https://www.instagram.com/p/CQShOqCJvQL/?utm_medium=copy_link
Dulu, sebelum belajar soal qadha qadar, kalau sesuatu yang kita inginkan gak sesuai harapan pasti bakal kesel, marah, pokoknya hati gak tenang. Kehilangan sesuatu, gak ikhlas, marah-marah, ke siapa aja gitu marahnya
Tapi setelah belajar, gak tau, pokoknya tenaaaang aja gitu… yang udah lewat dijadiin pelajaran, yang gak didapat diikhlasin, yang didapatin guyur dengan penuh rasa syukur
Kalian gini juga gak?🥲
#TakdirAllahPastiBaik
Dulu, sebelum belajar soal qadha qadar, kalau sesuatu yang kita inginkan gak sesuai harapan pasti bakal kesel, marah, pokoknya hati gak tenang. Kehilangan sesuatu, gak ikhlas, marah-marah, ke siapa aja gitu marahnya
Tapi setelah belajar, gak tau, pokoknya tenaaaang aja gitu… yang udah lewat dijadiin pelajaran, yang gak didapat diikhlasin, yang didapatin guyur dengan penuh rasa syukur
Kalian gini juga gak?🥲
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQTJb7ZpHsP/?utm_medium=copy_link
Manusia telah mendapat banyak nikmat dari Allah sejak lahir, tumbuh, kemudian ia lupa ketika ia mendapat ujian. Padahal ujian yang Allah berikan besarnya gak ada seujung kuku
Saking banyaknya kenikmatan yang Allah berikan kepadanya, menjadikan sensitivitasnya tumpul. Padahal ujian itu juga bagian dari nikmat Allah, itu adalah tanda Allah menginginkan hamba-Nya yang diberi ujian “naik kelas”
Ada yang diberikan ujian supaya lebih dekat dengan Allah
Ada yang diberikan ujian supaya lebih merintih kepada Allah
Ada yang diberi ujian supaya dia dihindarkan dari berbagai macam maksiat dan penyimpangan ketika dia diberikan nikmat tapi justru melalaikan
Semoga kita bukan hamba yang tumpul sensitivitasnya dari bersyukur kepada-Nya, supaya dada terus lapang, dan dengan keridhoan kita dalam menghadapi segala ujian-Nya, Allah ridho pula dengan kita… aamiin
#TakdirAllahPastiBaik
Manusia telah mendapat banyak nikmat dari Allah sejak lahir, tumbuh, kemudian ia lupa ketika ia mendapat ujian. Padahal ujian yang Allah berikan besarnya gak ada seujung kuku
Saking banyaknya kenikmatan yang Allah berikan kepadanya, menjadikan sensitivitasnya tumpul. Padahal ujian itu juga bagian dari nikmat Allah, itu adalah tanda Allah menginginkan hamba-Nya yang diberi ujian “naik kelas”
Ada yang diberikan ujian supaya lebih dekat dengan Allah
Ada yang diberikan ujian supaya lebih merintih kepada Allah
Ada yang diberi ujian supaya dia dihindarkan dari berbagai macam maksiat dan penyimpangan ketika dia diberikan nikmat tapi justru melalaikan
Semoga kita bukan hamba yang tumpul sensitivitasnya dari bersyukur kepada-Nya, supaya dada terus lapang, dan dengan keridhoan kita dalam menghadapi segala ujian-Nya, Allah ridho pula dengan kita… aamiin
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQTbOBlphbO/?utm_medium=copy_link
Masih nyambung nih sama postingan sebelah
Manusia, si makhluk sempurna, makhluk yang Allah kasih akal juga nafsu, bisa menimbang mana yang baik mana yang buruk, bisa milih sabar atau engga, bisa milih taat atau durhaka
Manusia, si makhluk unik, yang bisa ngelupain banyaknya nikmat yang udah diperoleh karena 1 ujian
Malah ada yang udah dikasih nikmat, tapi selalu ngerasa kurang
😭😭😭
Ya Allah… ampun…
Kata Allah: إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
“sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya.” (QS. Al-Adiyat: 06)
Liat deh, ini tuh Allah yang bilang, Pencipta kita yang paling tau soal kita😭
Padahal sifat PENGASIH dan PENYAYANGnya Allah itu kalau mau dibilang ya… duh, gak tau deh gimana bilangnya, kalau ada kata lain selain BESAR BANGET, BANYAK BANGET, LUAS BANGET yang bisa menggambarkan Rahman dan Rahim-nya Allah akan Alila pakai, pasti
Jangan deh, jangan sampai kita masuk dalam golongan hamba yang “kanud”, hamba yang gak bersyukur, hamba yang ingkar atas nikmat Tuhannya
Mulai sekarang, kalau ada sesuatu yang rasa-rasanya kita gak terima, yuk coba pikir balik besarnya nikmat yang udah Allah berikan selama ini, sesederhana mensyukuri bahwa mata kita masih bisa berkedip dan kita masih bisa menghirup oksigen secara gratis🥲
#TakdirAllahPastiBaik
Masih nyambung nih sama postingan sebelah
Manusia, si makhluk sempurna, makhluk yang Allah kasih akal juga nafsu, bisa menimbang mana yang baik mana yang buruk, bisa milih sabar atau engga, bisa milih taat atau durhaka
Manusia, si makhluk unik, yang bisa ngelupain banyaknya nikmat yang udah diperoleh karena 1 ujian
Malah ada yang udah dikasih nikmat, tapi selalu ngerasa kurang
😭😭😭
Ya Allah… ampun…
Kata Allah: إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
“sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya.” (QS. Al-Adiyat: 06)
Liat deh, ini tuh Allah yang bilang, Pencipta kita yang paling tau soal kita😭
Padahal sifat PENGASIH dan PENYAYANGnya Allah itu kalau mau dibilang ya… duh, gak tau deh gimana bilangnya, kalau ada kata lain selain BESAR BANGET, BANYAK BANGET, LUAS BANGET yang bisa menggambarkan Rahman dan Rahim-nya Allah akan Alila pakai, pasti
Jangan deh, jangan sampai kita masuk dalam golongan hamba yang “kanud”, hamba yang gak bersyukur, hamba yang ingkar atas nikmat Tuhannya
Mulai sekarang, kalau ada sesuatu yang rasa-rasanya kita gak terima, yuk coba pikir balik besarnya nikmat yang udah Allah berikan selama ini, sesederhana mensyukuri bahwa mata kita masih bisa berkedip dan kita masih bisa menghirup oksigen secara gratis🥲
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram
👍1
https://www.instagram.com/p/CQVOLegJara/?utm_medium=copy_link
Harta dan tahta hanya yang manusia (gak semuanya) lihat dari banyaknya nikmat-Nya😰
Bener apa bener?😭😭😭
#TakdirAllahPastiBaik
Harta dan tahta hanya yang manusia (gak semuanya) lihat dari banyaknya nikmat-Nya😰
Bener apa bener?😭😭😭
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQV6khPJ07t/?utm_medium=copy_link
Ikhlas, artinya melakukan semuanya karena Allah
Berproses karena Allah. Belajar, mengajar, bekerja, apapun: karena Allah
Karena kita makhluk, kita hanya bisa berencana sisanya adalah kehendak-Nya
Ikhlas, karena dengannya kita akan memperoleh pahala. Berhasil ataupun gagal adalah urusan setelahnya, yang Allah lihat adalah cara kita berproses, apakah itu dengan cara yang Allah ridhoi atau sebaliknya, Allah murkai
Sukses, patokannya bukan pda pandangan manusia… jika hari ini kita merasa gagal, belum mendapatkan apa yang kita inginkan, yakinlah bahwa Allah sedang membuka banyaaaaaak pintu menuju kesuksesan lainnya
Bukan kegagalan kita yang nanti dihisab tapi bagaimana kita menghadapi kegagalan itu
Apakah kita menjadi murka dengan takdir yang berlaku? Atau lebih berlutut dan berdoa untuk Allah kuatkan pundak kita
Siapalah kita kalau bukan Allah yang kuatkan:)
#TakdirAllahPastiBaik
Ikhlas, artinya melakukan semuanya karena Allah
Berproses karena Allah. Belajar, mengajar, bekerja, apapun: karena Allah
Karena kita makhluk, kita hanya bisa berencana sisanya adalah kehendak-Nya
Ikhlas, karena dengannya kita akan memperoleh pahala. Berhasil ataupun gagal adalah urusan setelahnya, yang Allah lihat adalah cara kita berproses, apakah itu dengan cara yang Allah ridhoi atau sebaliknya, Allah murkai
Sukses, patokannya bukan pda pandangan manusia… jika hari ini kita merasa gagal, belum mendapatkan apa yang kita inginkan, yakinlah bahwa Allah sedang membuka banyaaaaaak pintu menuju kesuksesan lainnya
Bukan kegagalan kita yang nanti dihisab tapi bagaimana kita menghadapi kegagalan itu
Apakah kita menjadi murka dengan takdir yang berlaku? Atau lebih berlutut dan berdoa untuk Allah kuatkan pundak kita
Siapalah kita kalau bukan Allah yang kuatkan:)
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQXqezkpIgJ/?utm_medium=copy_link
Kalian semua harus lihat ini☺️
#TakdirAllahPastiBaik
Kalian semua harus lihat ini☺️
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQYdVjEJfJ-/?utm_medium=copy_link
Kalau kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, itu adalah jalan yang Allah berikan
Tapi kalau kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, itu artinya Allah ingin memberikan kamu perlindungan:)
#TakdirAllahPastiBaik
Kalau kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, itu adalah jalan yang Allah berikan
Tapi kalau kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, itu artinya Allah ingin memberikan kamu perlindungan:)
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram
https://www.instagram.com/p/CQZkx0RJTmV/?utm_medium=copy_link
Identitasnya orang beriman adalah selalu mampu menghitung nikmat yang Allah berikan kepadanya, taukah kamu siapa yang mampu?
Nabi Ayyub ‘alayhis salam, beliau mampu menghitung nikmat Allah yang tak terbatas, orang-orang yang mampu menghitung nikmat-Nya hanyalah hamba-hamba yang Allah ridhoi jiwanya
Ingat bahasan sebelumnya? Kalau manusia tidak berusaha mensyukuri nikmat-Nya maka sungguh mereka adalah wa innal insaana lirabbihii la kanuud, “sungguh, manusia betul-betul mengingkari nikmat Tuhan-nya.”
Karena sesungguhnya telah begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan dari pada ujian yang diberikan kepada manusia
Nabi Ayyub adalah hamba yang mampu menghitung nikmat Allah. Ketika ujian itu datang, nabi Ayyub mampu mensikapi dengan kelapangan hati, karena beliau mengingat nikmat yang Allah berikan begitu besar pada hidupnya. Usianya tidak lagi muda ketika beliau sakit, usianya 70 tahun, penyakitnya adalah penyakit yang Allah tidak pernah turunkan kepada manusia dan kaum sebelum nabi Ayyub tapi beliau tetap sabar
Bahkan penyakit yang nabi Ayyub alami adalah hingga daging-dagingnya berjatuhan, Ya Allah… bisakah kita membayangi? Betapa parahnya penyakit yang nabi Ayyub rasakan? Sungguh, mungkin jika penyakit itu ada di zaman ini, belum tentu ada manusia yang sanggup bersabar atasnya. Belum lagi dengan ujiannya kehilangan harta dan anaknya, semuanya sirna, semua orang menjauhinya hingga nabi Ayyub mengasingkan dirinya
Istimewanya, nabi Ayyub tidak pernah merintih dan meminta disembuhkan ketika awal-awal menderita penyakit itu, beliau berkata kepada Allah “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.
(lanjut di kolom komentar)
#TakdirAllahPastiBaik
Identitasnya orang beriman adalah selalu mampu menghitung nikmat yang Allah berikan kepadanya, taukah kamu siapa yang mampu?
Nabi Ayyub ‘alayhis salam, beliau mampu menghitung nikmat Allah yang tak terbatas, orang-orang yang mampu menghitung nikmat-Nya hanyalah hamba-hamba yang Allah ridhoi jiwanya
Ingat bahasan sebelumnya? Kalau manusia tidak berusaha mensyukuri nikmat-Nya maka sungguh mereka adalah wa innal insaana lirabbihii la kanuud, “sungguh, manusia betul-betul mengingkari nikmat Tuhan-nya.”
Karena sesungguhnya telah begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan dari pada ujian yang diberikan kepada manusia
Nabi Ayyub adalah hamba yang mampu menghitung nikmat Allah. Ketika ujian itu datang, nabi Ayyub mampu mensikapi dengan kelapangan hati, karena beliau mengingat nikmat yang Allah berikan begitu besar pada hidupnya. Usianya tidak lagi muda ketika beliau sakit, usianya 70 tahun, penyakitnya adalah penyakit yang Allah tidak pernah turunkan kepada manusia dan kaum sebelum nabi Ayyub tapi beliau tetap sabar
Bahkan penyakit yang nabi Ayyub alami adalah hingga daging-dagingnya berjatuhan, Ya Allah… bisakah kita membayangi? Betapa parahnya penyakit yang nabi Ayyub rasakan? Sungguh, mungkin jika penyakit itu ada di zaman ini, belum tentu ada manusia yang sanggup bersabar atasnya. Belum lagi dengan ujiannya kehilangan harta dan anaknya, semuanya sirna, semua orang menjauhinya hingga nabi Ayyub mengasingkan dirinya
Istimewanya, nabi Ayyub tidak pernah merintih dan meminta disembuhkan ketika awal-awal menderita penyakit itu, beliau berkata kepada Allah “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.
(lanjut di kolom komentar)
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram
(lanjutan)
Kesabarannya sampai membuat iistrinya berkata, “kenapa engkau tidak berdoa kepada Allah?” maka perhatikanlah jawaban nabi Ayyub, “bukankah aku sudah disehatkan oleh Allah selama 70 tahun? Apakah aku tidak bisa menjadi hamba yang bersabar 70 tahun sisanya pada sisa usiaku, kalaupun Allah memberikan sakit ini selama 70 tahun?”
Pernyataan ini yang menjadikan akhirnya nabi Ayyub mampu memaknai ujian yang Allah berikan kepadanya dengan kelapangan hati tanpa menghilangkan rasa sabar dan syukur
Lalu kita, bagaimana dengan kita?
#TakdirAllahPastiBaik
Kesabarannya sampai membuat iistrinya berkata, “kenapa engkau tidak berdoa kepada Allah?” maka perhatikanlah jawaban nabi Ayyub, “bukankah aku sudah disehatkan oleh Allah selama 70 tahun? Apakah aku tidak bisa menjadi hamba yang bersabar 70 tahun sisanya pada sisa usiaku, kalaupun Allah memberikan sakit ini selama 70 tahun?”
Pernyataan ini yang menjadikan akhirnya nabi Ayyub mampu memaknai ujian yang Allah berikan kepadanya dengan kelapangan hati tanpa menghilangkan rasa sabar dan syukur
Lalu kita, bagaimana dengan kita?
#TakdirAllahPastiBaik
https://www.instagram.com/p/CQaQGBTJbZJ/?utm_medium=copy_link
Kita terlalu sibuk mikirin apa yang gak kita dapatkan, sampai lupa caranya menerima apa yang telah kita dapatkan
Padahal gak mahal, malah gak ber-harga
Ya Allah, terima kasih
Alhamdulillah for everything🥲🤍
#TakdirAllahPastiBaik
Kita terlalu sibuk mikirin apa yang gak kita dapatkan, sampai lupa caranya menerima apa yang telah kita dapatkan
Padahal gak mahal, malah gak ber-harga
Ya Allah, terima kasih
Alhamdulillah for everything🥲🤍
#TakdirAllahPastiBaik
Instagram