Kemarin ceritanya saya nganterin istri saya ke pengajian khusus muslimah. Eh, tahu-tahu di sana saya diminta sama Aa Gym untuk ikutan sharing. Jadilah saya berada di tengah guru-guru. Alhamdulillah, rezeki... Saya pribadi kenal Aa Gym sejak belasan tahun yll. Teramat banyak ilmu dan hikmah yang saya petik dari beliau... Nggak nyangka, cucu beliau sekarang ada 7 orang. Semoga beliau, keluarga beliau, dan keturunan beliau selalu sehat, dinaungi rahmatnya Allah. Demikian pula guru-guru kita yang lain. Aamiin...
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Sempat viral nih
Silaturahim itu membuat badan sehat dan umur panjang. Tentunya, dengan izin Allah. Dan ini telah terbukti di Roseto, Pennsylvania.
Robert Waldinger, direktur yang ke-4 dalam sebuah studi yang berlangsung selama 75 tahun, menyatakan, "Good relationships keep us happier and healthier.” Ya, hubungan baik membuat orang lebih bahagia dan lebih sehat.
Orang sakit bahkan lebih cepat sembuhnya dengan silaturahim. Setidaknya ia merasa senang dan meningkat harapan sembuhnya, ketika dijenguk terus didoakan. Betul apa betul?
Dalam ibadah-ibadah, kita juga dipertemukan dengan orang banyak alias silaturahim. Misalnya, subuh berjamaah, zakat (bertemunya dua kelompok yang berbeda kekuatan ekonominya), buka puasa bersama, serta umrah dan haji.
Begitulah. Silaturahim itu membuat badan sehat dan umur panjang. Bahkan rezeki pun jadi lebih lancar. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Robert Waldinger, direktur yang ke-4 dalam sebuah studi yang berlangsung selama 75 tahun, menyatakan, "Good relationships keep us happier and healthier.” Ya, hubungan baik membuat orang lebih bahagia dan lebih sehat.
Orang sakit bahkan lebih cepat sembuhnya dengan silaturahim. Setidaknya ia merasa senang dan meningkat harapan sembuhnya, ketika dijenguk terus didoakan. Betul apa betul?
Dalam ibadah-ibadah, kita juga dipertemukan dengan orang banyak alias silaturahim. Misalnya, subuh berjamaah, zakat (bertemunya dua kelompok yang berbeda kekuatan ekonominya), buka puasa bersama, serta umrah dan haji.
Begitulah. Silaturahim itu membuat badan sehat dan umur panjang. Bahkan rezeki pun jadi lebih lancar. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Sejauh mana kita melek internet? Sejauh mana kita menghasilkan uang dari internet? Data Internet World Stats menyebutkan bahwa penetrasi pengguna internet dunia berada di angka 51,7 persen populasi dunia. Ini sebuah angka yang wow!
Menurut Cisco, penetrasi internet di Indonesia pada 2016 telah mencapai 33% dari total populasi. Penetrasi tersebut diprediksi terus meningkat hingga 66% dari total populasi pada 2021. Sedangkan rata-rata speed internet nasional akan meningkat jadi 16,0 Mbps.
CEO Strategic Development Tokopedia Doni Nathaniel menyatakan, perkembangan dunia digital di Indonesia sejalan dengan penetrasi internet di Indonesia yang terus meningkat. Disebutkan, penetrasi internet di Indonesia merupakan yang TERTINGGI di Asia Tenggara! Wow!
Caesar Sengupta, VP Product Management Google, menyebut bahwa Indonesia, India, Filipina, dan Brazil merupakan negara-negara utama yang berpotensi menyumbang tambahan pengguna terbesar bagi aplikasi-aplikasi bikinan Google.
Di Indonesia, 72 persen orang mengakses internet melalui ponsel pintarnya (smartphone). Ya, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara yang mengakses internet menggunakan ponsel pintar.
Ingat, internet adalah pasar. Bahkan pasar yang sangat dekat. Sedekat smartphone kita, terutama saat kita mengambilnya dari kantong kita. Sejauh mana kita melek internet? Sejauh mana kita menghasilkan uang dari internet? Apakah kita hanya jadi penonton dan konsumen saja di internet?
Think.
Menurut Cisco, penetrasi internet di Indonesia pada 2016 telah mencapai 33% dari total populasi. Penetrasi tersebut diprediksi terus meningkat hingga 66% dari total populasi pada 2021. Sedangkan rata-rata speed internet nasional akan meningkat jadi 16,0 Mbps.
CEO Strategic Development Tokopedia Doni Nathaniel menyatakan, perkembangan dunia digital di Indonesia sejalan dengan penetrasi internet di Indonesia yang terus meningkat. Disebutkan, penetrasi internet di Indonesia merupakan yang TERTINGGI di Asia Tenggara! Wow!
Caesar Sengupta, VP Product Management Google, menyebut bahwa Indonesia, India, Filipina, dan Brazil merupakan negara-negara utama yang berpotensi menyumbang tambahan pengguna terbesar bagi aplikasi-aplikasi bikinan Google.
Di Indonesia, 72 persen orang mengakses internet melalui ponsel pintarnya (smartphone). Ya, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara yang mengakses internet menggunakan ponsel pintar.
Ingat, internet adalah pasar. Bahkan pasar yang sangat dekat. Sedekat smartphone kita, terutama saat kita mengambilnya dari kantong kita. Sejauh mana kita melek internet? Sejauh mana kita menghasilkan uang dari internet? Apakah kita hanya jadi penonton dan konsumen saja di internet?
Think.
Saat kita kehilangan sesuatu, barulah kita sadar dan bangkit, terus meraih satu demi satu.
Berani mencoba dan bersegera, niscaya kita akan mendapatkan lebih ketimbang orang rata-rata. Hindari penundaan.
Kalau Papua Nugini punya 830-an bahasa, maka Indonesia punya 700-an bahasa, di mana masing-masing bahasa itu berbeda dan digunakan aktif oleh warga negaranya. Dahsyat ya.
Ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan ragam bahasa terbanyak. Ya, peringkat kedua. Saya pernah dua kali ke NTT. Ternyata mereka yang tinggal di daerah bersebelahan saja, bisa beda bahasanya.
Selain peringkat, ragam bahasa ini juga mengantarkan Indonesia pada keuntungan-keuntungan tersendiri. Riset-riset menyimpulkan, mampu berbicara lebih dari satu bahasa akan menambah kosakata, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan mencegah penuaan dini.
Weekend ini saya berada di Banyuwangi dan Jember. Dari segi bahasa, mereka tidak jauh berbeda. Sama-sama Jawa Timur tho? Tapi dari segi logat, nah jelas-jelas berbeda. Begitulah Indonesia, begitu kaya dan beragam.
Saya selalu menyarankan teman-teman saya dan keluarga saya untuk memahami bahasa setempat. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kurang-lebih yah begitu. Niscaya ini akan memudahkan kita dalam menjalankan bisnis dan karier.
Bahasa adalah komponen utama dalam berkomunikasi. Ya, komponen utama. Ketidakpekaan kita dalam memahami bahasa dan logat bisa membuat komunikasi kita tersendat-sendat. Ini akan berdampak pada bisnis dan karier.
Pada akhirnya, cobalah pelajari. Pahami. Setidaknya, pelajari kata-kata yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan ragam bahasa terbanyak. Ya, peringkat kedua. Saya pernah dua kali ke NTT. Ternyata mereka yang tinggal di daerah bersebelahan saja, bisa beda bahasanya.
Selain peringkat, ragam bahasa ini juga mengantarkan Indonesia pada keuntungan-keuntungan tersendiri. Riset-riset menyimpulkan, mampu berbicara lebih dari satu bahasa akan menambah kosakata, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan mencegah penuaan dini.
Weekend ini saya berada di Banyuwangi dan Jember. Dari segi bahasa, mereka tidak jauh berbeda. Sama-sama Jawa Timur tho? Tapi dari segi logat, nah jelas-jelas berbeda. Begitulah Indonesia, begitu kaya dan beragam.
Saya selalu menyarankan teman-teman saya dan keluarga saya untuk memahami bahasa setempat. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kurang-lebih yah begitu. Niscaya ini akan memudahkan kita dalam menjalankan bisnis dan karier.
Bahasa adalah komponen utama dalam berkomunikasi. Ya, komponen utama. Ketidakpekaan kita dalam memahami bahasa dan logat bisa membuat komunikasi kita tersendat-sendat. Ini akan berdampak pada bisnis dan karier.
Pada akhirnya, cobalah pelajari. Pahami. Setidaknya, pelajari kata-kata yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Training IM angkatan 13 sudah penuh. Mohon maaf bagi teman-teman yang tidak kebagian seat.
Apalah arti sebuah nama? Ujar seorang pujangga. Dia keliru. Nama sangatlah berarti. Terbukti, dia bangga dengan namanya dan tidak mau diganti namanya.
Menurut survey, wanita dengan nama Jennifer dipersepsi lebih cantik daripada wanita dengan nama Gertrude. Memang, ini hanya persepsi. Tapi, bukankah segala sesuatu berawal dari persepsi (first impression)?
Di Barat, sebuah riset dilakukan oleh situs The Knowledge Academy untuk mengetahui nama-nama wanita seperti apa yang cenderung sukses berkarier.
Mereka pun berusaha mencari tahu nama-nama wanita dari 500 ribu CV. Tepatnya, data ini berupa nama depan dan gaji tahunan mereka. Ternyata seru juga.
Dan inilah tiga nama wanita yang menurut riset berpendapatan besar, yaitu Lily, Isabella, dan Ella. Selain itu, nama-nama wanita lain yang menurut riset berpendapatan besar adalah Amelia, Emily, Mia, Jessica, dan Olivia.
Tentu saja, ini di Barat. Bukan di Indonesia.
Dalam Islam, nama itu doa. Hendaknya dipilih yang baik-baik. Nabi Muhammad bahkan pernah mengganti nama seseorang karena nama orang itu mengandung makna yang tidak baik.
Adapun umat Kristiani berpegang pada Amsal 22:1 yaitu, "Lebih utama memilih nama yang baik daripada kekayaan yang melimpah." Ya, nama bukan sesuatu yang sepele.
Maka, sudah semestinya kita berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam memilih nama atau merek (brand). Jangan asal. Jangan dangkal. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Menurut survey, wanita dengan nama Jennifer dipersepsi lebih cantik daripada wanita dengan nama Gertrude. Memang, ini hanya persepsi. Tapi, bukankah segala sesuatu berawal dari persepsi (first impression)?
Di Barat, sebuah riset dilakukan oleh situs The Knowledge Academy untuk mengetahui nama-nama wanita seperti apa yang cenderung sukses berkarier.
Mereka pun berusaha mencari tahu nama-nama wanita dari 500 ribu CV. Tepatnya, data ini berupa nama depan dan gaji tahunan mereka. Ternyata seru juga.
Dan inilah tiga nama wanita yang menurut riset berpendapatan besar, yaitu Lily, Isabella, dan Ella. Selain itu, nama-nama wanita lain yang menurut riset berpendapatan besar adalah Amelia, Emily, Mia, Jessica, dan Olivia.
Tentu saja, ini di Barat. Bukan di Indonesia.
Dalam Islam, nama itu doa. Hendaknya dipilih yang baik-baik. Nabi Muhammad bahkan pernah mengganti nama seseorang karena nama orang itu mengandung makna yang tidak baik.
Adapun umat Kristiani berpegang pada Amsal 22:1 yaitu, "Lebih utama memilih nama yang baik daripada kekayaan yang melimpah." Ya, nama bukan sesuatu yang sepele.
Maka, sudah semestinya kita berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam memilih nama atau merek (brand). Jangan asal. Jangan dangkal. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Anda punya smartphone?
Di Indonesia, ternyata 72 persen orang mengakses internet melalui ponsel pintarnya (smartphone). Ya, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara yang mengakses internet menggunakan ponsel pintar.
Ingat, internet adalah pasar yang sangat besar. Bahkan pasar yang sangat dekat. Sedekat jarak tangan kita ke smartphone kita. Nah, sejauh mana kita melek internet? Sejauh mana kita menghasilkan uang dari internet? Apakah kita hanya jadi penonton dan konsumen saja di internet?
Ada baiknya kita ikut jadi pemain. Mulai sebisanya. Action sebisanya.
Di Indonesia, ternyata 72 persen orang mengakses internet melalui ponsel pintarnya (smartphone). Ya, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara yang mengakses internet menggunakan ponsel pintar.
Ingat, internet adalah pasar yang sangat besar. Bahkan pasar yang sangat dekat. Sedekat jarak tangan kita ke smartphone kita. Nah, sejauh mana kita melek internet? Sejauh mana kita menghasilkan uang dari internet? Apakah kita hanya jadi penonton dan konsumen saja di internet?
Ada baiknya kita ikut jadi pemain. Mulai sebisanya. Action sebisanya.
Bekerja keras (work your hardest) dan berpikir positive (stay positive) akan membuahkan hasil.
Buku gratis...
Kali ini saya akan bagi-bagi hadiah berupa 5 buku GRATIS...
Teman-teman minat? Klik >> http://bit.ly/rahasiaippho
Kali ini saya akan bagi-bagi hadiah berupa 5 buku GRATIS...
Teman-teman minat? Klik >> http://bit.ly/rahasiaippho
Di seminar kali ini, saya akan bagi-bagi hadiah berupa 5 buku GRATIS...
Menariknya, di sini saya nggak tampil sendiri. Hadir juga pakar-pakar lainnya...
Teman-teman minat? Klik >> http://bit.ly/rahasiaippho
Kesempatan sangat terbatas!
Menariknya, di sini saya nggak tampil sendiri. Hadir juga pakar-pakar lainnya...
Teman-teman minat? Klik >> http://bit.ly/rahasiaippho
Kesempatan sangat terbatas!
Membaca buku tidaklah sama dengan membaca socmed. Di buku ada penyampaian ilmu yang lebih matang dan lebih mendalam.
Sebuah riset pada 2013 di Emory University membandingkan hasil pemindaian otak antara orang yang gemar membaca dan yang tidak lewat pemindaian MRI. Sebelumnya, setiap peserta diminta untuk membaca buku literatur klasik.
Peneliti menemukan ternyata aktivitas otak mereka yang hobi membaca meningkat di area pemahaman bahasa dan visualisasi gerakan. Kedua area otak itu berperan penting dalam membangun emosi dan empati seseorang.
Di samping bisa meningkatkan rasa empati terhadap orang lain, membaca buku juga berpengaruh pada kesehatan fisik. Membaca buku memberikan ketenangan dan menurunkan tekanan darah.
Terlepas dari itu, bacaan menyajikan sebuah dunia imajinasi dan alternatif sebagai pelarian sementara dari masalah dunia nyata. Oleh karena itu, membaca buku bisa jadi terapi pencegah stress dan depresi.
Mari rutinkan membaca. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Sebuah riset pada 2013 di Emory University membandingkan hasil pemindaian otak antara orang yang gemar membaca dan yang tidak lewat pemindaian MRI. Sebelumnya, setiap peserta diminta untuk membaca buku literatur klasik.
Peneliti menemukan ternyata aktivitas otak mereka yang hobi membaca meningkat di area pemahaman bahasa dan visualisasi gerakan. Kedua area otak itu berperan penting dalam membangun emosi dan empati seseorang.
Di samping bisa meningkatkan rasa empati terhadap orang lain, membaca buku juga berpengaruh pada kesehatan fisik. Membaca buku memberikan ketenangan dan menurunkan tekanan darah.
Terlepas dari itu, bacaan menyajikan sebuah dunia imajinasi dan alternatif sebagai pelarian sementara dari masalah dunia nyata. Oleh karena itu, membaca buku bisa jadi terapi pencegah stress dan depresi.
Mari rutinkan membaca. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Siapa sangka, transaksi belanja online yang dibukukan selama program Hari Belanja Online (Harbolnas) pada tahun ini menembus Rp 4 triliun selama 3 hari. Bayangkan, 4 T selama 3 hari.
Adrian Panggabean dari CIMB Niaga mengungkapkan omzet Harbolnas menembus Rp4 triliun, lebih tinggi ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Ya, transaksinya terus meningkat mencapai 4 kali dalam 3 tahun, bahkan mencapai 60 kali dalam 5 tahun.
Belum lagi transaksi yang terjadi via Facebook, Instagram, WhatsApp, Blackberry yang tidak terlacak oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Ditjen Pajak. Boleh dibilang, internet memang pasar yang teramat dahsyat.
Ketika Harbolnas, omset Lazada (bagian dari Alibaba) naik hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasa. Adapun transaksi di Gramedia.com naik 40.000 persen.
Saat ini, omset penjualan e-commerce di Indonesia berada di sekitar 3,5% dari PDB. Di Amerika, rasionya sekitar 6% sampai 8%. Jadi e-commerce Indonesia sebenarnya sudah relatif besar secara angka.
Kue ekonomi yang sedemikian besar, sudahkah kita menikmatinya? Atau sekedar tahu dan takjub saja? Ada baiknya kita mulai mempelajari dan mendalami digital marketing. Jadilah pemain. Jadilah pelaku.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Adrian Panggabean dari CIMB Niaga mengungkapkan omzet Harbolnas menembus Rp4 triliun, lebih tinggi ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Ya, transaksinya terus meningkat mencapai 4 kali dalam 3 tahun, bahkan mencapai 60 kali dalam 5 tahun.
Belum lagi transaksi yang terjadi via Facebook, Instagram, WhatsApp, Blackberry yang tidak terlacak oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Ditjen Pajak. Boleh dibilang, internet memang pasar yang teramat dahsyat.
Ketika Harbolnas, omset Lazada (bagian dari Alibaba) naik hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasa. Adapun transaksi di Gramedia.com naik 40.000 persen.
Saat ini, omset penjualan e-commerce di Indonesia berada di sekitar 3,5% dari PDB. Di Amerika, rasionya sekitar 6% sampai 8%. Jadi e-commerce Indonesia sebenarnya sudah relatif besar secara angka.
Kue ekonomi yang sedemikian besar, sudahkah kita menikmatinya? Atau sekedar tahu dan takjub saja? Ada baiknya kita mulai mempelajari dan mendalami digital marketing. Jadilah pemain. Jadilah pelaku.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Sesiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaan maka tidak akan dipercepat rezekinya," pesan Nabi Muhammad yang kemudian diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Maka, lakukan segala sesuatu dengan segera. Ya, segera. Bahkan ketika satu tugas sudah selesai, maka kerjakan tugas lain dengan segera. Jangan menunda. Demikianlah seruan Yang Maha Kuasa.
Menariknya, begitu kita menyelesaikan tugas yang penting, sebenarnya otak kita melepaskan hormon beta-endorphin. Hormon ini adalah remedi alami untuk kebahagiaan.
Dan hati-hati. Penundaan akan menggerus good mood. Penundaan akan mengundang kegagalan. Penundaan akan memantik masalah demi masalah.
Saran saya, "Selagi itu legal dan halal, ya sudah, lakukan saja. Jangan ditunda." Coba perhatikan kebiasaan orang-orang sukses. Mereka tidak suka menunda pekerjaan.
Gimana dengan Anda? Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Maka, lakukan segala sesuatu dengan segera. Ya, segera. Bahkan ketika satu tugas sudah selesai, maka kerjakan tugas lain dengan segera. Jangan menunda. Demikianlah seruan Yang Maha Kuasa.
Menariknya, begitu kita menyelesaikan tugas yang penting, sebenarnya otak kita melepaskan hormon beta-endorphin. Hormon ini adalah remedi alami untuk kebahagiaan.
Dan hati-hati. Penundaan akan menggerus good mood. Penundaan akan mengundang kegagalan. Penundaan akan memantik masalah demi masalah.
Saran saya, "Selagi itu legal dan halal, ya sudah, lakukan saja. Jangan ditunda." Coba perhatikan kebiasaan orang-orang sukses. Mereka tidak suka menunda pekerjaan.
Gimana dengan Anda? Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa.