DEMI MASA
Sejak akun IG saya pulih (sebelumnya kena hacked selama 3 minggu lebih), saya berjanji untuk lebih bijak lagi dan lebih bermanfaat lagi dalam menggunakan IG, FB, dan Zoom.
Telegram? Sudah pasti.
Hari-hari, harus penuh manfaat. Jadwal saya padatin. Pagi, siang, sore. IG live dengan tokoh-tokoh atau Zoom.
Di socmed, saya sudah melakukan mute/hide terhadap 90% akun. Kok nggak unfollow aja sekalian? Hm, kadang enggak enak juga. Saling kenal soalnya. Ya udah, akhirnya saya mute/hide aja.
Di IG, sebisanya jangan sentuh menu 'search'. Abaikan aja. Karena itu bikin kita penasaran pada berbagai hal yang sebenarnya nggak terlalu penting. Bahasa lainnya, buang-buang waktu.
Sebentar lagi Ramadhan. Sudah semestinya hari-hari kita ditaburi dengan amal dan manfaat. Bukan sekedar killing time, bukan sekedar seru-seruan.
Hati-hati, socmed seperti IG dan FB, termasuk YouTube adalah perampok WAKTU paling nyata. Sangat nyata. Dan jangan salah, waktu lebih berharga daripada uang. Waktu itu kehidupan, bukan sekedar urusan uang.
Demi masa, itulah peringatan dari Yang Maha Kuasa. Manfaatkan waktu kita. Tulisan ini adalah reminder bagi saya yang selama ini sering lalai dan abai. Semoga ada manfaatnya.
Sejak akun IG saya pulih (sebelumnya kena hacked selama 3 minggu lebih), saya berjanji untuk lebih bijak lagi dan lebih bermanfaat lagi dalam menggunakan IG, FB, dan Zoom.
Telegram? Sudah pasti.
Hari-hari, harus penuh manfaat. Jadwal saya padatin. Pagi, siang, sore. IG live dengan tokoh-tokoh atau Zoom.
Di socmed, saya sudah melakukan mute/hide terhadap 90% akun. Kok nggak unfollow aja sekalian? Hm, kadang enggak enak juga. Saling kenal soalnya. Ya udah, akhirnya saya mute/hide aja.
Di IG, sebisanya jangan sentuh menu 'search'. Abaikan aja. Karena itu bikin kita penasaran pada berbagai hal yang sebenarnya nggak terlalu penting. Bahasa lainnya, buang-buang waktu.
Sebentar lagi Ramadhan. Sudah semestinya hari-hari kita ditaburi dengan amal dan manfaat. Bukan sekedar killing time, bukan sekedar seru-seruan.
Hati-hati, socmed seperti IG dan FB, termasuk YouTube adalah perampok WAKTU paling nyata. Sangat nyata. Dan jangan salah, waktu lebih berharga daripada uang. Waktu itu kehidupan, bukan sekedar urusan uang.
Demi masa, itulah peringatan dari Yang Maha Kuasa. Manfaatkan waktu kita. Tulisan ini adalah reminder bagi saya yang selama ini sering lalai dan abai. Semoga ada manfaatnya.
Sharing Ilmu Ippho Santosa
Rabu, 22 April
10.00, Diera Bachir, IG Live
15.30, Aa Gym, Zoom
Kamis, 23 April
09.00, Andrie Wongso, IG Live
17.00, Imam Shamsi Ali, IG Live
Jumat, 24 April
08.00, Teddy Snada, IG Live
09.30, Ayah Irwan, Zoom
16.00, dr Tirta, IG Live
Sabtu, 25 April
09.30, Grand Gathering, Zoom
Ahad, 26 April
09.30, Syekh Ali Jaber, Zoom
Insya Allah teman-teman bisa menyimak semuanya di IG. Untuk acara Aa Gym, itu via zoom dan internal (Rabu sore, bersama mitra-mitra saya).
Untuk acara Syekh Ali, itu via zoom dan terbuka untuk umum. Free seminar persembahan dari saya dan Syekh Ali. Tentang 'Muhammad Sebagai Pedagang'.
Semoga bermanfaat ya 😊
Rabu, 22 April
10.00, Diera Bachir, IG Live
15.30, Aa Gym, Zoom
Kamis, 23 April
09.00, Andrie Wongso, IG Live
17.00, Imam Shamsi Ali, IG Live
Jumat, 24 April
08.00, Teddy Snada, IG Live
09.30, Ayah Irwan, Zoom
16.00, dr Tirta, IG Live
Sabtu, 25 April
09.30, Grand Gathering, Zoom
Ahad, 26 April
09.30, Syekh Ali Jaber, Zoom
Insya Allah teman-teman bisa menyimak semuanya di IG. Untuk acara Aa Gym, itu via zoom dan internal (Rabu sore, bersama mitra-mitra saya).
Untuk acara Syekh Ali, itu via zoom dan terbuka untuk umum. Free seminar persembahan dari saya dan Syekh Ali. Tentang 'Muhammad Sebagai Pedagang'.
Semoga bermanfaat ya 😊
Corona & Dakwah di Amerika
Virus Corona saat ini sangat memukul perekonomian Amerika. Di antara semua negara, jumlah kasus Corona di Amerika adalah yang terbanyak. Kamis sore insya Allah kita akan bincang-bincang santai dengan Imam Shamsi Ali, seorang imam di New York.
Beliau sudah menetap dan berdakwah di Amerika lebih dari 20 tahun. Karena itulah nanti sore di IG live, selain membahas virus Corona di Amerika, kita juga akan membahas perkembangan dakwah di Amerika. Inilah yang utama.
Disebabkan karakternya yang ramah dan supel, beliau sering didatangi dan ditanya oleh orang-orang Amerika tentang Islam. Diskusi dan konsultasi. Tak heran, beliau berkali-kali mengantarkan orang-orang Amerika menjadi muallaf.
Imam Shamsi Ali juga termasuk dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia menurut Jordan Strategic Study. Tahun 2013 saat saya seminar di Amerika, saya ditemani dan benar-benar dibantu oleh beliau. Masya Allah.
Saya senang sekali kemudian diajak beliau terlibat dalam inisiasi dan pembangunan pesantren di Amerika yang digagas oleh beliau. Boleh dibilang, ini adalah pesantren pertama di benua Amerika. Alhamdulillah.
Dan sampai hari ini, sudah dua buku yang saya tulis bersama beliau. Insya Allah sangat banyak hal seru dan bermanfaat yang akan kita bahas nanti sore di IG live @ipphoright. Sempatkan menyimak ya. Bantu share juga. Niatkan untuk belajar dan bertumbuh.
Note:
Kamis jam 9 pagi insya Allah saya IG live bareng @AndrieWongso. Jam 5 sore bareng @ImamShamsiAli.
Jumat bareng @dr.Tirta @Teddy_Snada. Doakan ya, semoga penuh manfaat dan penuh keberkahan. Aamiin.
IG address: @ipphoright
Virus Corona saat ini sangat memukul perekonomian Amerika. Di antara semua negara, jumlah kasus Corona di Amerika adalah yang terbanyak. Kamis sore insya Allah kita akan bincang-bincang santai dengan Imam Shamsi Ali, seorang imam di New York.
Beliau sudah menetap dan berdakwah di Amerika lebih dari 20 tahun. Karena itulah nanti sore di IG live, selain membahas virus Corona di Amerika, kita juga akan membahas perkembangan dakwah di Amerika. Inilah yang utama.
Disebabkan karakternya yang ramah dan supel, beliau sering didatangi dan ditanya oleh orang-orang Amerika tentang Islam. Diskusi dan konsultasi. Tak heran, beliau berkali-kali mengantarkan orang-orang Amerika menjadi muallaf.
Imam Shamsi Ali juga termasuk dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia menurut Jordan Strategic Study. Tahun 2013 saat saya seminar di Amerika, saya ditemani dan benar-benar dibantu oleh beliau. Masya Allah.
Saya senang sekali kemudian diajak beliau terlibat dalam inisiasi dan pembangunan pesantren di Amerika yang digagas oleh beliau. Boleh dibilang, ini adalah pesantren pertama di benua Amerika. Alhamdulillah.
Dan sampai hari ini, sudah dua buku yang saya tulis bersama beliau. Insya Allah sangat banyak hal seru dan bermanfaat yang akan kita bahas nanti sore di IG live @ipphoright. Sempatkan menyimak ya. Bantu share juga. Niatkan untuk belajar dan bertumbuh.
Note:
Kamis jam 9 pagi insya Allah saya IG live bareng @AndrieWongso. Jam 5 sore bareng @ImamShamsiAli.
Jumat bareng @dr.Tirta @Teddy_Snada. Doakan ya, semoga penuh manfaat dan penuh keberkahan. Aamiin.
IG address: @ipphoright
Nabi Muhammad itu santun, supel, dan sabar.
Nabi tidak menyebut yang lain sebagai murid. Alih-alih begitu, Nabi menyebutnya sebagai sahabat. Ya, sebagai sahabat. Nyaman dengarnya. Ada kesetaraan di sini. Ada pemuliaan di sini.
Cukupkah sampai di situ? Nggak juga. Nabi pun membaur dengan mereka. Supel. Tanpa gap. Duduk bersama, makan bersama, berjuang bersama. Walhasil sahabat merasa di-wong-kan dan diberdayakan.
Begitulah, Nabi itu santun dan supel.
Bukan itu saja. Pesan-pesan kebenaran, beliau sampaikan dengan sejuk. Dengan sabar. Nggak marah-marah. Semoga jadi pelajaran bagi kita saat menyampaikan pesan-pesan kebenaran.
Terkadang sebagian kita mudah kehilangan kesabaran saat menyerukan kebenaran (baca: dakwah). Kita berharap orang berubah seketika. Padahal di sisi lain kita tahu persis bahwa apa-apa itu perlu proses.
Ingat, Allah pun maha penyabar.
Kalau seorang manusia terus-menerus berbuat salah, mungkin orang lain akan bosan sama dia. Tapi, Allah beda. Allah maha pemurah, Allah maha pengampun. Jangan sampai kita berputus-asa dari rahmat-Nya.
Selagi kita dikasih umur, berarti kita dikasih kesempatan untuk memperbaiki diri, insya Allah. Menariknya, saat kita berusaha memperbaiki diri, Allah akan memperbaiki urusan-urusan kita. Yakin.
Kembali ke tugas kita sebagai hamba. Silakan menyampaikan pesan-pesan kebenaran. Itu kegiatan dan kesibukan yang sangat mulia. Tapi sampaikanlah dengan sabar, seperti muatan Surah Al-Asr.
Ada dua video menarik di IG saya tentang ini. Tepatnya tentang santun, supel, dan sabar. Terinspirasi dari Nouman Ali Khan. Silakan cek di IG saya @ipphoright. Sengaja saya posting dua video ini menjelang Ramadhan.
Semoga bermanfaat.
Nabi tidak menyebut yang lain sebagai murid. Alih-alih begitu, Nabi menyebutnya sebagai sahabat. Ya, sebagai sahabat. Nyaman dengarnya. Ada kesetaraan di sini. Ada pemuliaan di sini.
Cukupkah sampai di situ? Nggak juga. Nabi pun membaur dengan mereka. Supel. Tanpa gap. Duduk bersama, makan bersama, berjuang bersama. Walhasil sahabat merasa di-wong-kan dan diberdayakan.
Begitulah, Nabi itu santun dan supel.
Bukan itu saja. Pesan-pesan kebenaran, beliau sampaikan dengan sejuk. Dengan sabar. Nggak marah-marah. Semoga jadi pelajaran bagi kita saat menyampaikan pesan-pesan kebenaran.
Terkadang sebagian kita mudah kehilangan kesabaran saat menyerukan kebenaran (baca: dakwah). Kita berharap orang berubah seketika. Padahal di sisi lain kita tahu persis bahwa apa-apa itu perlu proses.
Ingat, Allah pun maha penyabar.
Kalau seorang manusia terus-menerus berbuat salah, mungkin orang lain akan bosan sama dia. Tapi, Allah beda. Allah maha pemurah, Allah maha pengampun. Jangan sampai kita berputus-asa dari rahmat-Nya.
Selagi kita dikasih umur, berarti kita dikasih kesempatan untuk memperbaiki diri, insya Allah. Menariknya, saat kita berusaha memperbaiki diri, Allah akan memperbaiki urusan-urusan kita. Yakin.
Kembali ke tugas kita sebagai hamba. Silakan menyampaikan pesan-pesan kebenaran. Itu kegiatan dan kesibukan yang sangat mulia. Tapi sampaikanlah dengan sabar, seperti muatan Surah Al-Asr.
Ada dua video menarik di IG saya tentang ini. Tepatnya tentang santun, supel, dan sabar. Terinspirasi dari Nouman Ali Khan. Silakan cek di IG saya @ipphoright. Sengaja saya posting dua video ini menjelang Ramadhan.
Semoga bermanfaat.
Hampir setiap hari saya menerima curhat dan keluhan orang-orang tentang keadaan saat ini.
Susah bergerak. Di rumah aja. Ekonomi lesu. Kena PHK. Usaha tutup.
Jujur, saya ikut kepikiran. Karena ini juga terjadi pada orang-orang di sekitar saya.
Bismillah. Saya pun berusaha menjawab keluhan-keluhan mereka.
Nah, bagi Anda yang pengusaha atau calon pengusaha, yang pengen usahanya berkah berlimpah, coba deh ikuti ZOOM seminar ini...
"Muhammad Sebagai Pedagang"
Poin-poin yang akan dibahas:
(1) Bukti kekayaan Nabi dan sahabat.
(2) Berniaga ala Nabi dan sahabat.
(3) Amal-amal mengundang rezeki.
(4) Ikhtiar dan peluang di tengah pandemi.
(5) Ikhtiar dan peluang ketika Ramadhan.
ZOOM seminar ini 100% FREE alias GRATIS, persembahan Syekh Ali Jaber dan Ippho Santosa. Bantu share, boleh ya?
Bagi Anda yang serius ingin mengikuti seminar online ini, WA segera 0813-8999-3113. Cepet-cepetan ya. 50% seat sudah ludes!
Satu lagi. Mohon doa untuk kedua narsum dan kita semua. Semoga selalu sehat, dalam lindungan Allah. Amin.
Susah bergerak. Di rumah aja. Ekonomi lesu. Kena PHK. Usaha tutup.
Jujur, saya ikut kepikiran. Karena ini juga terjadi pada orang-orang di sekitar saya.
Bismillah. Saya pun berusaha menjawab keluhan-keluhan mereka.
Nah, bagi Anda yang pengusaha atau calon pengusaha, yang pengen usahanya berkah berlimpah, coba deh ikuti ZOOM seminar ini...
"Muhammad Sebagai Pedagang"
Poin-poin yang akan dibahas:
(1) Bukti kekayaan Nabi dan sahabat.
(2) Berniaga ala Nabi dan sahabat.
(3) Amal-amal mengundang rezeki.
(4) Ikhtiar dan peluang di tengah pandemi.
(5) Ikhtiar dan peluang ketika Ramadhan.
ZOOM seminar ini 100% FREE alias GRATIS, persembahan Syekh Ali Jaber dan Ippho Santosa. Bantu share, boleh ya?
Bagi Anda yang serius ingin mengikuti seminar online ini, WA segera 0813-8999-3113. Cepet-cepetan ya. 50% seat sudah ludes!
Satu lagi. Mohon doa untuk kedua narsum dan kita semua. Semoga selalu sehat, dalam lindungan Allah. Amin.
Senandung ini telah rampung sejak Februari 2020. Sengaja kami tunda rilisnya dan sengaja kami rilis hari ini. Judulnya 'Shalawat 2020'.
#Shalawat2020 ini adalah benih-benih kerinduan. Bukan sembarang rindu, tapi kerinduan kepada manusia yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW...
Di tengah pandemi, rindu pun bersemi...
Simak: bit.ly/Shalawat2020
Bertepatan Jumat, bertepatan Ramadhan, shalawat ini kami perkenalkan. Walaupun sedikit, walaupun sebentar, insya Allah menjadi penyejuk hati. Semoga Allah meridhai.
#Shalawat2020 ini adalah benih-benih kerinduan. Bukan sembarang rindu, tapi kerinduan kepada manusia yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW...
Di tengah pandemi, rindu pun bersemi...
Simak: bit.ly/Shalawat2020
Bertepatan Jumat, bertepatan Ramadhan, shalawat ini kami perkenalkan. Walaupun sedikit, walaupun sebentar, insya Allah menjadi penyejuk hati. Semoga Allah meridhai.
YouTube
Shalawat 2020 - Shalawat Badar - Fadly Padi - Arie Untung - Teddy Snada - Mario Irwinsyah
Shalawat 2020 terinspirasi dari Shalawat Badar, yang usianya sudah puluhan tahun. Shalawat ini dibawakan oleh Fadly Padi, Yoyo Padi, Teddy Snada, Arie Untung, Dwiki Dharmawan, Adhin Abdul Hakim, Mario Irwinsyah, Natta Reza, Cupink Topan, Ricky Perdana, Jhody…
Warunk Upnormal, kenal? Kang Rex adalah founder-nya. Ntar sore jam 4 kami akan IG live bersama. Insya Allah niatnya berbagi ilmu dan berbagi semangat...
TERKUAT
Pernah dengar soal Zeus? Di antara para dewa, Zeus kononnya yang TERKUAT. Selama ratusan tahun, bahkan ribuan tahun, itulah kisah yang kita dengar. Saya pernah melihat patung aslinya yang sudah berumur ribuan tahun. Hm, mitos ternyata.
Hercules adalah anaknya Zeus. Lantas, siapa yang lebih kuat, Hercules apa Zeus? Seiring berjalannya waktu, kemudian kita sadar bahwa yang TERKUAT itu bukan Hercules, bukan Zeus. Terus, siapa?
Yang terkuat adalah mereka yang:
- berhasil menundukkan hawa nafsu,
- tetap bersabar walaupun keadaan tidak sesuai dengan harapan,
- mau memaafkan walaupun punya kekuatan untuk membalas,
- mau berbagi walaupun punya kemampuan untuk mengumpulkan.
Rupanya puasa melatih kita untuk bisa seperti itu. Inilah kekuatan sejati. Masya Allah.
Saya pun coba melakukan itu sebisa saya. Terutama soal berbagi.
Belakangan ini, aktivitas saya lumayan padat, diisi dengan zoom event. Boleh dibilang, setiap hari. Kemarin untuk student-student di Turki. Sebelumnya untuk BUMN. Dan seperti biasa, narsum pasti dapat FEE, hehe. Rezeki, alhamdulillah.
Sebelum pandemi, saya sering minta fee saya langsung disalurkan ke lembaga sosial, seperti Dompet Dhuafa (DD). Ketika pandemi, apalagi Ramadhan, semakin mantap menyalurkan 100% ke lembaga sosial. Insya Allah untuk pengadaan APD, masker, dan sejenisnya. Berbagi.
Saya orang biasa. BUKAN pejabat. Belum punya power untuk menggerakkan jutaan orang dan menyalurkan triliuan rupiah. Tapi, saya berusaha berbuat sebisanya. Berbagi. Semoga langkah kecil ini jadi contoh dan inspirasi.
Bismillah.
Pernah dengar soal Zeus? Di antara para dewa, Zeus kononnya yang TERKUAT. Selama ratusan tahun, bahkan ribuan tahun, itulah kisah yang kita dengar. Saya pernah melihat patung aslinya yang sudah berumur ribuan tahun. Hm, mitos ternyata.
Hercules adalah anaknya Zeus. Lantas, siapa yang lebih kuat, Hercules apa Zeus? Seiring berjalannya waktu, kemudian kita sadar bahwa yang TERKUAT itu bukan Hercules, bukan Zeus. Terus, siapa?
Yang terkuat adalah mereka yang:
- berhasil menundukkan hawa nafsu,
- tetap bersabar walaupun keadaan tidak sesuai dengan harapan,
- mau memaafkan walaupun punya kekuatan untuk membalas,
- mau berbagi walaupun punya kemampuan untuk mengumpulkan.
Rupanya puasa melatih kita untuk bisa seperti itu. Inilah kekuatan sejati. Masya Allah.
Saya pun coba melakukan itu sebisa saya. Terutama soal berbagi.
Belakangan ini, aktivitas saya lumayan padat, diisi dengan zoom event. Boleh dibilang, setiap hari. Kemarin untuk student-student di Turki. Sebelumnya untuk BUMN. Dan seperti biasa, narsum pasti dapat FEE, hehe. Rezeki, alhamdulillah.
Sebelum pandemi, saya sering minta fee saya langsung disalurkan ke lembaga sosial, seperti Dompet Dhuafa (DD). Ketika pandemi, apalagi Ramadhan, semakin mantap menyalurkan 100% ke lembaga sosial. Insya Allah untuk pengadaan APD, masker, dan sejenisnya. Berbagi.
Saya orang biasa. BUKAN pejabat. Belum punya power untuk menggerakkan jutaan orang dan menyalurkan triliuan rupiah. Tapi, saya berusaha berbuat sebisanya. Berbagi. Semoga langkah kecil ini jadi contoh dan inspirasi.
Bismillah.
Bagaimana cara Pak Tung Desem Waringin mengalahkan virus Corona? Sebelumnya beliau pernah dirawat di RS karena positif Corona.
Bagaimana cara Pak Tung mencetak untung Rp 800 juta saat dirawat dan diisolasi di RS?
Apa saja tips-tips bisnis dari Pak Tung menyikapi pandemi seperti sekarang?
Beliau adalah pengusaha, miliarder, dan penulis mega-bestseller seperti Financial Revolution dan Marketing Revolution. Dahsyat-dahsyat ilmunya.
Yang jelas, beliau juga senior, sahabat, dan guru saya.
Yuk kita simak solusi dari beliau. Klik:
https://bit.ly/TDWcorona
Bagaimana cara Pak Tung mencetak untung Rp 800 juta saat dirawat dan diisolasi di RS?
Apa saja tips-tips bisnis dari Pak Tung menyikapi pandemi seperti sekarang?
Beliau adalah pengusaha, miliarder, dan penulis mega-bestseller seperti Financial Revolution dan Marketing Revolution. Dahsyat-dahsyat ilmunya.
Yang jelas, beliau juga senior, sahabat, dan guru saya.
Yuk kita simak solusi dari beliau. Klik:
https://bit.ly/TDWcorona
YouTube
TUNG DESEM vs CORONA - Ippho Santosa - Motivator Indonesia - Motivator Bisnis - Motivator Muda
Bagaimana cara TUNG DESEM WARINGIN mengalahkan CORONA? Bagaimana cara TDW menghasilkan Rp 800 juta ketika dirawat di RS? Simak tips bisnis dari TDW. Simak juga tips ECHO dari Ippho Santosa... Motivator Indonesia - Motivator Bisnis - Motivator Muda
Benarkah data PDP di media saat ini? Adakah konspirasi besar di balik wabah ini?
Sudah tepatkah stategi PSBB dan stay at home? Bolehkah keluar rumah? Kalau terpaksa, gimana?
Kapankah Indonesia akan pulih? dr Tirta bersama Ippho Santosa membahas Virus Corona dari A sampai Z.
Simak deh:
https://www.youtube.com/watch?v=WtrVjdEDm_I
Sudah tepatkah stategi PSBB dan stay at home? Bolehkah keluar rumah? Kalau terpaksa, gimana?
Kapankah Indonesia akan pulih? dr Tirta bersama Ippho Santosa membahas Virus Corona dari A sampai Z.
Simak deh:
https://www.youtube.com/watch?v=WtrVjdEDm_I
YouTube
dr TIRTA vs CORONA - Benarkah Data PDP di Media? Adakah Konspirasi? Cukupkah Stay at Home?
Benarkah data PDP di media saat ini? Adakah konspirasi besar di balik wabah ini? Sudah tepatkah stategi PSBB dan stay at home? Bolehkah keluar rumah? Kapankah Indonesia akan pulih? dr Tirta bersama Ippho Santosa membahas Virus Corona dari A sampai Z.
Di luar sana, karena bisnisnya terdampak pandemi, sebagian orang sudah:
- Mantab
- Manset
- Matang
Maksudnya:
- Makan tabungan
- Makan aset
- Makan utang
Duh!
Sungguh, saya prihatin. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya memberikan nasehat. Boleh?
Begini. Langit tak selamanya gelap, tak semuanya gelap. Sebagian mungkin gelap, tapi sebagian lagi terang kok. Begitu juga dalam bisnis. Ada bisnis-bisnis yang redup ketika pandemi ini, tapi ada juga yang cerah dan berkilau...
Saran saya, jangan gengsi untuk berubah. Ya, berubah. Mungkin dari segi produk. Mungkin dari segi strategi. Mungkin dari segi konsumen. Harga? Kemitraan? Distribusi? Mungkin saja, turut berubah...
Ingat, uang itu tetap ada, sama sekali nggak berkurang jumlahnya. Kalau kita kreatif, go online, dan memperhatikan faktor kesehatan (health-concerned), insya Allah bisnis kita akan tetap bertahan bahkan bertumbuh...
Mohon maaf, hewan saja memiliki kemampuan untuk survive dan sustain. Padahal mereka nggak sekolah, nggak seminar, nggak kreatif, nggak online. Hehe. Manusia? Harusnya lebih. Bukan sekedar bertahan, tapi juga mampu mengeluarkan segenap potensinya.
Itulah yang saya yakini.
Bagaimana dengan Anda? Yakin?
- Mantab
- Manset
- Matang
Maksudnya:
- Makan tabungan
- Makan aset
- Makan utang
Duh!
Sungguh, saya prihatin. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya memberikan nasehat. Boleh?
Begini. Langit tak selamanya gelap, tak semuanya gelap. Sebagian mungkin gelap, tapi sebagian lagi terang kok. Begitu juga dalam bisnis. Ada bisnis-bisnis yang redup ketika pandemi ini, tapi ada juga yang cerah dan berkilau...
Saran saya, jangan gengsi untuk berubah. Ya, berubah. Mungkin dari segi produk. Mungkin dari segi strategi. Mungkin dari segi konsumen. Harga? Kemitraan? Distribusi? Mungkin saja, turut berubah...
Ingat, uang itu tetap ada, sama sekali nggak berkurang jumlahnya. Kalau kita kreatif, go online, dan memperhatikan faktor kesehatan (health-concerned), insya Allah bisnis kita akan tetap bertahan bahkan bertumbuh...
Mohon maaf, hewan saja memiliki kemampuan untuk survive dan sustain. Padahal mereka nggak sekolah, nggak seminar, nggak kreatif, nggak online. Hehe. Manusia? Harusnya lebih. Bukan sekedar bertahan, tapi juga mampu mengeluarkan segenap potensinya.
Itulah yang saya yakini.
Bagaimana dengan Anda? Yakin?
Sebelumnya saya sering membahas soal sedekah. Berkali-kali saya menyampaikan bahwa sedekah itu mengundang solusi. Lantas, gimana dengan sholat? Yang sebenarnya, sholat itu lebih mengundang solusi.
Ya, sekarang coba kita amati dan cermati perintah sholat. Hampir semuanya menggunakan frase ‘mendirikan sholat’ bukan ‘mengerjakan sholat’. Ini tidak main-main. Maknanya sangat mendalam.
Mendirikan memang tidak mudah. Sebut saja, mendirikan bangunan, mendirikan organisasi, atau mendirikan negara. Nggak ada yang mudah, iya kan? Akan tetapi, kalau sudah berdiri, sulit untuk dihancurkan. Umumnya, yah begitu.
Apalagi kita semua tahu, kalau agama itu diumpamakan bangunan, maka fondasinya adalah syahadat dan tiang-tiangnya adalah sholat. Perlu juga dicatat, salah satu makna mendirikan sholat adalah menegakkan nilai-nilai sholat di luar sholat seperti disiplin, mempersembahkan yang terbaik (itqan), dan merasa diawasi oleh Allah (iman).
Inilah PR besar bagi kita semua, karena masih banyak muslim di luar sana yang mengerjakan sholat, belum mendirikan sholat.
Menariknya, mereka yang rutin sholat lebih mudah mengundang pertolongan Allah, daripada mereka yang tidak rutin. Dengan syarat, mereka menjaga diri dan menjauhkan diri dari dosa-dosa besar. Yah, mungkin saja masalah datang silih-berganti, namun mereka yang rutin sholat, didekatkan Allah dengan pertolongan.
Begitu ‘dipancing’ sedikit saja, dengan amal dan ikhtiar, maka pertolongan itu pun bergegas menghampiri. Inilah salah satu fadilah dan manfaat sholat yang jarang orang sadari. Kitab suci pun menegaskan hanya sabar dan sholat sebagai penolong.
3S
Sabar + Sholat = Solusi
Menariknya lagi, sholat juga menjadi salah satu syarat agar perniagaan tidak merugi. Saya ulang, tidak merugi. Hm, Anda-Anda yang pengusaha mungkin protes, “Saya sholat. Tapi kok nyatanya masih rugi?”
Betul, tapi Allah siapkan juga gantinya, entah pada perniagaan itu maupun pada perihal yang lain. Kalau dihitung-hitung, yah tetap untung. U-n-t-u-n-g. Terakhir, sholat juga menyehatkan. Sudah teramat banyak penelitian yang membuktikan hal ini.
Mumpung Ramadhan, mumpung di rumah saja, mari kita perbaiki sholat kita.
Ya, sekarang coba kita amati dan cermati perintah sholat. Hampir semuanya menggunakan frase ‘mendirikan sholat’ bukan ‘mengerjakan sholat’. Ini tidak main-main. Maknanya sangat mendalam.
Mendirikan memang tidak mudah. Sebut saja, mendirikan bangunan, mendirikan organisasi, atau mendirikan negara. Nggak ada yang mudah, iya kan? Akan tetapi, kalau sudah berdiri, sulit untuk dihancurkan. Umumnya, yah begitu.
Apalagi kita semua tahu, kalau agama itu diumpamakan bangunan, maka fondasinya adalah syahadat dan tiang-tiangnya adalah sholat. Perlu juga dicatat, salah satu makna mendirikan sholat adalah menegakkan nilai-nilai sholat di luar sholat seperti disiplin, mempersembahkan yang terbaik (itqan), dan merasa diawasi oleh Allah (iman).
Inilah PR besar bagi kita semua, karena masih banyak muslim di luar sana yang mengerjakan sholat, belum mendirikan sholat.
Menariknya, mereka yang rutin sholat lebih mudah mengundang pertolongan Allah, daripada mereka yang tidak rutin. Dengan syarat, mereka menjaga diri dan menjauhkan diri dari dosa-dosa besar. Yah, mungkin saja masalah datang silih-berganti, namun mereka yang rutin sholat, didekatkan Allah dengan pertolongan.
Begitu ‘dipancing’ sedikit saja, dengan amal dan ikhtiar, maka pertolongan itu pun bergegas menghampiri. Inilah salah satu fadilah dan manfaat sholat yang jarang orang sadari. Kitab suci pun menegaskan hanya sabar dan sholat sebagai penolong.
3S
Sabar + Sholat = Solusi
Menariknya lagi, sholat juga menjadi salah satu syarat agar perniagaan tidak merugi. Saya ulang, tidak merugi. Hm, Anda-Anda yang pengusaha mungkin protes, “Saya sholat. Tapi kok nyatanya masih rugi?”
Betul, tapi Allah siapkan juga gantinya, entah pada perniagaan itu maupun pada perihal yang lain. Kalau dihitung-hitung, yah tetap untung. U-n-t-u-n-g. Terakhir, sholat juga menyehatkan. Sudah teramat banyak penelitian yang membuktikan hal ini.
Mumpung Ramadhan, mumpung di rumah saja, mari kita perbaiki sholat kita.
Adanya Corona membuat perjuangan dakwah di Amerika semakin menantang. Ya, semakin menantang.
Imam Shamsi Ali bersama Ippho Santosa juga membahas perkembangan pesantren di Amerika, mengapa sebagian orang Amerika tertarik dengan Islam, dan kisah-kisah para muallaf di Amerika. Simak semuanya di channel YouTube Ippho Santosa.
Selama ini, Imam Shamsi Ali dan Ippho Santosa telah menulis dua buku bersama, juga sering mengadakan event bersama. Untuk jelasnya, simak dialog Imam Shamsi Ali dan Ippho Santosa di link berikut ini.
Simak: https://www.youtube.com/watch?v=AltUV2CIbJg
Imam Shamsi Ali bersama Ippho Santosa juga membahas perkembangan pesantren di Amerika, mengapa sebagian orang Amerika tertarik dengan Islam, dan kisah-kisah para muallaf di Amerika. Simak semuanya di channel YouTube Ippho Santosa.
Selama ini, Imam Shamsi Ali dan Ippho Santosa telah menulis dua buku bersama, juga sering mengadakan event bersama. Untuk jelasnya, simak dialog Imam Shamsi Ali dan Ippho Santosa di link berikut ini.
Simak: https://www.youtube.com/watch?v=AltUV2CIbJg
YouTube
Corona & Dakwah di AMERIKA - Imam Shamsi Ali - Ippho Santosa - Pesantren di Amerika
Adanya Corona membuat perjuangan dakwah di Amerika semakin menantang. Imam Shamsi Ali bersama Ippho Santosa juga membahas perkembangan pesantren di Amerika, mengapa sebagian orang Amerika tertarik dengan Islam, dan kisah-kisah para muallaf di Amerika. Selama…
Banyak yang menangis ketika mendengar shalawat ini, masya Allah.
Saya pun sampai terharu. Belasan artis yang merupakan sahabat-sahabat saya akhirnya berkenan membawakan shalawat ini. Dengan kesungguhan.
Ketika awal-awal saya ajak mereka terlibat di project ini, tidak semuanya langsung mengiyakan. Ada yang ragu-ragu juga, karena merasa dirinya bukan vokalis.
Yoyo Padi, misalnya. Sebagai drummer, awalnya beliau sempat menolak. Tapi kemudian beliau memantapkan diri dan jadilah ini rekaman shalawat PERTAMA bagi beliau.
Demikian pula aktor-aktor seperti Ricky Perdana, Mario Irwinsyah, Adhin Abdul Hakim (aktor di film Hayya), dan Cupink Topan (aktor di film Wiro Sableng). Sempat bertanya-tanya mulanya.
Selain itu, ada Natta Reza juga, penyanyi muda yang sering viral dan jutaan follower-nya. Pas sekali ketika beliau menimpali Fadly Padi dan Arie Untung di shalawat ini.
Masih banyak lagi yang lain.
Simak deh: https://m.youtube.com/watch?v=raF60WNY-uI
Saya pun sampai terharu. Belasan artis yang merupakan sahabat-sahabat saya akhirnya berkenan membawakan shalawat ini. Dengan kesungguhan.
Ketika awal-awal saya ajak mereka terlibat di project ini, tidak semuanya langsung mengiyakan. Ada yang ragu-ragu juga, karena merasa dirinya bukan vokalis.
Yoyo Padi, misalnya. Sebagai drummer, awalnya beliau sempat menolak. Tapi kemudian beliau memantapkan diri dan jadilah ini rekaman shalawat PERTAMA bagi beliau.
Demikian pula aktor-aktor seperti Ricky Perdana, Mario Irwinsyah, Adhin Abdul Hakim (aktor di film Hayya), dan Cupink Topan (aktor di film Wiro Sableng). Sempat bertanya-tanya mulanya.
Selain itu, ada Natta Reza juga, penyanyi muda yang sering viral dan jutaan follower-nya. Pas sekali ketika beliau menimpali Fadly Padi dan Arie Untung di shalawat ini.
Masih banyak lagi yang lain.
Simak deh: https://m.youtube.com/watch?v=raF60WNY-uI
YouTube
Shalawat 2020 - Shalawat Badar - Fadly Padi - Arie Untung - Teddy Snada - Mario Irwinsyah
Shalawat 2020 terinspirasi dari Shalawat Badar, yang usianya sudah puluhan tahun. Shalawat ini dibawakan oleh Fadly Padi, Yoyo Padi, Teddy Snada, Arie Untung, Dwiki Dharmawan, Adhin Abdul Hakim, Mario Irwinsyah, Natta Reza, Cupink Topan, Ricky Perdana, Jhody…
Makhluk Paling Sibuk Saat Ini...
Selain nakes, mungkin ibu-ibu adalah orang paling sibuk saat ini. Ya, paling sibuk. Sebelum pandemi, mereka sudah sibuk. Ketika pandemi, mereka makin sibuk. Kok bisa? Selain ngurusin rumah dan rumahtangga, mereka juga ngurusin anak-anak yang sekarang seharian di rumah. Betul apa betul?
Saya pun salut sama ibu-ibu yang mengelola bisnis dari rumah. Di antara mereka ada yang membuat lauk-pauk, bumbu dapur, atau cemilan. Lalu menjualnya. Ini bukan saja bagus, tapi juga mengagumkan. Soalnya, urusan nafkah sebenarnya BUKAN tanggung-jawab dia, tapi tetap saja dia lakukan demi membantu suami.
Silakan, silakan. Insya Allah itu kegiatan yang sangat positif, ketimbang berbulan-bulan di rumah hanya dipakai untuk menonton drama Korea dan film India, hehehe. Tapi, izinkan saya memberitahu alternatif lain yang insya Allah lebih ringan dan lebih menghasilkan. Boleh?
Misal, kita punya waktu produktif 8 jam sehari. Pilihan pertama, 4 jam dihabiskan untuk membuat atau memproduksi sesuatu, lalu 4 jam berikutnya dihabiskan untuk memasarkan. Pilihan kedua, 8 jam FULL dihabiskan untuk memasarkan saja. Mana yang lebih ringan dan lebih menghasilkan?
Kemungkinan besar adalah pilihan yang kedua. Terus, yang bikin produknya siapa? Kita bisa di-supply oleh vendor luar yang memang punya keahlian, pengalaman, dan kapasitas produksinya sudah berskala besar (otomatis, biayanya rendah tuh). Tugas kita memasarkan saja. Ini akan lebih ringan (nggak sibuk) dan lebih menghasilkan.
Saya tahu, sebagian kita akan merasa puas kalau berhasil membuat produk sendiri, lalu merancang merek sendiri. Seru rasanya. Yah boleh-boleh saja. Pilihan tho? Tapi, coba pikirkan yang barusan saya sampaikan. Memproduksi sendiri, itu akan sangat melelahkan, makan waktu, dan makan biaya. Jujur ya, itu ribet.
Saran saya, bagi teman-teman yang ingin cashflow cepat dan nggak terlalu capek, lebih baik fokus saja di pemasaran. Jangan salah, showroom Toyota, dealer Yamaha, dan toko iPhone juga fokus di pemasaran. Mereka nggak memproduksi dan merakit sama sekali. Tetap keren kok.
Tulisan saya mungkin agak menyinggung perasaan sebagian orang. Tapi insya Allah ada benarnya kok. Think. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat. Sekali lagi, think.
Selain nakes, mungkin ibu-ibu adalah orang paling sibuk saat ini. Ya, paling sibuk. Sebelum pandemi, mereka sudah sibuk. Ketika pandemi, mereka makin sibuk. Kok bisa? Selain ngurusin rumah dan rumahtangga, mereka juga ngurusin anak-anak yang sekarang seharian di rumah. Betul apa betul?
Saya pun salut sama ibu-ibu yang mengelola bisnis dari rumah. Di antara mereka ada yang membuat lauk-pauk, bumbu dapur, atau cemilan. Lalu menjualnya. Ini bukan saja bagus, tapi juga mengagumkan. Soalnya, urusan nafkah sebenarnya BUKAN tanggung-jawab dia, tapi tetap saja dia lakukan demi membantu suami.
Silakan, silakan. Insya Allah itu kegiatan yang sangat positif, ketimbang berbulan-bulan di rumah hanya dipakai untuk menonton drama Korea dan film India, hehehe. Tapi, izinkan saya memberitahu alternatif lain yang insya Allah lebih ringan dan lebih menghasilkan. Boleh?
Misal, kita punya waktu produktif 8 jam sehari. Pilihan pertama, 4 jam dihabiskan untuk membuat atau memproduksi sesuatu, lalu 4 jam berikutnya dihabiskan untuk memasarkan. Pilihan kedua, 8 jam FULL dihabiskan untuk memasarkan saja. Mana yang lebih ringan dan lebih menghasilkan?
Kemungkinan besar adalah pilihan yang kedua. Terus, yang bikin produknya siapa? Kita bisa di-supply oleh vendor luar yang memang punya keahlian, pengalaman, dan kapasitas produksinya sudah berskala besar (otomatis, biayanya rendah tuh). Tugas kita memasarkan saja. Ini akan lebih ringan (nggak sibuk) dan lebih menghasilkan.
Saya tahu, sebagian kita akan merasa puas kalau berhasil membuat produk sendiri, lalu merancang merek sendiri. Seru rasanya. Yah boleh-boleh saja. Pilihan tho? Tapi, coba pikirkan yang barusan saya sampaikan. Memproduksi sendiri, itu akan sangat melelahkan, makan waktu, dan makan biaya. Jujur ya, itu ribet.
Saran saya, bagi teman-teman yang ingin cashflow cepat dan nggak terlalu capek, lebih baik fokus saja di pemasaran. Jangan salah, showroom Toyota, dealer Yamaha, dan toko iPhone juga fokus di pemasaran. Mereka nggak memproduksi dan merakit sama sekali. Tetap keren kok.
Tulisan saya mungkin agak menyinggung perasaan sebagian orang. Tapi insya Allah ada benarnya kok. Think. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat. Sekali lagi, think.
PHK & SOLUSINYA
Imbas dari pandemi, inilah yang terjadi di Tanah Air.
Produsen sepatu Adidas? PHK 2.500 karyawan.
Matahari Departement Store? Menutup seluruh gerainya secara nasional.
Ramayana? Merumahkan seluruh karyawan tokonya.
McDonald's Sarinah Thamrin? Tutup selamanya.
Ya, saat ini gelombang PHK tengah terjadi. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 3 juta pekerja telah terdampak. Dari jumlah itu, lebih dari 2 juta pekerja datanya sudah valid bahwa mereka dirumahkan dan PHK. Sedangkan sekitar 1 juta pekerja sisanya masih menjalani validasi data.
Belum lagi karyawan yang gajinya dipotong 50% dan THR-nya ditiadakan. Ini benar-benar terjadi.
Terus, apa respons saya? Mungkin inilah saatnya Anda jadi entrepreneur, jadi pengusaha. Nggak susah kok.
Saran pertama dari saya, cobalah go online. Kedua, temukan produk yang mudah dan murah dikirim secara nasional (nggak harus produksi sendiri). Ketiga, temukan mentor yang teruji dan terbukti. Keempat, temukan prospek dan kumpulkan database. Kelima, mulailah menawarkan.
Apa tujuannya? Ini semua demi mengurangi resiko kegagalan dan mempercepat hasil usaha.
Enam-tujuh tahun terakhir, memulai usaha tidak sesulit yang kita bayangkan. Tidak harus punya toko, ruko, dan baliho. Punya ponsel saja sudah cukup, untuk seorang pemula. Yang penting, mau belajar dan mau diajar. Ini kayaknya sepele, padahal nggak. Karena ini sangat menentukan arah dan perkembangan ke depannya.
Begini. Anda tidak harus bermitra dengan saya. Anda boleh bermitra dengan siapa saja. Asalkan lima langkah di atas diterapkan benar-benar.
Happy action!
Imbas dari pandemi, inilah yang terjadi di Tanah Air.
Produsen sepatu Adidas? PHK 2.500 karyawan.
Matahari Departement Store? Menutup seluruh gerainya secara nasional.
Ramayana? Merumahkan seluruh karyawan tokonya.
McDonald's Sarinah Thamrin? Tutup selamanya.
Ya, saat ini gelombang PHK tengah terjadi. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 3 juta pekerja telah terdampak. Dari jumlah itu, lebih dari 2 juta pekerja datanya sudah valid bahwa mereka dirumahkan dan PHK. Sedangkan sekitar 1 juta pekerja sisanya masih menjalani validasi data.
Belum lagi karyawan yang gajinya dipotong 50% dan THR-nya ditiadakan. Ini benar-benar terjadi.
Terus, apa respons saya? Mungkin inilah saatnya Anda jadi entrepreneur, jadi pengusaha. Nggak susah kok.
Saran pertama dari saya, cobalah go online. Kedua, temukan produk yang mudah dan murah dikirim secara nasional (nggak harus produksi sendiri). Ketiga, temukan mentor yang teruji dan terbukti. Keempat, temukan prospek dan kumpulkan database. Kelima, mulailah menawarkan.
Apa tujuannya? Ini semua demi mengurangi resiko kegagalan dan mempercepat hasil usaha.
Enam-tujuh tahun terakhir, memulai usaha tidak sesulit yang kita bayangkan. Tidak harus punya toko, ruko, dan baliho. Punya ponsel saja sudah cukup, untuk seorang pemula. Yang penting, mau belajar dan mau diajar. Ini kayaknya sepele, padahal nggak. Karena ini sangat menentukan arah dan perkembangan ke depannya.
Begini. Anda tidak harus bermitra dengan saya. Anda boleh bermitra dengan siapa saja. Asalkan lima langkah di atas diterapkan benar-benar.
Happy action!
14% YANG MENENTUKAN
Rasio jumlah entrepreneur atau pengusaha di Indonesia saat ini baru sekitar 2 sampai 3 persen dari total penduduk. Idealnya, menurut pemerintah dan APINDO, adalah 14 persen agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Di kesempatan berbeda disampaikan, syarat untuk menjadi negara maju ialah jumlah entrepreneur harus 14 persen atau lebih. Jelas, perlu diadakan percepatan dan kemudahan, agar pelaku bisnis di Tanah Air bisa meningkat kuantitas dan kualitasnya.
Menurut Global Entrepreneurship Index 2018, empat negara dengan posisi teratas adalah Amerika (US), Swiss, Kanada, dan Inggris (UK). Indonesia? Di posisi 94, bahkan masih kalah dengan Rwanda dan Ghana.
Bagaimana dengan tahun 2019? Lima teratas adalah US, Swiss, Kanada, Denmark, dan UK. Indonesia? Alhamdulillah membaik, di posisi 75, walaupun masih kalah dengan Vietnam dan Maroko. Suka atau tidak, itulah kenyataannya.
Tahun 2020? Berbeda dengan pesimisme yang ditunjukkan oleh mayoritas ekonom, saya justru menduga akan terjadi ledakan entrepreneurship di Indonesia pada tahun ini. Gelombang PHK memang menghempas sebagian orang jadi pengangguran. Tapi sebagian lagi insya Allah jadi entrepreneur.
Saran saya, “Sebisanya jangan lagi jadi job seeker, tapi jadilah job creator.” Bukan lagi mencari lapangan kerja, tapi membuka lapangan kerja. Saat ini, itulah yang sangat mulia dan sangat dibutuhkan. Serius!
“Nggak punya modal!” itu alasan klasik mereka. Padahal mungkin tidak sampai seperti itu juga. Maaf, untuk jualan pakai gerobak di pinggir jalan saja, modalnya bisa Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Orang-orang pada bisa kok.
Apa iya uang Rp 1 juta Anda benar-benar nggak punya? Hati-hati kalau bicara, jadi doa tuh. Saran saya, berhentilah beralasan.
Yang saya yakini, saat Anda jadi entrepreneur atau pengusaha, maka Anda jadi solusi bagi diri Anda, keluarga Anda, juga bangsa Anda.
Pada akhirnya, jadilah entrepreneur!
Rasio jumlah entrepreneur atau pengusaha di Indonesia saat ini baru sekitar 2 sampai 3 persen dari total penduduk. Idealnya, menurut pemerintah dan APINDO, adalah 14 persen agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Di kesempatan berbeda disampaikan, syarat untuk menjadi negara maju ialah jumlah entrepreneur harus 14 persen atau lebih. Jelas, perlu diadakan percepatan dan kemudahan, agar pelaku bisnis di Tanah Air bisa meningkat kuantitas dan kualitasnya.
Menurut Global Entrepreneurship Index 2018, empat negara dengan posisi teratas adalah Amerika (US), Swiss, Kanada, dan Inggris (UK). Indonesia? Di posisi 94, bahkan masih kalah dengan Rwanda dan Ghana.
Bagaimana dengan tahun 2019? Lima teratas adalah US, Swiss, Kanada, Denmark, dan UK. Indonesia? Alhamdulillah membaik, di posisi 75, walaupun masih kalah dengan Vietnam dan Maroko. Suka atau tidak, itulah kenyataannya.
Tahun 2020? Berbeda dengan pesimisme yang ditunjukkan oleh mayoritas ekonom, saya justru menduga akan terjadi ledakan entrepreneurship di Indonesia pada tahun ini. Gelombang PHK memang menghempas sebagian orang jadi pengangguran. Tapi sebagian lagi insya Allah jadi entrepreneur.
Saran saya, “Sebisanya jangan lagi jadi job seeker, tapi jadilah job creator.” Bukan lagi mencari lapangan kerja, tapi membuka lapangan kerja. Saat ini, itulah yang sangat mulia dan sangat dibutuhkan. Serius!
“Nggak punya modal!” itu alasan klasik mereka. Padahal mungkin tidak sampai seperti itu juga. Maaf, untuk jualan pakai gerobak di pinggir jalan saja, modalnya bisa Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Orang-orang pada bisa kok.
Apa iya uang Rp 1 juta Anda benar-benar nggak punya? Hati-hati kalau bicara, jadi doa tuh. Saran saya, berhentilah beralasan.
Yang saya yakini, saat Anda jadi entrepreneur atau pengusaha, maka Anda jadi solusi bagi diri Anda, keluarga Anda, juga bangsa Anda.
Pada akhirnya, jadilah entrepreneur!