Dua ebook telah saya bagikan, sesuai janji.
Ebook '5 Jurus Menambah Income'
Ebook '3 Kunci Enteng Rezeki'
Rencana awal, dua ebook ini tersedia hanya sampai Jumat sore.
Karena memikirkan mereka yang rada gaptek, akhirnya kami perpanjang sampai Senin sore (12 Maret).
Ebook '5 Jurus Menambah Income'
Ebook '3 Kunci Enteng Rezeki'
Rencana awal, dua ebook ini tersedia hanya sampai Jumat sore.
Karena memikirkan mereka yang rada gaptek, akhirnya kami perpanjang sampai Senin sore (12 Maret).
Saat terbang dengan pesawat, kadang saya berpikir soal teknologi pesawat yang kononnya terinspirasi dari cara terbangnya burung. Saya pun bertanya-tanya, bagaimana dengan kupu-kupu, lalat, atau lebah? Menginspirasi apa?
Seperti yang kita tahu, lebah bisa terbang. Namun, ternyata sayap lebah terlalu kecil untuk mengepak ke atas dan bawah, apalagi untuk mengangkat tubuhnya agar bisa melayang-layang layaknya burung.
Sebaliknya, lebah mengepakkan sayapnya maju-mundur dan membuat 'badai kecil' untuk bisa mengangkat tubuhnya.
Bentuk lebah memang tidak aerodinamis, tetapi ketangguhannya mengendalikan terjangan angin cukup baik, sehingga bisa melayang-layang bahkan terbang.
Professor Srinivasan, Brain Institute di University of Queensland, menemukan bahwa lebah madu tidak bertabrakan ketika terbang di udara saat dia melihat lebah lain memilih jalur kanan atau jalur kiri.
Professor Srinivasan sebelumnya sudah meneliti burung-burung dan menemukan bahwa burung-burung juga tidak bertabrakan di udara. Tapi itu karena mereka semuanya bergerak ke arah kanan. Anehnya lebah, berbelok ke kanan atau ke kiri, namun tetap saja aman dari tabrakan.
Selain itu, lebah pun dapat membedakan antara lubang kecil dan besar, yang mana mereka cenderung memilih lubang yang lebih besar (demi mengurangi potensi bahaya terbentur dan terperangkap), saat terbang sekalipun. Satu lagi. Lebah juga tahu jarak yang terdekat.
Bagi saya, ini menarik. Kalau cara terbangnya burung telah menginspirasi hadirnya teknologi bernama pesawat, saya yakin kelak cara terbangnya lebah akan menginspirasi hadirnya satu penemuan yang hebat. Apalagi kata lebah telah diabadikan sebagai nama surah di Kitab Suci. Tentu ini bukan kebetulan, bukan sembarangan.
Semoga menginspirasi!
Seperti yang kita tahu, lebah bisa terbang. Namun, ternyata sayap lebah terlalu kecil untuk mengepak ke atas dan bawah, apalagi untuk mengangkat tubuhnya agar bisa melayang-layang layaknya burung.
Sebaliknya, lebah mengepakkan sayapnya maju-mundur dan membuat 'badai kecil' untuk bisa mengangkat tubuhnya.
Bentuk lebah memang tidak aerodinamis, tetapi ketangguhannya mengendalikan terjangan angin cukup baik, sehingga bisa melayang-layang bahkan terbang.
Professor Srinivasan, Brain Institute di University of Queensland, menemukan bahwa lebah madu tidak bertabrakan ketika terbang di udara saat dia melihat lebah lain memilih jalur kanan atau jalur kiri.
Professor Srinivasan sebelumnya sudah meneliti burung-burung dan menemukan bahwa burung-burung juga tidak bertabrakan di udara. Tapi itu karena mereka semuanya bergerak ke arah kanan. Anehnya lebah, berbelok ke kanan atau ke kiri, namun tetap saja aman dari tabrakan.
Selain itu, lebah pun dapat membedakan antara lubang kecil dan besar, yang mana mereka cenderung memilih lubang yang lebih besar (demi mengurangi potensi bahaya terbentur dan terperangkap), saat terbang sekalipun. Satu lagi. Lebah juga tahu jarak yang terdekat.
Bagi saya, ini menarik. Kalau cara terbangnya burung telah menginspirasi hadirnya teknologi bernama pesawat, saya yakin kelak cara terbangnya lebah akan menginspirasi hadirnya satu penemuan yang hebat. Apalagi kata lebah telah diabadikan sebagai nama surah di Kitab Suci. Tentu ini bukan kebetulan, bukan sembarangan.
Semoga menginspirasi!
Ini acara 'Owner Gathering' TK dan SD Khalifah. Kami menggelarnya selama 2 hari di Hotel Ayana, Jakarta.
Seperti biasa, kalau ada event OG, insya Allah selalu spesial... Ini menunjukkan keseriusan kami pada bisnis ini...
Turut hadir Aa Gym, Mas Jaya Setiabudi, Pak Nasrullah, dan Mas Mono. Berbagi ilmu untuk mitra-mitra. Semoga Allah ridha...
Bahagia sekali, gathering mitra TK dan SD Khalifah se-Indonesia turut dihadiri guru-guru dan sahabat-sahabat. Mulai Aa Gym, Pak Nasrullah, Mas Jaya Setiabudi, dan Mas Mono. Alhamdulillah.
Bagi saya, #silaturahim dan #persaudaraan itu tak ternilai harganya. Priceless. Kami, mitra-mitra dari Aceh sampai Papua, berkumpul Hotel Ayana, Sudirman. Kami saling belajar satu sama lain.
Di sana Aa Gym wanti-wanti mengingatkan, "Dalam bisnis, #pertumbuhan terlalu cepat tidak selamanya bagus." Bertahap dan berproses sepertinya lebih bagus. Dengan demikian, kita bisa belajar dan berbenah.
Yang punya bisnis tentu tahu bahwa pertumbuhan adalah sesuatu yang diidam-idamkan. Right? Tapi sebenarnya pertumbuhan yang terkendali, itulah yang benar-benar kita butuhkan.
Aa Gym sehari sebelumnya sempat drop dan diinfus. Makannya cuma bubur. Tapi bela-belain datang karena sudah terlanjur janji dan ditunggu oleh mitra-mitra TK-SD Khalifah se-Indonesia.
Satu lagi. Saya pribadi mengucapkan, "Terima kasih atas doa dan harapan teman-teman semua untuk TK dan SD kami. Semoga Yang Maha Kuasa meridhai. Aamiin." Doa dari teman-teman sangatlah berarti.
Kelar acara dengan TK dan SD, saya langsung berbaur dengan mitra-mitra British Propolis. Hotel yang sama, beda ruangan saja. Kami belajar dari siang sampai malam. Terutama tentang mengelola tim.
Ahad siang, saya acara dengan KAHMI di Double Tree, Hilton. Selain saya, acara juga dimeriahkan oleh Raisa, Fenita, Sandiaga, dkk. Melalui acara ini, diharapkan tumbuh lebih banyak entrepreneur. Insya Allah.
Ketika perkataan menjadi inspirasi, ketika perbuatan menjadi contoh, tanpa sadar kita telah menebar benih-benih kebaikan. Mudah-mudahan berkah dan berbalas. Itu harapan saya. Terutama selama acara-acara kemarin.
Apapun bisnis dan kesibukan teman-teman, saya pun mengharapkan hal yang sama. Jadi inspirasi. Jadi contoh. Setidaknya pada lingkungan yang relatif kecil, yaitu keluarga. Sama-sama kita saling mendoakan.
Bagi saya, #silaturahim dan #persaudaraan itu tak ternilai harganya. Priceless. Kami, mitra-mitra dari Aceh sampai Papua, berkumpul Hotel Ayana, Sudirman. Kami saling belajar satu sama lain.
Di sana Aa Gym wanti-wanti mengingatkan, "Dalam bisnis, #pertumbuhan terlalu cepat tidak selamanya bagus." Bertahap dan berproses sepertinya lebih bagus. Dengan demikian, kita bisa belajar dan berbenah.
Yang punya bisnis tentu tahu bahwa pertumbuhan adalah sesuatu yang diidam-idamkan. Right? Tapi sebenarnya pertumbuhan yang terkendali, itulah yang benar-benar kita butuhkan.
Aa Gym sehari sebelumnya sempat drop dan diinfus. Makannya cuma bubur. Tapi bela-belain datang karena sudah terlanjur janji dan ditunggu oleh mitra-mitra TK-SD Khalifah se-Indonesia.
Satu lagi. Saya pribadi mengucapkan, "Terima kasih atas doa dan harapan teman-teman semua untuk TK dan SD kami. Semoga Yang Maha Kuasa meridhai. Aamiin." Doa dari teman-teman sangatlah berarti.
Kelar acara dengan TK dan SD, saya langsung berbaur dengan mitra-mitra British Propolis. Hotel yang sama, beda ruangan saja. Kami belajar dari siang sampai malam. Terutama tentang mengelola tim.
Ahad siang, saya acara dengan KAHMI di Double Tree, Hilton. Selain saya, acara juga dimeriahkan oleh Raisa, Fenita, Sandiaga, dkk. Melalui acara ini, diharapkan tumbuh lebih banyak entrepreneur. Insya Allah.
Ketika perkataan menjadi inspirasi, ketika perbuatan menjadi contoh, tanpa sadar kita telah menebar benih-benih kebaikan. Mudah-mudahan berkah dan berbalas. Itu harapan saya. Terutama selama acara-acara kemarin.
Apapun bisnis dan kesibukan teman-teman, saya pun mengharapkan hal yang sama. Jadi inspirasi. Jadi contoh. Setidaknya pada lingkungan yang relatif kecil, yaitu keluarga. Sama-sama kita saling mendoakan.
Izin ya, berbagi keceriaan. Ini foto-foto kegiatan saya selama 3 hari terakhir. Bersama Aa Gym, Sandiaga, Raisa dll.
Anda punya usaha? Sudah punya tim?
Sebagai entrepreneur, kita sama-sama tahu, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari kita (sebagai entrepreneur). Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Semoga kita semua dipertemukan dengan tim yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sebagai entrepreneur, kita sama-sama tahu, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari kita (sebagai entrepreneur). Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Semoga kita semua dipertemukan dengan tim yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Lagi sibuk?
Saya lagi berada di #Madinah. Alhamdulillah. Kalau teman-teman mau titip doa, silakan.
Komen saja di IG saya. Pas senggang, saya berusaha aminkan. Insya Allah.
Intinya sih kita saling mendoakan saja. Boleh?
https://www.instagram.com/p/BgShOQzBuk0/
Saya lagi berada di #Madinah. Alhamdulillah. Kalau teman-teman mau titip doa, silakan.
Komen saja di IG saya. Pas senggang, saya berusaha aminkan. Insya Allah.
Intinya sih kita saling mendoakan saja. Boleh?
https://www.instagram.com/p/BgShOQzBuk0/
Instagram
Motivator Indonesia - IPPHO
Saya lagi berada di #Madinah. Alhamdulillah. Kalau teman-teman mau titip doa, silakan. . . Komen saja di sini. Ketika senggang, saya berusaha aminkan. Insya Allah. . . Intinya sih saling mendoakan saja. . . Thanks to Armina dan Shafira.
Umrah bukan saja menghapus dosa, tapi juga mengundang rezeki dan keberkahan. Insya Allah.