Hijab Alila
5.47K subscribers
1.98K photos
435 videos
4.31K files
4.28K links
feel free to re-share~

YouTube: https://youtube.com/c/HijabAlilaOfficial
Download Telegram
https://www.instagram.com/p/CQV6khPJ07t/?utm_medium=copy_link

Ikhlas, artinya melakukan semuanya karena Allah

Berproses karena Allah. Belajar, mengajar, bekerja, apapun: karena Allah

Karena kita makhluk, kita hanya bisa berencana sisanya adalah kehendak-Nya
Ikhlas, karena dengannya kita akan memperoleh pahala. Berhasil ataupun gagal adalah urusan setelahnya, yang Allah lihat adalah cara kita berproses, apakah itu dengan cara yang Allah ridhoi atau sebaliknya, Allah murkai

Sukses, patokannya bukan pda pandangan manusia… jika hari ini kita merasa gagal, belum mendapatkan apa yang kita inginkan, yakinlah bahwa Allah sedang membuka banyaaaaaak pintu menuju kesuksesan lainnya
Bukan kegagalan kita yang nanti dihisab tapi bagaimana kita menghadapi kegagalan itu

Apakah kita menjadi murka dengan takdir yang berlaku? Atau lebih berlutut dan berdoa untuk Allah kuatkan pundak kita
Siapalah kita kalau bukan Allah yang kuatkan:)

#TakdirAllahPastiBaik
https://www.instagram.com/p/CQYdVjEJfJ-/?utm_medium=copy_link

Kalau kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, itu adalah jalan yang Allah berikan

Tapi kalau kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, itu artinya Allah ingin memberikan kamu perlindungan:)

#TakdirAllahPastiBaik
https://www.instagram.com/p/CQZkx0RJTmV/?utm_medium=copy_link

Identitasnya orang beriman adalah selalu mampu menghitung nikmat yang Allah berikan kepadanya, taukah kamu siapa yang mampu?

Nabi Ayyub ‘alayhis salam, beliau mampu menghitung nikmat Allah yang tak terbatas, orang-orang yang mampu menghitung nikmat-Nya hanyalah hamba-hamba yang Allah ridhoi jiwanya

Ingat bahasan sebelumnya? Kalau manusia tidak berusaha mensyukuri nikmat-Nya maka sungguh mereka adalah wa innal insaana lirabbihii la kanuud, “sungguh, manusia betul-betul mengingkari nikmat Tuhan-nya.”
Karena sesungguhnya telah begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan dari pada ujian yang diberikan kepada manusia

Nabi Ayyub adalah hamba yang mampu menghitung nikmat Allah. Ketika ujian itu datang, nabi Ayyub mampu mensikapi dengan kelapangan hati, karena beliau mengingat nikmat yang Allah berikan begitu besar pada hidupnya. Usianya tidak lagi muda ketika beliau sakit, usianya 70 tahun, penyakitnya adalah penyakit yang Allah tidak pernah turunkan kepada manusia dan kaum sebelum nabi Ayyub tapi beliau tetap sabar

Bahkan penyakit yang nabi Ayyub alami adalah hingga daging-dagingnya berjatuhan, Ya Allah… bisakah kita membayangi? Betapa parahnya penyakit yang nabi Ayyub rasakan? Sungguh, mungkin jika penyakit itu ada di zaman ini, belum tentu ada manusia yang sanggup bersabar atasnya. Belum lagi dengan ujiannya kehilangan harta dan anaknya, semuanya sirna, semua orang menjauhinya hingga nabi Ayyub mengasingkan dirinya

Istimewanya, nabi Ayyub tidak pernah merintih dan meminta disembuhkan ketika awal-awal menderita penyakit itu, beliau berkata kepada Allah “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.

(lanjut di kolom komentar)
#TakdirAllahPastiBaik
(lanjutan)⁣

Kesabarannya sampai membuat iistrinya berkata, “kenapa engkau tidak berdoa kepada Allah?” maka perhatikanlah jawaban nabi Ayyub, “bukankah aku sudah disehatkan oleh Allah selama 70 tahun? Apakah aku tidak bisa menjadi hamba yang bersabar 70 tahun sisanya pada sisa usiaku, kalaupun Allah memberikan sakit ini selama 70 tahun?”⁣
Pernyataan ini yang menjadikan akhirnya nabi Ayyub mampu memaknai ujian yang Allah berikan kepadanya dengan kelapangan hati tanpa menghilangkan rasa sabar dan syukur⁣

Lalu kita, bagaimana dengan kita?⁣

#TakdirAllahPastiBaik
https://www.instagram.com/p/CQaQGBTJbZJ/?utm_medium=copy_link

Kita terlalu sibuk mikirin apa yang gak kita dapatkan, sampai lupa caranya menerima apa yang telah kita dapatkan

Padahal gak mahal, malah gak ber-harga

Ya Allah, terima kasih
Alhamdulillah for everything🥲🤍

#TakdirAllahPastiBaik
https://www.instagram.com/p/CQa8shapNEH/?utm_medium=copy_link

Senjatanya orang beriman

Senjata untuk ngelawan rasa takut dari “takdir buruk”

*padahal si takdir buruk cuma anggapan manusia aja, yaaa karna #TakdirAllahPastiBaik, yakhaaan😌
https://www.instagram.com/p/CQczzxiJoN4/?utm_medium=copy_link

Manusia yang bisa mengambil hikmah adalah mereka yang bersih hatinya, Allah ridhoi jiwanya

Karena mempelajari takdir-Nya butuh waktu selamanya, maka sangat perlu bagi kita membentengi setiap perjalanan kita dengan doa, sabar dan sholat

Harap-harap Allah bersihkan hati kita untuk selalu menerima takdir yang telah Dia tetapkan untuk kita

#TakdirAllahPastiBaik
https://www.instagram.com/p/CQddJqQp5ye/?utm_medium=copy_link

Belajar bersyukur dari doa keluar kamar mandi:’)

Tau gak kenapa bacaan doa kamar mandi diawali dengan meminta ampun? “Ghufranaka”

Iyaya, kenapa malah memohon ampun ketika abis buang air?

Para ulama menjelaskan, sesungguhnya ketika gak sadar bahwasanya aktivitas kita di kamar mandi, buang air kecil ataupun besar gak akan pernah terjadi atau malah gak akan mampu kita lakukan kecuali karena NIKMAT yang Allah berikan kepada kita

Manusia lupa bahwa kotoran yang baru mereka kelurkan merupakan nikmat dari Allah, maka ketika keluar dari kamar mandi (seharusnya) dia membaca “ghufranaka”, sekali lagi, hal yang barusan terjadi sesungguhnya gak akan terjadi kecuali karena nikmat Allah

Inget gak, Allah itu sampai mengulang-ulang “Maka nikmat-nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua (jin dan manusia) dustakan?”

Buruknya manusia cenderung melupakan kenikmatan besar yang Allah berikan kepadanya. Apalagi ketika diuji, padahal Allah memberikan ujian bukan untuk mendzalimi kita. Padahal ujian itu hanya seujung kuku DAN itu juga bagian dari nikmat

Ujian yang ada merupakan bagian dari nikmat yang akan kita panen buah manisnya di surga, jika kita melewatinya dengan keridhoan, karena ujian itu gak akan Allah berikan kecuali Allah ingin ngasih kebaikan yang besar bagi yang meresponnya dengan hikmah ketika kita melewati ujian sesuai dengan keridhoan

Pertanyaannya, sudah sejauh mana kita berusaha dalam bersyukur, mengambil hikmah dari setiap takdir yang gak kita sukai?
Mulai sekarang, yuk lebih mengingat nikmat-nikmat kecil yang sering kita lupakan, supaya kita bisa lebih mensyukuri nikmat-nikmat yang besar. Mengalihkan fokus kita pada kenikmatan, bukan ujian

#TakdirAllahPastiBaik