27 Januari (setelah maghrib), saya ada acara di Jakarta bareng Ust Shamsi, Dude Harlino, Opick dll...
Teman-teman pengen ikutan? Ntar dikabari lagi ya...
Teman-teman pengen ikutan? Ntar dikabari lagi ya...
Jatuh cinta, berjuta rasanya.
Jatuh cinta, berjuta rupiahnya.
Hehehe.
Pria dilarang jatuh cinta kalau nggak punya rupiah. Apa iya? Iya, kurang-lebih begitu. Bukankah mahar dan walimah memang tanggung-jawab pria?
🤣🤣🤣
Jatuh cinta, berjuta rupiahnya.
Hehehe.
Pria dilarang jatuh cinta kalau nggak punya rupiah. Apa iya? Iya, kurang-lebih begitu. Bukankah mahar dan walimah memang tanggung-jawab pria?
🤣🤣🤣
Saya senang sekali pagi ini. Kenapa? Bertemu dengan peserta training 'Internet Marketing'. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia. Wajah mereka antusias-antusias.
Di sana saya beserta tim berusaha mengajarkan ilmu #InternetMarketing atau #DigitalMarketing. Ini benar-benar solusi, menurut saya.
Kita tidak harus punya ruko. Kita tidak harus paham produksi. Bisa dari rumah. Bisa terukur hasilnya. Sesuatu yang terukur itu penting. Hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan.
Bagi saya, kalaupun seminggu kita capek-capek belajar Internet Marketing, yah nggak masalah. Toh, langsung kelihatan hasilnya. Betul apa betul?
Begini. Soal Internet Marketing, teman-teman boleh belajar dengan siapa saja, nggak harus dengan saya. Yang penting, ilmunya terbukti dan pengajarnya terpercaya.
Sektor industri kecil dan menengah (IKM) harusnya merespons sungguh-sungguh atas jumlah pengguna internet di Indonesia, yang diperkirakan mencapai 93,4 juta orang. Ya, hampir 100 juta orang. It's a big market.
Istilah saya, internet adalah 'now market' dan 'next market'. Sekarang, besar. Ke depan, lebih besar lagi. Akankah kita diam saja? Maka, berhentilah jadi penonton. Saatnya jadi pemain.
Pada akhirnya, belajarlah ilmu Internet Marketing. Boleh belajar dengan siapa saja, nggak harus dengan saya. Semoga berkah berlimpah.
Di sana saya beserta tim berusaha mengajarkan ilmu #InternetMarketing atau #DigitalMarketing. Ini benar-benar solusi, menurut saya.
Kita tidak harus punya ruko. Kita tidak harus paham produksi. Bisa dari rumah. Bisa terukur hasilnya. Sesuatu yang terukur itu penting. Hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan.
Bagi saya, kalaupun seminggu kita capek-capek belajar Internet Marketing, yah nggak masalah. Toh, langsung kelihatan hasilnya. Betul apa betul?
Begini. Soal Internet Marketing, teman-teman boleh belajar dengan siapa saja, nggak harus dengan saya. Yang penting, ilmunya terbukti dan pengajarnya terpercaya.
Sektor industri kecil dan menengah (IKM) harusnya merespons sungguh-sungguh atas jumlah pengguna internet di Indonesia, yang diperkirakan mencapai 93,4 juta orang. Ya, hampir 100 juta orang. It's a big market.
Istilah saya, internet adalah 'now market' dan 'next market'. Sekarang, besar. Ke depan, lebih besar lagi. Akankah kita diam saja? Maka, berhentilah jadi penonton. Saatnya jadi pemain.
Pada akhirnya, belajarlah ilmu Internet Marketing. Boleh belajar dengan siapa saja, nggak harus dengan saya. Semoga berkah berlimpah.
Meski uang terbatas, meski waktu terbatas, sempatkan untuk belajar.
Tadi pagi barusan saya posting artikel soal penafkahan di FB. Penting banget.
Saya berharap para pria membacanya, karena itu memang tanggung-jawab pria.
Sayangnya, banyak pria yang belum sadar soal itu dan kita perlu menyadarkan mereka.
Caranya? Simple saja. Silakan share artikel di FB ini seluas-luasnya. Biar mereka baca >> https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1849247005117493&id=144175158958028
Saya berharap para pria membacanya, karena itu memang tanggung-jawab pria.
Sayangnya, banyak pria yang belum sadar soal itu dan kita perlu menyadarkan mereka.
Caranya? Simple saja. Silakan share artikel di FB ini seluas-luasnya. Biar mereka baca >> https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1849247005117493&id=144175158958028
Internet dengan segala potensinya tidak bisa dianggap enteng. Setiap harinya bertambah orang-orang yang mencoba bahkan aktif di internet. Mungkin Anda juga melihat fenomena ini terjadi di sekitar Anda.
Maraknya bisnis berbasis internet ini bisa dilihat dari data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menyebut, sepanjang tahun 2017 terdapat 1.600 perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air.
Data lain yang dirilis StartUpRanking juga menyebut Indonesia berada di urutan ke-4 negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, India, dan Inggris.
Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santoso Sungkari mengungkapkan, dengan jumlah sebanyak itu, seharusnya keberadaan startup bisa memberikan sumbangan signifikan bagi ekonomi nasional.
Sayangnya, menurut Hari Santoso, dari sekitar 1.600 startup tersebut, hanya beberapa saja yang terlihat eksistensinya, sedangkan sebagian besar masih berskala kecil. Tulisan ini dikutip dari Sindo.
Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia untuk Startup Indonesia, Jefri R Sirait menambahkan, nilai transaksi di bidang e-commerce pada tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp160 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding 2016 di mana transaksi e-commerce-nya hanya di kisaran Rp70 triliun.
Data-data di atas menunjukkan bahwa kian bertambah orang-orang yang aktif dan bertransaksi di internet. Ini peluang bagi kita semua. Bukan saja bagi market place. Maka, sudah saatnya kita semua jadi pemain, melek internet, bukan sekadar jadi penonton.
Maraknya bisnis berbasis internet ini bisa dilihat dari data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menyebut, sepanjang tahun 2017 terdapat 1.600 perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air.
Data lain yang dirilis StartUpRanking juga menyebut Indonesia berada di urutan ke-4 negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, India, dan Inggris.
Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santoso Sungkari mengungkapkan, dengan jumlah sebanyak itu, seharusnya keberadaan startup bisa memberikan sumbangan signifikan bagi ekonomi nasional.
Sayangnya, menurut Hari Santoso, dari sekitar 1.600 startup tersebut, hanya beberapa saja yang terlihat eksistensinya, sedangkan sebagian besar masih berskala kecil. Tulisan ini dikutip dari Sindo.
Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia untuk Startup Indonesia, Jefri R Sirait menambahkan, nilai transaksi di bidang e-commerce pada tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp160 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding 2016 di mana transaksi e-commerce-nya hanya di kisaran Rp70 triliun.
Data-data di atas menunjukkan bahwa kian bertambah orang-orang yang aktif dan bertransaksi di internet. Ini peluang bagi kita semua. Bukan saja bagi market place. Maka, sudah saatnya kita semua jadi pemain, melek internet, bukan sekadar jadi penonton.
#JalanJalan tak melulu duniawi. Tergantung bagaimana kita meniatkan. Saat travelling, kita bisa merenungi sejarah, men-tadabur alam, dan mensyukuri nikmat. Kalau sudah begini, insya Allah travelling bukan lagi kegiatan yang sia-sia.
Profesi dan posisi saya sebagai entrepreneur dan motivator mengharuskan saya untuk jalan-jalan. Memberi manfaat, berbagi semangat. Kadang menggalang dana untuk masyarakat setempat. Semoga dihitung malaikat, dianggap amal kelak di akhirat. Aamiin.
Kembali soal jalan-jalan. Sejarah Islam mengenal para penjelajah (Ibnu Battuta, Cheng Ho, dll). Bahkan agama Islam memudahkan dan memuliakan para musafir. Imam Syafii juga menganjurkan kita untuk menjelajah negeri-negeri.
Kitab Suci pun menganjurkan kita untuk mengenal suku-suku dan bangsa-bangsa. Nah, amat sulit bagi kita untuk mengenali suku-suku dan bangsa-bangsa kalau kita diam saja di tempat tinggal kita. Betul apa betul?
Go travelling!
Profesi dan posisi saya sebagai entrepreneur dan motivator mengharuskan saya untuk jalan-jalan. Memberi manfaat, berbagi semangat. Kadang menggalang dana untuk masyarakat setempat. Semoga dihitung malaikat, dianggap amal kelak di akhirat. Aamiin.
Kembali soal jalan-jalan. Sejarah Islam mengenal para penjelajah (Ibnu Battuta, Cheng Ho, dll). Bahkan agama Islam memudahkan dan memuliakan para musafir. Imam Syafii juga menganjurkan kita untuk menjelajah negeri-negeri.
Kitab Suci pun menganjurkan kita untuk mengenal suku-suku dan bangsa-bangsa. Nah, amat sulit bagi kita untuk mengenali suku-suku dan bangsa-bangsa kalau kita diam saja di tempat tinggal kita. Betul apa betul?
Go travelling!
27 Januari (setelah maghrib), saya ada acara di Jakarta bareng Ust Shamsi, Dude Harlino, Opick dll...
Ntar dikabari lagi ya detailnya...
Ntar dikabari lagi ya detailnya...