Kaget saya pas tahu fakta ini...
Kijang tertentu ternyata bisa berlari lebih cepat dan lebih gesit daripada harimau. Tapi kok bisa ketangkap?
Baca deh setiap kalimatnya. Pelan-pelan...
https://www.instagram.com/p/B3QQlWelFr2/?igshid=jj22jz1s6pmc
Sepertinya kijang perlu mentor dan tutorial berlari hehe πππ
Kijang tertentu ternyata bisa berlari lebih cepat dan lebih gesit daripada harimau. Tapi kok bisa ketangkap?
Baca deh setiap kalimatnya. Pelan-pelan...
https://www.instagram.com/p/B3QQlWelFr2/?igshid=jj22jz1s6pmc
Sepertinya kijang perlu mentor dan tutorial berlari hehe πππ
Instagram
IPPHO SANTOSA
Kecepatan lari harimau sekitar 50 β 65 km/jam. Sementara, kijang jenis tertentu seperti pronghorn bisa berlari 88 km/jam. Tapi anehnya, seringkali harimau berhasil mengejar dan menangkap kijang jenis apapun... Kalau kita, saat ketakutan, malah berlari melebihiβ¦
Saya punya banyak mitra (partner), alhamdulillah. Namun memilih dan menyusun tim inti, ini adalah perkara yang menantang. Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan dan seringkali intuisi turut bermain di sini.
Sekali lagi, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim inti. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Lantas, apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari bisnis secara keseluruhan. Nah, dari internal needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu bertahannya lebih lama dan dibentuknya lebih sulit daripada skill. Satu lagi, soal cocok-cocokan. Misal skill-nya hebat. Tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda yang lain. Ini kan masalah.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim inti. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Haste makes waste. Anda bukan Avengers, Justice League, atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu. Perlu kesabaran.
Tips terakhir? Cek social media dan WA story mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Saya pribadi menghabiskan waktu setidaknya 1 jam sehari untuk mengecek social media dan WA story mitra-mitra saya. Dari sini, akhirnya saya bisa memahami aspirasi dan impian mereka.
Selamat mencoba ya. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sekali lagi, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim inti. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Lantas, apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari bisnis secara keseluruhan. Nah, dari internal needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu bertahannya lebih lama dan dibentuknya lebih sulit daripada skill. Satu lagi, soal cocok-cocokan. Misal skill-nya hebat. Tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda yang lain. Ini kan masalah.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim inti. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Haste makes waste. Anda bukan Avengers, Justice League, atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu. Perlu kesabaran.
Tips terakhir? Cek social media dan WA story mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Saya pribadi menghabiskan waktu setidaknya 1 jam sehari untuk mengecek social media dan WA story mitra-mitra saya. Dari sini, akhirnya saya bisa memahami aspirasi dan impian mereka.
Selamat mencoba ya. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seminar saya segera hadir:
Yogyakarta : 0811-2637-710
Pekalongan : 0858-2168-8348
Tegal : 0812-2711-5617
Kediri : 0813-3177-1830
Acara ini sifatnya non-profit dan pembicara tidak dapat untung. Kalaupun ada tiket masuk, itu semata-mata untuk menutupi biaya gedung dsj.
Silakan hubungi panitia setempat ya.
Yogyakarta : 0811-2637-710
Pekalongan : 0858-2168-8348
Tegal : 0812-2711-5617
Kediri : 0813-3177-1830
Acara ini sifatnya non-profit dan pembicara tidak dapat untung. Kalaupun ada tiket masuk, itu semata-mata untuk menutupi biaya gedung dsj.
Silakan hubungi panitia setempat ya.
#JadilahMiliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk ber-dhuha dan tidur siang (jangan salah, ini sunnah Nabi). Ketika resepsi, engkau pun mampu menyiapkan tempat duduk untuk seluruh tamu yang menghadiri, sehingga mereka tidak perlu makan sambil berdiri (katanya ini standing party, padahal kurang sesuai dengan sunnah Nabi).
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau bisa memilih business class ketika terbang antar benua selama belasan jam. Di sini engkau bisa tidur dengan rebahan dan menghadap ke sisi kanan (lagi-lagi ini sunnah, bukan cerita rekaan). Kalau di economy class, maaf, engkau tidur sambil duduk dan kurang nyaman. Mungkin engkau sanggup, tapi apakah orangtuamu sanggup dan merasa nyaman?
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk membangun mall sendiri dan musholla yang benar-benar layak di dalamnya. Tidak sempit, tidak pengap, tidak panas, tidak jauh, dan senyaman-nyamannya. Engkau pun bisa membangun rumah sakit dan sekolah, sekaligus menolong mereka-mereka yang lemah namun tetap memerlukan layanan kesehatan dan pendidikan dengan selayak-layaknya.
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih lantang dalam bersikap dan bersuara, terutama hal-hal yang prinsip dan sangat menentukan. Maaf, kalau engkau lemah finansial, engkau gampang ditekan dan gampang diarahkan. Sekiranya engkau miliarder, engkau pun bisa membangun media yang menarik, terpercaya, dan membela kebenaran.
Belum bisa? Niatkan. Ikhtiarkan. Dan saling mendoakan. Percayalah, ini bukan khayalan. Kan ada Allah yang maha kaya lagi maha memampukan. Semoga di antara kita ada yang berhasil mewujudkan dalam kenyataan. Inspirasi kecil dari Ippho Santosa, cukuplah sekian.
Kalau engkau memang peduli, bantu share tulisan ini, semoga semakin banyak pembaca yang mengamini.
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau bisa memilih business class ketika terbang antar benua selama belasan jam. Di sini engkau bisa tidur dengan rebahan dan menghadap ke sisi kanan (lagi-lagi ini sunnah, bukan cerita rekaan). Kalau di economy class, maaf, engkau tidur sambil duduk dan kurang nyaman. Mungkin engkau sanggup, tapi apakah orangtuamu sanggup dan merasa nyaman?
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk membangun mall sendiri dan musholla yang benar-benar layak di dalamnya. Tidak sempit, tidak pengap, tidak panas, tidak jauh, dan senyaman-nyamannya. Engkau pun bisa membangun rumah sakit dan sekolah, sekaligus menolong mereka-mereka yang lemah namun tetap memerlukan layanan kesehatan dan pendidikan dengan selayak-layaknya.
Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih lantang dalam bersikap dan bersuara, terutama hal-hal yang prinsip dan sangat menentukan. Maaf, kalau engkau lemah finansial, engkau gampang ditekan dan gampang diarahkan. Sekiranya engkau miliarder, engkau pun bisa membangun media yang menarik, terpercaya, dan membela kebenaran.
Belum bisa? Niatkan. Ikhtiarkan. Dan saling mendoakan. Percayalah, ini bukan khayalan. Kan ada Allah yang maha kaya lagi maha memampukan. Semoga di antara kita ada yang berhasil mewujudkan dalam kenyataan. Inspirasi kecil dari Ippho Santosa, cukuplah sekian.
Kalau engkau memang peduli, bantu share tulisan ini, semoga semakin banyak pembaca yang mengamini.
"Ini tips enteng rezeki," menurut saya. Teman-teman coba deh. Insya Allah tiap hari dikejar duit.
Video pertama menunjukkan cara-caranya. Video kedua dan ketiga, bukti-buktinya. Praktek ya.
https://www.instagram.com/p/B3a1KDMFSsc/?igshid=rxyt4gp2z8ds
πππ
Video pertama menunjukkan cara-caranya. Video kedua dan ketiga, bukti-buktinya. Praktek ya.
https://www.instagram.com/p/B3a1KDMFSsc/?igshid=rxyt4gp2z8ds
πππ
Instagram
IPPHO SANTOSA
Dagang + Dhuha + Derma = Dahsyat!!! . . Rutinkan ya...
Macam-macam isi curhat para suami.
Ada yang begini. Sudah 9 tahun nikah, tapi nggak pernah marah ke istri. Saya tanya, "Kok bisa? Apa tips-nya?" Boro-boro marah sama istri. Ternyata si suami-lah yang sering dimarahin sama istri, hehehe.
Ada lagi yang ngeluh, "Istri saya pinter nyari duit, Pak." Saya tanya balik, "Terus di mana masalahnya?" Dia jawab, "Ya masalah Pak. Duit sudah disimpan baik-baik, eh masih ketemu aja sama dia. Pinter nyari duit." Hehehe.
Begitulah. Rumah tangga kadang rumit. Dan sebenarnya itu wajar-wajar saja. Kalau sederhana, bukan rumah tangga namanya. Yang 'sederhana' itu rumah makan. Hehehe.
Kadang hal yang kita anggap sepele bisa menjadi masalah yang besar bagi rumah tangga tertentu. Sebab itulah, baik suami atau istri perlu stok sabar yang banyak. Dan perlu pemahaman yang mendalam tentang agama. Itu saran saya.
Lantas, apa saran saya selanjutnya? Pastikan cukup 'durasi'. Maksudnya, waktu yang cukup bersama pasangan. Biasanya, kalau durasi bermasalah, komunikasi juga bermasalah. Ya, durasi ngefek ke komunikasi dan komunikasi ngefek ke solusi.
Btw, hari ini adalah milad pernikahan saya. Mohon doa tulus untuk saya dan keluarga ya. Sebaliknya, doa terbaik dari saya untuk teman-teman semua. Semoga sakinah dan sakinah sampai jannah. Aamiin.
Tulisan-tulisan saya tentang keluarga barusan saya posting di IG @ipphoright. Simak deh.
Ada yang begini. Sudah 9 tahun nikah, tapi nggak pernah marah ke istri. Saya tanya, "Kok bisa? Apa tips-nya?" Boro-boro marah sama istri. Ternyata si suami-lah yang sering dimarahin sama istri, hehehe.
Ada lagi yang ngeluh, "Istri saya pinter nyari duit, Pak." Saya tanya balik, "Terus di mana masalahnya?" Dia jawab, "Ya masalah Pak. Duit sudah disimpan baik-baik, eh masih ketemu aja sama dia. Pinter nyari duit." Hehehe.
Begitulah. Rumah tangga kadang rumit. Dan sebenarnya itu wajar-wajar saja. Kalau sederhana, bukan rumah tangga namanya. Yang 'sederhana' itu rumah makan. Hehehe.
Kadang hal yang kita anggap sepele bisa menjadi masalah yang besar bagi rumah tangga tertentu. Sebab itulah, baik suami atau istri perlu stok sabar yang banyak. Dan perlu pemahaman yang mendalam tentang agama. Itu saran saya.
Lantas, apa saran saya selanjutnya? Pastikan cukup 'durasi'. Maksudnya, waktu yang cukup bersama pasangan. Biasanya, kalau durasi bermasalah, komunikasi juga bermasalah. Ya, durasi ngefek ke komunikasi dan komunikasi ngefek ke solusi.
Btw, hari ini adalah milad pernikahan saya. Mohon doa tulus untuk saya dan keluarga ya. Sebaliknya, doa terbaik dari saya untuk teman-teman semua. Semoga sakinah dan sakinah sampai jannah. Aamiin.
Tulisan-tulisan saya tentang keluarga barusan saya posting di IG @ipphoright. Simak deh.
Hari ini saya berada di Hainan, China, bersama mitra-mitra saya. Alhamdulillah.
Ya, salah satu tradisi kita adalah jalan-jalan alias liburan. Sebut saja, Banyak Piknik. Sebelumnya kita sudah ke Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi. Selain menambah ilmu dan wawasan, ternyata jalan-jalan juga menyehatkan.
Kok bisa?
Begini. Saat kita melakukan hal-hal baru di luar kebiasaan seperti liburan, tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin dan endorfin secara bersamaan. Nah, inilah yang membuat otak bekerja lebih baik. Sebagian penelitian tentang liburan ini dilansir idiva.com.
Penelitian lain dari tim Baylor College of Medicine menemukan, liburan dan travelling membuat awet muda. Menurut David Eagleman, pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi dan eksotis, dapat memicu otak untuk merasakan dunia seperti apa yang dirasakan otak anak-anak. Dan ini memberi efek βperemajaanβ selama 1-2 pekan.
Jadi, liburan sesekali itu menyehatkan dan bikin awet muda πππ
Kalau belum bisa trip jauh-jauh, nggak masalah. Saya tidak menyarankan Anda untuk memaksakan diri. Anda bisa mulai trip dari tempat-tempat yang terdekat. Insya Allah tetap menyenangkan dan bermanfaat.
Ya, salah satu tradisi kita adalah jalan-jalan alias liburan. Sebut saja, Banyak Piknik. Sebelumnya kita sudah ke Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi. Selain menambah ilmu dan wawasan, ternyata jalan-jalan juga menyehatkan.
Kok bisa?
Begini. Saat kita melakukan hal-hal baru di luar kebiasaan seperti liburan, tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin dan endorfin secara bersamaan. Nah, inilah yang membuat otak bekerja lebih baik. Sebagian penelitian tentang liburan ini dilansir idiva.com.
Penelitian lain dari tim Baylor College of Medicine menemukan, liburan dan travelling membuat awet muda. Menurut David Eagleman, pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi dan eksotis, dapat memicu otak untuk merasakan dunia seperti apa yang dirasakan otak anak-anak. Dan ini memberi efek βperemajaanβ selama 1-2 pekan.
Jadi, liburan sesekali itu menyehatkan dan bikin awet muda πππ
Kalau belum bisa trip jauh-jauh, nggak masalah. Saya tidak menyarankan Anda untuk memaksakan diri. Anda bisa mulai trip dari tempat-tempat yang terdekat. Insya Allah tetap menyenangkan dan bermanfaat.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Video from Ippho & Tim Khalifah
Ippho Santosa - ipphoright
Video from Ippho & Tim Khalifah
Ciri-ciri bisnis yang baik, terutama untuk pemula
Pernah lihat teman jualan?
Setiap kali teman kita atau siapa saja posting di socmed tentang closing, baiknya kita ikut senang. Lalu kita doakan dalam hati, "Semoga jualannya tambah laris, semoga omset-nya tambah banyak. Aamiin."
Insya Allah doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ya, lebih dahsyat.
Ini juga bagian dari mental kaya. Berkelimpahan. Di mana kita percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Kaya. DIA punya banyak resources, bahkan tak terhingga resources-nya. Bisa mengayakan semua pihak, bisa melariskan semua dagangan.
Jadi, tak perlu iri atau dengki.
Orang yang iri, berarti menurutnya, "Kalau Allah telah memberikan rezeki yang banyak kepada si A, B, dan C, terus gimana dengan rezeki dan nasibku? Sudah dibagi-bagi kayak gitu, apa masih ada sisanya buatku?'
Dipikirnya, resources Allah itu terbatas. Ini pemahaman keliru. Begini. Kalau kita dapat customer, kalau kita dapat closingan, terus kita bersyukur, itu sih wajar. Anak TK juga tahu, hehehe.
Tapi saat orang lain dapat customer dan kita ikut senang juga bersyukur, itu bikin semesta takjub. Seolah-olah semesta berkata, "Hebat banget kamu ini. Orang lain dapat nikmat, eh kamu ikut bersyukur. Sebentar lagi deh, giliran kamu!'
π
Begitulah, harapan dan doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Siap?
Setiap kali teman kita atau siapa saja posting di socmed tentang closing, baiknya kita ikut senang. Lalu kita doakan dalam hati, "Semoga jualannya tambah laris, semoga omset-nya tambah banyak. Aamiin."
Insya Allah doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ya, lebih dahsyat.
Ini juga bagian dari mental kaya. Berkelimpahan. Di mana kita percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Kaya. DIA punya banyak resources, bahkan tak terhingga resources-nya. Bisa mengayakan semua pihak, bisa melariskan semua dagangan.
Jadi, tak perlu iri atau dengki.
Orang yang iri, berarti menurutnya, "Kalau Allah telah memberikan rezeki yang banyak kepada si A, B, dan C, terus gimana dengan rezeki dan nasibku? Sudah dibagi-bagi kayak gitu, apa masih ada sisanya buatku?'
Dipikirnya, resources Allah itu terbatas. Ini pemahaman keliru. Begini. Kalau kita dapat customer, kalau kita dapat closingan, terus kita bersyukur, itu sih wajar. Anak TK juga tahu, hehehe.
Tapi saat orang lain dapat customer dan kita ikut senang juga bersyukur, itu bikin semesta takjub. Seolah-olah semesta berkata, "Hebat banget kamu ini. Orang lain dapat nikmat, eh kamu ikut bersyukur. Sebentar lagi deh, giliran kamu!'
π
Begitulah, harapan dan doa itu akan 'mantul' ke kita dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Siap?
Hampir setiap hari saya bertemu dengan entrepreneur dan calon entrepreneur. Pas bertemu, biasanya mereka nanya-nanya ke saya. Salah satunya tentang membesarkan usaha.
Saran saya, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Terutama buat pemula. Apalagi di bidang yang relatif baru dan berisiko bagi Anda.
Sekali lagi, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Masih ada cara lain untuk mendapatkan cash, asalkan bisnis Anda memang bagus alias menjanjikan.
Misal:
Hemat-hemat
Jual indent
Bayar tempo
Tunda pengeluaran
Beli skala kecil (sesuai kemampuan)
Satu hal yang perlu dikuasai benar-benar oleh seorang pengusaha adalah menjual indent. Barang belum ada, tapi sudah dijual. Bolehlah? Boleh-boleh saja.
Agama pun mengizinkan itu. Jual indent. Asalkan barang nantinya sesuai dengan yang dijanjikan. Jangan sampai, gambarnya A, barangnya B. Ngawur tuh!
Mulailah menjual indent. Lalu dapatkan cash-nya.
Ingat, cash is king. Pengelolaan atas cash, itu melebihi king. Lihatlah, betapa banyak bisnis yang runtuh dan rubuh, hanya gegara gagal mengelola cash. Padahal sebagian mereka memetik untung.
Pada akhirnya, juallah indent, lalu dapatkan cash-nya. Tentunya dengan tetap berhati-hati. Praktek ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Saran saya, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Terutama buat pemula. Apalagi di bidang yang relatif baru dan berisiko bagi Anda.
Sekali lagi, jangan buru-buru berpikir ngutang dalam membesarkan usaha. Masih ada cara lain untuk mendapatkan cash, asalkan bisnis Anda memang bagus alias menjanjikan.
Misal:
Hemat-hemat
Jual indent
Bayar tempo
Tunda pengeluaran
Beli skala kecil (sesuai kemampuan)
Satu hal yang perlu dikuasai benar-benar oleh seorang pengusaha adalah menjual indent. Barang belum ada, tapi sudah dijual. Bolehlah? Boleh-boleh saja.
Agama pun mengizinkan itu. Jual indent. Asalkan barang nantinya sesuai dengan yang dijanjikan. Jangan sampai, gambarnya A, barangnya B. Ngawur tuh!
Mulailah menjual indent. Lalu dapatkan cash-nya.
Ingat, cash is king. Pengelolaan atas cash, itu melebihi king. Lihatlah, betapa banyak bisnis yang runtuh dan rubuh, hanya gegara gagal mengelola cash. Padahal sebagian mereka memetik untung.
Pada akhirnya, juallah indent, lalu dapatkan cash-nya. Tentunya dengan tetap berhati-hati. Praktek ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Teman jualan?
Teman jalan-jalan?
Teman punya mobil baru?
Teman kita atau siapa saja posting soal mobilnya yang baru, lha buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat mobil serupa. Ini jadi doa, jadi sugesti.
Teman posting soal omsetnya yang besar, buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat omset yang serupa. Ini jadi doa, jadi sugesti. Btw, apa yang terjadi saat kita iri dan dengki? Akan tertutup berbagai potensi rezeki. Rugi!
Kalaupun dia pamer, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Sekali lagi, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Kita? Hendaknya tetap terinspirasi dan termotivasi. Jangan pernah sekalipun iri dan dengki.
Nah, beda dengan mereka yang berhati sempit. Mereka biasanya mudah iri dan dengki. Bahkan merasa dirinya dipermalukan dan sakit hati. Padahal itu hanya persepsi-nya sendiri.
Hati-hati. Iri dan dengki hanya akan menutupi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi! Kalau lapang hati? Lapang pula rezeki. Insya Allah. Pada akhirnya, soal lapang hati, kita praktek sama-sama ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Teman jalan-jalan?
Teman punya mobil baru?
Teman kita atau siapa saja posting soal mobilnya yang baru, lha buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat mobil serupa. Ini jadi doa, jadi sugesti.
Teman posting soal omsetnya yang besar, buat apa kita berprasangka buruk? Lebih baik kita terinspirasi agar dapat omset yang serupa. Ini jadi doa, jadi sugesti. Btw, apa yang terjadi saat kita iri dan dengki? Akan tertutup berbagai potensi rezeki. Rugi!
Kalaupun dia pamer, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Sekali lagi, itu urusan dia dengan Tuhan-nya. Kita? Hendaknya tetap terinspirasi dan termotivasi. Jangan pernah sekalipun iri dan dengki.
Nah, beda dengan mereka yang berhati sempit. Mereka biasanya mudah iri dan dengki. Bahkan merasa dirinya dipermalukan dan sakit hati. Padahal itu hanya persepsi-nya sendiri.
Hati-hati. Iri dan dengki hanya akan menutupi rezeki. Rugi! Benar-benar rugi! Kalau lapang hati? Lapang pula rezeki. Insya Allah. Pada akhirnya, soal lapang hati, kita praktek sama-sama ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Banyak yang bertanya ke saya soal produk A, produk B, dan produk C.
"Apakah ini produknya Mas Ippho?"
"Apakah itu bisnisnya Mas Ippho?"
Saya cuma senyum dan menjawab, "Bukan. Produk saya cuma British Propolis alias BP. Insya Allah dalam waktu dekat akan keluar produk-produk yang lain dan masih dalam naungan BP Group."
Ciri dari bisnis saya salah satunya adalah bagi-bagi profit yang relatif adil dan etis kepada mitra-mitra.
Saya untung. Mitra lebih untung, insya Allah. Dan saya berusaha keras agar itu benar-benar terjadi. Istilahnya, kaya dan mengayakan.
Ciri berikutnya, produk harus sarat manfaat dan tidak membuat orang konsumtif. Bagi saya, halal saja tidak cukup. Kita harus go beyond.
Ciri lain? Harga yang wajar dan etis bagi konsumen. Harga pasar selalu jadi bahan pertimbangan saya. Jangan over-price.
Sebenarnya masih ada ciri yang lain. Kapan-kapan kita bahas ya. Pada akhirnya, apapun bisnis teman-teman, semoga tulisan saya ini menjadi inspirasi yang bermanfaat. Kita saling mengingatkan dan saling mendoakan ya.
"Apakah ini produknya Mas Ippho?"
"Apakah itu bisnisnya Mas Ippho?"
Saya cuma senyum dan menjawab, "Bukan. Produk saya cuma British Propolis alias BP. Insya Allah dalam waktu dekat akan keluar produk-produk yang lain dan masih dalam naungan BP Group."
Ciri dari bisnis saya salah satunya adalah bagi-bagi profit yang relatif adil dan etis kepada mitra-mitra.
Saya untung. Mitra lebih untung, insya Allah. Dan saya berusaha keras agar itu benar-benar terjadi. Istilahnya, kaya dan mengayakan.
Ciri berikutnya, produk harus sarat manfaat dan tidak membuat orang konsumtif. Bagi saya, halal saja tidak cukup. Kita harus go beyond.
Ciri lain? Harga yang wajar dan etis bagi konsumen. Harga pasar selalu jadi bahan pertimbangan saya. Jangan over-price.
Sebenarnya masih ada ciri yang lain. Kapan-kapan kita bahas ya. Pada akhirnya, apapun bisnis teman-teman, semoga tulisan saya ini menjadi inspirasi yang bermanfaat. Kita saling mengingatkan dan saling mendoakan ya.
Kalau kita lihat fisiknya, Ka'bah itu posisinya rendah. Ya, rendah. Bandingkan saja dengan bangunan-bangunan lain di sekelilingnya. Dan ternyata ini sama seperti sujud, terlihat posisinya rendah.
Tapi pada hakikatnya, sujud itu mulia dan 'tinggi'. Nggak rendah. Kenapa? Karena memang ditinggikan sama Allah. Apalagi kita sama-sama tahu, saat sujud sebenarnya kita lagi dekat-dekatnya sama Allah.
Insya Allah doa pun lebih ijabah.
Hikmahnya, apa yang terlihat dan dianggap rendah sama orang lain belum tentu dinilai rendah sama Allah. Belum tentu. Pemberi nilai yang mutlak dan sejati adalah Allah, bukan orang lain.
Tapi pada hakikatnya, sujud itu mulia dan 'tinggi'. Nggak rendah. Kenapa? Karena memang ditinggikan sama Allah. Apalagi kita sama-sama tahu, saat sujud sebenarnya kita lagi dekat-dekatnya sama Allah.
Insya Allah doa pun lebih ijabah.
Hikmahnya, apa yang terlihat dan dianggap rendah sama orang lain belum tentu dinilai rendah sama Allah. Belum tentu. Pemberi nilai yang mutlak dan sejati adalah Allah, bukan orang lain.
Halooo London! Pekan ini insya Allah saya dan Mr Joss akan berbagi ilmu di London. Tepatnya 8 November (malam). Teman-teman di UK, kalau mau ikutan, boleh WA ke +44 7825 261209. Seat sangat terbatas. Baiknya segera WA, reservasi dulu...
Bisnis yang hebat tidak bicara soal tim dan sistem saja. Tapi juga soal ekosistem.
Sudah saatnya kita memilih ekosistem yang positif. Saling mendukung, saling mendoakan, dan saling membesarkan. Spirit-nya adalah persaudaraan, BUKAN persaingan.
Nah, dalam jangka panjang, kita bisa bertumbuh dan hati terasa lebih nyaman. Insya Allah. Saya berharap teman-teman bisa menemukan bisnis dengan ekosistem seperti itu.
Sip ya? π
Sudah saatnya kita memilih ekosistem yang positif. Saling mendukung, saling mendoakan, dan saling membesarkan. Spirit-nya adalah persaudaraan, BUKAN persaingan.
Nah, dalam jangka panjang, kita bisa bertumbuh dan hati terasa lebih nyaman. Insya Allah. Saya berharap teman-teman bisa menemukan bisnis dengan ekosistem seperti itu.
Sip ya? π
Kadang, saat kita menganjurkan sesuatu kepada pasangan, belum tentu dia mau nurut. Betul? Seringnya kita 'nggak dianggap'. Nah, gimana caranya agar dia mau nurut? Ada caranya ternyata.
Tentu saja, kita menganjurkan sesuatu yang positif. Semisal, bangun awal, rutin olahraga, berhenti mengeluh, berhenti merokok, mulai jualan, mulai berbisnis, dll.
Sebenarnya, kita bisa 'meminjam' suara pihak yang ketiga yang dianggap ahli dan netral. Contohnya? Sebut saja, media, ustadz, dokter, dan motivator. Biasanya lebih berdampak.
Ketika dokter menganjurkan sesuatu, kita cenderung dengerin dan nurutin. Nggak berani membantah. Iya kan? Iya. Kenapa? Karena kita menganggap dokter itu ahli dan netral. Demikian pula ustadz dan motivator.
Saran saya, ajak pasangan, saudara, dan keluarga anda bergabung di grup WA ini atau channel @ipphoright di Telegram. Saat mereka sudah bergabung, Anda tidak perlu lagi menganjurkan macam-macam. Biarlah saya yang rutin berbagi nasehat dan inspirasi. Insya Allah lebih berdampak.
Kalau mereka belum mau bergabung, yah nggak apa-apa. Forward saja artikel-artikel saya yang ada di grup WA ini atau channel Telegram saya. Boleh juga pinjamkan buku-buku saya. Dan satu hal yang paling penting, doakan mereka. Sip?
Tentu saja, kita menganjurkan sesuatu yang positif. Semisal, bangun awal, rutin olahraga, berhenti mengeluh, berhenti merokok, mulai jualan, mulai berbisnis, dll.
Sebenarnya, kita bisa 'meminjam' suara pihak yang ketiga yang dianggap ahli dan netral. Contohnya? Sebut saja, media, ustadz, dokter, dan motivator. Biasanya lebih berdampak.
Ketika dokter menganjurkan sesuatu, kita cenderung dengerin dan nurutin. Nggak berani membantah. Iya kan? Iya. Kenapa? Karena kita menganggap dokter itu ahli dan netral. Demikian pula ustadz dan motivator.
Saran saya, ajak pasangan, saudara, dan keluarga anda bergabung di grup WA ini atau channel @ipphoright di Telegram. Saat mereka sudah bergabung, Anda tidak perlu lagi menganjurkan macam-macam. Biarlah saya yang rutin berbagi nasehat dan inspirasi. Insya Allah lebih berdampak.
Kalau mereka belum mau bergabung, yah nggak apa-apa. Forward saja artikel-artikel saya yang ada di grup WA ini atau channel Telegram saya. Boleh juga pinjamkan buku-buku saya. Dan satu hal yang paling penting, doakan mereka. Sip?