Dalam setiap action harus diisi dengan yakin. Ini saya sampaikan pas seminar kemarin di Bogor dan Karawang.
Sekarang, coba Anda perhatikan ini. Banyak orang yang mengemudi lambat-lambat di jalan-raya. Selamatkah mereka? Kemungkinan besar, selamat.
Nah, banyak pula orang yang mengemudi cepat-cepat di jalan raya. Ngebut. Selamatkah mereka? Yah, selamat juga. Kedua-duanya selamat.
Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah mereka yang ragu-ragu. Sekali lagi, mereka yang ragu-ragu.
Oleh karena itu, ambillah sebuah keputusan dengan yakin. Y-a-k-i-n. Itulah ciri seorang pemenang. Saat Anda ragu-ragu, sebenarnya Anda yakin untuk gagal.
Wong sudah yakin saja masih gagal, apalagi kalau ragu-ragu? Bukankah begitu? Ragu-ragu berarti yakin untuk gagal. Ini berlaku dalam kerja, bisnis, sport dll.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Sekarang, coba Anda perhatikan ini. Banyak orang yang mengemudi lambat-lambat di jalan-raya. Selamatkah mereka? Kemungkinan besar, selamat.
Nah, banyak pula orang yang mengemudi cepat-cepat di jalan raya. Ngebut. Selamatkah mereka? Yah, selamat juga. Kedua-duanya selamat.
Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah mereka yang ragu-ragu. Sekali lagi, mereka yang ragu-ragu.
Oleh karena itu, ambillah sebuah keputusan dengan yakin. Y-a-k-i-n. Itulah ciri seorang pemenang. Saat Anda ragu-ragu, sebenarnya Anda yakin untuk gagal.
Wong sudah yakin saja masih gagal, apalagi kalau ragu-ragu? Bukankah begitu? Ragu-ragu berarti yakin untuk gagal. Ini berlaku dalam kerja, bisnis, sport dll.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Trend e-commerce di tahun 2018 ini akan mengarah ke User Generated Content (UGC) yang sedikit-banyak berkaitan dengan kebiasaan konsumen Indonesia yang senang membanding-bandingkan produk.
Contohnya, membaca ulasan (review) atau testimoni dari pengguna nyata yang kemudian mempengaruhi keputusan mereka untuk jadi membeli atau tidak. Saya yakin, kita semua pernah terpengaruh dengan adanya review dan testimoni.
Dari data yang sama, dijelaskan bahwa pakaian dan perlengkapan fesyen adalah kategori yang paling populer di Indonesia sepanjang tahun 2017, dengan jumlah hampir sepertiga dari total klik yang masuk.
Jumlah ini diikuti oleh kategori otomotif dan smartphone. Bagaimana dengan suplemen? Ini pun tak bisa dianggap enteng. Peluangnya besar sekali dan konsumen cenderung untuk repeat order. Bahkan konsumen tidak sensitif terhadap harga apabila dirasa cocok.
Pesan saya, sudah saatnya kita jadi pemain, jadi pelaku. Jangan sekedar jadi penonton.
Menjadi pengusaha saat ini begitu mudah. Right? Karena mudahnya akses terhadap produk dan produsen, juga mudahnya akses terhadap konsumen. Kalau produsen diakses melalui Google, sementara konsumen diakses melalui socmed.
Pada akhirnya, sudah saatnya kita jadi pemain, jadi pelaku! Jangan sekedar jadi penonton!
Contohnya, membaca ulasan (review) atau testimoni dari pengguna nyata yang kemudian mempengaruhi keputusan mereka untuk jadi membeli atau tidak. Saya yakin, kita semua pernah terpengaruh dengan adanya review dan testimoni.
Dari data yang sama, dijelaskan bahwa pakaian dan perlengkapan fesyen adalah kategori yang paling populer di Indonesia sepanjang tahun 2017, dengan jumlah hampir sepertiga dari total klik yang masuk.
Jumlah ini diikuti oleh kategori otomotif dan smartphone. Bagaimana dengan suplemen? Ini pun tak bisa dianggap enteng. Peluangnya besar sekali dan konsumen cenderung untuk repeat order. Bahkan konsumen tidak sensitif terhadap harga apabila dirasa cocok.
Pesan saya, sudah saatnya kita jadi pemain, jadi pelaku. Jangan sekedar jadi penonton.
Menjadi pengusaha saat ini begitu mudah. Right? Karena mudahnya akses terhadap produk dan produsen, juga mudahnya akses terhadap konsumen. Kalau produsen diakses melalui Google, sementara konsumen diakses melalui socmed.
Pada akhirnya, sudah saatnya kita jadi pemain, jadi pelaku! Jangan sekedar jadi penonton!
Crowd is cash.
Misal, Anda jualan pakaian.
Maka:
- kaos kaki mungkin dimurahin
- syal atau scarf mungkin dimurahin
- agar orang-orang datang (crowd)
- kemeja dll dijual dengan harga normal
Dapat disimpulkan, ada 1 atau 2 produk yang digunakan untuk memancing crowd. Ada juga produk-produk yang dirancang untuk mencetak keuntungan.
Cash sangat ditentukan oleh crowd (keramaian). So? Mesti ada produk-produk yang mengundang crowd. Mesti ada event berkala yang mengundang crowd. Mesti ada promosi khusus yang mengundang crowd.
Kalau ini benar-benar dilakukan, niscaya akan berdampak langsung ke cash. Ya, berdampak langsung.
Contoh lain?
Misal, Anda jualan bakso.
Maka:
- baskonya mungkin dimurahin
- terus, murahnya ini dipromosiin
- agar orang-orang datang (crowd)
- teh botol dll dijual dengan harga normal
Crowd is cash. Paham sampai di sini?
Semoga bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Misal, Anda jualan pakaian.
Maka:
- kaos kaki mungkin dimurahin
- syal atau scarf mungkin dimurahin
- agar orang-orang datang (crowd)
- kemeja dll dijual dengan harga normal
Dapat disimpulkan, ada 1 atau 2 produk yang digunakan untuk memancing crowd. Ada juga produk-produk yang dirancang untuk mencetak keuntungan.
Cash sangat ditentukan oleh crowd (keramaian). So? Mesti ada produk-produk yang mengundang crowd. Mesti ada event berkala yang mengundang crowd. Mesti ada promosi khusus yang mengundang crowd.
Kalau ini benar-benar dilakukan, niscaya akan berdampak langsung ke cash. Ya, berdampak langsung.
Contoh lain?
Misal, Anda jualan bakso.
Maka:
- baskonya mungkin dimurahin
- terus, murahnya ini dipromosiin
- agar orang-orang datang (crowd)
- teh botol dll dijual dengan harga normal
Crowd is cash. Paham sampai di sini?
Semoga bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ketika saya seminar di Bogor dan Karawang, beberapa peserta sempat bertanya, "Sedekah kok ngarep?"
Begini. Dalam sholat saja, kita boleh ngarep. Coba ingat-ingat doa kita saat duduk di antara dua sujud... Ngarep? Iya. Ngarep apa? Mulai dari petunjuk, kesehatan, sampai rezeki. Dalam sholat saja boleh ngarep, masak dalam sedekah nggak boleh, hehe...
Selagi berharap sama Allah, itu ikhlas namanya.
Ingat:
- Berharap pada-Nya = berdoa
- Berharap pada-Nya = bukti iman
- Berharap pada-Nya = enggan berharap ke makhluk
- Berharap pada-Nya = menuruti perintah-Nya karena itulah yang Dia perintahkan.
Bagus tho, itu semua menjadi amal tersendiri, insya Allah. Salahnya di mana?
Allah yang nyuruh kita berharap. Nabi juga bilang 'Beli kesulitanmu dengan sedekah' dan 'Obati penyakitmu dengan sedekah'. Lha, giliran kita ngarep, kok jadi salah? Nggak dong. Bener, insya Allah. Kan Allah bukan PHP. Emangnya situ, suka PHP? Hehe.
Kalau ngarep ke makhluk, itu yang dilarang. Apalagi ke tuyul, hehe… Sekiranya anda beda pendapat sama saya, yah silakan. Yang penting, anda tetap sedekah. Itu yang utama... Jangan sampai kita berdebat berjam-jam terus jadinya nggak sedekah. Ngawur tuh...
Yuk sedekah. Mulai dari yang terdekat. Semoga berkah berlimpah.
Begini. Dalam sholat saja, kita boleh ngarep. Coba ingat-ingat doa kita saat duduk di antara dua sujud... Ngarep? Iya. Ngarep apa? Mulai dari petunjuk, kesehatan, sampai rezeki. Dalam sholat saja boleh ngarep, masak dalam sedekah nggak boleh, hehe...
Selagi berharap sama Allah, itu ikhlas namanya.
Ingat:
- Berharap pada-Nya = berdoa
- Berharap pada-Nya = bukti iman
- Berharap pada-Nya = enggan berharap ke makhluk
- Berharap pada-Nya = menuruti perintah-Nya karena itulah yang Dia perintahkan.
Bagus tho, itu semua menjadi amal tersendiri, insya Allah. Salahnya di mana?
Allah yang nyuruh kita berharap. Nabi juga bilang 'Beli kesulitanmu dengan sedekah' dan 'Obati penyakitmu dengan sedekah'. Lha, giliran kita ngarep, kok jadi salah? Nggak dong. Bener, insya Allah. Kan Allah bukan PHP. Emangnya situ, suka PHP? Hehe.
Kalau ngarep ke makhluk, itu yang dilarang. Apalagi ke tuyul, hehe… Sekiranya anda beda pendapat sama saya, yah silakan. Yang penting, anda tetap sedekah. Itu yang utama... Jangan sampai kita berdebat berjam-jam terus jadinya nggak sedekah. Ngawur tuh...
Yuk sedekah. Mulai dari yang terdekat. Semoga berkah berlimpah.
Dua hari terakhir saya berseminar untuk OJK dan PLN. Salah satu pesan saya kepada mereka, "Jangan mudah menyerah. Dari waktu ke waktu, perubahan dan tantangan tidak pernah menjadi lebih mudah. Maka, bersiaplah."
Ambil contoh soal kejujuran. Ini adalah barang langka. Ya, orang #jujur memang langka. Tapi kalau kita berusaha jujur, maka kita akan menjadi orang yang dicari-cari dan dinanti-nanti. Betul apa betul?
Lihat. Kerugian karena kasus e-KTP mencapai Rp 2,3 triliun, dengan tersangka Setya Novanto. Sementara, kerugian karena kasus kondensat mencapai Rp 35 triliun, dengan tersangka Honggo Wendratno alias Hong Go Wie. Betapa besar mudharat yang dirasakan oleh orang banyak akibat dari ketidakjujuran.
Rezeki atau nafkah kalau diperoleh dengan jujur, niscaya akan membawa ketenangan. Ingat, ketenangan jauh lebih berharga daripada kekayaan. Apalah artinya harta berlimpah kalau hati selalu gundah?
"Jujur, mujur. Nggak jujur? Bakal tersungkur," itu nasihat guru saya.
Sambung beliau, "Nggak jujur? Resah. Gelisah. Jauh dari berkah."
Menjadi jujur dan selalu jujur memang tidak mudah. Tapi bisa, insya Allah. Perubahan besar baiknya dimulai dari perubahan kecil, yaitu diri kita dan keluarga kita. Hei, apa salahnya kalau kita mulai dari sana? Jadilah contoh. Jadilah inspirasi.
Semoga nanti banyak yang mengikuti. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ambil contoh soal kejujuran. Ini adalah barang langka. Ya, orang #jujur memang langka. Tapi kalau kita berusaha jujur, maka kita akan menjadi orang yang dicari-cari dan dinanti-nanti. Betul apa betul?
Lihat. Kerugian karena kasus e-KTP mencapai Rp 2,3 triliun, dengan tersangka Setya Novanto. Sementara, kerugian karena kasus kondensat mencapai Rp 35 triliun, dengan tersangka Honggo Wendratno alias Hong Go Wie. Betapa besar mudharat yang dirasakan oleh orang banyak akibat dari ketidakjujuran.
Rezeki atau nafkah kalau diperoleh dengan jujur, niscaya akan membawa ketenangan. Ingat, ketenangan jauh lebih berharga daripada kekayaan. Apalah artinya harta berlimpah kalau hati selalu gundah?
"Jujur, mujur. Nggak jujur? Bakal tersungkur," itu nasihat guru saya.
Sambung beliau, "Nggak jujur? Resah. Gelisah. Jauh dari berkah."
Menjadi jujur dan selalu jujur memang tidak mudah. Tapi bisa, insya Allah. Perubahan besar baiknya dimulai dari perubahan kecil, yaitu diri kita dan keluarga kita. Hei, apa salahnya kalau kita mulai dari sana? Jadilah contoh. Jadilah inspirasi.
Semoga nanti banyak yang mengikuti. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Rupanya terjadi semacam sifat yang kontra.
Maksudnya?
Mereka yang ahli menjual, biasanya tidak pandai berhemat. Mereka terbiasa nge-gas.
Dan mereka yang pandai berhemat, biasanya tidak ahli menjual. Mereka terbiasa nge-rem.
Maksudnya?
Mereka yang ahli menjual, biasanya tidak pandai berhemat. Mereka terbiasa nge-gas.
Dan mereka yang pandai berhemat, biasanya tidak ahli menjual. Mereka terbiasa nge-rem.
Itu artinya, suka atau nggak suka, kita harus menguasal hal tadi. Jualan. Berhemat.
Yang cilaka adalah nggak bisa jualan sekaligus nggak bisa berhemat. Ini namanya kiamat finansial.
Malas beraktivitas di Senin pagi?
Kurang mood?
Saran saya, "Lakukan apa-apa yang membuat Anda bersemangat." Yang penting, itu legal, halal, dan masuk akal.
Contohnya? Gunakan pakaian favorit. Atau kenakan pakaian dengan warna berbeda dibanding yang sudah-sudah.
Apa lagi? Mengganti belah rambut. Biasa belah kiri, ganti jadi belah kanan. Biasa belah kanan, ganti jadi belah kiri.
Apa lagi? Anda juga bisa mengenakan aksesoris lucu atau memasang pajangan lucu di kantor. Ya, apa saja yang membuat Anda lebih bersemangat.
Hal lain? Konsumsi cemilan dan minuman kesukaan. Yang penting, sehat. Intinya apapun yang bisa membangkitkan mood dan semangat Anda.
Satu lagi, jangan lupa berdoa.
Mood dan semangat di Senin pagi sangatlah krusial. Kenapa? Karena bisa mempengaruhi kerja dan kinerja Anda sepanjang hari selama seminggu.
Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah. (Mari ajak teman-teman kita join channel @ipphoright)
Kurang mood?
Saran saya, "Lakukan apa-apa yang membuat Anda bersemangat." Yang penting, itu legal, halal, dan masuk akal.
Contohnya? Gunakan pakaian favorit. Atau kenakan pakaian dengan warna berbeda dibanding yang sudah-sudah.
Apa lagi? Mengganti belah rambut. Biasa belah kiri, ganti jadi belah kanan. Biasa belah kanan, ganti jadi belah kiri.
Apa lagi? Anda juga bisa mengenakan aksesoris lucu atau memasang pajangan lucu di kantor. Ya, apa saja yang membuat Anda lebih bersemangat.
Hal lain? Konsumsi cemilan dan minuman kesukaan. Yang penting, sehat. Intinya apapun yang bisa membangkitkan mood dan semangat Anda.
Satu lagi, jangan lupa berdoa.
Mood dan semangat di Senin pagi sangatlah krusial. Kenapa? Karena bisa mempengaruhi kerja dan kinerja Anda sepanjang hari selama seminggu.
Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah. (Mari ajak teman-teman kita join channel @ipphoright)