Duka Mereka, Duka Kita • Pray For Beirut, Lebanon • “Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan akan susah tidur dan terasa panas.” (HR. Muslim)
Permasalahan mereka adalah permasalahan kita
Yang kita butuhkan adalah menjadi satu tubuh agar tak lebih banyak lagi insan yang terbunuh
Penuh harap, semoga segera ada 1 kepemimpinan yang melindungi seluruh ummat tanpa kenal wilayah
Kemarin ratusan saudara-saudara Palestina kita yang mengungsi di Libanon berbondong-bondong antre untuk donasi darah, akankah kita disini yang Allah berikan begitu banyak kelapangan ikut meringankan dengan harta kita?
Mari ringankan beban saudara kita di Beirut, Libanon dengan menginfaqan sebagian harta kita melalui
Rekening Yayasan Rumah Quran Alila
Bank Syariah Mandiri (BSM):
7141326807 a/n Yayasan Rumah Quran Alila
Konfirmasi ke nomor: 0821 1436 6725
Jazakumullah khayran katsiran
—
#RumahQuranAlila #LaunchingRumahQuranAlila #RQAlila #SahabatJannahmu #PrayForBeirut #PrayForLebanon #SahabatAhluSyam #OneUmmah
Permasalahan mereka adalah permasalahan kita
Yang kita butuhkan adalah menjadi satu tubuh agar tak lebih banyak lagi insan yang terbunuh
Penuh harap, semoga segera ada 1 kepemimpinan yang melindungi seluruh ummat tanpa kenal wilayah
Kemarin ratusan saudara-saudara Palestina kita yang mengungsi di Libanon berbondong-bondong antre untuk donasi darah, akankah kita disini yang Allah berikan begitu banyak kelapangan ikut meringankan dengan harta kita?
Mari ringankan beban saudara kita di Beirut, Libanon dengan menginfaqan sebagian harta kita melalui
Rekening Yayasan Rumah Quran Alila
Bank Syariah Mandiri (BSM):
7141326807 a/n Yayasan Rumah Quran Alila
Konfirmasi ke nomor: 0821 1436 6725
Jazakumullah khayran katsiran
—
#RumahQuranAlila #LaunchingRumahQuranAlila #RQAlila #SahabatJannahmu #PrayForBeirut #PrayForLebanon #SahabatAhluSyam #OneUmmah
Kisah ini sudah masyhur apalagi pada bab birrul walidain. Dulu 4 orang pemuda, mereka bersaudara, ayahnya sudah lebih dulu meninggal dunia tinggal sang ibu yang masih ada dan sudah renta
Awalnya sang ibu bergantian dirawat oleh masing-masing anaknya, tapi ke-4 anaknya ini akhirnya memutuskan bahwa sang ibu harus dirawat oleh salah satu dari mereka karena khawatir dan juga merasa kasihan kalau ibunya yang sudah renta harus bergantian pindah dari rumah anak yang 1 lalu ke rumah anak yang lainnya. Dan akhirnya anak tertua dari 4 bersaudara ini mengambil keputusan, ia mengatakan ‘yang merawat ibu tidak mendapat warisan’ kemudian saudara yang lainnya tak terima berkata ‘masa kami sudah lelah merawat tapi gak dapat warisan?’, ke-3 anak lainnya menolak kesepakatan ini
Pada akhirnya diputuskanlah bahwa anak tertua yang merawat sang ibu. Ternyata keputusan ini memang sudah bagian dari rencana anak tertua ini, sebab ia ingin sekali kerawat ibunya dan baginya tak pantas bagi seseorang yang memiliki kunci surga di rumahnya tapi masih mengharapkan uang ataupun warisan
MaasyaaAllah...
Kalau kisah ini terjadi sudah begitu lama, ada juga kisah serupa yang terjadi di zaman kita. Beberapa tahun lalu terjadi persidangan di pengadilan Arab Saudi, bukan wajah-wajah tegang yang hadir disana melainkan wajah-wajah haru. Kasus yang sedang diadili adalah tentang kakak beradik yang juga saling berenut untuk mendapatkan hak merawat ibunya. MaasyaaAllah...
Semoga dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran untuk bisa lebih mencintai orang tua kita terlebih jika mereka sudah renta. Semoga Allah mampukan kita untuk terus berbakti kepada orang tua kita, aamiin🤲🏻
#YukSayangiOrtu
Awalnya sang ibu bergantian dirawat oleh masing-masing anaknya, tapi ke-4 anaknya ini akhirnya memutuskan bahwa sang ibu harus dirawat oleh salah satu dari mereka karena khawatir dan juga merasa kasihan kalau ibunya yang sudah renta harus bergantian pindah dari rumah anak yang 1 lalu ke rumah anak yang lainnya. Dan akhirnya anak tertua dari 4 bersaudara ini mengambil keputusan, ia mengatakan ‘yang merawat ibu tidak mendapat warisan’ kemudian saudara yang lainnya tak terima berkata ‘masa kami sudah lelah merawat tapi gak dapat warisan?’, ke-3 anak lainnya menolak kesepakatan ini
Pada akhirnya diputuskanlah bahwa anak tertua yang merawat sang ibu. Ternyata keputusan ini memang sudah bagian dari rencana anak tertua ini, sebab ia ingin sekali kerawat ibunya dan baginya tak pantas bagi seseorang yang memiliki kunci surga di rumahnya tapi masih mengharapkan uang ataupun warisan
MaasyaaAllah...
Kalau kisah ini terjadi sudah begitu lama, ada juga kisah serupa yang terjadi di zaman kita. Beberapa tahun lalu terjadi persidangan di pengadilan Arab Saudi, bukan wajah-wajah tegang yang hadir disana melainkan wajah-wajah haru. Kasus yang sedang diadili adalah tentang kakak beradik yang juga saling berenut untuk mendapatkan hak merawat ibunya. MaasyaaAllah...
Semoga dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran untuk bisa lebih mencintai orang tua kita terlebih jika mereka sudah renta. Semoga Allah mampukan kita untuk terus berbakti kepada orang tua kita, aamiin🤲🏻
#YukSayangiOrtu
Kamu udah liat postingan kita “cara menghadapi orang tua yang sok tau” kan? Orang tua kita kadang kala mau keputusannyalah yang harus digunakan mungkin karena merasa bahwa mereka lebih banyak merasakan asam garam kehidupan, jadi anggapannya mereka lebih tau solusi atas suatu permasalahan
Tapi gak gitu juga sebenernya, kadang kala malah anak yang lebih tau solusi suatu permasalahan, terutama solusi untuk permasalahan yang memang ada di lingkungannya, terlebih kalau kita sudah menginjak dewasa, yang seharusnya kita sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Ya... mau bagaimanapun juga zaman kita dan zaman orang tua kita berbeda kan? Eits tapi ingat, tetap sampaikan pendapat kita dengan santun dan lembut
Terkadang pandangan dan pendapat anak lebih tepat daripada orang tuanya. Ada gak sih contoh permasalahan ini? Ada! Tenang aja. Solusi atas masalah apa yang mau kamu cari? Semua ada di Islam:)
Contohnya adalah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman ‘alayhis salam. Yup, seperti yang udah kita ketahui Nabi Sulaiman adalah anak Nabi Daud. Allah berfirman, “Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. MAKA KAMI TELAH MEMBERIKAN PEMAHAMAN KEPADA SULAIMAN TENTANG HUKUM (YANG LEBIH TEPAT). Dan kepada masing-masing mereka, telah Kami berikan hikmah dan ilmu.” (QS. Al–Anbiya’: 78-79)
Hikmah yang bisa kita ambil adalah walaupun posisi kita sebagai orang tua, hendaknya orang tua jangan selalu merasa bahwa pendapatnyalah yang paling benar. Biar bagaimanapun orang tua juga seorang manusia yang sewaktu-waktu bisa keliru. Sebaiknya orang tua juga ikut mendengarkan pendapat anaknya apalagi kalau sang anak memiliki argumentasi yang kuat, sesuai apa yang diketahui dan tentu gak menyalahi ajaran Islam
Semoga kita selalu bisa bersikap sabar dan santun terhadap orang tua kita😊
#YukSayangiOrtu
Tapi gak gitu juga sebenernya, kadang kala malah anak yang lebih tau solusi suatu permasalahan, terutama solusi untuk permasalahan yang memang ada di lingkungannya, terlebih kalau kita sudah menginjak dewasa, yang seharusnya kita sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Ya... mau bagaimanapun juga zaman kita dan zaman orang tua kita berbeda kan? Eits tapi ingat, tetap sampaikan pendapat kita dengan santun dan lembut
Terkadang pandangan dan pendapat anak lebih tepat daripada orang tuanya. Ada gak sih contoh permasalahan ini? Ada! Tenang aja. Solusi atas masalah apa yang mau kamu cari? Semua ada di Islam:)
Contohnya adalah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman ‘alayhis salam. Yup, seperti yang udah kita ketahui Nabi Sulaiman adalah anak Nabi Daud. Allah berfirman, “Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. MAKA KAMI TELAH MEMBERIKAN PEMAHAMAN KEPADA SULAIMAN TENTANG HUKUM (YANG LEBIH TEPAT). Dan kepada masing-masing mereka, telah Kami berikan hikmah dan ilmu.” (QS. Al–Anbiya’: 78-79)
Hikmah yang bisa kita ambil adalah walaupun posisi kita sebagai orang tua, hendaknya orang tua jangan selalu merasa bahwa pendapatnyalah yang paling benar. Biar bagaimanapun orang tua juga seorang manusia yang sewaktu-waktu bisa keliru. Sebaiknya orang tua juga ikut mendengarkan pendapat anaknya apalagi kalau sang anak memiliki argumentasi yang kuat, sesuai apa yang diketahui dan tentu gak menyalahi ajaran Islam
Semoga kita selalu bisa bersikap sabar dan santun terhadap orang tua kita😊
#YukSayangiOrtu
Gimana ya cara nasihatin orang tua, karna kadang orang tua gak mau dengar nasihat dari kita plus takut juga kalau kita salah ngomong dan malah jadi dosa
Hmmm
Coba simak jawaban kakak guru @bellamaghfoor buat pertanyaan ini yuk! Inget-inget kuncinya supaya kebaikan yang kita utarakan ke orang tua bisa tersampaikan:)
#YukSayangiOrtu
Hmmm
Coba simak jawaban kakak guru @bellamaghfoor buat pertanyaan ini yuk! Inget-inget kuncinya supaya kebaikan yang kita utarakan ke orang tua bisa tersampaikan:)
#YukSayangiOrtu
Alhamdulillah waktunya ganti tema!
Kita udah sering banget ya bahas soal “batasan”, batasan yang dimaksud adalah tentu aja batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan di tema #DaRealSocialDistancing
Btw, dengan adanya social distancing ini makin memudahkan kamu jaga jarak sama non-mahram atau malah sebaliknya nih? Social distancing, iya tapi makin deket lewat social media *eh?
Semoga tema ini bisa dijadikan panduan untuk bergaul dan beraktivitas di lingkungan umum juga seperti apa seharusnya bersikap dengan lawan jenis ya☺️
Kita udah sering banget ya bahas soal “batasan”, batasan yang dimaksud adalah tentu aja batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan di tema #DaRealSocialDistancing
Btw, dengan adanya social distancing ini makin memudahkan kamu jaga jarak sama non-mahram atau malah sebaliknya nih? Social distancing, iya tapi makin deket lewat social media *eh?
Semoga tema ini bisa dijadikan panduan untuk bergaul dan beraktivitas di lingkungan umum juga seperti apa seharusnya bersikap dengan lawan jenis ya☺️
Siapa disini yang pernah jadi korban blue tick dan ghosting?🤭🙂
Sabar ya... jadikan pelajaran, kalau semua yang dari awalnya dilancarkan dengan cara yang gak bener, hasil akhirnya pasti juga gak akan bener. Yah, kayak nyalurin rasa suka ke lawan jenis gini
Cinta ini bisa jadi masalah, tapi engga kalau kita tau cara mengendalikannya. Tiap kita punya yang namanya gharizah nau’ atau disebut juga naluri melestarikan keturunan, naluri ini udah ter-install otomatis di diri tiap manusia
Naluri ini yang munculin rasa suka, sayang, cinta ke lawan jenis. Tujuannya adalah untuk melestarikan keturunan dan menciptakan kemaslahatan hidup manusia itu sendiri
See? Allah “install” naluri ini di diri kita ya untuk kemaslahatan kita, makanya penting buat kita tau bahwa menyalurkan naluri ini harus difokuskan pada tujuan awalnya yaitu melestarikan keturunan
Kehadiran gharizah nau' ini udah jadi fitrahnya manusia, maka kita gak bisa menolak dan menghindari keberadaannya. Adanya perasaan suka-sukaan sama lawan jenis itu normal, tapi perlu diinget nih, perasaan itu gak mungkin muncul kalau kita gak lebih dulu menstimulusnya. Kayak curi-curi pandang, liat konten uwu, nonton film-film genre romansa, terus-terusan ngestalk doi juga!
Oleh karenanya Islam lengkap dengan hukum dan aturan untuk mengaturnya perihal gharizah nau’ ini dan wajib di patuhi oleh setiap manusia. Bayangin aja kalau gak ada aturan yang membatasi atau mengaturnya secara syar’i? Pasti akan menimbulkan musibah dan kerusakan bagi masyarakat atau kehidupan manusia
Baru ngebayangin aja udah ngeri... ditambah hari ini juga makin banyak kasus yang lahir karena manusia sendiri gak mematuhi hukum yang ada
So, kalau dikira diri belum mampu bertanggung jawab penuh menjalankan fungsi sebenarnya naluri ini, jangan deh coba-coba menstimulus bergejolaknya naluri ini secara offline maupun online. Nanti yang ada malah sakit hati🤐
#DaRealSocialDistancing
Sabar ya... jadikan pelajaran, kalau semua yang dari awalnya dilancarkan dengan cara yang gak bener, hasil akhirnya pasti juga gak akan bener. Yah, kayak nyalurin rasa suka ke lawan jenis gini
Cinta ini bisa jadi masalah, tapi engga kalau kita tau cara mengendalikannya. Tiap kita punya yang namanya gharizah nau’ atau disebut juga naluri melestarikan keturunan, naluri ini udah ter-install otomatis di diri tiap manusia
Naluri ini yang munculin rasa suka, sayang, cinta ke lawan jenis. Tujuannya adalah untuk melestarikan keturunan dan menciptakan kemaslahatan hidup manusia itu sendiri
See? Allah “install” naluri ini di diri kita ya untuk kemaslahatan kita, makanya penting buat kita tau bahwa menyalurkan naluri ini harus difokuskan pada tujuan awalnya yaitu melestarikan keturunan
Kehadiran gharizah nau' ini udah jadi fitrahnya manusia, maka kita gak bisa menolak dan menghindari keberadaannya. Adanya perasaan suka-sukaan sama lawan jenis itu normal, tapi perlu diinget nih, perasaan itu gak mungkin muncul kalau kita gak lebih dulu menstimulusnya. Kayak curi-curi pandang, liat konten uwu, nonton film-film genre romansa, terus-terusan ngestalk doi juga!
Oleh karenanya Islam lengkap dengan hukum dan aturan untuk mengaturnya perihal gharizah nau’ ini dan wajib di patuhi oleh setiap manusia. Bayangin aja kalau gak ada aturan yang membatasi atau mengaturnya secara syar’i? Pasti akan menimbulkan musibah dan kerusakan bagi masyarakat atau kehidupan manusia
Baru ngebayangin aja udah ngeri... ditambah hari ini juga makin banyak kasus yang lahir karena manusia sendiri gak mematuhi hukum yang ada
So, kalau dikira diri belum mampu bertanggung jawab penuh menjalankan fungsi sebenarnya naluri ini, jangan deh coba-coba menstimulus bergejolaknya naluri ini secara offline maupun online. Nanti yang ada malah sakit hati🤐
#DaRealSocialDistancing
Deah Kejebak Setan • Mana adegan yang janggal? Pasti temen-temen semua tau
Selain kita masih di tengah-tengah pandemi gini dan seharusnya lebih baik menghindari tempat-tempat rame... udah pasti adalah berdua-duaan sama yang bukan mahram:)
Apalagi dua-duaan yang berawal dari ‘dua-duaan online’ kemudian terealisasikan menjadi ‘dua-duaan offline’. Waaaah, setan bersorak kegirangan banget tu pasti! Salut lah pokoknya, rispek setan tuh sama yang kayak gini🙃
Adakah temen-temen tau gimana seharusnya etika berorganisasi kalau di dalamnya ada cewek dan cowok dalam Islam? Coba komen di bawah ya!😁
#DaRealSocialDistancing
—
• wardrobe:
@kataloghijabalila
@alilagoods
Selain kita masih di tengah-tengah pandemi gini dan seharusnya lebih baik menghindari tempat-tempat rame... udah pasti adalah berdua-duaan sama yang bukan mahram:)
Apalagi dua-duaan yang berawal dari ‘dua-duaan online’ kemudian terealisasikan menjadi ‘dua-duaan offline’. Waaaah, setan bersorak kegirangan banget tu pasti! Salut lah pokoknya, rispek setan tuh sama yang kayak gini🙃
Adakah temen-temen tau gimana seharusnya etika berorganisasi kalau di dalamnya ada cewek dan cowok dalam Islam? Coba komen di bawah ya!😁
#DaRealSocialDistancing
—
• wardrobe:
@kataloghijabalila
@alilagoods
Di postingan kemarin kira-kira udah pada tau ya... si gharizah nau’ ini gak bakal muncul kalo kita gak menstimulusnya
Gak mandangin seseorang yang bukan mahram dalam-dalam sampe mata pedih misalnya, mandangin seseorang juga gak melulu waktu papasan langsung tapi juga di social media gini. Malem-malem, lagi santai, kepo-kepo socmed si dia. Scroll scroll, zoom in zoom out, eeeeh!
Juga buat mengontrolnya adalah dengan menjaga jarak sama yang bukan mahram. Mmm, iyasih udah jarang dan gak banyak ngobrol apalagi secara langsung sama yang bukan mahram tapi gimana nih selama masa quarantinenya? Apakah rasa bosan dan kesepian karna lama gak keluar rumah jadi punya temen chat baru? uhuuuk
Ini reminder buat kita semua yaaa, Alila sendiri pun gak luput dari kesalahan yang satu ini, kita semua mungkin pernah atau hampir terjerumus perbuatan ini. Tapi perlu diingat ya mentemen bahwa jaga jarak sama yang bukan mahram bukan di dunia nyata aja tapi juga di dunia maya
Yuk kita tekankan, Allah itu memantau kita baik OFFLINE maupun ONLINE. Jangan merasa mentang-mentang gak ada yang liat trus kita bebas bergerilya melakukan yang seharusnya gak kita lakukan, karena Allah Maha Melihat, meski di tempat paling tersembunyi sekalipun:)
#DaRealSocialDistancing
Gak mandangin seseorang yang bukan mahram dalam-dalam sampe mata pedih misalnya, mandangin seseorang juga gak melulu waktu papasan langsung tapi juga di social media gini. Malem-malem, lagi santai, kepo-kepo socmed si dia. Scroll scroll, zoom in zoom out, eeeeh!
Juga buat mengontrolnya adalah dengan menjaga jarak sama yang bukan mahram. Mmm, iyasih udah jarang dan gak banyak ngobrol apalagi secara langsung sama yang bukan mahram tapi gimana nih selama masa quarantinenya? Apakah rasa bosan dan kesepian karna lama gak keluar rumah jadi punya temen chat baru? uhuuuk
Ini reminder buat kita semua yaaa, Alila sendiri pun gak luput dari kesalahan yang satu ini, kita semua mungkin pernah atau hampir terjerumus perbuatan ini. Tapi perlu diingat ya mentemen bahwa jaga jarak sama yang bukan mahram bukan di dunia nyata aja tapi juga di dunia maya
Yuk kita tekankan, Allah itu memantau kita baik OFFLINE maupun ONLINE. Jangan merasa mentang-mentang gak ada yang liat trus kita bebas bergerilya melakukan yang seharusnya gak kita lakukan, karena Allah Maha Melihat, meski di tempat paling tersembunyi sekalipun:)
#DaRealSocialDistancing
Makin dewasa makin ngerasa gak sih kalo dunia makin gak aman?:’)
Makin banyak bencana, kita juga makin “melek” sama permasalahan hidup yang ada, ditambah lagi sekarang kita ada di tengah pandemi
Tapi ya emang gitu si... dunia bukan tempat untuk mencari keamanan juga kenyamanan, cuma bisa jadi jembatan untuk menuju sumber kenyamanan, surga
Coba deh inget-inget... seberapa sering sih kita berhubungan intens dengan Rabb kita? Seberapa sering kita ber-khalwat sama Pencipta kita?
Seberapa sering bukan Qur’an?
Seberapa sering kita mikirin dosa yang bisa ngebuat kita inget sama Rabb kita?
Apa lebih sering daripada buka WA, FB, sama Instagram?
Apa lebih sering daripada mikirin segala tentang si dia?
Kadang kalo udah waktunya sholat aja kita entar-entaran tapi giliran ada bunyi notifikasi hp langsung ditengok, dibales. Eh tapi ada kesamaan diantara dua-duanya, dua-duanya sama-sama cepet. Waktu sholat wajib kita cepet-cepet biar segera selesai sholatnya, waktu lagi chattingan cepet-cepet balesnya kalo perlu pas notifikasi masuk langsung bales, biar lancar komunikasinya🙃
Jadi udah paham kan harusnya lebih banyak ber-khalwat sama siapa?
#DaRealSocialDistancing
Makin banyak bencana, kita juga makin “melek” sama permasalahan hidup yang ada, ditambah lagi sekarang kita ada di tengah pandemi
Tapi ya emang gitu si... dunia bukan tempat untuk mencari keamanan juga kenyamanan, cuma bisa jadi jembatan untuk menuju sumber kenyamanan, surga
Coba deh inget-inget... seberapa sering sih kita berhubungan intens dengan Rabb kita? Seberapa sering kita ber-khalwat sama Pencipta kita?
Seberapa sering bukan Qur’an?
Seberapa sering kita mikirin dosa yang bisa ngebuat kita inget sama Rabb kita?
Apa lebih sering daripada buka WA, FB, sama Instagram?
Apa lebih sering daripada mikirin segala tentang si dia?
Kadang kalo udah waktunya sholat aja kita entar-entaran tapi giliran ada bunyi notifikasi hp langsung ditengok, dibales. Eh tapi ada kesamaan diantara dua-duanya, dua-duanya sama-sama cepet. Waktu sholat wajib kita cepet-cepet biar segera selesai sholatnya, waktu lagi chattingan cepet-cepet balesnya kalo perlu pas notifikasi masuk langsung bales, biar lancar komunikasinya🙃
Jadi udah paham kan harusnya lebih banyak ber-khalwat sama siapa?
#DaRealSocialDistancing
Kenapa sih kita sampe hal pertemanan aja dibatesin? Masa iya gak boleh bertemen sama lawan jenis?
Gak gitu... boleh kok temenan sama lawan jenis, kita cewek-cewek biar gimanapun juga butuh cowok-cowok tapi bukan yang selalu deket, chat tiap hari, ngobrolin hal apa aja, engga, gak gitu
Tujuan adanya batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan adalah untuk melindungi kehormatan manusia itu sendiri, baik laki-laki maupun perempuan. Ada batasan ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang gak diinginkan, coba lihat berapa banyak akibat yang muncul dari batasan-batasan yang kita terobos sendiri? Hamil di luar nikah dan aborsi puncaknya, naudzubillah...😭
Menjaga batasan dengan lawan jenis adalah jalur ikhtiar kita, kalau Islam udah mengatur sedemikian rupa pasti banyak benefitnya dan pasti ada hal yang akan mencelakai kita kalau kita melanggarnya
Jadi, yuk coba maksimalkan kita untuk menjalani syariat-Nya. Gapapa, pelan-pelan... pasti bisa, mungkin awal-awal ngerasa aneh dan pasti di pandang aneh sama yang lain tapi inget, ini yang Allah mau jadi pasti ini adalah kebaikan untuk kita
Semangat ya!:)
#DaRealSocialDistancing
Gak gitu... boleh kok temenan sama lawan jenis, kita cewek-cewek biar gimanapun juga butuh cowok-cowok tapi bukan yang selalu deket, chat tiap hari, ngobrolin hal apa aja, engga, gak gitu
Tujuan adanya batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan adalah untuk melindungi kehormatan manusia itu sendiri, baik laki-laki maupun perempuan. Ada batasan ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang gak diinginkan, coba lihat berapa banyak akibat yang muncul dari batasan-batasan yang kita terobos sendiri? Hamil di luar nikah dan aborsi puncaknya, naudzubillah...😭
Menjaga batasan dengan lawan jenis adalah jalur ikhtiar kita, kalau Islam udah mengatur sedemikian rupa pasti banyak benefitnya dan pasti ada hal yang akan mencelakai kita kalau kita melanggarnya
Jadi, yuk coba maksimalkan kita untuk menjalani syariat-Nya. Gapapa, pelan-pelan... pasti bisa, mungkin awal-awal ngerasa aneh dan pasti di pandang aneh sama yang lain tapi inget, ini yang Allah mau jadi pasti ini adalah kebaikan untuk kita
Semangat ya!:)
#DaRealSocialDistancing
👍1