Bagi saya, visi bukan saja penting tapi juga penentu. Ini saya sampaikan kemarin ketika berseminar di raker direksi PLN.
Walau tidak sekantor, walau tidak seruangan, mereka yang #sevisi bisa bekerjasama. Itu menurut saya.
Orang-orang hebat perlu dikumpulkan. Tapi yang lebih perlu adalah orang-orang sevisi. Saya yakin Anda setuju dengan saya.
Begini. Ada persamaan besar antara visi, misi, target, niat, dan impian. Ini semacam arah. Dalam melangkah, yang paling penting itu arah, bukan kecepatan, bukan kekuatan.
Segala target yang ditetapkan oleh perusahaan hendaknya menjadi doa (diselaraskan) dengan keluarga masing-masing dan tim di kantor. Beda dampaknya.
Demikian pula impian pribadi setiap karyawan yang harus selaras dengan keluarganya. Maka dari itu, proaktif-lah. Maksudnya keselarasan impian itu harus dimulai dari keluarga
Saat orang selaras dengan keluarganya, maka visi dan impian akan lebih mudah tercapai. Demikian pula sebaliknya. Bila tidak selaras, apa-apa jadi sulit tercapai.
Think.
Walau tidak sekantor, walau tidak seruangan, mereka yang #sevisi bisa bekerjasama. Itu menurut saya.
Orang-orang hebat perlu dikumpulkan. Tapi yang lebih perlu adalah orang-orang sevisi. Saya yakin Anda setuju dengan saya.
Begini. Ada persamaan besar antara visi, misi, target, niat, dan impian. Ini semacam arah. Dalam melangkah, yang paling penting itu arah, bukan kecepatan, bukan kekuatan.
Segala target yang ditetapkan oleh perusahaan hendaknya menjadi doa (diselaraskan) dengan keluarga masing-masing dan tim di kantor. Beda dampaknya.
Demikian pula impian pribadi setiap karyawan yang harus selaras dengan keluarganya. Maka dari itu, proaktif-lah. Maksudnya keselarasan impian itu harus dimulai dari keluarga
Saat orang selaras dengan keluarganya, maka visi dan impian akan lebih mudah tercapai. Demikian pula sebaliknya. Bila tidak selaras, apa-apa jadi sulit tercapai.
Think.