Banyak yang nangis karena lagu ini...
Kami persembahkan untuk para nakes yang telah berpulang. Jasa mereka insya Allah akan selalu kita kenang...
Insya Allah ini karya sederhana dari saya bersama Yoda Idol, vokalis J-Rocks, dan Takaeda...
https://m.youtube.com/watch?v=gCpwDfOZvf0
Kami persembahkan untuk para nakes yang telah berpulang. Jasa mereka insya Allah akan selalu kita kenang...
Insya Allah ini karya sederhana dari saya bersama Yoda Idol, vokalis J-Rocks, dan Takaeda...
https://m.youtube.com/watch?v=gCpwDfOZvf0
YouTube
GUGUR BUNGA - Yoda Idol, Iman J-Rocks, Takaeda, Ippho Santosa - Lagu Motivasi - Kisah Motivasi
Setulus hati, lagu GUGUR BUNGA ini kami persembahkan untuk para nakes dan dokter di Indonesia, yang telah berpulang karena Covid-19. Ya, Indonesia berduka. Doa kami, semoga mulia hidupmu dunia dan akhirat.
Pengen punya rumah?
Tanpa KPR?
Barusan di IG saya sharing 5 tips punya rumah tanpa KPR. Di situ saya sebut, rumah pertama. Dengan kata lain, buat pemula.
Tips-tips itu bukan teori, bukan asumsi. Sudah banyak yang membuktikan. Berhasil, alhamdulillah. Simak satu per satu ya.
Tanpa KPR?
Barusan di IG saya sharing 5 tips punya rumah tanpa KPR. Di situ saya sebut, rumah pertama. Dengan kata lain, buat pemula.
Tips-tips itu bukan teori, bukan asumsi. Sudah banyak yang membuktikan. Berhasil, alhamdulillah. Simak satu per satu ya.
INCOME MEROKET 3X LIPAT BAHKAN LEBIH!
Jam 3 pagi, apa yang Anda lakukan?
Pagi ini, jam 3 kurang sampai jam 4 lebih, alhamdulillah saya meeting dengan 1000-an mitra via Zoom.
Jam 3 pagi? Ya, jam 3 pagi.
Dan ini BUKAN kali pertama. Senin yang lalu, kami sudah melakukannya. Bahkan sebelum pandemi, kami pernah tahajjud bareng di sebuah hotel di Bogor. Alhamdulillah, saya dikaruniai mitra-mitra yang soleh dan militan.
Tadi pagi di Zoom saya membahas NAIK INCOME 3X LIPAT, istilahnya Go Triple.
Jujur, saya senang sekali ketika berhasil membersamai mitra-mitra sampai naik income-nya. Apa sih rahasianya? Hm, mulai hari ini sudah nggak rahasia lagi. Karena saya akan membocorkan tips-tipsnya.
Pertama, sebisanya go online. Ingat, go online artinya go national. Sayang sekali kalau pasar kita dibatasi satu-dua kota aja. Indonesia ini besar sekali lho. Saat Anda melebarkan pasar, dari satu kota menjadi satu Indonesia, saya yakin terjadilah lonjakan omset secara keseluruhan.
Kedua, pastikan produk kita tahan lama dan hemat ongkir. Kenapa harus tahan lama?
- Perlu waktu untuk mengoper produk dari produsen ke distributor, terus ke agent.
- Perlu waktu untuk men-deliver produk dari penjual ke konsumen se-Indonesia.
- Di agent dan pengecer, kadang produk tidak langsung terjual. Perlu proses.
- Maka pastikan produk tetap aman (nggak mudah rusak). Ini penting.
- Sekian kali dioper, pastikan produknya ringan dan kecil sehingga hemat ongkir.
Ketiga, jual pada penjual. Omset dan income kita bisa naik WOW BANGET alias eksponensial dalam waktu singkat, kalau kita berhasil melakukan ini. Penjual di sini mungkin disebut franchise, lisensi, distributor, dan agent. Jangan mengandalkan jual sendiri.
Keempat, punya mentor. Ya, punya mentor. Kadang kita belum mampu melihat peluang dan bahaya tertentu, TAPI mentor sudah duluan melihatnya. Kok bisa? Karena mentor sudah pernah mengalami, bahkan berkali-kali.
Catat ya, Nabi Muhammad aja punya dua mentor bisnis, yaitu pamannya dan istrinya. Bung Karno pun punya mentor politik, yaitu HOS Tjokroaminoto. Padahal mereka ini orang-orang hebat lho.
Kelima, fokus. Awalnya saya punya ratusan mitra yang PSBB alias Penjual Serabutan Berskala Besar, hehe. Kemudian saya minta mereka untuk FOKUS. Pilih. Boleh produk saya, boleh produk yang lain. Mereka nurut.
Apa yang terjadi? Income mereka naik drastis 3X sampai 20X dalam hitungan bulan. Tanya mereka deh kalau nggak percaya. Saran, kalau omset Anda masih ratusan juta rupiah sebulan, baiknya fokus dulu. Ini rumus dasar untuk sukses. Pemula yah harus fokus.
Mungkin sebagian Anda merasa baik-baik saja. Jual macam-macam produk. Omset puluhan juta sebulan. Saya tantang ya. Coba Anda pilih 1 atau 2 produk. Singkirkan yang lain. Terus, tetap fokus di 1 atau 2 produk itu selama 6 atau 9 bulan. Niscaya Anda akan mengalami keajaiban.
Saya membina orang bukan satu-dua tahun. Tapi sudah belasan tahun. Kelima tips tadi sudah saya uji pada ratusan ribu orang. Pada akhirnya, besar harapan saya, semoga teman-teman semua juga bisa naik income besar-besaran, sehingga bisa bersedekah lebih sering dan juga besar-besaran. Aamiin.
Jam 3 pagi, apa yang Anda lakukan?
Pagi ini, jam 3 kurang sampai jam 4 lebih, alhamdulillah saya meeting dengan 1000-an mitra via Zoom.
Jam 3 pagi? Ya, jam 3 pagi.
Dan ini BUKAN kali pertama. Senin yang lalu, kami sudah melakukannya. Bahkan sebelum pandemi, kami pernah tahajjud bareng di sebuah hotel di Bogor. Alhamdulillah, saya dikaruniai mitra-mitra yang soleh dan militan.
Tadi pagi di Zoom saya membahas NAIK INCOME 3X LIPAT, istilahnya Go Triple.
Jujur, saya senang sekali ketika berhasil membersamai mitra-mitra sampai naik income-nya. Apa sih rahasianya? Hm, mulai hari ini sudah nggak rahasia lagi. Karena saya akan membocorkan tips-tipsnya.
Pertama, sebisanya go online. Ingat, go online artinya go national. Sayang sekali kalau pasar kita dibatasi satu-dua kota aja. Indonesia ini besar sekali lho. Saat Anda melebarkan pasar, dari satu kota menjadi satu Indonesia, saya yakin terjadilah lonjakan omset secara keseluruhan.
Kedua, pastikan produk kita tahan lama dan hemat ongkir. Kenapa harus tahan lama?
- Perlu waktu untuk mengoper produk dari produsen ke distributor, terus ke agent.
- Perlu waktu untuk men-deliver produk dari penjual ke konsumen se-Indonesia.
- Di agent dan pengecer, kadang produk tidak langsung terjual. Perlu proses.
- Maka pastikan produk tetap aman (nggak mudah rusak). Ini penting.
- Sekian kali dioper, pastikan produknya ringan dan kecil sehingga hemat ongkir.
Ketiga, jual pada penjual. Omset dan income kita bisa naik WOW BANGET alias eksponensial dalam waktu singkat, kalau kita berhasil melakukan ini. Penjual di sini mungkin disebut franchise, lisensi, distributor, dan agent. Jangan mengandalkan jual sendiri.
Keempat, punya mentor. Ya, punya mentor. Kadang kita belum mampu melihat peluang dan bahaya tertentu, TAPI mentor sudah duluan melihatnya. Kok bisa? Karena mentor sudah pernah mengalami, bahkan berkali-kali.
Catat ya, Nabi Muhammad aja punya dua mentor bisnis, yaitu pamannya dan istrinya. Bung Karno pun punya mentor politik, yaitu HOS Tjokroaminoto. Padahal mereka ini orang-orang hebat lho.
Kelima, fokus. Awalnya saya punya ratusan mitra yang PSBB alias Penjual Serabutan Berskala Besar, hehe. Kemudian saya minta mereka untuk FOKUS. Pilih. Boleh produk saya, boleh produk yang lain. Mereka nurut.
Apa yang terjadi? Income mereka naik drastis 3X sampai 20X dalam hitungan bulan. Tanya mereka deh kalau nggak percaya. Saran, kalau omset Anda masih ratusan juta rupiah sebulan, baiknya fokus dulu. Ini rumus dasar untuk sukses. Pemula yah harus fokus.
Mungkin sebagian Anda merasa baik-baik saja. Jual macam-macam produk. Omset puluhan juta sebulan. Saya tantang ya. Coba Anda pilih 1 atau 2 produk. Singkirkan yang lain. Terus, tetap fokus di 1 atau 2 produk itu selama 6 atau 9 bulan. Niscaya Anda akan mengalami keajaiban.
Saya membina orang bukan satu-dua tahun. Tapi sudah belasan tahun. Kelima tips tadi sudah saya uji pada ratusan ribu orang. Pada akhirnya, besar harapan saya, semoga teman-teman semua juga bisa naik income besar-besaran, sehingga bisa bersedekah lebih sering dan juga besar-besaran. Aamiin.
VIRAL
Inilah 4 tulisan ringkas saya yang sempat viral di Instagram @ipphoright
- 5 Tips Lunas Utang
- 5 Tips Anti Bokek
- Tajir Melintir
- Income Tambahan
Saran saya, teman-teman simak deh. Copas juga boleh. Sangat solutif, insya Allah.
Inilah 4 tulisan ringkas saya yang sempat viral di Instagram @ipphoright
- 5 Tips Lunas Utang
- 5 Tips Anti Bokek
- Tajir Melintir
- Income Tambahan
Saran saya, teman-teman simak deh. Copas juga boleh. Sangat solutif, insya Allah.
DAGANG SANA, GAK USAH MALU!
Ada kisah yang unik dan menarik di Pesantren Tebuireng saat diasuh KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri NU. Beliau meliburkan kegiatan mengaji pada hari Selasa, karena beliau memiliki usaha di berbagai tempat.
Ini gambaran bahwa beliau memiliki perhatian khusus pada bidang ekonomi. Fakta ini disampaikan oleh cucu beliau yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (almarhum).
"Wahai putra-putra bangsa yang cerdik-pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan suatu badan usaha di setiap kota dan otonom, untuk menghidupi para pendidik dan mencegah laju kemaksiatan,” kurang-lebih inilah seruan KH Hasyim Asy’ari suatu ketika.
Itu adalah seruan entrepreneurship dari KH Hasyim Asy’ari. Selain itu, beliau juga seorang nasionalis. Ia bersama ulama-ulama lainnya sempat mempelopori Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 dalam rangka mengusir penjajah.
Bagaimana dengan pendiri Muhammadiyah?
KH Ahmad Dahlan selain pendiri Muhammadiyah, juga dikenal sebagai wirausahawan yang berhasil dengan bisnis batiknya yang saat itu merupakan komoditas yang cukup diminati masyarakat. Ia sebagai entrepreneur kemudian mendirikan penerbitan buku dan majalah.
Alhamdulillah, saya bersama mitra-mitra pernah berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. Jelas, beliau-beliau adalah entrepreneur. Kyai yang entrepreneur. Entrepreneur yang kyai. Komplit.
Sudah sepantasnya kita mengikuti dan meneladani. Ayo dagang, ayo bisnis! Dan gak usah malu! Bangga mestinya. Kenapa bangga? Pertama, karena telah mengikuti sang teladan. Kedua, karena telah membuka lapangan kerja, setidaknya buat dirinya sendiri.
Siap? 😎
Ada kisah yang unik dan menarik di Pesantren Tebuireng saat diasuh KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri NU. Beliau meliburkan kegiatan mengaji pada hari Selasa, karena beliau memiliki usaha di berbagai tempat.
Ini gambaran bahwa beliau memiliki perhatian khusus pada bidang ekonomi. Fakta ini disampaikan oleh cucu beliau yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (almarhum).
"Wahai putra-putra bangsa yang cerdik-pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan suatu badan usaha di setiap kota dan otonom, untuk menghidupi para pendidik dan mencegah laju kemaksiatan,” kurang-lebih inilah seruan KH Hasyim Asy’ari suatu ketika.
Itu adalah seruan entrepreneurship dari KH Hasyim Asy’ari. Selain itu, beliau juga seorang nasionalis. Ia bersama ulama-ulama lainnya sempat mempelopori Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 dalam rangka mengusir penjajah.
Bagaimana dengan pendiri Muhammadiyah?
KH Ahmad Dahlan selain pendiri Muhammadiyah, juga dikenal sebagai wirausahawan yang berhasil dengan bisnis batiknya yang saat itu merupakan komoditas yang cukup diminati masyarakat. Ia sebagai entrepreneur kemudian mendirikan penerbitan buku dan majalah.
Alhamdulillah, saya bersama mitra-mitra pernah berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. Jelas, beliau-beliau adalah entrepreneur. Kyai yang entrepreneur. Entrepreneur yang kyai. Komplit.
Sudah sepantasnya kita mengikuti dan meneladani. Ayo dagang, ayo bisnis! Dan gak usah malu! Bangga mestinya. Kenapa bangga? Pertama, karena telah mengikuti sang teladan. Kedua, karena telah membuka lapangan kerja, setidaknya buat dirinya sendiri.
Siap? 😎
VIRAL
Tulisan ini sempat viral di socmed beberapa waktu yang lalu. Tentang apa? Tentang tips hidup mapan. Ternyata rumusnya simple aja, tapi insya Allah sangat powerful. Simak deh...
https://www.instagram.com/p/CA31dtHFZLb/?igshid=q8yvs7u9ees2
Tulisan ini sempat viral di socmed beberapa waktu yang lalu. Tentang apa? Tentang tips hidup mapan. Ternyata rumusnya simple aja, tapi insya Allah sangat powerful. Simak deh...
https://www.instagram.com/p/CA31dtHFZLb/?igshid=q8yvs7u9ees2
Instagram
Ippho Santosa
100 TRILIUN DOLAR! Itulah uang di tangan kiri saya (warna biru). Uang beneran, dolar beneran. Tapi ini TIDAK membuat saya kaya-raya seketika. Sama sekali tidak. Karena uang ini berasal dari negara yang pernah mengalami hiper-inflasi dan nilainya saat itu…
PERNAH BLUSUKAN?
Di IG, barusan saya posting tentang blusukan. Tapi di sini, insya Allah saya akan bahas lebih mendalam. Terutama dari sisi bisnis dan leadership. Semoga bermanfaat ya.....
Menurut saya, blusukan itu bagus. Bukankah Umar bin Khattab telah memberikan contoh? Dan baiknya sang leader itu blusukan sesekali, bukan setiap hari. Kalau sepanjang hari, setiap hari, pada akhirnya sang leader nggak punya waktu lagi untuk hal-hal yang lebih strategis......
Jadi, blusukan itu:
- Sesekali, bukan setiap hari
- Lebih kenal dan lebih empati
- Bicara dari hati ke hati
- Menyamakan visi dan misi
- Silaturahim dengan keluarga inti
Manfaat yang paling membekas bagi saya ketika blusukan ke rumah mitra-mitra adalah lebih mengenal dan lebih berempati. Berada di rumah mereka, sedikit-banyak saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Karena manfaat itulah, sebelum pandemi, saya rutin blusukan ke rumah mitra-mitra.....
Ini nggak main-main. Saya lihat kawasan tempat mereka tinggal. Pas masuk, saya lihat perabot-perabotnya. Saya lihat juga wajah anak-anak dan orangtuanya. Masya Allah. Jelas, saya bisa merasakan perjuangan dan kerja keras mereka.....
Saya pun blusukan ke mana-mana. Mulai dari Medan, Pantai Cermin, Bukittinggi, Matur, Depok, Bekasi, Cibinong, Bogor, Sukabumi, Karawang, Cikarang, Cikampek, Pamulang, Karawaci, Tegal, Cirebon, Purwokerto, Gunung Kidul, Klaten, Solo, Sragen, Madiun, Sidoarjo, Kediri, Jember, sampai ke berbagai titik di Jakarta.....
Nggak semua rumah yang saya kunjungi, saya posting di IG. Nggak semua. Banyak lagi yang lain. Kalau dari segi jarak, rata-rata yah jauh. Lelah? Memang lelah, tapi insya Allah menyenangkan dan mudah-mudahan mengundang berkah.....
Alhamdulillah, pas di rumah mereka, saya jadi tahu barang mana yang laku, barang mana yang nggak laku (produk-produk lain). Saya juga tahu kendala-kendala para distributor di lapangan. Agar nggak terjadi penumpukan stok, salah satu saran saya kepada mereka adalah fokus. Jangan lagi palugada.....
Alhamdulillah, sejak dipraktekkan, ini sangat berdampak pada kehidupan mereka. Nafkah mereka jadi jauh lebih baik. Kesibukan pun turun drastis. Setidaknya, dengan bertamu ke rumah mereka, saya berusaha lebih mengenal mereka dan membersamai perjuangan mereka. Insya Allah.....
Jangan sampai saya jadi leader yang cuma peduli sama profit doang. Tapi sama mitra, nggak peduli sama sekali. Ya Allah, jangan sampai seperti itu. Memang ikhtiar saya ini masih jauh dari sempurna. Namun saya coba berbenah. Terus-menerus berbenah.....
Untuk tim. Untuk semua. Bismillah.....
Di IG, barusan saya posting tentang blusukan. Tapi di sini, insya Allah saya akan bahas lebih mendalam. Terutama dari sisi bisnis dan leadership. Semoga bermanfaat ya.....
Menurut saya, blusukan itu bagus. Bukankah Umar bin Khattab telah memberikan contoh? Dan baiknya sang leader itu blusukan sesekali, bukan setiap hari. Kalau sepanjang hari, setiap hari, pada akhirnya sang leader nggak punya waktu lagi untuk hal-hal yang lebih strategis......
Jadi, blusukan itu:
- Sesekali, bukan setiap hari
- Lebih kenal dan lebih empati
- Bicara dari hati ke hati
- Menyamakan visi dan misi
- Silaturahim dengan keluarga inti
Manfaat yang paling membekas bagi saya ketika blusukan ke rumah mitra-mitra adalah lebih mengenal dan lebih berempati. Berada di rumah mereka, sedikit-banyak saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Karena manfaat itulah, sebelum pandemi, saya rutin blusukan ke rumah mitra-mitra.....
Ini nggak main-main. Saya lihat kawasan tempat mereka tinggal. Pas masuk, saya lihat perabot-perabotnya. Saya lihat juga wajah anak-anak dan orangtuanya. Masya Allah. Jelas, saya bisa merasakan perjuangan dan kerja keras mereka.....
Saya pun blusukan ke mana-mana. Mulai dari Medan, Pantai Cermin, Bukittinggi, Matur, Depok, Bekasi, Cibinong, Bogor, Sukabumi, Karawang, Cikarang, Cikampek, Pamulang, Karawaci, Tegal, Cirebon, Purwokerto, Gunung Kidul, Klaten, Solo, Sragen, Madiun, Sidoarjo, Kediri, Jember, sampai ke berbagai titik di Jakarta.....
Nggak semua rumah yang saya kunjungi, saya posting di IG. Nggak semua. Banyak lagi yang lain. Kalau dari segi jarak, rata-rata yah jauh. Lelah? Memang lelah, tapi insya Allah menyenangkan dan mudah-mudahan mengundang berkah.....
Alhamdulillah, pas di rumah mereka, saya jadi tahu barang mana yang laku, barang mana yang nggak laku (produk-produk lain). Saya juga tahu kendala-kendala para distributor di lapangan. Agar nggak terjadi penumpukan stok, salah satu saran saya kepada mereka adalah fokus. Jangan lagi palugada.....
Alhamdulillah, sejak dipraktekkan, ini sangat berdampak pada kehidupan mereka. Nafkah mereka jadi jauh lebih baik. Kesibukan pun turun drastis. Setidaknya, dengan bertamu ke rumah mereka, saya berusaha lebih mengenal mereka dan membersamai perjuangan mereka. Insya Allah.....
Jangan sampai saya jadi leader yang cuma peduli sama profit doang. Tapi sama mitra, nggak peduli sama sekali. Ya Allah, jangan sampai seperti itu. Memang ikhtiar saya ini masih jauh dari sempurna. Namun saya coba berbenah. Terus-menerus berbenah.....
Untuk tim. Untuk semua. Bismillah.....
Seumur-umur IG live, baru kali ini saya sampai meneteskan air mata. Kisah entrepreneurship yang benar-benar amazing. Penting banget, terutama buat ibu-ibu...
https://www.instagram.com/tv/CCcjCPGFGNS/?igshid=199udt4ymh1ya
https://www.instagram.com/tv/CCcjCPGFGNS/?igshid=199udt4ymh1ya
Saya sempat meneteskan air mata ketika melihat video ini. Istri saya juga.
Jelas, Indonesia tengah berduka. Hampir 100 nakes dan dokter yang telah berpulang karena Covid-19.
Lagu ini dibawakan oleh vokalis baru Ada Band dan eks-vokalis Drive. Sebagai wujud kepedulian. Simak deh.
https://www.instagram.com/tv/CCjvHYPFN4T/?igshid=118q30w7qblb0
Jelas, Indonesia tengah berduka. Hampir 100 nakes dan dokter yang telah berpulang karena Covid-19.
Lagu ini dibawakan oleh vokalis baru Ada Band dan eks-vokalis Drive. Sebagai wujud kepedulian. Simak deh.
https://www.instagram.com/tv/CCjvHYPFN4T/?igshid=118q30w7qblb0
Slank, tau kan?
Kebayang kalau vokalisnya, Mas Kaka, bawain Hymne Guru?
Saya mengajak Mas Kaka dan Mas Takaeda di project ini, karena sebelumnya sempat resah. Ya, sempat resah.
Kenapa?
Begini. Bukan sekali dua kali, kita ini membanggakan mentor-mentor bisnis. Termasuk ustadz-ustadz yang baru kita kenal.
Tapi pernahkah kita membanggakan dan mendoakan guru-guru kita di sekolah? Pernahkah?
Padahal, apa jadinya kita ini kalau tidak diajar oleh beliau-beliau? Apa jadinya kita ini kalau tidak didoakan beliau-beliau?
Ya Allah, betapa lalai dan abainya kita selama ini.
Saya pun ingin mendengar kesan-kesan dari teman-teman selama diajar oleh guru-guru di sekolah. Berbagi pengalaman, boleh ya?
Silakan komen di IG saya. Serunya, 10 komen terbaik insya Allah saya hadiahi buku Percepatan Rezeki plus tandatangan saya.
Cuma itu? Ada juga hadiah hiburan sebesar Rp 100 ribu untuk 7 orang. Jadi, totalnya ada 17 pemenang. Mau? Yuk komen sekarang...
https://www.instagram.com/tv/CCwlrn-lpCr/?igshid=z287359uz065
Kebayang kalau vokalisnya, Mas Kaka, bawain Hymne Guru?
Saya mengajak Mas Kaka dan Mas Takaeda di project ini, karena sebelumnya sempat resah. Ya, sempat resah.
Kenapa?
Begini. Bukan sekali dua kali, kita ini membanggakan mentor-mentor bisnis. Termasuk ustadz-ustadz yang baru kita kenal.
Tapi pernahkah kita membanggakan dan mendoakan guru-guru kita di sekolah? Pernahkah?
Padahal, apa jadinya kita ini kalau tidak diajar oleh beliau-beliau? Apa jadinya kita ini kalau tidak didoakan beliau-beliau?
Ya Allah, betapa lalai dan abainya kita selama ini.
Saya pun ingin mendengar kesan-kesan dari teman-teman selama diajar oleh guru-guru di sekolah. Berbagi pengalaman, boleh ya?
Silakan komen di IG saya. Serunya, 10 komen terbaik insya Allah saya hadiahi buku Percepatan Rezeki plus tandatangan saya.
Cuma itu? Ada juga hadiah hiburan sebesar Rp 100 ribu untuk 7 orang. Jadi, totalnya ada 17 pemenang. Mau? Yuk komen sekarang...
https://www.instagram.com/tv/CCwlrn-lpCr/?igshid=z287359uz065
Seminar Istimewa
Rasulullah Sebagai Pedagang
Ustadz Abdul Somad & Ippho Santosa
http://www.youtube.com/watch?v=MdEIJeX6cvk
Rasulullah Sebagai Pedagang
Ustadz Abdul Somad & Ippho Santosa
http://www.youtube.com/watch?v=MdEIJeX6cvk
YouTube
Ustadz Abdul Somad & Ippho Santosa - Rasulullah Sebagai Pedagang
Bolehkah Punya Banyak Properti?
Kali ini kita akan membahas soal properti. Dan kaitannya dengan wakaf.
Begini. Dalam dunia filantropi Islam, selain istilah sedekah dan zakat, ada lagi satu istilah penting yang tak terpisahkan, yaitu wakaf. Menariknya, awal-awal wakaf itu bentuknya properti. Bukan tunai. Bukan uang.
Setelah Masjid Quba dan Masjid Nabawi, kisah wakaf terkenal lainnya adalah kisah Mukhairiq yang mewakafkan tujuh bidang kebunnya kepada Nabi SAW pada 626 M, untuk diambil manfaatnya, terus disalurkan kepada fakir-miskin.
Praktik mulia itu diikuti oleh para sahabat Nabi termasuk Umar bin Khattab. Bahkan, Umar bin Khattab memutuskan untuk membuat dokumen tertulis mengenai wakafnya di Khaibar. Semacam dinotariskan.
Yang serunya, sikap dermawan Umar tersebut diikuti oleh sahabat-sahabat lainnya. Misal:
⁃ Abu Thalhah, kebun di Bairaha,
⁃ Abubakar, tanah di Makkah,
⁃ Usman bin Affan, tanah di Khaibar,
⁃ Mu'az bin Jabal, rumah Dar al-Anshar.
Pada abad kedua Hijriah, umat Islam mulai mengenal wakaf tunai atau wakaf uang. Imam Az-Zuhri salah satu penggagasnya dan kemudian dipopulerkan oleh Salahudin Al-Ayyubi. Jadi, ada semacam kelonggaran.
Maksudnya, wakaf tidak harus lagi berupa properti (walaupun sejarah awal-awal menunjukkan bahwa wakaf bentuknya adalah properti). Boleh berupa tunai alias uang. Lebih longgar.
Perintah berwakaf (terutama kalau kita lihat sejarah dan asal-usulnya) sebenarnya isyarat bahwa kita harus kuat finansial, punya beberapa properti, dan berani melepas salah satu properti tersebut untuk kepentingan umat.
Semoga tulisan ringkas ini sedikit-banyak memotivasi kita untuk berani punya properti, berani nambah properti, dan berani wakaf properti. Bismillah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kali ini kita akan membahas soal properti. Dan kaitannya dengan wakaf.
Begini. Dalam dunia filantropi Islam, selain istilah sedekah dan zakat, ada lagi satu istilah penting yang tak terpisahkan, yaitu wakaf. Menariknya, awal-awal wakaf itu bentuknya properti. Bukan tunai. Bukan uang.
Setelah Masjid Quba dan Masjid Nabawi, kisah wakaf terkenal lainnya adalah kisah Mukhairiq yang mewakafkan tujuh bidang kebunnya kepada Nabi SAW pada 626 M, untuk diambil manfaatnya, terus disalurkan kepada fakir-miskin.
Praktik mulia itu diikuti oleh para sahabat Nabi termasuk Umar bin Khattab. Bahkan, Umar bin Khattab memutuskan untuk membuat dokumen tertulis mengenai wakafnya di Khaibar. Semacam dinotariskan.
Yang serunya, sikap dermawan Umar tersebut diikuti oleh sahabat-sahabat lainnya. Misal:
⁃ Abu Thalhah, kebun di Bairaha,
⁃ Abubakar, tanah di Makkah,
⁃ Usman bin Affan, tanah di Khaibar,
⁃ Mu'az bin Jabal, rumah Dar al-Anshar.
Pada abad kedua Hijriah, umat Islam mulai mengenal wakaf tunai atau wakaf uang. Imam Az-Zuhri salah satu penggagasnya dan kemudian dipopulerkan oleh Salahudin Al-Ayyubi. Jadi, ada semacam kelonggaran.
Maksudnya, wakaf tidak harus lagi berupa properti (walaupun sejarah awal-awal menunjukkan bahwa wakaf bentuknya adalah properti). Boleh berupa tunai alias uang. Lebih longgar.
Perintah berwakaf (terutama kalau kita lihat sejarah dan asal-usulnya) sebenarnya isyarat bahwa kita harus kuat finansial, punya beberapa properti, dan berani melepas salah satu properti tersebut untuk kepentingan umat.
Semoga tulisan ringkas ini sedikit-banyak memotivasi kita untuk berani punya properti, berani nambah properti, dan berani wakaf properti. Bismillah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Entrepreneur Rp 320 TRILIUN
Siapakah dia?
Apa bisnisnya?
Bagaimana caranya?
Mungkin awalnya orang-orang tertarik nyimak tulisan ini karena nominal angka yang ditampilkan. Tapi setelah dibaca dan dipahami, niscaya kekaguman akan tertuju pada kebermanfaatan dan dakwah yang beliau perjuangkan.
Masya Allah!
Beliau adalah #PengusahaMuslim asli Indonesia. Dan seluruh sejarahwan mencatat, sepanjang hayat, orientasi beliau BUKAN pada materi. BUKAN pada kepentingan pribadi. Tapi pada manfaat dan maslahat. Untuk bangsa dan untuk umat.
Itulah tulisan saya di IG pagi ini. Tentang beliau dan kiprah beliau. Jujur ya, saya sangat terinspirasi oleh beliau. Dan hari ini, 1 Agustus, adalah hari kelahiran beliau. Teman-teman baca deh. Sekiranya inspiring, mohon ceritakan ulang kepada kerabat-kerabatnya.
https://www.instagram.com/p/CDUul9FFFBS/?igshid=iq2icg9maqja
Siapakah dia?
Apa bisnisnya?
Bagaimana caranya?
Mungkin awalnya orang-orang tertarik nyimak tulisan ini karena nominal angka yang ditampilkan. Tapi setelah dibaca dan dipahami, niscaya kekaguman akan tertuju pada kebermanfaatan dan dakwah yang beliau perjuangkan.
Masya Allah!
Beliau adalah #PengusahaMuslim asli Indonesia. Dan seluruh sejarahwan mencatat, sepanjang hayat, orientasi beliau BUKAN pada materi. BUKAN pada kepentingan pribadi. Tapi pada manfaat dan maslahat. Untuk bangsa dan untuk umat.
Itulah tulisan saya di IG pagi ini. Tentang beliau dan kiprah beliau. Jujur ya, saya sangat terinspirasi oleh beliau. Dan hari ini, 1 Agustus, adalah hari kelahiran beliau. Teman-teman baca deh. Sekiranya inspiring, mohon ceritakan ulang kepada kerabat-kerabatnya.
https://www.instagram.com/p/CDUul9FFFBS/?igshid=iq2icg9maqja
Instagram
Ippho Santosa
Rp 320 TRILIUN? Siapakah dia? Mungkin awalnya orang-orang tertarik nyimak tulisan ini karena nominal angka yang ditampilkan. Tapi setelah dibaca dan dipahami, niscaya kekaguman akan tertuju pada kebermanfaatan dan dakwah yang beliau perjuangkan. Masya Allah!…
Tips Mobil Impian
Mobil pertama saya Lancer. Seken. Tahun 90-an.
Waktu itu saya di Batam. Saya sering sekali menjemput tamu dan mengantar tokoh dari Jakarta. Mereka sih nggak keberatan naik mobil apa aja. Tapi sebagai tuan rumah saya harus tau diri. Mbok ya nyiapin mobil yang lebih baik.
Akhirnya saya persilakan mereka untuk naik mobil teman-teman saya. Mobil yang lebih baik. Kadang Mercy. Kadang Lexus. Kadang Harrier. Sejak itu, saya dan istri berdoa sungguh-sungguh agar dititipi mobil yang lebih baik.
Alhamdulillah kemudian Allah titipi kami mobil yang lebih baik, yaitu CRV dengan plat nomor 99. Senangnya. Tapi, doa saya belum selesai. Dan kejutan dari Allah juga belum selesai.
Begitu pindah ke Jakarta, sekitar 10 tahun yang lalu, saya dan istri beli Pajero. Sempat juga nambah Mercy. Nggak lama, Mercy kami lepas, diganti dengan Alphard. Pajero pun cuma setahun lebih, kemudian berpindah tangan, kami amanahkan ke sebuah lembaga sosial.
Sempat juga punya Ford Everest dan Mazda Biante. Sudah lepas semua sih. Jujur, yang paling lama menemani kami adalah Alphard. Lebih dari 5 tahun. Mau dilepas, yah sayang. Soalnya mobil ini pernah berhari-hari mengantar dr Zakir Naik, Syekh Yusuf Estes, Ustadz Nouman Ali Khan, imam-imam dari Palestina dan Madinah. Alhamdulillah.
Di sini ada sebuah hikmah dan pesan. Alphard itu insya Allah adalah rangkaian dari doa saya. Masih ingat mobil pertama saya? Lancer. Berawal dari situ, terus saya berdoa, pengen mobil yang lebih baik lagi demi menjamu tamu. Maka hadirlah CRV, lalu Alphard. Alhamdulillah, mobil-mobil yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Dan itu semua kami yakini sebagai titipan dari Allah.
Sudah paham hikmahnya? Yup, mobil impian bukan sekedar apa yang nyaman buat kita. Bukan sekedar itu. Sejak belasan tahun yang lalu, saya pengen mobil yang nyaman untuk keluarga saya DAN tamu-tamu saya. Itu niat saya. Dan semoga niat ini tetap terjaga.
Ada yang nanya, "Sekarang Mas Ippho pengen mobil apa lagi?" Terus-terang belum kepikiran. Yang saya pikirkan adalah bagaimana mitra-mitra bisa punya mobil dan bebas riba. Itu yang berputar-putar di kepala saya siang-malam. Semoga Allah mudahkan.
Boleh tahu, apa mobil impian teman-teman? Selagi itu kebaikan, dari jauh, saya bantu aminkan. Semoga kesampaian. Aamiin.
Mobil pertama saya Lancer. Seken. Tahun 90-an.
Waktu itu saya di Batam. Saya sering sekali menjemput tamu dan mengantar tokoh dari Jakarta. Mereka sih nggak keberatan naik mobil apa aja. Tapi sebagai tuan rumah saya harus tau diri. Mbok ya nyiapin mobil yang lebih baik.
Akhirnya saya persilakan mereka untuk naik mobil teman-teman saya. Mobil yang lebih baik. Kadang Mercy. Kadang Lexus. Kadang Harrier. Sejak itu, saya dan istri berdoa sungguh-sungguh agar dititipi mobil yang lebih baik.
Alhamdulillah kemudian Allah titipi kami mobil yang lebih baik, yaitu CRV dengan plat nomor 99. Senangnya. Tapi, doa saya belum selesai. Dan kejutan dari Allah juga belum selesai.
Begitu pindah ke Jakarta, sekitar 10 tahun yang lalu, saya dan istri beli Pajero. Sempat juga nambah Mercy. Nggak lama, Mercy kami lepas, diganti dengan Alphard. Pajero pun cuma setahun lebih, kemudian berpindah tangan, kami amanahkan ke sebuah lembaga sosial.
Sempat juga punya Ford Everest dan Mazda Biante. Sudah lepas semua sih. Jujur, yang paling lama menemani kami adalah Alphard. Lebih dari 5 tahun. Mau dilepas, yah sayang. Soalnya mobil ini pernah berhari-hari mengantar dr Zakir Naik, Syekh Yusuf Estes, Ustadz Nouman Ali Khan, imam-imam dari Palestina dan Madinah. Alhamdulillah.
Di sini ada sebuah hikmah dan pesan. Alphard itu insya Allah adalah rangkaian dari doa saya. Masih ingat mobil pertama saya? Lancer. Berawal dari situ, terus saya berdoa, pengen mobil yang lebih baik lagi demi menjamu tamu. Maka hadirlah CRV, lalu Alphard. Alhamdulillah, mobil-mobil yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Dan itu semua kami yakini sebagai titipan dari Allah.
Sudah paham hikmahnya? Yup, mobil impian bukan sekedar apa yang nyaman buat kita. Bukan sekedar itu. Sejak belasan tahun yang lalu, saya pengen mobil yang nyaman untuk keluarga saya DAN tamu-tamu saya. Itu niat saya. Dan semoga niat ini tetap terjaga.
Ada yang nanya, "Sekarang Mas Ippho pengen mobil apa lagi?" Terus-terang belum kepikiran. Yang saya pikirkan adalah bagaimana mitra-mitra bisa punya mobil dan bebas riba. Itu yang berputar-putar di kepala saya siang-malam. Semoga Allah mudahkan.
Boleh tahu, apa mobil impian teman-teman? Selagi itu kebaikan, dari jauh, saya bantu aminkan. Semoga kesampaian. Aamiin.
Teman-teman pernah ikut seminar?
Gimana dengan seminar 7KR atau 7 Keajaiban Rezeki?
Dengan izin Allah, seminar 7KR ini sudah diselenggarakan di 34 provinsi di Indonesia dan di belasan negara di 5 benua. Di Jepang aja sudah 5X. Begitu juga di Korea, 5X. Amerika, 2X. Alhamdulillah.
Kok bisa tembus luar negeri gitu? Karena alumni yang rekomen, alhamdulillah, setelah merasakan perubahan dan manfaatnya. Kabar baiknya, 17 Agustus pagi insya Allah saya dan 7KR hadir kembali. Zoom. Free.
Alhamdulillah sudah belasan ribu orang yang mendaftar. Mau ikutan juga? Silakan WA salah satu nomor berikut ini. Ajak keluarga, kerabat, dan sahabat ya. Sama-sama kita menjemput perubahan.
WA 0811-8867-668
WA 0823-7194-9187
Insya Allah banyak materi baru. Ada baiknya alumni ikut lagi.
Gimana dengan seminar 7KR atau 7 Keajaiban Rezeki?
Dengan izin Allah, seminar 7KR ini sudah diselenggarakan di 34 provinsi di Indonesia dan di belasan negara di 5 benua. Di Jepang aja sudah 5X. Begitu juga di Korea, 5X. Amerika, 2X. Alhamdulillah.
Kok bisa tembus luar negeri gitu? Karena alumni yang rekomen, alhamdulillah, setelah merasakan perubahan dan manfaatnya. Kabar baiknya, 17 Agustus pagi insya Allah saya dan 7KR hadir kembali. Zoom. Free.
Alhamdulillah sudah belasan ribu orang yang mendaftar. Mau ikutan juga? Silakan WA salah satu nomor berikut ini. Ajak keluarga, kerabat, dan sahabat ya. Sama-sama kita menjemput perubahan.
WA 0811-8867-668
WA 0823-7194-9187
Insya Allah banyak materi baru. Ada baiknya alumni ikut lagi.
Beliau ini artis. Tenar. Tajir. Certified (CFP). Tapi nggak gengsian untuk jualan. Jujur, saya salut banget.
https://www.instagram.com/p/CECIMz8A6bv/?igshid=1df4xr2rqw8qk
Harus jadi contoh bagi kita-kita yang kadang masih gengsian untuk jualan. Baca deh statement beliau.
https://www.instagram.com/p/CECIMz8A6bv/?igshid=1df4xr2rqw8qk
Harus jadi contoh bagi kita-kita yang kadang masih gengsian untuk jualan. Baca deh statement beliau.
Instagram
Adrian Maulana, CFP®️
Kami pun Pejuang 💪🇮🇩 Kami jualan bukan karena kekurangan, tapi karena kami suka menghasilkan. Kami berhasil bukan karena kami public figure, tapi karena Allah ridho & kami gigih. Bukan gigih nawarin barang jualan ke orang lho☝️ Kenapa? Emangnya salah? Sama…