Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Bank Dunia memetakan adanya ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi yang mencolok di Indonesia, di mana 1% penduduk menguasai 40% sampai 50% kekayaan nasional. Ini mengerikan.

Keadaan memburuk semenjak kita memasuki era reformasi, karena menurut Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), lembaga yang dipimpin oleh Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok, di tahun 1990-an masih 30% penduduk yang menguasai 70-an persen PDB.

Hati-hati, ketimpangan ekonomi ini akan memicu kemarahan, kebencian, juga kriminalitas dari si miskin terhadap si kaya. Bagai bom waktu saja. Tak heran, kericuhan kecil bisa membolasalju karena bergeraknya dan berkumpulnya kaum yang disebut-sebut marginal ini.

Ingatlah, berpisahnya Bangladesh dari Pakistan pada tahun 70-an, salah satunya dipicu oleh faktor ketimpangan ekonomi. Toh, kita juga pernah mengalaminya, yaitu berupa krisis moneter dan kerusuhan pada tahun 1998.

Lantas, apa solusi praktis dari saya? Pertama, galakkan sedekah dan zakat. Terus, apa lagi? Sebuah pesan klasik dari Nabi, menjadi landasan utama bagi saya dalam berpikir, "9 dari 10 bagian kehidupan berada di perniagaan."

Apa artinya? Bahasa gampangnya, 90% uang beredar di kalangan pengusaha. Yang 10% barulah beredar di kalangan yang lain. Dengan kata lain, untuk mapan secara finansial akan lebih mudah kalau Anda menjadi pengusaha atau investor.

Yang namanya pengusaha, tidak harus dimulai dengan usaha yang besar-besaran. Boleh usaha yang kecil-kecilan dulu. Bertahap, kemudian barulah diperbesar. Ketika pantas dan tiba waktunya, insya Allah besar beneran.

Bagi teman-teman yang ingin menjadi pengusaha dengan modal minim namun margin lumayan, izinkan saya memberi kabar baik. Boleh? Dengan modal Rp 3 juta, teman-teman bisa memulai usaha atau menambah varian baru dalam usaha yang sudah ada, sekaligus bermitra dengan saya.

Bagaimana detailnya? Insya Allah 30 Desember pagi, akan saya umumkan.

Daripada mengutuk ketimpangan ekonomi, lebih baik kita berbuat sebisanya dan menjadi bagian dari solusi. Tentu, sembari memberi masukan kepada pemerintah dan pengusaha-pengusaha besar agar lebih peka pada permasalahan ini.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saya akan hadir di Jawa Tengah.
Dalam seminar #Rp100JutaPertama.

Klik » http://bit.ly/ipphojateng

Uang tiket 100% untuk sedekah!
Anda berjenggot?
Suami Anda berjenggot?
Ayah Anda berjenggot?

Menurut sebuah studi di Journal of Evolutionary Biology, diketuai oleh Barnaby Dixson, pria berjenggot itu lebih setia dalam menjaga komitmen dan lebih memikat ketimbang pria yang tidak berjenggot. Tidak main-main, studi ini melibatkan 8.520 responden.

Selain itu, menurut para peneliti dari University of Southern Queensland, jenggot tebal memblokir 90 sampai 95 persen sinar radiasi ultraviolet yang berbahaya saat menerpa wajah Anda. Bahkan jenggot juga bisa memperlambat penuaan, mengurangi infeksi, mengurangi alergi, dan mencegah pilek.

Adanya jenggot memicu munculnya bakteri-bakteri yang berperan sebagai antibiotiks. Ini menurut ahli mikrobiologi, Dr Adam Roberts, dari University College London. Di samping itu, ia juga meneliti manfaat dari mengusap jenggot.

Semoga dengan adanya penelitian-penelitian ini, membuat Anda tidak risih lagi dengan pria-pria yang berjenggot. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Karyawan Juga Bisa Kaya... Malam ini jam 8 di Metro TV
Ustadz Yusuf Mansur hari ini milad. Boleh juga disebut ulang tahun. Maka kita ucapkan: semoga tetap sehat, semakin manfaat, rezeki berlipat, dicintai umat, dan selamat dunia-akhirat. Aamiin.

Pertemuan pertama saya dengan beliau pada tahun 2009. Di rumah beliau. Selanjutnya, izinkan saya menyebut beliau, YM. Semata-mata untuk meringkas dan mempermudah saja.

Berbanding ustadz-ustadz kondang lainnya, YM lebih gampang diakses. Lihat saja di social media. Di sisi lain, kalaupun bertemu Aa Gym, Habib Rizieq, atau senior-senior lainnya, YM tak keberatan untuk cium tangan. Humble.

Padahal bisnisnya triliunan rupiah. Rumah tahfiz-nya ribuan cabang. Pengaruh dan jangkauannya jangan ditanya. Sangat meluas, sangat mendalam. Namun begitulah, tetap humble.

Ketika di-bully dan diolokin orang, YM cenderung untuk mengalah. Biasanya diam atau malah minta maaf. Padahal dengan pengaruh, relasi, dan follower yang dia punya, dia bisa membalas dengan lebih keras. Tapi itu nggak pernah dia lakukan.

Satu hal lagi. Pengalaman pribadi nih. Kalau ada sesuatu yang BAIK dari saya, YM sering mengekspos itu di depan publik. Di social media, tabligh akbar, atau di mana gitu. Tapi kalau ada yang KURANG BAIK dari saya, YM men-japri saya. Diam-diam. Orang lain nggak perlu tahu.

Kadang saya heran sama beberapa orang yang ngakunya teman saya. Tapi kalau ada yang kurang baik dari saya, eh kritiknya malah di social media atau grup WA. Sebagian malah cari panggung, pengen terlihat heroik. Padahal kan dia bisa japri saya. Saling kenal tho?

Bukan apa-apa. Insya Allah saya sangat terbuka dengan kritik. Tapi kalau ada kritik antar tokoh seperti itu, biasanya yang ribut malah follower kita. Gaduh. Kalau dibiarin, dalam jangka panjang malah bisa mengarah pada perpecahan umat.

Soal beginian YM cuma berpesan ke saya, "Nggak usah dibalas. Nggak usah dipikirin. Ntar follower malah bingung dan pecah." Padahal umur saya dan YM cuma beda 2 tahun. Tapi dari segi bijaksana dan perihal lainnya, saya bener-bener tertinggal juga sangat perlu belajar.

Terakhir, YM juga menganjurkan kita untuk berbisnis dan kuat finansial. Nggak harus langsung besar. Bertahap dulu juga boleh. Malah kalau ngarepnya langsung besar, ntar malah nggak mulai-mulai. Lagi-lagi saya setuju dengan hal ini. Saya harap, Anda juga.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Beberapa hari yang lalu saya diminta oleh stasiun televisi Metro TV untuk penjadwalan syuting pada Januari 2017. Untuk beberapa episode, rencananya. Seperti yang teman-teman tahu, selama ini saya rutin berbagi motivasi dan inspirasi di Metro TV.

Namun ternyata sepanjang Januari-Februari, jadwal saya lumayan padat. Terutama di luar kota. Belum lagi rencana rilis buku baru, di awal 2017.

Karena alasan jadwal dan faktor-faktor lainnya, saya pun memutuskan untuk off dulu pada Januari-Februari. Ya, off dulu. Sepertinya begitu. Tadi pagi saya sudah mengontak pihak Metro TV dan memberitahu soal hal ini.

Semoga nantinya saya bisa hadir kembali di layar kaca, mungkin di stasiun televisi A atau B. Atau stasiun televisi mana saja yang terbaik menurut Allah. Tampil di TV atau tidak, bukan isu yang utama bagi saya.

Dan teman-teman tidak perlu kuatir, insya Allah saya tetap berbagi motivasi dan inspirasi berupa video (visual) di media lainnya. Mungkin di FB, mungkin di YouTube. Doakan saja.

Dan saya sama sekali tidak menyangka, FB saya yang diikuti oleh 700.000 orang (likes), ternyata bisa menghadirkan viral sehingga disimak 2 sampai 4 juta orang dalam seminggu. Bahkan tembus 12 juta orang ketika Aksi 212 yang lalu. Ini menakjubkan, menurut saya. Belum lagi kalau saya dorong pakai FB Ads.

Saya merasa seperti mengelola sebuah media cetak sekaligus media siar bertaraf nasional. Alhamdulillah.

Satu lagi, teman-teman yang sudah bergabung di grup WA dan channel Telegram saya, itu jumlahnya juga lumayan dan loyal-loyal. Tak perlu dipertanyakan lagi, saya merasa sangat beruntung dikaruniai media-media komunikasi sehebat ini.

Doakan saya, semoga selalu dicurahi ilmu dan kesehatan, sehingga bisa berbagi kepada teman-teman semua. Apalagi saya sudah berjanji kepada Allah, semakin sering saya diundang oleh perusahaan-perusahaan (komersil), semakin sering saya berbagi untuk publik dalam bentuk charity seminar (sosial).

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Karyawan juga bisa kaya, ditulis oleh saya, Nasrullah, dan Endy Kurniawan. Sekarang sudah bisa dipesan. Royalty 100% for charity
Di pagi yang cerah ini, saya ingin menyampaikan beberapa kabar baik:

1. Besok (tanggal 22), saya akan berseminar di Pekalongan dan Tegal. Uang tiket 100% untuk sedekah.
2. Awal Januari 2017, saya akan berseminar di Jakarta. Pagi seminar 7 Keajaiban Rezeki, siang seminar Rp 100 Juta Pertama.
3. Magang Internet Marketing di kantor saya untuk Desember 2016, mohon maaf, sudah full.
4. Buku saya 'Karyawan Juga Bisa Kaya' sudah bisa dipesan (PO) dengan harga dan bonus khusus.
5. Bertepatkan pada milad saya, 30 Desember, saya akan mengumumkan peluang usaha dengan modal terjangkau untuk teman-teman.
6. Istri saya hanya aktif di Instagram @AstridSuhaimi, tidak ada akun lainnya.
7. Saat ini saya, alumni seminar, dan lembaga ACT telah membangun 5 sekolah di pelosok-pelosok Indonesia. Mohon doanya agar terus bertambah.

Wuih, ternyata kabar baiknya banyak juga ya. Hehehe. Tapi insya Allah positif semua.
Special Video 'Karyawan Juga Bisa Kaya' saya hadirkan di Telegram ini. Durasi 20 menit. Anda bisa simak, Anda bisa upload (Sedikit ralat: inflasi sekitar 10% per tahun, bukan per bulan)... Saya berjanji akan membagi-bagikan video seperti ini lagi kalau member di channel ini sudah mencapai 35.000 orang... Maka dari itu, ajaklah teman-teman kita dan saudara-saudara kita bergabung di channel ini...
Sekiranya masih memungkinkan, belanjalah di warung-warung tetangga. Bukan pada gurita-gurita ritel yang sudah menjalar ke mana-mana (baca: mematikan warung-warung kecil).

Belanja di warung-warung tetangga? Buat apa?
- Mempererat silaturahim. Toh, kalau kita sakit atau meninggal, yang peduli dan mengurusi kita adalah tetangga. Bukan gurita itu.
- Saling memakmurkan. Kalaupun Rp200 lebih mahal, tetaplah membeli di warung-warung tetangga. Anggap saja membantu biaya sekolah dan les anaknya.
- Mengurangi dominasi kapitalis. Kita tidak anti dengan mereka. Tapi apa salahnya kalau kita lebih berpihak pada pemain kecil, apalagi kalau ternyata kita kenal baik dengan pemain kecil itu.
- Kadang lebih fleksibel. Anda bisa memesan barang tertentu. Anda juga bisa minta delivery ke rumah. Hebatnya lagi, Anda masih dibolehkan ngutang, hehehe.

Ini sangat penting. Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kitalah yang mematikan karena absennya keberpihakan kita.

Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, dan sejenisnya.

Sementara, uang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Syukur-syukur bisa mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?

Tentu saja, spirit 'belanja di warung tetangga' ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar mereka membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Buku baru, royalti untuk sedekah.
Ingatkan anak-anak kita untuk lebih menghormati dan menyayangi ibu. Serukan, "Ibumu, ibumu, ibumu. Kemudian barulah ayahmu." Setuju?

Ratusan rakaat sholatmu, jutaan rupiah sedekahmu, belasan kali umrahmu, itu semua bisa terkikis habis nilainya jika dirimu durhaka kepada ibu atau mengabaikan ibu.

Dipilihnya hari ibu, hari guru, hari pahlawan, hari relawan, hari santri dll, itu semata-mata sebagai momentum belaka. Walaupun esensi dan penerapannya setiap hari.

Maka, pagi ini di Twitter ramailah tagar:

#HariIbu
#HariMamaTiapHari
#HappyMothersDay

Peringatan hari bela negara juga dipilih harinya, lagi-lagi sebagai momentum belaka. Walaupun intinya (semangat bela NKRI) yah setiap hari sepanjang tahun. Tidak terpaku pada satu atau dua hari saja.

Bukankah penetapan kalender Islam juga dipilih harinya? Para sahabat yang memilihnya. Jadi, boleh-boleh saja. Tak perlu lagi kita salahkan dan permasalahkan soal peringatan hari ini itu.

Kembali soal anak dan ibu. Ternyata anak yang dekat dengan ibunya akan menjadi anak yang sehat, kuat, taat, hangat dan bersahabat. Sebuah penelitan di Harvard bahkan menyimpulkan, anak yang dekat dengan ibunya cenderung sukses finansial.

Mari kita copas dan share artikel ini kepada saudara-saudara kita. Sekadar reminder, agar kita semua lebih selaras dan lebih berbakti kepada ibu.
Bulan Desember adalah bulan kesukaan saya.

30 Desember adalah hari kelahiran saya dan anak saya. Nah, bertepatan 30 Desember 2016, saya akan menawarkan sebuah peluang usaha yang istimewa buat teman-teman:

- modalnya cuma Rp3juta.
- marginnya lebih dari 100%.
- produknya salah satu yang terbaik di dunia.

Insya Allah para mitra akan saya bimbing agar mulai dan berkembang bisnisnya.  Sampai di sini, sepertinya Anda mulai berminat dan itu respons yang sangat wajar.

Btw, ada bonus khusus bagi mereka yang take action pada 30 Desember. Terus, bagaimana detailnya? 30 Desember pagi akan saya jelaskan. Sekian dulu ya, Ippho Santosa.
Peserta magang Internet Marketing batch-4 mulai belajar di kantor saya. Seperti biasa, full alhamdulillah. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia. Hari ini, saya dan tim pun mulai mengajar.

5-12 Feb 2017, insya Allah akan ada magang Internet Marketing batch-5 di kantor saya. Kalau boleh saya berpesan, "Saatnya bisnis kita beralih pelan-pelan ke internet." Kenapa? Karena sangat murah, sangat mudah, dan terukur.

Bayangkan, orang perkotaan di Indonesia memegang ponselnya 5 jam dalam sehari. Sepertiga, mereka gunakan untuk online. Anehnya, sebagian entrepreneur masih bersikeras untuk jualan secara offline. Bener-bener aneh kan?

Kita sama-sama tahu, kekuatan media massa dan spanduk makin melorot. Sebaliknya, media sosial makin kinclong dan disorot. Tentunya bukan sembarang medsos, tapi medsos yang teroptimasi. Yang mencuat di Google dan FB.

Kalau sudah pakai ilmu Internet Marketing dan tepat, maka ini akan berdampak signifikan pada omset. Minimal bisa naik 40%. Bagaimana dengan cost? Insya Allah bisa hemat 70%. Yang sering terjadi, malah lebih daripada itu semua.

Bagi teman-teman yang minat ikut magang Internet Marketing di kantor saya, silakan SMS 0811-212-9955 dan SMS 0815-4333-3600. Bukan sekadar ilmu-ilmu online yang saya ajarkan, termasuk juga ilmu-ilmu offline. Minat?
Terkait natal, tulisan Jay Parini di CNN mengingatkan bahwa dulu Isa sempat mengungsi ke berbagai daerah demi menyelamatkan diri. Dengan memahami sejarah Isa sebagai pengungsi ini, Jay Parini berharap umat Nasrani saat ini mau dan mampu berempati kepada para pengungsi dari wilayah manapun.

Saya pribadi sempat mengunjungi tempat pengungsian Isa dan ibunya di beberapa titik di Afrika. Sebagian menjadi situs Islam, sebagian lagi menjadi situs Kristen. Kedua-duanya saya kunjungi demi memetik hikmah dan ibrah (pelajaran).

Di Tanah Air, hari ini dan kemarin Masjid Istiqlal membuka tempat parkirnya agar bisa digunakan oleh jemaat Nasrani yang ingin melaksanakan ibadat di Gereja Katedral, tepat di seberang Masjid Istiqlal. Demikian pula sebaliknya ketika Idul Fitri. Dan tradisi toleransi ini sudah berjalan selama puluhan tahun.

Di Tanah Air, kita sudah mengenal praktek toleransi sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan sebelum istilah toleransi ditemukan. Tentunya, dengan tidak mencampuradukkan satu agama dengan agama lainnya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan natal? Sebagian besar Muslim sepertinya tidak bisa melakukannya karena alasan akidah. Tapi saya yakin, meski tidak diberi ucapan natal, seorang Nasrani sejati tak akan berkurang kadar bahagianya. Ya, ia bisa memahami kenapa saudaranya bersikap demikian.

Belum lama ini, ketika Aksi Damai 411, ratusan ribu massa bergerak dari jalan di depan Istiqlal dan Katedral. Total massa mencapai 2 juta orang. Tapi lihatlah, Katedral tak diusik. Yang mau menikah di Katedral pun, dimudahkan dan diberi jalan (diberitakan di Net TV). Tak ada selembar spanduk pun yang menunjukkan kebencian terhadap umat Nasrani.

Tuntutan massa cuma fokus pada satu orang saja. Bukan karena agamanya, bukan pula karena etnisnya. Ini juga yang disampaikan berulang kali oleh Jaya Suprana. Karena itu kita amat menyayangkan, berita-berita di luar negeri yang memelintir bahwa masyarakat Indonesia mendemo gubernur Jakarta karena agamanya.

Damai, inilah keinginan kita bersama. Bukankah begitu? Semoga di hari-hari yang damai ini, Yang Maha Kudus mencurahkan kasih dan sayang-Nya kepada kita semua. Bukan saja di Indonesia, melainkan juga di dunia. Aamiin.

Bagi saya, "Apapun agamamu, engkau adalah saudaraku, yang mesti kujaga dan kuhormati, sebagaimana engkau menjaga dan menghormati aku. Terakhir, inilah pendapat saya tentang Isa, "Tidak sempurna imanku jika aku tidak mengakui dan tidak mencintai Isa. Ya, ini bagian dari Rukun Iman."

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Silakan di-share.
Seorang Nasrani sejati, meski tak diberi ucapan natal, tak akan berkurang kadar bahagianya dan ia memaklumi pendapat saudaranya yang berbeda iman.

Seorang Muslim sejati, meski tak mengucapkan natal, tak akan berkurang rasa sayangnya terhadap saudaranya yang berbeda iman.
Ini pengalaman salah satu pembaca 7 Keajaiban Rezeki (7KR)