukan saja di masjid dan musholla. Tapi juga hadir di perkantoran dan rumah-rumah. Sambil ngobrol, saya dan istri saya pernah memberi masukan kepada pemilik salon Irwan Team agar menyiapkan space kecil dan tertutup untuk customer Muslimah. Input itu kemudian ia terapkan di sejumlah cabang.

Sekali lagi, mengabaikan faktor agama bisa membuat customer terusik dan meninggalkan bisnis kita. Sudah saatnya kita lebih peka. Bantu share ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
CEO Telegram, Pavel Durov, menyampaikan data ini:

Setiap hari, 600.000 pengguna baru mendaftar ke Telegram secara global.

Setiap hari, 20.000 pengguna baru mendaftar ke Telegram dari Indonesia.

Karena faktor berita dan keunggulannya, Telegram semakin diminati.

Mari ajak keluarga kita install Telegram, lalu search channel Telegram @ipphoright
Kemarin saya ke Kampus Umar Usman. Seperti biasa, di sini saya rapat internal lalu mengajar. Sebelum mengajar, saya meeting sejenak dengan sahabat saya, dr Phaidon Toruan. Seru juga.

Saya sempat bengong, seorang dokter Nasrani seperti dr Phaidon Toruan bisa menyampaikan tips-tips sehat ala Nabi Muhammad, sekalian ayat dan hadits-nya. Kata beliau, ikuti saja pola makan Nabi Muhammad, biar sehat.

Beliau ini partner dari Ade Rai, Tung Desem Waringin, dan Rhenald Kasali. Pernah juga melatih atlit-atlit untuk Olimpiade 2004, 2008, dan 2012. Indy Barends menyebut nama beliau sebagai penasihat utamanya untuk urusan kesehatan.

Ada ungkapan, "Makan SEBELUM lapar, berhenti sebelum kenyang." Ini sering disebut-sebut sebagai hadits, padahal ada perbedaan makna di sana.

"Kita adalah kaum yang hanya makan BILA lapar dan berhenti sebelum kenyang“ Inilah hadits-nya. BILA lapar tentu saja berbeda makna dengan SEBELUM lapar. Btw, ini pun hadits dhaif.

Satu lagi. Hikmah utama yang disampaikan di sini juga soal kesederhanaan, bukan teknis soal makan. Karena Nabi mengizinkan makan dan kenyang. Yang dilarang itu kekenyangan.

Terlepas dari itu, banyak pula hadits-hadits yang sahih dan kuat soal makanan. Misalnya saja, makan buah di awal (bukan di akhir), merutinkan kurma, jintan hitam, delima, air dari daun bidara, dll.

Madu dan propolis? Madu dan propolis adalah produk turunan dari lebah, di mana soal lebah ini juga tertera di berbagai kitab suci, termasuk Al-Quran. Insya Allah sangat baik.

Semangka? Nabi menyukainya. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi. Terus, dibahas pula oleh Ibnu Abbas Ibnu Qoyyim. Manfaatnya beragam, salah satunya sangat berdampak bagi penderita asam urat.

Saya pun pernah membaca dua hadits tentang perut Nabi yang kotak-kotak. Luar biasa! Kita? Yah setidaknya sehat dan bugar-lah. Jangan sakit-sakitan. Jangan kekurusan, jangan pula kegemukan.

Saya pribadi berusaha jogging 3 kali seminggu dan berenang 1 kali sebulan. Olahraga itu kan bagian dari syukur nikmat. Ingat, kesehatan itu suatu nikmat dan mesti dijaga. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Purpose of life is more important than the life itself. Tujuan hidup lebih penting daripada hidup itu sendiri. Contohnya saja, para pejuang rela yang mengorbankan hidupnya (baca: nyawa) demi tujuan yang lebih besar. Apa itu? Kemerdekaan bangsanya.

Mari kita simak kisah seorang pahlawan wanita bernama Tjoet Nyak Dhien. Ia berasal dari keluarga bangsawan. Ia cantik lagi cerdas. Kalau saja dia mau sedikit kompromi atau sedikit berdamai dengan Belanda, tentu saja ia hidup nyaman.

Tapi ia memilih untuk melawan dan berjuang. Ya, ia punya tujuan hidup. Demi kemuliaan agama dan bangsanya. Akibatnya ia diasingkan sampai ke Sumedang. Tepatnya, dibuang. Karena tak dirawat, di sana kesehatannya memburuk. Ketika tua, ia nyaris tak pernah keluar rumah.

Hari-hari terakhir Tjoet Nyak Dhien memang dihiasi dengan sunyi dan sepi. Menyedihkan. Bagaimana tidak? Jauh dari tanah kelahiran, jauh pula dari orang-orang yang dicintai.

Namun demikian, ia tidak pernah menyesal. Karena sejak kecil ia telah dididik untuk memiliki tujuan hidup. Ayahnya adalah hulubalang bernama Teuku Nanta Setia, keturunan Minang yang datang dari Sumatera Barat ke Aceh sekitar abad 18.

Kita mungkin tidak seberani Tjoet Nyak Dhien. Namun kita hendaknya memiliki tujuan besar dalam hidup. Jangan mengalir begitu saja tahu-tahu masuk selokan. Fleksibel, boleh. Namun terhadap tujuan besar mesti konsisten dan persisten.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Risiko?

Itu wajar.

Saran Chairul Tanjung:
- Jangan takut mengambil resiko.
- Jika berhasil, Anda akan bahagia.
- Jika gagal, Anda akan lebih bijaksana.

Saran saya, "Biasakan diri kita dengan risiko. Jangan tabu. Jangan ragu." Kalau kita anti-risiko, lha, hal besar apa yang mungkin kita capai? Nggak ada.

Coba perhatikan orang-orang besar. Entah di bidang bisnis, olahraga, atau politik. Pastilah mereka pernah mengambil langkah besar dan risiko besar. Right?

Berdasar data Bappenas hingga Juni 2017, penjualan sepeda motor tumbuh minus 26,9% secara year on year. Rendahnya permintaan juga tercermin dari pertumbuhan penjualan mobil yang tercatat minus 27,5% secara year on year.

Ya, daya beli tengah merosot. Itu harus kita akui. Tapi, jangan sampai berita-berita seperti ini melemahkan semangat entrepreneurship kita. Jangan sampai. Kalau mau buka usaha, yah buka saja.

Ketika ekonomi lagi slow, biasanya pesaing diam dan menahan diri. Nah, sebenarnya ini kesempatan bagi kita untuk masuk. Nanti, begitu ekonomi grow, kita sudah 'terbang'. Yang lain? Baru mempertimbangkan untuk masuk.

Sekali lagi, biasakan diri kita dengan risiko. Jangan tabu. Jangan ragu. Teman-teman setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Anda suka tidur siang? Menariknya, karyawan Seoul Metropolitan Government (SMG) di Korea diberikan kesempatan untuk tidur siang. Ya, dibolehkan. Walaupun sebenarnya ini bukan barang baru.

Berdasar survey National Sleep Foundation dari Amerika Serikat, ditemukan bahwa rata-rata pekerja Jepang hanya tidur sekitar 6 jam 22 menit pada malam hari. Dan itu angka rata-rata. Yang kurang dari itu juga banyak.

Durasi itu masih kurang berbanding negara-negara yang lain. Karena itulah, belakangan banyak perusahaan di Jepang yang mendorong karyawannya untuk tidur siang saat jam kerja. Inemuri istilahnya.

Salah satunya Okuta, perusahaan renovasi rumah di Tokyo, yang membolehkan karyawannya tidur sekitar 20 menit. Alasannya, demi meningkatkan produktivitas kerja. Dan itu kemudian terbukti.

Hugo Inc, perusahaan konsultan internet yang berbasis di Osaka juga menerapkan hal serupa. Apalagi Kementerian Kesehatan Jepang juga telah mengeluarkan pedoman tentang pentingnya tidur siang selama 30 menit.

Bila tak ingin tidur di kantor, boleh juga tidur di jasa penyediaan tempat tidur. Misalnya, Kafe Ohirune di Tokyo yang menyediakan 8 tempat tidur bagi karyawan. Ya, di Jepang tidur siang dianggap pegawai tersebut sudah bekerja keras, bukan pertanda malas.

Menurut penelitian Dr Brigite Steger, Dosen Senior di Modern Japanese Studies, University of Cambridge, sebenarnya kebiasaan tidur siang (inemuri) sudah berlangsung sejak lama di Jepang. Bahkan sejak era samurai.

Bagaimana dengan di Amerika Serikat? Perusahaan Casper di New York bahkan membangun tiga kamar mungil. Selain itu, perusahaan seperti Google, Time Warner, dan Ben & Jerry’s menyediakan “kapsul tidur” untuk karyawan yang kurang tidur.

Soalnya pentingnya tidur siang disampaikan oleh Prof Richard Horner, Dr Brian Murray, dan Dr Charles Morindi dari Kanada.

Menurut Dr Michael Breus dari Valley Sleep Center di Arizona, perusahaan wajib memastikan karyawannya cukup tidur. Dr Jennifer Turgiss, co-authored dari Virgin Pulse Institute (Virgin Group) juga menyerukan hal senada.

Tapi, janganlah tidur siang lama-lama. Penelitian dari Leiden University, Belanda, menemukan, mereka yang tidur siang lebih dari satu jam sehari, berpotensi untuk mengalami gangguan metabolisme.

Selama bertahun-tahun, saya pun rutin tidur siang dengan durasi 15-20 menit. Kenapa? Yang saya pelajari, Nabi Muhammad juga melakukan ini. Namanya qailulah. Sekarang, tak sedikit perusahaan di negara-negara maju menerapkan hal yang sama.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Setiap hari Anda mendapat inspirasi dan motivasi dari channel ini. Rutin. Tak inginkah Anda keluarga dan sahabatnya menjadi lebih baik juga lebih sukses? Mari ajak mereka bergabung di channel ini. Belajar bareng, sukses bareng)
Kesehatan lebih berharga daripada uang. Apalagi kesehatan anak. Ada baiknya anak kita merutinkan minum madu juga propolis.
Terbiasa bangun awal?
Terbiasa tidur awal?

Olahraga rutin?
Suplemen rutin?

Menulis setiap pagi?
Membaca setiap malam?

Beratkah? Susahkah?

Yang susah itu MEMULAI. Lebih susah lagi kalau MEMBIASAKAN. Tapi kalau sudah dimulai dan dibiasakan, akan sulit untuk dihentikan. Ya, sangat sulit.

Oleh karena itu, mari kita mulai dan biasakan rutinitas yang baik-baik. Karena ini akan membentuk karakter dan masa depan kita.

Saran saya, coba saja program 21 hari. Maksudnya? Yah, paksa saja sampai 21 hari. Setelah itu, kita akan bisa dan terbiasa. Istilah saya, paksa-bisa-terbiasa. Termasuk soal bangun awal. Susah? Mungkin.

ISTI-qomah memang susah, kalau mudah namanya ISTI-rahat 😁😁😁

Yang setuju, bantu share ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

 
Kerugian bisnismu bukanlah hal yang besar. Jadi, jangan dibesar-besarkan. Nanti keberuntungan dan rezekimu malah mengecil.
Orang muda mesti berani mencoba. Selagi muda, fokuslah pada ilmu, bukan pada uang. Syukur-syukur kalau dapat pembimbing atau atasan yang hebat. Ini akan menekan risiko gagal.

Jack Ma dari Tiongkok pernah berpetuah, "Pikirkan which boss, BUKAN which company." Dengan adanya pembimbing yang tepat (atasan yang tepat) Anda bisa belajar dan mengurangi risiko.

Di kesempatan berbeda, Bill Gates dari Amerika pernah berwasiat pada orang-orang muda, tepatnya sarjana-sarjana. Menurutnya, fokuslah pada pengembangan diri (personal growth). Carilah lingkungan atau perusahaan yang menantangmu, mendorongmu, dan membimbingmu.

Richard Branson dari Inggris pun melanjutkan, pilihlah bidang yang engkau sukai (personal excitement). Dan jangan pernah takut mencoba. Engkau belajar berjalan dengan coba-coba dan jatuh-bangun, BUKAN dengan patuh pada aturan.

Ya, semangat berani mencoba mesti diimbangi dengan semangat giat belajar. Kalau sekadar berani tanpa ilmu, bisa konyol jadinya. Hendaknya berimbang, tidak timpang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
UANG bisa membeli kebahagiaan jika Anda habiskan dengan cara yang benar. Salah satunya dengan berbagi. Demikianlah pesan profesor psikologi dari University of British Columbia, Elizabeth Dunn, setelah melalui penelitian yang mendalam.

Menariknya, penelitian sebelumnya juga mengungkapkan bahwa menghabiskan uang untuk membantu orang lain bisa membuat hati lebih bahagia ketimbang membeli barang-barang.

Membahagiakan orang lain bukan sekedar ucapan. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Bagaimana kita menceriakan dan membahagiakan mereka setiap kali ada kesempatan, itu jauh lebih utama. 

Yuk praktek! Semoga berkah berlimpah!
Setelah Jumatan (waktu Jakarta), saya akan berbagi keceriaan dan kebahagiaan buat teman-teman semua.

Kita bisa nobar alias nonton bareng. Tertarik?

Detailnya insya Allah akan saya kabarkan di Instagram saya @ipphoright
Yuk nobar bareng saya. Film keluarga, Selasa, 15 Agust, sore. Sekalian, saya hadiahi buku-buku saya. Plus tanda tangan saya. Mau?

Yang minat, cek IG saya @ipphoright
Buka bisnis itu gampang. Menjalaninya yang sulit. Butuh ilmu dan perjuangan untuk benar-benar sukses. Berbagai penelitian menurut Forbes dan para ahli menunjukkan bahwa statistik kegagalan pengusaha pemula sekitar 50% sampai 90%.

Angka ini membesar jika coba-coba sendiri (trial and error). Saya ulangi, jika coba-coba sendiri. Beda ceritanya kalau di-dampingi mentor. Risiko gagal sih tetap ada, tapi mengecil dan terus mengecil.

Kenapa harus ada mentor? Begini, melalui mentor, kita akan belajar ilmu teknis dan detail. Semakin teruji ilmunya, semakin besar kesempatan kita untuk sukses. Dengan kata lain, kita seperti memiliki penerang. Semacam cahaya. Eta terangkanlah, hehehe.

Kita pun melek tentang cara-cara tercepat untuk mencapai sesuatu. Jadi, langkah kita seperti dimudahkan. Tentu, ini harus dibarengi action yang cepat dan kendaraan yang tepat. Bisnis, inilah yang dimaksud dengan kendaraan. Mesti komplit, baru bisa sukses.

Ramuan suksesnya seperti ini:
Bimbingan x Tindakan x Kendaraan (yang tepat).

Coba perhatikan baik-baik. Apakah kita sudah memiliki semuanya? Bimbingan, Tindakan, dan Kendaraan. Think.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ditolak? Solusinya mungkin begini.

Bicaralah dengan teman yang bisa dipercaya. Atau mentor Anda. Jangan curhat di socmed.

Terimalah penolakan dengan cepat. Sadari itu. Setelah itu, sibukkan diri Anda dengan prospek yang lain.

Jangan menganggap penolakan ditujukan pada diri Anda. Melainkan soal teknis saja. Mungkin cara Anda yang belum tepat.

Pandanglah penolakan dengan cara berbeda. Ini kesempatan untuk memperbaiki cara dan penampilan.

Jangan biarkan penolakan mengendalikan mood Anda dan masa depan Anda.

Minta alasan-alasan yang spesifik dari orang yang menolak Anda. Ini menjadi input bagi Anda agar lebih baik ke depannya.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.