https://www.instagram.com/p/CQqnqnZp8j2/?utm_medium=copy_link
Malem gini, udah mau tidur… udah hampir tenang
Tutup mata sambil ngitung-ngitung amal yang udah dikerjain seharian, udah baca dzikir pagi-petang, sholat qabliyah subuh, sholat dhuha, sholat sunnah qabla&ba’da, sedekah… semuanya pokoknya
Tapi, ditengah-tengah kegiatan hitung-menghitung amalan tadi apakah diselipkan rasa ikhlas dalam setiap amalan? Apakah sempat juga memikirkan kualitas dari setiap amalan?
Jangan-jangan masih terselip niat lain di dalamnya…
#HatiHatiJagaHati
Malem gini, udah mau tidur… udah hampir tenang
Tutup mata sambil ngitung-ngitung amal yang udah dikerjain seharian, udah baca dzikir pagi-petang, sholat qabliyah subuh, sholat dhuha, sholat sunnah qabla&ba’da, sedekah… semuanya pokoknya
Tapi, ditengah-tengah kegiatan hitung-menghitung amalan tadi apakah diselipkan rasa ikhlas dalam setiap amalan? Apakah sempat juga memikirkan kualitas dari setiap amalan?
Jangan-jangan masih terselip niat lain di dalamnya…
#HatiHatiJagaHati
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQsUMvWpwRk/?utm_medium=copy_link
Takutnya para sahabat tertimpa kemunafikan tarafnya udah tinggiiii banget, sampai ada salah satu hadits yang bunyinya begini
Dari Hanzhalah Al Usayyidiy -beliau adalah di antara juru tulis Rasulullahﷺ-, ia berkata, “Abu Bakr pernah menemuiku, lalu ia berkata padaku, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Abu Bakr berkata, “Subhanallah, apa yang engkau katakan?” Aku menjawab, “Kami jika berada di sisi Rasulullahﷺ, kami teringat neraka dan surga sampai-sampai kami seperti melihatnya di hadapan kami. Namun ketika kami keluar dari majelis Rasulﷺ dan kami bergaul dengan istri dan anak-anak kami, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa.” Abu Bakr pun menjawab, “Kami pun begitu.”
Kemudian aku dan Abu Bakr pergi menghadap Rasulullahﷺ lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”
Rasulullahﷺ lalu bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinu dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidurmu dan di jalan. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim)
(lanjut di kolom komentar)
#HatiHatiJagaHati
Takutnya para sahabat tertimpa kemunafikan tarafnya udah tinggiiii banget, sampai ada salah satu hadits yang bunyinya begini
Dari Hanzhalah Al Usayyidiy -beliau adalah di antara juru tulis Rasulullahﷺ-, ia berkata, “Abu Bakr pernah menemuiku, lalu ia berkata padaku, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Abu Bakr berkata, “Subhanallah, apa yang engkau katakan?” Aku menjawab, “Kami jika berada di sisi Rasulullahﷺ, kami teringat neraka dan surga sampai-sampai kami seperti melihatnya di hadapan kami. Namun ketika kami keluar dari majelis Rasulﷺ dan kami bergaul dengan istri dan anak-anak kami, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa.” Abu Bakr pun menjawab, “Kami pun begitu.”
Kemudian aku dan Abu Bakr pergi menghadap Rasulullahﷺ lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”
Rasulullahﷺ lalu bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinu dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidurmu dan di jalan. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim)
(lanjut di kolom komentar)
#HatiHatiJagaHati
Instagram
(lanjutan)
Siapa sih yang gak tau Abu Bakr dengan keshalihannya yang gak perlu diragukan lagi? Begitupun sahabat nabi yang lainnya, yang sehari-harinya berkumpul dengan nabi...
Tapi mereka, mereka sangat takut ditimpa kemunafikan hanya karena bersenang-senang menikmati waktu bersama keluarganya dan berpikir lupa dengan soalan surga dan neraka
Takut karena kesenangannya itu menjadikan cap “melupakan amalan” bertengger dalam dirinya
Sampai akhirnya Rasulullah mengatakan kalimat yang menenangkan “lakukanlah sesaat demi sesaat”:’)
Jika para sahabat sebegitu takutnya akan sifat munafik, bukankah kita seharusnya lebih? Ya Allah… karuniakanlah kami rasa takut, selamatkanlah kami dari kemunafikan
#HatiHatiJagaHati
Siapa sih yang gak tau Abu Bakr dengan keshalihannya yang gak perlu diragukan lagi? Begitupun sahabat nabi yang lainnya, yang sehari-harinya berkumpul dengan nabi...
Tapi mereka, mereka sangat takut ditimpa kemunafikan hanya karena bersenang-senang menikmati waktu bersama keluarganya dan berpikir lupa dengan soalan surga dan neraka
Takut karena kesenangannya itu menjadikan cap “melupakan amalan” bertengger dalam dirinya
Sampai akhirnya Rasulullah mengatakan kalimat yang menenangkan “lakukanlah sesaat demi sesaat”:’)
Jika para sahabat sebegitu takutnya akan sifat munafik, bukankah kita seharusnya lebih? Ya Allah… karuniakanlah kami rasa takut, selamatkanlah kami dari kemunafikan
#HatiHatiJagaHati
https://www.instagram.com/p/CQs18_9FKjl/?utm_medium=copy_link
Sebagian besar dari kalian pasti tau lagu ini kaaaan?
Ini lagu bukan sembarang lagu loh, sesuai judulnya “tombo ati” (tydack bermaksud untuk promosi🥲) = obat hati, sesuai loh sama penjelasannya Imam Nawawi dalam At Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur’an
Ibrahim Al Khowash berkata, obat hati itu ada lima:
1. Membaca Al Qur’an dan tadabbur (merenungkannya)
2. Rajin mengosongkan perut (dengan gemar berpuasa)
3. Mendirikan sholat malam (sholat tahajud)
4. Merendahkan diri di hadapan Allah (dengan do’a dan dzikir) di akhir malam (waktu sahur)
5. Bermajelis (bergaul) dengan orang-orang sholeh
Kita sejak masih kecil sampai sekarang kayaknya lekat banget ya sama lagu ini? Sampai hafal gitu sama liriknya, tapi sedikit memaknai🥲 padahaaaal maknanya penting banget! Tentang OBAT HATI
Caranya udah hafal, tinggal dilaksanain aja nih biar jauh-jauh sama segala penyakit hati, bismillah!
#HatiHatiJagaHati
Sebagian besar dari kalian pasti tau lagu ini kaaaan?
Ini lagu bukan sembarang lagu loh, sesuai judulnya “tombo ati” (tydack bermaksud untuk promosi🥲) = obat hati, sesuai loh sama penjelasannya Imam Nawawi dalam At Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur’an
Ibrahim Al Khowash berkata, obat hati itu ada lima:
1. Membaca Al Qur’an dan tadabbur (merenungkannya)
2. Rajin mengosongkan perut (dengan gemar berpuasa)
3. Mendirikan sholat malam (sholat tahajud)
4. Merendahkan diri di hadapan Allah (dengan do’a dan dzikir) di akhir malam (waktu sahur)
5. Bermajelis (bergaul) dengan orang-orang sholeh
Kita sejak masih kecil sampai sekarang kayaknya lekat banget ya sama lagu ini? Sampai hafal gitu sama liriknya, tapi sedikit memaknai🥲 padahaaaal maknanya penting banget! Tentang OBAT HATI
Caranya udah hafal, tinggal dilaksanain aja nih biar jauh-jauh sama segala penyakit hati, bismillah!
#HatiHatiJagaHati
https://www.instagram.com/tv/CQtHZFuA3YG/?utm_medium=copy_link
RAHASIA! • Kalian pernah ngalamin kayak gini juga ga?
Yang ngerjain amalan sembunyi-sembunyi terus ketauan atau malah yang ngasih tau ke temen lainnya terus muji-muji?
😆😆😆
Buat yang ngerjain amalan sembunyi-sembunyi mungkin pujian itu bisa jadi ujian buat dirinya. Tapi kita juga gak boleh kesel, suudzon(e) atau marah sama temen kita yang nyaksiin dan ngasih tau ke temen lainnya tentang amalan rahasia yang udah jadi rahasia umum tadi😅
Sebagai pelajaran, kita sebagai orang yang beramal teruslah berusaha untuk memurnikan niat. Karena sebenarnya sanjungan dan pujian orang yang dilayangkan kepada kita gak membahayakan diri kita, asaaal kita gak berharap kepada sanjungan dan pujian itu. Rasulullah pernah bersabda soal ini ketika ditanya, “Bagaimana pendapat Anda terhadap seseorang yang mengerjakan satu amal kebaikan dan dipuji oleh orang?” Lalu Rasulullah menjawab, “itu adalah kabar gembira yang diberikan kepada seorang mukmin.”
Dan sebagai pihak yang “memergoki” kalau bisa 🤫🤫🤫 aja hehe. Hitung-hitung menjaga amalan hati temen kita kan… daaan kalau bisa setelah nyaksiin, jadikan motivasi untuk berlomba dalam kebaikan. Jangan lupa say “masyaAllah”😁
Setuju?
Aku sih sepulu😌
#HatiHatiJagaHati
•——
wardrobe: @kataloghijabalila
RAHASIA! • Kalian pernah ngalamin kayak gini juga ga?
Yang ngerjain amalan sembunyi-sembunyi terus ketauan atau malah yang ngasih tau ke temen lainnya terus muji-muji?
😆😆😆
Buat yang ngerjain amalan sembunyi-sembunyi mungkin pujian itu bisa jadi ujian buat dirinya. Tapi kita juga gak boleh kesel, suudzon(e) atau marah sama temen kita yang nyaksiin dan ngasih tau ke temen lainnya tentang amalan rahasia yang udah jadi rahasia umum tadi😅
Sebagai pelajaran, kita sebagai orang yang beramal teruslah berusaha untuk memurnikan niat. Karena sebenarnya sanjungan dan pujian orang yang dilayangkan kepada kita gak membahayakan diri kita, asaaal kita gak berharap kepada sanjungan dan pujian itu. Rasulullah pernah bersabda soal ini ketika ditanya, “Bagaimana pendapat Anda terhadap seseorang yang mengerjakan satu amal kebaikan dan dipuji oleh orang?” Lalu Rasulullah menjawab, “itu adalah kabar gembira yang diberikan kepada seorang mukmin.”
Dan sebagai pihak yang “memergoki” kalau bisa 🤫🤫🤫 aja hehe. Hitung-hitung menjaga amalan hati temen kita kan… daaan kalau bisa setelah nyaksiin, jadikan motivasi untuk berlomba dalam kebaikan. Jangan lupa say “masyaAllah”😁
Setuju?
Aku sih sepulu😌
#HatiHatiJagaHati
•——
wardrobe: @kataloghijabalila
https://www.instagram.com/p/CQu9-DMpofs/?utm_medium=copy_link
Panik, kalem, panik, makin panik!
😨🙂😰😱
#HatiHatiJagaHati
Panik, kalem, panik, makin panik!
😨🙂😰😱
#HatiHatiJagaHati
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQvcDQeJ71x/?utm_medium=copy_link
Permasalahan ngelurusin niat emang gak ada abisnya ya🥲
Bahkan saat kita takut terkena riya’ bisa jadi itu adalah riya’, lagi-lagi ini adalah godaan setan. Setan mau menghalangi kita dari beramal baik maka mereka menipu kita bahwa hal ini termasuk riya’ atau khawatir orang akan menganggap ini sebagai riya’
Maka yang seharusnya kita lakukan adalah bukan malah meninggalkan amalan yang ingin kita kerjakan, apalagi itu karena manusia😢 tapi ikhlaskan untuk Allah
Kita ini, amalannya sangat sedikit, kalau sampai sholat sunnah aja kita tinggalin karena takut riya’ dan dianggap riya’, gimanalah nasib kita nanti?😭😭😭
#HatiHatiJagaHati
Permasalahan ngelurusin niat emang gak ada abisnya ya🥲
Bahkan saat kita takut terkena riya’ bisa jadi itu adalah riya’, lagi-lagi ini adalah godaan setan. Setan mau menghalangi kita dari beramal baik maka mereka menipu kita bahwa hal ini termasuk riya’ atau khawatir orang akan menganggap ini sebagai riya’
Maka yang seharusnya kita lakukan adalah bukan malah meninggalkan amalan yang ingin kita kerjakan, apalagi itu karena manusia😢 tapi ikhlaskan untuk Allah
Kita ini, amalannya sangat sedikit, kalau sampai sholat sunnah aja kita tinggalin karena takut riya’ dan dianggap riya’, gimanalah nasib kita nanti?😭😭😭
#HatiHatiJagaHati
https://www.instagram.com/p/CQvsj1eJ2Cy/?utm_medium=copy_link
Siapa yang gak tau Khalid bin Walid, panglima perang luar biasa, sahabat mulia Rasulullah
Sejak diangkatnya beliau menjadi panglima perang sejak zaman khalifah Abu Bakar, pasukan yang dipimpinnya selalu menang
Sampai akhirnya sebagian kaum muslimin menyandarkan hati sepenuhnya pada Khalid dan muncul keyakinan dalam benak kaum muslimin bahwa Khalid adalah “pembuat kemenangan” sehingga membuat sebagian kaum muslimin ini mulai lalai dalam berdoa, berharap dan bergantung kepada Allah
Hingga akhirnya khalifah ‘Umar bin Khattab melihat peristiwa ini dan memecat Khalid bin Walid, menggantinya dengan Abu Ubaidah bin Jarrah
Bukan, bukan karena Khalid gak lagi kompeten, gak lagi mahir dalam memimpin pasukan perang, buka juga karena ‘Umar ingin kaum muslimin kalah dalam peperangan. Tapi, itu karena ‘Umar ingin menjaga ketauhidan kaum muslimin, membersihkan segala ketergantungan kepada selain-Nya
‘Umar gak pingin kaum muslimin lebih bergantung pada kehebatannya Khalid bin Walid, ‘Umar gak pingin kaum muslimin menganggap bahwa “keberuntungan” kaum muslimin karena Khalid bin Walid yang ditunjuk sebagai panglima, ‘Umar benar-benar ingin menjaga ketauhidan kaum muslimin
MasyaAllah… akhlak seorang pemimpin yang sebenarnya🥲 beliau bertanggung jawab atas kemurnian orang-orang yang dipimpinnya
Belajarlah dari kisah ini, untuk selalu memurnikan niat kita, memurnikan ketauhidan kita. Jangan pernah melakukan apapun karena manusia atau karena ada manusia tertentu. Semoga Allah memudahkan kita🤲🏻
#HatiHatiJagaHati
Siapa yang gak tau Khalid bin Walid, panglima perang luar biasa, sahabat mulia Rasulullah
Sejak diangkatnya beliau menjadi panglima perang sejak zaman khalifah Abu Bakar, pasukan yang dipimpinnya selalu menang
Sampai akhirnya sebagian kaum muslimin menyandarkan hati sepenuhnya pada Khalid dan muncul keyakinan dalam benak kaum muslimin bahwa Khalid adalah “pembuat kemenangan” sehingga membuat sebagian kaum muslimin ini mulai lalai dalam berdoa, berharap dan bergantung kepada Allah
Hingga akhirnya khalifah ‘Umar bin Khattab melihat peristiwa ini dan memecat Khalid bin Walid, menggantinya dengan Abu Ubaidah bin Jarrah
Bukan, bukan karena Khalid gak lagi kompeten, gak lagi mahir dalam memimpin pasukan perang, buka juga karena ‘Umar ingin kaum muslimin kalah dalam peperangan. Tapi, itu karena ‘Umar ingin menjaga ketauhidan kaum muslimin, membersihkan segala ketergantungan kepada selain-Nya
‘Umar gak pingin kaum muslimin lebih bergantung pada kehebatannya Khalid bin Walid, ‘Umar gak pingin kaum muslimin menganggap bahwa “keberuntungan” kaum muslimin karena Khalid bin Walid yang ditunjuk sebagai panglima, ‘Umar benar-benar ingin menjaga ketauhidan kaum muslimin
MasyaAllah… akhlak seorang pemimpin yang sebenarnya🥲 beliau bertanggung jawab atas kemurnian orang-orang yang dipimpinnya
Belajarlah dari kisah ini, untuk selalu memurnikan niat kita, memurnikan ketauhidan kita. Jangan pernah melakukan apapun karena manusia atau karena ada manusia tertentu. Semoga Allah memudahkan kita🤲🏻
#HatiHatiJagaHati
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQxZ62qJDRk/?utm_medium=copy_link
Iya aja
Biar seneng orangnya:)
#HatiHatiJagaHati
Iya aja
Biar seneng orangnya:)
#HatiHatiJagaHati
Instagram