Saya lagi ngukur berapa besar minat teman-teman FB saya terhadap dunia bisnis. Bantu respons ya di sini...
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1995200363855489&id=144175158958028
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1995200363855489&id=144175158958028
Facebook
Log in or sign up to view
See posts, photos and more on Facebook.
Anda ganteng? Cantik?
Kalau tidak pun, itu oke-oke saja. Nggak masalah sama sekali.
Wajah rupawan secara fisik tidak selalu berkorelasi positif dengan kesejahteraan finansial. Ya, tidak selalu. Penelitian terbaru mengungkapkan, orang-orang yang tidak menarik justru menghasilkan uang yang lebih banyak.
Apa iya?
Iya. Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Business and Psychology. Tim periset adalah Satoshi Kanazawa dari Sekolah Ilmu Ekonomi dan Politik di London serta Mary Still dari Universitas Massachusetts di Boston.
Hasilnya, mereka yang 'sangat tidak menarik' malah mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi. Ya, mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi.
Kok bisa? Kenapa? "Ternyata, tidak rupawan menjadi sesuatu yang bisa memotivasi dan memaksa seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Maka dia akan bekerja lebih keras," ujar penulis Roy Cohen.
"Pada beberapa profesi, wajah cantik bahkan menjadi hambatan tersendiri (bagi kaum wanita)," papar Stefanie Johnson, peneliti dari UC Denver Business School, yang telah menghelat penelitian tentang gender dan bidang-bidang pekerjaan.
Terus, apa poinnya buat kita semua? Jangan terpaku pada rupawan atau kurang rupawan. Jangan. Bagaimanapun kerja keras jauh 'lebih berbunyi' daripada apapun. Betul apa betul?
Kalau kita berhasil pada suatu hal karena kerja keras, ini menjadi something yang sangat fair. Semua orang bisa menerimanya dan kita boleh bangga karenanya. Akan beda ceritanya kalau semata-mata karena rupawan.
Mari isi hari-hari kita dengan kerja keras. Semoga berkah berlimpah. Selamat beraktivitas teman-teman!
Kalau tidak pun, itu oke-oke saja. Nggak masalah sama sekali.
Wajah rupawan secara fisik tidak selalu berkorelasi positif dengan kesejahteraan finansial. Ya, tidak selalu. Penelitian terbaru mengungkapkan, orang-orang yang tidak menarik justru menghasilkan uang yang lebih banyak.
Apa iya?
Iya. Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Business and Psychology. Tim periset adalah Satoshi Kanazawa dari Sekolah Ilmu Ekonomi dan Politik di London serta Mary Still dari Universitas Massachusetts di Boston.
Hasilnya, mereka yang 'sangat tidak menarik' malah mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi. Ya, mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi.
Kok bisa? Kenapa? "Ternyata, tidak rupawan menjadi sesuatu yang bisa memotivasi dan memaksa seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Maka dia akan bekerja lebih keras," ujar penulis Roy Cohen.
"Pada beberapa profesi, wajah cantik bahkan menjadi hambatan tersendiri (bagi kaum wanita)," papar Stefanie Johnson, peneliti dari UC Denver Business School, yang telah menghelat penelitian tentang gender dan bidang-bidang pekerjaan.
Terus, apa poinnya buat kita semua? Jangan terpaku pada rupawan atau kurang rupawan. Jangan. Bagaimanapun kerja keras jauh 'lebih berbunyi' daripada apapun. Betul apa betul?
Kalau kita berhasil pada suatu hal karena kerja keras, ini menjadi something yang sangat fair. Semua orang bisa menerimanya dan kita boleh bangga karenanya. Akan beda ceritanya kalau semata-mata karena rupawan.
Mari isi hari-hari kita dengan kerja keras. Semoga berkah berlimpah. Selamat beraktivitas teman-teman!
Dalam berbisnis, saya mengajak dan mengajarkan mitra-mitra untuk aktif di FB dan IG.
Facebook (FB) adalah tempat berkumpulnya user yang paling besar. Kalau Instagram (IG)? Tempat berkumpulnya user yang paling prospek. Kedua-duanya perlu kita kuasai (baca: optimasi), bukan sekadar tahu, bukan sekadar aktif.
"Instagram merupakan alat pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya. Selebriti juga memperhitungkan akun mereka secara efektif," ungkap Mike Bandar, pendiri HopperHQ.
Apalagi user IG lebih berdaya beli ketimbang user FB. Ya, lebih berdaya beli. Secara umum yah begitu.
Ini bukan selera. Mungkin saja Anda lebih suka Twitter atau socmed yang lainnya. Masalahnya pasar (saat ini) berada di FB dan IG. Akankah kita diam saja? Atau sekadar aktif tapi tidak teroptimasi? Duh, ini sayang sekali.
Saran saya, pastikan aktif, pastikan teroptimasi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Facebook (FB) adalah tempat berkumpulnya user yang paling besar. Kalau Instagram (IG)? Tempat berkumpulnya user yang paling prospek. Kedua-duanya perlu kita kuasai (baca: optimasi), bukan sekadar tahu, bukan sekadar aktif.
"Instagram merupakan alat pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya. Selebriti juga memperhitungkan akun mereka secara efektif," ungkap Mike Bandar, pendiri HopperHQ.
Apalagi user IG lebih berdaya beli ketimbang user FB. Ya, lebih berdaya beli. Secara umum yah begitu.
Ini bukan selera. Mungkin saja Anda lebih suka Twitter atau socmed yang lainnya. Masalahnya pasar (saat ini) berada di FB dan IG. Akankah kita diam saja? Atau sekadar aktif tapi tidak teroptimasi? Duh, ini sayang sekali.
Saran saya, pastikan aktif, pastikan teroptimasi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kebayang, orang terkaya di dunia malah ngebahas nyamuk? Kebayang?
"In 2016, sharks killed four people in the entire world. Diseases spread by mosquitoes killed more than half a million people," ujar Bill Gates.
Hiu hanya membunuh 4 orang.
Nyamuk? Sekitar setengah juta orang.
Ya, jangan remehkan sesuatu yang kecil. Bukankah manusia sering tersandung dan terjatuh karena kerikil yang dianggap kecil? Sementara, batu-batu yang besar jarang sekali mengenai manusia.
Kita lihat dunia bisnis.
Komplen pelanggan, misalnya. Sering dianggap remeh. Dianggap kecil. Padahal, di zaman serba socmed seperti sekarang, setiap komplen bisa berdampak besar. Bahkan sangat besar.
Di sini kita dituntut untuk lebih peka dan lebih cepat (responsif). Keterlambatan dalam merespons bisa berdampak fatal. Ini berlaku dalam bisnis dan dalam banyak hal, sebenarnya. Sekali lagi, jangan remehkan sesuatu yang kecil.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"In 2016, sharks killed four people in the entire world. Diseases spread by mosquitoes killed more than half a million people," ujar Bill Gates.
Hiu hanya membunuh 4 orang.
Nyamuk? Sekitar setengah juta orang.
Ya, jangan remehkan sesuatu yang kecil. Bukankah manusia sering tersandung dan terjatuh karena kerikil yang dianggap kecil? Sementara, batu-batu yang besar jarang sekali mengenai manusia.
Kita lihat dunia bisnis.
Komplen pelanggan, misalnya. Sering dianggap remeh. Dianggap kecil. Padahal, di zaman serba socmed seperti sekarang, setiap komplen bisa berdampak besar. Bahkan sangat besar.
Di sini kita dituntut untuk lebih peka dan lebih cepat (responsif). Keterlambatan dalam merespons bisa berdampak fatal. Ini berlaku dalam bisnis dan dalam banyak hal, sebenarnya. Sekali lagi, jangan remehkan sesuatu yang kecil.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Infinity War, sudah nonton? Film fiksi nih.
Bagi saya, Iron Man 2, Iron Man 3, dan Avengers 1 jauh lebih seru ketimbang #InfinityWar. Yang ini seru? Tetap seru. Sekali lagi, tetap seru. Tapi begitulah. Don't expect too much. Itu saran saya.
Btw, siapa saja yang tewas kali ini? 🙄
Hampir semua orang kecele. Dalam 'Infinity War' (Part I) ini, hero-hero yang tewas tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Nggak ketebak.
Sebagai penonton di hari pertama, saya termasuk orang yang tidak bisa menebak. Yang jelas, Marvel akan memperkenalkan superhero baru di Infinity War berikutnya (Part II). Captain Marvel, namanya.
Jauh-jauh hari sebelumnya, di film Goosebumps telah disampaikan bahwa sebenarnya film itu cuma punya tiga bagian. Pertama, pendahuluan. Kedua, pertengahan. Ketiga, KEJUTAN. Cuma itu.
Lantas, apa hikmahnya buat kita? Begini. Kejutan menjadi sesuatu yang wajib dalam bisnis. Konsumen itu haus akan kejutan. Tak harus dengan produk baru. Namun kita bisa mengejutkan konsumen dengan iklan baru atau endorser baru.
Ya, sudah fitrahnya manusia menyukai kejutan. Dengan cara positif, tentunya. Kalau caranya sampai negatif, yah, jangan. Sekali lagi, mari selipkan kejutan demi kejutan dalam bisnis kita. Tidak harus mahal. Tidak harus besar-besaran.
Siap? Saya harap Anda siap.
Bagi saya, Iron Man 2, Iron Man 3, dan Avengers 1 jauh lebih seru ketimbang #InfinityWar. Yang ini seru? Tetap seru. Sekali lagi, tetap seru. Tapi begitulah. Don't expect too much. Itu saran saya.
Btw, siapa saja yang tewas kali ini? 🙄
Hampir semua orang kecele. Dalam 'Infinity War' (Part I) ini, hero-hero yang tewas tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Nggak ketebak.
Sebagai penonton di hari pertama, saya termasuk orang yang tidak bisa menebak. Yang jelas, Marvel akan memperkenalkan superhero baru di Infinity War berikutnya (Part II). Captain Marvel, namanya.
Jauh-jauh hari sebelumnya, di film Goosebumps telah disampaikan bahwa sebenarnya film itu cuma punya tiga bagian. Pertama, pendahuluan. Kedua, pertengahan. Ketiga, KEJUTAN. Cuma itu.
Lantas, apa hikmahnya buat kita? Begini. Kejutan menjadi sesuatu yang wajib dalam bisnis. Konsumen itu haus akan kejutan. Tak harus dengan produk baru. Namun kita bisa mengejutkan konsumen dengan iklan baru atau endorser baru.
Ya, sudah fitrahnya manusia menyukai kejutan. Dengan cara positif, tentunya. Kalau caranya sampai negatif, yah, jangan. Sekali lagi, mari selipkan kejutan demi kejutan dalam bisnis kita. Tidak harus mahal. Tidak harus besar-besaran.
Siap? Saya harap Anda siap.
Banyak orang yang tak paham soal spoiler. Ulasan (review) disebutnya spoiler.
"Ant-Man dan Captain Marvel jadi bagian dari film ke-4 (Avengers 4, Infinity War Part II)," ujar Stephen McFeely di Pinewood Atlanta's Studio akhir Desember 2017. Ini bocoran resmi dari pihak Marvel.
Demikian pula soal tewasnya sederet superhero di Infinity War Part I. Ini sudah dibahas berkali-kali oleh Marvel dan sudah diberitakan secara meluas. Toh tidak disebutkan detail siapa yang tewas.
Hehehe. 😊
"Ant-Man dan Captain Marvel jadi bagian dari film ke-4 (Avengers 4, Infinity War Part II)," ujar Stephen McFeely di Pinewood Atlanta's Studio akhir Desember 2017. Ini bocoran resmi dari pihak Marvel.
Demikian pula soal tewasnya sederet superhero di Infinity War Part I. Ini sudah dibahas berkali-kali oleh Marvel dan sudah diberitakan secara meluas. Toh tidak disebutkan detail siapa yang tewas.
Hehehe. 😊
Don't use the words, "I can't."
Sometimes it means, "I'm lazy."
Maksudnya? Ngaku nggak bisa, seringkali artinya #malas.
Ini bukan pesan saya, melainkan pesan Robert Kiyosaki. Ya, soal malas, kita perlu berhati-hati. Saya pribadi dua kali bertemu Robert Kiyosaki dan istri. Dari mereka, ilmu-ilmu finansial yang saya pelajari.
Satu lagi. Berhentilah ngeles dengan berseru, "Maaf, saya gaptek." Itu sebenarnya hanya menunjukkan kemalasan Anda serta keengganan Anda untuk belajar dan berbenah. Betul apa betul?
Ya, kita manusia biasa. Kalaupun pernah malas, yah jangan lama-lama. Kenapa?
Orang bodoh, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
Orang kampung, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
Orang kuper, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
TAPI, orang malas, tahu-tahu jadi kaya, ini hampir-hampir TIDAK PERNAH terjadi.
Hei, nggak perlu tersinggung. Mari kita sama-sama introspeksi dan memperbaiki diri. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
(Ajak keluarga dan sahabat kita bergabung ke channel @ipphoright ini. Mudah-mudahan bisa membawa perubahan bagi mereka)
Sometimes it means, "I'm lazy."
Maksudnya? Ngaku nggak bisa, seringkali artinya #malas.
Ini bukan pesan saya, melainkan pesan Robert Kiyosaki. Ya, soal malas, kita perlu berhati-hati. Saya pribadi dua kali bertemu Robert Kiyosaki dan istri. Dari mereka, ilmu-ilmu finansial yang saya pelajari.
Satu lagi. Berhentilah ngeles dengan berseru, "Maaf, saya gaptek." Itu sebenarnya hanya menunjukkan kemalasan Anda serta keengganan Anda untuk belajar dan berbenah. Betul apa betul?
Ya, kita manusia biasa. Kalaupun pernah malas, yah jangan lama-lama. Kenapa?
Orang bodoh, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
Orang kampung, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
Orang kuper, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
TAPI, orang malas, tahu-tahu jadi kaya, ini hampir-hampir TIDAK PERNAH terjadi.
Hei, nggak perlu tersinggung. Mari kita sama-sama introspeksi dan memperbaiki diri. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
(Ajak keluarga dan sahabat kita bergabung ke channel @ipphoright ini. Mudah-mudahan bisa membawa perubahan bagi mereka)
Jumat kemarin begitu istimewa. Setidaknya, bagi saya.
Bersama Pak Imam (DD), Mas Mono, Mbak Terry Putri dkk, saya menghadiri syukuran atas progress pembangunan #PesantrenKhadijah dekat BSD. Doakan ya, semoga lancar, sarat manfaat, dan diridhai Allah. Aamiin.
Sebelumnya, saya dan Mas Mono bersama para donatur bermain futsal dulu di lokasi acara. Seru.
Pernah 6 atau 7 tahun yll, saya main sepakbola bareng DD dan band Wali, di lapangan sepakbola beneran. Lumayan capeknya. Kemarin saya nyoba futsal. Jujur, itu kali pertama saya main #futsal.
Akhirnya saya, para donatur, dan mitra-mitra memutuskan, sepertinya kita lebih cocok sama futsal saja. Nggak terlalu ngos-ngosan dan banyak kesempatan untuk foto-foto, hehehe.
Btw, teman-teman apapun olahraganya, rutinkan ya. Ingat. Bukan bisnis saja yang harus #sehat. Rohani dan jasmani juga harus sehat. Soal ini, teman-teman tentu sepakat.
Yang main futsal kemarin rata-rata alumni seminar saya. Istilah mereka, "Mas Ippho itu guru. Kami semua berguru ke Mas Ippho." Makanya, pas dua tim bertanding, saya dan tim saya langsung menang. Kok bisa?
Karena mereka nggak berani melawan guru. Takut kualat. Kalau saya samperin tim lawan, mereka langsung oper bolanya ke saya, "Nih bolanya, Mas. Silakan ambil. Kami ikhlas." Hehehe. Futsal macam apa ini? Mbak Terry Putri pun bingung 🤣🤣🤣
Yang penting, acara syukuran progress pesantren berjalan lancar. Mudah-mudahan Allah ridha. Para donatur dan Mas Mono pun happy. Diperkirakan satu building di pesantren sudah bisa beroperasi awal 2019.
Semoga ontime. Sekali lagi, mohon doa dari teman-teman ya.
Bersama Pak Imam (DD), Mas Mono, Mbak Terry Putri dkk, saya menghadiri syukuran atas progress pembangunan #PesantrenKhadijah dekat BSD. Doakan ya, semoga lancar, sarat manfaat, dan diridhai Allah. Aamiin.
Sebelumnya, saya dan Mas Mono bersama para donatur bermain futsal dulu di lokasi acara. Seru.
Pernah 6 atau 7 tahun yll, saya main sepakbola bareng DD dan band Wali, di lapangan sepakbola beneran. Lumayan capeknya. Kemarin saya nyoba futsal. Jujur, itu kali pertama saya main #futsal.
Akhirnya saya, para donatur, dan mitra-mitra memutuskan, sepertinya kita lebih cocok sama futsal saja. Nggak terlalu ngos-ngosan dan banyak kesempatan untuk foto-foto, hehehe.
Btw, teman-teman apapun olahraganya, rutinkan ya. Ingat. Bukan bisnis saja yang harus #sehat. Rohani dan jasmani juga harus sehat. Soal ini, teman-teman tentu sepakat.
Yang main futsal kemarin rata-rata alumni seminar saya. Istilah mereka, "Mas Ippho itu guru. Kami semua berguru ke Mas Ippho." Makanya, pas dua tim bertanding, saya dan tim saya langsung menang. Kok bisa?
Karena mereka nggak berani melawan guru. Takut kualat. Kalau saya samperin tim lawan, mereka langsung oper bolanya ke saya, "Nih bolanya, Mas. Silakan ambil. Kami ikhlas." Hehehe. Futsal macam apa ini? Mbak Terry Putri pun bingung 🤣🤣🤣
Yang penting, acara syukuran progress pesantren berjalan lancar. Mudah-mudahan Allah ridha. Para donatur dan Mas Mono pun happy. Diperkirakan satu building di pesantren sudah bisa beroperasi awal 2019.
Semoga ontime. Sekali lagi, mohon doa dari teman-teman ya.
Rupanya Mbak Terry sudah sekian tahun membawa acara sport di TV swasta.