Ippho Santosa - ipphoright
26.3K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Bolehkah Punya Banyak Properti?

Kali ini kita akan membahas soal properti. Dan kaitannya dengan wakaf.

Begini. Dalam dunia filantropi Islam, selain istilah sedekah dan zakat, ada lagi satu istilah penting yang tak terpisahkan, yaitu wakaf. Menariknya, awal-awal wakaf itu bentuknya properti. Bukan tunai. Bukan uang.

Setelah Masjid Quba dan Masjid Nabawi, kisah wakaf terkenal lainnya adalah kisah Mukhairiq yang mewakafkan tujuh bidang kebunnya kepada Nabi SAW pada 626 M, untuk diambil manfaatnya, terus disalurkan kepada fakir-miskin. 

Praktik mulia itu diikuti oleh para sahabat Nabi termasuk Umar bin Khattab. Bahkan, Umar bin Khattab memutuskan untuk membuat dokumen tertulis mengenai wakafnya di Khaibar. Semacam dinotariskan.

Yang serunya, sikap dermawan Umar tersebut diikuti oleh sahabat-sahabat lainnya. Misal:
⁃ Abu Thalhah, kebun di Bairaha,
⁃ Abubakar, tanah di Makkah,
⁃ Usman bin Affan, tanah di Khaibar,
⁃ Mu'az bin Jabal, rumah Dar al-Anshar.

Pada abad kedua Hijriah, umat Islam mulai mengenal wakaf tunai atau wakaf uang. Imam Az-Zuhri salah satu penggagasnya dan kemudian dipopulerkan oleh Salahudin Al-Ayyubi. Jadi, ada semacam kelonggaran.

Maksudnya, wakaf tidak harus lagi berupa properti (walaupun sejarah awal-awal menunjukkan bahwa wakaf bentuknya adalah properti). Boleh berupa tunai alias uang. Lebih longgar.

Perintah berwakaf (terutama kalau kita lihat sejarah dan asal-usulnya) sebenarnya isyarat bahwa kita harus kuat finansial, punya beberapa properti, dan berani melepas salah satu properti tersebut untuk kepentingan umat.

Semoga tulisan ringkas ini sedikit-banyak memotivasi kita untuk berani punya properti, berani nambah properti, dan berani wakaf properti. Bismillah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Entrepreneur Rp 320 TRILIUN

Siapakah dia?

Apa bisnisnya?

Bagaimana caranya?

Mungkin awalnya orang-orang tertarik nyimak tulisan ini karena nominal angka yang ditampilkan. Tapi setelah dibaca dan dipahami, niscaya kekaguman akan tertuju pada kebermanfaatan dan dakwah yang beliau perjuangkan.

Masya Allah!

Beliau adalah #PengusahaMuslim asli Indonesia. Dan seluruh sejarahwan mencatat, sepanjang hayat, orientasi beliau BUKAN pada materi. BUKAN pada kepentingan pribadi. Tapi pada manfaat dan maslahat. Untuk bangsa dan untuk umat.

Itulah tulisan saya di IG pagi ini. Tentang beliau dan kiprah beliau. Jujur ya, saya sangat terinspirasi oleh beliau. Dan hari ini, 1 Agustus, adalah hari kelahiran beliau. Teman-teman baca deh. Sekiranya inspiring, mohon ceritakan ulang kepada kerabat-kerabatnya.

https://www.instagram.com/p/CDUul9FFFBS/?igshid=iq2icg9maqja
Tips Mobil Impian

Mobil pertama saya Lancer. Seken. Tahun 90-an.

Waktu itu saya di Batam. Saya sering sekali menjemput tamu dan mengantar tokoh dari Jakarta. Mereka sih nggak keberatan naik mobil apa aja. Tapi sebagai tuan rumah saya harus tau diri. Mbok ya nyiapin mobil yang lebih baik.

Akhirnya saya persilakan mereka untuk naik mobil teman-teman saya. Mobil yang lebih baik. Kadang Mercy. Kadang Lexus. Kadang Harrier. Sejak itu, saya dan istri berdoa sungguh-sungguh agar dititipi mobil yang lebih baik.

Alhamdulillah kemudian Allah titipi kami mobil yang lebih baik, yaitu CRV dengan plat nomor 99. Senangnya. Tapi, doa saya belum selesai. Dan kejutan dari Allah juga belum selesai.

Begitu pindah ke Jakarta, sekitar 10 tahun yang lalu, saya dan istri beli Pajero. Sempat juga nambah Mercy. Nggak lama, Mercy kami lepas, diganti dengan Alphard. Pajero pun cuma setahun lebih, kemudian berpindah tangan, kami amanahkan ke sebuah lembaga sosial.

Sempat juga punya Ford Everest dan Mazda Biante. Sudah lepas semua sih. Jujur, yang paling lama menemani kami adalah Alphard. Lebih dari 5 tahun. Mau dilepas, yah sayang. Soalnya mobil ini pernah berhari-hari mengantar dr Zakir Naik, Syekh Yusuf Estes, Ustadz Nouman Ali Khan, imam-imam dari Palestina dan Madinah. Alhamdulillah.

Di sini ada sebuah hikmah dan pesan. Alphard itu insya Allah adalah rangkaian dari doa saya. Masih ingat mobil pertama saya? Lancer. Berawal dari situ, terus saya berdoa, pengen mobil yang lebih baik lagi demi menjamu tamu. Maka hadirlah CRV, lalu Alphard. Alhamdulillah, mobil-mobil yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Dan itu semua kami yakini sebagai titipan dari Allah.

Sudah paham hikmahnya? Yup, mobil impian bukan sekedar apa yang nyaman buat kita. Bukan sekedar itu. Sejak belasan tahun yang lalu, saya pengen mobil yang nyaman untuk keluarga saya DAN tamu-tamu saya. Itu niat saya. Dan semoga niat ini tetap terjaga.

Ada yang nanya, "Sekarang Mas Ippho pengen mobil apa lagi?" Terus-terang belum kepikiran. Yang saya pikirkan adalah bagaimana mitra-mitra bisa punya mobil dan bebas riba. Itu yang berputar-putar di kepala saya siang-malam. Semoga Allah mudahkan.

Boleh tahu, apa mobil impian teman-teman? Selagi itu kebaikan, dari jauh, saya bantu aminkan. Semoga kesampaian. Aamiin.
Ahad pagi, saya bareng guru saya
Teman-teman pernah ikut seminar?

Gimana dengan seminar 7KR atau 7 Keajaiban Rezeki?

Dengan izin Allah, seminar 7KR ini sudah diselenggarakan di 34 provinsi di Indonesia dan di belasan negara di 5 benua. Di Jepang aja sudah 5X. Begitu juga di Korea, 5X. Amerika, 2X. Alhamdulillah.

Kok bisa tembus luar negeri gitu? Karena alumni yang rekomen, alhamdulillah, setelah merasakan perubahan dan manfaatnya. Kabar baiknya, 17 Agustus pagi insya Allah saya dan 7KR hadir kembali. Zoom. Free.

Alhamdulillah sudah belasan ribu orang yang mendaftar. Mau ikutan juga? Silakan WA salah satu nomor berikut ini. Ajak keluarga, kerabat, dan sahabat ya. Sama-sama kita menjemput perubahan.

WA 0811-8867-668

WA 0823-7194-9187

Insya Allah banyak materi baru. Ada baiknya alumni ikut lagi.
Sore nanti, tepatnya jam 4.30 WIB, saya insya Allah LIVE STREAMING di Detik. Kita ngobrol santai soal kiat-kiat bisnis di tengah pandemi.

Wabah tidak hanya menerpa unit usaha mikro dan menengah, tetapi juga menjadi mimpi buruk bagi sebagian pekerja yang terkena PHK. Apa solusinya? Gimana penerapan-nya?

Di sisi lain, kondisi pandemi juga menghidupkan bisnis-bisnis yang siap beradaptasi. Nah, buat mereka yang belum memiliki mental pengusaha dan ilmu usaha, muncul segudang pertanyaan di kepala mereka.

Sore nanti, teman-teman bisa bertanya langsung sama saya dan insya Allah setiap pertanyaan yang dijawab akan mendapat hadiah. Pastikan nyimak bersama kerabat dan sahabat ya.

http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5154766/live-dmentor-nanti-sore-mental-pengusaha-saat-pandemi
Banyak yang nangis pas nonton film pendek ini.

Terinspirasi dari kejadian nyata. Sang suami meninggal karena Covid 19, sementara si istri lagi hami tua dan si anak nggak siap dengan kenyataan ini.

Nonton deh...

Setelah nonton, tolong komen. Insya Allah 10 komen terakhir bisa dapat hadiah TUNAI dari saya. Ya, hadiah TUNAI. Doakan film ini menginspirasi dan berkah ya. Aamiin.

https://www.instagram.com/tv/CEsPwyoDcu8/?igshid=60ku7ruwt7d7
The account of the user that owns this channel has been inactive for the last 5 months. If it remains inactive in the next 30 days, that account will self-destruct and this channel will no longer have an owner.
SETIAP PENGUSAHA WAJIB BACA

Katanya pengusaha itu mulia. Kenapa? Karena membuka lapangan kerja. Ngasih kesempatan kerja buat karyawan. Dengan kata lain, 'nyetak' karyawan.

Baiklah.

Pernah nggak kebayang bisa 'nyetak' 20 karyawan? 30 karyawan? 50 karyawan? Hm, kayaknya belum kebayang. Bagi pengusaha pemula, nanggung 5 karyawan aja rasanya sudah berat.

Tapi gimana dengan 'nyetak' pengusaha? Nah, ternyata ini sangat mungkin. Di bisnis kami, seorang distibutor atau seorang leader bisa nyetak 30 pengusaha, bahkan 50 pengusaha. Alhamdulillah.

Dan pastinya, nyetak pengusaha lebih keren ketimbang nyetak karyawan. Hehe. Sering sekali terjadi, masing-masing mereka akhirnya rekrut karyawan juga. Alhamdulillah, ini beneran terjadi di bisnis kami.

Menghadirkan dan melahirkan pengusaha, ada kemuliaan tersendiri insya Allah. Atas fenomena ini, tak henti-henti saya bersyukur. Semoga berkah dan kebermanfaatan ini terus meluas. Aamiin.