Ippho Santosa - ipphoright
26.3K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
BADAI PASTI BERLALU, CICILAN BELUM TENTU

Badai pandemi insya Allah pasti berlalu. Tapi kita belum tahu kapan berlalunya.

Jujur, menurut saya, sepertinya badai belum segera berlalu di negeri ini. Daripada menyalah-nyalahkan pemerintah dan menyesali keadaan, lebih baik beradaptasi. Ya, menyesuaikan diri. Termasuk dalam mencari nafkah dan membayar cicilan.

Saran saya, jadilah pembelajar.
- Business for beginner, pelajari.
- Online marketing, pelajari.
- WA marketing, pelajari.
- Database management, pelajari.
- Jangan lagi ngomong ‘nggak ngerti'.
- Kalau nggak ngerti, yah pelajari.
- Ya, beradaptasi.

Sudah banyak kok, yang membuktikan dan menghasilkan. Misalnya, mitra-mitra binaan saya. Modalnya nggak seberapa, tapi hasilnya bisa lumayan. Kalau orang lain bisa, insya Allah kita semua juga PASTI BISA.

Satu lagi. Produk nggak harus bikin sendiri (biar hemat dan cepat). Ingat, bisnis BUKAN dimulai dari produksi dan SDM. Tapi dari penawaran. Saya ulang, dari penawaran. Dan dalam menawarkan, harus optimis. Insya Allah pasti laris.

Sampai di sini kata kuncinya adalah beradaptasi.

Masih ingat soal Nokia? Hm, dia raja di zamannya. Saat itu, siapa yang nggak pake Nokia? Hampir semua orang pake. Sekarang? Yang jelas, Nokia BUKAN lagi pemain utama di industri smartphone. Kok bisa? Menurut para pakar, Nokia lambat beradaptasi.

Hal lain. Komodo adalah hewan purba. Ya, hewan purba. Saya dan ibu saya sempat melihatnya langsung di Pulau Komodo NTT beberapa tahun yang lalu. Bahkan kami sempat bermalam di Pulau Komodo. Kenapa komodo bisa bertahan sampai sekarang? Padahal sebagai hewan purba, dia nggak terlalu besar dan nggak terlalu kuat. Soalnya komodo cepat beradaptasi.

Hei, zaman sudah berubah. Cara nyari uang juga berubah. Apalagi sejak Corona mewabah. Ada baiknya kita beradaptasi. Maksudnya, cepat beradaptasi. Kalau nggak, bisnis kita yah punah alias mati. Selagi ada waktu, cobalah beradaptasi dan menyesuaikan diri.

Jangan lagi ngomong gaptek. Maaf, yang ngomong gaptek sebenarnya ingin menjelaskan 'saya malas berubah'. Kabar baiknya, saat kita memutuskan mau belajar dan mau berubah, maka kemungkinan besar keadaan akan LEBIH BAIK dari yang sudah-sudah.

Teman-teman siap beradaptasi?
RUMAH IMPIAN

SUDAH PUNYA RUMAH? Kalau sudah, abaikan artikel ini. Tapi kalau belum, berarti artikel ini buat Anda. Simak deh tips-tips berikut ini.

Pengalaman saya ketika pertama kali beli rumah, rasanya menyenangkan. Tapi TERNYATA ada yang lebih menyenangkan dan mengharukan. Apa itu? Saat melihat mitra-mitra akhirnya berhasil beli rumah atau bangun rumah, masya Allah.

Ada juga yang KPR-nya 10 tahun lebih, BISA LUNAS dalam 7 bulan. Beneran lunas, alhamdulillah. Saya sampai geleng-geleng kepala. Apa sih tips-tips-nya? Izinkan saya berbagi cerita. Sebenarnya, mereka ini petarung. Mereka ini pembelajar.

Maksudnya, selain gigih, mereka juga mau diajar (teachable). Diminta berumrah dulu, mau. Diminta berbakti dulu, mau. Diminta fokus, mau. Diminta nyetok, mau. Diminta nulis, mau. Nggak banyak nanya, apalagi sampai bantah-bantahan.

Cukupkah sampai di situ? Nggak juga. Ikut pembinaan di luar kota (sebelum pandemi), mau. Ikut pembinaan via Zoom (ketika pandemi), mau. Pokoknya macam-macam, mau semua. Teachable. Akhirnya alhamdulillah, lumayan hasilnya.

Saat merintis bisnis, yang benar-benar kita perlukan adalah WHO (orang yang tepat), bukan lagi WHAT atau HOW. Hei, ketika kita bertemu dengan orang yang tepat alias mentor, maka cara-cara akan kita ketahui dengan sendirinya.

Kalau teman-teman penasaran, siapa saja mereka, silakan lihat IG saya. Terpajang foto-foto mereka. Bukan hoax. Nyata, insya Allah.

Saya doakan ya, bagi teman-teman yang BELUM punya rumah, semoga segera punya rumah. Yang SUDAH punya rumah, semoga segera nambah rumah. Dan tetap sakinah. Aamiin. Saling mendoakan, nggak ada ruginya tho?

Terakhir, saya ingin menyarankan sesuatu, boleh? Sekiranya teman-teman lagi mencari peluang usaha (BO), pilih BO yang memprioritaskan kepentingan mitra-mitranya. Jangan sampai sudah sekian tahun berjalan, yang kaya cuma founder, yang punya rumah cuma founder. Mitra-mitra cuma dapat sisa-sisa.

Think!
TUJUH PERAN SUAMI YANG SERING TERLUPAKAN

Setiap suami harus baca tulisan ini!

Jujur, hati saya sering panas saat mendengar kabar bagaimana seorang suami lalai soal tanggung-jawabnya terhadap istri. Kurang menafkahi. Kurangi melindungi. Bahkan ada juga yang nggak menafkahi dan main tangan ke istri. Duh!

Ingat. Suami itu pemimpin, panafkah, pelindung, penanggung-jawab, pendidik, teladan, dan kebanggaan. Nggak mudah jadi suami. Ada tujuh perannya. Di akhirat nanti, yang pertama ditanya dan yang bertanggung-jawab adalah suami.

JIKA peran sebagai pemimpin, panafkah, pelindung, penanggung-jawab, pendidik, teladan, dan kebanggaan ini tidak dilaksanakan, jangan heran kalau anak dan istri akan berkurang rasa hormatnya. Bahkan berkurang juga ketaatannya. Pas hisab nanti, bermasalah. Berat!

Husband is Hero (H = H).

Father is Fighter (F = F).

Begini. Dalam penafkahan, bukan jumlah uang yang utama, TAPI kesungguhan suami dalam menafkahi dan melindungi. Sekali lagi, kesungguhan. Bantu share tulisan ini ya. Maaf, zaman sekarang banyak suami yang kurang sungguh-sungguh dalam mencari nafkah.

Padahal penafkahan 100% berada di pundak suami. Ya, tanggung-jawab suami.,Termasuk juga soal melindungi, itu juga tanggung-jawab suami. Hei, harus ada rasa MALU! Tunjukkan tanggung-jawabmu!
New Normal Vs New Tactics

Sebanyak 1.785 koperasi dan 163.713 UMKM terdampak karena pandemi ini, ungkap Menteri Teten Masduki. Ini nggak main-main. Menurut data statistik, penyerapan tenaga kerja di UMKM adalah 97%, sementara share UMKM terhadap PDB nasional sebesar 60%.

Tapi apakah semuanya turun? Nggak juga.

Penjualan barang elektronik malah meningkat. Yang lain? Produk kesehatan meningkat 90%, produk hobi 70%, makanan pokok 350% dan herbal 200%. "Pergerakan ekonomi dari rumah bisa menjadi trend baru untuk beberapa waktu ke depan," ucap Menteri Teten Masduki.

Ya, sudah saatnya kita beradaptasi. Virus boleh bermutasi, tapi manusia bisa beradaptasi.

Ketika istilah New Normal muncul di mana-mana, saya pribadi lebih sreg menggaungkan istilah-istilah berikut ini:
- New Tactics
- New Business
- New Customer

Apakah kita perlu memakai taktik dan strategi baru tanpa mengubah bisnis asal? Misalnya, tetap di kuliner tapi hanya delivery dan take away.

Apakah kita perlu mencoba bisnis baru dan produk baru, karena bisnis asal benar-benar terdampak? Misalnya, pariwisata.

Apakah kita perlu mencari prospek baru dan konsumen baru, karena segmen asal benar-benar terdampak? Misalnya, hotel menerima jasa karantina.

Think.

Terakhir, untuk pemula, saya selalu menyarankan, “Jangan dulu produksi. Itu menyita waktu dan biaya.” Pilih produk yang kecil (hemat space), ringan (hemat ongkir), dan tahan lama, sehingga bisa di-delivery se-Indonesia. Terus? Sebisanya ada mentor teruji yang mendampingi untuk mengurangi risiko kegagalan.

Insya Allah kita akan melalui masa-masa sulit ini bersama-sama. Modal dasarnya adalah mau beradaptasi. Sekali lagi, beradaptasi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
SALING DUKUNG

Anda punya anak atau keponakan yang masih kecil? Ketika ia menggambar dan tidak bagus, apakah kemudian Anda mengolok-ngoloknya? Ngetawain? Nggak tho? Sebaliknya, Anda malah tersenyum dan memujinya. Sekalipun Anda memberi koreksi ini-itu, yah tetap saja Anda memujinya. Kenapa?

Karena Anda tahu persis, potensi seorang anak hanya bisa tumbuh jika ia punya self-esteem, dan itu bisa mencuat kalau ia dihargai. Demikian pula dengan negeri ini. Walaupun ada ketidaksempurnaan di sana-sini, Indonesia memiliki keunggulan-keunggulan yang sebenarnya bisa membuat dunia tercengang dan iri.

Orang Indonesia itu ramah-ramah. Biasa hidup prihatin. Suka gotong-royong. Dan masih banyak lagi. Belum lagi soal alam dan SDA-nya. Dengan keunggulan-keunggulan sedemikian rupa, menurut saya, Indonesia yang berdaya dan unggul sangat mungkin untuk terjadi.

So, sekiranya ada teman kita yang belum bagus produknya, jangan dicecar. Berikan input dengan japri. Diam-diam. Bukan dengan posting terang-terangan.

Sekiranya ada kenalan kita yang salah-salah strateginya, jangan dikecam. Berikan input dengan meneleponnya langsung. Bukan dengan menyindirnya di socmed.

Pada akhirnya, kalau saja kita mau saling mendukung, saya yakin UMKM di negeri ini akan tambah besar dan tambah kuat. Insya Allah Indonesia pun tambah berdaya. Aamiin.
Anda suka drakor?

Anda suka BTS?

Suka Gangnam Style?

Setidaknya, tau kan?

Dulu, kita nggak tertinggal jauh dari Korea Selatan. Namun kini dengan dance, band, dan dramanya, mereka benar-benar meninggalkan kita jauh-jauh. Belum lagi Samsung, LG, dan Hyundai-nya. Mereka mendunia. Adu kuat dengan iPhone, menampar telak produk-produk Jepang.

Kenapa ini bisa terjadi? Yah, banyak faktornya. Salah satunya, mereka baik rakyatnya maupun pemerintahnya sangat menghargai (apresiasi) prestasi-prestasi yang muncul dari dalam negeri. Tentu saja, ini memicu dan memacu prestasi-prestasi yang berikutnya.

Yang Maha Kuasa saja menghargai dan memuji hamba-Nya yang beramal baik. Pun mengganjar ini-itu. Apa tujuannya? Salah satunya, agar kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Sekali lagi, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Saya percaya, setiap manusia yang lahir dititipi potensi yang WOW dan memukau. Adalah tugas kita untuk menemukan dan menajamkan potensi tersebut. Menariknya, saya kita berusaha menghargai dan memuji potensi seseorang, maka potensi orang itu akan semakin tajam dan semakin kuat.

Di Indonesia, yang kita butuhkan saat ini adalah apresiasi. Jujur, saya sedikit risau melihat celetukan-celetukan negatif dari kalangan netizen. Kalau entrepreneur, penulis, atau artis pemula mulai berkarya, bukannya diberi dukungan, eh malah dicari-cari kesalahannya. Bahkan dimaki-maki.

Menurut saya, kita hanya bisa menaklukkan pandemi ini dan hadir sebagai bangsa pemenang, kalau kita semua kompak dan tidak pelit dalam memberi apresiasi satu sama lain. Di mana-mana, ketika terjadi musibah, masyarakat cenderung untuk bersatu. Kita kok belum juga?

Tentu, tidak mudah kalau saya menyeru se-Indonesia. Yah sudah, saya mulai saja dari lingkungan dan lingkaran saya. Di bisnis saya, terdapat beberapa komunitas. Soal saling memberi apresiasi ini saya sampaikan kepada mereka dan alhamdulillah mereka menerapkan jauh lebih baik dari apa-apa yang pernah saya serukan.

Yang saya lihat, akhirnya mereka semua grow. Benar-benar grow. Saya harap, teman-teman juga melakukan itu pada orang-orang di sekitarnya. Ada tetangga buka usaha, beri apresiasi. Ada teman kuliah coba-coba menulis, beri apresiasi. Insya Allah semua kebaikan kita tebar PASTI berbalas.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Pada akhirnya, semoga berkah berlimpah!
LAGI PUASA?

Izinkan saya mentraktir buka puasa teman-teman. Boleh? Entah itu puasa sunnah atau puasa ganti. Saya tahu, teman-teman pasti mampu membeli bukaan puasa atau membeli yang lainnya. Tapi saya juga ingin mendapatkan PAHALA puasa sebanyak-banyaknya.....

Insya Allah dana untuk buka puasa ini, saya ambil dari perniagaan yang halal dan berkah. Mudah-mudahan keberkahannya juga mengalir untuk teman-teman. Seorang ustadz pernah saya traktir dan beliau senang sekali. Kenapa? Beliau bilang, saya yakin perniagaan Mas Ippho ini berkah. Traktiran tadi insya Allah juga berkah.....

Btw soal gambar, saya ambil dari sebuah restoran halal di London, kemudian saya edit. Makanan di sana enak-anak dan halal. Makanya sekalian saya promosikan.....

Yang berkenan, silakan WA 0859-9800-6777. Saya percaya, follower saya adalah orang-orang yang jujur. Saya nggak merasa perlu untuk kroscek ini-itu. Soal buka puasa, nanti kita transfer aja. Teman-teman yang lagi puasa, semoga berkenan. Ditunggu sampai jam 3 sore ya.....
HIDUP HEMAT

Seperti yang kita tahu, badai pandemi kayaknya belum segera berlalu. Saya berpesan, perhatikan kondisi keuangan kita. Selain aktif menjual, ada baiknya juga kita hidup hemat. Sekali lagi, hidup hemat. Simak tips berikut.

1. Susun budgeting bersama (suami-istri). Ini adalah acuan. Dan utamakan membayar tagihan-tagihan terlebih dahulu, seperti listrik-air dan cicilan. Biasakan juga membayarnya ontime untuk menghindari denda.

2. Beli sembako di warung tetangga atau pasar tradisional. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini akan menghemat uang belanja kita 10% sampai 20%. Jangan lupa pakai masker dan jaga jarak ketika belanja. Lebih baik lagi kalau mereka bisa mengantarnya ke rumah kita.

3. Masak sendiri dan olah kembali. Selain masak sendiri, hendaknya kita juga jangan buang-buang makanan. Jika ada makanan lebih, yah olah kembali, selagi itu masih baik. Misalnya dengan cara dipanaskan kembali.

4. Hindari penggunaan kartu kredit. Memang mereka menawarkan keuntungan ini-itu. Tapi kebanyakan kita tidak terlalu paham cara memanfaatkannya. Maka, sebisanya bayar langsung saja (Kalau bisa transfer, itu lebih aman).

5. Manfaatkan diskon, kupon, dan cashback. Jelas, ini akan menghemat pengeluaran kita. Asalkan mereka tidak mensyaratkan kita untuk lebih konsumtif.

Hati-hati, pengeluaran kita bisa membengkak dari waktu ke waktu kalau kita abai dan lalai dalam mengelola kebutuhan rutin. Selain hidup hemat, saya mengajak kita semua untuk aktif menjual. Begitulah, hidup hemat dan aktif menjual.

Walaupun tidak terlalu mudah, tapi kalau dua hal ini di-habit-kan insya Allah kita dan keluarga kita bisa mencapai kehidupan yang MKF (Mapan Kaya Finansial). Praktek ya. Pada akhirnya, semoga berkah berlimpah. Aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
PASSION, PERLUKAH?

Satu hal yang harus kita ingat, menafkahi keluarga itu wajib, mengikuti passion cuma mubah. Bertanggung-jawablah. Jangan sampai kita kehilangan arah atau salah langkah.....

Bisnis sesuai passion, bolehkah? Boleh. Silakan. Tapi nggak harus. Tentu, sangat menyenangkan kalau kita bisa melakukan sesuatu yang kita sukai, kita kuasai, dunia butuhkan, dan kita dibayar. Konsep ikigai juga ngebahas itu. Tapi, jujur aja, nggak semua orang sampai di tahap itu.....

Kembali soal passion. Apakah kamu sudah menemukan passion-mu? Yakin itu memang passion-mu, bukan kesenangan sesaat? Apakah publik menghargai passion-mu dan mau membayar dengan layak? Apakah output dari passion-mu lebih baik daripada yang lain? Think.....

Misal, ada satu bidang yang awalnya kita anggap biasa-biasa aja. Tapi dari situ, kita menghasilkan Rp 100 juta sebulan. Saya yakin, pelan-pelan passion kita akan muncul di bidang itu. Berani taruhan saya, hehe. Nggak jadi deh, taruhan itu nggak baik.....

Nah bagi teman-teman yang sudah berkeluarga, ingat, anak dan istri perlu makan setiap hari. Argo kehidupan jalan terus. Belum tentu kesibukan di passion-mu itu bisa menghasilkan dengan layak. Sementara, tanggung-jawab sebagai penafkah adalah mutlak. Coba pikirkan lagi.....

YANG SAYA SARANKAN, mending cari bisnis yang bisa langsung menghasilkan, mudah untuk dibesarkan, dan nggak terlalu merepotkan. Mulai dulu dari situ. Bantu share ya kalau setuju.....

Mungkin sebagian kita dulu pernah pacaran. Mungkin pernah menemukan (katanya) cinta sejati. Tapi kalau sekarang kita sudah menikah, maka jadikan istri kita sebagai cinta sejati kita.....

Demikian pula dengan sebuah bidang atau bisnis yang jelas-jelas menghasilkan. Suka atau nggak suka, passion atau nggak passion, ada baiknya kita mulai mencintai bidang atau bisnis tersebut. Letakkan passion kita di sana.....

Sekian dari saya, Ippho Santosa.....
Pengen punya rumah?

Tanpa KPR?

Barusan di IG saya sharing 5 tips punya rumah tanpa KPR. Di situ saya sebut, rumah pertama. Dengan kata lain, buat pemula.

Tips-tips itu bukan teori, bukan asumsi. Sudah banyak yang membuktikan. Berhasil, alhamdulillah. Simak satu per satu ya.
INCOME MEROKET 3X LIPAT BAHKAN LEBIH!

Jam 3 pagi, apa yang Anda lakukan?

Pagi ini, jam 3 kurang sampai jam 4 lebih, alhamdulillah saya meeting dengan 1000-an mitra via Zoom.

Jam 3 pagi? Ya, jam 3 pagi.

Dan ini BUKAN kali pertama. Senin yang lalu, kami sudah melakukannya. Bahkan sebelum pandemi, kami pernah tahajjud bareng di sebuah hotel di Bogor. Alhamdulillah, saya dikaruniai mitra-mitra yang soleh dan militan.

Tadi pagi di Zoom saya membahas NAIK INCOME 3X LIPAT, istilahnya Go Triple.

Jujur, saya senang sekali ketika berhasil membersamai mitra-mitra sampai naik income-nya. Apa sih rahasianya? Hm, mulai hari ini sudah nggak rahasia lagi. Karena saya akan membocorkan tips-tipsnya.

Pertama, sebisanya go online. Ingat, go online artinya go national. Sayang sekali kalau pasar kita dibatasi satu-dua kota aja. Indonesia ini besar sekali lho. Saat Anda melebarkan pasar, dari satu kota menjadi satu Indonesia, saya yakin terjadilah lonjakan omset secara keseluruhan.

Kedua, pastikan produk kita tahan lama dan hemat ongkir. Kenapa harus tahan lama?
- Perlu waktu untuk mengoper produk dari produsen ke distributor, terus ke agent.
- Perlu waktu untuk men-deliver produk dari penjual ke konsumen se-Indonesia.
- Di agent dan pengecer, kadang produk tidak langsung terjual. Perlu proses.
- Maka pastikan produk tetap aman (nggak mudah rusak). Ini penting.
- Sekian kali dioper, pastikan produknya ringan dan kecil sehingga hemat ongkir.

Ketiga, jual pada penjual. Omset dan income kita bisa naik WOW BANGET alias eksponensial dalam waktu singkat, kalau kita berhasil melakukan ini. Penjual di sini mungkin disebut franchise, lisensi, distributor, dan agent. Jangan mengandalkan jual sendiri.

Keempat, punya mentor. Ya, punya mentor. Kadang kita belum mampu melihat peluang dan bahaya tertentu, TAPI mentor sudah duluan melihatnya. Kok bisa? Karena mentor sudah pernah mengalami, bahkan berkali-kali.

Catat ya, Nabi Muhammad aja punya dua mentor bisnis, yaitu pamannya dan istrinya. Bung Karno pun punya mentor politik, yaitu HOS Tjokroaminoto. Padahal mereka ini orang-orang hebat lho.

Kelima, fokus. Awalnya saya punya ratusan mitra yang PSBB alias Penjual Serabutan Berskala Besar, hehe. Kemudian saya minta mereka untuk FOKUS. Pilih. Boleh produk saya, boleh produk yang lain. Mereka nurut.

Apa yang terjadi? Income mereka naik drastis 3X sampai 20X dalam hitungan bulan. Tanya mereka deh kalau nggak percaya. Saran, kalau omset Anda masih ratusan juta rupiah sebulan, baiknya fokus dulu. Ini rumus dasar untuk sukses. Pemula yah harus fokus.

Mungkin sebagian Anda merasa baik-baik saja. Jual macam-macam produk. Omset puluhan juta sebulan. Saya tantang ya. Coba Anda pilih 1 atau 2 produk. Singkirkan yang lain. Terus, tetap fokus di 1 atau 2 produk itu selama 6 atau 9 bulan. Niscaya Anda akan mengalami keajaiban.

Saya membina orang bukan satu-dua tahun. Tapi sudah belasan tahun. Kelima tips tadi sudah saya uji pada ratusan ribu orang. Pada akhirnya, besar harapan saya, semoga teman-teman semua juga bisa naik income besar-besaran, sehingga bisa bersedekah lebih sering dan juga besar-besaran. Aamiin.
VIRAL

Inilah 4 tulisan ringkas saya yang sempat viral di Instagram @ipphoright

- 5 Tips Lunas Utang
- 5 Tips Anti Bokek
- Tajir Melintir
- Income Tambahan

Saran saya, teman-teman simak deh. Copas juga boleh. Sangat solutif, insya Allah.
DAGANG SANA, GAK USAH MALU!

Ada kisah yang unik dan menarik di Pesantren Tebuireng saat diasuh KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri NU. Beliau meliburkan kegiatan mengaji pada hari Selasa, karena beliau memiliki usaha di berbagai tempat.

Ini gambaran bahwa beliau memiliki perhatian khusus pada bidang ekonomi. Fakta ini disampaikan oleh cucu beliau yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (almarhum).

"Wahai putra-putra bangsa yang cerdik-pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan suatu badan usaha di setiap kota dan otonom, untuk menghidupi para pendidik dan mencegah laju kemaksiatan,” kurang-lebih inilah seruan KH Hasyim Asy’ari suatu ketika.

Itu adalah seruan entrepreneurship dari KH Hasyim Asy’ari. Selain itu, beliau juga seorang nasionalis. Ia bersama ulama-ulama lainnya sempat mempelopori Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 dalam rangka mengusir penjajah.

Bagaimana dengan pendiri Muhammadiyah?

KH Ahmad Dahlan selain pendiri Muhammadiyah, juga dikenal sebagai wirausahawan yang berhasil dengan bisnis batiknya yang saat itu merupakan komoditas yang cukup diminati masyarakat. Ia sebagai entrepreneur kemudian mendirikan penerbitan buku dan majalah.

Alhamdulillah, saya bersama mitra-mitra pernah berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. Jelas, beliau-beliau adalah entrepreneur. Kyai yang entrepreneur. Entrepreneur yang kyai. Komplit.

Sudah sepantasnya kita mengikuti dan meneladani. Ayo dagang, ayo bisnis! Dan gak usah malu! Bangga mestinya. Kenapa bangga? Pertama, karena telah mengikuti sang teladan. Kedua, karena telah membuka lapangan kerja, setidaknya buat dirinya sendiri.

Siap? 😎
PERNAH BLUSUKAN?

Di IG, barusan saya posting tentang blusukan. Tapi di sini, insya Allah saya akan bahas lebih mendalam. Terutama dari sisi bisnis dan leadership. Semoga bermanfaat ya.....

Menurut saya, blusukan itu bagus. Bukankah Umar bin Khattab telah memberikan contoh? Dan baiknya sang leader itu blusukan sesekali, bukan setiap hari. Kalau sepanjang hari, setiap hari, pada akhirnya sang leader nggak punya waktu lagi untuk hal-hal yang lebih strategis......

Jadi, blusukan itu:
- Sesekali, bukan setiap hari
- Lebih kenal dan lebih empati
- Bicara dari hati ke hati
- Menyamakan visi dan misi
- Silaturahim dengan keluarga inti

Manfaat yang paling membekas bagi saya ketika blusukan ke rumah mitra-mitra adalah lebih mengenal dan lebih berempati. Berada di rumah mereka, sedikit-banyak saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Karena manfaat itulah, sebelum pandemi, saya rutin blusukan ke rumah mitra-mitra.....

Ini nggak main-main. Saya lihat kawasan tempat mereka tinggal. Pas masuk, saya lihat perabot-perabotnya. Saya lihat juga wajah anak-anak dan orangtuanya. Masya Allah. Jelas, saya bisa merasakan perjuangan dan kerja keras mereka.....

Saya pun blusukan ke mana-mana. Mulai dari Medan, Pantai Cermin, Bukittinggi, Matur, Depok, Bekasi, Cibinong, Bogor, Sukabumi, Karawang, Cikarang, Cikampek, Pamulang, Karawaci, Tegal, Cirebon, Purwokerto, Gunung Kidul, Klaten, Solo, Sragen, Madiun, Sidoarjo, Kediri, Jember, sampai ke berbagai titik di Jakarta.....

Nggak semua rumah yang saya kunjungi, saya posting di IG. Nggak semua. Banyak lagi yang lain. Kalau dari segi jarak, rata-rata yah jauh. Lelah? Memang lelah, tapi insya Allah menyenangkan dan mudah-mudahan mengundang berkah.....

Alhamdulillah, pas di rumah mereka, saya jadi tahu barang mana yang laku, barang mana yang nggak laku (produk-produk lain). Saya juga tahu kendala-kendala para distributor di lapangan. Agar nggak terjadi penumpukan stok, salah satu saran saya kepada mereka adalah fokus. Jangan lagi palugada.....

Alhamdulillah, sejak dipraktekkan, ini sangat berdampak pada kehidupan mereka. Nafkah mereka jadi jauh lebih baik. Kesibukan pun turun drastis. Setidaknya, dengan bertamu ke rumah mereka, saya berusaha lebih mengenal mereka dan membersamai perjuangan mereka. Insya Allah.....

Jangan sampai saya jadi leader yang cuma peduli sama profit doang. Tapi sama mitra, nggak peduli sama sekali. Ya Allah, jangan sampai seperti itu. Memang ikhtiar saya ini masih jauh dari sempurna. Namun saya coba berbenah. Terus-menerus berbenah.....

Untuk tim. Untuk semua. Bismillah.....
Seumur-umur IG live, baru kali ini saya sampai meneteskan air mata. Kisah entrepreneurship yang benar-benar amazing. Penting banget, terutama buat ibu-ibu...

https://www.instagram.com/tv/CCcjCPGFGNS/?igshid=199udt4ymh1ya
Saya sempat meneteskan air mata ketika melihat video ini. Istri saya juga.

Jelas, Indonesia tengah berduka. Hampir 100 nakes dan dokter yang telah berpulang karena Covid-19.

Lagu ini dibawakan oleh vokalis baru Ada Band dan eks-vokalis Drive. Sebagai wujud kepedulian. Simak deh.

https://www.instagram.com/tv/CCjvHYPFN4T/?igshid=118q30w7qblb0
Slank, tau kan?

Kebayang kalau vokalisnya, Mas Kaka, bawain Hymne Guru?

Saya mengajak Mas Kaka dan Mas Takaeda di project ini, karena sebelumnya sempat resah. Ya, sempat resah.

Kenapa?

Begini. Bukan sekali dua kali, kita ini membanggakan mentor-mentor bisnis. Termasuk ustadz-ustadz yang baru kita kenal.

Tapi pernahkah kita membanggakan dan mendoakan guru-guru kita di sekolah? Pernahkah?

Padahal, apa jadinya kita ini kalau tidak diajar oleh beliau-beliau? Apa jadinya kita ini kalau tidak didoakan beliau-beliau?

Ya Allah, betapa lalai dan abainya kita selama ini.

Saya pun ingin mendengar kesan-kesan dari teman-teman selama diajar oleh guru-guru di sekolah. Berbagi pengalaman, boleh ya?

Silakan komen di IG saya. Serunya, 10 komen terbaik insya Allah saya hadiahi buku Percepatan Rezeki plus tandatangan saya.

Cuma itu? Ada juga hadiah hiburan sebesar Rp 100 ribu untuk 7 orang. Jadi, totalnya ada 17 pemenang. Mau? Yuk komen sekarang...

https://www.instagram.com/tv/CCwlrn-lpCr/?igshid=z287359uz065