Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Pengiklan di Instagram (IG) melonjak sampai 1 jutaan. Meningkat dua kali lipat sejak September 2016 lalu. Yah, tahu sendiri jumlah pengguna aktif Instagram setiap harinya mencapai 400 juta orang.

Apa sebabnya? Menurut James Quarles, ada beberapa sebab. Pertama, Instagram memang tempat di mana orang mengikuti passion-nya, seperti musisi, bisnis, hobi, dan sebagainya. Bahkan, menurut statistik, 80% pengguna di Instagram menjadi pengikut akun bisnis tertentu (dikutip dari Kompas).

Kedua, kemudahan dalam menggunakan Instagram juga menjadi pendukung. "Cuma butuh empat kali tap di layar untuk membuat akun profil bisnis," kata James Quarles. Ketiga, Instagram mampu membuat penggunanya melakukan aksi nyata, bukan sekadar mem-follow akun, memberi like, atau memberi komentar, namun Instagram juga mampu meyakinkan pengguna untuk membuka situs produk.

Terlepas dari itu, inilah konten-konten yang paling banyak di-share di Instagram:

- Selfie. Makanan yang dimakan, barang yang telah dibeli, dan barang yang mau dijual.

- Foto atau video dari keluarga. Peristiwa khusus, binatang peliharaan, alam terbuka, dan tempat yang pernah dikunjungi.

- Foto atau video perjalanan (pribadi, keluarga, teman main, atau rekan kerja).

- Foto atau video yang ditemukan secara online.

- Kutipan atau meme.

Nah, sudahkah Anda memanfaatkan Instagram untuk pemasaran produk secara optimal? Ingat, pengguna Instagram adalah netizen-netizen yang produktif dan konsumtif. Sayang sekali kalau tidak dikelola secara optimal. Sekian dari saya, Ippho Santosa (IG: @ipphoright).
Hari itu saya menonton film komedi Vacation yang dibintangi oleh Chris Hemsworth, Ed Helms, dan Christina Applegate. Di film itu, sang ayah yang bertahun-tahun menjadi pilot biasa di maskapai lokal dengan gaji kecil selalu dikomplen oleh keluarganya.

Dengan gajinya yang kecil itu, terang saja dia nggak bisa memboyong keluarganya berlibur ke luar negeri. Istri dan anak-anaknya pun membayangkan seandainya ia menjadi pilot hebat di maskapai internasional dengan gaji besar, pastilah mereka mampu berlibur ke luar negeri.

Mereka semua tidak tahu, ternyata sang ayah sering ditawari bekerja di maskapai internasional. Namun ia tetap memilih bekerja di maskapai lokal. Kenapa? Di akhir cerita barulah mereka tahu, sang ayah sengaja melakukan itu agar bisa selalu dekat dengan anak-anaknya.

Kalau saja ia menerima tawaran tersebut dan menjadi pilot di maskapai internasional, tentulah ia sering bertugas di luar negeri dan jarang bertemu anak-anaknya. Begitulah para ayah, diam-diam sering berkorban demi dekat dengan anak-anaknya.

Satu hal, kedekatan anak dengan ayah ini bukanlah suatu kesia-siaan.

Menurut Dr. Howard Dubowitz, MD, dari University of Maryland Medical Center, anak perempuan yang memiliki hubungan dekat dengan ayahnya memiliki kenyamanan diri yang lebih tinggi dan rasa depresi yang lebih rendah.

Sedangkan anak laki-laki yang diasuh dengan keterlibatan ayahnya akan lebih mengenal 'dunia pria'. Maksudnya, ia akan merasa sedikit lebih berani, spontan, dan tidak egois. Bukan itu saja, saat dewasa kelak, ia akan menjadi sosok yang lebih toleran dan pengertian.

Sekali lagi, kedekatan anak dengan ayah ini bukanlah suatu kesia-siaan. Sesibuk apapun seorang ayah untuk urusan penafkahan, tetaplah ia harus memiliki waktu untuk anaknya. Toh ujung-ujungnya si ayah juga yang beroleh manfaatnya di mana kelak anak akan lebih sayang dan berbakti.

Terlepas dari itu, soal rasa sayang ayah terhadap anaknya, saya pribadi merasa film drama Collateral Beauty yang diperankan oleh Will Smith, Kate Winslet, dan Keira Knightley, adalah salah satu film keluarga yang paling menggugah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Masyarakat Indonesia doyan mengotak-atik Instagram untuk mencari inspirasi, mencari tren, dan sharing soal travelling. Tanpa disadari, para pemain Instagram telah mendorong pertumbuhan bisnis-bisnis tertentu di Indonesia dan ternyata dampaknya lumayan signifikan. Pariwisata, kuliner, dan herbal adalah beberapa di antaranya.

"Mayoritas Instagrammers adalah anak-anak muda yang terdidik dan mapan. Rata-rata mereka berusia 18-24 tahun, tepatnya sebanyak 59%. Pengguna perempuan yang paling aktif sebanyak 63% dan laki-laki 37%," ujar Paul Webster, Brand Development Lead Instagram untuk Asia Pasifik.

Secara umum, mereka tidak pernah pusing soal pulsa dan kuota. Sebaliknya, mereka produktif sekaligus konsumtif. Itu artinya, mereka berani spending di online shop. Mereka pun proaktif dalam mencari informasi, tidak pasif menunggu. Bahkan mereka mampu mempengaruhi netizen yang lain dalam hal mengabarkan, berbelanja, berpakaian, dan berwisata.

Dengan pasar sepotensial ini, sudahkah Anda menggarap para Instagrammers ini secara optimal? Atau cuma sekedar punya akun IG tapi tidak teroptimasi dengan efektif? Sekali lagi, ini adalah pasar yang sangat potensial. Teramat sayang kalau diabaikan, terutama jika Anda seorang marketer atau entrepreneur. Think.

Sekian dari saya, Ippho Santosa (IG @ipphoright).
Berita lokal masih mendominasi penggunaan Internet di Indonesia, tepatnya sebesar 97,4% atau 123 juta orang dari total keseluruhan pengguna Internet, yaitu sebesar 132,7 juta pengguna. Sedangkan sisanya sekitar 3,6% mengakses konten-konten yang lain.

Trend e-commerce yang tengah menggeliat di Indonesia dinilai mendongkrak pengguna Internet melakoni online shopping. Sebanyak 62% atau 82,2 juta orang telah melakukan online shopping. Sementara 38% lainnya belum melakukannya, tapi sepertinya segera menyusul.

Suka atau tidak, siap atau tidak, zaman telah berubah. Cara mendapatkan konsumen juga berubah. Salah satunya, via internet. Nah, sudahkah kita menguasainya? Mari kita simak pernyataan berikut ini.

"Alhamdulillah baru belajar 3 hari, blog saya berhasil masuk di halaman 3 Google. Nggak cuma 1 blog, tapi 3 blog. Dan ini berkat belajar serta Magang Internet Marketing di kantor Pak Ippho."

"Terima kasih Pak Ippho dan tim yang telah membimbing kami, sehingga kami mengerti bagaimana caranya agar web dan blog kita bisa masuk di halaman depan Google. Walaupun saat ini saya baru berhasil di halaman 3."

"Pokoknya oke banget rasanya, bisa ikut magang di kantornya Pak Ippho," ini testimoni dari Erik Sahadad.

Teman-teman mau ikut magang Internet Marketing di kantor saya? Biaya normal Rp 7 juta. Harga promo hanya Rp 3,5 juta (berlaku sampai 30 Maret). Kapan magangnya? Pertengahan Mei, selama 8 hari, insya Allah.

Yang serius, silakan SMS 0812-8777-7100 (SMS, bukan WA, bukan telp). Segera saja. Karena saat ini cuma tersisa beberapa seat saja.
Berapa gaji Anda sebulan?
Berapa laba Anda sebulan?

Hati-hati, itu semua akan tergerus inflasi kalau tidak di-backup dengan investasi. Saran saya, 20% uang kita (entah jumlahnya kecil atau besar) mesti dialokasikan untuk investasi. Kalau belum bisa 20%, yah setidaknya 10% setiap bulannya.

Lha, kalau hidupnya pas-pasan, gimana? Hehe, nggak usah nanya. Dari wajahnya, ketahuan. Justru masih pas-pasan, perlu investasi. Kalau sudah kaya-raya, mungkin nggak perlu investasi.

Terus, investasi pada apa? Boleh pada bisnis, properti, atau reksadana syariah. Gimana dengan emas? Itu harus. Karena emas adalah stabilizer. Anda bisa membelinya di Antam atau Pegadaian. Ingatlah, saat kita bekerja, hendaknya uang kita juga ikut bekerja. Itulah yang disebut investasi. In-ves-ta-si.

Apa nggak cukup, dengan sedekah saja? Nabi dan istri Nabi bersedekah, tapi mereka juga berbisnis dan berinvestasi. Ini bagian dari ikhtiar dunia. Dengan kata lain, semua dilakukan, bukan salah satunya saja. Imbang, nggak timpang.

Sebenarnya, semua orang bisa melakukannya. Berinvestasi. Percayalah, bukan uang yang tiada. Tapi kedisiplinan yang tiada. Saya berharap Anda termasuk orang yang disiplin karena ini adalah resep sukses seorang investor. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mau mencetak Rp 100 juta pertama?

Menjual dengan internet marketing?

Mau magang di kantor saya?

Alhamdulillah, angkatan-angkatan sebelumnya, langsung full begitu diumumkan sekali atau dua kali. Insya Allah kita akan buka magang angkatan ke 7 (bacth 7).

Di kelas magang ini insya Allah saya terjun langsung, membimbing peserta selama sekian hari, bersama tim. Lebih intens. Lebih detail. Dibatasi hanya 20-an peserta saja. 100% beda dengan seminar dan training biasa.

Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Cuma segini, tapi mendalam.

Mengapa Internet Marketing?
- Bisa Dipelajari Siapapun
- Tertarget dan Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama

Berapa lama belajarnya?
- totalnya 8 hari dalam bentuk magang dan training

Kapan?
- pertengahan Mei 2017
- jam 8.00 - 17.00 WIB

Di mana?
Di kantor saya, BSD
(dekat Jakarta)

Siapa saja yang perlu ikut?
- Pengusaha yang ingin membesarkan usahanya secara online.
- Pengusaha online yang ingin bisnis dan web-nya teroptimasi.
- Karyawan yang ingin belajar memulai bisnis secara online.
- Ibu rumah tangga yang menginginkan income sampingan.
- Mahasiswa, lulusan SMU, atau SMK.

Syarat-syaratnya?
- Usia 15 - 40 tahun
- Punya laptop sendiri
- Bawa modem sendiri
- Bisa bikin email dan akun FB

Berapa biayanya?
Hanya Rp 7 juta. Dan diskon 50% alias cuma Rp 3,5 juta saja untuk mereka yang mendaftar sampai besok (harga promo). Biaya tersebut sudah termasuk makan siang.

Biaya tersebut BELUM termasuk sarapan, makan malam, juga penginapan. Sekiranya perlu, kami akan bantu mencarikan penginapan, berupa hotel terdekat atau kos-kosan terdekat.

Soal biaya insya Allah worth it. Bandingkan saja dengan training sejenis yang biayanya 2X sampai 5x lebih tinggi. Dan kalau kita mendatangi mentor satu per satu, biayanya malah lebih besar.

Biaya ini terasa semakin kecil, sekiranya dihitung dampak finansialnya kelak terhadap bisnis Anda dan nasib Anda. Lagi pula, mentornya 100% praktisi. Teruji.

Pesertanya insya Allah dijamin 100% bisa menghasilkan uang secara online, walaupun sebelumnya tidak punya pengalaman. Jika tidak bisa menghasilkan, investasinya dikembalikan. Ya, dikembalikan.

Minat? Serius?

-       Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa

-       Atau BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Yang serius, silakan transfer (amankan seat).

-       Setelah transfer, 0812-8777-7100 (SMS, bukan WA, bukan telp)

Ayo sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Itu akan mengundang percepatan. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.

Lihatlah pengusaha dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka mau menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita!

Seminggu magang dan training, insya Allah akan menjadi hari-hari yang menentukan atas nasib juga masa depan Anda. Rp 100 juta pertama, insya Allah bukan hal muluk-muluk. Buktikan saja.
Ada empat jenis iri atau dengki:

1. Merasa iri dan merasa diirikan oleh orang lain. Diduga muncul kecenderungan envied personality (Richard, 2000 ; Wigley, 2000).

2. Merasa iri tapi tidak merasa diirikan oleh orang lain. Diduga muncul kecenderungan rendah diri (Richard, 2000 ; Wigley, 2000).

3. Tidak merasa iri tapi merasa diirikan oleh orang lain. Diduga muncul kecenderungan kepercayaan diri yang relatif tinggi (Vecchio, 2005).

4. Tidak pernah merasa iri dan tidak pernah merasa diirikan oleh orang lain. Diduga muncul kecenderungan menerima kenyataan pada dirinya dan orang lain. Menurutnya, memang begitulah seharusnya yang terjadi (Wigley, 2000).

Patut diketahui, ada 3D yang bisa menghalangi rezeki dan menutupi potensi. Bahkan juga bisa merusak kesehatan. Ya, merusak kesehatan. Apa saja 3D itu? Dengki, Dongkol, Dendam.

Sebaliknya, lapang hati dan memaafkan, seperti dilansir Mayo Clinic dan Telegraph, terbukti menyehatkan. Manfaatnya, antara lain, terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi. Benarkah sampai seperti itu? Ya, benar.

Para peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang-orang yang mampu mengelola amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.

Sekiranya kita sadar bahwa dendam itu berdampak buruk terhadap rezeki dan kesehatan kita, tentulah kita akan membuang jauh-jauh sikap negatif ini. Kita pun semakin berhati-hati karena dendam ternyata juga memberangus amal-amal alias membuat hangus amal-amal. Ngeri.

Kesimpulannya, kalau lapang hati, akan lapang rezeki. Kalau sempit hati, akan sempit rezeki. Pilih mana? Saya yakin Anda akan menjatuhkan pilihan pada sikap yang memberdayakan masa depan Anda.

Alhamdulillah saya ditakdirkan bertemu kedua-duanya, Trump dan Branson, dalam dua kesempatan terpisah. Sempat ngobrol juga. Jujur saja, saya lebih setuju dengan pendapat Branson ketimbang Trump. Buat apa mendendam?

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!

( Ajak teman-teman kita untuk bergabung. Sudah lebih dari 40.000 member beralih dari WA ke channel Telegram @ipphoright ini )
Anda tahu Dr Zakir Naik?

Setelah hadir di sejumlah negara di berbagai benua, Dr Zakir Naik akan segera roadshow di beberapa kota di Indonesia. Insya Allah.

Dr Zakir Naik dikenal dekat dengan Raja Salman. Bahkan, ulama yang menghafal Al-Quran dan hadis ini pernah dianugerahi penghargaan bergengsi dari Kerajaan Arab Saudi, yakni ‘King Faisal International Prize’.

Penghargaan itu diberikan oleh Raja Salman kepada ulama yang menguasai semua kitab suci ini pada 1 Maret 2015 di Riyadh. Penghargaan tersebut merupakan hadiah paling bergengsi di dunia Islam, mirip-mirip dengan Hadiah Nobel.

Beberapa hari sebelumnya alhamdulillah Dr Zakir Naik sempat berada di Indonesia dan dijamu oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumahnya. Awal April adalah jadwal Dr Zakir Naik roadshow di Indonesia.

Seperti biasa, kehadiran Dr Zakir Naik di sejumlah negara, termasuk Indonesia, tidak dibayar sama sekali. Namun demikian, ada biaya-biaya yang tak mungkin dihindari seperti sewa stadion, sound system, siaran langsung, transportasi, dan akomodasi.

Ini memerlukan dukungan (support) dari kita semua. Silakan donasi ke:
- Muamalat : 304 006 9127
- Mandiri : 127 000 7721317
- an Yayasan Aksi Cepat Tanggap

Ini rekening khusus untuk mendukung Roadshow Dr Zakir Naik, tak perlu SMS konfirmasi. Silakan sedekah (transfer) berapa saja. Boleh hari ini atau besok. Setidaknya, bantu doa juga share. Semoga terhitung amal jariyah dan dakwah bagi kita semua. Aamiin.
Siapa yang menciptakan Allah? Demikianlah salah satu pertanyaan peserta kepada Dr Zakir Naik dan anaknya, Fariq Naik.

Dr Zakir Naik tidak langsung menjawab, melainkan memberikan sebuah perumpamaan. Izinkan perumpamaan ini saya ubah dalam konteks Indonesia, "Ada seseorang bernama Iwan. Punya teman bernama Bambang. Sekiranya teman Iwan ini melahirkan, kira-kira anaknya laki-laki atau perempuan?"

Apa jawaban Anda? Laki-laki atau perempuan? Sekali lagi, laki-laki atau perempuan? Sebenarnya, apakah Anda menjawab laki-laki atau perempuan, tetap saja jawaban Anda salah. Ya, salah. Kenapa? Karena pertanyaan itu sendiri tidaklah logis. Mana mungkin seorang pria seperti Bambang bisa melahirkan?

Demikian pula pertanyaan 'siapa yang menciptakan Allah'. Jelas-jelas ini pertanyaan yang tidak logis. Jadi, yang menjadi masalah bukanlah jawabannya, melainkan pertanyaannya. Yang namanya Tuhan itu menciptakan, bukan diciptakan. Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada.

Buat apa? Saat Allah menciptakan manusia dan dunia, Dia ingin menjadikan ini semua sebagai tes (ujian) bagi manusia. Bukan berarti Dia kesepian sehingga perlu puja dan puji dari manusia. Sama sekali tidak begitu. Dia tidak bergantung sedikitpun kepada makhluk. Sebaliknya, semua makhluk-lah yang bergantung kepada-Nya.

Alhamdulillah, selama dua hari saya ikut menemani Dr Zakir Naik, mulai dari ke MPR, ke MUI, makan bareng, Jumatan bareng, dan lain-lain (Terima kasih Pak Bukhari). Di sini, saya beroleh sederet pengalaman yang amat berharga. Izinkan saya berbagi pengalaman beberapa di antaranya.

Pertama, saya melihat sendiri beliau sengaja berwudhu dulu sebelum tampil. Ini kebiasaan yang sangat bagus bagi seorang pembicara. Berhubung sudah mengenakan setelan jas lengkap dengan sepatu dan kaos kaki, ketika berwudhu, di bagian akhir, ia hanya mengusap ujung kaos kakinya saja.

Kedua, beliau sangat detail dengan kamera. Saat anaknya tampil sebagai pembuka, ia masuk ke ruang kamera dan berada di sana hampir setengah jam. Ada 10 kamera yang menyorot dan satu per satu ia arahkan. Dengan pelan, dengan detail. Salah satu aturan yang ia tetapkan, peserta wanita hanya boleh di-syut secara sekilas dan tidak boleh di-zoom.

Ketiga, manakala berada di MUI, beliau membocorkan rahasia suksesnya sebagai pembicara internasional, tepatnya sebagai dai internasional. Dia mengaku, kekuatan materi (what) cuma 7%. Yang 93% terletak pada cara menyampaikan materi (how). Tak heran, setiap hari ada jutaan orang di seluruh dunia dari berbagai kalangan menyimak presentasinya.

Keempat, dia sama sekali tidak dibayar. Ya, tidak dibayar. Kalaupun ada peserta yang berdonasi, itu semata-mata untuk operasional penyelenggaraan acara. Kita sama-sama tahu, ada biaya-biaya yang tak mungkin dihindari seperti sewa stadion, sound system, siaran langsung, transportasi, dan akomodasi. Itu semua miliaran rupiah nilainya.

Lantas, bagaimana dengan tuduhan ekstrimis oleh segelintir orang? Begini. Dr Zakir Naik dikenal akrab dengan Raja Salman. Bahkan, ia pernah dianugerahi ‘King Faisal International Prize' oleh Kerajaan Arab Saudi. Di Indonesia, ia disambut secara personal oleh Wakil Presiden dan Ketua MPR. Nah, sebenarnya ini semua menegaskan bahwa ia adalah seorang ulama sekaligus seorang intelektual. Bukan ekstrimis seperti tuduhan beberapa media. Right?

Di salah satu ceramahnya, Dr Zakir Naik menjelaskan panjang-lebar bahwa Islam adalah agama yang paling damai dan paling toleran. Ayat-ayat di Al-Quran pun menegaskan, tidak ada paksaan dalam agama. Bahkan Al-Quran mengancam, kalau Anda membunuh satu orang, itu sama saja Anda membunuh seluruh orang! Sebaliknya, kalau Anda menyelamatkan satu orang, itu artinya Anda menyelamatkan seluruh orang!

Semoga teman-teman semua berkempatan untuk bertemu langsung dengan Dr Zakir Naik. Entah di Jogja, Ponorogo, Makassar, atau Bekasi. Dari jauh, saya turut mendoakan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Punya akun Instagram? Pengen akun Instagram-nya nangkring di HALAMAN 1 GOOGLE? Bahkan mengalahkan web? Pengen mendominasi di YouTube dan Google?

Inilah salah satu materi training 'Instagram & YouTube Marketing' bersama saya (Ippho Santosa) dan tim. Selain itu, ada materi-materi tambahan:

1. Membawa akun Instagram Anda muncul di TOP 7 hasil pencarian di Instagram.

2. Membuat postingan Anda menjadi TOP 10 di setiap pencarian berdasarkan hashtag.

3. Melacak dan membuat hashtag Anda menjadi populer juga berpengaruh.

4. Membuat akun Instagram Anda masuk di halaman 1 Google dan bersaing dengan website di ranah SEO.

5. Semi Auto-Pilot Instagram: Penjadwalan Postingan, Auto-Follow, Auto-Like, Auto-Comment, hingga menambah follower sesuai dengan target pasar Anda.

6. Konsep Kerja Terbaru Instagram, untuk bisnis Anda masing-masing. Personal.

7. Trik ampuh jualan di Youtube, meski tidak punya video.

8. Menguasai halaman 1 Google dan Youtube sekaligus.

9. Membuat animasi video tanpa software dan super praktis.

10. Mencetak uang sebagai Internet Marketer pemula.

Jangan sampai Anda kalah cepat dari kompetitor anda! Jangan sampai!

BONUS :
1. e-book Instagram Marketing yang memudahkan penjualan.
2. foto-foto menarik dan lucu untuk mengundang viral di Instagram.
3. Software Auto-Pilot Instagram.

Kapan? Di mana?
15 & 16 April 2017 (jam 08.00 - 17.00)
Kampus Umar Usman, Pejaten, Jakarta.

Biaya?
Normal Rp 2 juta
Promo Rp 1,2 juta (s/d 7 April)

Transfer ke BCA 4977-234-777
an Ippho D Santosa.

Setelah transfer? ► SMS 0812-8777-7100

Sekarang zamannya visual. Saatnya kita mendalami Instagram dan YouTube.
Dia pembicara terkenal. Kalibernya internasional. Sebagai ayah, ia dikaruniai satu putra dan dua putri. Bukan kebetulan, istrinya dan putranya turut menjadi pembicara dan juga terkenal. Boleh dibilang, kaliber mereka sama-sama internasional.

Namun istrinya dan kedua putrinya tidak mau difoto. Di mana pun, kapan pun. Kalau kita googling, hampir-hampir tidak ada foto mereka di internet. Serunya lagi, saat si istri jadi pembicara, ia memastikan seluruh peserta dan panitia adalah wanita. Tidak ada yang pria. Dan tidak ada pula pengambilan foto serta video.

Di tengah merebaknya budaya narsis di media sosial dan godaan populer di media massa, kita pun bertanya-tanya, kok masih ada orang-orang seperti ini? Yah, mereka berusaha menjaga diri. Dan memang itulah yang lebih baik, di mana wanita tidak terlalu mengekspos penampilan di hadapan pria.

Siapakah mereka? Mereka tak lain adalah istri dari Dr Zakir Naik beserta kedua putrinya. Dan ini bukan kata orang. Dikit-dikit saya tahu karena alhamdulillah saya turut mendampingi rombongan Dr Zakir Naik selama 2 hari di Jakarta dan Bandung.

Bukan saja pada keluarganya, beliau juga berusaha menjaga dan menaruh hormat pada wanita-wanita lainnya. Terbukti, salah satu pakem yang ia terapkan sewaktu syuting acara adalah peserta wanita hanya boleh di-syut secara sekilas dan tidak boleh di-zoom.

Mungkin bagi sebagian orang ini semua dianggap aneh. Berlebihan. Tapi menurut saya, nggak juga. Malah dampaknya bagus sekali. Sekiranya orang belum paham, yah biar saja. Pelan-pelan insya Allah orang akan paham dan merasakan manfaatnya. Pada akhirnya, semoga kita semua bisa mengambil hikmah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



( Ajak keluarga dan sahabat kita beralih dari WA ke channel Telegram @ipphoright )
Apa bidang Anda saat ini?

Pendidikan dan entrepreneurship, itulah bidang yang saya pilih saat ini.

Saran saya, pilihlah bidang yang kita cintai. Ada passion-nya. Kenapa? Percayalah, perjalanan menuju sukses begitu berat. Sangat berat. Tanpa cinta dan passion, kita akan menyerah di tengah jalan.

Dengan adanya cinta dan passion, kita akan bahagia, entah berhasil atau belum berhasil. Menariknya, dengan adanya cinta dan passion, katup-katup yang menutup potensi akan terbuka. Maka semakin mudahlah menuju sukses.

Hidup begitu singkat. Sayang sekali kalau kita menekuni bidang yang tidak kita cintai. Sudahlah sulit suksesnya, sulit pula bahagianya. Sekali lagi, baiknya ada cinta dan passion di sana. Saya yakin Anda setuju dengan saya.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.



( Ajak keluarga kita bergabung ke sini. Sudah lebih dari 40.000 orang beralih dari WA ke channel Telegram @ipphoright )
Pada tahun 2001, Prof Aik Kwang dari University of Queensland menulis buku bertajuk 'Why Asians Are Less Creative Than Westerners' tentang tumpulnya kreativitas orang Asia ketimbang orang Barat. Awalnya buku ini dianggap membuka aib tapi kemudian dicari-cari dan booming.

Kenapa? Yah, karena benar-benar menggelitik pikiran banyak orang dari berbagai kalangan. Mari kita bahas blak-blakan. Bagi orang Asia rata-rata, dalam nilai-nilai dan budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup mereka adalah melimpahnya materi atau sejenisnya (rumah, mobil, uang, dan jabatan). Biasanya begitu. Betul apa betul?

Cinta dan passion terhadap sesuatu kurang dihargai. Ya, kurang dihargai. Apalagi teramat banyak orang yang nggak paham, apa itu passion. Boro-boro mendalami. Akibatnya, bidang-bidang yang berkutat pada kreativitas kalah pamor dibanding profesi-profesi 'basah' seperti manajer perusahaan, dokter, pengacara, notaris, bankir, dan sejenisnya yang dianggap bisa mencetak uang lebih cepat.

Saran saya, pilihlah bidang yang kita cintai. Ada passion-nya. Ini sudah saya sampaikan di tulisan-tulisan sebelumnya. Apa urgensinya? Percayalah, perjalanan menuju sukses begitu berat. Berliku, mendaki, dan terjal-terjal. Tanpa cinta dan passion, kita akan geleng-geleng kepala dan angkat tangan di tengah jalan.

Nah, dengan adanya cinta dan passion, kita akan merasa bahagia, entah berhasil atau belum berhasil. Ini kan bagus. Serunya lagi, dengan adanya cinta dan passion, belenggu-belenggu yang mengunci potensi akan terbuka satu per satu. Maka semakin mudahlah langkah menuju sukses.

Terus, apa sih ciri-ciri passion? Ada uang atau tidak ada uang, pekerjaan itu tetap Anda tuntaskan sepenuh hati, tanpa nanti-nanti, tanpa tapi-tapi. Kalau tanpa uang saja dituntaskan, apalagi kalau ada uangnya. Yup, itulah passion. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Hari ini, saya berada di Madinah.

Dulu, kalau nggak salah tahun 2009, ibu saya tanpa sengaja pernah bercerita tentang keinginannya untuk berumrah di bulan Ramadhan. Sebut saja, angan-angan. Tahu sendiri kan, umrah Ramadhan dua kali lipat lebih mahal daripada umrah biasa.

Saat itu saya nggak punya uang. Bener-bener nggak punya uang. Tapi alhamdulillah, saya masih punya keyakinan. Langsung saja saya sambar, "Insya Allah berangkat, Bu. Umrah Ramadhan." Ternyata, beneran. Dengan izin Allah, tahu-tahu uangnya ada dan ibu saya bisa berangkat. Surprise-nya lagi, saya pun ikut berangkat.

Jadilah kami berdua berangkat umrah Ramadhan. Benar-benar surprise. Setiba di airport, menjelang boarding ke Jeddah, saya cek rekening saya di ATM. Anda tahu, berapa uang saya yang tersisa? Tak sampai Rp100ribu. Anda nggak salah baca, tak sampai Rp100ribu. Tapi, saya nggak nyesel. Bersyukur malah, "Alhamdulillah, bisa berumrah. Ramadhan lagi."

Itulah umrah pertama saya, tahun 2009. Alhamdulillah sepulangnya, saya mengalami percepatan demi percepatan. Sebagian dari Anda mungkin tahu apa saja yang Allah titipkan kepada saya mulai tahun 2010 sampai sekarang, 2017. Btw, kapan-kapan kita akan bercerita soal keajaiban Multazam.

Dulu, saya pernah menunjukkan peta dunia di hadapan ibu saya (dari sebuah majalah). Saya bilang ke ibu saya, "Ibu tunjuk saja, mau ke negara mana. Insya Allah kita ke sana." Apakah saat itu saya punya uang? Siapa bilang! Yang ada cuma keyakinan. Tapi, jangan salah, yakin sama Allah, itu saja sudah lebih dari cukup. Ini iman namanya, bukan takabur.

Kebanyakan orang, ada uang, baru yakin. Nggak ada uang, nggak yakin. Harusnya? Ada uang atau nggak ada uang, yah tetap yakin. Jangan uang yang dijadikan Tuhan. Justru kalau yakin, uangnya akan dimudahkan untuk ada. Ini serius, nggak mengada-ngada.

Benar saja, akhirnya saya bisa mengajak ibu saya dan mertua saya bertandang ke berbagai belahan dunia. Mulai dari Brunei, Mesir, Arab Saudi, Turki, Jepang, sampai ke Derawan, Pulau Komodo, dan Raja Ampat. Pernah juga mereka jalan-jalan sendiri tanpa saya ke Spanyol, Tiongkok, Palestina, dan Jordan. Sebentar lagi keliling Eropa, insya Allah.

Kalau ke Hongkong, mereka sudah tiga kali. Misalnya lagi cekak, ya sudah, kami jalannya yang dekat-dekat saja, yang murah-murah saja. Toh, yang paling utama adalah jalan bareng siapa, bukan jalan ke mana. Right?

Apa nggak boros, jalan-jalan seperti itu? Kalau jalan-jalan sendiri, yah boros. Kalau bareng orangtua, nggak boros. Insya Allah ini bagian dari berbakti. Tahu sendiri kan, berbakti malah mengundang rezeki. Tak perlu diragukan lagi, itu pasti.

Tambahan pula, manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar saling mengenal. Ayat ini tidak bisa terlaksana dengan sempurna sekiranya tidak ada yang travelling.

Ada juga yang nyeletuk, "Jalan bareng orangtua terus, kasihan istrinya nggak diajak." Hehehe, masing-masing ada waktunya. Setahun menikah, alhamdulillah saya dan istri bisa berumrah. Tiga tahun menikah, alhamdulillah kami bisa berhaji. Sempat juga kami ke Amerika, Australia, dan Jepang. Masing-masing ada waktunya.

Alhamdulillah, hari ini saya berada di Madinah bersama istri. Hanya saja, saya jarang sekali upload foto istri di socmed.

Semoga teman-teman semua juga dimampukan untuk mengajak keluarganya jalan-jalan. Travelling. Yang dekat, boleh. Yang jauh, juga boleh. Terutama berumrah. Niatnya untuk beribadah dan menyenangkan keluarga karena Allah. Semoga dimudahkan ya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Hari ini saya menuju Mekkah, mau berumrah. Insya Allah...

Bagi teman-teman yang nitip doa, silakan tulis (komen) di Instagram saya @ipphoright

Kalau senggang, akan saya baca dan aminkan...
Tulisan berikut ini mungkin mengusik ketenangan pagi Anda. Soalnya sedikit-banyak akan membuat Anda kepikiran. Karena memang penting, ada baiknya, mulai sekarang Anda lebih fokus membacanya.

Anda pengen berumrah?
Anda pengen beli kendaraan?
Anda pengen beli rumah?
Menyiapkan dana pendidikan?

Coba bayangkan betapa nikmatnya sekiranya itu semua tercapai. Kebayang?

Mungkinkah biaya berumrah, membeli kendaraan, membeli rumah, dan dana pendidikan disolusikan dengan emas? Bisa saja, apalagi nilai emas naik terus dalam jangka panjang. Terus, kalau memang bisa, bagaimana caranya?

Sekarang, kita bahas soal umrah. Yakinlah, setiap muslim bisa berumrah. Asalkan dia mau memantaskan diri.

Ingat, Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri. Maka, buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umrah. Bikin paspor. Ikut manasik. Tanya-tanya sama mereka yang sudah duluan berangkat. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.

Soal rekening khusus, Anda bisa membuka tabungan emas di Pegadaian. Bahkan Rp100ribu juga bisa. Insya Allah di sana bebas bunga dan bebas riba. Sekiranya Anda mau mengumpulkan emas gram demi gram lalu menyimpannya di rumah, yah boleh juga. Cuma, cara ini lumayan beresiko.

Begitu Anda merutinkan (menabung emas), percayalah, keajaiban akan terjadi. Insya Allah. Kita sama-sama tahu, rezeki tidak pernah bergerak linier. Saat Anda bersungguh-sungguh, maka rezeki yang tidak disangka-sangka bisa datang dari arah yang mana saja. Silakan dicoba.

Hari ini saya masih berada di Mekkah. Bagi teman-teman yang mau nitip doa, boleh sebutkan doanya (komen) di Instagram saya @ipphoright. Kapan senggang, saya akan aminkan satu per satu. Mohon doanya juga agar umrah saya bersama istri sekalian jamaah-jamaah lainnya berjalan lancar. Aamiin.
Memulai, perlu keberanian.
Membesarkan, perlu ilmu.
Itulah kuncinya dalam bisnis.

Ini pesan penting buat teman-teman entrepreneur. Sebagian mungkin bertanya-tanya, "Maksudnya gimana sih?"

Begini. Agar bisnisnya membesar, belajarlah mengelola bisnis. Dengan belajar, risiko-risiko bisnis dapat ditekan.

Aktivitas-aktivitas bisnis pun menjadi lebih efisien dan lebih efektif. Apalagi kita sama-sama tahu, saat ini marketing, inovasi, dan SDM perlu dirancang dengan cermat, nggak bisa lagi pakai ilmu yang sekadarnya.

Memang, berani memulai atau berani action itu perlu. Mutlak. Tapi, maaf, ini saja nggak cukup. Perlu ilmu. Perlu perencanaan. Terutama untuk mengelola bisnis dan membesarkan bisnis.

Kalau coba-coba sendiri alias sekadarnya, malah lebih menguras waktu dan uang. Itulah yang dulu saya alami. Karena itulah sekarang saya menyarankan teman-teman untuk selalu belajar. Baca buku. Ikut seminar. Ikut coaching.

Mengelola SDM, misalnya. Ini tidak mudah. Perlu ilmu. Richard Brandson, seorang entrepreneur asal Britania Raya, pernah mengatakan bahwa aset paling berharga dalam sebuah organisasi adalah para manusianya. Dalam konteks perusahaan, tentu saja yang dimaksud di sini adalah para karyawan.

Mereka harus diberi penghargaan. Bukan sekedar pengupahan. Mereka harus diberi pembinaan. Bukan sekedar pelatihan. Lagi-lagi, ini soal ilmu. Owner dan manajemen yang tidak berilmu akan kehilangan tim terbaiknya. Lha, siapa yang mau dipimpin oleh orang yang tidak berilmu?

Begitulah, belajar. Mudah-mudahan mengundang percepatan bagi bisnisnya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.