[KHUSUS MUSLIMAH]
Waspada terhadap virus corona ini sebuah keharusan, tapi kita juga harus lebih waspada dengan pedihnya siksaan
Iyakan? Ya, harus seimbang lah, eh engga engga, urusan akhirat harus lebih dianggap darurat, harus selalu jadi nomor 1 karna kita akan lebih lama “disana”
Ketika keluar rumah jangan lupa untuk selalu pakai masker untuk melindungi diri dari virus corona
Ketika keluar rumah juga jangan lupa pakai gamis, khimar dan kaos kakinya untuk melindungi kita dari panasnya neraka
Lakukan ikhtiar keduanya supaya kita #StaySafe dari corona dan api neraka
Waspada terhadap virus corona ini sebuah keharusan, tapi kita juga harus lebih waspada dengan pedihnya siksaan
Iyakan? Ya, harus seimbang lah, eh engga engga, urusan akhirat harus lebih dianggap darurat, harus selalu jadi nomor 1 karna kita akan lebih lama “disana”
Ketika keluar rumah jangan lupa untuk selalu pakai masker untuk melindungi diri dari virus corona
Ketika keluar rumah juga jangan lupa pakai gamis, khimar dan kaos kakinya untuk melindungi kita dari panasnya neraka
Lakukan ikhtiar keduanya supaya kita #StaySafe dari corona dan api neraka
Masih ada orang-orang yang nanya, “emang corona seserius itu?”, dan pertanyaan atau penyataan lain yang semacamnya, yang-kalau boleh dibilang, terkesan meremehkan
Mungkin karena kurangnya informasi yang didapat, atau memang tak mau terlalu stress memikirkannya supaya gak stress yang buat kekebalan imun jadi menurun
Tapi, sekali lagi diingatkan. Statusnya sebagai ‘pandemi’ seharusnya sudah membuat kita waspada, menjalankan ikhtiar semaksimal mungkin dan tak lupa tawakkal ditiap usaha yang dilaksanakan
Atau jangan-jangan sebab belum tersadarkan ‘pandemi’, kalau gitu, baca slide sampai habis ya! Setelah ini, beritahu yang lain bahwa corona as serious as that
#StaySafe
Mungkin karena kurangnya informasi yang didapat, atau memang tak mau terlalu stress memikirkannya supaya gak stress yang buat kekebalan imun jadi menurun
Tapi, sekali lagi diingatkan. Statusnya sebagai ‘pandemi’ seharusnya sudah membuat kita waspada, menjalankan ikhtiar semaksimal mungkin dan tak lupa tawakkal ditiap usaha yang dilaksanakan
Atau jangan-jangan sebab belum tersadarkan ‘pandemi’, kalau gitu, baca slide sampai habis ya! Setelah ini, beritahu yang lain bahwa corona as serious as that
#StaySafe
Emang banyak jenis reaksi orang dalam menghadapi corona ini. Ada yang santuy, ada yang langsung gercep cari informasi, ada yang panik, ada juga yang panik banget
Apalagi yang lagi ada di perantauan, jauh dari orang tua, pengen beli tiket pulkam tapi pemerintah ngeluarin kebijakan buat jangan pulang ke kampung:(
Belum lagi yang kerjaannya diliburin selama covid masih merebak dimana-mana, gak digaji pula...
Ya Allah...
Tapi, memang langkah awal yang paling tepat untuk kita saat ini adalah diam #dirumahaja, kalau-kalau harus keluar pakailah masker kain. Jangan panik, hiduplah lebih bersih dari biasanya, berusaha untuk jaga makan dengan makanan yang sehat, jangan lupa perbanyak minum air putih dan dijaga pola pikirnya, jangan stress-stress yaaa. #StaySafe!
Kamu tipe yang mana ketika awal menghadapi berita menyebarnya corona di kotamu?
• wardrobe:
@kataloghijabalila
@alilagoods
Apalagi yang lagi ada di perantauan, jauh dari orang tua, pengen beli tiket pulkam tapi pemerintah ngeluarin kebijakan buat jangan pulang ke kampung:(
Belum lagi yang kerjaannya diliburin selama covid masih merebak dimana-mana, gak digaji pula...
Ya Allah...
Tapi, memang langkah awal yang paling tepat untuk kita saat ini adalah diam #dirumahaja, kalau-kalau harus keluar pakailah masker kain. Jangan panik, hiduplah lebih bersih dari biasanya, berusaha untuk jaga makan dengan makanan yang sehat, jangan lupa perbanyak minum air putih dan dijaga pola pikirnya, jangan stress-stress yaaa. #StaySafe!
Kamu tipe yang mana ketika awal menghadapi berita menyebarnya corona di kotamu?
• wardrobe:
@kataloghijabalila
@alilagoods
Jauh sebelum corona virus menyerang imun, dia akan lebih dulu menyerang iman
Jelas gak ada satu orang yang mau terinfeksi virus ini, naudzubillah... maka sebisa mungkin siapapun menjaga pola hidup, pola makan, pola pikir supaya virus ini gak menyerang imun kita
Tapi jika telah dihadapkan dengan berita-berita adanya orang-orang sekitar yang terinfeksi, adanya berita-berita tentang dibatasinya aktifitas sehari-hari; mulai dari gak boleh bekerja keluar rumah, yang biasa jualan pendapatannya berkurang darstis, belum lagi yang malah kena PHK. Disinilah letak “dia akan lebih dulu menyerang iman kita”
Gak sedikit yang gak mau ikut perkataan ulama dan para ahli kesehatan, gak sedikit yang malah jadi ketakutan besok gak bisa makan karna ada larangan jualan, gak sedikit yang rasa takutnya berlebih ketimbang menerima semua ini sebagai salah satu ujian yang Allah berikan untuk mengangkat derajat hamba-hamba-Nya yang beriman
Sedikit dari kita yang menyadari itu😢
Inilah ujian iman sebenarnya, pembuktian iman seorang hamba yang tetap yakin terhadap Allah disaat sempit. “Kenalilah (ingatlah) Allah di waktu senang pasti Allah akan mengenalimu di waktu sempit.” (HR. Tirmidzi)
Cukuplah hadits ini menjadi pegangan juga pelajaran bagi kita
Saat-saat seperti inilah iman kita sedang diuji, sebab kita diminta selalu yakin dengan apapun yang terjadi; jika ada keluarga, kerabat atau bahkan kita sendiri yang terinfeksi, semuanya karena kehendak Allah. Jauh sebelum penciptaan langit dan bumi, telah Allah tetapkan ketetapan ini. Tak mudah memang, tapi bagi siapapun yang terkena dampaknya maka yakinlah, Allah yang memberi ujian maka Allah juga akan memberikan jalan keluar, cepat atau lambat
Dan dibalik itu semua seharusnya kita yakin, jika landasan iman kita kuat, baik sangka kita kepada-Nya sangatlah besar pasti ada ganjaran disana. Bukan main-main, Allah akan berikan surga-Nya untuk orang yang mau bersabar dan bertawakkal serta tak menyampingkan ikhtiar yang maksimal
Semoga Allah jaga imun dan iman kita, keluarga kita, saudara-saudara muslim kita, juga seluruh manusia dimuka bumi. Serta Allah selalu limpahkan hidayah-Nya kepada kita semua
#StaySafe
Jelas gak ada satu orang yang mau terinfeksi virus ini, naudzubillah... maka sebisa mungkin siapapun menjaga pola hidup, pola makan, pola pikir supaya virus ini gak menyerang imun kita
Tapi jika telah dihadapkan dengan berita-berita adanya orang-orang sekitar yang terinfeksi, adanya berita-berita tentang dibatasinya aktifitas sehari-hari; mulai dari gak boleh bekerja keluar rumah, yang biasa jualan pendapatannya berkurang darstis, belum lagi yang malah kena PHK. Disinilah letak “dia akan lebih dulu menyerang iman kita”
Gak sedikit yang gak mau ikut perkataan ulama dan para ahli kesehatan, gak sedikit yang malah jadi ketakutan besok gak bisa makan karna ada larangan jualan, gak sedikit yang rasa takutnya berlebih ketimbang menerima semua ini sebagai salah satu ujian yang Allah berikan untuk mengangkat derajat hamba-hamba-Nya yang beriman
Sedikit dari kita yang menyadari itu😢
Inilah ujian iman sebenarnya, pembuktian iman seorang hamba yang tetap yakin terhadap Allah disaat sempit. “Kenalilah (ingatlah) Allah di waktu senang pasti Allah akan mengenalimu di waktu sempit.” (HR. Tirmidzi)
Cukuplah hadits ini menjadi pegangan juga pelajaran bagi kita
Saat-saat seperti inilah iman kita sedang diuji, sebab kita diminta selalu yakin dengan apapun yang terjadi; jika ada keluarga, kerabat atau bahkan kita sendiri yang terinfeksi, semuanya karena kehendak Allah. Jauh sebelum penciptaan langit dan bumi, telah Allah tetapkan ketetapan ini. Tak mudah memang, tapi bagi siapapun yang terkena dampaknya maka yakinlah, Allah yang memberi ujian maka Allah juga akan memberikan jalan keluar, cepat atau lambat
Dan dibalik itu semua seharusnya kita yakin, jika landasan iman kita kuat, baik sangka kita kepada-Nya sangatlah besar pasti ada ganjaran disana. Bukan main-main, Allah akan berikan surga-Nya untuk orang yang mau bersabar dan bertawakkal serta tak menyampingkan ikhtiar yang maksimal
Semoga Allah jaga imun dan iman kita, keluarga kita, saudara-saudara muslim kita, juga seluruh manusia dimuka bumi. Serta Allah selalu limpahkan hidayah-Nya kepada kita semua
#StaySafe
Baca sampai slide terakhir tapi jangan sampai informasi ini berakhir di kamu yaaaa
Share ke siapa aja kenapa disaat-saat ini kita dianjurkan untuk menghindari kontak langsung dengan wajah kita, apalagi setelah tangan kita menyentuh banyak barang
#StaySafe!
Share ke siapa aja kenapa disaat-saat ini kita dianjurkan untuk menghindari kontak langsung dengan wajah kita, apalagi setelah tangan kita menyentuh banyak barang
#StaySafe!
Udah D-ke berapa nih kamu #dirumahaja?
Ngapain aja? Bantu mama di dapur juga kaaan? Jadi chef dadakan? Tugas sekolah/kuliah aman kan?
Ibadah gimana ibadah? Gak malah jadi kendor kan?😢
Semangat ya!
Coba komen #quarantinestarterpack kamu😆
#StaySafe
Ngapain aja? Bantu mama di dapur juga kaaan? Jadi chef dadakan? Tugas sekolah/kuliah aman kan?
Ibadah gimana ibadah? Gak malah jadi kendor kan?😢
Semangat ya!
Coba komen #quarantinestarterpack kamu😆
#StaySafe
Masa Gabole Mudik? • Halo anak rantau, gimana kabarnya? Gimana reaksimu, perasaanmu waktu ada imbauan “jangan mudik”? Apa kamu salah satu yang buru-buru mudik atau cari tau kenapa jangan, mematuhi dan tetap diam di kota tempat merantau?
Pasti yang ada dipikiran adalah “masa mau puasa gak mudik sih? Gak maaf-maafan dulu sama ibu, bapak dan keluarga di kampung? Terus ini virusnya kapan selesainya? Kalo sampai lebaran gak selesai-selesai gimana? Lebaran disini dong? Tanpa keluarga?”
Mungkin sebagian berpikir demikian, sebagian yang lain karena udah paham akhirnya memutuskan untuk gak mudik tapi tetep orang tua yang khawatir disana malah nyuruh mudik😅
Tapi ini tergantung kita, tergantung sejauh mana informasi yang kita dapat, tergantung sejauh mana kita taat. Apa rela kalau misal pulang kampung, lalu kita yang masih muda ini malah menularkan orang tua kita yang gak se-sehat kita lagi? Kenapa? Karena kita pasti naik transportasi umum, perjalanan yang jauh, berbagai macam orang, entah mana yang sehat mana yang sakit, entah mana yang telah terinfeksi mana yang engga
Kita bisa aja gak punya gejala apapun sebab kita masih muda, masih segar, imun dalam tubuh juga masih kuat. Tapi orang tua kita yang sudah renta?
Kalau gak mau ikut aturan dari pemerintah untuk jangan mudik, cukuplah ikut aturan dari Rasulullah: jangan keluar dari wilayah yang didalamnya tersebar wabah dan jangan masuk ke dalam wilayah yang didalamnya tersebar wabah
Kalau bukan Rasulullah yang kita taati, lalu siapa lagi?
#StaySafe!
• wardrobe: @kataloghijabalila
Pasti yang ada dipikiran adalah “masa mau puasa gak mudik sih? Gak maaf-maafan dulu sama ibu, bapak dan keluarga di kampung? Terus ini virusnya kapan selesainya? Kalo sampai lebaran gak selesai-selesai gimana? Lebaran disini dong? Tanpa keluarga?”
Mungkin sebagian berpikir demikian, sebagian yang lain karena udah paham akhirnya memutuskan untuk gak mudik tapi tetep orang tua yang khawatir disana malah nyuruh mudik😅
Tapi ini tergantung kita, tergantung sejauh mana informasi yang kita dapat, tergantung sejauh mana kita taat. Apa rela kalau misal pulang kampung, lalu kita yang masih muda ini malah menularkan orang tua kita yang gak se-sehat kita lagi? Kenapa? Karena kita pasti naik transportasi umum, perjalanan yang jauh, berbagai macam orang, entah mana yang sehat mana yang sakit, entah mana yang telah terinfeksi mana yang engga
Kita bisa aja gak punya gejala apapun sebab kita masih muda, masih segar, imun dalam tubuh juga masih kuat. Tapi orang tua kita yang sudah renta?
Kalau gak mau ikut aturan dari pemerintah untuk jangan mudik, cukuplah ikut aturan dari Rasulullah: jangan keluar dari wilayah yang didalamnya tersebar wabah dan jangan masuk ke dalam wilayah yang didalamnya tersebar wabah
Kalau bukan Rasulullah yang kita taati, lalu siapa lagi?
#StaySafe!
• wardrobe: @kataloghijabalila
Assalamu’alaykum lovalila!
Jumat mubarak! Jangan lupa baca Al-Kahfi ya, perbanyak baca quran juga
Masa sih kalau following instagram kita 500 dari jumlah itu, setengahnya aja temen kita dan kita bisa ngeliatin instagram storiesnya mereka
Kalau ngeliatin instagram stories kita sanggup berlama-lama, masa kita gak sanggup berlama-lama ngeliatin quran? Gak sanggup lama-lama baca quran?😭
Yuk perbanyak intensitas kita terhadap quran selama #dirumahaja🤍
Jangan lupa perbanyak dzikir, doa dan shalawat yaaa
#StaySafe
Jumat mubarak! Jangan lupa baca Al-Kahfi ya, perbanyak baca quran juga
Masa sih kalau following instagram kita 500 dari jumlah itu, setengahnya aja temen kita dan kita bisa ngeliatin instagram storiesnya mereka
Kalau ngeliatin instagram stories kita sanggup berlama-lama, masa kita gak sanggup berlama-lama ngeliatin quran? Gak sanggup lama-lama baca quran?😭
Yuk perbanyak intensitas kita terhadap quran selama #dirumahaja🤍
Jangan lupa perbanyak dzikir, doa dan shalawat yaaa
#StaySafe
BACA SLIDE SAMPAI SELESAI KEMUDIAN BACA CAPTION SAMPAI HABIS
Jenazah yang meninggal karena covid-19 secara ilmiah ilmu kedokteran kemungkinan tidak bisa menularkan covid-19, sebab virus HARUS HIDUP PADA INANGNYA. Jika INANGNYA SUDAH MATI MAKA VIRUSNYA JUGA IKUT MATI
Waspada itu perlu tapi jangan sampai mematikan rasa kepedulian kita terhadap mereka yang butuh
Share sebanyak-banyaknya supaya semakin banyak juga yang paham dengan hal ini. Jangan sampai informasi ini berhenti di kamu saja
Beri tau orang-orang terdekatmu supaya mereka memperlakukan dengan baik sesama kita terutama mereka yang menangani dan menjadi korban pandemi ini🤍
Barakallahu fiikum
#StaySafe
Jenazah yang meninggal karena covid-19 secara ilmiah ilmu kedokteran kemungkinan tidak bisa menularkan covid-19, sebab virus HARUS HIDUP PADA INANGNYA. Jika INANGNYA SUDAH MATI MAKA VIRUSNYA JUGA IKUT MATI
Waspada itu perlu tapi jangan sampai mematikan rasa kepedulian kita terhadap mereka yang butuh
Share sebanyak-banyaknya supaya semakin banyak juga yang paham dengan hal ini. Jangan sampai informasi ini berhenti di kamu saja
Beri tau orang-orang terdekatmu supaya mereka memperlakukan dengan baik sesama kita terutama mereka yang menangani dan menjadi korban pandemi ini🤍
Barakallahu fiikum
#StaySafe
Di keadaan pandemi kayak sekarang ini, begini cara muslim menghadapi virus corona, yap! Ada “cara bumi dan cara langit”
1. Yang pertama, tawakkal
Kita menyakini bahwa gak ada sesuatupun yang bisa memberikan manfaat ataupun bahaya kecuali Allah telah tetapkan atasnya
“Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.” (HR. Tirmidzi)
2. Jaga aturan Allah, sebelum, setelah dan selalu. Dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Jika Allah mengharamkan A maka jauhi, jangan sekali-kali mencoba untuk mendekati
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim)
3. Sabar dan syukur adalah koentji!
Jika kita dihadapkan dengan pandemi ini dan segala keadaan yang muncul karena pandemi ini kita hanya harus bersabar dan bersyukur. Bersabar karena belum bisa keluar rumah dan bersyukur karena bisa #dirumahaja, karena masih banyak yang berharap bisa diam dirumah nyatanya mereka gak bisa. Gak cuma saudara-saudara kita di Indonesia tapi juga pengungsi-pengungsi korban perang di Syam sana, jangankan mau #dirumahaja, punya rumah aja engga...
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)
4. Lakukan ikhtiar maksimal dan mencari sebab, diam dirumah demi memutus tali penyebaran covid-19 ini dan mencari sebab supaya bisa dapat obat. Mencari sebabnya tanpa menyingkirkan menjaga aturan Allah tadi pastinya.
(lanjut di kolom komentar)
#StaySafe
1. Yang pertama, tawakkal
Kita menyakini bahwa gak ada sesuatupun yang bisa memberikan manfaat ataupun bahaya kecuali Allah telah tetapkan atasnya
“Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.” (HR. Tirmidzi)
2. Jaga aturan Allah, sebelum, setelah dan selalu. Dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Jika Allah mengharamkan A maka jauhi, jangan sekali-kali mencoba untuk mendekati
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim)
3. Sabar dan syukur adalah koentji!
Jika kita dihadapkan dengan pandemi ini dan segala keadaan yang muncul karena pandemi ini kita hanya harus bersabar dan bersyukur. Bersabar karena belum bisa keluar rumah dan bersyukur karena bisa #dirumahaja, karena masih banyak yang berharap bisa diam dirumah nyatanya mereka gak bisa. Gak cuma saudara-saudara kita di Indonesia tapi juga pengungsi-pengungsi korban perang di Syam sana, jangankan mau #dirumahaja, punya rumah aja engga...
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)
4. Lakukan ikhtiar maksimal dan mencari sebab, diam dirumah demi memutus tali penyebaran covid-19 ini dan mencari sebab supaya bisa dapat obat. Mencari sebabnya tanpa menyingkirkan menjaga aturan Allah tadi pastinya.
(lanjut di kolom komentar)
#StaySafe
(lanjutan)
Dalilnya pasti sudah sering teman-teman baca, apalagi dalam keadaan saat ini, “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi) dan dulu Rasulullah menyuruh siapapun untuk memakan 7 butir kurma ajwa di pagi hari supaya terhindar dari sihir, ini adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam mengobati suatu penyakit, “Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari dan Muslim)
5. Berharap penuh atas pertolongan Allah
Yap, kepada siapa lagi selain kepada Allah kan? Selain ikhtiar melakukan test, diam #dirumahaja, jaga kebersihan, jaga makanan dll jangan lupa untuk dzikir pagi dan petang tanpa putus dan dzikir dan doa lainnya
“Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
#StaySafe
Dalilnya pasti sudah sering teman-teman baca, apalagi dalam keadaan saat ini, “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi) dan dulu Rasulullah menyuruh siapapun untuk memakan 7 butir kurma ajwa di pagi hari supaya terhindar dari sihir, ini adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam mengobati suatu penyakit, “Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari dan Muslim)
5. Berharap penuh atas pertolongan Allah
Yap, kepada siapa lagi selain kepada Allah kan? Selain ikhtiar melakukan test, diam #dirumahaja, jaga kebersihan, jaga makanan dll jangan lupa untuk dzikir pagi dan petang tanpa putus dan dzikir dan doa lainnya
“Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
#StaySafe