Ippho Santosa - ipphoright
25.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
#NabiMuhammad sejak lama menganjurkan kita untuk menyantuni dan menyayangi anak yatim, apapun agamanya. Menjadi rahmatan lil alamin. BUKAN sebatas rahmatan lil muslimin.

Kemarin bareng keluarga dan tim, saya mengunjungi Panti Asuhan Abhimata, tempat saudara-saudara kita yang Nasrani. Di seputaran Bintaro. Saya bareng keluarga berusaha menebar manfaat dan rahmat bagi orang banyak.

Ya, berbagi kebahagiaan. Sebagai tanda terima kasih, mereka pun mempersembahkan dua lagu untuk saya dan keluarga. Kami pun terharu. Memang betul kata orang bijak. Sekeras apapun hatimu, bila berada di tengah-tengah anak yatim, akan melembut hatimu.

Mereka mengulur-ngulurkan tangannya, meminta saya menggendongnya. Dan begitu digendong, masya Allah, mereka tak ingin lepas. Beberapa anak yatim sempat saya gendong, sepenuh hati. Selang 2-3 jam kemudian, wajah-wajah polos mereka masih terbayang-bayang di benak saya.

Ramadhan disebut-sebut sebagai bulan training. Di antaranya untuk melatih iman dan amal kita. Itu betul sekali. Hendaknya, selama berpuasa dan setelah berpuasa, rasa empati dan kepedulian kita semakin bertambah.

Soal menyantuni anak yatim tak perlu menunggu atau menyalahkan pemerintah. Berbuatlah sebisanya. Saat kita sungguh-sugguh memuliakan anak yatim, bukan mustahil Yang Maha Kuasa akan menjaga anak dan keturunan kita dalam rahmat-Nya. Aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kemarin saya diundang makan malam di rumah Pak Tung Desem Waringin, pelatih sukses no.1 Indonesia. Walaupun judulnya makan malam, saya datangnya rada sore, bareng istri saya dan sahabat saya, Yeheskiel Zebua.

Seperti biasa, kalau ngobrol kami selalu menghabiskan waktu sampai berjam-jam. Alhamdulillah, bertabur hikmah dan ilmu. Bukan ngobrol kosong belaka. Saya pun merasa sangat bersyukur.

Di sela-sela itu, saya diajak Pak Tung mengunjungi dan berbagi di sebuah panti asuhan muslim di Karawaci. Ternyata sebagai Nasrani yang taat, beliau rutin berbagi di sana selama 8 tahun terakhir!

Refleks, saya pun bercerita kepada beliau bahwa beberapa hari sebelumnya saya juga mengunjungi dan menyantuni sebuah panti asuhan Nasrani di Bintaro. Berbagi kebahagiaan di sana.

Karena setahu saya, #NabiMuhammad menganjurkan kita untuk menyantuni dan menyayangi anak yatim, apapun agamanya, apapun latar belakangnya. Menjadi rahmat bagi semua, istilahnya.

Memang, berbagi itu mengundang rezeki dan memudahkan urusan-urusan. Tapi BUKAN itu spirit-nya. Kita berbagi karena diperintahkan oleh Sang Pencipta, juga karena kita peduli. Terutama orang-orang di sekitar kita.

Pak Tung berbagi sama tetangganya (lingkungan sekitarnya), demikian pula dengan saya. Berbuat baik kepada tetangga, menariknya, ini diajarkan dalam kitab suci Pak Tung juga kitab suci saya. Masya Allah.

Kepada anak-anak yatim di sana, saya pun mengingatkan, "Inilah Indonesia. Kita saling peduli. Saling jaga. Saling bantu. Tanpa perlu memusingkan apa agama dan sukunya. Spirit ini harus dijaga. Jangan sampai karena beda agama, beda suku, atau beda pilihan politik, kita malah cuek alias tidak peduli. Jangan sampai."

Saya dan Pak Tung sudah berkali-kali kerja sama bikin seminar sosial. Hasilnya kita salurkan ke berbagai yayasan, di antaranya Dompet Dhuafa, ACT, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Bahkan Pak Tung dan Bro Yeheskiel pernah berjam-jam mengajar di Kampus Umar Usman, kampus yang saya dirikan, dan tidak dibayar sama sekali.

Ketika pulang, dalam hati saya pun berdoa, "Semoga rezeki Pak Tung makin lancar dan hidupnya makin bermanfaat. Aamiin."