Ippho Santosa - ipphoright
25.9K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
BUKAN Sekedar Online

Tadi malam, saya bersama teman-teman di Musawarah mengikuti kajian Ustadz Abdul Somad. Tak terasa, lebih dari 5 tahun saya menjadi bagian dari Musawarah. Nah, kajian tadi malam menjadi sedikit berbeda, karena kami melakukannya secara online, bukan tatap muka. Tepatnya, melalui zoom meeting.

Di tengah pandemi seperti sekarang, mau tidak mau, go online menjadi suatu keniscayaan. Termasuk dalam bisnis. Boleh dibilang, ini ancaman sekaligus peluang. Mereka yang lihai dan piawai akan menyulap ini sebagai peluang. Jujur, saat ini kesibukan saya sebagai entrepreneur tidak berkurang sama sekali. Tetap produktif.

Izinkan kali ini saya berbagi tips untuk menjalankan bisnis online. Boleh ya?

Untuk memulai dan membesarkan sebuah bisnis, sekalipun itu bisnis online, kita harus selektif dalam memilih produk. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pastikan mutunya bagus. Karena pada akhirnya, yang membuat produk itu terjual terus-menerus dalam jangka panjang adalah mutu, bukan promosi. Sekali lagi, mutu.

Akan lebih baik lagi memilih produk yang tetap dicari, walaupun lagi pandemi.

Setelah itu, pastikan produknya mudah dikirim (hemat ongkir) dan mudah disimpan (tidak menyita space). Kita ini pemula, yang biasanya tidak punya gudang dan armada. Kita sangat mengandalkan jasa pengiriman. Maka, jangan sampai ongkir membuat harga jual kita tidak kompetitif. Begitu pula soal size dan space. Seringkali saat stok dan omset mencapai angka ratusan juta rupiah, seorang pemula kerepotan untuk menyimpannya karena memang produknya menyita space.

Bagaimana dengan perencanaan?

Begini. Di semua bidang termasuk dalam bisnis, perihal terkait perencanaan perlu dilakukan. Awal-awal, langsung action yah silakan. Namun setelah berjalan, harus ada perencanaan. Tak hanya varian produk tapi juga strategi promosi dan strategi distribusi. Maka harus diatur sedemikian rupa. Belajarlah dari pemain lain agar kita bisa mengantisipasi berbagai masalah. Sebab hal-hal tak diinginkan bisa terjadi kapan saja.

Untuk tahap awal, kurangi variasi agar promosi lebih terarah. Variasi yang terbatas juga memudahkan kita untuk urusan stok dan kalkulasi. Saran saya selanjutnya, selain aktif di socmed, mesti aktif juga di berbagai grup WA. Buatlah diri kita dikenal dan dipercaya. Setelah dikenal dan dipercaya, maka produk akan lebih mudah untuk terjual.

Sekian dulu. Praktek ya. Kapan-kapan kita sambung lagi.
BERGEMA DI TENGAH PANDEMI

Setidaknya ada 4 formula yang harus dipatuhi oleh seorang entrepreneur pemula agar bisnisnya tetap bergema (echo) di tengah pandemi seperti sekarang.

Boleh dibilang, 4 formula ini adalah fardhu ain bagi seorang entrepreneur. Apa saja 4 formula itu? ECHO yang terdiri dari Efficiency, Creativity, Health-Concern, Online. Kalau 4 formula ini diabaikan, bukan mustahil bisnisnya akan terkubur ditelan pandemi.

Kreativitas dan efisiensi. Jelas, dua hal ini sangat krusial. Dulu, penting. Sekarang, semakin penting. Belakangan ini, kita berpikir keras dan berusaha keras bagaimana bisnis terus berjalan dengan tetap berada di rumah.

SDM tidak leluasa bergerak. Produksi dan distribusi terkendala. Begitu juga operasional hari-hari di kantor. Kalau tidak kreatif dan tidak efisien, bagaimana mungkin bisnis masih bisa berjalan?

Kita lanjutkan. Concern terhadap kesehatan sekarang meningkat dan menjadi-jadi, bahkan menjadi prioritas tertinggi. Betul apa betul?

Ada baiknya kita menawarkan produk dan jasa terkait kesehatan. Setidaknya, tolong perhatikan faktor ini setiap kali kita menawarkan dan mengantarkan produk kita. Health-Concern istilahnya.

Go online akhirnya menjadi pilihan. Suka atau tidak suka. Siap atau tidak siap. Saya dan mitra-mitra saya BUKAN pedagang musiman. Sudah sekian tahun kami mengandalkan kekuatan online, walaupun belum 100%. Alhamdulillah hasilnya sangat lumayan.

Menurut saya, seorang pemula repot sekali kalau diarahkan bisnisnya berbasis toko atau ruko. Sewanya berapa? Gaji karyawan, gimana? Bahan baku, gimana? Listrik-air, gimana? Balik modal pun bisa 2 tahun atau lebih!

Saya merancang mitra-mitra saya agar balik modal dalam seminggu atau kurang. Cepat sekali. Ada baiknya bisnis teman-teman diarahkan seperti itu. Cepat balik modalnya. Dan ini insya Allah mengurangi risiko finansial.

Demikianlah ECHO yang terdiri dari Efficiency, Creativity, Health-Concern, Online. Praktek ya. Semoga hasilnya berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
BERHEMAT BUKAN BERARTI MAIN PECAT

Sebelumnya sudah saya bahas, agar tetap bertahan di masa-masa menantang seperti ini, kita sebagai pengusaha terutama yang pemula harus menerapkan rumus ECHO, yaitu Efficient, Creative, Health-Concerned, Online. Sekarang kita singgung sedikit soal efisiensi. Soal budgeting.

Salah satu BUKTI perencanaan yang matang adalah penganggaran dana dengan tepat. Penggunaan dana ini mesti tepat jumlahnya dan tepat timing-nya. Simple-nya begini. Alokasikan secara HEMAT tapi tetap efektif untuk pembelian barang (repeat order), pemasangan iklan (di IG, FB, dan marketplace), dan pengiriman barang.

Kurang cermat dalam penganggaran dana bisa membuat bisnis kita keteteran di tengah jalan.

Lantas, bagaimana dengan karyawan dan penggajian karyawan? Saran saya, sebagai pemula, untuk tahap awal jangan dulu pakai karyawan. Tapi sekiranya sudah punya karyawan, hati-hati, itu amanah. Jangan sampai ada pengurangan karyawan, jangan sampai ada pengurangan gaji.

Mungkin saat ini, karyawan kita nggak terlalu produktif. Yah mau gimana lagi? Keadaan yang memaksa. Bukan maunya dia. Saran, gaji dan tunjangan mereka tetap kita tunaikan. Namanya pengusaha yah mesti siap untung dan SIAP RISIKO. Jangan mau enaknya saja.

Sekiranya Anda terpaksa menjual aset atau berutang demi membayar gaji dan tunjangan karyawan, yah lakukan saja. Itu lebih baik. Saya pun pernah melakukan itu. Dulu saya sampai menggadaikan barang agar gaji dan tunjangan karyawan tetap terbayarkan.

Menurut saya, berhemat bukan berarti main pecat. Buktikan bahwa Anda memang pengusaha, tempat bernaungnya banyak orang. Saat Anda bertekad dan berusaha menaungi banyak orang, insya Allah potensi Anda akan keluar. Percayalah, Allah akan memampukan Anda, Allah akan memajukan usaha Anda. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
AYO BERADAPTASI

Saat terjadi perubahan besar, seringkali yang bertahan BUKAN mereka yang paling kuat. Tapi mereka yang pandai menyesuaikan diri dan beradaptasi. Lihatlah sejarah yang sudah-sudah, maka teman-teman akan menemukan benang merahnya.

Ketika pandemi seperti ini, kita harus mengingatkan teman-teman dan kerabat-kerabat kita. Ada perubahan dan penyesuaian dalam menjalankan bisnis. Kadang varian tertentu perlu dihadirkan. Kadang produk lama perlu digantikan.

Misal, jasa travel. Mungkin saat ini harus shift dulu, ke kuliner atau produk kesehatan. Begitu juga hotel. Mungkin saat ini harus menawarkan jasa katering, jasa laundry, dan jasa karantina (untuk memanfaatkan kamar-kamarnya).

Restoran menengah-atas? Yang biasanya makan di tempat, mungkin saat ini harus menawarkan jasa delivery dan katering. Demikian pula bisnis-bisnis lainnya. Jangan gengsian untuk berubah.

Saya beruntung, sudah bertahun-tahun menghadirkan produk-produk kesehatan alhamdulillah. BUKAN pedagang musiman insya Allah. Teman-teman yang terdampak karena pandemi, ayo lakukan perubahan dan penyesuaian. Segera.

Saya pribadi sudah satu tahun lebih OFF dari Facebook. Jumat yang lalu, saya aktif kembali. Buat apa? Demi menyemangati teman-teman semua. Di page 'Ippho Santosa & Tim Khalifah' ada 700.000 member (silakan search ya). Saat ini, sepertinya mereka sangat memerlukan motivasi dan inspirasi.

Karena itulah, bismillah saya hadir kembali. Insya Allah kita semua akan melalui masa-masa sulit ini bersama-sama. Bisa! Saling mendoakan ya!
Forwarded from Belajar Praktek
Pandemi & Mereka Yang Berjasa Saat Ini



Sudah dengar kabar ini?

Menteri Dalam Negeri Turki memutuskan untuk mundur, karena merasa gagal menahan laju penyebaran Covid-19.

Menteri Keuangan Jerman akhirnya bunuh diri, karena merasa bersalah atas goyahnya perekonomian nasional akibat Covid-19.

Menteri Kesehatan Prancis dituntut 600 dokter, karena dianggap gagal menyiapkan APD dan masker terkait Covid-19.

Itu yang terjadi di luar sana. Di Indonesia? Adakah yang merasa bertanggung-jawab? Adakah yang merasa bersalah? Adakah permintaan maaf?

Nggak perlu kita bahas panjang-lebar. Masing-masing kita sudah tahu jawabannya.

Awal-awal para elite malah menganggap enteng soal Covid-19 ini. Becanda. Main-main. Sekarang? Aturan dan anjuran dari pemerintah pun masih berubah-ubah.

Mudik yang awalnya dilarang, kemudian dibolehkan. Ojek bawa penumpang yang awalnya dilarang, kemudian dibolehkan. Dan masih banyak lagi. Berubah-ubah.

Bingung? Nggak tegas? Nggak jelas? Entahlah. Bayangkan saja apa yang dipikirkan oleh masyarakat luas. Ikut-ikutan bingung pastinya.

Di sini saya hanya ingin mengajak dan menyadarkan teman-teman semua untuk tidak terlalu mengandalkan pemerintah. Jaga diri kita dan keluarga kita.

Kata senior saya, bukan mustahil negeri ini tengah menuju Herd Immunity. Sekali lagi, jaga diri kita dan keluarga kita. Benar-benar jaga.

Kesehatan, jaga. Penafkahan, jaga. Insya Allah masih banyak sumber rezeki yang lain. Kalau satu tertutup, percayalah, sumber-sumber lain masih terbuka. Tetaplah optimis.

Bagi teman-teman nakes yang terjun langsung di garda terdepan, jangan berkecil hati. Apalagi sampai bersedih. Jangan. Allah menilai, masyarakat pun menilai.

Kelak, saat pandemi ini telah berlalu, masyarakat akan mengenang jasa para nakes, BUKAN pejabat, BUKAN pemerintah. Doa kami insya Allah selalu menyertai langkah-langkahmu.
Hacker!



Hari biasa, ada hacker.

Di tengah pandemi, mereka lebih gencar lagi.

Kok bisa? Karena dia tahu orang-orang pada di rumah dan online. Hati-hati.

Saya pun kena HACKED!

Lebih dari tiga minggu akun IG saya di-hack. Walhasil saya nggak bisa posting di IG sama sekali. Sementara, saya sudah terlanjur off dari FB dan Twitter selama satu tahun (walaupun follower saya di sana 3X dan 4X lebih banyak daripada di IG).

Ada bagusnya juga sih. Puasa socmed, hehehe. Kemarin, alhamdulillah akun IG saya pulih kembali, dibantu oleh seorang teman. Saya pun berjanji dalam hati untuk mem-posting sesuatu yang benar-benar manfaat dan menjauhi buang-buang waktu di IG.

Btw, terima kasih ya atas doa teman-teman. Saya sih yakin banget, doa dari teman-teman itu ngefek banget untuk kebaikan saya dan keselamatan saya. Termasuk kembalinya akun IG saya.

Saran saya, hati-hati dalam menyikapi email yang masuk (termasuk DM dan inbox). Kadang si hacker ini mengaku dari manajemen Instagram dan Facebook. Jangan mudah terpancing. Biasakan mengecek email dari laptop, bukan HP. Lebih jelas siapa sender-nya kalau di laptop. Sekali lagi, laptop.

Saya tertipu waktu itu. Akhirnya yah kena hacked. Karena saya cepat melapor ke Instagram, akhirnya si hacker ini nggak bisa ngapa-ngapain dengan akun IG saya. Ini pelajaran buat kita semua, biar nggak kejadian lagi.

Ada yang nanya, "Mas Ippho WFH-nya gimana?"

Alhamdulillah, di tengah pandemi seperti ini, hari-hari saya tetap aktif dan produktif. Kemarin saya zoom seminar untuk PLN. Hari ini saya zoom seminar untuk publik. Biasanya saya dibantu sama istri.

Kajian? Di komunitas BP, alhamdulillah kami rutin menghadirkan ustadz-ustadz setiap hari. Begitulah. Di rumah bukannya nggak produktif. Bisa kok aktif dan produktif. Kami belajar, kami praktek. Learning dan earning. Saya harap teman-teman juga begitu.

Kembali saya mengingatkan, hati-hati dengan hacker dan penipuan online. Mereka tahu kita lagi di rumah aja. Mereka tahu kita lebih sering online. Ada baiknya kita pakai proteksi dua langkah (two step verification). Silakan dipelajari.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Free! Zoom Seminar! Lock the Date!
Beliau adalah guru saya, Dr Syafii Antonio. Seorang pakar ekonomi syariah, yang telah diundang ke berbagai negara, termasuk ke Inggris. Dari segi bisnis, beliau pun sangat berhasil. Mengelola travel umrah, ensiklopedia, kampus dll. Sekian tahun yang lalu kami pertama kali berjumpa di pesawat menuju ke Dubai. Setelah itu, berbagai event kami adakan bersama. Dari beliau, bukan sekedar tingginya ilmu yang saya dapatkan, tapi juga mulianya akhlak. Selasa pagi, insya Allah kami akan IG live bersama. Simak ya...
IG saya alhamdulillah sudah pulih, namanya sama dengan nama channel ini, yakni @ipphoright
DEMI MASA

Sejak akun IG saya pulih (sebelumnya kena hacked selama 3 minggu lebih), saya berjanji untuk lebih bijak lagi dan lebih bermanfaat lagi dalam menggunakan IG, FB, dan Zoom.

Telegram? Sudah pasti.

Hari-hari, harus penuh manfaat. Jadwal saya padatin. Pagi, siang, sore. IG live dengan tokoh-tokoh atau Zoom.

Di socmed, saya sudah melakukan mute/hide terhadap 90% akun. Kok nggak unfollow aja sekalian? Hm, kadang enggak enak juga. Saling kenal soalnya. Ya udah, akhirnya saya mute/hide aja.

Di IG, sebisanya jangan sentuh menu 'search'. Abaikan aja. Karena itu bikin kita penasaran pada berbagai hal yang sebenarnya nggak terlalu penting. Bahasa lainnya, buang-buang waktu.

Sebentar lagi Ramadhan. Sudah semestinya hari-hari kita ditaburi dengan amal dan manfaat. Bukan sekedar killing time, bukan sekedar seru-seruan.

Hati-hati, socmed seperti IG dan FB, termasuk YouTube adalah perampok WAKTU paling nyata. Sangat nyata. Dan jangan salah, waktu lebih berharga daripada uang. Waktu itu kehidupan, bukan sekedar urusan uang.

Demi masa, itulah peringatan dari Yang Maha Kuasa. Manfaatkan waktu kita. Tulisan ini adalah reminder bagi saya yang selama ini sering lalai dan abai. Semoga ada manfaatnya.
Selasa pagi (setelah subuhan) dan malam, insya Allah saya akan IG live bersama dua guru kehidupan. Bismillah, kita akan bicara soal bisnis, survival, dan sustainability. Sangat bermanfaat. Simak deh...
Sharing Ilmu Ippho Santosa

Rabu, 22 April
10.00, Diera Bachir, IG Live
15.30, Aa Gym, Zoom

Kamis, 23 April
09.00, Andrie Wongso, IG Live
17.00, Imam Shamsi Ali, IG Live

Jumat, 24 April
08.00, Teddy Snada, IG Live
09.30, Ayah Irwan, Zoom
16.00, dr Tirta, IG Live

Sabtu, 25 April
09.30, Grand Gathering, Zoom

Ahad, 26 April
09.30, Syekh Ali Jaber, Zoom

Insya Allah teman-teman bisa menyimak semuanya di IG. Untuk acara Aa Gym, itu via zoom dan internal (Rabu sore, bersama mitra-mitra saya).

Untuk acara Syekh Ali, itu via zoom dan terbuka untuk umum. Free seminar persembahan dari saya dan Syekh Ali. Tentang 'Muhammad Sebagai Pedagang'.

Semoga bermanfaat ya 😊
Kenal beliau?
Corona & Dakwah di Amerika

Virus Corona saat ini sangat memukul perekonomian Amerika. Di antara semua negara, jumlah kasus Corona di Amerika adalah yang terbanyak. Kamis sore insya Allah kita akan bincang-bincang santai dengan Imam Shamsi Ali, seorang imam di New York.

Beliau sudah menetap dan berdakwah di Amerika lebih dari 20 tahun. Karena itulah nanti sore di IG live, selain membahas virus Corona di Amerika, kita juga akan membahas perkembangan dakwah di Amerika. Inilah yang utama.

Disebabkan karakternya yang ramah dan supel, beliau sering didatangi dan ditanya oleh orang-orang Amerika tentang Islam. Diskusi dan konsultasi. Tak heran, beliau berkali-kali mengantarkan orang-orang Amerika menjadi muallaf.

Imam Shamsi Ali juga termasuk dalam 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia menurut Jordan Strategic Study. Tahun 2013 saat saya seminar di Amerika, saya ditemani dan benar-benar dibantu oleh beliau. Masya Allah.

Saya senang sekali kemudian diajak beliau terlibat dalam inisiasi dan pembangunan pesantren di Amerika yang digagas oleh beliau. Boleh dibilang, ini adalah pesantren pertama di benua Amerika. Alhamdulillah.

Dan sampai hari ini, sudah dua buku yang saya tulis bersama beliau. Insya Allah sangat banyak hal seru dan bermanfaat yang akan kita bahas nanti sore di IG live @ipphoright. Sempatkan menyimak ya. Bantu share juga. Niatkan untuk belajar dan bertumbuh.

Note:

Kamis jam 9 pagi insya Allah saya IG live bareng @AndrieWongso. Jam 5 sore bareng @ImamShamsiAli.

Jumat bareng @dr.Tirta @Teddy_Snada. Doakan ya, semoga penuh manfaat dan penuh keberkahan. Aamiin.

IG address: @ipphoright