Hijab Alila
5.47K subscribers
1.98K photos
435 videos
4.31K files
4.28K links
feel free to re-share~

YouTube: https://youtube.com/c/HijabAlilaOfficial
Download Telegram
https://www.instagram.com/p/CPGMi7HBkpo/?utm_medium=copy_link

Pernah ngerasa capek gak mikirin masalah saudara-saudara kita di Palestina?

Kapan ya Masjidil Aqsha bisa bebas?
Kapan ya konflik ini akan berakhir?

Pernah capek gak waktu denger berita bahwa saudara-saudara kita disana diusik lagi, lagi dan lagi?

Pernah?

Kalau pernah, sama, aku juga
Tapi tau gak sih? Capek ini menimbulkan rasa nikmat, dan tenang kemudian. Karena rasa lelah ini, rasa capek ini kita letakkan pada sesuatu yang seharusnya

Terusin aja, kalau mulai merasa capek coba istighfar...
Allah tumbuhkan rasa lelah yang timbul dari rasa cinta ini gak di hati semua orang, kamu adalah orang terpilih, kita adalah orang yang Allah pilih untuk turut mencintai saudara seiman

Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui kemana hati kami condong. Ampuni lelah dan lemah kami, semoga Engkau terus tumbuhkan rasa cinta ini pada saudara-saudara kami

____
Infaq untuk saudara-saudara Palestina kita:
BSM/BSI 77 44 12345 8
BNI Syariah 77 44 12345 9
A/N Sahabat Al-Aqsha Yayasan
Konfirmasi 082112935195
www.sahabatalaqsha.com
@sahabatalaqsha
https://www.instagram.com/p/CPGl_WnB7Iw/?utm_medium=copy_link

Gelapnya kita disini beda dengan gelapnya mereka disana

Terus kirimkan doa dan bantuan, Jumat mubarak!
Kita kuatkan, Allah menangkan!

____
Infaq untuk saudara-saudara Palestina kita:
BSM/BSI 77 44 12345 8
BNI Syariah 77 44 12345 9
A/N Sahabat Al-Aqsha Yayasan
Konfirmasi 082112935195
www.sahabatalaqsha.com
@sahabatalaqsha
https://www.instagram.com/p/CPK9SIlhO3l/?utm_medium=copy_link

Ini dia 5 keistimewaan bulan Syawal!

Siapa yang tau kalau Syawal cuma “bulan baik untuk menikah”???😜😜😜
Ternyata lebih dari ituuuu, mana yang kamu baru tau?

Share ke yang lain juga yaaaa~
https://www.instagram.com/p/CPNF2BAhuKc/?utm_medium=copy_link

Masalah Palestina bukan hanya konflik antar Negara, tapi ini menyangkut aqidah seluruh Ummat Muslim yang diinjak-injak harga dirinya

Kita tahu bahwa tanah Syam, termasuk wilayah Palestina ialah milik kaum Muslim, setelah diserahkan patrik Safronius kepada Umar bin Khaththab di masa Khulafaur Rasyidin

Dan tanah itu tetap menjadi milik Muslim, disuburkan dengan darah para mujahid, diberkahi dengan ulamanya, dan akhlak penduduknya keturunan para Nabi

Sampai akhirnya, Inggris dan Prancis menjarahnya pasca PD1 lewat perjanjian Sykes-Picot, lalu Inggris memberikannya pada Yahudi secara sepihak via Deklarasi Balfour 1917

Setelah serangkaian tipudaya via Inggris dan LBB, akhirnya Amerika dan PBB mengesahkan negara Israel pada 1948, saat itu kaum Muslim dipaksa tak punya negara, stateless

Sejak itu dimulai pembantaian kaum Muslim atas nama perang melawan teroris, diamini PBB dan didukung Amerika. Presiden manapun harus menyatakan sumpah setia pada Israel

Itupun semua terjadi tanpa mengklaim Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibukota Israel, yang keberadaan Israel saja sudah jadi masalah besar, dan simbol ketidakadilan

Maka dengan keputusan ini (Pengesahan Yerussalem sebagai ibukota Israel), sesungguhnya Amerika sedang menguji kita kaum Muslim, seolah mengatakan “ANDA MAU APA HEH?”. Kedzaliman yang dinyatakan

Ini sentilan buat kita, bila penistaan Al-Maidah 51 (tempo lalu) bisa membuat Muslim Indonesia bersatu, harusnya ini juga bisa membuat Muslim dunia bersatu, membela Al-Aqsha

Pemimpin Turki Erdogan sudah mengawalinya dengan pidato yang herois, siap membela kehormatan Al-Aqsha. Mari kita berdoa bahwa ini adalah momen persatuan dunia

Sebab hanya Islam yang mampu tegak melawan kedzaliman, sebab kuatnya hamba-hamba Allah dalam memegang yang benar, lalu Allah pasti aklan memenangkan mereka.
ALLAHU AKBAR!!

✍🏻 ust. @felixsiauw
https://www.instagram.com/p/CPN-vGQhEaR/?utm_medium=copy_link

JANGAN SAMPAI RENDAHNYA KEPEDULIAN KITA TERHADAP TANAH SYAM MENGINDIKASI RENDAHNYA KEIMANAN😭

Tahukah kamu? Memuliakan Tanah Syam adalah hal yang harus kita lakukan, ini bagian dari konsekuensi Iman kepada Allah.
Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Beruntunglah negeri Syam, -beliau ucapkan tiga kali-. Sesungguhnya para malaikat Ar Rahman membentangkan sayap-sayapnya di atas bumi Syam.” (HR. Ahmad)

Inilah bentuk kemuliaan bumi Syam atas negeri-negeri lainnya yang ditetapkan oleh Allah Rabbul ‘Izzah. Menjadi kewajiban bagi setiap mukmin untuk memuliakan apa yang dimuliakan oleh Allah ta’ala dan mengagungkan apa yang diagungkan oleh-Nya. Itulah konsekwensi keimanan

Coba buka lagi sejarah Islam. Pahami makna Al-Aqsha bagi kaum mukmin dan bagaimana sikap kita seharusnya terhadapnya

Jika sekarang kita masih mempertanyakan
“Untuk apa sih kita ikut-ikutan memperjuangkan Al-Aqsha?” Coba benahi lagi iman kita. Rasulullah yang sudah dijamin surga saja memuliakan tanah Syam, lalu kita? Kenapa perintah yang sudah ada dalilnya saja masih dipertanyakan?

Apakah ini cerminan iman kita yang selalu ingin membantah syariat-Nya? Bukankah sangat mengkhawatirkan?😔
https://www.instagram.com/p/CPPoBxOhH7H/?utm_medium=copy_link

Allah dan Rasul-Nya telah memuliakan Masjidil Aqsha

Dengan segala keistimewaannya, dengan segala keberkahannya, lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengenal dan mencintainya sebagaimana kita mengenal Masjidil Haram dan Masjid Nabawi?

Masjidil Aqsha adalah milik umat Islam, umat yang hanya menyembah Allah Ta’ala, relakah kita kehilangannya?
https://www.instagram.com/p/CPQM2DGB1kf/?utm_medium=copy_link

Assalamu’alaykumm #Lovalila!

Gak terasa 2 hari lagi kita udah di pekan ke-2 bulan Syawal ini, cuma mau ngingetin biar gak lupa puasa Syawal😁

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah)⁣
MasyaAllah kan ganjarannya?🥺🥺

Yok semangat yok🔥🔥🔥
https://www.instagram.com/p/CPQbIruBzmx/?utm_medium=copy_link

Tergesa-gesa emang datangnya dari setan, tapi....... ini dia 5 hal yang kita boleh tergesa-gesa untuk melakukannya!⁣



Hmmmm... jadi pengen tau, abis liat postingan ini di point ke-3 ada gak ya yang langsung hubungin orang tuanya? *uhuk⁣

Tapi yang pasti, point ke-5 yang harus banget kita lakuin si, setuja—eh, setuju???!
https://www.instagram.com/p/CPSPhQbhzlR/?utm_medium=copy_link

Masjid al-Aqsha adalah tempat suci ketiga bagi umat Islam dan satu dari tiga masjid yang direkomendasikan Nabi shallallahu ‘alyhi wa sallam untuk dikunjungi
Beliau bersabda, لَا تَشُدُّوا الرِّحَالَ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Tidaklah kalian mengadakan perjalanan dengan sengaja kecuali ke tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nabawi di Madinah), Masjidil Haram (di Makkah) dan Masjid al-Aqsha (HR al-Bukhari dan Muslim)

Masalah Palestina bukan hanya konflik antar Negara, tapi ini menyangkut aqidah seluruh Ummat Muslim yang diinjak-injak harga dirinya. Palestina adalah bagian dari tanah Syam dan memuliakan Tanah Syam adalah hal yang harus kita lakukan, ini bagian dari konsekuensi Iman kepada Allah

Bukan hanya bantuan obat obatan, makanan serta kebutuhan lainnya akan tetapi umat Islam Palestina, butuh bantuan yang lebih urgent yaitu pasukan jihad kaum muslimin, sebagaimana dahulu Umar Bin Khattab dan Sholahuddin Al Ayyubi membebaskan Palestina, akan tetapi bantuan tersebut tidaklah mungkin akan terwujud bila kesatuan umat Islam belum berada dalam satu kepemimpinan umat Islam dalam bentuk institusi negara yang memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membebaskan umat Islam dari penindasan dan penjajahan
Karena dengan kesatuan umat dalam naungan kepemimpinan Islam, Muslim Palestina dan negeri lainnya akan disatukan dan mereka memiliki tameng pelindung (al-junnah) yang menjaga nyawa, darah, harta dan kehormatan serta keberkahan bumi Palestina

Lantas bagaimanakah cara kita menggapainya, apakah kita hanya akan menjadi penonton atau menjadi bagian yg ingin memperjuangkan kebangkitannya? Mari kita pupuk semangat kita untuk membebaskan Al Quds dan Palestina dalam kajian Liqo Syawal “ikatan Cinta al-Aqsha” yang In syaa Allah akan dilaksanakan pada hari:

🗓 Sabtu, 29 Mei 2021
09.30-12.00 WIB
📥 Zoom Meeting
🎤 Nara sumber:
Ibu Shanti (Sahabat Al-Aqsha)
Dini Aminarti (Public figure)
Ummu Asad (Moderator)

Untuk pendaftaran silahkan klik link dibawah ini:
http://bit.ly/IkatanCintaAlAqsha
Semakin kita mencintai  Al Aqsho dan Palestine, Semakin kita dicintai Allah SWT, Allahu Akbar!
https://www.instagram.com/p/CPS9pNPBTsC/?utm_medium=copy_link

Masjidil Aqsha, masjid yang tentangnya Rasulullahﷺ bersabda, “Jangan (bersusah payah) melakukan perjalanan (untuk beribadah) kecuali ke 3 masjid: Al-Masjidil Haram, dan Masjid Rasulullah, dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari, Muslim)

Tapi tahukah apa alasan mengapa Masjidil Aqsha begitu diistimewakan, sampai masuk dalam ‘list’ masjid yang kita tidak boleh bersusah payah melakukan perjalanan selain menujunya?

1. Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang ditegakkan di muka bumi untuk menyembah Allah, Nabi Adam ‘alaihissalam lah manusia pertama yang membangun Masjidil Aqsha
Terbukti juga dengan adanya hadits Rasulullahﷺ, dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, “Aku berkata kepada Rasulullahﷺ, ‘Masjid manakah yang pertama kali ditegakkan di bumi pertama kali?’ Kata beliau, ‘Masjidil Haram.’ Kataku, ‘Lalu (masjid) mana?’ Kata beliau, ‘Al-Masjidil Aqsha.’ Kataku, ‘Berapa jarak antara keduanya?’ Kata beliau, ‘empat puluh tahun.’” (HR. Muslim)

2. Masjidil Aqsha merupakan kiblat pertama ummat Islam
Sebelum akhirnya ummat Islam sholat berarahkan kiblat ke Mekkah, dulu kiblat ummat Islam mengarah ke Masjidil Aqsha. Dulu ummat Islam menghadap ke arahnya saat menyembah Rabbnya selama kurang lebih 14tahun
Hal yang mustahil bukan kalau seorang muslim luput dari mencintainya?

3. Tak satu jengkalpun tanah Masjidil Aqsha yang tidak dijamah Malaikat, Nabi dan Rasul
Ingat peristiwa Isra’ Mi’raj? Di dalamnya terdapat peristiwa saat Rasulullahﷺ mengimami lebih dari 120ribu Nabi dan Rasul. Luasnya Masjidil Aqsha penuh dengan ratusan ribu Nabi dan Rasul yang mendirikan sholat diatas tanahnya, menyembah-Nya

4. Bukan hanya kita, tapi SEMUA Nabi merindukan Masjidil Aqsha. Layaknya semua ummat Islam merindukan Baitullah, berharap segera mendapat panggilan-Nya agar bisa berkunjung ke sana. Begitulah kerinduan ummat Islam juga para Nabi terhadap Masjidil Aqsha

(lanjut di kolom komentar)
(lanjutan)

5. Baitul Maqdis disebut didalam Al-Qur’an sebagai kawasan Ardhul Muqaddasah (tanah suci), tanah inilah yang Allah berkahi sekelilingnya dan didalam tanah suci itu terdapat Pusat dari Pusat Barakah yaitu Masjidil Aqsha⁣⁣
⁣⁣
Tulisan ini tidak akan cukup memuat keistimewaan-keistimewaan Masjidil Aqsha, tapi setidaknya kini kita tau, masjid yang dengannya orang-orang mengatakan “ngapain sih ngerebutin masjid” adalah bagian penting dari Islam di masa lalu, di masa kini dan di masa yang akan datang
#SahabatAlAqsha #KeistimewaanMasjidilAqsha #MasjidilAqshaKita #FaktaMasjidilAqsha
https://www.instagram.com/p/CPVVHQfhsG5/?utm_medium=copy_link

Banyak sekali diantara kita yang masih bingung, apa yang harus kita lakukann untuk membantu saudara-saudara kita di Syam?

Ada 3 jihad yang bisa kita semua lakukan
Yang pertama dan yang PALING UTAMA yang harus kita lakukan adalah jihad ilmu, sebagaimana dulu Rasulullah melakukan pembinaan terhadap para Sahabat di rumah Al-Arqam bin Abi al-Arqam pertama kali dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Tapi sekarang kita bisa melakukannya kapanpun, dimanapun, siapapun bisa melakukannya. Hari ini Allah telah memberikan kita kesempatan yang luas lewat social media ini
Sebelumnya, kita sendiripun harus mempelajari sejarah tentang Baitul Maqdis dan keistimewaan-keistimewaannya. Setelah itu sebarkan seluas-luasnya, bagikan informasi kepada semua orang tentang keadaan disana; apa yang sedang terjadi, bagaimana keadaan saudara-saudara kita, JANGAN DIAM!

Lalu yang tak boleh luput juga dari kita adalah salah satu sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, “Jika seseorang tidak mampu pergi dan sholat ke Baitul Maqdis maka kirimkan minyak untuk peneranganya. Barangsiapa yang memberikannya, maka seolah ia telah mendatanginya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud dan Thabrani)
“Kiriman minyak” yang diperlukan saat ini adalah bantuan dana sebanyak-banyaknya untuk saudara-saudara kita yang sejak tahun 1948 bertahan menghadapi keganasan penjajah Zionis. Termasuk para Mujahidin yang pagi, siang, sore, malam berjuang dengan tenaga, pikiran, darah dan nyawanya untuk membebaskan Masjidil Aqsha, Baitul Maqdis, Palestina dan seluruh kawasan Negeri Syam. Semoga Allah muliakan harta dan nyawa kita untuk Jalan yang Mensucikan ini. Aamiin
👍1
https://www.instagram.com/p/CPW-f55hIqp/?utm_medium=copy_link

Dulu, saat Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah hal pertama yang dilakukan Rasulullah di tempatnya ini adalah mengubah nama Yatsrib menjadi Madinah, kemudian Rasulullah ﷺ bukan membangun gedung dan berbagai fasilitas fisik, melainkan membangun sumber daya manusia yang berkualitas khalifah di muka bumi, berkeadilan dan menolak kedzaliman, mengenal hak dan menunaikan kewajiban. Manusia yang terus gelisah, tak pernah tenang sebelum bendera tauhid yang mengibarkan semangat keadilan, persamaan, dan kemakmuran hidup menancap

Rasulullah mengemban visi dan misi jauh ke depan. Untuk itu beliau bekerja keras siang dan malam. Beliau mendidik sahabat, mengajari mereka syariat, dan merintis jalan untuk mereka lanjutkan kelak sepeninggal beliau. Kepemimpinannya tidak dapat dibandingkan dengan kepemimpinan siapa pun sebab kepemimpinannya selalu terikat pada masalah keimanan. Rasulullah ﷺ tidak melakukan manuver-manuver politik, jihad, ataupun perjanjian damai kecuali dengan dasar iman. Maka, jadilah Madinah sebuah negara ideal di segala bidang; politik, sosial, ekonomi, pembangunan, diplomasi, dan administrasi

Maka, langkah selanjutnya setelah melakukan jihad ilmu untuk membebaskan Al-Aqsha adalah melakukan jihad politik, bukan layaknya politik hari ini tapi politik yang Rasulullah ajarkan. Karena apapun yang Rasulullah lakukan, tindak-tanduk beliau adalah berdasarkan wahyu Allah. Jika semua bersumber dari wahyu maka apa yang perlu kita ragukan?
Tapi tentu semua ini tidak bisa terwujud begitu saja jika hanya segelintir orang yang memperjuangkannya maka tugas kita sebagai ummat Islam adalah terus mendorong penguasa agar memerintah berdasarkan Al-Qur'an agar mereka berhukum hanya dengan hukum Islam diseluruh ruang-ruang kehidupan
https://www.instagram.com/p/CPXfWpzh_TZ/?utm_medium=copy_link

Setelah jihad yang pertama, jihad ilmu. Yang kedua, jihad politik. Kemudian last but not least adalah jihad militer. Yap! betul, memerangi kaum musyrik yang menjajah Baitul Maqdis dan bumi Syam yang diberkahi
Sebab sudah menjadi sunnah Rasulullah untuk membebaskan tanah suci, tak boleh ada satupun tanah dalam keadaan terjajah. Tapiiiii, melakukan futuh Baitul Maqdis tidak semudah itu Marimaaar~ tidak bisa hanya segelintir kelompok membangun pasukan lalu pergi memerangi zionis disana

Dakwah dan jihad adalah wajib hukumnya bagi kaum muslimin, dengan dua metode yang telah digariskan oleh Allah itu, kaum muslimin bisa mencapai kemuliaan
Jihad merupakan suatu upaya untuk mencapai keselamatan. Ia merupakan tuntunan Allah yang dapat mengantarkan manusia langsung masuk syurga. Allah berfirman dalam surah Ash-Shaff ayat 10-13 yang isinya adalah jika kita mengerjakan apa yang Allah perintahkan dan tunjukkan, niscaya “memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn”
Allah yang telah menjamin, jika kaum muslim berperang di jalan Allah dan menolong agama-Nya, maka Allah akan menolong dan menjadikan kaum muslim menang, pasti

Jelas ini bukan sembarang perang yang hanya didasari oleh hawa nafsu, yang hanya berharap kekuasaan di dunia. Islam tidak membenarkan itu, Islam tidak membenarkan segenap bentuk peperangan, kecuali jihad fii sabilillah, jihad di jalan Allah, sebab dalam Islam, perang bukan sekadar untuk mencapai kemenangan atau merampas harta musuh. Perang lebih bertujuan untuk menjalankan kewajiban jihad di jalan Allah demi tegaknya izzul Islam wal muslimin

(lanjut di kolom komentar)
👍1
(lanjutan)⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Dulu, Rasulullah Shallallahu ﷺ pun membentuk pasukan militer pada awal dakwahnya di Madinah. Rasulullah mewajibkan latihan militer bagi tiap laki-laki muslim yang telah baligh. Hal ini tentu di dasari firman Allah, “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.” (QS. Al-Baqarah: 193)⁣⁣⁣
Juga berdasarkan sabda Rasulullah, “Perangilah orang-orang musyrik itu, dengan harta benda, tangan, dan mulut kalian.” (HR. Abu Dawud)⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Jadi sangat jelas, jihad militer ini (yang semoga Allah segerakan kita untuk melakukannya dalam rangka membebaskan Baitul Maqdis dan tanah Syam) semata-mata fii sabilillah, hanya karena Allah. Semoga Allah segerakan Islam mencapai masa kejayaan. Kejayaan yang sekaligus merupakan refleksi keimanan kaum muslimin kepada Allah, kedekatan pada firman-Nya, dan aplikasi syariat-Nya⁣⁣⁣
Yang menjadikan Allah sebagai tujuan, Al-Qur’an sebagai undang-undang, Rasul sebagai panutan, jihad sebagai jalan hidup, dan mati syahid sebagai puncak cita-cita. Allahu Akbar!
👍1
https://www.instagram.com/p/CPZ3j4chzqW/?utm_medium=copy_link

KHIMARMU, SYIARMU🧕🏻

Belanja tapi dapet pahala?

BISA BANGET!

Allah itu emang Maha Baik, hari ini kita dibukakan banyaaaak banget pintu untuk beramal, ya kan?
Hari ini banyak banget pedagang-pedagang yang memberikan sebagian penjualan dari barang dagangannya untuk saudara-saudara, anak-anak, adik-adik kita di Syam

Pembagiannya juga luas, ada yang disalurkan untuk perjuangan di garis pertahanan, ada yang disalurkan untuk para janda dan anak-anak, ada yang disalurkan untuk pendidikan dan masih banyak lagi

Hijab Alila adalah salah satu yang berusaha demikian melalui @rumahquranalila. Foto yang ada di atas adalah “Khimar Al-Aqsha”nya Hijab Alila yang sebagian hasil penjualannya disalurkan untuk pendidikan adik-adik Syam kita yang ada di Rumah Qur’an Alila😊

Temen-temen disini kalau mau belanja sambil beramal boleh banget bawa pulang si khimar Al-Aqsha ini😁 katalognya bisa lihat di @kataloghijabalila dan ordernya bisa melalui kontak yang ada di @belanjahijabalila

Yuk semangat yuk beramal lewat jalan apa aja, yang terpenting adalah Allah ridho, kita bantu perjuangan saudara-saudara kita semampu kita🤍

____⁣
Salurkan infaq terbaikmu untuk saudara-saudara kita di Syam⁣⁣
⁣⁣⁣
Bank Syariah Mandiri (BSM):⁣⁣⁣⁣
7141326807 a/n Yayasan Rumah Quran Alila⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Bank BNI Syariah:⁣⁣⁣⁣
6005000900⁣⁣⁣⁣
Konfirmasi ke: bit.ly/beritahuSahabatJannah⁣ (klik link yang ada di bio)⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣
—⁣⁣⁣⁣⁣
#RumahQuranAlila #RQAlila #RQA #SahabatJannahmu #SahabatAhluSyam #OneUmmah #KhimarAlAqsha
https://www.instagram.com/p/CPatNS8B7Ma/?utm_medium=copy_link

Yusya’ bin Nun ‘alaihis salam, namanya tak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an, tak banyak yang pernah mendengar nama dan kisahnya, beliau adalah murid Nabi Musa ‘alaihi salam yang disebutkan dalam surat Al-Kahfi, “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun’.” (QS. Al-Kahfi: 60)

Dituliskan dalam kitab kisah para Nabi, Allah mencabut ke-berhak-an tanah Palestina atas Bani Israil sebab mereka telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, bukan hanya sekali. Saat Allah baru saja menyelamatkan mereka dari kejaran tentara Firaun mereka telah kembali mendurhakai-Nya, saat Nabi Musa menyampaikan kalam Allah “Wahai Kaumku, masuklah ke tanah suci Palestina yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang karena takut kepada musuh, maka kamu menjadi orang yang merugi” mereka malah menjawab “Hai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya.” Padahal, mereka belum lama melihat kebesaran Allah saat ratusan ribu tentara Firaun yang Allah tenggelamkan begitu saja untuk menolong mereka

Sesudah wafatnya Nabi Musa dan Masjidil Aqsha belum berhasil dibebaskan—sebab Bani Israil menolak sehingga dihukum oleh Allah dengan berputar-putar di padah Tiih selama 40 tahun—, kemudian lahirlah sebuah generasi baru yang lebih baik juga taat yang berjuang bersama Nabi Yusya’ untuk membebaskan Masjidil Aqsha yang pada saat itu sedang dijajah oleh kaum Jabbarin. Pembebasan dimulai dari Nabi Yusya’ yang membuat pengecualian pada 3 kalangan ini untuk tidak turut serta dalam ekspedisi ini, mereka adalah;
1. Laki-laki yang baru saja menikah sementara ia belum menggauli istrinya
2. Seseorang yang sedang membangun rumahnya, sementara atapnya belum terpasang
3. Seseorang yang sudah bertanam tapi belum sempat memanennya kemudian seseorang yang memiliki kambing atau unta bunting dan ia sedang menanti kelahirannya

Nabi Yusya’ membutuhkan kualitas manusia yang bukan main-main

(berlanjut di kolom komentar)
👍1
(lanjutan)⁣

Hikmah dari instruksi tersebut sangat jelas: setiap prajurit Bani Israil yang berangkat harus bisa fokus dan konsentrasi dalam tugas, yang mana di dalamnya bukan orang-orang yang masih punya keterikatan pada dunia⁣

Pasukannya pun mulai merayap, perang telah dimulai. Saat posisi pasukan Bani Israil benar-benar dekat dengan Baitul Maqdis, dan masing-masing telah menempatkan diri, matahari telah bergerak condong ke barat kiranya telah masuk waktu Ashar. Untuk menaklukan dan merebut Baitul Maqdis dari kaum musyrikin, tentu membutuhkan waktu lebih dari sekadar rentang antara Ashar sampai tenggelamnya matahari⁣
Terlebih lagi saat itu adalah hari Jumat. Jikalau terlambat, pertempuran akan melewati senja tenggelam di ufuk barat dan hari pun berganti, Jumat menjadi Sabtu. Sementara, hari Sabtu adalah hari suci bagi Bani Israil, hari yang sangat dihormati dan dimuliakan⁣

Di sanalah peran penting seorang panglima, Nabi Yusya’ harus memutuskan dengan cepat dalam waktu singkat secara tepat. Kondisi dan situasi mengharuskan penaklukan Baitul Maqdis tidak dapat ditunda. Kemudian, keistimewaan inilah yang Allah berikan kepada beliau, Nabi Yusya’ bin Nun mengucapkan kepada matahari, “Engkau sedang menjalankan perintah, aku juga saat ini sedang melaksanakan perintah Allah, tahanlah matahari ini barang sesaat untukku.” Maka Allah kabulkan doanya, kemudian kemenangan Bani Israil pun dapat diraih sebelum matahari tenggelam. Masjidil Aqsha pun dikuasai oleh Bani Israil yang taat itu, Nabi Yusya' bin Nun tetap berada di tengah- tengah mereka untuk membimbing, mengarahkan, dan memimpin hingga beliau meninggal selisih 27 tahun setelah wafatnya Nabi Musa⁣

Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau ‘alaihis salam dan semoga Allah memberi kehormatan pada kita semua agar bisa menjadi generasi selanjutnya yang membebaskan Baitul Maqdis
#SahabatAlAqsha #PembebasanPertamaMasjidilAqsha #PembebasanMasjidilAqsha #KisahPembebasanAlAqsha #KisahPembebasanMasjidilAqsha
https://www.instagram.com/p/CPcc8ZlBuEY/?utm_medium=copy_link

Setelah pembebasan yang dilakukan oleh Nabi Yusya’ bin Nun, Baitul Maqdis terus terlepas dari tangan ummat Islam. Kemudian pembebasan setelahnya terjadi pada era kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab. Tapi tentu persiapan untuk membebaskan Baitul Maqdis ini tidak cukup dengan waktu yang singkat. Bahkan persiapannya telah di lakukan sejak Rasulullah masih hidup

Sejak awal dakwah di Mekkah ketika kaum muslim sholat menghadap Baitul Maqdis sampai sesudah hijrah ke Madinah ketika kemudian Allah memerintahkan agar kaum muslim sholat menghadap Ka’bah, Rasulullah sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk merebut kembali Baitul Maqdis yang pada saat itu dijajah oleh bangsa Romawi Timur atau Bizantium. Yang termasuk dalam langkah penting itu diantaranya
1. Perang Mu’tah (8 H)
2. Perang Tabuk (9 H)
3. Pengiriman pasukan Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma ke Baitul Maqdis

Tapi saat pasukan Usamah bin Zaid sudah siap berangkat, Rasulullah jatuh sakit dan meninggal kemudian Abu Bakar menjadi khalifah. Tapi pada masa pemerintahannya banyak terjadi pemurtadan dan muncul nabi-nabi palsu termasuk salah satunya Musailamah Al-Kadzab. Dengan tekad yang kuat Abu Bakar ingin meneruskan misi yang dipimpin Usamah bin Zaid tapi para sahabat radhiyallahu ‘anhum menyatakan keberatannya sebab mereka menganggap jauh lebih mendesak menghadapi mereka yang murtad dan menyerang kaum muslimin (masalah internal)

Namun, Abu Bakar mengatakan, ”Demi Allah, aku tidak akan menarik kembali pasukan yang oleh Rasulullahﷺ telah dipasangi panji-panji untuk berangkat. Bahkan kalaupun anjing-anjing kota Madinah menyerbu masuk ke rumah-rumah dan menggigit kaki-kaki para Ummahatul Mu’minin (termasuk Aisyah radhiyallahu ‘anha, putrinya), aku tidak akan menarik kembali pasukan ini.” beliau juga berkata, ”Demi Allah, aku lebih suka merebut sebuah desa kecil di Asy-Syam daripada sebuah kota besar di Iraq kerena Asy-Syam adalah tanah yang diberkahi Allah.”

MasyaAllah, beliau mengatakan demikian semata-mata sebagai bentuk ketegasan juga kecintaannya pada Baitul Maqdis yang mendalam

(lanjut di kolom komentar)
(lanjutan 1)
⁣⁣
Bahwa membebaskan Baitul Maqdis tak kalah penting bahkan sangat penting daripada masalah-masalah internal yang terjadi pada masa itu⁣⁣

Tapi, lagi, Abu Bakar wafat sebelum Baitul Maqdis berhasil dibebaskan. Akhirnya, jihad pembebasan Masjidil Aqsha berhasil di bawah pemerintahan Umar bin Khattab, yang dipimpin para panglima seperti Khalid bin Walid, Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Amru bin al-As radhiyallahu ‘anhum pada perang Yarmuk yang terjadi tahun 636 M⁣⁣

Ketika pasukan Islam akan memasuki Baitul Maqdis, Sophronius (kepala gereja Kristen saat itu) menolak untuk menyerahkan Baitul Maqdis kepada selain khalifah Umar bin Khattab. Mendengar kabar tersebut, Umar langsung berangkat dari Madinah menuju Baitul Maqdis. Ketika akan memasuki Baitul Maqdis, Umar disarankan mengganti pakaiannya dengan yang mewah dan mengganti untanya dengan kuda yang gagah, tapi Umar menolak bahkan marah seraya mengatakan, “Kita adalah kaum yang diberikan kemuliaan oleh Allah dengan Islam. Bila kami mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Allah akan menghinakan kita”. Kalimat yang didalamnya mengandung nilai keimanan yang sempurna, ketakwaan yang tinggi, akhlak yang agung, yang tidak sembarang orang mampu mengucapkan kalimat yang tegas tersebut, apalagi di zaman sekarang⁣⁣

Umar disambut oleh Sophronius yang benar-benar takjub dan kagum akan sosok yang berada di hadapannya, sosok pemimpin muslim yang sangat sederhana. Bahkan Sophronius mengira orang yang berada di atas unta adalah khalifah Umar, tapi ternyata orang yang menuntun unta itulah sosok khalifah Umar bin Khattab. Sebab perjalanan yang panjang (dari Madinah ke Baitul Maqdis) Umar bin Khattab rela bergantian menaiki unta dengan pengawalnya. Sungguh mulia akhlak beliau⁣⁣