Hijab Alila
5.44K subscribers
1.98K photos
435 videos
4.33K files
4.28K links
feel free to re-share~

YouTube: https://youtube.com/c/HijabAlilaOfficial
Download Telegram
Kemarin Dhebi ngerantau ke Jakarta krn gamau kayak temen2nya yg nikah muda&berakhir jd “pembantu” suaminya. Emg #PARAHSIS!⁣
Tapi, bener gak sih kalau nikah muda akan berujung kayak temen2nya Dhebi? Jawabannya: bisa bener, bisa juga engga. Bisa bener kalo pernikahannya gak selaras sama aturan Islam, bisa jg engga kalo pernikahannya selaras sama aturan Islam⁣

Emg sebenernya urusan rumah tangga ini kewajibannya istri aja? Apakah taat sama suami itu artinya wajib bagi seorang istri utk masak, nyuci baju, nyuci piring, dll?⁣
⁣⁣
Nah, seperti yg ada di pict atas, gak wajib bagi seorang istri melakukan pekerjaan rumah tangga, tapi gak salah jg kalau ia melakukannya. Bukan krn apa2 melainkan bentuk ketaatan kpd suaminya. Tp jgn salah paham ya, gak seperti yg dibilang orang2 jg, “nikah cuma buat dijadiin pembantu“, salah besar! Krn dlm pernikahan bkn aspek komersial yg dijunjung tinggi tp ibadah!⁣

Ulama jg beda pendapat dlm hal ini, ada yg mengatakan wajib bg istri berkhidmat/melakukan pekerjaan rumah tangga. Ada jg yg gak mewajibkannya krn mereka menganggap adanya akad nikah itu agar halal utk melakukan istimta’ (bersenang2 dgn istri) bkn agar suami bisa menyuruh berkhidmat&mengambil manfaat lain dari istrinya. Adapun kalau seorang suami melakukan pekerjaan rumah itu adlh hal baik, lg pula pekerjaan rumah tangga jg telah dilakukan sejak zaman Rasulullah dan Rasulullah pun dulu melakukannya, membantu istri-istrinya⁣

Terlepas dari berbagai perbedaan pendapat ulama, maka yg plg baik di antaranya adalah adanya kesepakatan antara suami dan istri ttg bagian dan tugas yg ada di dalam rumah, ini jg bisa menambah keharmonisan dlm berumah tangga loh! Ya, intinya si semua kunci dlm ber-rumah tangga ada di dlm komunikasi~⁣
Jgn sampai ada yg merasa dirugikan atau direndahkan dlm membangun biduk rumah tangga⁣

Ada penyemangat dari Rasulullah utk buk-ibuk rumah tangga dimanapun berada nih!⁣
“Maukah engkau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada seorang pembantu? Jika kalian hendak menuju kasur atau tempat pembaringan kalian, maka ucapkanlah takbir 34x, tasbih 33x, dan tahmid 33x, maka inilah yang lebih baik daripada seorang pembantu.” (HR. Al Bukhari, Muslim)⁣
Hari ini banyak kemaksiatan yang justru didukung banyak orang, yang tanpa sadar kita pun ikut diantara banyaknya orang itu⁣

Laki-laki yang ke-cewek-cewek-an, yang aktif dengan brush make upnya, modis dengan pakaian perempuan banyak sekali ditonton banyak orang⁣
Orang yang transgender, hamil di luar nikah, semua blak-blakan menunjukkan identitas aslinya ke publik⁣
Mereka bangga dengan itu dan mirisnya orang-orang mendukungnya⁣

Berbagai komentar “be yourself”, “so proud of you!”, “kamu berani banget! Aku dukung kamu! Lakuin apa yang kamu suka”⁣
Astaghfirullah... walaupun gak sedikit juga yang mengingatkan tapi diantara yang mendukungnya adalah saudara seiman kita⁣


Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Setiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla kecuali al Mujaahiriin yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya. Lalu laki-laki tersebut mengatakan, “Wahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan itu”. Maka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh (keesokan harinya).” (HR. Bukhari dan Muslim)⁣

Bayangkan betapa baiknya Allah, telah menutup aib-aib manusia tapi manusia itu sendiri yang menyebarkannya ditambah lagi dengan penuh rasa bangga

#PARAHSIS
Kutinggalkan Kampungku demi Karirku—PART 2

Yah... yah... kan Dhebi mulai terjerumus ke pertemanan yang gak sehat deh:(
Baru ketemu bentar langsung akrab, ya mungkin emang itulah sifat orang-orang seperti “mereka”, dekat sana-sini, belum lama ketemu langsung jadi teman
Tapi kalau kamu ngaku sebagai temen harusnya bukan dengan cara mendukung perbuatan salahnya, justru seharusnya mengajaknya untuk menyesali perbuatannya kemudian bertaubat pada-Nya⁣

Apa dengan mendukung orang-orang yang keluar dari fitrahnya adalah bentuk dari open minded? Apa menjadi “open minded” yang orang-orang bilang saat ini akan menjadikan kita mulia dihadapan-Nya dan kelak diakui oleh Rasul-Nya sebagai ummatnya kalau kita aja gak mengingkari apa yang Allah dan Rasul-Nya benci⁣

Ya... andai kalian tau, mendukung perbuatan salah yang demikian bukanlah suatu solusi, tapi justru menutup kesempatan dia untuk terobati:(⁣

#PARAHSIS
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ye dear... semoga Allah sellau mengampuni kesalahan kita⁣

Sebenarnya menunjukkan aksi joget-joget dan dishare ke sosial media tidak diperbolehkan untuk muslimah yang bercadar saja. Kita yang baru belajar berhijab syar'i, bahkan yang belum berhijab pun sebenarnya tidak diperbolehkan. Intinya setiap wanita yang mengaku sebagai muslimah tidak diperbolehkan melakukan hal yang demikian⁣

Apakah yang ada di dalam pikiran kita bahwa wanita bercadar=ia sudah sempurna akhlak dan agamanya? Padahal mereka sama dengan kita, mereka dengan kita masih sama-sama belajar. Tak apa, ingatkan terus baik-baik, doakan mereka yang masih berlaku demikian supaya sadar dengan apa yang dilakukannya, ingatkan terus menerus tanpa menggunakan kalimat-kalimat yang menjatuhkan; bahwa hal yang dilakukannya salah⁣

Jika kita bisa menjaga izzah dan 'iffah kita saat kehidupan offline, seharusnya kita juga bisa menjaga izzah dan 'iffah kita di kehidupan online juga 'kan? Karna Allah gak hanya memperhatikan kita di kehidupan offline kita aja tapi juga kehidupan online kita hehe⁣

Saudariku, jaga rasa malumu ya! Karna disitulah letak kehormatanmu :)⁣

#PARAHSIS #QnAPARAHSIS
Kira-kira, siapa yang gak memuliakan perempuan?⁣

—⁣
Kalau kamu lebih milih dimuliakan atau dimanusiakan dear?⁣
Coba jawab di kolom komentar bawah👇🏻

#PARAHSIS
Kala Pertemanan Ber🌈

Jujur-jujuran aja nih, siapa yang suka ketawa kalau ngeliat tingkah laku temen cowok kita yang kecewek-cewekan. Apalagi waktu dia mempraktikkan “gaya andalannya”? Banyak diantara kita yang terhibur dengan cara ngomong dan gerak-geriknya yang agak “lenjeh”, ya mungkin ada juga yang risih atau sekedar rolling eyes atau ngerutin dahi⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Sebenernya apasih yang seharusnya kita lakuin? Yaaa seharusnya siiii kita harus bisa rem-rem ya, gak boleh ikut-ikutan meramaikan suasana heboh yang terjadi karna ulah teman kita itu, gak boleh ikutan suka sama perbuatan dia, jangan juga minta dia ulamgi perbuatannya itu. Karna dengan demikian artinya sama aja kita ngedukung dia yang mana kita tau bahwa itu salah, ‘kan?⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Kalo ada temen kayak kakak Cinta si temennya Dhebi lagi “beraksi”, jangan digubris! Apalagi diapresiasi! Jangan!⁣⁣
Tapi juga jangan di bully. Bersikap normal aja, bersikap kayak dia gak melakukan hal untuk melucu lewat perlakuannya yang gak seharusnya itu. Jangan lupa terus ingatkan untuk berlaku sesuai fitrahnya sebagai laki-laki daaaan doain! Doain temen kita itu supaya Allah lembutkan hatinya, supaya di mudahkan kembali ke fitrahny⁣⁣a⁣⁣
⁣⁣
Yang kayak gini juga seharusnya jadi trigger buat kita supaya makin fokus untuk mengkaji Islam tentang hal ini⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Terus gimana dengan komunitas-komunitas “mereka” yang semakin marak di masyarakat. Nah kalau emang kita menemukan komunitasnya, jangan difollow sebaliknya harus kita jauhi. Gak perlu ikut diskusi pembenaran idenya, kecuali untuk mengobati atau menyembuhkan⁣⁣
Juga jangan membully atau mencela (buat apa juga kan kita capek-capek mencela yang sudah tercela?)⁣⁣
⁣⁣
Dan sayu lagi nih! Banyak sekarang dari mereka yang udah mulai berani buka-bukaan! Menunjukkan identitasnya, gak tanggung-tanggung bahkan sampai jadi influencer! Tugas kita: JANGAN IKUT UNTUK MEM-VIRALKAN⁣⁣
Kalau sekedar mau tau, mending gak perlu. Kalau ada rekomendasi video mereka lebih baik skip aja, karena secara gak langsung dengan begitu kita akan nge-blow up “keunikannya”⁣⁣
Kalau mereka butuh di dukungan atau bantuan, cukup dibantu sesuai kebutuhannya

#PARAHSIS


• wardrobe: @kataloghijabalila
Setuju nggak, sist?⁣⁣
Share your thoughts below👇🏻👇🏻⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
#PARAHSIS #DimuliakanAtauDimanusiakan
Baca sampai slide terakhir~

#PARAHSIS
Tipe-Tipe Orang Kalo Dibully

Lisan, sesuatu yang lebih tajam dari pedang. Seorang ulama berkata, “tak ada haji, jihad dan mujahadah yang lebih berat dari pada menahan lisan. Apabila engkau menjadi orang yang memperhatikan lisanmu, berarti engkau sangat memperhatikan sesuatu yang sangat penting.”⁣⁣
⁣⁣
Lagi dan lagi kita semua diingatkan tentang pentingnya menjaga lisan. Iya kita semua, aku, kamu, kita⁣⁣
Kalau kita berbuat salah kepada Allah, maka kita hanya perlu bertaubat dengan sebenar-benarnya kepada-Nya dan InsyaAllah akan diampuni.⁣
Tapi kalau kita berbuat salah kepada manusia? Menyakitinya? Tak cukup bagi kita meminta ampun kepada Allah. Untuk mendapatkan ampunan-Nya, kita juga harus meminta maaf pada yang bersangkutan. Kalau belum selesai, urusan itu akan dibawa loh sampai yaumil akhir untuk kita pertanggungjawabkan. Maka dari itu muslim harus selalu menjaga segala perbuatan, serta akhlak dan lisannya. ⁣

So... no body shaming ya guys.⁣
⁣⁣
Bentuk “mencintai diri” yaitu dengan cara mensyukuri, merawat, menerima dengan penuh cinta segala yang Allah beri dan titipkan pada kita. Entah itu fisik, status, atau apapun yang kita miliki atau orang lain.⁣ ⁣
⁣⁣
Jika Allah titipkan fisik yang sempurna, cantik, putih, kita tidak boleh ujub. Jika sebaliknya, kita tidak boleh menghinanya, karena itu merupakan ciptaan Allah juga. (: ⁣⁣
⁣⁣
#PARAHSIS⁣⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
• wardrobe: @kataloghijabalila
Menjelekkan satu dengan yang lainnya tuh untungnya apasih? Merasa puas karna menjatuhkan yang lainnya? Merasa kalau lebih berkuasa? Merasa kalau lebih baik daripada yang dihina?⁣

Jelas-jelas Allah melarang untuk saling mencela, baik individu maupun kelompok. Baik laki-laki maupun perempuan⁣
Apa yang membuat kita lebih unggul dari orang lain? Keindahan paras? Kekayaan? Kemampuan? Atau ibadah? Yakin kalau kita lebih unggul daripada orang yang kita cela, didepan maupun dibelakang?⁣

Bukankah dengan kita menjelek-jelekkan orang lain dibelakang itu otomatis kita telah menurunkan kualitas diri kita? Bahkan dihadapan Rabb kita. Jelas, mana ada orang yang mencela tapi lisan dan hatinya berkata sesuatu yang baik-baik saja?⁣
Sebaliknya, orang yang kita hina akan naik drastis derajatnya: sewaktu-waktu di hadapan manusia dan saat itu juga di hadapan Rabb kita⁣

Juga, lagi dan lagi. Seringnya kita kurang bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Rezeki yang berupa materi, paras yang kita katakan tak secantik orang lain dan masih banyak yang lainnya. Rasanya semua serba kurang, maunya begini, maunya begitu⁣
Tapi pernahkah sekali saja berpikir, "oh mungkin Allah gak memberikan aku ini karna aku gak sanggup menjaganya" atau "oh mungkin Allah gak memberikan aku itu karna Allah ingin meringankan hisabku"⁣
Daripada mengeluh, mengeluh dan mengeluh kenapa tak kita syukuri saja apa-apa yang telah Allah berikan? Dari sekian banyak nikmat yang Allah berikan, kenapa kita hanya memikirkan apa yang tidak kita dapatkan?⁣
⁣⁣
#PARAHSIS