Ippho Santosa - ipphoright
26.2K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Lelah belajar, itu jauh lebih baik daripada lelah mencoba tanpa ilmu.
Ilmu itu cahaya, menerangi hidup. Setiap uang dan waktu yang kita korbankan demi ilmu, niscaya akan berbalas.
Kalau sedekah itu berbalas, maka menuntut ilmu lebih berbalas. Pasti. Menuntut ilmu itu hukumnya wajib tho?
Kemarin (Ahad) saya barusan seminar bareng Pak Tung Desem Waringin dan Pak Andrie Wongso di Gedung RRI Jakarta. Ramai dan lancar alhamdulillah.

Saya perlu masukan dari teman-teman. Serius ini. Kira-kira ke depan, baiknya saya seminar tandem dengan siapa lagi ya?

Saya pribadi berusaha membuat seminar yang memuaskan harapan teman-teman. Saya tunggu ya masukan, jawaban, dan komen dari teman-teman di IG saya >> https://www.instagram.com/p/Ba0nuzahHej/
Seberapa besar impian kita?

Kalau kita percaya Allah itu #MahaBesar, tentu kita berani untuk bercita-cita besar. Kalau kita percaya Allah itu #MahaKaya, tentu kita berani untuk bercita-cita kaya. Tiada hal yang mustahil bagi-Nya.

Setiap orang punya impian. Ya, hampir setiap orang. Tapi siapakah yang hebat? Yang hebat adalah mereka yang punya impian untuk bangsanya dan agamanya. Bukan untuk perut dan dapurnya semata.

Seorang BJ Habibie bermimpi soal pesawat yang lebih ringan, lebih hemat, dan cocok untuk Indonesia. R80 namanya. Asli buatan Indonesia. Ini adalah impian yang besar dan luhur.

Bayangkan, kalau kita berhasil menerbangkan pesawat buatan sendiri, tentu akan jauh lebih mudah menghadirkan motor dan mobil buatan sendiri. Ah, betapa bangganya.

Terang saja, tidak semua pihak senang dengan niat mulia ini. Mereka merasa terusik. Mungkin pihak asing, mungkin importir otomotif, mungkin yang lainnya.

Tapi, kalau kita bergerak bersama-sama, insya Allah, apa-apa jadi lebih mudah. Beneran, jadi lebih mudah. Dan percayalah, hasil akhirnya juga indah. Mohon doa serta dukungan dari teman-teman semua.

Nah, itulah impian beliau. Bagaimana dengan kita? Bagi teman-teman yang punya impian atau hajat, silakan komen di IG saya. Sekali lagi, komen di IG saya. Insya Allah ketika senggang, saya akan baca-baca terus bantu aminkan.

Komennya hanya di sini ya >> https://www.instagram.com/p/Ba2yb1BhzO1/
Kabar penting nih...
Banyak yang kelewat...
Padahal sudah dikabari sejak Jumat...
Saya harap Anda siap...
Terima kasih ya atas respons teman-teman. Di IG saya. Alhamdulillah. Saya baca satu per satu.
Kadang, berseminar itu melelahkan. Kata siapa? Yah, kata saya. Namun demikian, tetap saya lakukan. Kenapa? Ternyata ada alasan tersendiri.

Ahad kemarin untuk kesekian kalinya saya seminar bareng Andrie Wongso dan Tung Desem Waringin, ikon-nya dunia seminar di tanah air. Boleh dibilang, mereka adalah gurunya guru. Right?

Seperti biasa, ticket for charity. Tepatnya untuk para pengungsi Rohingya melalui Dompet Dhuafa. Doakan ya, semoga beliau-beliau tetap sehat, panjang umur, dan lancar rezeki. Aamiin. Demikian pula para peserta seminar yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Selama 2 tahun terakhir, 60% seminar saya konsepnya sudah charity alias sosial. Peserta tetap bayar, tapi sayanya tidak dibayar. Kok nggak gratis saja? Kalau peserta digratiskan, kemungkinan besar mereka kurang serius.

Berdasarkan pengalaman saya, lebih baik peserta tetap bayar terus uang tiketnya saya donasikan. Kalau peserta nggak punya uang, gimana? Yah sudah, kerahkan tenaga. Bantu panitia mendapatkan 5 peserta berbayar. Bukan memelas, berharap dikasihani.

Meski lelah dan tidak ada uangnya, kenapa saya masih mengadakan seminar ini-itu, bahkan secara rutin? Saya ingin melihat perubahan, pada setiap peserta. Begitu mereka berubah, rasanya menyenangkan. Sangat menyenangkan.

Juga saya ingin kesibukan saya dalam seminar menjadi amal jariyah buat almarhum papa saya serta almarhum kakek-nenek saya. Meski tak seberapa, tentu rasanya melegakan saat kita tahu bahwa ada pahala yang mengalir buat orangtua manakala si anak berusaha berbuat baik dan mengajarkan ilmu.

Doakan saya, semoga niat saya tetap terjaga. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Luruskan niat, sempurnakan ikhtiar.

Sisanya, biar Allah yang aturkan.
Siapa sih yang nggak pernah malas? Saya pun pernah.

Berikut ini adalah tips-tips untuk mengatasinya.

Pertama, atur jadwal Anda dengan lebih baik. Sebisanya, buat daftar kegiatan harian Anda dalam sebuah catatan. Mungkin di laptop atau di ponsel. Dengan begini, Anda akan setengah dipaksa untuk menjalankan apa yang sudah Anda rencanakan sebelumnya.

Kedua, buatlah prioritas dan fokus. Saat Anda sudah mempunyai daftar tugas beserta analisisnya, maka langkah selanjutnya adalah menyusun prioritas. Terus, fokuslah sesuai urutan prioritas tersebut.

Ketiga, kenakan baju berwarna cerah. Akan beda rasanya. Coba saja.

Keempat, atur ulang meja dan ruang kerja Anda. Boleh juga ditambah sedikit pernak-pernik.

Kelima, cermati asupan makan. Terlalu kenyang akan cenderung membuat orang menjadi malas. Demikian pula kalau terlalu banyak karbohidrat. Sekali lagi, jangan sampai berlebihan. Terus, lengkapi dengan madu dan propolis biar tetap berstamina.

Keenam, ingat-ingat selalu impian besar Anda. Ya, Anda bukan hidup hari ini saja. Ada masa depan perlu dikejar. Bersemangatlah.

Ketujuh, ingat-ingat juga keluarga dan orang-orang tercinta. Ketika lelah dan malas, jadikan mereka ini penyemangat.

Semoga bermanfaat.
Bosan?

You may need a pause. Berhentilah dari pekerjaan Anda sejenak. Terus, rencanakan sebuah liburan. Ya, sebuah liburan. Membayangkan hal-hal menyenangkan seperti pergi liburan ternyata dapat meningkatkan mood di kantor. Berbagai riset menunjukkan hasil serupa.

Lalu, apa lagi? Belajar dan cobalah hal-hal yang baru. Cara tokcer yang bisa dilakukan untuk menghalau rasa bosan di kantor adalah dengan memanfaatkan waktu untuk belajar hal-hal baru. Terlebih-lebih kalau kita menginginkan itu sejak lama.

Lalu, apa lagi? Pergilah makan siang di luar, sesekali. Ini akan membuat otot dan tubuh Anda menjadi lebih rileks. Dan ajaklah rekan kerja Anda untuk melakukan hal ini. Setelah makan siang, biasanya mood Anda akan berubah jadi lebih baik.

Lalu, apa lagi? Iringi aktivitas kerja dengan musik. Kalau boleh, pilih beat yang relatif cepat. Dan ingat, hindari lagu cengeng karena bisa mengurangi hormon serotonin di otak. Berkurangnya hormon serotonin bisa membuat kita malas dan bosan.

Itu dulu. Silakan praktek.
Berdasarkan studi Most Littered Nation In the World 2016 minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Ini sebuah data dan fakta yang sangat memprihatinkan

Demikian pula minat baca anak-anak. Data dari UNESCO menunjukkan, persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca.

Membaca buku sama sekali berbeda dengan menyimak social media. Ya, sama sekali berbeda. Di buku terdapat kematangan dan kedalaman tulisan. Di social media, biasanya ini hampir-hampir tidak ada. Right?

Rupanya rutin membaca dapat mencegah penyakit alzheimer dan demensia. Selain itu, dapat menurunkan tingkat stress hingga 67%. Menariknya, di samping menambah kosakata dan wawasan, rutin membaca dapat membantu kita terhubung dengan dunia luar.

Membaca buku adalah bagian dari menuntut ilmu. Ingat, kalau sedekah saja berbalas, maka menuntut ilmu lebih berbalas. Menuntut ilmu, hukumnya wajib tho? Maka sempatkan membaca 1-2 buku dalam sebulan.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Silakan praktek. Semoga berkah berlimpah.
Belajar itu bukan karena kita lagi mentok. Tapi, kapan saja dan mudah-mudahan mencegah kita dari mentok!
Impian perlu dipupuk. Selalu, jangan pernah jemu. Hm, caranya? Bertemu dengan orang-orang yang menyuburkan impianmu.
Kalau kekayaan itu penting, maka kesehatan jauh lebih penting.