Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Sampai jumpa nanti siang ya!
Nouman Ali Khan dikenal sebagai pengajar di bidang tafsir, yang kemudian mendirikan Bayyinah Institute, sebuah pusat studi di Amerika Serikat.

Kemampuannya menyederhanakan analisa-analisa terkait Al-Quran disertai dengan bahasa yang lugas berhasil membuat setiap peserta fokus memperhatikan ceramahnya.

Menariknya, 6 Mei 2018 (siang) beliau akan hadir dan berceramah di Jakarta. Insya Allah. Teman-teman silakan mendaftar. Free >> http://www.UstadNouman.com
Yang dinanti-nanti...

Alhamdulillah Nouman Ali Khan from Bayyinah is in Jakarta already...

Just join his inspiring lecture tomorrow in Istiqlal...

Ahad siang beliau ceramah di Istiqlal. Penuh inspirasi insya Allah...
Photo from Ippho dan Tim
Photo from Ippho dan Tim
Ada dua sebab sederhana yang mengantarkan kita pada kekayaan. Pertama, karena lihai mendapatkan uang. Kedua, karena pandai mengelola uang. Dulu, Whitney Houston lihai mendapatkan uang, namun kurang pandai mengelola uang. Sekarang, kita tahu sendiri akhir hidupnya seperti apa.

Nah, kali ini kita membahas bagaimana mengelola uang. Sekilas saja.

Saran saya, hiduplah di bawah kebutuhan. Sederhana. Sebagian orang berasumsi, banyak barang mewah yang harus dia beli hanya untuk membuktikan dirinya kaya. Apa-apa dia beli. Padahal nggak perlu. Buat apa? Boleh-boleh saja membeli barang mahal, asalkan itu memang diperlukan.

Mari kita ambil Warren Buffet sebagai contoh. Ia membeli rumah US$ 32 ribu pada 1958 dan masih menempati rumah itu selama puluhan tahun, kendati kekayaannya sudah bertumbuh ribuan kali lipat. Ia juga tak suka membeli barang-barang mewah. Ketika berdonasi, barulah ketahuan bahwa dia adalah 5 besar orang terkaya di dunia!

Saran lain, jangan membayar penuh. Beberapa orang kaya membeli barang di supermarket biasa bukan toko eksklusif. Kadang mereka membeli barang bekas atau bahkan menyewa. Tak semua harus dibeli, walaupun lagi punya uang. Misalnya, kereta bayi. Boleh-boleh saja disewa.

Saran lainnya? Hapus pengeluaran-pengeluaran yang tak perlu. Buat anggaran pengeluaran bulanan dengan rinci, lalu amati dan cermati dari bulan ke bulan. Harus terukur. Kenapa? Karena, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan. Betul apa betul?

Saran terakhir, alokasikan 5% sampai 20% pendapatan kita untuk berinvestasi, setiap bulannya. Jadi, diri kita bekerja menghasilkan uang. Investasi kita juga bekerja menghasilkan uang. Mereka yang bermental miskin selalu beralasan bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk berinvestasi. Benarkah tidak cukup uang? Padahal karena tak cukup kedisiplinan.

Be rich, be right. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Segala sesuatu ada waktunya. Ada saatnya santai, ada saatnya bekerja keras. Ada saatnya bercanda, ada saatnya #belajar serius. Betul apa betul?

Nah, selama 3 hari terakhir, saya memutuskan untuk belajar dan menemani #NoumanAliKhan, seorang da'i internasional yang bertepatan hadir juga berceramah di Indonesia.

Kemarin saya sempat sarapan bareng RI-2, DKI-1, dan Nouman Ali Khan. Alhamdulillah, sangat berkesan. Nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?

Terima kasih Pak JK, terima kasih Pak Anies, terima kasih Mas Irfan dkk. Semoga sehat-sehat selalu. Dan kesibukan kita ini terhitung ibadah. Aamiin.

Pas sarapan, saya sempat nanya-nanya sama Pak JK, apa tips sehat dari beliau. Ternyata hadirnya rasa ikhlas dan rasa enjoy dalam mengerjakan sesuatu. Saya pikir itu tepat sekali.

Di suatu kesempatan, beliau pernah ditanya, "Bapak nggak pernah capek?" Beliau malah balik nanya, "Apa itu capek?" Masya Allah. Rupanya beliau nggak kenal istilah capek.

Saya menulis artikel ini dengan harapan mudah-mudahan kita semua bisa meniru spirit dan antusiasme beliau. Aamiin. Pesan guru saya, "Ambil kebaikan dari setiap orang, terutama orang-orang hebat."

Demikian pula dengan Nouman Ali Khan. Beliau sibuk sekali. Nggak berharap fee. Belum lagi soal jetlag. Tapi, seperti nggak ada capeknya. Mungkin karena keikhlasan beliau alias lurusnya niat beliau.

Pas makan siang, kami memilih sebuah restoran di mall. Saat itu, makanan Nouman Ali Khan telah siap duluan. Dan sebenarnya beliau bisa saja makan duluan. Tapi beliau memilih untuk menunggu siapnya makanan kami semua agar bisa makan bersama.

Dalam hati, saya hanya bisa berdoa, "Terima kasih ya Allah, Engkau pertemukan kami dalam kebaikan dan dalam cinta-Mu. Jagalah ulama-ulama kami, di manapun mereka berada."

Semoga jadi inspirasi.
Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di negara tetangga. Istri saya, ibu saya, dan mertua saya juga ikut. Alhamdulillah.

Sebagian teman-teman mungkin sudah bisa menebak, kita liburan ke mana. Ya, Thailand. Negara tetangga, nggak terlalu jauh.

Mitra-mitra pada senang. Lebih senang lagi karena liburannya saya traktir, alhamdulillah. Tentu saja saya ikut senang. Bagi saya, ini bagian dari melayani tim.

Btw, perlukah liburan? Penelitian Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, menemukan, liburan membuat orang tampak lebih muda. Ini beneran.

Sambung David Eagleman, terutama bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Perjalanan seperti itu akan memberi efek peremajaan selama 1-2 pekan. Luar biasa ya? Sangat luar biasa!

Selain memperkaya pengalaman dan pemahaman, liburan juga meningkatkan intelektual dan kreativitas.

Namun, manfaat liburan itu akan sia-sia, jika kita tidak berinteraksi dengan sesama. Misal, cuma menyimak televisi atau gadget.

Maka, tak ada salahnya kalau sesekali kita berlibur. Tak harus jauh-jauh. Tak harus mahal-mahal. Betul apa betul?

Minggu yang lalu, misalnya, saya liburan bareng mitra-mitra di Puncak, Bogor. Ini pun tak kalah serunya. Semua orang menikmati, insya Allah.

Kalau liburan sekalian mudik lebaran? Itu pun juga boleh. Silakan. Semoga menyenangkan dan selamat pergi-pulangnya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mengapa Mesir menjadi negeri yang sangat sering disebutkan di Al-Quran? Bahkan melebihi negeri-negeri lainnya. Pertanyaan ini pernah saya ajukan ke berbagai tokoh namun jawabannya kurang memuaskan logika saya dan rasa penasaran saya.

Sampailah saya bertemu #NoumanAliKhan (NAK) dan menanyakan hal yang sama. Beliau alhamdulillah menjelaskan itu semua dengan panjang-lebar, tanpa merasa jemu atau bosan sedikitpun. Satu lagi, memuaskan logika saya. Semoga beliau selalu sehat dan selalu dijaga Allah. Aamiin.

"Sebagai negeri, #Mesir menjadi negeri yang paling sering disebut di dalam Al-Quran. Mengapa?" Itu pertanyaan pertama saya kepada NAK di sela-sela acara. Bahkan di antara nabi-nabi besar, setahu saya, ada belasan yang pernah menetap atau melewati Mesir.

Mengapa? Karena politik dan pengaruh Firaun. Itu jawaban NAK. Lanjutnya, peradaban-peradaban yang muncul kemudian seringkali terpengaruh dan meniru Mesir Kuno. Itu artinya, kita perlu mempelajari sungguh-sungguh tentang sejarah Firaun dan Mesir Kuno.

Suka atau tidak, kita harus mengakui bahwa Firaun itu sangat kuat, sangat cerdas, berhasil dari segi pembangunan, tapi sangat zalim. Bahkan untuk menghadapi penguasa sekaliber Firaun, sampai diutus dua nabi dalam waktu bersamaan, yaitu Musa dan Harun. Tentunya ini semua sarat dengan hikmah.

NAK mengaku mempelajari sejarah Mesir secara khusus selama bertahun-tahun. Sebenarnya masih panjang lagi penjelasan NAK soal Mesir. Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Doakan saja mudah-mudahan beliau berkenan datang lagi ke Indonesia akhir tahun ini. Aamiin.
Sukses terus Mas Irfan.
Maju terus NAK Indonesia.
Kadang kita perlu berhenti sejenak (pause), untuk merenung, rehat, evaluasi, memperbaiki, dan mengamati pesaing.
Terlalu sibuk dan selalu sibuk tidaklah baik.
POOR = Passing Over Opportunities Repeatedly 

Miskin = Mengabaikan Peluang Berkali-Kali.

Inilah pesan Robert Kiyosaki. Makanya, "Don't be poor."

Selain mengabaikan peluang, orang miskin (tepatnya, bermental miskin) sering meremehkan uang. Ya, meremehkan uang.

Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Aneh? Sangat!

Satu lagi. Orang miskin (sekali lagi, bermental miskin) menunggu kaya untuk berbagi. Padahal, berbagi yah berbagi saja. Setelah berbagi justru akan lebih possible untuk dikaruniai kekayaan. Right?

Pada akhirnya, jadilah orang kaya. Tepatnya, bermental kaya. Saya harap, Anda setuju dengan saya.
Berbagi, berbagi, berbagi
POOR = Passing Over Opportunities Repeatedly 

Miskin = Mengabaikan Peluang Berkali-Kali.

Inilah pesan Robert Kiyosaki. Makanya, "Don't be poor."

Selain mengabaikan peluang, orang miskin (tepatnya, bermental miskin) sering meremehkan uang. Ya, meremehkan uang.

Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Aneh? Sangat!

Satu lagi. Orang miskin (sekali lagi, bermental miskin) menunggu kaya untuk berbagi. Padahal, berbagi yah berbagi saja. Setelah berbagi justru akan lebih possible untuk dikaruniai kekayaan. Right?

Pada akhirnya, jadilah orang kaya. Tepatnya, bermental kaya. Saya harap, Anda setuju dengan saya.
Walaupun terkadang sulit, namun saat Anda rela memaafkan kesalahan orang lain, itu bisa melindungi diri Anda dari depresi. Ini bukan 'kata orang'. Melainkan menurut sebuah studi dari Universitas Missouri.

Dalam studi itu, para peneliti melibatkan sekitar 1000 orang dewasa berusia lebih dari 60 tahun, untuk memahami bagaimana memaafkan bisa berpengaruh pada kesehatan mental.

Lebih lanjut, menurut penelitian Universitas Duke, memaafkan itu bisa menurunkan hormon kortisol dan mengurangi kadar stress, juga menjaga kekebalan tubuh. Jadi, memaafkan itu menyehatkan. Sangat sehat.

Memaafkan itu persis seperti tersenyum, bersedekah, dan berterima-kasih. Sekilas kayaknya ini untuk orang lain. Padahal, hakikatnya itu semua untuk kita, ya untuk kita. Bukankah fadilah dan manfaatnya akan kembali pada diri kita?

Maaf-maafan, nggak perlu nunggu Lebaran. Kelamaan. Maaf-maafan saja dari sekarang. Itu jauh lebih baik. Apalagi kita semua tahu bahwa hati yang plong membuat rezeki turut plong. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.